0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan6 halaman

Manfaat dan Pengertian Bekam untuk Kesehatan

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) tentang pengertian dan manfaat bekam yang ditujukan kepada masyarakat. Penyuluhan akan dilakukan pada 19 September 2024, dengan tujuan agar peserta memahami pengertian, manfaat, jenis, efek samping, serta indikasi dan kontraindikasi bekam. Metode penyuluhan mencakup ceramah dan media berupa video.

Diunggah oleh

INDRA CHANEL
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan6 halaman

Manfaat dan Pengertian Bekam untuk Kesehatan

Dokumen ini adalah Satuan Acara Penyuluhan (SAP) tentang pengertian dan manfaat bekam yang ditujukan kepada masyarakat. Penyuluhan akan dilakukan pada 19 September 2024, dengan tujuan agar peserta memahami pengertian, manfaat, jenis, efek samping, serta indikasi dan kontraindikasi bekam. Metode penyuluhan mencakup ceramah dan media berupa video.

Diunggah oleh

INDRA CHANEL
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Topik : Pngertian dan Manfaat Bekam


Sasaran : Masyarakat
Hari/Tanggal : Senin, 19 September 2024
Waktu/Jam : 40 menit / - WIB
Tempat : PSTW JEMBER

A. Tujuan Instruksional Umum (TIU)


Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan masyarakat dapat mengerti tentang
pengertian dan manfaat bekam.
B. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan masyarakat dapat:
1. Mengetahui pengertian bekam
2. Mengetahui manfaat bekam
3. Mengetahui jenis-jenis bekam
4. Mengetahui efek samping bekam
5. Indikasi dan kontra indikasi
C. Materi
Materi terlampir
D. Metode
1. Ceramah
E. Media
1. Video

1
F. Kegiatan Penyuluhan
No Waktu Kegiatan Pendidikan Kesehatan Respon Sasaran
1. Pembukaan - Mengucapkan salam - Menjawab salam
(moderator) - Memperkenalkan diri - Mendengarkan
5 menit - Menjelaskan tujuan dari - Mendengarkan
penyuluhan
- Kontrak waktu - Mendengarkan

Penyajian - Menjelaskan pengertian - Mendengarkan


2. materi bekam
(presentator) - Menjelaskan manfaat bekam
30 menit - Menyebutkan jenis bekam - Mendengarkan
- Menjelaskan efek samping
bekam - Mendengarkan

- Mendengarkan
- Mendengarkan

- Mendengarkan

- Bertanya

- Mendengarkan

Penutupan - Mendengarkan
(moderator) - Mendengarkan
3. 5 menit - Menjawab salam

G. Setting Tempat

2
Moderator: P
Presentator : P
Notulen:
P
Fasilitator:
P
Audien :
H. Evaluasi
Pertanyaan dari audien :
1. 3.
2.
Lampiran 1.

