0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan24 halaman

Karakteristik dan Pemahaman Konsep Matematika

Dokumen ini membahas objek kajian matematika dan karakteristiknya, termasuk sifat abstrak, kesepakatan, pola pikir deduktif, dan konsistensi sistem. Selain itu, dijelaskan pentingnya kemampuan pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika, dengan indikator-indikator yang harus dikuasai siswa. Terakhir, terdapat penjelasan tentang rubrik penilaian untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep siswa dalam matematika.

Diunggah oleh

Syifa Wulqalbi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan24 halaman

Karakteristik dan Pemahaman Konsep Matematika

Dokumen ini membahas objek kajian matematika dan karakteristiknya, termasuk sifat abstrak, kesepakatan, pola pikir deduktif, dan konsistensi sistem. Selain itu, dijelaskan pentingnya kemampuan pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika, dengan indikator-indikator yang harus dikuasai siswa. Terakhir, terdapat penjelasan tentang rubrik penilaian untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep siswa dalam matematika.

Diunggah oleh

Syifa Wulqalbi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Objek Kajian Matematika

Menurut Mulyani Sumantri matematika adalah pengetahuan yang tidak

kurang pentingnya dalam kehidupan [Link] karena itu tujuan pengajaran

matematika adalah agar siswa dapat berkonsultasi dengan mempergunakan angka-

angka dan bahasa dalam matematika.1 Dalam artian belajar matematika adalah

pembelajaran dengan menggunakan objek kajian yang abstrak yang sering juga

disebut sebagai objek mental.

Adapun karakteristik matematika menurut soedjadi adalah sebagai

berikut :2

1. Memiliki objek kajian yang abstrak

Objek kajian abstrak tersebut meliputi fakta, konsep, operasi, dan prinsip.

a. Fakta

Fakta adalah konvensi dalam matematika yang biasanya

diungkapkan lewat symbol tertentu.

b. Konsep

Konsep adalah ide abstrak pengelompokan objek-objek dan

menentukan apakah objek tersebut merupakan contoh atau bukan

1
Mulyani Sumantri, Kurikulum dan Pengajaran, (Jakarta: Depdikbud Dirjen DIKTI,
1998), H.98.

2
Soedjadi, Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia, (Jakarta: Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi, 2000), h.13.

13
14

contoh dari ide abstrak tersebut. Suatu konsep yang berada dalam

lingkup ilmu matematika disebut konsep matematika.

c. Operasi

Operasi adalah aturan untuk memperoleh elemen tunggal dari satu

atau lebih elemen yang diketahui. Elemen tunggal yag diperoleh

disebut sebagai hasil operasi, sedangkan elemen yang diketahui

disebut elemen yang dioperasikan.

d. Prinsip

Prinsip adalah objek matematika yang komplek, ang terdiri dari

beberapa fakta, beberapa konsep yang dikaitkan oleh suatu relasi

atau operasi.

2. Bertumpu pada kesepakatan

Kesepakatan dalam matematika merupakan tumpuan yang amat

[Link]-simbol dan istilah-istilah dalam matematika merupakan

kesepakatan atau konveksi. Dengan simbol dan istilah yang telah disepakati

dalam matematika maka pembahasan selanjutnya akan menjadi mudah

dilakukan dan dikomunikasikan.

3. Berpola pikir deduktif

Pola pikir deduktif secara sederhana dapat dikatakan pemikiran yang

berpangkal dari hal yang bersifat umum diterapkan atau diarahkan kepada hal

yang bersifat khusus. Pernyataan dalam matematika diperoleh dari pola pikir

deduktif, artinya kebenaran suatu pernyataan dalam matematika harus


15

didasarkan pada pernyataan matematika sebelumnya ag telah diakui nilai

kebenarannya.

4. Memiliki simbol yang kosong dari arti

Matematika memiliki banyak simbol, baik yang berupa huruf latin, huruf

yunani, maupun simbol-simbol khusus lainna. Simbol-simbol tersebut

membentuk kalimat dalam matematika yang biasanya disebut dengan model

[Link] matematika dapat berupa persamaan yang berupa gambar

(pictorial) seperti bangun-bangun geometri, grafik, maupun diagram.

