PENGARUH HARGA DAN KUALITAS LAYANAN
TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA RUMAH
MAKAN NASI SALA INCIM SUSI
METODE PENELITIAN
DISUSUN OLEH :
YOLANDA PRASETIA
221061201130
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA BARAT (UNISBAR)
2025
i
DAFTAR ISI
COVER
DAFTAR ISI .......................................................................................................... i
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................... 5
1.3 Tujuan Dan Manfaat Penelitian .............................................................. 5
1.3.1 Tujuan Penelitian .......................................................................... 5
1.3.2 Manfaat Penelitian ........................................................................ 6
1.4 Sistematika Penulisan ............................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan dunia usaha di era globalisasi saat ini sangatlah pesat dan ketat, salah
satunya adalah usaha dibidang kuliner. Dari tahun ke tahun usaha dibidang kuliner terus
bermunculan yang mengakibatkan peningkatan jumlah usaha yang sejenis. Untuk tetap
bertahan dalam persaingan, setiap usaha harus bisa berinovasi pada produk yang ditawarkan
agar mampu menarik perhatian para konsumen.
Bisnis kuliner merupakan salah satu dari sekian banyak bisnis yang berkembang pesat
saat ini yang muncul seiring dengan adanya ide yang kreatif dan inovatif yang membuat konsep
pemasaran pada bisnis kuliner lebih berkembang dan tepat sasaran. Konsep pemasaran
sudah mulai difokuskan untuk memberikan kepuasan pada konsumen sehingga
menghasilkan keuntungan yang tinggi dan menjadikan bisnis kuliner sebagai kebutuhan pokok
bagi setiap orang. Banyak strategi yang dapat dilakukan oleh pengusaha atau pemilik modal
dalam menghadapi persaingan yang semakin kuat, salah satunya bagaimana mereka
memahami perilaku konsumen yang akan atau telah membeli produk mereka.
Menurut Kotler dan Keller (2012), Manajemen pemasaran sebagai seni dan ilmu
memilih pasar sasaran dan meraih,mempertahankan,serta menumbuhka pelanggan dengan
menciptakan menghantarkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul.
Pengusaha atau pemilik modal juga harus mengetahui karakteristik konsumen secara umum
untuk memberikan output—produk yang baik dan layak kepada konsumen, sehingga
konsumen merasa puas dan tidak kecewa bila membeli output tersebut. Pengaruh
harga dan kualitas pelayanan dapat meningkatkan kepuasan konsumen dan
mempertahankan loyalitas konsumen terhadap produk atau jasa yang digunakan.
1
Harga merupakan hal terpenting dalam menentukan perkembangan usaha dalam
berbisnis. Harga adalah elemen dalam bauran pemasaran yang tidak saja menentukan
profitabilitas tetapi juga sebagai sinyal untuk mengkonsumsi proporsi nilai suatu produk.
Selain harga, kualitas pelayanan juga menentukan perkembangan usaha dalam
berbisnis. Pelayanan yang baik dan sesuai dengan yang diharapkan akan memberikan
kepuasan pada [Link] Kotler (2012) mendefinisikan kualitas pelayanan adalah
bentuk penilaian konsumen terhadap tingkat pelayanan yang diterima dengan tingkat
pelayanan yang diharapkan . apabila pelayanan yang diterima atau dirasakan sesuai dengan
yang diharapkan, maka kualitas pelayanan di persepsikan baik dan memuaskan.
Dalam mengatasi persaingan tersebut, pelaku usaha harus berusaha keras untuk
mempelajari dan memahami kebutuhan yang di perlukan oleh konsumen. Jika pelaku usaha
dapat mempelajari dan memahami kebutuhan konsumen, maka pelaku usaha dapat merancang
strategi pemasaran yang dapat menciptakan kepuasaan untuk pelanggan. Sebagai pelaku usaha,
harus bisa memahami perilaku konsumen pada sasaran pasarnya, hal itu karena kelangsungan
hidup bisnis sangat dipengaruhi oleh perilaku konsumen. Perilaku konsumen merupakan
tindakan individu dalam memperoleh, menggunakan, dan menentukan produk untuk
memenuhi kebutuhannya.
