INSISI ABSES
No. Dokumen : 014.2/SPO/PKP-8/KPPM/III/2024
No. Revisi : 00
SPO Tanggal Terbit : 27 Maret 2024
Halaman : 1/2
KLINIK PRATAMA dr.
PRADIPTA MEDIKA FATONI
1. Pengertian Dalam arti umum berarti melakukan irisan pada kulit, sedangkan
dalam khusus, insisi abses berarti mengiris abses untuk
mengeluarkan pus yang ada didalamnya.
Syarat :
Irisan harus langsung, tidak terputus-putus langsung sampai ke
jaringan subkutis
Insisi harus sesuai garis Langer
Irisan yang dekat garis persendian harus sejajar dengan aksis /
sumbu sendi
Insisi sedapat mungkin disembunyikan, misal pada abses
mammae
Sterilitas harus dijaga
Arah insisi tidak boleh tegak lurus dengan alat penting yang ada
di daerah itu, missal arteri, vena, syaraf
Instrumentasi tehnik insisi abses dilakukan pada pasien dengan
abses yang sudah matang.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk petugas dalam
melakukan insis abses pada pasien
3. Kebijakan Keputusan Penanggung Jawab Klinik Pratama Pradipta Medika
Nomor 013/SK/PKP-8/KPPM/III/2024 tentang tentang Pelayanan
Anestesi dan Bedah di Klinik Pratama Pradipta Medika
4. Referensi Sjamsuhidajat R, De Jong W, Editors 2017. Buku Ajar Ilmu Bedah
Sjamsuhidajat-. De Jong. Sistem Organ dan Tindakan Bedahnya.
Jakarta:EGC
5. Prosedur 1) Petugas menjelaskan pasien tentang tindakan yang akan
dilakukan
2) Petugas menyampaikan Informed consent
3) Petugas mencuci tangan
4) Petugas menyiapkan alat
5) Petugas memakai sarung tangan
6) Petugas melakukan anastesi lokal yang terlebih dulu
dilakukan desinfektan dengan alkohol pada area yang akan di
anasthesi
7) Petugas melakukan insisi di tempat fluktuasi yang maksimal
irisan sampai fascia
8) Petugas membuka abses dengan memasukkan sumbu atau
klem (secara tumpul) supaya pus keluar
9) Petugas mengeluarkan semua infiltrat dengan memakai
sonde, atau cukup memakai jari tangan saja.
10) Petugas mengeluarkan pus dengan bersih, semprotkan H2O2
ke rongga kemudian semprotkan PZ lakukan secara berulang
sampai benar benar bersih dan beri bethadine
11) Petugas memasukkan tampon (lebar ± 1 cm) yang telah
mengandung betadine kedalam rongga abses
12) Tampon tidak boleh dimasukkan terlalu padat, kemudian
disisakan sepanjang ± 5cm untuk mempermudah
pengangkatan atau gunakan drain (dari bekas sarung tangan),
dimasukkan kedalam rongga abses, ganti tampon tiap hari,
sampai secret berwarna jernih (±5 hari)
13) Petugas memberi salep untuk merangsang jaringan setelah
tampon dikeluarkan
14) Petugas menutup luka dengan kasa dan betadine
15) Petugas mencuci tangan
16) Unit terkait Ruang Gawat Darurat
17) Diagram alir
Petugas Petugas Petugas mencuci tangan
menjelaskan menyampaikan
pada pasien informed consent
Petugas melakukan Petugas memakai Petugas menyiapkan
anestesi lokal sarung tangan alat
Petugas melakukan Petugas membuka Petugas mengeluarkan
insisi abses semua infiltrat dengan
memakai sonde
Petugas
Petugas memberi Petugas mengeluarkan pus
salep memasukkan dengan bersih
tampon
Petugas menutup Petugas mencuci
luka dengan kasa tangan
dan betadine
18) Rekaman Historis Perubahan
No. Yang dirubah Isi Perubahan Tgl. Mulai diberlakukan