5. Memperhatikan semesta pembicaraan

Sehubungan dengan kosongnya arti simbol-simbol matematika, maka dalam

penggunaanya seharusnya memperhatikan pula lingkup [Link]

atau sering disebut semesta pembicaraan bisa sempit atau [Link] kita

berbicara tentang bilangan-bilangan, maka simbol-simbol tersebut

menunjukkan bilangan-bilangan [Link] juga bila berbicara tentang

trigonometri maka symbol-simbol matematikanya menunjukkan suatu

trigonometri pula.

6. Konsisten dalam sistemnya

Matematika memilki berbagai macam hal yang dibentuk dari beberapa

aksioma dan memuat beberapa [Link] sistem berkaitan, ada pula sistem-

sistem yang dapat dipandang lepas satu dengan [Link] sistem

aljabar dan geometri, di dalam masing-masing sistem tersebut berlaku

konsistensi. Artinya tidak boleh terdapat kontradiksi.


16

B. Kemampuan Pemahaman Konsep

Kemampuan pemahaman konsep merupakan bagian yang sangat penting

dalam proses pembelajaran matematika. Kemampuan pemahaman konsep juga

merupakan landasan penting untuk menyelesaikan persoalan-persoalan

matematika maupun persoalan-persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga,

pemahaman konsep sangat penting, karena dengan penguasaan konsep akan

memudahkan siswa dalam mempelajari matematika. Pada setiap pembelajaran

diusahakan pada penguasaan konsep agar siswa memiliki bekal dasar yang baik

untuk mencapai kemampuan dasar yang lain seperti penalaran, komunikasi,

koneksi dan pemecahan masalah.

Menurut Sardiman, pemahaman (understanding) dapat diartikan

menguasai sesuatu dengan pikiran.3Menurut Yerizon pemahaman adalah tingkat

kemampuan yang mengharapkan siswa mampu memahami arti atau konsep,situasi

serta fakta yang diketahuinya.4Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman

merupakan kemampuan seseorang untuk memahami atau memperoleh makna dari

suatu informasi melalui pikiran. Sedangkan konsep menurut gadne dalam jurnal

Aulia Rahman Akmil dkk adalah ide abstrak yang memungkinkan kita dapat

mengelompokkan objek atau kejadian.5

Sardiman, Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. (Jakarta:Rajawali Pers: 2010), h. 43


4
Yerizon, [Link] Konsep Matematisdan Model Pembelajaran Quantum
Teaching. Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 1, No .1, 2012. Diakses pada 05 Desember 2019
dari situs:[Link]
5
Auliya Rahman Akmil, Armiati, dan Yusmet Rizal, Implementasi CTL dalam
Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa. Jurnal Pendidikan Matematika. Vol. 1
No.1, 2012. Diakses pada tanggal 05 Desembert 2019 dari situs
[Link]
17

Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan

pemahaman konsep dapat diartikan sebagai kemampuan siswa dalam memaknai,

menafsirkan, dan menyimpulkan suatu konsep matematika berdasarkan

pengetahuannya dengan berbagai indikator yang termuat di dalamnya.

Indikator kemampuan pemahaman konsep menurut Permendikbud

Nomor 58 Tahun 2014 adalah:6

1. Menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari.

2. Mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan dipenuhi tidaknya

persyaratan yang membentuk konsep tersebut.

3. Mengindentifikasi sifat-sifat operasi atau konsep.

4. Menerapkan konsep secara logis.

5. Memberikan contoh dan non contoh konsep.

6. Menyajikan konsep dalam berbagai macam bentuk representasi

matematis (tabel, grafik, diagram, gambar, sketsa, model

matematika, atau cara lainnya).

7. Mengaitkan berbagai konsep dalam matematika maupun diluar

matematika

8. Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Padma Mike Putri dkk,

bahwa pemahaman konsep siswa dapat dikatakan lebih baik dengan

6
Arrahim, Nurul Widayanti, “Perbandingan Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa
Kelas IV Dengan Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) Dan Model Realistik
Mathematic Education (RME) Pada Mata Pelajaran Matematika Di SDIT Darul Hasani Kabupaten
Bekasi”.[Link]. [Link].2, 2018..Diakses pada tanggal 10 Juni 2020
darisitus[Link]
18

menggunakan 3 indikator saja yaitu: (1) Menyatakan ulang sebuah konsep;

