Materi yang paling menarik menurut saya adalah topik 8 yang berjudul Pengembangan
Modul Projek P5/PPRA. Hal ini dikarenakan terlalu banyak miskonsepsi yang terjadi pada
pelaksanaan projek ini, sehingga menurut saya topik ini sangat menarik untuk di bahas.
Profil pelajar Pancasila merupakan rumusan kompetensi dalam pencapaian Standar
Kompetensi Lulusan pada setiap jenjang satuan pendidikan. Pelajar Indonesia diharapkan
memiliki kompetensi untuk menjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia
unggul dan produktif di Abad ke-21. Olehnya itu, Pelajar Indonesia diharapkan dapat
berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi
berbagai tantangan (Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, 2022).
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan LilAlamin (P2RA),
menjadi salah satu sarana dalam mewujudkan pencapaian profil pelajar Pancasila yang rahmatan
lil alamin, memberi kesempatan kepada peserta didik dalam penguatan dan pengembangan
karakter serta memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar hidup bersama di
lingkungannya. Peserta didik memiliki kesempatan yang seluas luasnya untuk mengkaji tema
dan isu penting yang ditemuinya dalam kehidupan sehari hari, seperti perubahan iklim,
radikalisme, kesehatan mental, budaya dan seni, kewirausahaan, penerapan teknologi, dan cara
hidup berdemokrasi. Dengan demikian, peserta didik diharapkan dapat melakukan aksi nyata
dalam bentuk projek dalam menjawab tema dan isu tersebut sesuai dengan jenjang satuan
pendidikan dan kebutuhan peserta didik.
Kompetensi profil pelajar Pancasila yang diharapakan dapat terwujud dalam setiap diri
peserta didik, memperhatikan faktor internal bangsa yang berkaitan dengan jati diri, ideologi,
dan cita-cita bangsa Indonesia, serta faktor eksternal yang berkaitan dengan konteks kehidupan
dan tantangan bangsa Indonesia di Abad ke-21 yang sedang menghadapi masa revolusi industri
4.0. dan 5.0. Pelajar Indonesia diharapkan memiliki kompetensi untuk menjadi masyarakat yang
demokratis serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21. Oleh karena itu, Pelajar
Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan global yang
berkesinambungan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Pelajar
Indonesia juga diharapkan mampu menjadi warga negara yang demokratis, unggul dan produktif
di Abad ke-21. Oleh karenanya, Pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam
pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan
(Satria, 2022). Kompetensi Pelajar Pancasila diuraikan dalam 6 (enam) dimensi sebagai
gambaran Profil Pelajar Pancasila, yaitu: a. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
dan berakhlak mulia. b. Berkebinekaan global. c. Bergotong-royong. d. Mandiri. e. Bernalar
kritis. f. Kreatif.
Untuk melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar
Rahmatan Lil Alamin, terdapat 3 strategi yang dapat digunakan: a. Berbentuk Ko-Kurikuler.
Projek dilaksanakan secara terpisah dengan kegiatan intrakurikuler. b. Terpadu/Terintegrasi.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin dilaksanakan
secara terintegrasi dalam kegiatan intrakurikuler. Dalam melaksanakan projek secara
terpadu/terintegrasi, pendidik melakukan kolaborasi dengan pendidik lain pada mata pelajaran
yang berbeda. Kegiatan projek juga dapat diarahkan dengan melibatkan masyrakat di sekitar
lingkungan madrasah dengan menerapkan pembelajaran berbasis lapangan atau masalah agar
peserta diidk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan secara dapat mengembangkan karakter
secara holistic. c. Ekstrakurikuler. Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil
Pelajar Rahmatan Lil Alamin dapat diintegrasikan dengan kegiatan ekstrakukrikuler di
madrasaha, seperti kegiatan Pramuka, Palang Merah Remaja, OSIS, dan kegiatan ekstrakurikuler
lainnya.
Dalam mendesain dan merancang Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil
Pelajar Rahmatan Lil Alamin, maka beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh satuan
pendidikan atau madrasah adalah: a. Membentuk Tim Fasilitator Proyek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin di Madrasah. b. Mengidentifikasi Kesiapan
satuan pendidikan atau madrasah. c. Menentukan Dimensi dan Tema Proyek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila dan Profil. d. Merancang Alokasi Waktu Proyek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila dan Profil Pelajar. e. Pemetaan Dimensi, Tema, dan Alokasi Waktu.
Setelah pendidik atau fasilitator Menyusun Profil Modul, beberapa langkah yang perlu
dijalankan untuk memudakan dalam Menyusun modul, yaitu: a. Menentukan tujuan Modul
Projek. b. Merancang rubrik pencapaian. c. Mengembangkan topik, alur aktivitas dan asesmen.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin
bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik sesuai dengan nilai nilai Pancasila dan
mampu mengamalkana ajaran agama secara moderat. Projek profil pelajar Pancasila dan
Rahmatan Lil Alamin dapat dinalankan oleh pendidik di madrasah secara berkolaborasi melalui
kegiatan kokurikuler, intrakokurikuler dan ekstrakurikuler. Tahapan yang dilaksanakan dalam
menjalankan projek ini adalah menganalisis tema, elemen, sub elemen sesuai dengan kelas atau
fase peserta didik. Selanjutnya, pendidik menentukan tujuan projek dan aktivitas kegiatan yang
akan dilaksanakan selama projek berlangsung serta menyusun asesemen sebagai alat untuk
menilai keberhasilan dan pencapai tujuan projek.
Pelajaran baik dari mengembangkan modul Projek adalah mengawal Pendidikan karakter
dan nilai-nilai berdimensi P5/PPRA. Nilai-nilai atau karakter merupakan satu paket dengan
tujuan yang ada di kurikulum sekolah. Ia merupakan komponen sikap yang penting dalam
pendidikan. Pendidikan membutuhkan kurikulum, kurikulum berisi tujuan yang mencapai pada
ranah sikap sehingga berfungsi sebagai arah Pendidikan. Pengembangan modul Projek P5/PPRA
menjadi isu penting Pendidikan dalam mencapai sikap yang diharapkan. Oleh karena itu guru
memahami betul cara mengembangkan modul Projek dari dimensi nilai, aktivitas dan
asesmenya. Melalui pengembangan modul Projek P5/PPRA, pencapaian profil pelajar Pancasila
dan profil pelajar rahmatan lil alamin dapat terwujud. Relevansi pengembangan modul Projek
P5/PPRA dalam kurikulum merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program kurikuler dan
dapat dilakukan secara kolaboratif yang meilbatkan beberapa guru bidang studi lain. Sebagai
bahan refleksi, guru melakukan pertanyaan refleksi apakah selama ini nilai nilai karakter
P5/PPRA sebagai acuan dalam pembelajaran. Tanyakan pada diri sendiri selama ini Projek
P5/PPRA sudah membiasakan nilai-nilai yang diharapkan. Bilamana nilai nilai dari
implementasi Projek P5/PPRA tercapai dengan baik, selanjutnya produk dari hasil Projek tadi
menjadi salah satu karya cipta yang mampu mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif.
Berbagai pertanyaan reflektif ini bisa ditanyakan. Kondisi yang tidak sesuai dengan harapan
sejatinya adalah sebuah masalah sebagai awal merefleksi. Dari masalah tersebut dicarikan solusi
dan diwujudkan dalam aksi praktik pembelajaran yang tertuang dalam tugas jurnal refleksi
praktek pembelajaran.