0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan8 halaman

Proses Pewarnaan dalam Sitohistoteknologi

Dokumen ini berisi serangkaian pertanyaan terkait prosedur laboratorium dalam analisis kesehatan, termasuk fiksasi, dehidrasi, dan pewarnaan jaringan. Setiap pertanyaan menguji pemahaman tentang teknik dan tujuan dari berbagai proses dalam pengolahan spesimen jaringan. Fokus utama adalah pada teknik pewarnaan dan fiksasi yang tepat untuk diagnosis yang akurat.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan8 halaman

Proses Pewarnaan dalam Sitohistoteknologi

Dokumen ini berisi serangkaian pertanyaan terkait prosedur laboratorium dalam analisis kesehatan, termasuk fiksasi, dehidrasi, dan pewarnaan jaringan. Setiap pertanyaan menguji pemahaman tentang teknik dan tujuan dari berbagai proses dalam pengolahan spesimen jaringan. Fokus utama adalah pada teknik pewarnaan dan fiksasi yang tepat untuk diagnosis yang akurat.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Seorang mahasiswa analis kesehatan menyiapkan etanol seri dimulai dari konsentrasi
70%, 80%, 90%, 95%, etanol absolut dan aseton. Persiapan dilakukan setelah selesai
fiksasi jaringan. Proses apa yang sedang dipersiapkan oleh mahasiswa tersebut?
A. Fiksasi
B. Dehidrasi
C. Clearing
D. Infiltrasi
E. Affixing
2. Seorang mahasiswa analis kesehatan menyiapkan etanol seri dimulai dari konsentrasi
70%, 80%, 90%, 95%, etanol absolut dan aseton. Persiapan dilakukan setelah selesai
fiksasi jaringan. Apa tujuan dari proses yang dilakukan mahasiswa tersebut ?
A. mematikan sel dan menginaktifkan enzim
B. menarik kalsium dari dalam jaringan
C. menarik air dari dalam jaringan
D. menegndapkan protein sel
E. Menjernihkan jaringan
3. Sediaan histologik tulang dibutuhkan untuk menegakkan diagnose osteosarcoma. Saat
pembuatan sediaan histologik tulang ditemukan kendala sewaktu penyayatan dengan
mikrotom karena struktur tulang yang keras. Proses apa yang dilakukan untuk
memecahkan masalah tersebut?
A. Dehidrasi
B. Rehidrasi
C. Dekalsifikasi
D. Infiltrasi
E. Clearing
4. Spesimen yang telah melalui proses pemotongan segera dilakukan tahap fiksasi. Larutan
yang digunakan pada proses fiksasi dapat digunakan dengan formalin 10%. Pada tahapan
tersebut jaringan akan mengalami?
A. Penyusutan, pembengkakan, dan pengerasan
B. Pelunakan, pembengkakan, dan hancurnya jaringan
C. Hancurnya jaringan, pengerasan dan perubahan komponen
D. Melunaknya jaringan karena proses masuknya fiksatif
E. Pembengkakan, karena masuknya air dari zat fiksatif
5. Langkah pertama dan terpenting dalam penanganan specimen adalah pengawetan atau
fiksasi sampel jaringan. Fiksasi mengubah sifat protein yang membuat sel dan sel
komponenya tahan terhadap autolysis. Jika hal ini terlewati maka dapat mengakibatkan
perubahan morfologi dan mempengaruhi karakteristik pewarnaan jaringan. Sebagai
seorang ATLM hal terpenting sebelum melakukan fiksasi pada jaringan bedah adalah…
A. Memberikan larutan buffer formalin
B. Melakukan pemeriksaan jaringan
C. Langsung pemrosesan jaringan
D. Menilai Makroskopis jaringan
E. Memotong jaringan dengan ketebalan 2-4 mm
6. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi ingin melakukan pewarnaan Papanicolaou pada
specimen pap smear, sebelumnya teknisi tersebut perlu melakukan proses fiksasi. Apa
jenis larutan yang digunakan untuk proses fiksasi tersebut?