(2)Mengklasifikasikan objek menurut sifat tertentu sesuai dengan konsepnya; (3)

Mengaplikasikan konsep atau alogaritma ke pemecahan masalah.7

Berdasarkan pendapat di atas, dalam penelitian ini peneliti bermaksud

memilih 5 indikator saja yaitu : (1) Menyatakan ulang konsep yang telah

dipelajari; (2) Mengindentifikasi sifat-sifat operasi atau konsep; (3) Menerapkan

konsep secara logis; (4) Menyajikan konsep dalam berbagai macam bentuk

representasi matematis (tabel, grafik, diagram, gambar, sketsa, model

matematika, atau cara lainnya); (5) Mengembangkan syarat perlu atau syarat

cukup suatu konsep.

Adapun contoh dari masing-masing indikator tersebut adalah :Seorang

penjahit pakaian akan membuat dua macam pakaian dari bahan katun dantetoron.

Untuk membuat pakaian jenis pertama diperlukan 1 m katun dan 0,8 m tetoron.

Untuk pakaian jenis kedua diperlukan 0,5 m katun dan 0,2 tetoron. Tersedia

bahan katun sebanyak 140 m dan tetoron 96 m. jika keuntungan tiap pakaian

jenis pertama Rp. 50.000,00 dan jenis kedua Rp. 40.000,00. Tentukan fungsi

kendala dan fungsi tujuan dari permasalahan di atas !

Penyelesaian :

1. Menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari


7

Padma Mike Putridkk, Pemahaman Konsep Matematika pada Materi Turunan Melalui
Pembelajaran Teknik Probing, Jurnal Pendidikan [Link].1 No. 1, 2012. Diakses pada
tanggal 1 Juli 2020 dari situs [Link]
19

Kemampuan siswa mengungkapkan kembali apa yang telah

dikomunikasikan kepadanya.

Diketahui :
pakaian jenis 1= 1 m katun dan 0,8 m tetoron
pakaian jenis 2 = 0,5 m katun dan 0,2 tetoron
Persediaan bahan katun = 140 m
Persediaan bahan tetoron = 96 m
keuntungan pakaian jenis 1 = Rp. 50.000,00
keuntungan pakaian jenis 2 = Rp. 40.000,00
Ditanya : Tentukan fungsi kendala dan fungs itujuan?
Langkah-langkah penyelesaiannya sebagai berikut :
Misalkan
x = banyaknya pakaian jenis I
y = banyaknya pakaian jenis II

2. Menyajikan konsep dalam berbagai macam bentuk representasi matematis.

Kemampuan siswa memaparkan konsep menyajikan konsep dalam nernagai

macam bentuk representasi matematis seperti tabel, grafik dan lainnya

maka model matematikanya dapat ditentukan sebagai berikut :

X y Persediaan

Katun 1 0,5 140

Tetoron 0,8 0,2 96

Fungsi Objektif 50000 40000

3. Menerapkan konsep secara logis

Kemampuan siswa menerapkan konsep secara tepat


20

Dari tabel di atas dapat disusun fungsi kendala yaitu :

x + 0,5y ≤ 140

0,8x + 0,2y ≤ 96

x≥ 0

y≥0

4. Mengindentifikasi sifat-sifat operasi atau konsep

Kemampuan siswa dalam menyelesaian soal menggunakan sifat-sifat

operasi atau konsep tertentu

x + 0,5y ≤ 140

0,8x + 0,2y ≤ 96

jika disederhanakan menjadi :

2x + y ≥ 280

4x + y ≥ 480

5. Mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep.

Kemampuan siswa mengkaji mana syarat perlu atau syarat cukup yang

terkait dalam konsep suatu materi

Jadi Fungsi tujuannya adalah :f(x,y) = 50000x + 40000y

Kriteria penilaian setiap butir soal tes kemampuan pemahaman konsep

mengacu pada kriteria penilaian untuk setiap butir soal tes kemampuan

pemahaman konsep menggunakan rubrik holistik. Menurut Fauzan, rubrik


21

holistik adalah pedoman untuk menilai berdasarkan kesan keseluruhan atau

kombinasi semua kriteria.8

Tabel 2.1 Rubrik Penskoran Kemampuan Pemahaman Konsep

No Indikator Ketentuan Skor

1 Menyatakan Tidak ada ide untuk menyatakan ulang 0


ulang konsep konsep yang telah dipelajari
yang telah
dipelajari Tidak tepat dalam menyatakan ulang konsep 1
yang telah dipelajari

