0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan45 halaman

Quantum Learning untuk Menulis Surat Pribadi

Diunggah oleh

Dianatul Ulya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan45 halaman

Quantum Learning untuk Menulis Surat Pribadi

Diunggah oleh

Dianatul Ulya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEEFEKTIFAN PENGGUNAKAN METODE QUANTUM LEARNING

DALAM PEMBELAJARAN MENULIS SURAT PRIBADI PADA SISWA


KELAS VII MTs NU 11 KISABARIMAN KENDAL TAHUN
AJARAN 2017/2018

[Link] Belakang

Pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya bertujuan


untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk mampu
berkomunikasi dalam berbahasa indonesia yang benar, baik
dalam bahasa tulisan maupun lisan, bahkan mampu
menumbukan apresiasi terhadap karya sastra. Kurikulum Tiga
Belas (K13) tidak akan terlepas dari keterampilan berbahasa
yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat
komponen saling berhubungan (Tarigan, 2008:1).Salah satu
dari keempat keterampilan tersebut adalah keterampilan
menulis yang merupakan keterampilan terahir. Menyimak
merupakan keterampilan yang pertama, kemudian kemampuan
berbicara, kemampuan membaca, setelah itu manusia
menguasai ketiga kemampuan tersebut, baru dapat menulis.
Menulis suatu kegiatan yang produktif dan proaktif.
Keterampilan menulis membutuhkan wawasan yang luas di
mana harus melewati ketiga keterampilan berbahasa yaitu
menyimak, berbicara dan membaca. Dilihat dari tujuan tulis-
menulis atau karang mengarang adalah untuk mengungkapkan
fakta-fakta, perasaan, sikap dan isi pikiran secara jelas dan
efektif, kepada para pembaca Sebab itu, ada beberapa persoalan
yang harus diperhatikan untuk mencapai penulisan yang efektif,
misalnya siswa dalam menulis harus mempunyai objek yang
ingin dibicarakan, setelah mendapatkan objek maka harus
memikirkan dan merenungkan gagasan atau idenya secara jelas
dan terperinci. Selain itu, siswa harus menuangkan dalam
bentuk-bentuk kalimat, yaitu dalam bentuk kalimat yang baik

1
sehingga pembaca memahami tujuan dari tulisan yang dibaca
dengan jelas (Keraf, 2004:38).
Surat merupakan salah satu sarana berkomunikasi secara
tertulis. Melalui surat seseorang dapat berkomunikasi, bertukar
informasi, berbagi rasa, dan lain sebagainya (Pardjimin,
2005:48). Surat menurut ragamnya dibedakan menjadi dua,
yaitu surat resmi dan surat pribadi. Pada pembelajaran kali ini
akan dibahas tentang menulis surat pribadi.
Surat pribadi adalah surat yang dibuat seseorang atas nama
pribadi, yang disampaikan kepada seseorang atas nama pribadi
maupun organisasi (Kusrini, 2004:82).
Surat pribadi biasanya ditulis oleh seorang anak kepada
kedua oarang tua. Disamping itu, surat tersebut banyak
menggunakan kata tidak baku, dan bentuknya pun tidak formal.
Hal itu berbeda dengan surat resmi yang harus memenuhi
persyaratan, misalnya : ukuran dan warna kertas, sampul harus
standar, betuk surat, kata baku, sopan, isi jelas dan mudah
dipahami (Subagyo, 2004:60)
Pembelajaran tulis menulis terutama mengenai menulis
surat pribadisiswa masih mengalami kesulitan, kesulitan tersebut
dapat berupa kesulitan dalam menuangkan gagasan, pengunaan
tanda baca, memadukan kata dan kalimat, menyatukan paragraf
yang baik. Sehingga tulisan yang dihasilkan belum
jelas,terperinti bahkan penulisanya yang efektif. hal yang
demikian itu yang dialami oleh siswa kelas VII MTs NU 11
Kisabariman Kendal tahun ajaran 2017/2018.
Penjelasan di atas membuktikan bahwa siswa kelas VII MTs
NU 11 Kisabariman Kendal tahun ajaran 2017/2018 dalam hal
menulis dirasa kurang memahami cara menulis yang baik dan
benar sehingga tulisan yang dihasilkan kurang baik dan kalimat
yang ditulis oleh siswa tidak efektif. Oleh karena itu, keefektifan

2
penggunaan metode quantum learning sangat berhubungan
dengan menulis surat pribadi.
Berdasarkan uraian di atas, akan dilakukan penelitian
dengan judul “Keefektifan Penggunakan Metode Quantum Learning Dalam
Pembelajaran Menulis Surat Pribadi Pada Siswa Kelas VII MTs NU 11
Kisabariman Kendal Tahun Ajaran 2017/2018”.

[Link] Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan dalam
penelitian yaitu “Keefektifan Penggunakan Metode Quantum Learning
Dalam Pembelajaran Menulis Surat Pribadi Pada Siswa Kelas VII MTs NU
11 Kisabariman Kendal Tahun Ajaran 2017/2018?”

[Link] Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka penelitian ini


bertujuan untuk mendeskripsikan Keefektifan Penggunakan Metode
Quantum Learning Dalam Pembelajaran Menulis Surat Pribadi Pada Siswa
Kelas VII MTs NU 11 Kisabariman Kendal Tahun Ajaran
2017/2018.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah


manfaat teoretis dan manfaat praktis.

1. Manfaat Teoretis
Secara teoretis penelitian ini diharapkan memberikan
manfaat bagi pengembangan penelitian khususnya
penelitian dalam bidang menulis Paragraf narasi.
Diharapkan dengan penelitian ini dapat menambah variasi
metode pembelajaran khususnya dalam hal menulis
paragraf narasi. Dengan demikian guru dapat memilih
metode pembelajaran yang tepat dalam hal menulis

3
paragraf narasi sehingga pembelajaran akan
menyenangkan bagi siswa.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
Penelitian ini bermanfaat untuk mencapai indikator
kompetensi menulis, untuk meningkatkan kreatifitas
siswa dalam menghasilkan tulisan yang baik.
b. Bagi Guru
Manfaat dari penelitian ini adalah memperkaya
khasanah tentang model mengajar keterampilan
menulis, dalam upaya memperbaiki penggunaan model
yang mengembangkan kreatifitasnya sehingga siswa
tidak merasa bosan terhadap pembelajaran Bahasa
Indonesia.

c. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan
sebagai bahan perbandingan atau acuan untuk
mengadakan penelitian selanjutnya yang sejenis dalam
ruang lingkup yang lebih luas.

E. Penegasan Istilah

Guna menghindari dari kesalahan penafsiran arti dan


istilah-istilah yang digunakan dalam judul penelitian, maka
akan didefinisikan istilah-istilah yang berkaitan dengan judul
penelitian sebagai berikut:
Penegasan istilah dilaksanakan untuk menghindari terjadinya
perbedaan persepsi dari pihak lain terhadap istilah-istilah yang digunakan
dalam judul penelitian, maka berikut ini akan didefinisikan istilah-istilah yang
digunkan dalam judul tersebut.
1. Keefektifan

4
Keefektifan adalah sebuah pemusatan tenaga fisik atas suatu kegiatan
dalam rangka mengenal atau menghadapi suatu objek dan menampilkannya
dengan bentuk [Link] suryabrata (1982:70) keefektifan adalah banyak
sedikitnya kesadaran yang berbeda dengan kebiasaan yang menyertai suatu
aktifitas yang dilakukan.
2. Metode
Metode adalah cara sistematis dan terpikir secara baik untuk mencapai
tujuan; prinsip dan praktek-praktek pengajaran bahasa (Fajri, 1995:565).
3. Metode Quantum Learning
Metode yang memfokuskan pada proses belajar yang memadukan
berbagai sugesti positif dan interaksinya dengan lingkungan yang dapat
mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Lingkungan belajar yang
menyenangkan dapat menimbulkan motivasi pada diri siswa sehingga secara
langsung dapat mempengaruhi proses belajar mereka (Miftahul Huda,
2013:193-196).

4. Pembelajaran
Menurut Ngatmini (2010:104) pembelajaran merupakan sarana untuk
mencapai tujuan belajar yang menyangkut perubahan pengetahuan,
keterampilan maupun sikap yang relatif permanen.
5. Menulis
Menurut Tarigan (1994:3-4) menyatakan bahwa keterampilan menulis
merupakan keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi
secara tidak langsung dan tidak secara tatap muka dengan orang lain. Menulis
merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Keterampilan
menulis ini tidak akan secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan
praktik yang banyak dan teratur.
6. Surat
Surat merupakan salah satu sarana berkomunikasi
secara tertulis. Melalui surat seseorang dapat berkomunikasi,

5
bertukar informasi, berbagi rasa, dan lain sebagainya
(Pardjimin, 2005:48). Surat menurut ragamnya dibedakan
menjadi dua, yaitu surat resmi dan surat pribadi. Pada
pembelajaran kali ini akan dibahas tentang menulis surat
pribadi.
7. Surat Pribadi
Surat pribadi adalah surat yang dibuat seseorang atas
nama pribadi, yang disampaikan kepada seseorang atas
nama pribadi maupun organisasi (Kusrini, 2004:82).