3
Materi Penyuluhan

1. Pengertian
Bekam atau Hijamah adalah suatu metode terapi penyembuhan dan
pengobatan dengan cara menghisap kulit dan jaringan di bawah kulit
menggunakan cop dari gelas, plastik atau tanduk sehingga darah mengumpul di
bawah kulit, kemudian darah yang terkumpul dikeluarkan dari kulit dengan
sayatan dan hisapan. Bekam merupakan warisan pengobatan yang sudah ada
sejak masa Rasulullah Muhammad SAW.
Istilah bekam berasal dari bahasa Arab, yaitu Al-Hijamah yang artinya
pelepasan darah kotor. Setelah itu, muncul istilah-istilah yang digunakan untuk
memudahkan dalam penyebutan dan pemahaman di setiap bangsa, diantaranya
hijamah dalam bahasa Arab, bekam istilah Melayu, gua-sha dalam bahasa Cina,
blood letting dalam bahasa Inggris, cantuk dan kop istilah yang dikenal oleh
orang Indonesia (Fatahillah, 2006).
2. Prosedur dan Jenis-Jenis Bekam
Pada mulanya, prosedur terapi bekam menggunakan sebuah cangkir
khusus untuk menciptakan tekanan darah. Namun, saat ini, bekam dapat
dilakukan dengan alat modern yaitu pompa karet. Terapis menggunakan pompa
karet ini untuk menghasilkan tekanan supaya bisa menarik kulit.
Namun, sebelum kehadiran alat modern tersebut, terapi bekam dilakukan
dengan memasukkan bahan yang mudah terbakar ke dalam cangkir dan
membakarnya terlebih dahulu. Ketika api sudah padam, cangkir akan langsung
ditempelkan di atas permukaan kulit dan dibiarkan selama kurang lebih 3 menit.
Ketika suhu udara di dalam cangkir mulai mendingin, udara akan
menarik kulit dan otot, sehingga warna kulit berubah menjadi kemerahan dan
pembuluh darah melebar. Prosedur ini dikenal juga sebagai terapi bekam kering.
3. Manfaat bekam bagi Masyarakat
 Meningkatkan Aliran Darah ke Kulit =
Jurnal tersebut menunjukkan bahwa terapi bekam mampu meningkatkan aliran
darah, mengurangi peradangan, serta melonggarkan jaringan di bawah area
bekam.
 Meningkatkan toleransi nyeri =
Manfaat ini bisa diperoleh berkat kemampuan terapi bekam dalam
meningkatkan aliran darah sehingga dapat mengurangi gejala nyeri.
 Menurunkan Risiko Penyakit Asam urat =

4
Risiko penyakit asam urat diduga bisa menurun apabila seseorang rutin
melakukan terapi bekam.
Mengatasi Berbagai Penyakit =
•Kelainan darah, seperti anemia dan hemofilia.
•tekanan darah tinggi (hipertensi).
•migrain.
•Nyeri otot di kaki, panggul,dan leher
4. Efek samping bekam
o Luka bakar, hal ini bisa terjadi apabila cangkir/cawan yang digunakan
mengisap kulit terlalu kencang sehingga kulit menjadi rentan terbakar.
o infeksi pada luka sayatan. Pada prosedur bekam basah, terapis perlu
membuat sayatan untuk mengeluarkan darah. Luka tersebut dapat menjadi
pintu masuk bagi bakteri atau kuman lainnya ke dalam tubuh sehingga
memicu munculnya infeksi.
o Penularan penyakit. Apabila benda tajam yang digunakan untuk melakukan
sayatan pada kulit tidak steril atau telah digunakan berulang kali, dapat
meningkatkan risiko penularan penyakit seperti HIV/AIDS dan hepatitis.
o Efek pusing akibat keluarnya darah. Namun, tidak semua orang merasakan
efek samping ini.
5. Kontraindikasi
 Anak-anak di bawah 4 tahun
 Ibu hamil, terutama di area perut atau punggung bawah
 Wanita yang sedang menstruasi
 Penderita epilepsi
 Penderita penyakit atau kelainan pembekuan darah
 Penderita kanker
 Penderita gagal organ (ginjal, hati, dan jantung)
 Penderita yang menggunakan alat pacu jantung
 Penderita hemofilia
 Penderita tekanan darah rendah
Selain itu, terapi bekam juga dikontraindikasikan pada kondisi berikut:
 Luka terbuka
 Jaringan yang meradang atau terinfeksi
 Cedera pendarahan
 Fraktur
 Keseleo otot atau ligamen tingkat III
 Ruptus tendon lengkap

5
 Area genital
6. Indikasi

1) Di bagian atas kepala (ummu mughits), caranya dengan mencukur rambut


pada bagian yang akan dibekam. ekam di kepala sangat e!ekti! untuk terapi
penyakit migrain,sakit kepala menahun, darah tinggi, stroke, suka mengantuk,
sakit gigi, sakit mata, melancarkan peredaran darah, perbaikan sistem kekebalan
tubuh, dan lain-lain.

2) di sekitar urat leher (al akhda’iin), titik ini untuk mengobati penyakit
seperti:sakit kepala, wajah ,kedua telinga, mata, polip(hidung) dan tenggorokan,
gigi seri lidah, kanker darah, melancarkan peredaran darah.

3) dibawah kepala (an naqrah), sekitar empat jari dibawah (tulang tengkorak
paling bawah), bermanfaat menyembuhkan radang mata (pada anak anak),
tumor pada telinga, berat kepala, bintik bintik di wajah, jerawat.