Dapat menyatakan ulang konsep yang telah 2


dipelajari tetapiterdapat 75% kesalahan

Dapat menyatakan ulang konsep yang telah 3


dipelajari tetapiterdapat 50% kesalahan

Dapat menyatakan ulang konsep yang telah 4


dipelajari dengan benar

2 Mengindentifi Tidak ada ide untuk mengindentifikasi sifat- 0


kasi sifat-sifat sifat operasi atau konsep
operasi atau
konsep Tidak tepat dalam mengindentifikasi sifat- 1
sifat operasi atau konsep

Dapat mengindentifikasi sifat-sifat operasi 2


atau konseptetapiterdapat 75% kesalahan

Dapat mengindentifikasi sifat-sifat operasi 3


atau konseptetapiterdapat 50% kesalahan

Dapat mengindentifikasi sifat-sifat operasi 4


atau konsepdenganbenar

3 Menerapkan Tidak ada ide untuk menerapkan konsep 0


konsep secara secara logis
logis
Tidak tepat dalam menerapkan konsep 1
secara logis

Fauzan Ahmad, Modul I Evaluasi Pembelajaran Matematika Pemecahan masalah


matematik. Evaluasi Matematika (Net:UNP, 2011), h. 38
22

Dapat menerapkan konsep secara logis 2


tetapi terdapat 75% kesalahan

Dapat menerapkan konsep secara logis 3


tetapi terdapat 50% kesalahan

Dapat menerapkan konsep secara logis 4


dengan benar

4 Menyajikan Tidak adaide menyajikan konsep dalam 0


konsep dalam berbagai macam bentuk representasi
berbagai matematis
macam
bentuk Tidak tepat dalam menyajikan konsep dalam 1
representasi berbagai macam bentuk representasi
matematis matematis

Dapat menyajikan konsep dalam berbagai 2


macam bentuk representasi matematis tetapi
terdapat 75% kesalahan

Dapat menyajikan konsep dalam berbagai 3


macam bentuk representasi matematis tetapi
terdapat 50% kesalahan

Dapat menyajikan konsep dalam berbagai 4


macam bentuk representasi matematis
dengan benar.

5 Mengembang Tidak ada ide mengembangkan syarat perlu 0


kan syarat atau syarat cukup suatu konsep
perlu atau
syarat cukup Tidak tepat dalam mengembangkan syarat 1
suatu konsep perlu atau syarat cukup suatu konsep

Dapat mengembangkan syarat perlu atau 2


syarat cukup suatu konsep tetapi terdapat
75% kesalahan

Dapat mengembangkan syarat perlu atau 3


syarat cukup suatu konsep tetapi terdapat
50% kesalahan
23

Dapat mengembangkan syarat perlu atau 4


syarat cukup suatu konsep dengan benar.

Sumber: Modifikasi Jurnal Siti Mawaddah dan Ratih Maryanti.9

C. Model Inquiry

1. PengertianModel Inquiry

Inquiry berasal dari bahasa Inggris yaitu inquiry yang dapat diartikan

sebagai proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan

ilmiah yang [Link] adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang

menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan

menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. 10Model

Inquiry menekankan pada permasalahan bagaimana siswa menggunakan

sumber belajar.

Hanafiah dan sujana menyebutkan yaitu model inquiry adalah model

pembelajaran yang menuntut siswa untuk dapat menemukan sendiri

pengetahuan dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan

perilaku.11Model Inquiry adalah model pembelajaran yang mampu mengiring

peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar.

Inquiry menempatkan peseta didik sebagai subjek belajar yang aktif.