F. Tinjauan Pustaka, Landasan Teori, Kerangka Berfikir,


dan Hipotesis
1) Tinjauan Pustaka
Wathoni, Syamsul (2013) keefektifan penggunaan
metode dan persepsi siswa terhadap cara mengajar guru
dengan kemampuan menulis surat pribadi pada siswa kelas
VII MTs Kisabariman Kendal. Pada penelitian Wathoni
menekankan persepsi siswa terhadap cara mengajar guru
untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis surat
pribadi. Padahal presepsi siswa terhadap guru tidak sama
sehingga tidak ada tolak ukur. Sehingga dalam penelitian
saya mampu membedakan dengan penelitian Wathoni.
Penelitian saya menekankan ada atau tidaknya metode
Quantum Learning dalam menulis surat pribadi, sehingga
kemampuan siswa mampu di kembangkan ketika siswa
mampu memahami dan mengikuti metode Quantum
Learning dalam meningkatkan menulis surat pribadi
sehingga pembaca bisa memahami tulisan si penulis
(siswa).
2) Landasan Teori
a. Pengertian Metode

6
Metode adalah rencana penyajian bahan yang menyeluruh dengan
urutan yang sistematis berdasarkan approach tertentu (Subana, 2009:20).
Metode pembelajaran sangat diperlukan dalam pembelajaran karena akan
berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
Metode menurut Ngatmini, dkk (2010:73) adalah prosedur
pembelajaran atau rencana yang menyeluruh untuk menyajikan bahan ajar
secara teratur atas dasar prinsip tertentu sesuai dengan pendekatan yang
[Link],bahwa metode merupakan cara yang digunakan untuk
mengimplementasi rencana yang telah disusun dalam bentuk kegiatan nyata
dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Berdasarkan pengertian metode pembelajaran tersebut dapat
disimpulkan bahwa metode pembelajaran digunakan oleh guru sebagai
sarana untuk memberikan materi dengan teknik pembelajaran yang berbeda
dan menjadikan pembelajaran menajdi menarik dan menyenangkan. Metode
pembeljaran yang variatif akan berimplikasi pada minat maupun motivasi
peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar dikelas. Banyak
metode pembelajaran yang dapat diterapkan dan harus disesuaikan dengan
materi pembelajaran. Salah satu metode pembelajarn yang dapat diterapkan
dalam menulis paragraf persuasi yaitu metode Quantum Learning.
b. Jenis-jenis Metode Pembelajaran
Pada hakekatnya, suatu metode tidak terlepas dari pendekatan
pembelajan yang bisa dipahami sebagai cara-cara yang ditempuh oleh
seseorang pembelajar untuk bisa belajar lebih efektif. Dalam hal ini, guru
juga berperan penting dalam menyediakan perangkat-perangkat metodis
yang memungkinkan siswa untuk mencapai kebutuhan tersebut. Melalui
pendekatan pembelajara, siswa disajikan semacam scaffolding yang
memungkinkan mereka untuk bertanggung jawab pada pemahamannya
sendiri. Yang terpenting adalah dari asumsi dasar ini adalah “belajar
bagaimana belajar” dan mengembangkan kesadaran dalam diri individu
siswa tentang strategi belajar dan proses berpikir yang efektif.
Ada banyak pendekatan pembelajaran, pendekatan-pendekatan itu
antara lain:

7
1) Pendekatan organisasional
2) Pendekatan kolaboratif
3) Pendekatan komunikatif
4) Pendekatn informatif
5) Pendekatan reflektif
6) Pendekatan berpikir dan berbasis masalah
Pendekatan-pendekatan tersebut tentunya tidak bisa diterapkan
tanpa melibatkan metode-metode aplikatif, maka di setiap pendekatan
pembelajaran tersebut disertakan beberapa metode yang diseleksi
berdasarkan karakteristik-karakteristiknya sesuai dengan tujuan dan
kompetensi yang hendak dicapai dalam setiap pendekatan.

1. Quantum Learning
a. Pengertian metode Quantum Learning
Menurut Miftahul Huda (2013:192) Quantum Learning
merupanakan metode pembelajaran yang membiasakan belajar
menyenangkan. Penerapan metode ini diharapkan dapat
meningkatkan minat belajar siswa hingga pada akhirnya siswa
dapat meningkatkan hasil belajar secara menyeluruh.
Quantum Learning adalah seperangkat metode dan falsafah
belajar yang terbukti efektif di sekolah dan bisnis untuk semua
tipe orang dan segala usia. Quantum learning pertama kali
digunakan di Sepercamp (DePotter, 2009) Supercamp
menggunakan pola pembelajarn yang menggabungkan rasa
percaya diri, keterampilan belajar, dan keterampilan
berkomunikasi dalam lingkungan yang menyennagkan.
b. Karakteristik Pembelajaran Quantum Learning
Bobbi DePorter & Mike Hernacki (2011:30)
mengungkapkan mengenai karakterisitik dari pembelajaran
kuantum (quantum learning) yaitu sebagai berikut:

8
1) Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi
kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit
istilah dan konsep kuantum dipakai.
2) Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistis, bukan
positivistis-empiris, “hewan-istis”, dan atau nativistis.
3) Pembelajaran kuantum lebih bersifat konstruktivis(tis),
bukan positivistis-empiris, behavioristis, dan atau
maturasionistis.
4) Pembelajaran kuantum berupaya memadukan
(mengintegrasikan), menyinergikan, dan
mengkolaborasikan faktor potensi diri manusia selaku
pembelajar dengan lingkungan (fisik dan mental) sebagai
konteks pembelajaran.
5) Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada
interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekadar
transaksi makna.
6) Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada
pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan
tinggi.
7) Pembelajaran kuantum sangat menekankan kealamiahan
dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan
atau keadaan yang dibuat-buat.
8) Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan
dan kebermutuan proses pembelajaran.
9) Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan
konteks dan isi pembelajaran. Konteks pembelajaran
meliputi suasana yang memberdayakan, landasan yang
kukuh, lingkungan yang menggairahkan atau mendukung,
dan rancangan belajar yang dinamis.
10) Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada
pembentukan keterampilan akademis, keterampilan
(dalam) hidup, dan prestasi fisikal atau material.

9
11) Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan
sebagai bagian penting proses pembelajaran.
12) Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan
kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
13) Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh
dan pikiran dalam proses pembelajaran.

c. Tujuan dan Manfaat Quantum Learning


Menurut Bobbi DePorter & Mike Hernacki (2011:12)
adapun tujuan dari pembelajaran kuantum (quantum learning)
adalah sebagai berikut:
1) Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
2) Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan.
3) Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang
dibutuhkan oleh otak.
4) Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan
karir.
5) Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran.
Tujuan di atas, mengindikasikan bahwa pembelajaran
kuantum mengharapkan perubahan dari berbagai bidang mulai
dari lingkungan belajar yaitu kelas, materi pembelajaran yang
menyenangkan, menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan
otak kanan, serta mengefisienkan waktu pembelajaran.
Selain itu, Bobbi DePorter,et al., (2004:14) menyatakan
mengenai lingkungan dalam konteks panggung belajar.
“Lingkungan yaitu cara guru dalam menata ruang kelas,
pencahayaan warna, pengaturan meja dan kursi, tanaman,
musik, dan semua hal yang mendukung proses belajar”.
Jadi, dapat dikatakan bahwa pembelajaran kuantum
sangat memperhatikan pengkondisian suatu kelas sebagai
lingkungan belajar dari siswa.