A. Formalin buffer 10%
B. Xylol
C. Etanol 96%
D. Metanol
E. Aseton
7. Seorang teknisi lab. Patologi Anatomi akan mengolah spesimen aspirasi / FNAB dengan
pewarnaan Diff Quick. Sebelum pewarnaan terlebih dahulu dilakukan proses fiksasi.
Apakah jenis fiksasi yang harus dilakukan oleh teknisi tersebut?
A. Fiksasi etanol
B. Fiksasi methanol
C. Fiksasi aseton
D. Fiksasi basah
E. Fiksasi kering
8. Seorang pasien mengeluh kesakitan pada bagian leher. Hal ini disebabkan pada lehernya
terdapat benjolan dengan diameter 5 cm. Dokter memberikan rekomendasi rujukan
pemeriksaan sitologi yaitu Aspirasi Jarum Halus (AJH) pada Laboratorium Patologi
Anatomi. Setelah mendapatkan sampel dari proses AJH, diperlukan pewarnaan pada
sediaan apus untuk pemeriksaan sitologi agar bisa memberikan gambaran menyeluruh
kondisi morfologi sel yang diperiksa. Metode pewarnaan yang dapat digunakan adalah….
A. Alcian Blue
B. Lektin
C. HE
D. Periodic Acid Schiff
E. Papanicolaou
9. Seorang ATLM ingin mewarnai sumsum tulang, oleh sebab itu menggunakan pewana?
A. Hematoksilin Eosin
B. Giemsa
C. Papaniculaou
D. Alcian Blue
E. Eosin
10. Pewarnaan Hematoksilin Eosin didasarkan pada prinsip sifat antara asam dan basa dari
larutan yang akan berikatan dengan komponen jaringan yang memiliki kecenderungan
terhadap sifat asam ataupu basa, sehingga terjadilah ikatan antara molekul zat warna
dengan komponen jaringan. Senyawa hematoxylin yang digunakan adalah hematin.
Hematin akan mengikat komponen sel yang bermuatan negative. Apa komponen sel
tersebut ?
A. Sitoplasma
B. Jaringan Ikat
C. Jaringan Kolagen
D. Kromatin Sel
E. Eritrosit
11. Seorang ATLM melakukan prosedur pewarnaan hematoxylin eosin terhadap sampel
jaringan. ATLM tersebut melakukan beberapa tahapan antara lain : Deparafinisasi,
Rehidrasi, Pewarnaan hematoksilin, Pencucian, Diferensiasi, Pencucian, Blueing,
Pewarnaan eosin, Dehidrasi, Clearing dan Mounting. Sebagai seorang ATLM, pada
tahapan clearing, reagensia yang digunakan adalah
A. Xylol
B. Alkohol
C. Etanol Absolut
D. HE
E. Eosin
12. Tujuan dari teknik pewarnaan adalah untuk memberikan warna yang kontras pada
komponen selular sehingga dapat dibedakan antar satu sel dengan sel lainnya. Setiap
jenis sel memiliki afinitas yang berbeda terhadap warna, sehingga jenis pewarnaan harus
berbeda untuk tiap jenis sel. Sebutkan faktor yang mempengaruhi pewarnaan?
A. Rendaman
B. Adsorbsi
C. Reaksi asam basa
D. Tingkat kelarutan zat pewarna
E. Reaksi asam basa,Adsorbsi dan tingkat kelarutan pewarna
13. Mounting digunakan untuk menutup sediaan dengan cover glass agar sediaan tidak
mudah rusak, proses ini merupakan akhir dari pewarnaan Hematoxylin Eosin. Proses
apakah yang dilakukan sebelum proses mounting ?
A. Di celupkan ke cat Eosin
B. Bilas dengan Alkohol 90%
C. Bilas dengan Xylol
D. Cuci dengan air keran
E. Fiksasi dengan formalin
14. Seorang petugas Laboratorium Patologi Anatomi ingin mengamati hasil sediaan
histopatologi yang telah dibuat berdasarkan kekontrasan, intensitas konsentrasi dalam sel
dan batas tegas dari bagian-bagian sel. Maka, petugas tersebut melakukan pengamatan
hasil pewarnaan sediaan histopatologi tersebut. Apa alat yang digunakan oleh petugas
tersebut?
