BIMBINGAN DAN KONSELING
PERKEMBANGAN DI SEKOLAH
TEORI DAN PRAKTIK
ii
KATA SAMBUTAN
Kemajuan ilmu dan teknologi pada era global sekarang ini
menuntut setiap profesi untuk dapat meningkatkan dan
memperkuat konsep dasar keilmuan yang menjadi pijakan
profesionalitasnya. Implementasi sebuah profesi yang didasarkan
pada keilmuan yang kuat akan mampu memfasilitasi
perkembangan individu secara optimal. Pada akhirnya
kepercayaan masyarakat (trust building) akan terbangun dengan
kokoh, sehingga profesi yang dimaksud akan semakin
berkembang.
Saya sebagai Rektor Universitas Slamet Riyadi Surakarta
menyambut baik diterbitkannya buku ajar mahasiswa Bimbingan
dan Konseling Perkembangan, mengingat bahwa buku ajar ini
sangat dibutuhkan oleh mahasiswa calon konselor (baik di
sekolah maupun di luar sekolah). Saat ini arah dan perspektif baru
bimbingan dan konseling sebagai upaya proaktif dan sistematik
untuk memfasilitasi individu mencapai tingkat perkembangan
yang lebih tinggi, pengembangan perilaku efektif, pengembangan
lingkungan, dan peningkatan keberfungsian individu di dalam
lingkungannya. Kondisi inilah yang perlu disadari oleh semua
pegiat bidang bimbingan dan konseling agar nantinya tugas
pokok dan fungsi bimbingan dan konseling berada pada jalur
yang tepat.
Salah satu upaya paling strategis untuk meningkatkan
profesionalitas kinerja konselor dapat dilakukan melalui upaya
mempersiapkan mahasiswa calon konselor untuk menguasai
konsep dasar dan aplikasi bimbingan dan konseling
perkembangan. Melalui buku ajar ini mahasiswa tidak hanya
dibekali dengan konsep teoritik saja akan tetapi diberi
vi
pemahaman yang komprehensif tentang aplikasi layanan
bimbingan dan konseling dengan perspektif perkembangan.
Akhirnya saya berharap buku ajar ini bisa dimanfaatkan
sebaik-baiknya dan dapat dijadikan pegangan bagi dosen
pengampu mata kuliah Bimbingan dan Konseling Perkembangan.
Kepada penulis yang telah menyusun buku ajar ini saya
sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-
tingginya.
Surakarta, Juni 2016
Rektor UNISRI
Prof. Dr. Ir. Kapti Rahayu Kuswanto
vii
PENGANTAR
Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan
pemerintah mengusahakan serta menyelenggarakan satu sistem
pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
yang diatur dengan undang-undang (UUD Tahun 1945 Pasal 31
Ayat 1 dan 3). Lebih jauh dijelaskan bahwa pendidikan
merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara (UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1
Ayat 1).
Dalam pernyataan lain, dikemukakan bahwa fungsi
pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dua aspek penting tentang konsep dasar dan fungsi
pendidikan yang dikemukakan dalam UU No. 20 Tahun 2003
memberikan peluang dan ruang yang sangat terbuka bagi peran
bimbingan dan konseling dalam keseluruhan sistem pendidikan
nasional. Peran bimbingan itu secara khusus tersurat dalam
SHUQ\DWDDQ ³3HQGLGLNDQ DGDODK XVDKD VDGDU XQWXN PHQ\LDSNDQ
peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau
viii
ODWLKDQ EDJL SHUDQDQQ\D GL PDVD \DQJ DNDQ GDWDQJ´ ,QL EHUDUWL
bahwa keberadaan bimbingan dan konseling di lingkungan
pendidikan, baik formal non formal, maupun informal merupakan
konsekuensi logis yang dikuatkan dengan landasan hukum
sebagaimana aspek pendidikan seperti kurikulum pendidikan dan
manajemen pendidikan. Dengan kata lain, kedudukan atau posisi
bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari
keseluruhan program pendidikan.