10
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pembelajaran
kuantum (quantum learning) menurut Bobbi DePorter & Mike
Hernacki (2011:13) diantaranya:
a) Sikap positif
b) Motivasi
c) Keterampilan belajar seumur hidup
d) Kepercayaan diri
e) Sukses

d. Langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam


pembelajaran melalui konsep Quantum Learning adalah
sebagai berikut:
1) Kekuatan Ambak
Ambak adalah motivasi yang didapat dari pemilihan secara
mental antara manfaat dan akibat-akibat suatu keputusan.
Motivasi sangat diperlukan dalam belajar karena dengan
adanya motivasi, keinginan untuk belajar akan selalu ada.
Pada langkah ini, siswa harus diberi motivasi oleh guru agar
mereka dapat mengidentifikasi dan mengetahui manfaat
atau makna dari setiap pengalaman atau peristiwa yang
dilaluinya, yang dalam hal ini adalah proses belajar.
2) Penataan Lingkungan Belajar
Dalam proses belajar dan mengajar, diperluka penataan
lingkungan yang dapat membuat siswa merasa aman dan
nyaman. Perasaan semacam ini akan menumbuhkan
konsentrasi belajar siswa yang baik. penataan lingkungan
belajar yang tepat juga dapat mncegah kebosanan dalam diri
siswa.
3) Memupuk sikap juara
Memupuk sikap juara perlu dilakukan untuk lebih
memacu dalam belajar siswa, seorang guru hendaknya
jangan segan-segan untuk memberikan pujian pada siswa

11
yang telah berhasil dalam belajarnya, tetapi jangan pula
mencemooh siswa yang belum mampu menguasai materi.
Dengan memupuk sikap juara ini siswa akan lebih
dihargai.
4) Membebaskan gaya belajarnya
Ada berbagai macam gaya belajar yang dipunyai oleh
siswa, gaya belajar tersebut yaitu: visual, auditorial dan
kinestetik. Dalam Quantum Learning guru hendaknya
memberikan kebebasan dalam belajar pada siswanya dan
janganlah terpaku pada satu gaya belajar saja.
5) Membiasakan mencatat
Belajar akan benar-benar dipahami sebagai aktivitas kreasi
ketika sang siswa tidak hanya bisa menerima, melainkan
bisa mengungkapkan kembali apa yang didapatkan
menggunakan bahasa hidup dengan cara dan ungkapan
sesuai gaya belajar siswa itu sendiri. Hal tersebut dapat
dilakukan dengan memberikan simbolsimbol atau gambar
yang mudah dimengerti oleh siswa itu sendiri, simbol-
simbol tersebut dapat berupa tulisan.
6) Membiasakan membaca
Salah satu aktivitas yang cukup penting adalah membaca.
Karena dengan membaca akan menambah perbendaharaan
kata, pemahaman, menambah wawasan dan daya ingat
akan bertambah. Seorang guru hendaknya membiasakan
siswa untuk membaca, baik buku pelajaran maupun buku-
buku yang lain.
7) Menjadikan anak lebih kreatif
Siswa yang kreatif adalah siswa yang ingin tahu, suka
mencoba dan senang bermain. Dengan adanya sikap
kreatif yang baik siswa akan mampu menghasilkan ide-ide
yang segar dalam belajarnya.
8) Melatih kekuatan memori

12
Kekuatan memori sangat diperlukan dalam belajar anak,
sehingga anak perlu dilatih untuk mendapatkan kekuatan
memori yang baik.
Quantum Learningmemiliki beberapa konsep kunci dari
berbagai teori dan strategi belajar, antara lain:
a) Teori otak kanan kiri
b) Teori otak triune (3 in 1)
c) Pilihan modalitas (visual, auditorial, kinestetik)
d) Teori kecerdasan ganda
e) Pendidikan holistic (menyeluruh)
f) Belajar berdasarkan pengalaman
g) Belajar dengan simbol (metaphoric learning)
h) Simulasi/permainan
i) Peta pikiran (mind mapping)

c. Prinsip Pembelajaran Kuantum (Quantum Learning)


Menurut Bobbi DePorter, et al., (2004:6-7), prinsip-
prinsip pembelajaran kuantum (quantum learning ) adalah
sebagai berikut:
1) Prinsip utama pembelajaran kuantum berbunyi:
Bawalah Dunia Mereka (Pembelajar) ke dalam Dunia Kita
(Pengajar), dan Antarkan Dunia Kita (Pengajar) ke dalam
Dunia Mereka (Pembelajar).Dalam pembelajaran kuantum
juga berlaku prinsip bahwa proses pembelajaran merupakan
permainan orchestra simfoni.

2) Prinsip-prinsip dasar ini ada lima macam berikut ini:


a) Ketahuilah bahwa segalanya berbicara
Dalam pembelajaran kuantum, segala sesuatu mulai
lingkungan pembelajaran sampai dengan bahasa tubuh
pengajar, penataan ruang sampai guru, mulai kertas yang
dibagikan oleh pengajar sampai dengan rancangan

13
pembelajaran, semuanya mengirim pesan tentang
pembelajaran.
b) Ketahuilah bahwa segalanya bertujuan
Semua yang terjadi dalam proses pengubahan energy
menjadi cahaya mempunyai tujuan.
c) Sadarilah bahwa pengalaman mendahului penamaan
Proses pembelajaran paling baik terjadi ketika
pembelajar telah mengalami informasi sebelum mereka
memperoleh makna untuk apa yang mereka pelajari.
d) Akuilah setiap usaha yang dilakukan dalam
pembelajaran. Pembelajaran atau belajar selalu
mengandung risiko besar.
e) Sadarilah bahwa sesuatu yang layak dipelajari layak pula
dirayakan. Segala sesuatu dipelajari sudah pasti layak
pula dirayakan keberhasilannya.
f) Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip
bahwa pembelajaran lurus berdampak bagi terbentuknya
keunggulan.

d. Sintaks Metode Pembelajaran Kuantum (Quantum


Learning)
Sintaks atau langkah model pembelajaran kuantum
(quantum learning) yang dikenal dengan sebutan TANDUR
Bobbi DePorter,et al.,(2004:10) adalah sebagai berikut :

a. Tumbuhkan
Tumbuhkan minat dengan memuaskan “Apakah Manfaatnya
BagiKu” (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan belajar.
b. Alami
Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat
dimengerti semua pelajar.

14
3) Namai
Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi, sebuah
“masukan”.
4) Demonstrasikan
Sediakan kesempatan bagi pelajar untuk “menunjukkan bahwa
mereka tahu”.
5) Ulangi
Tunjukkan pelajar cara-cara mengulang materi dan
menegaskan, “Aku tahu bahwa aku memang tahu ini”.
6) Rayakan
Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan
keterampilan dan ilmu pengetahuan.
Perayaan dalam pembelajaran kuantum sangat
diutamakan atau sangat penting. Perayaan dapat membangun
keinginan untuk sukses dalam pembelajaran. Menurut Bobbi
DePorter,et al., (2004:31-34), terdapat beberapa bentuk
perayaan menyenangkan yang biasa digunakan yaitu:
1. Tepuk Tangan
Teknik ini terbukti tidak pernahh gagal memberikan
inspirasi.
2. Hore! Hore! Hore!
Cara ini sangat mengasyikkan jika dilakukan
“bergelombang” ke seluruh ruangan. Caranya adalah guru
memberikan aba-aba, semua orang atau siswa melompat
berdiri dan berteriak senyaring mungkin, “Hore, Hore,
Hore!” sambil mengayunkan tangan ke depan dank e atas.

3. Wussss
Jika diberi aba-aba, semua orang bertepuk tangan tiga kali
secara serentak, lalu mengirimkan segenap energi positif
mereka kepada orang yang dituju. Cara melakukannya

15
adalah setelah bertepuk, tangan mendorong kea rah orang
tersebut sambil berteriak “Wusssss”.
4. Jentikan Jari
Jika guru atau pengajar memerlukan pengakuan yang
tenang, daripada tepuk tangan, gunakan jentikan jari
berkesinambungan.

a. Kelebihan dan Kelemahan Metode pembelajaran Kuantum


(Quantum Learning)
Bobbi DePorter & Mike Hernacki (2011:18-19) dalam bukunya yang
berjudul ”Quantum Learning” juga menjelaskan mengenai kelebihan dan
kelemahan dari pembelajaran kauntum (quantum learning) yaitu sebagai
berikut.
Kelebihan
1) Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan
fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep
kuantum dipakai.
2) Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistis, bukan
positivistis-empiris, “hewan-istis”, dan atau nativistis.
3) Pembelajaran kuantum lebih konstruktivis(tis), bukan positivistis-
empiris, behavioristis.
4) Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang
bermutu dan bermakna, bukan sekedar transaksi makna.
5) Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan
pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
6) Pembelajaran kuantum sangat menentukan kealamiahan dan
kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan
yang dibuat-buat.
7) Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan
kebermutuan proses pembelajaran.
8) Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan konteks
dan isi pembelajaran.

16
9) Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan
keterampilan akademis, keterampilan (dalam) hidup, dan prestasi
fisikal atau material.
10) Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai
bagian penting proses pembelajaran.
11) Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan
kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
12) Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan
pikiran dalam proses pembelajaran.