A. Cassette
B. Hot plate
C. Waterbath
D. Mikrotom
E. Mikroskop
15. Seorang ATLM telah selesai melakukan pewarnaan Hematoksilin Eosin pada satu slide.
ATLM mengamati tampilan warna yang dihasilkan dari ikatan asam basa tersebut pada
komponen sel dari jaringan yang dbuat dalam slide. Warna yang tertampil pada sel akibat
ikatan antara Hematoksilin Eosin dengan menggunakan prinsip asam basa. Apa warna
yang diharapkan akan tertampil ?
A. Inti sel akan terwarnai merah terang dan sitoplasma berwarna merah/orange
B. Inti sel akan terwarnai merah/orange dan sitoplasma berwarna biru/ungu
C. Inti sel akan terwarnai biru/ungu terang dan sitoplasma tidak terwarnai
D. Inti sel akan terwarnai pucat dan sitoplasma berwarna merah/pink terang
E. Inti sel akan terwarnai biru/ungu dan sitoplasma berwarna merah/orange
16. Specimen yang diterima laboratorium sitologi, dapat berupa spesimen yang belum diolah
ataupun yang sudah diolah tetapi belum diwarnai. Spesimen tersebut diwarnai dan hasil
pemeriksaan ditemukan artifak pada sediaan tersebut. Faktor apa saja yang mungkin
menyebabkan terjadinya hal di atas?
A. Dehidrasi yang tidak sempuna
B. Pewarnaan yang digunakan tidak sesuai dengan jenis fiksasi
C. Waktu pengambilan specimen yang terlalu jauh dengan jarak pewarnaan
D. Jenis fiksasi yang digunakan tidak sesuai dengan specimen yang digunakan
E. Kegagalan pada saat fiksasi serta debu dan kotoran yang menempel pada sediaan
17. Salah satu organ untuk kontrol kualitas H&E dapat membedakan serat otot dan kolagen.
Kemudian dapat melihat pewarnaan mucin yang tidak tepat, jika mucin terwarnai biru
maka langkah yang dapat dilakukan adalah menurunkan pH Hematoxylin. Apakah nama
organ tersebut?
A. Kulit
B. Kolon
C. Ginjal
D. Tulang
E. Hati
18. Sampel pemeriksaan berupa jaringan colon ke laboratorium Patologi Anatomi pada
malam hari, dan disimpan untuk dikerjakan esok hari. Saat akan diperiksa, ditemukan
bahwa sediaan yang akan mengalami lisis, mulai berbau dan sudah tidak bisa digunakan
lagi. Proses apakah yang terlewatkan?
A. Sectioning
B. Dehidrasi
C. Clearing
D. Staining
E. Fiksasi
19. Seorang ATLM di laboratorium Patologi Anatomi melakukan prosesing jaringan dari
beberapa sampel pasien. Hal pertama yang dilakukannya adalah sampel direndam dengan
menggunakan larutan NBF 10% selama 24 jam. Apakah fungsi dari tahap tersebut?
A. Melunakkan jaringan sehingga mudah dipotong menggunakan mikrotom
B. Agar jaringan bersih dari darah yang menempel pada jaringan
C. Menjernihkan jaringan sehingga terlihat transparan
D. Menarik air yang terdapat pada jaringan
E. Mempertahankan struktur jaringan
20. Seorang petugas laboratorium Patologi Anatomi sedang mengerjakan melanjutkan proses
pengolahan sampel jaringan hati dengan merendamnya pada alkohol pada konsentrasi
bertingkat dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Apakah tujuan dari langkah
yang dilakukan oleh petugas tersebut?
A. Untuk menghilangkan lemak pada jaringan
B. Menghilangkan air pada jaringan
C. Memberi warna pada jaringan
D. Menjernihkan jaringan
E. Menjaga kondisi sel
21. Sebanyak 3 sampel yang berbeda diterima laboratorium Patologi Anatomi dalam satu
waktu. Sampel tersebut antara lain jaringan mammae, jaringan uterus dan sputum. Ketiga
sampel tersebut akan menjalani proses yang berbeda untuk tiap tahapnya Apa yang harus
dilakukan pertama kali sehingga pemeriksaan dapat dilakukan dengan tepat?