9
Siti Mawaddah dan Ratih Maryanti, Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa
SMP dalam Pembelajaran Menggunakan Model Penemuan Terbimbing (Discovery Learning).
Jurnal Pendidikan Matematika. Vol. 4, Nomor 1, April 2016. Diakses pada 05 Desember2019 dari
situs :[Link]

10
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan,
(Jakarta: Kencana, 2008), h. 194
11
Hanafiah, Konsep Sstrategi Pembelajaran, (Bandung: Refika Afitama, 2010), h.77
24

Kendatipun model pembelajaran ini berpusat pada kegiatan paserta didik,

namun guru tetap memegang peranan penting dalam mendesain pengalaman

belajar. Guru berkewajiban mengiring peserta didik dalam melakukan

kegiatan. Kadang kala guru perlu memberikan penjelasan, melontarkan

pertanyaan, memberikan komentar dan melalui penciptaan iklim yang

kondusif, dengan menggunakan fasilitas media dan materi pembelajaran yang

bervariasi.

Pada dasarnya model Inquiry adalah cara menyadari apa yang telah

dialami, karena itu Inquiry menuntut peserta didik berpikir. Model

pembelajaran ini menuntut peserta didik memproses belajar menjadi sesuatu

yang bermakna dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, melalui model

pembelajaran ini peserta didik dibiasakan untuk produktif, analitis, dan

kritis.12

Menurut Schmidt yang mengartikan bahwa, Inquiry adalah suatu

proses untuk mendapatkan informasi dengan cara melakukan observasi dan

atau eksperimen guna mencari jawaban maupun memecahkan masalah

terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan menggunakan

kemampuan berpikir kritis dan [Link] uraian diatas, model Inquiry

adalah model yang memberikan keleluasaan kepada siswa untuk belajar

secara aktif, analitis dan kreatif dalam memecahkan persoalan matematika.

Adapun tahapan-tahapan dari model Inquiry adalah : merumuskan masalah,

12

H. M. Ali. Hamzah, Muhlisrarini. Perencanaan dan Strategi Pembelajaran Matematika.


(Jakarta: Rajawali Pers. 2014), h. 271.
25

merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan membuat

kesimpulan.13

Pengaruh model Inquiry terhadap kemampuan pemahaman konsep

terlihat pada penelitian Dwi Uswatun Hasanah yang dinyatakan berhasil

meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa dengan menggunakan

model Inquiry yang melewati dua siklus.14 Sebelum diterapkan model Inquiry

rata-rata kemampuan pemahaman konsep hanya 39,74. Sedangkan setelah

diterapkan model Inquiry kemampuan pemahaman konsep meningkat pada

siklus pertama dengan nilai rata-rata siswa 71,62 dan pada siklus kedua nilai

rata-rata model Inquiry kemampuan pemahaman konsep meningkat menjadi

85,66. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemahaman

konsep siswa setelah diterapkan model Inquiry.

2. Kelebihan dan Kekurangan Model Inquiry

Sebagaimana yang diketahui semua model pembelajaran mempunyai

kelebihan dan kekurangan, demikian pula dengan model Inquiry. Kelebihan

model Inquiry adalah :

a. Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa

sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide-ide dengan

lebih baik.
13

Siti atava Rizema Putra, Desain Belajar Mengajar Kreatif Berbasis Sains, (Yogyakarta:
Diva Press, 2013), h. 101-104.
14

Dwi Uswatun Hasanah, “Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika dengan


Model Pembelajaran InkuiriTerbimbing Siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Yogyakarta”, Skripsi,
(Universitas PGRI Yogyakarta)
26

b. Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi

proses belajar yang baru.

c. Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri,

bersifat jujur, objektif, dan terbuka.

d. Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan

hipotesisnya sendiri.

e. Memberikan kepuasan yang bersifat intrinsic.

f. Situasi pembelajaran lebih menggairahkan.

g. Dapat menggembangkan bakat atau kecakapan individu.

h. Memberikan kebebasan siswa untuk belajar sendiri.

i. Menghindarkan diri dari cara belajar tradisional.

j. Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnyas ehingga mereka

dapat mengeliminasi dan mengakomodasi informasi.15

Adapun kekurangan model Inquiry antara lain :

a. Siswa harus memiliki kesiapan dan kematangan mental, siswa harus

berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan

baik.

b. Keadaan kelas yang besar jumlah siswanya, maka model ini tidak

akan mencapai hasil yang memuaskan.

c. Guru dan siswa yang sudah sangat terbiasa dengan proses belajar

mengajar gaya lama, maka model Inquiry ini akan mengecewakan.