Kelemahan
1. Membutuhkan pengalaman yang nyata
2. Waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan
motivasi dalam belajar
3. Kesulitan mengidentifikasi keterampilan siswa
Berdasarkan pemaparan kelebihan dan kelemahan pembelajaran
kuantum, pembelajaran kauntum sangat memperhatikan keaktifan serta
kreatifitas yang dapat dicapai oleh siswa. Pembelajaran kuantum
mengarahkan seorang guru menjadi guru yang “baik”. baik dalam arti bahwa
guru memiliki ide-ide kreatif dalam memberikan proses pembelajaran,
mengetahui dengan baik tingkat kemampuan siswa.

b. Penerapan Metode Quantum Learning pada Pembelajaran Menulis


Surat pribadi
Berdasarkan kurukulum tingkat satuan pendidikan yang berbasis
kompetensi, dengan standar kompetensi (SK) yang harus dicapai dalam
pembelajaran ini adalah mengungkapkan informasi melalui penulisan
paragraf dan teks pidato. kompetensi dasar (KD) menulis gagasan untuk
meyakinkan atau mengajak pembaca bersikap atau melakukan sesuatu
dalam bentuk paragraf persuasif. Indikator dalam penelitian ini adalah

17
mampu menyusun surat pribadi sesuai dengan kerangka dan menyunting
surat pribadi yang ditulis teman.
Dalam Pelaksanaan Metode Quantum Learning ada enam langkah
yang harus diterapkan, yang biasa dikenal dengan istilah TANDUR. Ada
pun gambaran kegiatan pembelajaran dengan metode Quantum Learning
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Kegiatan pertama
1. Tumbuhkan minat
Sebelum memulai pembelajaran, guru memberikan motivasi dan manfaat
pelajaran bagi siswa. Siswa akan menerima motivasi dari guru yang
berkaitan dengan pembelajaran sehingga siswa antusias teerhadap materi
yang akan diajarkan.
2. Alami
a. Guru bertanya kepada siswa tentang makna persuasi dan manfaat
persuasi.
b. Guru menjelaskan tentang paragraf persuasi, karakteristik paragraf
persuasi, kata penghubung antarkalimat yang digunakan dalam
paragraf persuasi dan contoh-contoh paragraf persuasi
Dalam kegiatan ini guru mendatangkan pengalaman baru yang dapat
dimengerti oleh siswa.

Kegiatan Kedua
3. Namai
a. Guru membentuk kelompok, dan masing-masing kelompok terdiri
dari 5 orang.
b. Masing-masing kelompok memberi nama kelompoknya.
c. Guru memberikan tugas kepada anggota kelompok untuk membuat
surat pribadi dengan tema yang sudah ditentukan terhadap masing-
masing kelompok.

18
Dalam kegiatan ini guru dituntut untuk menciptakan strategi dan
metode yang menarik agar pembelajaran dapat berjalan dengan lancar
dan menumbuhkan kreativitas siswa
4. Demonstrasikan
a. Masing-masing kelompok secara bergantian memaparkan hasil
diskusi. Dalam memaparkan setiap kelompok memilih hasil tulisan
paragraf persuasi yang terbaik untuk dipresentasikan di depan kelas.
b. Kelompok yang tidak maju, memberikan tanggapan terhadap hasil
pemaparan kelompok yang maju.
c. Setelah semua kelompok mempresentasikan, guru menyuruh siswa
untuk menukarkan hasil diskusi kelompok kepada kelompok lain
untuk disunting agar menjadi surat pribadi yang baik
d. Setelah selesai menyunting, masing-masing kelompok menempelkan
hasil tulisan tentang surat pribadi ke dalam kertas yang sudah
disediakan untuk dibuat mading mini.
Dalam kegiatan ini siswa dituntut untuk lebih kreatif dan lebih
berani tampil menunjukkan hasil diskusi yang telah mereka kerjakan
sehingga menunjukkan bahwa mereka tahu dan mereka mengerti
terrhadap pembelajaran yang disampaikan oleh guru.
Kegiatan ketiga
5. Ulangi
Guru memberikan penguatan terhadap materi yang telah disampaikan
dengan menegaskan terhadap apa yang telah diajarkan dan memberikan
manfaat terhadap apa yang telah dilakukan
6. Rayakan
a. Guru dan siswa merayakan terhadap hasil yang telah dibuat dari
materi menulis surat pribadi dengan bentuk perayaan Hore! Hore!
Hore!
Cara ini sangat mengasyikkan jika dilakukan “bergelombang” ke
seluruh ruangan. Caranya adalah guru memberikan aba-aba, semua
orang atau siswa melompat berdiri dan berteriak senyaring mungkin,

19
“Hore, Hore, Hore!” sambil mengayunkan tangan ke depan dan ke
atas.
b. Guru menyuruh siswa untuk memajang mading mini telah dibuat di
dalam kelas.
Dalam kegiatan ini pembelajaran yang dilakukan oleh guru berjalan
dengan menyenangka dan membuat siswa tidak merasa jenuh
terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai.

c. Pengertian menulis

Menulis adalah menurunkan atau melukiskan


lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu
bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain
dapat membaca lambang-lambang grafis dalam bentuk
bahasa (Tarigan, 2008:22).
Pengertian menulis dibedakan menjadi dua, yakni
pengertian menulis secara luas dan pengertian menulis
secara sempit. Menulis secara luas adalah mengubah bunyi
yang dapat didengar menjadi tanda-tanda yang dapat
[Link] itu, menulis dalam arti sempit adalah
kegiatan mengungkapkan gagasan secara tertulis
(Wiyanto, 2004:1).
Sejalan dengan pendapat di atas Dalman
mendefinisikan Menulis adalah proses penyampaian
pikiran, angan-angan, perasaan dalam bentuk lambang/
tanda/ tulisan yang bermakna (Dalman, 2014)
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan
bahwa menulis adalah suatu kegiatan yang dilakukan
untuk menuangkan atau melukiskan rangkaian huruf yang
memiliki makna, sehingga orang lain dapat membaca.

20
d. Tujuan Menulis
Tujuan menulis mencakup beberapa hal. Tarigan
(2008:24) mengatakan setiap jenis tulisan mengandung
beberapa tujuan, tetapi karena itu sangat beraneka ragam
maka bagi penulis yang belum pengalaman ada baiknya
memperhatikan kategori berikut ini:
1. Memberitahukan atau mengajarkan
2. Menghibur atau menyenangkan
3. Meyakinkan atau mendesak
4. Menguraikan atau mengekspresikan perasaan dan
emosi yang dirasakan.
Adapun Tujuan penulisan suatu tulisan, maka
merangkumnya sebagai berikut (Tarigan, 2008:24-25).
1. Tujuan penugasan: penugasan ini sebenarnya tidak
mempunyai tujuan sama sekali. Menulis sesuatu karena
ditugaskan, bukan atas kemauan sendiri.
2. Tujuan pernyataan diri: tulisan yang bertujuan
memperkenalkan atau menyatakan dirinya sang penulis
kepada pembaca.
3. Tujuan kreatif: tujuan ini erat sekali kaitannya dengan
tujuan pernyataan diri. Tetapi keinginan kreatif di sini
melebihi penyataan diri dan melibatkan dirinya dengan
keinginan mencapai norma artistik, atau seni yang
ideal, seni idaman. Tulisan yang bertujuan mencapai
nilai-nilai artistik, nilai-nilai kesenian.
Tujuan pemecahan masalah: dalam tulisan ini penulis
ingin memecahkan masalah yang dihadapi para siswa
terutama dalam hal menulis. Penulis ingin mengasah
bakat, mengungkapkan gagasan-gagasan, mampu
menceritakan kondisi di lingkungan sekitar,
mengambarkan, memberikan informasi,menghibur,
kemudian dapat dimengerti oleh pembaca.

21
e. Manfaat Menulis
Kegiatan menulis pastilah memiliki manfaat. Menurut
Dalman (2014:6) memiliki banyak manfaat yang dapat
dipetik dalam kehidupan ini, diantaranya adalah:
1. Peningkatan kecerdasan,
2. Pengembangan daya inisiatif dan kreativitas,
3. Penumbuhan keberanian, dan
4. Pendorongaan kemauan dan kemampuan
mengumpulkan informasi.
Dari pernyataan tersebut, dapat disimpulkan manfaat
dari menulis adalah sebagai bahwa menulis mampu
mengasah kemampuan dalam menuangkan hasil
pikiran/gagasan yang dimiliki, melatih kreatifitas dan daya
berfikir, merangkang perasaan terhadap lingkungan sehitar
sehingga menulis mampu mengumpulkan informasi dan
memberikan informasi kepada pembaca.

f. Unsur-unsur Menulis
The (dalam Nurudin, 2010:5) mengatakan bahwa
unsur menulis setidaknya terdiri dari gagasan, tuturan
(narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi),
tatanan, dan wahana.
1. Gagasan
Gagasan dapat berupa pendapat, pengalaman, atau
pengetahuan yang ada dalam pikiran seseorang. Setiap
orang pasti mempunyai gagasan, apapun bentuk
gagasan itu. Gagasan seseorang akan sangat
tergantung pada pengalaman masa lalu, pengetahuan
yang dimilikinya, latar belakang hidupnya,
kecenderungan personal dan tujuan apa gagasan itu
ingin dikemukakan.