Masyarakat sudah mulai terbiasa dengan perubahan pola konsumsi untuk makan diluar
rumah. Terkadang makan diluar rumah dianggap lebih efisien atau bisa juga dijadikan sebagai
sarana refreshing bersama keluarga. Peluang usaha ini,biasanya dimanfaatkan oleh usaha
rumah makan. Sebagai penikmat kuliner, konsumen tentunya akan mempertimbangkan aspek
kualitas 2 pelayanan, harga dan lokasi terhadap rumah makan yang sesuai dengan yang
diharapkan. Jika konsumen merasa apa yang diharapkan sesuai, biasanya konsumen akan
melakukan pembelian ulang atau konsumen dapat merekomendasikannya ke orang lain.
2
Kualitas Pelayanan adalah pelaksanaan usaha pemenuhan berbagai macam kebutuhan
yang sesuai dengan harapan konsumen. Upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen
serta ketepatan dalam penyampaiannya dalam mengimbangi harapan konsumen (Tjiptono
2014:640). Pelaku usaha yang lebih mengutamakan kualitas pelayanan, dapat berpengaruh
pada kepuasaan konsumen. Pelaku usaha harus mampu meninjau kembali hal-hal yang
dibutuhkan konsumen dan melakukan upaya yang maksimal dalam memberikan pelayanan
yang terbaik.
Selain kualitas pelayanan, harga juga termasuk faktor yang mempengaruhi kepuasaan
pelanggan. Harga adalah salah satu faktor penting dalam penjualan, jika pelaku usaha terlalu
tinggi memberikan harga maka usaha tersebut bisa mengalami kebangkrutan. Harga
merupakan sejumlah uang yang dibayarkan atas barang atau jasa dalam jumlah nilai yang
konsumen tukar, untuk mendapatkan manfaat dari memiliki atau menggunakan barang atau
jasa (Buchori Alma 2013 : 169). Penetapan harga dalam suatu produk dilihat dari standar
kualitas produk yang dihasilkan perusahaan. Dalam hal ini, pelaku usaha harus menentukan
harga sesuai dengan daya beli konsumen dan kualitas makanan yang disajikan.
Menurut Kotler dan Armstrong (2012) Dalam arti yang sempit harga (price)
adalah jumlah yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa, lebih luas lagi harga dalah jumlah
semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan keuntungan dari memiliki atau
menggunakan suatu produk atau jasa.
Menurut kotler dan Keller (2012) ada 4 Indikator penetapan harga meliputi:
1)Terjangkau atau tidaknya harga, yaitu aspek penetapan harga yang dilakukan oleh
produsen/penjual yang sesuai dengan kemampuan beli konsumen.2)Kesesuaian antara harga
dengan kualitas produk, yaitu aspek penetapan harga yang dilakukan oleh
produsen/penjual yang sesuai dengan kualitas produk yang dapat diperoleh konsumen.3)Daya
3
saing harga, yaitu penawaran harga yang diberikan oleh produsen/penjual berbeda dan bersaing
dengan yang diberikan oleh produsen lain, pada satu jenis produk yang sama.4)Kesesuaian
harga dengan manfaat produk, yaitu aspek penetapan harga yang dilakukan oleh
produsen/penjual yang sesuai dengan manfaat yang dapat diperoleh konsumen dari produk
yang dibeli.
Kepuasan konsumen menjadi kunci suksesnya sebuah usaha. Saat konsumen
merasa puas dengan suatu produk maka akan menimbulkan rasa ingin membeli kembali.
Selain itu juga kepuasan konsumen akan berdampak pada citra sebuah usaha, karena
saat konsumen yang berkeinginaan membeli produk dengan adanya kepuasan yang tinggi
berati telah adanya kesesuaian antara keinginaan dan harapan konsumen terhadap suatu
[Link] Kotler (2012),
kepuasan pelanggan adalah hasil yang dirasakan oleh pembeli yang mengalami
kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya. Pelanggan merasa luas kalau
harapan mereka terpenuhi, dan pelanggan merasa sangat gembira jika haralan mereka
terlampaui. Pelanggan yang puas cenderung tetap loyal, membeli lebih banyak, kurang peka
terhadap perubahan harga dan pembicaraannya menguntungkan perusahaan. Dalam
memasarkan produknya produsen selalu berusaha untuk memuaskan keinginan dan
kebutuhan para pelanggan lama dan baru.
Menurut Tjiptono yang dikutip safrizal (2015) Unsur-unsur kualitas pelayanan
yang baik akan dapat menciptakan loyalitas pelanggan yang semakin melekat erat dan
pelanggan tidak berpaling pada perusahaan lain. Salah satu usaha adalah rumah makan,
yaitu sebagai tempat dimana melayani orang-orang yang merasa lapar dan instan. Rumah
makan dalam bentuk operasionalisasinya harusnya menciptakan kepuasan melalui
peningkatan kualitas pelayaan yang tententunya berorientasi pada kepuasan konsumen.
