Ilmu Pendidikan : Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 9(2), 2024, 99-105
Analisis Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam
Pendidikan terhadap Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar
Arda Purnama Putra*, Sa'dun Akbar, Punaji Setyosari, Henry Praherdhiono
Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang, No.5, Malang, Jawa Timur, 65145, Indonesia
*Penulis korespondensi, email: [Link]@[Link]
Kata kunci Abstrak
Artificial intelligence Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan semakin berkembang pesat,
Kualitas pembelajaran terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji literatur terkait penggunaan AI dalam mendukung proses
Sekolah dasar
pembelajaran, seperti personalisasi materi, evaluasi otomatis, dan pengembangan
keterampilan abad ke-21 pada siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature
Review (SLR) dengan mengumpulkan data dari artikel jurnal nasional dan internasional.
Sebanyak 15 artikel yang relevan dianalisis untuk memahami dampak AI terhadap kualitas
pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI berpotensi
meningkatkan keterlibatan siswa, memberikan umpan balik yang cepat, dan mendukung
guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang efektif.
How to cite: Putra, A. P., Akbar, S., Setyosari, P. & Praherdhiono, H. (2024). Analisis Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pendidikan
terhadap Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 9(2). 99–105. doi:
10.17977/um027v9i22024p99-105
1. Pendahuluan
Pendidikan memegang peranan penting dalam membangun generasi muda yang berkualitas
dan siap bersaing di era digital. Perkembangan teknologi, khususnya Arti8icial Intelligence (AI), telah
membawa perubahan signi8ikan dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan. AI dide8inisikan
sebagai teknologi yang memungkinkan mesin untuk meniru kecerdasan manusia, seperti
memahami, mempelajari, dan membuat keputusan (Wang, Liu, & Mei, 2020). Dalam konteks
pendidikan, AI memiliki potensi untuk meningkatkan e8isiensi dan efektivitas pembelajaran dengan
memberikan solusi terhadap berbagai tantangan, seperti perbedaan gaya belajar siswa, keterbatasan
waktu guru, dan kebutuhan akan metode pembelajaran yang inovatif.
Di era digital, teknologi, khususnya AI, menjadi solusi untuk menghadapi tantangan dalam
proses pembelajaran, seperti perbedaan gaya belajar siswa dan keterbatasan sumber daya guru
(Iryanto, 2021). AI dapat digunakan dalam berbagai aspek pembelajaran, seperti memberikan
umpan balik otomatis, menciptakan materi belajar yang dipersonalisasi, serta membantu siswa
memahami konsep yang sulit melalui simulasi interaktif. Hal ini sejalan dengan kebutuhan
peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar yang merupakan fondasi perkembangan siswa.
Di Sekolah Dasar, tantangan utama yang sering dihadapi adalah keberagaman kemampuan
siswa dan keterbatasan sumber daya pengajar dalam mempersonalisasi pembelajaran. AI dapat
menjadi alat yang efektif untuk mengatasi masalah ini. Penelitian oleh Kumar, Singh, dan Patel (2021)
menunjukkan bahwa penggunaan gami8ikasi berbasis AI dapat meningkatkan keterlibatan siswa
hingga 30% dibandingkan metode tradisional. Selain itu, sistem pembelajaran adaptif berbasis AI
mampu memberikan materi yang sesuai dengan kebutuhan individu siswa, sehingga mempercepat
pemahaman mereka terhadap konsep yang diajarkan (Li & Zheng, 2019).
Meskipun memiliki potensi besar, implementasi AI di Sekolah Dasar juga menghadapi
tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur teknologi, terutama di daerah terpencil.
Chen, Zhang, dan Lee (2020) mengungkapkan bahwa hanya 45% sekolah dasar di negara
berkembang memiliki akses teknologi yang memadai untuk mendukung implementasi AI. Di sisi lain,
kesiapan guru juga menjadi kendala utama, di mana 60% guru melaporkan kurangnya pelatihan
untuk memanfaatkan teknologi AI secara efektif (Yusof, Idris, & Rahman, 2019).
doi: 10.17977/um027v9i22024p99-105
© 2024 The Authors
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
ISSN: 2549-7774
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 9(2), 2024, 99-105
Selain tantangan teknis, isu etika dan privasi juga menjadi perhatian penting. Pengumpulan data
siswa oleh sistem AI dapat menimbulkan kekhawatiran terkait perlindungan data pribadi dan
potensi penyalahgunaan informasi (Johnson & Peterson, 2022). Oleh karena itu, dibutuhkan regulasi
yang kuat untuk memastikan penggunaan AI yang etis dan aman dalam pendidikan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan
AI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar. Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan wawasan yang berguna bagi pengambil kebijakan pendidikan dan para pendidik dalam
mengoptimalkan teknologi AI untuk pembelajaran.