22
2. Tuturan
Tuturan yang dimaksud di sini adalah pengungkapan
gagasan sehingga dapat dipahami oleh pembaca. Ada
beberapa macam tuturan antara lain:
a) Narasi (penceritaan)
b) Deskripsi (pelukisan)
c) Eksposisi (pengungkapan berdasarkan fakta secara
teratur, logis dan terpadu)
d) Argumentasi (meyakinkan)
e) Persuasif (pembujuk)
3. Tatanan
Tatanan yang dimaksud disini adalah tertib
pengaturan dan penyusunan gagasan dengan
mengindahkan berbagai asas, aturan, dan teknik
sampai merencanakan rangka dan langkah. Maka dari
itu menulis tidak sekedar menulis, tetapi menulis
dengan disertai sebuah “aturan” menulis.
4. Wahana
Wahana juga sering disebut dengan alat. Wahana
dalam menulis berarti sarana pengantar gagasan
berupa bahasa tulis yang terutama menyangkut
kosakata, gramatikal, dan retorika (seni memakai
bahasa). Bagi penulis pemula, wahana sering menjadi
masalah yang krusial. Tetapi, disertai niat yang
menggelora dengan belajar terus menerus, wahana
lambat laun akan bisa dilalui dengan mudah.

g. Asas-asas Menulis yang Baik


Dalam menulis harus memperhatikan asas menulis
yang baik, Nurudin (2010:39) mengatakan sebagai
berikut:
1) Kejelasan (Clarity)

23
Kejelasan yang dimaksud disini adalah tulisan harus
dapat dibaca dan dimengerti oleh pembaca. Ini juga
termasuk bahwa yang dimaksud penulis tidak disalah
artikan atau salah tafsir oleh pembaca gara-gara
kalimat-kalimatnya tidak jelas, dengan kata lain kalimat
bisa dikatakan dengan jelas kalau apa yang dipahami
oleh pembaca sama persis dengan apa yang dimaksud
penulisnya.
Kejelasan juga berkaitan dengan penggunaan kata
umum yang dikenal masyarakat. Tak terkecuali
penggunaan ungkapan yang berlebihan juga perlu
dihindari.
2) Keringkasan (Consiseness)
Keringkasan yang dimaksud adalah bahwa kalimat
disusun tidak saja pendek-pendek tetapi jangan
menggunakan ungkapan-ungkapan yang berlebihan,
hal ini juga berarti jangan terlalu menghambur-
hamburkan kata seenaknya, tidak berputar-putar atau
mengulang-ulang dalam menyampaikan gagasan.
Namun demikian, pendek-pendek juga bukan berarti
tanpa masalah.
3) Ketepatan (Correctness)
Suatu penulisan dapat menyampaikan butir gagasan
kepada pembaca dengan kecocokan seperti yang
dimaksud penulisnya. Ini berarti apa yang diinginkan
penulis bisa dipahami sama persis oleh pembacanya.
Itu hal yang sering dianjurkan bahwa penulis yang baik
adalah penulis yang mampu memahami siapa pembaca
tulisan.
4) Kesatupaduan (Unity)
Kesatupaduan yang dimaksud adalah ada satu
gagasan dalam satu alenia. Kasus demikian sering

24
dialami oleh penulis pemula yang belum terbiasa
membuat alenia dengan hanya satu pokok pikiran. Satu
alenia sebisa mungkin hanya memiliki satu pokok
pikiran dengan beberapa pokok pikiran penjelas.
5) Pertautan (Coherence)
Maksudnya adalah antara bagian bertautan satu
sama lain (antara alenia atau kalimat). Ketiadaan
pertautan sangat sering pada seorang penulis yang
menulis dengan tergesa-gesa dan hanya kompilasi
(menggabungkan berbagai sumber tanpa ada kata atau
kalimat perangkai atau hanya tumpukan pendapat
banyak orang yang disusun sendiri) dari berbagai
sumber.
6) Penegasan (Emphasis)
Adanya penonjolan atau punya derajat perbedaan
antarbagian. Ini sangat bergantung pada keahlian
penulis. Seorang penulis yang mahir akan bisa
menyebar penekanan pada setiap bagian. Tetapi,
bukan berarti penulis pemula tidak bisa melakukannya.
Penulis pemula bisa melakukannya dengan cara
membuat sub bahasa dari sebuah tulisan.

h. Pengertian surat pribadi


Surat merupakan salah satu sarana berkomunikasi
secara tertulis. Melalui surat seseorang dapat
berkomunikasi, bertukar informasi, berbagi rasa, dan lain
sebagainya (Pardjimin, 2005:48)
Menurut sifatnya menulis dibagi menjadi dua yaitu
surat dinas dan surat [Link] pembelajaran kali ini
akan dibahas tentang menulis surat pribadi.
Ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam menulis
surat pribadi. Pertama, perlu memperhatikan kepada

25
siapa surat itu ditujukan. Surat untuk orang tua atau
untuk orang yang dihormati tentu berbeda dengan surat
untuk sahabat karib. Dalam hal ini bahasa yang
digunakan harus berbeda (Pardjimin, 2005:48).
Sebuah surat dapat menunjukan pribadi penulisnya.
Oleh karena itu, selain isi perhatikan pula bentuk fisik
surat. Jika menulis surat usahakan dengan rapi dan tidak
ada coretan. Lipatlah surat dengan rapi dan masukan
dalam amplop yang bersih. Jangan lupa menulis alamat
sendiri serta alamat tujuan dengan jelas. Sertakan pula
perangko secukupnya (Pardjimmin, 2005:48)

i. Unsur-unsur surat pribadi


1. Tempat dan tanggal surat,
2. Tujuan alamat surat,
3. Salam pembuka,
4. Pembuka surat atau paragraf pembuka,
5. Isi surat atau paragraf isi,
6. Penutup surat atau paragraf penutup,
7. Salam penutup
8. Nama pengirim dan tanda tangan (Tim, 2006:67)

j. Sistematika surat pribadi


Selain memahami unsur-unsur penulisan surat
pribadi tersebut, ada pula bagian-bagian surat pribadi yang
harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut :
1) Tanggal, alamat
2) Salam pembuka dan salam penutup

26
3) Bagian yang merupakan inti surat. Bagian ketiga ini
berisi berita, pernyataan, pertanyaan dan
sebagainya. Bagian inti atau tubuh surat ini terbagi
lagi atas alenia pembuka, isi surat yang
sesungguhnya, dan alenia penutup (Kusrini, 2004:82)

k. Ciri-ciri bahasa surat pribbadi


Beberapa ciri bahasa surat pribadi, yaitu :
1) Struktur kalimatnya sederhana
2) Pilihan katanya komunikatif
3) Ragam bahasanya akrab
4) Penggunaan ejaan dan tanda bacanya benar.

l. Penulisan kalimat dalam surat pribadi


Kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud
lisan atau tulisan, yang mengucapkan pikiran utuh. Dalam
wujud tulisan kalimat dimulai dengan huruf kapital dan
diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda
seru (!). Sementara itu didalamnya disertakan pula tanda
baca seperti koma (,), titik dua (:), tanda pisah (-), dan
spasi. Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru sepadan
dengan intonasi akhir, sedangkan tanda baca lain sepadan
dengan jeda. Spasi yang mengikuti tanda titik, tanda
tanya, tanda seru melambangkan kesenyapan (Kusrini,
2004:83)

[Link] surat pribadi yang baik


Dalam menulis sebuah surat pribadi yang baik
sebenarnya tidak terlalu sulit karena dalam mmenulis surat
pribadi menggunakan bahasa yang sederhana dan sopan.
Berikut ini cara menulis surat pribadi yang baik adalah:
dalam menulis surat pribadi format surat yang digunakan

27
tidak baku dan tidak mengunakan kop surat. Bahasa yang
digunakan dalam meunulis surat pribadi lebih ringan dan
sopan, atau bahasa sehari-hari yang sering digunakan
dalam lingkungan pergaulan sekitar.

n. Proses menulis surat pribadi


Ada beberapa proses menulis surat pribadi yang baik
yaitu sebagai berikut :
1) Pra menulis
Meliputi memilih topik, mempertimbangkan bentuk
tulisan, dan mengorganisasikan penyusunan.
2) Penyusunan draft
Meliputi penyusunan draft, menulis kalimat pertama,
menjabarkan draft kasar, membaca jabaran draft,
dan membacakan jabaran draft.
3) Perevisian
Mmeliputi langkah-langkah isi draft, mengurutkan
kembali, mengurangi, menambah, dan memperjelas.