15

H. M. Ali. Hamzah, [Link] dan Strategi..., h. 272


27

d. Ada kritik, bahwa proses dalam model Inquiry terlalu mementingkan

proses pengertian saja, kurang memperhatikan perkembangan sikap

dan keterampilan bagi siswa.16

D. Tinjauan Materi Program Linear

Masalah pemrograman linear adalah masalah optimisasi bersyarat

yakni pencarian nilai maksimum atau pencarian nilai minimum sesuatu

fungsi tujuan berkenaan dengan keterbatasan-keterbatasan atau kendala

yang harus dipenuhi. Persyaratan, batasan, dan kendala dalam persoalan

linear merupakan sistem pertidaksamaan [Link] persamaan

linear adalah sebuah persamaan aljabar, yang tiap sukunya mengandung

konstanta, atau perkalian konstanta dengan variabel tunggal.

Di dalam persoalan linear terdapat fungsi linear yang bisa disebut

sebagai fungsi objektif. Masalah-masalah tersebut secara umum dapat

dirumuskan sebagai berikut :

Fungsi tujuan memaksimumkan dinotasikan dengan Z dan relasi

dalam kendala berbentuk ( ≤ )sehingga bentuknya dapat dilihat pada

persamaan (2.1). Maksimumkan fungsi tujuan.

Z=c 1 x 1 +c 2 x 2 +…+ c j x j (2.1)

terhadap kendala-kendala

16

WinaSanjaya, StrategiPembelajaranBerorientasiStandar Proses Pendidika…, h. 206-207.


28

a 11 x 1 +a 12 x 2+ …+a1 x j ≤b 1

a 21 x 1+ a22 x 2 +…+a 2 x j ≤ b2

⋮⋮⋮⋮

a i1 x 1+ ai 2 x 2 +…+ aij x j ≤ bi (2.2)

Kendala non negatif

x j ≥ 0 ( j=1 , 2 ,… , n )

Fungsi tujuan meminimumkan dinotasikan dengan W dan relasi

dalam kendala berbentuk ( ≥ ) sehingga menjadi :

Meminimumkan fungsi tujuan

W =c 1 x 1 +c 2 x 2 +…+ c j x j

terhadap kendala-kendala

a 11 x 1 +a 12 x 2+ …+a1 x j ≥b 1

a 21 x 1+ a22 x 2 +…+a 2 x j ≥ b2

⋮⋮⋮⋮

a i1 x 1+ ai 2 x 2 +…+ aij x j ≥ bi

Kendala non negatif

x j ≥ 0 ( j=1 , 2 ,… , n )
29

Dengan :
x j :variabel keputusan ke− j/banya k nya produk ke− j ( j=1 ,2 , … , n )

b i : suku tetap/bahan mentah junis ke−i yang tersedia ( i=1 , 2 , … ,m )

a ij : koefisien kendala /bahan mentah ke-i yang digunakan untuk

memproduksi satu unit produk j


c j : koefisien ongkos /harga jual satu unit j.

Secara keseluruhan model matematis yang digunakan untuk

menyelesaikan suatu permasalahan pemrograman linear dapat disusun ke

dalam bentuk tabel, seperti tampak pada Tabel 2.2

Tabel 2.2 bentuk umum tabel model pemrograman linear.


cj c1 c2 … cn

ci xi / x j x1 x2 … xn bi

c1 x1 a 11 a12 … a1 j b1

c2 x2 a 21 a22 … a2 j b2

⋮ ⋮ ⋮
cm xm a i1 ai 2 … aij bm

zj z 1 z 2 … zn Z

z j −c j z 1−c 1 z 2−c2 … z n −c n

Keterangan :
x j :variabel keputusan ke-j/ banyaknya produk ke-j (j = 1, 2, ..., n)

x i :variabel basis ke-I (i = 1, 2,…, m)

c j :koefisien ongkos / harga jual satu unit j

c i : koefisien ongkos milik variable basis ke-I (i = 1, 2, …, m)

a ij: koefisien kendala/ bahan mentah ke-i yang digunakan untuk


30

memproduksi satu unit produk j


b i : suku tetap / bahan mentah jenis ke-i yang tersedia
m
z j : ∑ c i aij ¿ )
i=1

m
z : ∑ c i b i ( jumlahhasil kali c i dengan kolom bi )
i=1

z j −c j :selisih z j denganc j

Adapun langkah-langkah dalam penyelesaian permasalah

program linear adalah sebagai berikut :