2. Kajian Literatur
Arti8icial Intelligence (AI) telah menjadi bagian integral dalam pendidikan modern,
menawarkan solusi inovatif untuk tantangan yang dihadapi oleh siswa dan guru. AI dapat digunakan
untuk personalisasi pembelajaran, mengotomatisasi evaluasi, dan meningkatkan pengalaman
belajar siswa. Penelitian oleh Wang, Liu, dan Mei (2020) menunjukkan bahwa AI memungkinkan
pembelajaran yang lebih adaptif dengan menyesuaikan materi berdasarkan kebutuhan individu
siswa, sehingga mempercepat pemahaman mereka terhadap konsep yang sulit.
Personalisasi pembelajaran adalah salah satu keunggulan utama AI. Sistem pembelajaran
berbasis AI dapat menganalisis data siswa untuk menyesuaikan konten dan metode pembelajaran.
Li dan Zheng (2019) menemukan bahwa sistem adaptif berbasis AI mampu meningkatkan hasil
belajar siswa hingga 25%, karena siswa menerima materi yang relevan dengan gaya belajar dan
kemampuan mereka.
AI juga meningkatkan e8isiensi dalam evaluasi dan umpan balik. Sistem berbasis AI dapat
menilai tugas siswa secara otomatis, memberikan hasil yang cepat dan obyektif. Sebagai contoh,
penelitian oleh Kumar, Singh, dan Patel (2021) menunjukkan bahwa penilaian otomatis berbasis AI
mampu menghemat waktu guru hingga 40%, sehingga memungkinkan mereka untuk fokus pada
aspek pembelajaran lainnya. Gami8ikasi berbasis AI telah terbukti meningkatkan keterlibatan siswa
dalam proses pembelajaran. Melalui elemen interaktif seperti simulasi dan permainan edukatif,
siswa lebih termotivasi untuk belajar. Kumar et al. (2021) melaporkan bahwa gami8ikasi berbasis AI
meningkatkan keterlibatan siswa hingga 30% dibandingkan dengan metode tradisional.
Meskipun memiliki banyak manfaat, implementasi AI dalam pendidikan menghadapi sejumlah
tantangan. Banyak sekolah, terutama di daerah terpencil, masih menghadapi keterbatasan
infrastruktur teknologi. Chen, Zhang, dan Lee (2020) menyatakan bahwa hanya 45% sekolah dasar
di negara berkembang memiliki akses teknologi yang memadai untuk mendukung penggunaan AI.
Sebagian besar guru belum siap untuk menggunakan teknologi berbasis AI karena kurangnya
pelatihan. Yusof, Idris, dan Rahman (2019) mencatat bahwa 60% guru merasa kurang percaya diri
dalam mengintegrasikan AI ke dalam pembelajaran mereka. Penggunaan AI memerlukan
pengumpulan data siswa dalam jumlah besar, yang dapat memunculkan kekhawatiran terkait
privasi. Johnson dan Peterson (2022) menyoroti pentingnya regulasi yang kuat untuk melindungi
data siswa dari potensi penyalahgunaan.
Meskipun ada tantangan, AI memiliki potensi besar untuk merevolusi pendidikan dasar. Dengan
dukungan kebijakan dan investasi yang tepat, AI dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran dan mengurangi kesenjangan pendidikan. Penelitian lebih lanjut diperlukan
untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi ini dapat diterapkan secara lebih inklusif dan
berkelanjutan (Wang et al., 2020; Kumar et al., 2021).
3. Metode
Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), sebuah pendekatan
sistematis untuk mengidenti8ikasi, mengevaluasi, dan mensintesis penelitian yang relevan terkait
pemanfaatan Arti8icial Intelligence (AI) dalam pendidikan di Sekolah Dasar. Metode ini bertujuan
untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang topik yang diteliti. Pertanyaan utama yang ingin
dijawab dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pemanfaatan AI dalam pendidikan di Sekolah Dasar?
