0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan8 halaman

Sejarah dan Tujuan Organisasi ASEAN

ASEAN (Association of South East Asian Nations) adalah organisasi regional yang didirikan pada 8 Agustus 1967 oleh lima negara pendiri: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, dengan tujuan meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan politik di Asia Tenggara. Organisasi ini bertujuan untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas regional serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial. Saat ini, ASEAN memiliki sepuluh anggota dan terus berupaya memperkuat hubungan antarnegara serta menjalin kerja sama dengan negara dan organisasi internasional lainnya.

Diunggah oleh

Suyekti WEWAWI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan8 halaman

Sejarah dan Tujuan Organisasi ASEAN

ASEAN (Association of South East Asian Nations) adalah organisasi regional yang didirikan pada 8 Agustus 1967 oleh lima negara pendiri: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, dengan tujuan meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan politik di Asia Tenggara. Organisasi ini bertujuan untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas regional serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial. Saat ini, ASEAN memiliki sepuluh anggota dan terus berupaya memperkuat hubungan antarnegara serta menjalin kerja sama dengan negara dan organisasi internasional lainnya.

Diunggah oleh

Suyekti WEWAWI
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

ORGANISASI ASEAN

DISUSUN OLEH:
1

1. Indrian Alip S.
2. Agil M.
3. Divan H.

MAN 3 NGAWI
TAHUN AJARAN 2021/2022
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Adakalanya tingkah laku binatang menjadi inspirasi bagi manusia. Bahkan,
binatang yang kecil sekalipun,seperti semut. Suatu waktu kamu pasti pernah melihat
sekelompok semut mampu mengangkut benda yang besar. Jika hanya seekor semut yang
mengangkut benda itu, pasti tidak kuat. Kejadian itu menjadi contoh bagi orang,
masyarakat, bahkan negara. Inti kejadian tersebut adalah kegotongroyongan, kebersamaan,
atau menjalin kerja sama. Sebuah negara kecil dapat menjadi kuat bila saling bekerja sama
dengan negara-negara kecil lainnya. Contoh yang lebih nyata adalah negara-negara Asia
Tenggara.
Karena adanya masalah yang terjadi di Asia Tenggara, sehingga negara-negara yang
merupakan anggota Asia Tenggara bersatu dan membentuk organisasi yang dinamakan
ASEAN (Association of South East Asian Nation). ASEAN merupakan perhimpunan
bangsa-bangsa di Asia Tenggara yang didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok,
Thailand, melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh Menteri Luar Negeri Filipina,
Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

B. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memperluas wawasan kita tentang hal-
hal yang dikaji dalam makalah ini. Di mana dalam makalah ini telah dikaji tentang salah
satu organisasi yang beperan dalam meningkatkan hubungan internasional, yaitu ASEAN
(Association of South East Asian Nation).

C. Masalah
Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini, yaitu :
1. Bagaimana latar belakang terbentuknya ASEAN?
2. Negara-negara manakah yang merupakan anggota ASEAN?
3. Jelaskan tentang lambang dan tujuan ASEAN!
4. Sebutkan struktur organisasi ASEAN!
5. Bagaimana kerja sama ASEAN?
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Perkembangan ASEAN


ASEAN itu (singkatan dari Association of Southeast Asian Nations atau
Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) adalah organisasi kawasan yang mewadahi
kerjasama antarnegara di Asia Tenggara sejak tahun 1967. ASEAN didirikan pada tanggal
8 Agustus 1967 di Bangkok (Ibu Kota Thailand) oleh Indonesia, Malaysia, Filipina,
Singapura, dan Thailand. Pendirian itu di tandai tandai dengan penandatanganan Deklarasi
Bangkok dan di peringati setiap tahun sebagai hari ASEAN.
Deklarasi Bangkok ditandatangi oleh perwakilan dari 5 negara pemrakarsa/pendiri
ASEAN diantaranya : Adam Malik (Mentri Luar Negeri Indonesia); Tun Abdul Razak
(Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Malaysia); Narciso Ramos
(Menteri Luar Negari Filiphina); S. Rajaratman (Menteri LUar Negeri Singapura); Thanat
Khoman (Menteri Luar Negeri Thailand). Adapun Isi dari Deklarasi Bangkok yakni:
 Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan
di kawasan Asia Tenggara.
 Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional.
 Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam
bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
 Memelihara kerjasama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan
internasional yang ada.
 Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di
kawasan Asia Tenggara