Selain aspek hukum, keberadaan layanan bimbingan dan
konseling dalam sistem pendidikan secara umum dilatarbelakangi
oleh beberapa landasan. Untuk meningkatkatkan efektivitas
penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling profesional,
maka pekerjaan profesi itu harus ditata berlandaskan tuntutan riil
masyarakat pengguna juga mengacu pada rujukan teori-teori yang
berkenaan dengan landasan filosofis, sosiologis, psikologis,
sosiologis, psikologis, sosio-kultur dan sistem nilai baik yang
bersifat umum maupun keagamaan.
Surakarta, Juni 2016
Penulis
Ulul Azam, [Link]., [Link].
ix
DAFTAR ISI
KATA SAMBUTAN ................................................................ vi
PENGANTAR ........................................................................viii
DAFTAR ISI ............................................................................. x
BAB I PERKEMBANGAN INDIVIDU ............................... 1
I. Kompetensi Dasar ..................................................... 1
II. Indikator ................................................................... 1
III. Uraian Materi............................................................ 1
A. Perkembangan Individu ................................... 1
1. Konsep Dasar Perkembangan ................ 1
2. Manifestasi dan Cara Pendekatan
terhadap Perkembangan Individu ........... 6
B. Proses Perkembangan Individu ........................ 7
1. Alur Perkembangan Individu ................. 7
2. Kecenderungan Arah
Perkembangan Individu ......................... 9
C. Tahap Perkembangan Individu ...................... 11
1. Tahapan Perkembangan Individu ......... 11
2. Tugas-tugas Perkembangan
lndividu ............................................... 15
3. Beberapa Hukum Perkembangan
Perilaku dan Pribadi serta
Implikasinya bagi Pendidikan .............. 21
D. Variasi Individual Siswa................................ 24
1. Pengertian Siswa ................................. 24
x
2. Teori-Teori Psikologi tentang
Hakikat Siswa ..................................... 26
3. Siswa sebagai Makhluk
Individual ............................................ 37
4. Perbedaan Individual Siswa ................. 39
IV. Rangkuman ............................................................. 46
V. Latihan dan Tugas ................................................... 47
VI. Referensi ................................................................ 47
BAB II KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN
KONSELING PERKEMBANGAN ........................ 48
I. Kompetensi Dasar ................................................... 48
II. Indikator ................................................................. 48
III. Uraian Materi.......................................................... 48
A. Asumsi Dasar dan Kebutuhan
Bimbingan dan Konseling
Perkembangan............................................... 48
B. Teori Bimbingan dan Konseling
Perkembangan............................................... 52
C. Tujuan Bimbingan dan Konseling
Perkembangan............................................... 55
1. Tujuan BK Perkembangan yang
Berkaitan dengan Aspek Pribadi-
Sosial: ................................................. 55
2. Tujuan BK Perkembangan yang
Terkait dengan Aspek Akademik: ........ 57
3. Tujuan BK Perkembangan yang
Terkait dengan Aspek Karir:................ 58
xi
D. Prinsip-prinsip Bimbingan dan
Konseling Perkembangan .............................. 59
E. Peran Personil Sekolah dalam
Bimbingan dan Konseling
Perkembangan............................................... 61
1. Kepala Sekolah ................................... 62
2. Wakil Kepala Sekolah ......................... 62
3. Wali Kelas .......................................... 63
4. Guru Mata Pelajaran............................ 63
5. Staf Administrasi................................. 64
6. Konselor/Guru BK .............................. 64
F. Manfaat Bimbingan dan Konseling
Perkembangan............................................... 65
1. Manfaat bagi Siswa ............................. 66
2. Manfaat bagi Orang Tua ...................... 66
3. Manfaat bagi Guru .............................. 67
4. Manfaat bagi Kepala Sekolah .............. 67
5. Manfaat bagi Pengelola
Pendidikan .......................................... 68
6. Manfaat bagi Konselor Sekolah ........... 68
7. Manfaat bagi Pendidik Konselor .......... 69
8. Manfaat bagi Kelanjutan
Pendidikan Siswa ................................ 69
9. Manfaat bagi Layanan Personal
Siswa .................................................. 70
10. Manfaat bagi Tenaga Kerja dan
Dunia Industri ..................................... 70
IV. Rangkuman ............................................................. 71