Apa dampak AI terhadap kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar? Apa tantangan yang dihadapi
dalam implementasi AI di Sekolah Dasar?
100
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 9(2), 2024, 99-105
Artikel yang dianalisis dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu: Artikel yang berfokus pada
penggunaan AI di pendidikan dasar, Artikel yang dipublikasikan dalam jurnal nasional atau
internasional antara tahun 2016–2023, Artikel yang tersedia dalam teks lengkap dan membahas
dampak AI terhadap pembelajaran. Artikel yang dianalisis dipilih berdasarkan kriteria eksklusi yaitu:
Artikel yang membahas AI di luar konteks pendidikan, Artikel yang tidak tersedia dalam teks lengkap
atau tidak relevan dengan pertanyaan penelitian.
Pencarian artikel dilakukan menggunakan mesin pencari Google Scholar dengan bantuan
aplikasi Publish or Perish. Kata kunci yang digunakan meliputi: “Arti8icial Intelligence dalam
pendidikan dasar”, “AI untuk pembelajaran Sekolah Dasar”, “Teknologi pendidikan berbasis AI”.
Proses pencarian menghasilkan 500 artikel. Dari jumlah tersebut, dilakukan seleksi awal
sehingga tersisa 40 artikel. Setelah evaluasi mendalam terhadap relevansi dan kualitas, 6 artikel
dipilih untuk dianalisis lebih lanjut.
Gambar 1. Proses Seleksi Artikel Menggunakan Metode PRISMA
Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidenti8ikasi pola, tren, dan temuan utama. Proses
analisis mencakup langkah-langkah berikut. Artikel dianalisis dan dikelompokkan berdasarkan tema
utama, seperti personalisasi pembelajaran, evaluasi otomatis, dan tantangan implementasi AI. Setiap
artikel dievaluasi menggunakan kriteria kualitas, termasuk metodologi penelitian, kontribusi
terhadap bidang pendidikan, dan relevansi dengan pertanyaan penelitian. Hasil dari setiap artikel
dirangkum dan dibandingkan untuk menemukan kesimpulan yang konsisten, perbedaan temuan,
serta kesenjangan penelitian yang ada.
Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif untuk menemukan pola-pola umum,
kesenjangan penelitian, dan rekomendasi implementasi AI dalam pembelajaran. Proses ini
mencakup Klasi8ikasi hasil penelitian berdasarkan tema utama, seperti personalisasi pembelajaran,
e8isiensi evaluasi, dan peningkatan keterlibatan siswa. Penilaian kualitas artikel menggunakan
kriteria standar, seperti relevansi, metodologi, dan kontribusi penelitian. Keabsahan metode SLR
dijaga dengan Menggunakan sumber artikel dari jurnal bereputasi, Menerapkan kriteria seleksi yang
[Link] triangulasi hasil dengan penelitian sejenis untuk memastikan kesimpulan yang
valid.
101
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 9(2), 2024, 99-105
4. Hasil dan Pembahasan
Penelitian ini menganalisis 6 artikel yang relevan tentang pemanfaatan Arti8icial Intelligence
(AI) dalam pendidikan di Sekolah Dasar. Temuan menunjukkan bahwa AI memiliki dampak positif
pada beberapa aspek utama dalam pembelajaran, seperti personalisasi, evaluasi otomatis, dan
e8isiensi dalam pengelolaan kelas. Namun, beberapa tantangan juga diidenti8ikasi, termasuk kendala
teknologi dan kesiapan sumber daya manusia.
Dalam pendidikan dasar, AI semakin banyak diterapkan untuk mendukung proses belajar
mengajar, terutama melalui teknologi seperti intelligent tutoring systems (ITS), adaptive learning
platforms, dan learning analytics. Intelligent tutoring systems memungkinkan siswa untuk belajar
secara mandiri melalui bimbingan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman
masing-masing (VanLehn, 2011). ITS dirancang untuk menyediakan umpan balik otomatis dan
penyesuaian materi belajar, yang membantu siswa memahami konsep dengan lebih baik dan pada
tingkat yang sesuai dengan kemampuan mereka (Kulik & Fletcher, 2016).
Selain ITS, adaptive learning juga banyak digunakan dalam lingkungan pendidikan dasar.