B. Anggota ASEAN
ASEAN beranggotakan hampir semua Negara yang berada di Asia Tenggara kecuali
Timor Leste dan Papua New giunea, adapun anggota dari ASEAN yaitu:
- Indonesia (sejak 8 Agustus 1967);
- Malaysia (sejak 8 Agustus 1967);
- Singapura (sejak 8 Agustus 1967);
- Thailand (sejak 8 Agustus 1967);
- Filipina (sejak 8 Agustuus 1967);
- Brunei Darussalam (7 Januari 1984);
- Vietnam (28 Juli 1995);
- Laos (23 Juli 1997);
- Myanmar (23 Juli 1997);
- Kamboja (16 Desember 1998)
ASEAN didirikan bermula dari hasrat untuk menciptakan kawasan yana damai,
Negara-negara penandatanganan deklarasi Bangkok menginginkan kerja sama untuk
mencapai pertumubuhan ekonomi, perkembangan social-budaya, serta perdamaian, dan
stabilitas dalam wadah ASEAN.

C. Lambang dan Tujuan ASEAN


Bendera ASEAN melambangkan ASEAN yang stabil, penuh
perdamaian, bersatu, dan dinamis. Adapun lambing ASEAN berada
di tengah bendera ASEAN, sedangkan warna bendera dan lambang
ialah biru, merah, putih, dan kuning; masing-masing mewakili
warna dasar setiap bendera Negara anggota ASEAN. Warna biru
melambangkan perdamaian dan stabilitas; merah melambangkan
semangat dan kedinamisan; putih menunjukkan kesucian; dan kuning merupakan symbol
kemakmuran. Ikatan rumpun padi melambangkan harapan para tokoh pendiri ASEAN
agar asosiasi itu secara bersama-sama terikatdalam persahabatan dan kesetiakawanan
social, sedangkan lingkaran melambangkan kesatuan ASEAN.