4) Penyuntingan
Meliputi penggunaan ejaan dan penggunaan aturan
penulisan.
5) Publikasi
Meliputi karya siswa dan merencanakan bentuk
publikan.

G. Kerangka Berpikir
Menuli memerlukan berbagi keterampilan dan latihan
secara terus menerus. Hal ini berdasarkan pada alasan
bahwa keterampilan menulis bukan merupakan bakat
alami yang dengan sendirinya dapat dimiliki oleh
seseorang. Untuk memiliki kemampuan menulis yang baik,

28
diperlukan beberapa keterampilan pelatihan yang
memadahi. Kemampuan ini meliputi kemampuan
memahami, pengembanban gagasan, struktur kalimat,
koherensi, diksi, ejaan, dan tanda baca.
Dalam kenyataanya, siswa masih mengalami kesulitan
dalam menulis, hal ini disebabkan karena siswa kurang
minat dalam menulis. Dilihat dari segi proses pembelajaran,
guru kurang variasi dalam penggunaan metode serta media
dalam pembelajaran menulis sehingga mengakibatkan siswa
kujrang begitu tertarik menyebabkan siswa menjadi pasif
dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu perlu
terobosan baru dalam proses pembelajaran, yakni
penggunaan metode dan media yang sesuai dalam
pembelajaran menulis surat pribadi, sehingga siswa akan
merasa senang mengikuti pembelajaran. Dengan metode
dan media yang menarik dan bervariasi siswa akan lebih
aktif dalam pembelajaran sehingga daya pikir siswa akan
berkembang. Salah satunya adalah dengan menggunakan
metode Quantum Leraningdalam pembelajaran menulis
surat pribadi dan menggunakan media yang tepat sebagai
perantara dalam menyampiakn materi pelajaran.
Atas dasar pemikiran tersebut pembelajaran menulis
surat pribadi melalui metode Quantum Learning
menggunakan media yang tepat diduga akan meningkatkan
keterampilan menulis surat pribadi, yaitu menciptakan
susana pembelajaran lebih menyenangkan dan siswa tidak
jenuh terhadap kegiatan belajar mengajar mengenai surat
pribadi.
Metode Quantum Learning merupakan salah satu
metode yang digunakan untuk mendorong peserta didik
untuk berani mengemukakan pendapat.

29
Berdasarkan uarian tersebut, dapat disusun skema
kerangka berfikir sebagai berikut:

Tabel 1. Bagan Kerangka Berfikir

Pembelajaran menulis pada siswa tingkat SLTP masihMetode


rendah,Quantum
khususnyaLearning
dalam menulis
merupanakan
surat. H
m

Mmenulis sebagi
Dalam metode Quantum Learning terdapat langkah-langkahnya membutuhkan
berikut: :
Guru memberikan materi dengan metode pembelajaranPengalaman matang
dan media pembelajran yang baik sehing
Informasi yang actual
Kreatifitas
Ide gagasan yang logis
Pemecahan masalah

Hasil Akhir siswa mampu menulis surat pribadi dengan baik

30
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan metode Quantum Learning pada pembela
Berdasarkan bagan kerangka berpikir tyersebut
dapat dijelaskan bahwa kemampuan siswa dalam menulis
surat pribadi masih rendah. Hal tersebut tersebut
dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal muncul dari diri siswa yang jarang
melakukan praktik dan latihan menulis serta kurangnya
kemampuan sioswa dalam mempergunakan ejaan dan
memilih kata sehingga penyusunan kalimatnya masih
banyak mengalami keasalahan. Sedangkan faktor
eksternal muncul dari guru yang jarang menggunakan
model atau metode yang yang digunakan untuk
menyampaikan materui sehingga mmengakibatkan siswa
kurang begitu tertarik menyebabkan siswa menjadi pasif
falam mengikuti pembelajaran.
Oleh karena itu perlu terobosan baru dalam
pembelajaran, yakni penggunaan mmetode dan media
yang sesuai dalam pembelajaran menulis surat pribadi,
sehingga siswa akan merasa senang mengikuti
pembelajaran. Salah satunya menggunakan metode
Quantum Learning dalam pembelajaran menulis surat
pribadi dan menggunakan media yang tepat sebagai
perantara dalam materi pembelajaran.

H. Hipotesis

Berdasarkan landasan teori dan kerangka berpikir dapat


dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:

31
Penggunaan metode Quantum Learning efektif digunakan dalam
pembelajaran menulis surat pribadipada siswa kelas VII MTs NU 11
Kisabariman Kendal tahun ajaran 2017/2018
Adapun hipotesis statistiknya adalah:
Ha :Terdapat efektivitas hasil belajar siswa yang menggunakan metode
Quantum Learning dalam pembelajaran Menulis surat pribadi pada
siswa kelas VII MTs NU 11 Kisabariman Kendal Tahun Ajaran
2017/2018.
Ho:Tidak terdapat efektivitas hasil belajar siswa yang menggunakan
metode Quantum Learning dalam pembelajaran Menulis surat pribadi
pada siswa kelas VII MTs NU 11 Kisabariman Kendal Tahun Ajaran
2017/2018.

I. Metode penelitian

Penelitian tidak akan terlepas dari metode


penelitian. Metode penelitian diperlukan dalam melakukan
penelitian maupun dalam pembuatan laporan penelitian.
Metode Penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunanan
tertentu. Dalam penelitian ini mengunakan beberapa
metode untuk mengupas Keefektifan Penggunakan Metode
Quantum Learning Dalam Pembelajaran Menulis Surat Pribadi Pada
Siswa Kelas VII MTs NU 11 Kisabariman Kendal Tahun
Ajaran 2017/2018.

1. Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan pendekatan deskriptif


kuantitatif. Menurut Margono (2007:105-106) bahwa penelitian
kuantitatif adalah proses menemukan pengetahuan yang

32
menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan
keterangan mengenai sesauitu yang ingin diketahui. Pada
umumnya penelitian kuantitatif dapat dilaksanakan juha sebagai
penlitian pememrian atau penelitian deskriptif.
Penelitian deskriptif menurut arikunto (2010:3) adalah
penelitian yang dimaksudkn untuk menyelidiki keadaan, kondisi
atau hal lain-lain yang sudah disebutkan, yang hasilnya dipaparkan
dalam bentuk laporan penelitian.
Jadi penelitian deskriptif kuantitatif adalah suatu proses
hasil penelitian melalui pemaparan data dengan perhitungan
statistik.
Realisasi penggunaan pendektan ini terlaksana dengan
menggunkan metode eksperimen. Menurut Arikunto (2006:15)
bahwa metode eksperimen adalah penelitian yang sengaja
merangsang timbulnya suatu kejadian atau keadaan, kemudian
diteliti bagaimana akibatnya. Dengan kata lain, eksperimen adalah
suatu cara untuk mencari hubungan sebab-akibat antar dua faktor
yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengurangi atau
menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu. Eksperimen
selalu dilakukan dengan maksud untuk melihat akibat suatu
perlakuan. Metode eksperimen merupakan metode yang digunakan
untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhdapa yang lain
dalam ondisi yang terkendalakan (sugiyoo, 2010:107).
Metode eksperimen bertujuan untuk memperoleh data yang
meyakinkan mengenai efek dari suatu variabel pada variabel lain,
yaitu dengan cara memberikan perlakuan pembelajaran menulis
menggunakan metode Quantum Learning kepada kelompok
eksperimen kemudian mengetahui pengaruh hasilsebleum dan
sesuadah dikenai perlakuan. Di samping itu, penelitian ini juga
untuk mencoba penerapan metode Quantum Learning dalam
meningkatkan kemampuan menulis pada siswa kelompok
eksperimen.