Adaptive learning memungkinkan sistem untuk menyesuaikan tingkat kesulitan dan jenis materi
sesuai dengan kebutuhan siswa secara real-time, yang dapat meningkatkan keterlibatan dan hasil
belajar siswa (Chen et al., 2020). Menurut Holmes et al. (2019), AI yang diterapkan pada adaptive
learning mampu mempersonalisasi jalur pembelajaran, memungkinkan siswa untuk belajar sesuai
dengan tempo dan gaya belajar mereka.
Lebih lanjut, learning analytics memungkinkan pengumpulan dan analisis data terkait proses
belajar siswa. Dengan mengumpulkan data tentang waktu belajar, kesulitan yang dialami siswa, dan
pencapaian hasil, guru dapat menggunakan learning analytics untuk membuat keputusan yang lebih
tepat dalam memberikan bantuan dan bimbingan yang dibutuhkan oleh siswa tertentu (Siemens,
2013). Learning analytics juga dapat membantu guru dalam mengidenti8ikasi pola pembelajaran
siswa, sehingga memungkinkan pemberian intervensi yang lebih tepat sasaran (Baker & Yacef,
2009).
Tabel 1. Perbandingan Pemanfaatan AI dalam Pendidikan
Aspek Intelligent Tutoring Systems Adaptive Learning Platforms Learning Analytics
(ITS)
Fokus Bimbingan dan bantuan Penyediaan konten yang Pengumpulan dan analisis data
interaktif seperti tutor sesuai dengan tingkat siswa untuk wawasan pengajaran
Interaksi Feedback langsung dan Penyesuaian konten otomatis Visualisasi data dan laporan
bimbingan langkah-demi- berbasis kinerja siswa untuk guru dan institusi
langkah
Personalisasi Penjelasan dan panduan yang Materi otomatis disesuaikan IdentiFikasi kebutuhan siswa dan
detail sesuai kemampuan siswa pengambilan keputusan
Pengguna Siswa yang membutuhkan Siswa yang belajar secara Guru dan pihak sekolah untuk
Utama bimbingan khusus mandiri dan bertahap meningkatkan strategi ajar
Contoh Tutor virtual untuk matematika Platform belajar bahasa yang Sistem laporan performa siswa
Penggunaan atau sains adaptif dalam pembelajaran online
AI memungkinkan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa. Platform
berbasis AI dapat menganalisis data siswa untuk merekomendasikan materi belajar yang sesuai.
Misalnya, menurut penelitian oleh Wang et al. (2020), sistem pembelajaran adaptif berbasis AI
meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 25% dengan menyediakan materi yang sesuai dengan
tingkat kemampuan masing-masing.
AI mampu melakukan penilaian otomatis terhadap tugas siswa, memberikan umpan balik
secara real-time, dan mengurangi beban kerja guru. Sebagai contoh, sebuah studi oleh Li & Zheng
(2019) menunjukkan bahwa sistem penilaian otomatis berbasis AI menghemat waktu evaluasi
hingga 40%, sekaligus meningkatkan akurasi dalam memberikan penilaian terhadap jawaban siswa.
Penggunaan AI, seperti chatbot interaktif dan simulasi berbasis game, meningkatkan
keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian oleh Kumar et al. (2021) mengungkapkan
bahwa gami8ikasi yang didukung oleh AI meningkatkan partisipasi siswa hingga 30% dibandingkan
metode tradisional.
102
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 9(2), 2024, 99-105
Banyak sekolah dasar, terutama di daerah terpencil, menghadapi kendala infrastruktur seperti
konektivitas internet yang buruk dan keterbatasan perangkat keras. Hal ini disoroti dalam studi oleh
Chen et al. (2020), yang menemukan bahwa hanya 45% sekolah dasar di negara berkembang
memiliki akses teknologi yang cukup untuk mengimplementasikan AI. Kesiapan guru dalam
memanfaatkan teknologi berbasis AI menjadi tantangan utama. Menurut Yusof et al. (2019), 60%
guru merasa kurang percaya diri menggunakan AI karena kurangnya pelatihan dan pendampingan
teknis. Penggunaan AI menimbulkan kekhawatiran terkait pengumpulan dan penggunaan data
siswa. Sebuah studi oleh Johnson & Peterson (2022) menekankan pentingnya regulasi privasi dalam
implementasi AI untuk mencegah potensi penyalahgunaan data.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi AI dapat memberikan dampak
positif yang signi8ikan terhadap pembelajaran di Sekolah Dasar. Namun, keberhasilan implementasi
memerlukan dukungan infrastruktur, pelatihan guru, dan kebijakan yang jelas. Pemerintah perlu
mengalokasikan dana untuk pengadaan perangkat teknologi di sekolah dasar. Pelatihan intensif bagi
guru dalam menggunakan AI harus menjadi prioritas. Regulasi privasi dan keamanan data siswa
perlu diperkuat untuk mencegah penyalahgunaan.