Tujuan ASEAN ialah menciptakan pemeliharaan dan peningkatan perdamaian,


keamanan, ketahanan dan kawasan bebas senjata nuklir dan senjata pemusnah massal.
Selain itu, ASEAN menciptakan kerja sama di bidang perdagangan, penanaman modal,
ketenagakerjaan, pengentasan masyarakat dari kemiskinan, dan pengurangan kesenjangan
pembangunan di kawasan. ASEAN juga ingin menciptakan penguatan demokrasi,
pemajuan dan pelindungan hak asasi manusia, dan lingkungan hidup, serta penciptaan
lingkungan yang aman dari narkoba. Selain itu, ASEAN mengembangkan sumber daya
manusia, meningkatkan partisipasi masyarakat dan kesejahteraan rakyat. Selanjutnya,
ASEAN juga memajukan identitasnya dengan meningkatkan kesadaran yang lebih tinggi
akan keanekaragaman budaya dan warisan kawasan, serta meneruskan peran proaktif
ASEAN dalam kerja sama dengan negara mitra wicara, yaitu negara dan organisasi
internasional yang menjadi mitra kerja sama ASEAN di berbagai bidang.
Dalam menjalin hubungan antarnegara anggota, ASEAN memiliki prinsip
sebagaimana yang dimuat pada Piagam ASEAN, antara lain, menghormati kemerdekaan,
kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah, dan identitas nasional seluruh Negara anggota
ASEAN; komitmen bersama dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan
perdamaian, keamanan dan kemakmuran di kawasan;serta menolak agresi, ancaman,
penggunaan kekuatan, atau tindakan lainnya dalam bentuk apa pun yang bertentangan
dengan hukum internasional; Selain itu, ASEAN mengedepankan penyelesaian sengketa
secara damai, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara anggota ASEAN, dan
menghormati kebebasan yang mendasar, pemajuan dan pelindungan hak asasi manusia,
serta pemajuan keadilan sosial. Dalam menjalin hubungan antarnegara anggota, ASEAN
memiliki prinsip sebagaimana yang dimuat pada Piagam ASEAN, antara lain,
menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah, dan identitas
nasional seluruh negaraanggota ASEAN; komitmen bersama dan tanggung jawab kolektif
dalam meningkatkan perdamaian, keamanan dan kemakmuran di kawasan; serta menolak
agresi, ancaman, penggunaan kekuatan, atau tindakan lainnya dalam bentuk apa pun yang
bertentangan dengan hukum internasional; Selain itu, ASEAN mengedepankan
penyelesaian sengketa secara damai, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara
anggota ASEAN, dan menghormati kebebasan yang mendasar, pemajuan dan pelindungan
hak asasi manusia, serta pemajuan keadilan sosial.
ASEAN biasanya mengadakan pertemuan, pertemuan yang diadakan ASEAN
adalah sebagai berikut:
a. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, yaitu pertemuan tingkat tinggi para kepala
Negara/pemerintahan Negara anggota.
b. Dewan Koordinasi ASEAN (ASEAN Coordinating Council), yaitu pertemuan para
menteri luar negeri Negara anggota ASEAN, sebagai coordinator dewan komunitas
ASEAN.
c. Dewan komunitas ASEAN (ASEAN Community Councils), yaitu pertemuan para
menteri yang membidangi tiga pilar komunitas ASEAN.
d. Pertemuan Badan-Badan Sektoral Tingkat Menteri (ASEAN Sectoral ministerial
Bodies), yaitu pertemuan para menteri membidangi masing-masing sector kerjasama
ASEAN.
e. Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi ASEAN (ASEAN), yaitu pertemuan para pejabat
tinggi di bawah tingkat menteri Negara anggota ASEAN yang membidangi masing-
masing sector kerjasama ASEAN.

D. Hasil KTT ASEAN


- KTT ke-1
Deklarasi Kerukunan ASEAN; Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia
Tenggara (TAC); serta Persetujuan Pembentukan Sekretariat ASEAN.

- KTT ke-2
Pencetusan Bali Concord 1.

- KTT ke-3
Mengesahkan kembali prinsip-prinsip dasar ASEAN;Solidaritas kerjasama ASEAN
dalam segala bidang;Melibatkan masyarakat di negara-negara anggota ASEAN dengan
memperbesar peranan swasta dalam kerjasama ASEAN;Usaha bersama dalam menjaga
keamanan stabilitas dan pertumbuhan kawasan ASEAN.

- KTT ke-4
ASEAN dibentuk Dewan ASEAN Free Trade Area (AFTA) untuk mengawasi,
melaksanakan koordinasi;Memberikan penilaian terhadap pelaksanaan Skema Tarif
Preferensi Efektif Bersama (Common Effective Preferential Tariff/CEPT) menuju
Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN.

- KTT ke-5
Membicarakan upaya memasukan Kamboja, Laos, Vietnam menjadi anggota serta
memperkuat identitas ASEAN.

- KTT ke-6
Pemimpin ASEAN menetapkan Statement of Bold Measures yang juga berisikan
komitmen mereka terhadap AFTA dan kesepakatan untuk mempercepat pemberlakuan
AFTA dari tahun 2003 menjadi tahun 2002 bagi enam negara penandatangan skema
CEPT, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan
Thailand.

- KTT ke-7
Mengeluarkan deklarasi HIV/AIDS;Mengeluarkan deklarasi Terorisme, karena
menyangkut serangan terorism pada gedung WTC di Amerika.

- KTT ke-8
Pengeluaran deklarasi Terorisme, bagaimana cara-cara pencegahan; Pengesahan
ASEAN Tourism Agreement.