4) daerah antara dua pundak (al kaahil) merupakan titik paling sentral untuk
mengatasi berbagai macam penyakit.

5) daerah sekitar pundak kiri dan kanan (naa’is), yaitu daging lembut di pundak
yang tegang ketika merasa takit. Bekam pada titik ini dapat bermanfaat
menetralisir keracunan dan penyakit liver.

6) daerah punggung (dibawah tulang belikat), bekam di daerah ini banyak


memiliki keistimewaan dan khasiatnya.

7) daerah punggung bagian bawah dan tulang ekor untuk penyakit pegal/nyeri di
pinggang dan wasir.

8) pangkal telapak kaki (iltiwa’-dibawah mata kaki) untuk penyakit nyeri di


kaki, asam urat, kaku, dan pegal pegal.

9) di tempat tempat yang di rasakan sakit.

Common questions

Didukung oleh AI

Cupping therapy is believed to improve blood flow by creating a suction effect that draws blood to the skin's surface, which increases circulation in the treated area . This suction effect also stretches tissues, releasing muscle tension and potentially improving pain tolerance by reducing inflammation, which alleviates pain symptoms . By loosening tight muscles and encouraging blood flow, cupping might alleviate conditions like migraines and muscle stiffness .

Cupping therapy addresses musculoskeletal conditions by alleviating muscle tension and pain through improved blood flow and relaxation of tissues . Systemically, it can help in conditions like hypertension and migraine by modulating blood circulation and reducing inflammation, leading to lowered stress and improved overall wellness . Its effects on microcirculation can also influence systemic blood pressure and stress-related conditions .

Cultural heritage plays a significant role in the acceptance of cupping therapy, as it is deeply rooted in historical practices across various cultures, including Arabic, Malay, and Chinese traditions . This long-standing cultural backdrop adds credibility and familiarity, encouraging modern patients and practitioners to explore its health benefits. The integration of traditional practices into modern therapy exemplifies a respect for cultural diversity in healthcare .

Cupping therapy might lower the risk of gout by improving blood circulation and reducing inflammation, which are factors in managing uric acid levels . Enhanced circulation may facilitate the removal of waste products like uric acid from the blood, potentially lowering the risk or severity of gout attacks .

Understanding cupping (bekam) is important in modern healthcare education because it bridges traditional and modern medical practices, enhancing holistic patient care. Cupping has been practiced since the time of Prophet Muhammad and is known in various cultures. It provides health benefits like improving blood circulation and reducing inflammation, which might complement conventional treatments . Its historical context and physiological impacts can inform medical students and healthcare professionals about alternative treatment options that respect cultural practices .

Traditionally, cupping therapy employed glass, plastic, or horn cups, utilizing fire or heated substances to create suction . Modern methods use rubber pumps to achieve a similar effect more safely and consistently . The main difference lies in safety and control: modern techniques allow for more precise suction and reduce risks associated with heat exposure .

Cupping therapy is contraindicated in individuals under 4 years old, pregnant women, menstruating women, those with bleeding disorders, epilepsy, cancer, organ failure, or those with pacemakers . It's also contraindicated over open wounds or severely inflamed areas. This is because the suction and potential blood loss can exacerbate these conditions or interfere with medical devices .

Educational methods include presentations, lectures, and the use of visual media like videos to convey the benefits and risks of cupping therapy . These methods aim to engage listeners, providing comprehensive information about the historical background, procedure, effects, and safety guidelines of cupping .

Key anatomical points for cupping include the upper back (to treat headaches and enhance circulation), neck (for migraines), lower back and tailbone (for lower back pain), and the sole of the foot (for foot pain and improving muscle flexibility). Each location is chosen to maximize therapeutic benefits like pain relief, improved circulation, and muscle relaxation, tailored to specific ailments .

The potential risks of cupping therapy include burns from excessive suction, infections from incisions, disease transmission from unsterilized equipment, and dizziness from blood loss . Mitigation involves using sterilized equipment, employing trained professionals, and ensuring proper wound care post-procedure to prevent infections or contamination .

Anda mungkin juga menyukai