1. Tentukan variabel-variabel kendalanya.

2. Tentukan fungsi tujuan.

3. Susun model dari variabel-variabel kendala.

4. Gambarkan grafik dari model yang telah dibuat.

5. Tentukan titik-titik potong dari grafik.

6. Tentukan daerah penyelesaian yang sesuai.

7. Hitung nilai optimum dari fungsi tujuan.

E. Tahapan Pembelajaran pada Materi Program Linear Menggunakan

Model Inquiry

Adapun tahapan pembelajaran pada materi Program Linear

menggunakan model Inquiry adalah sebagai berikut:


31

Tabel 2.3 Tahapan pembelajaran pada materi Program Linear


menggunakan model Inquiry
Tahap Pembelajaran Kegiatan
Fase 1: Menyampaikan a. Guru mengkondisikan siswa untuk siap
Tujuan dan menerima pembelajaran dengan salam dan
Memotivasi Siswa berdoa.
b. Guru memotivasi siswa tentang manfaat
program linear dalam kehidupan sehari-hari.
c. Guru memberikan cakupan materi dan
menyampaikan tujuan pembelajaran yang
harus dicapai oleh siswa.
Fase 2 : Observasi a. Siswa dibagikan dalam beberapa kelompok
Untuk Menemukan
Masalah b. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa untuk
diselesaikan dalam kelompok.
c. Setiap kelompok mengerjakan LKS untuk
menentukan daerah himpunan penyelesaian
dari sistem pertidaksamaan linear dua peubah

Fase 3 : Merumuskan a. Guru membimbing siswa untuk merumuskan


Masalah
masalah
Misalnya, bagaimana menentukan daerah
himpunan penyelesaian dari system
pertidaksamaan linear dua variable

Fase 4 : Merumuskan a. Guru membimbing siswa membuat hipotesis


Hipotesis
terhadap masalah yang telah dirumuskan

Fase 5 : a. Guru membimbing siswa untuk membuat


Merencanakan
Pemecahan Masalah rencana pemecahan masalah
b. Guru menugaskan kepada masing-masing
kelompok untuk berdiskusi memecahkan
masalah yang diberikan sesuai dengan LKS.

Fase 6 : Melakukan a. Guru membimbing siswa selama proses


Ekperimen
32

eksperimen dan berperan sebagai fasilitator


b. Guru membimbing siswa agar aktif bekerja
sama dalam memecahkan masalah.
c. Guru berkeliling mengamati kerja setiap
kelompok dan membantu kelompok jika ada
yang mengalami kesulitan

Fase 7 : Melakukan a. Guru membantu siswa melakukan pengamatan


Pengamatan dan
Pengumpulan Data tentang hal-hal penting yang berhubungan
dengan daerah himpunan penyelesaian dari
sistem pertidaksamaan linear dua

Fase 8 : Analisis Data a. Guru meminta perwakilan kelompok untuk


mempresentasikan hasil kerja mereka.
b. Guru bersama siswa mengkaji kembali proses
pemecahan masalah yang digunakan siswa

Fase 9 : Penarikan a. Siswa diminta untuk merangkum (membuat


Kesimpulan
catatan-catatan penting) dari kegiatan belajar
ini

Sumber : Langkah Pembelajaran dengan model Inquiry

F. Penelitian Relevan

Untuk mendukung penelitian ini, peneliti mencantumkan beberapa hasil

penelitian yang berhubungan dengan model Inquiry adalah:

1. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nerru Pranuta Murnaka dan Sri

Ratna Dewi dengan judul “ Penerapan Metode PembelajaranInquiryUntuk

Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis“


33

menunjukkan bahwa model Inquiry dapat meningkatkan kemampuan

pemahaman konsep matematis.17

2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Agata Sri Sumaryati dan Dwi

Uswatun Hasanah dengan judul “Upaya Meningkatkan Pemahaman

Konsep Matematika Dengan Model Pembelajaran Inkuiri Siswa Kelas

VIII C SMP Negeri 11 Yogyakarta” menunjukkan bahwa modelInquiry

mempengaruhi meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa kelas

VIII C SMP Negeri 11 Yogyakarta.18

3. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ketren Ocmita Yanda, Jumroh dan