33
Dalam penelitian ini desain yang digunakan adalah satu
kelompok subjek. Pertama-tama dilakukan pengukuran, lalu
dikenakan perlakuan untuk jangka waktu tertentu, kemudian
dilakukan pengukuran kedua kalinya, dalam rangka untuk
mengetahui keefektifan penggunan metode Quantumm Learning
dalam menulis surat pribadi.
Desain penelitian tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
Tabel 1
Desain penelitian
Kelompok/kelas Pre-test Perlakuan Post-test
Eksperimen T1 X T2

Keterangan:
T1 : Pre-test untuk mengetahui rata-rata kemampuan menulis surat pribadi pada
siswa sebelum perlakuan
X : Treatment untuk perlakuan penggunaan metode Quantum Learning dalam
pembelajaran menulis surat pribadi
T2 : Post-test untuk mengukur seberapa kemajuan kemampuan intensif dalam
menulis surat Pribadi kepada siswa setelah diberi perlakuan

2. Variabel Penelitian

Penelitian kuantitatif biasanya digunakan pengukuran terhadap


keberadaan suatu variabel dengan menggunkan instrumen penelitian.
Variabel merupakan gejala yang menjadi fokus peneliti yang diamati
(sugiyono, 2006:2)

Variabel penelitian meliputi:

a. Variabel Bebas (X)


Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat.
Variabel bebas dalam penelitian ini berupa keefektifan penggunaan
metode Quantum learning.

34
b. Variabel Terikat (Y)
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi
akibat karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam
penelitian ini adalah menulis surat pribadi.

3. Populasi dan sampel


a. Populasi
Populasi menurut Arikunto (2006:130) adalah keseluruhan subjek
[Link] ingin meneliti semua elemen yang ada dalam
wilayah penelitian, maka penelitiannya adalah penelitian populasi.
Adapun populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs NU 11
Kisabariman Kendal tahun ajaran 2017/2018
b. Sampel
Sampel menurut Arikunto (2006:174) adalah sebagian atau
wakil populasyang [Link] sampel harus dilakukan
sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar dapat
berfungsi sebagai contoh, atau dapat menggambarkan keadaan populasi
yang sebenarnya. Menurut Sugiyono, (2008:297) sampel adalah bagian
dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Penggunaan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik cluster
random sampling.
Cluster sample merupakan salah satu jenis sampel, satuan-
satuan tidak terdiri dari individu-individu, melainkan dari kelompok-
kelompok individu atau cluster. Menurut prinsip yang sesungguhnya,
generalisasi dari penelitian-penelitian pada cluster sample tidak dapat
dikenakan pada individu dalam populasi, melainkan pada cluster-cluster
atau grup-grup sebagai satuan. (hadi, 2004:94). Oleh karena itu dalam
penelitian ini cluster samplenya diambil dari seluruh kelas VII MTs NU
11 kisabariman Kendal.
Sedangkan random sample adalah pengambilan sampel secara
random atau tanpa pandang bulu (Hadi, 2004:83). Dalam random
sample, semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau

35
bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi
anggota sampel. Anggota sampel yang akan digunakan adalah semua
individu dalam populasi dari kelas VII A sampai dengan kelas VII C.
Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa
pengertian dari teknik cluster random sampling adalah pengambilan
sampel dengan melakukan generalisasi terhadap cluster-cluster atau
grup-grup sebagai satuan unit, akan dikenakan pada individu-individu
dalam populasi. Dalam teknik pengambilan ini subjeknya memiliki
kesempatan yang sama untuk dipilih.
Adapun cara yang digunakan untuk cluster random sampling
yaitu dengan cara undian. Menurut hadi (2004:83) cara ini dilakukan
sebagaimana kita mengadakan undian. Sistem undian ini dilakukan
dengan mengundi seluruh sample kelas X. Salah satu kelas yang terpilih
dari sistem undian ini nantinya akan menjasi kelas eksperimen atau
kelas yang diberi perlakuan dalam kegiatan belajar mengajar dengan
menggunakan metode Quantum Learning dan kelas yang satunya akan
menjadi kelas uji coba.

4. Teknik pengumpulan data


Teknik mengumpulkan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti
dalam mengumpulkan data penelitian (Arikunto, 2010:160).
Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah
teknis tes dan non tes

a. Teknis Tes
Teknis pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan
teknik tes. Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain
yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan
intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau
kelompok (Arikunto, 2010:193).
Teknis tes ini digunakan untuk mendapat data kemampuan
menulis. Melalui cara ini materi tes yang diberikan mengacu pada

36
materi pelajaran yang digunakan sebagai materi dalam penelitian yaitu
kemampuan menulis surat pribadi. Pelaksanaan tes dilakukan setelah
materi dan pembelajaran menulis menggunakan metode Quantum
learning selesai.
b. Teknik Nontes
Teknik ini peneliti lakukan untuk mengetahui keadaan siswa
selama pembelajaran berlangsung. Peneliti melakukan observasi.
Observasi peneliti lakukan pada saat kegiatan berlangsung. Teknik
observasi inidigunakan untuk mengetahui keadaan siswa atau kondisi
siswa pada saat pembelajaran berlangsung serta bagaimana proses
pengajaran oleh peneliti. Observasi dilakukan dengan memberikan
tanda chek list pada lembar observasi yang sudah ada.

J. Uji coba intrumen


Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka
harus ada alat ukur yang baik. alat ukur dalam penelitian biasanya
dinamakan instrumen penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu
alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang
diamati. Secara spesifik fenomena ini disebut variabel penelitian
(Sugiyono, 2012:148)
Dalam penelitian kuantitatif, kualitas instrumen penelitian
berkenaan dengan validitasdan reabilitas instrumen dak kualitas
pengumpulan data berkenaaan kepatan cara-cara yang digunakan untuk
mengumpulkan data. Oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas
dan reabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid dan
reliable, apabila instrumen tersebut tidak secara tepat dalam pengumpulan
datanya. Instrumen dalam penelitian kuantitatif dapat berupa tes, pedoman
wawancara, pedoman observasi, dan kuesioner (Sugiyono, 2012:222)
Instrumen dalam penelitian ini tes kemampuan menulis. Bentuk tes
yang digunakan adalah tes menulis surat pribadi yang sesuai dengan
aspek-aspek penilaian yaitu: (1) mendaftar topik-topik pendapat yang
dapat dikembangkan menjadi surat pribadi (2) menyusun kerangka surat

37
pribadi, (3) mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi surat
pribadi (4) menggunakan kata penghubung antarkata (karena, jika, kalau,
seperti, dll.) dalam surat pribadi, (5) menyunting paragraf materi dan
pembelajaran menulis surat pribadi dengan menggunakan metode
Quantum learning.
Tabel [Link] Penilaian Tes Kemampuan Menulis Surat pribadi.
No. Aspek yang dinilai Deskriptor Skor
1. Mendaftar topik-topik Apakah dalam 15
pendapat yang dapat mendaftar topik-topik
dikembangkan menjadi surat pendapat menjadi surat
pribadi pribadi sudah sesuai?
2. Menyusun kerangka surat Apakah dalam 25
pribadi menyusun kerangka
surat pribadi yang
dilakukan sudah sesuai?
3. Mengembangkan kerangka Apakah dari segi 25
yang telah disusun surat mengembangkan
pribadi kerangka yang disusun
surat pribadi sudah
sesuai?
4. Menggunakan kata Apakah sudah 20
penghubung antar kata menggunakan kata
(karena, jika, kalau, seperti, penghubung antar kata
dll.) dalam surat pribadi penghubung antarkata
(karena, jika, kalau,
seperti, dll.) dalam surat
pribadi
5. Menyunting surat pribadi Apakah sudah tepat 15
yang ditulis teman dalam menyunting surat
pribadi yang ditulis
teman?
Jumlah 100

38
Nilai akhir siswa diperoleh dari penjumlahan keseluruhan skor
yang diperoleh dari aspek-aspek yang dinilai dalam tes keterampilan
menulis. Untuk mengetahui kategori nilai siswa makan digunakan
pedoman penilaian dibawah ini:
Tabel 3. Parameter Penilaian
No. Kategori Rentang nilai
1. sangat baik 85-100
2. baik 70-84
3. cukup 60-69
4. kurang baik 0-59

Berdasarkan pedoman penilaian diatas, dapat diketahui bahwa hasil


belajar siswa dalam menulis surat Pribadi berkategori sangat baik, baik,
cukup. Dan kurang. Siswa dikatakan mencapai kategori sangat baik jika
memperoleh nilai dalam rentang nilai 85-100, kategori baik dalam rentang
70-84, kategori cukup dalam rentang nilai 60-69, dan kategori kurang
dalam rentang nilai 0-59. Pedoman penilaian tersebut digunakan untuk
mengetahui hasil tes menulis surat pribadi.