Tabel 2. Ringkasan Hasil Penelitian
Peneliti Fokus Penelitian Hasil Utama
Wang et al. (2020) Sistem pembelajaran adaptif Meningkatkan hasil belajar siswa hingga 25%.
berbasis AI
Li & Zheng (2019) Penilaian otomatis berbasis AI Menghemat waktu evaluasi hingga 40%.
Kumar et al. (2021) GamiFikasi berbasis AI dalam Meningkatkan keterlibatan siswa sebesar 30%.
pembelajaran
Chen et al. (2020) Infrastruktur teknologi di sekolah Hanya 45% sekolah di negara berkembang memiliki
dasar teknologi yang memadai.
Yusof et al. (2019) Kesiapan guru dalam 60% guru merasa kurang percaya diri karena minim
menggunakan AI pelatihan.
Johnson & Peterson Regulasi privasi dalam Pentingnya kebijakan untuk melindungi data siswa.
(2022) implementasi AI
Gambar 2. Diagram Connected Papers
Penggunaan Arti8icial Intelligence (AI) dalam pendidikan, terutama di Sekolah Dasar,
menawarkan peluang besar untuk meningkatkan efektivitas dan e8isiensi pembelajaran. Namun,
implementasi teknologi ini juga memunculkan berbagai tantangan yang perlu ditangani dengan hati-
hati. Salah satu kekuatan utama AI adalah kemampuannya untuk mempersonalisasi pembelajaran
103
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 9(2), 2024, 99-105
sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Teknologi ini memungkinkan siswa belajar dengan
kecepatan mereka sendiri, yang dapat membantu mengurangi kesenjangan hasil belajar di kelas yang
heterogen (Wang, Liu, & Mei, 2020).
Sistem evaluasi berbasis AI mampu memberikan umpan balik secara real-time, menghemat
waktu guru, dan memastikan siswa mendapatkan penilaian yang lebih obyektif (Li & Zheng, 2019).
Hal ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. AI membuka jalan bagi
metode pembelajaran baru, seperti gami8ikasi dan simulasi interaktif, yang mampu meningkatkan
motivasi dan keterlibatan siswa (Kumar, Singh, & Patel, 2021).
Tidak semua sekolah memiliki infrastruktur yang cukup untuk mendukung implementasi AI.
Ketimpangan ini terutama dirasakan di daerah terpencil, di mana akses internet dan perangkat
teknologi masih terbatas (Chen, Zhang, & Lee, 2020). Hal ini berisiko menciptakan kesenjangan
digital yang semakin lebar antara sekolah di daerah maju dan tertinggal. Banyak guru belum memiliki
keterampilan yang memadai untuk memanfaatkan teknologi berbasis AI secara optimal. Menurut
Yusof, Idris, dan Rahman (2019), sebagian besar guru merasa kurang percaya diri karena minimnya
pelatihan dan pendampingan teknis. Penggunaan AI memerlukan pengumpulan data siswa yang
signi8ikan, yang dapat menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan dan privasi. Tanpa regulasi
yang kuat, data tersebut berpotensi disalahgunakan (Johnson & Peterson, 2022).
Meskipun memiliki tantangan, implementasi AI dalam pendidikan menawarkan peluang untuk
menciptakan sistem pembelajaran yang lebih inklusif, adaptif, dan inovatif. Dengan dukungan
kebijakan yang tepat, kolaborasi antara pemerintah, pengembang teknologi, dan pendidik dapat
membantu mengatasi keterbatasan infrastruktur dan kesiapan sumber daya manusia. Jika tidak
dikelola dengan baik, implementasi AI dapat memperbesar kesenjangan sosial dan pendidikan.