Dina Octaria dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Model

Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Ditinjau

Dari otivasi Belajar Siswa” menunjukkan bahwa modelInquiry

mempengaruhi pemahaman konsep matematika siswa dan efektif

digunakan sebagai model pembelajaran.19

G. Keterkaitan Antara Model Inquiry dan Kemampuan Pemahaman Konsep

Model inquiry yang merupakan pembelajaran yang berbasis

keaktifan penemuan dari siswa sendiri akan cocok digunakan untuk


17

Nerru Pranuta Murnaka dan Sri RatnaDewi. Penerapan Metode Pembelajaran Inquiry
Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis. Journal Of Medives : Journal
Of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang. Vol. 2, Nomor 2, 2018. h. 103-108
18

Agata Sri Sumaryati dan Dwi Uswatun Hasanah. Upaya Meningkatkan Pemahaman
Konsep Matematika Dengan Model Pembelajaran Inkuiri Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 11
Yogyakarta. Jurnal [Link]. 2, Nomor 2, Desember 2015. h.195-206
19

Ketren Ocmita Yanda, dkk. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan
Pemahaman KonsepDitinjau Dari otivasi Belajar Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika.
Vol. 2, Nomor 1, Desember 2019.h. 121-125
34

mengetahui pengaruh model pembelajarannya terhadap kemampuan

pemahaman konsep. Hanafiah dan sujana menyebutkan yaitu model

inquiry adalah model pembelajaran yang menuntut siswa untuk dapat

menemukan sendiri pengetahuan dan keterampilan sebagai wujud adanya

perubahan perilaku.20 Model pembelajaran seperti ini akan berdampak

positif bagi penemuan-penemuan siswa. Pemahaman konsep merupakan

kemampuan yang setidakna dimiliki ileh setiap siswa kaena kemampuan

ini akan membantu siswa memahami materi dan memahami konsep-

konsep serta ide-ide pada materi tertentu.

Berdasarkan langkah-langkah model inquiryakan dilihat keterkaitan

model inquiry dengan kemampuan pemaham konsep siswa. Tahap

pertama model inquiry siswa dituntut merumuskan masalah yang

diberikan. Pada tahap ini siswa mampu mengekspresikan ide-ide dan

konsep-konsep matematis secara tertulis sehingga dapat menyatakan ulang

suatu konsep. Pada tahap ini siswa membentuk rumusan-rumusan masalah

yang ditemui selama pembelajaran.

Tahap kedua siswa mengajukan atau merumuskan hipotesis dari

masalah yang dirumuskan sehingga siswa dapat mengembangkan syarat

perlu atau syarat cukup suatu konsep. Pada tahap ketiga siswa secara

berkelompok mulai mengumpulkan data dari teman-teman yang lain. Pada

tahap ini siswa dituntut mampu menyajikan konsep dalam berbagai bentuk

representasi matematis untuk diuji pada tahap [Link] keempat

20
Hanafiah, Konsep Sstrategi Pembelajaran, (Bandung: Refika Afitama, 2010), h.77
35

siswa secara berkelompok mulai menguji data berdasarkan sata yang

ditemukan sehingga siswa dapat mengindentifikasi sifat-sifat operasi atau

konsep. Pada tahap kelima siswa secara berkelompok membuat

kesimpulan sehingga siswa dapat menerapkan konsep secara logis.

Suherman mengemukakan bahwa belajar inquiry adalah belajar

dengan membangun sendiri ide-ide, mempresentasikan masalah dan

menelesaikan permasalahan.21 Dalam hal ini siswa akan belajar mandiri

sehingga siswa dapat memahami konsep yang mampu merepresentasikan

konsep, dan memilih prosedur ang tepat untuk memecahkan masalah yang

diberikan.

H. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap

permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. 22 Hipotesis

dalam penelitian ini adalah: Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa

yang belajar dengan model Inquiry lebih baik dari pada pada siswa yang belajar

tanpa menggunakan model Inquiry.

21
E. Suherman, Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer, (Bandung: JICA, UPI.
2007), h. 70
22

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, edisi 6, (Jakarta:


Rineka Cipta, 2006), h. 24
36

Anda mungkin juga menyukai