K. Teknik Analisis Data


Untuk mengetahui penerapan metode Quantum Learning dalam
Pembelajaran Menulis Surat Pribadi Pada Siswa Kelas VII MTs NU 11
Kisabarimman Kendal menggunakan penelitian eksperimen. Adapun uji
persyaratan analisis data adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji
hipotesis.
1. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-
tingkat kevlidan atau keahlian suatu instrumen. Suatu instrumen
yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya,
instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah
(Arikunto, 2010:211).

39
Rumus korelasi yang dapat digunakan adalah yang
dikemukakan oleh pearson, yang dikenal dengan rumus korelasi
product momentsebagai berikut (Arikunto, 2010:213)

N  XY   X  Y 
rxy 
N  X   X   N  Y   Y  
2 2 2 2

Keterangan :
rxy
: koefisien korelasi tiap item
N : jumlah siswa yang diteliti
∑X : jumlah skor item

∑Y : jumlah skor total

∑ X2 : jumlah kuadrat skor item

∑Y2 : jumlah kuadrat skor total

∑ XY : jumlah perkalian skor item dan skor total


Dengan taraf signifikan 5%, jika rhitung ≥ rtabel maka soal signifikan
atau valid.
Klasifikasi validitas (Arikunto, 2009: 75)
Antara 0,800 sampai dengan 1,00: sangat tinggi
Antara 0,600 sampai dengan 0,800 : tinggi
Antara 0,400 sampai dengan 0,600 : cukup
Antara 0,200 sampai dengan 0,400 : rendah
Antara 0,00 sampai dengan 0,200 : sangat rendah.

2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu
instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat
pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. instrumen
yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden
untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Instrumen yang sudah
dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat

40
dipercaya juga. Apabila datanya memang benar sesuai
kenyataanya, maka berapa kali pun diambil, tetap akan sama.
Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu. Reliabel
artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan (Arikunto,
2010:221).
Reliabilitas dapat diperoleh dengan menggunakan rumus K-
R.20 untuk soal pilihan ganda (Arikunto,2009: 100).

r 11= ( )(
n
n−1
S 2 −∑ pq
S2 )
Keterangan:
r11 : Reliabilitas instrumen
n : Banyaknya item
p : Proporsi subjek yang menjawab benar
q : Proporsi subjek yang menjawab salah (q = 1 – p)

∑ pq : Jumlah hasil perkalian antara p dan q


S : standar deviasi dari tes (akar varians)
2
(∑ Y )
∑ Y 2− N
S2 =
N
Dimana :
Y = Skor total yang diperoleh siswa
N= Jumlah subyek,
(Arikunto, 2009: 100 – 101).
Kriteria :
Jika r11>rtabel , maka instrumen tersebut dikatakan reliabel.
Jika r11<rtabel , maka instrumen tersebut dikatakan tidak reliabel.

3. Uji Normalitas
Pada uji presyarat sampel peneliti menggungkan uji [Link]-
langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

a)
X 1 , X 2 , . . . . . ., X n dijadikan bilangan baku Z1 , Z 2 , ......, Z n

41
X i − X̄
Zi =
dengan rumus : S

keterangan:
Zi = bilangan baku

X i = data hasil pengamatan


X̄ = rata-rata sample

S = simpangan baku sample

√∑ ( X − X̄ )
i

= n−1
b) Data dari sampel tersebut diurutkan dari skor terendah ke skor tertinggi
c) Dengan data distribusi normal baku dihitung peluang
F ( Zi) = P ( Z ≤ Zi)

d) Menghitung proporsi
Z1 , Z 2 , ......, Z n ≤ Z i

Jika proporsi ini dinyatakan oleh S (


Zi)
maka :
Banyaknya Z 1 , Z 2 , . .. .. . .. . , Z n , Z i
S ( Zi) =
N
F ( Zi) − S ( Zi)
e) Menghitung selisih dan menentukan harga mutlaknya
f) Ambil harga terbesar di antara harga-harga mutlak selisih tersebut, harga
terbesar ini dinamakan Lo

Bandingkan Lo dengan
Ltabel , pada taraf signifikan 0,05. Jika Lo < Ltabel , maka Ho

diterima, Jika Lo >


Ltabel maka Ho ditolak. Catatan: Ltabel diperoleh dari tabel
Lilliefors (Sudjana, 2005: 466-467).

4. Uji Homogenitas
Pasangan hipotesa nol dan hipotesa alternatifnya yang dan diuji adalah:
H0 = ∅ 12 =∅ 22
H1 = ∅ 12 ≠ ∅ 22

42
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui kedua
kelompok berasal dari varien yang sama. Untuk mengetahui
homogenitas data dalam penelitian akan diuji Bartlett. Dari uji Bartlett
digunakan statistik Chi kuadrat. x2 = (In 10) { B - ∑(ni – 1 log S12 } di mana
x2 (1-α)(k-1) di dapat dari daftar distribusi chi kuadrat dengan peluang (1-α)
dan dk = (k-1). (Sudjana, 1996:261-263).

5. Uji Hipotesis
Langkah yang ditempuh adalah membandingkan kemampuan menulis
hasil pre-test dan post-test adalah dengan uji [Link] uji hipotesis
mengunakan rumus uji t-test sebagai berikut:

Keterangan:

t : t-test
Md : mean dari deviasi (d) antara post-test dan pre-test
Xd : perbedaan deviasi dengan mean deviasi
n : banyak subjek
df :atau db adalah n – 1
Sebelum menggunakan rumus t-test, penulis lebih dahulu mencari mean
deviasi (Md) dari post-test dan pre-test.

Keterangan:
Md: mean dari deviasi (d) antara post-test dan pre-test
d : selisih antara pre – test dan post – test
n : banyak subjek
(Arikunto, 2010:349-350)

L. Teknik Penyajian Hasil Analisis Data


Hasil dari penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan keadaan
siswa kelas VII MTs NU 11 Kisabariman Kendal, setelah itu akan diambil
data yang berkaitan dengan keterampilan siswa dalam menulis dengan
menggunakan metode Quantum Learning dan dengan siswa yang tidak

43
menggunakan metode Quantum learning. Dari data yang sudah diperoleh
kemudian akan dibandingkan kemampuan siswa dalam keterampilan
menulis dengan menggunakan metode Quantum Learning dan yang tidak
menggunakan metode tersebut. Setelah dibandingkan tentunya akan
mendapatkan hasil dari perbandingan yang telah dilakukan yaitu akan
tampak adanya suatu pengaruh atau tidaknya penggunaan metode
Quantum Learning dalam pembelajarann menulis surat pribadi pada kelas
VII MTs NU 11 Kisabariman Kendal tahun ajaran 2013/2014.
Dari pemaparan tersebut maka teknik penyajian hasil analisis data
dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Pendekatan
deskriptif kuantitatif adalah pendekatan statistik yang digunakan untuk
menganalisis data dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan data
yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat
kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (sugiono,
2010:207-208). Pendekatan ini mudah digunakan untuk menganalisis data
sehingga ketika menganalisis dan mengolah data tidak mengalami
kesulitan.

M. Teknik Penyajian Hasil Analisis Data


Dalam penelitian kuantitatif ini, data-data yang
diperoleh akan berupa angka-angka yang akan dianalisis
dengan menggunakan rumus yang telah ditentukan
sebelumnya. Tentu saja, penyajian yang akan digunakan
akan berbentuk angka-angka (yang merupakan data-data
dari penelitian) kemudian dimasukkan ke dalam rumus.

N. Sistematika Penulisan Skripsi


Sistematika penulisan digunakan untuk
mempermudah dalam memahami proposal ini terdiri atas
lima bab. Adapun sistematika penulisan skripsi adalah
sebagai berikut:

44
Bab I Pendahuluan, pada bab ini diuraikan tentang
latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian,
manfaat penelitian, penegasan istilah, dan sistematika
penulisan skripsi
Bab II Landasan Teori, pada bab ini diuraikan tentang
teoris yang terdiri dari pengertian menulis, tujuan menulis,
manfaat menulis, unsur-usur menulis, asas-asas menulis
yang baik, pengertian kalimat, pengertian kalimat
efektif,ciri-ciri kalimat efektif, pengertian paragraf, fungsi
paragraph, pengertian narasi, jenis-jenis narasi, tujuan
menulis narasi, ciri-ciri narasi, kerangka berpikir, dan
hipotesis.
Bab III Metode Penelitian, pada bab ini diuraikan
tentang pendekatan penelitian, variabel penelitian,
populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, uji
instrumen, dan teknik analisis data.
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan, pada bab ini
diuraikan tentang pembahasan penelitian dan
pembahasan.
Bab V Penutup, pada bab ini berisi simpulan dan
saran. Bagian akhir berisi d aftar pustaka dan lampiran.

45

Anda mungkin juga menyukai