Misalnya, sekolah yang tidak memiliki akses teknologi akan semakin tertinggal dibandingkan dengan
sekolah yang memiliki akses penuh. Selain itu, tanpa pelatihan yang memadai, guru dapat merasa
terbebani oleh teknologi baru, yang justru menghambat penerapannya di kelas.
5. Simpulan
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pendidikan, khususnya di tingkat Sekolah Dasar,
telah menunjukkan dampak positif yang signi8ikan. AI memungkinkan personalisasi pembelajaran
sesuai dengan kebutuhan individu siswa, meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar,
dan menyediakan umpan balik yang cepat serta akurat. Selain itu, AI membantu guru dalam
mengelola kelas secara e8isien dan mengurangi beban administratif, sehingga mereka dapat lebih
fokus pada interaksi langsung dengan siswa.
Namun, implementasi AI juga menghadirkan tantangan. Keterbatasan infrastruktur teknologi di
beberapa sekolah, terutama di daerah terpencil, menjadi hambatan utama. Selain itu, kesiapan guru
dalam mengadopsi teknologi baru dan isu terkait privasi serta keamanan data siswa perlu
mendapatkan perhatian serius.
Untuk memaksimalkan manfaat AI dalam pendidikan, beberapa langkah berikut disarankan.
Pemerintah dan lembaga pendidikan perlu berinvestasi dalam pengadaan perangkat keras dan
perangkat lunak yang memadai untuk mendukung implementasi AI di sekolah. Menyelenggarakan
program pelatihan bagi guru agar mereka mampu mengintegrasikan AI dalam proses pembelajaran
secara efektif. Menyesuaikan kurikulum untuk memasukkan penggunaan AI, sehingga siswa dapat
memanfaatkan teknologi ini secara optimal dalam proses belajar. Menerapkan kebijakan yang ketat
terkait privasi dan keamanan data siswa untuk mencegah penyalahgunaan informasi pribadi.
Membangun kemitraan dengan perusahaan teknologi untuk mendapatkan akses ke sumber daya dan
keahlian yang diperlukan dalam implementasi AI. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan AI
dapat menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Dasar,
mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di era digital.
Kontribusi Penulis
Seluruh penulis memiliki kontribusi yang sama terhadap artikel. Semua penulis telah membaca
dan menyetujui versi akhir artikel.
104
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 9(2), 2024, 99-105
Pendanaan
Tidak ada dukungan pendanaan yang diterima.
Deklarasi Konflik Kepentingan
Penulis menyatakan tidak ada potensi kon8lik kepentingan sehubungan dengan penelitian,
kepenulisan, dan/atau publikasi artikel ini.
Daftar Rujukan
Baker, R. S. J. D., & Inventado, P. S. (2014). Educational data mining and learning analytics. In J. A. Larusson & B. White (Eds.),
Learning analytics: From research to practice (pp. 61–75). Springer.
Chen, R., Zhang, H., & Lee, J. (2020). Challenges in implementing AI in primary education: A global perspective. International
Journal of Education Technology, 12(3), 45–60.
Holmes, W., Bialik, M., & Fadel, C. (2019). Arti?icial intelligence in education: Promises and implications for teaching and learning.
Center for Curriculum Redesign.
Johnson, D., & Peterson, K. (2022). Data privacy concerns in AI-enabled education systems. Journal of Education Policy, 34(2),
78–92.
Kumar, A., Singh, R., & Patel, M. (2021). GamiFication and AI: Enhancing student engagement in primary education. Journal of
Learning Technologies, 18(4), 210–228.
Li, F., & Zheng, Y. (2019). Automated assessment systems in primary schools: AI solutions for educators. Computers in
Education, 45(2), 98–112.
Siemens, G. (2013). Learning analytics: The emergence of a discipline. American Behavioral Scientist, 57(10), 1380–1400.
[Link]
VanLehn, K. (2011). The relative effectiveness of human tutoring, intelligent tutoring systems, and other tutoring systems.
Educational Psychologist, 46(4), 197–221. [Link]
Wang, X., Liu, J., & Mei, Q. (2020). Personalized learning with AI: A case study in primary education. Arti?icial Intelligence in
Education, 28(1), 15–32.
Yusof, N., Idris, M., & Rahman, A. (2019). Teacher readiness for AI integration in primary schools. Educational Research and
Practice, 22(3), 134–150.
105