- KTT ke-9
Pencetusan Bali Concord II yang akan dideklarasikan itu berisi tiga konsep komunitas
ASEAN yang terdiri dari tiga pilar, yaitu Komunitas Keamanan ASEAN (ASC),
Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASSC).

- KTT ke-10
Program Aksi Vientiane (Vientiane Action Program) yang diluluskan dalam konferensi
tersebut menekankan perlunya mempersempit kesenjangan perkembangan antara 10
negara anggota ASEAN, memperluas hubungan kerja sama dengan para mitra untuk
membangun sebuah masyarakat ASEAN yang terbuka terhadap dunia luar dan penuh
vitalitas pada tahun 2020.

- KTT ke-11
Perjanjian perdagangan jasa demi kerja sama ekonomi yang komprehensif dengan
Korea Selatan, memorandum of understanding (MoU) pendirian ASEAN-Korea
Center, dan dokumen hasil KTT Asia Timur yang diberi label Deklarasi Singapura atas
Perubahan Iklim, Energi, dan Lingkungan Hidup.

- KTT ke-12
Membahas masalah-masalah mengenai keamanan kawasan, perundingan Organisasi
Perdagangan Dunia (WTO), keamanan energi Asia Tenggara, pencegahan dan
pengendalian penyakit AIDS serta masalah nuklir Semenanjung Korea.
- KTT ke-13
Penandatanganan beberapa kesepakatan, antara lain seperti perjanjian perdagangan
dalam kerangka kerjasama ekonomi dan penandatangan kerjasama ASEAN dengan
Korea Center, menyepakati ASEAN Center.

- KTT ke-14
Penandatanganan persetujuan pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-
Australia-Selandia Baru

E. Hubungan ASEAN dengan Pihak Luar


ASEAN membangun hubungan dan keja sama yang saling menguntungkan dengan
Negara di luar ASEAN dan organisasi internasional. Dalam melaksanakan hubungan dan
kerjasama itu, ASEAN membentuk Sistem Dialog dengan Negara dan organisasi
internasional tersebut sebagai Mitra Wicara dan Mitra Wicara Sektoral.
Sistem Dialog itu berkembang dari keinginan untuk membuka pasar, memperoleh
bantuan pembangunan, dan untuk membicarakan permasalahan keamanan dan ekonomi
dalam forum.
Tujuan utama dalam hubungan dan kerja sama ASEAN dengan pihak luar ialah
memperoleh bantuan teknis dalam proyek kerja sama kawasan, mempromosikan
hubungan ekonomi dan perdagangan, serta memperkuat hubungan politik dengan negara
dan organisasi internasional di luar ASEAN.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
ASEAN (Association of South East Asian Nation) merupakan organisasi regional di
kawasan Asia Tenggara. ASEAN didirikan oleh bangsa-bangsa Asia Tenggara atas dasar
persamaan nasib dan kepentingan bersama. Lima negara yang sepakat menjadi pelopor
membentuk ASEAN adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina.
Organisasi ini didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand dan melalui
penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh Menteri Luar Negeri Filiphina,
Indonesia,Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Pada awalnya, negara-negara anggota ASEAN hanya berjumlah lima, namun
beberapa tahun setelah berdirinya ASEAN, lima negara lainnya bergabung ke dalam
Anggota ASEAN secara bertahap. Tujuan didirikannya ASEAN adalah untuk
meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan politik, serta
mewujudkan ketertiban dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

B. Saran
Negara kita, Indonesia merupakan salah satu anggota ASEAN. Untuk itu, kita harus
membantu mewujudkan cita-cita atau tujuan dari ASEAN itu sendiri. Karena
bagaimanapun, tujuan tersebut merupakan keinginan dari bangsa kita sendiri.
Selain itu, sebagai negara anggota ASEAN yang terbesar, kita harus lebih
menunjukan partisipatif kita dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Anda mungkin juga menyukai