A. Mengidentifikasi sampel
B. Membuat apusan
C. Menfiksasi
D. Mewarnai
E. Mounting
22. Pengolahan jaringan dilakukan oleh petugas laboratorium patologi anatomi. Proses
embedding pada paraffin menggunakan suhu 370C. Saat dilakukan pemotongan
menggunakan mikrotom, jaringan tidak bisa terpotong dengan baik. Apa yang terjadi
pada jaringan tersebut?
A. Parafin tidak terserap sempurna
B. Kegagalan pengolahan jaringan
C. Jaringan menjadi keras
D. Kesalahan pada suhu
E. Jaringan rusak
23. Petugas laboratorium Patologi Anatomi sedang memastikan kualitas pewarnaan
Hematoksilin dan Eosin dengan mikroskop. Komponen yang akan diamati adalah inti,
sitoplasma, dan jaringan ikat. Bagaimanakah hasil yang sesuai?
A. Inti berwarna biru dengan Hematoxylin, sitoplasma dan jaringan ikat berwarna
nuansa merah dengan Eosin
B. Inti berwarna merah dengan Hematoxylin, sitoplasama dan jaringan ikat berwarna
biru dengan Eosin
C. Inti berwarna coklat dengan Hematoxylin, Sitoplasma dan jaringan ikat berwarna
merah dengan Eosin
D. Inti menjadi ungu muda dengan Hematoxylin, sitoplasma dan jaringan ikat berwarna
coklat
E. Inti berwarna abu-abu, sitoplasma dan jaringan ikat berwarna merah dengan Eosin
24. Setelah proses infiltrasi dengan paraffin cair (proses pematangan jaringan), maka
selanjutnya adalah tahap penanaman jaringan. Pada tahap ini tenaga TLM akan
melakukan penanaman jaringan menggunakan bantuan suatu alat cetak khusus bernama
Base Mold. Tahapan penanaman jaringan adalah mulai dari menuangkan cairan parafin
ke base mold, maka langkah selanjutnya adalah ...
A. Tuangkan paraffin cair kembali hingga batas maksimal
B. Dinginkan dasar dari base mold sehingga posisi tidak terjadi perubahan
C. Tutup dengan kaset jaringan
D. Dinginkan dengan kondisi alas basemold dingin
E. Posisikan jaringan sesuai dengan yang diharapkan
25. Seorang TLM sedang melakukan pemotongan blok menggunkan mikrotom. Apa yang
harus dilakukan oleh TLM tersebut jika robek pada tengah pita?
A. Mengganti pisau
B. Bersihkan pisau dari sisa paraffin dengan kain yang diberi sedikit xylol
C. Perkuat penjepit
D. Dinginkan blok
E. Kurangi ketebalan pemotongan
26. Seorang ATLM melakukan pengolahan jaringan uterus dengan pewarnaan Hematoxilin
Eosin. Setelah diamati didapatkan preparat dengan warna ungu terlalu tebal sehingga
dilakukan proses diferensiasi dengan tujuan untuk mengurangi hasil pewarnaan yang
berlebih/dekolorisasi. Apakah larutan yang dapat digunakan?
A. Alkohol asam 1 %
B. Ammonia Water
C. Hematoxilin
D. Eosin
E. Xylol
27. Sedian berasal dari usapan serviks untuk keperluan diagnose kanker pada wanita difiksasi
dengan cara mencelupkannya ke dalam larutan fiksatif. Setelah pewarnaan, dilakukan
pengamatan tetapi tidak ada sel yang terlihat. Berdasar keterangan, apakah penyebabnya?
A. Jumlah sel terlalu banyak sehingga bertumpuk
B. Salah prosedur mengambil sampel
C. Jenis pewarna yang tidak sesuai
D. Cara fiksasi yang tidak tepat
E. Diamati dengan tidak pas

Anda mungkin juga menyukai