4
Terkadang ada rumah makan yang mengesampingkan kualitas pelayaan tapi ada pula rumah
makan yang mengutamakan kualitas pelayanannya. Konsumen sekarang lebih cendrung
selektif dalam penerapan pelayanan.
Dengan penjelasan latar belakang yang sudah dijelaskan diatas, maka peneliti tertarik
untuk mengangkat penelitian ini dengan judul “Pengaruh Harga Dan Kualitas Layanan
Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Rumah Maakan Nasi Sala Incim Susi”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penenlitian ini
yaitu :
1. Bagaimanakah pengaruh harga terhadap kepuasan pelanggan pada rumah makan nasi
sala incim?
2. Bagaimanakah pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan pada rumah
makan nasi sala incim?
3. Bagaimanakah pengaruh harga dan kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan pada
rumah makan nasi sala incim?
1.3 Tujuan Dan Manfaat Penelitian
1.3.1Tujuan Penelitian
Suatu penelitian tentu memiliki tujuan tujuan tertentu yang ingin digapai, adapun tujuan
tujuan yang ingin penulis lakukan ini, yaitu:
1. Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap kepuasan pelanggan pada rumah makan
nasi sala incim.
2. Untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan pada
rumah makan nasi sala incim.
5
3. Untuk mengetahui pengaruh harga dan kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan
pada rumah makan nasi sala incim.
1.3.2Manfaat Penelitian
Berdasarkan penjelasan sebelumnya, terdapat berbagai manfaat dalam penelitian ini, yaitu:
1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi untuk penelitian berikutnya
dan memberikan informasi kepada pembaca atau peneliti terkait pengaruh apa saja yang
dapat mempengaruhi harga dan kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan pada
rumah makan nasi sala incim.
2. Manfaat Praktis
a. Memberikan sumbangan pemikiran bagi pengusaha atau umkm bersangkutan
dalam meningkatkan penjualannya.
b. Sebagai input atau sebagai bahan masukan untuk perbaikan kedepannya bagi
pengusaha atau umkm, sehingga dapat mengambil kebijakan selanjutnya untuk
membuat usaha atau umkm tersebut lebih baik lagi kedepannya.
1.4 Sistematika Penelitian
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini akan dikemukakan tentang latar belakang masalah, identifikasi
masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian
dan sistematika penelitian.
6
DAFTAR PUSTAKA
Atmoko, T. P. H. (2017). Peningkatan Higiene Sanitasi sebagai Upaya Menjaga Kualitas
Makanan dan Kepuasan Pelanggan di Rumah Makan Dhamar Palembang. Jurnal
Khasanah Ilmu, 8(1), 1–9.
Berman, Barry & Evan, Joel, R. (2010). Retail Management: A Strategic Approach. Prentice
Hall, New Jersey.
Darmanto, R. F., & Ariyanti, A. (2020). Peranan Kualitas Pelayanan, Harga Dan Suasana
Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Pelanggan Bakso Boedjangan Bintara. Jurnal
Pengembangan [Link]
Dewa, C. B. (2019). Pengaruh Kualitas Restoran Terhadap Kepuasan Pelanggan Cengkir
Heritage Resto And Coffe. Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 10(1).
[Link]
Dr. Meithiana Indrasari. (2019). Pemasaran Dan Kepuasan Pelanggan: pemasaran dan
kepuasan pelanggan. Unitomo Press.
[Link]
&pg=PR3&dq=Pemasaran+Dan+Kepuasan+Pelanggan&ots=mb7cDHkw8g
&sig=QtD1n3Himw6TkH7QHgjiUGaHH3o&redir_esc=y#v=onepage&q=Pe
masaran Dan Kepuasan Pelanggan&F=False
Knight, J.B. and Kotschevar, L. H. (2007). Quantity Food Production, Planning, and
Management. John Wiley and Sons.
Kotler, Philip dan Armstrong, G. (2012). Prinsip-prinsip pemasaran, Jilid 1 = Principles of
marketing. [Link]
Liliani, P. (2020). Analisis Pengaruh Kualitas Makanan Dan Kualitas Pelayanan Terhadap
Kepuasan Pelanggan Dan Dampaknya Pada Behavioral Intention Restoran Top
Yammie. Jurnal Bina Manajemen, 8(2), 18–48. [Link]