xii
V. Latihan dan Tugas ................................................... 72
VI. Referensi ................................................................ 73
BAB III BIMBINGAN DAN KONSELING
PERKEMBANGAN SEBAGAI
KERANGKA KONSEPTUAL BIMBINGAN
DAN KONSELING KOMPREHENSIF .................. 74
I. Kompetensi Dasar ................................................... 74
II. Indikator ................................................................. 74
III. Uraian Materi.......................................................... 74
A. Hakikat Bimbingan dan Konseling
Komprehensif ............................................... 74
B. Komponen Program Bimbingan dan
Konseling Komprehensif ............................... 82
1. Pelayanan Dasar .................................. 83
2. Pelayanan Responsif............................ 85
3. Perencanaan Individual........................ 89
4. Dukungan Sistem ................................ 91
C. Bidang Layanan Bimbingan dan
Konseling...................................................... 93
1. Bimbingan dan Konseling
Pribadi ................................................ 93
2. Bimbingan dan Konseling Sosial ......... 94
3. Bimbingan dan Konseling
Belajar ................................................ 96
4. Bimbingan dan Konseling Karir .......... 97
D. Penyusunan Program Bimbingan dan
Konseling Komprehensif ............................... 99
xiii
1. Mengkaji Kebijakan dan Produk
Hukum yang Relevan ........................ 101
2. Menganalisis Harapan dan
Kondisi Sekolah ................................ 101
3. Menganalisis Karakteristik dan
Kebutuhan Siswa ............................... 102
4. Menganalisis Program,
Pelaksanaan, Hasil, Dukungan
serta Faktor-faktor Penghambat
Program Sebelumnya ........................ 103
E. Penyelenggara Layanan Bimbingan dan
Konseling dan Pihak yang Dilibatkan .......... 108
1. Penyelenggara Layanan
Bimbingan dan Konseling ................. 108
2. Pihak Lain yang Dilibatkan ............... 110
IV. Rangkuman ........................................................... 112
V. Latihan dan Tugas ................................................. 112
VI. Referensi .............................................................. 113
BAB IV STRATEGI LAYANAN DARI KOMPONEN
PROGRAM BIMBINGAN DAN
KONSELING PERKEMBANGAN ...................... 114
I. Kompetensi Dasar ................................................. 114
II. Indikator ............................................................... 114
III. Uraian Materi........................................................ 114
A. Pelayanan Dasar .......................................... 114
1. Layanan Orientasi ............................. 114
2. Layanan Informasi............................. 121
3. Layanan Penguasaan Konten ............. 126
xiv
4. Layanan Bimbingan Kelompok ......... 134
5. Aplikasi Instrumentasi ....................... 144
B. Pelayanan Responsif ................................... 151
1. Layanan Konseling Individu .............. 151
2. Layanan Konseling Kelompok........... 159
3. Referal (Alih Tangan atau
Rujukan) ........................................... 170
4. Layanan Konsultasi ........................... 174
5. Konseling Teman Sebaya .................. 180
6. Konferensi Kasus .............................. 190
7. Kunjungan Rumah............................. 194
C. Perencanaan Individual ............................... 200
1. Layanan Penempatan dan
Penyaluran ........................................ 200
2. Himpunan Data ................................. 207
D. Dukungan Sistem ........................................ 215
IV. Rangkuman ........................................................... 226
V. Latihan dan Tugas ................................................. 227
VI. Referensi .............................................................. 227
DAFTAR PUSTAKA............................................................. 230
BIODATA PENULIS ............................................................ 234
xv
BAB I
PERKEMBANGAN INDIVIDU
I. Kompetensi Dasar
Menguasai konsep dan prinsip-prinsip perkembangan
individu.
II. Indikator
A. Mampu memahami hakikat perkembangan.
B. Mampu menjelaskan proses dan tahapan
perkembangan individu.
C. Mampu memahami variasi individual siswa.
III. Uraian Materi
A. Perkembangan Individu
1. Konsep Dasar Perkembangan
Istilah perkembangan berarti serangkaian perubahan
progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses
kematangan dan pengalaman. Seperti yang dikatakan oleh
Van den Daele (Hurlock, 1980) bahwa perkembangan
adalah perubahan secara kualitatif. lni berarti bahwa
perkembangan bukan sekadar penambahan ukuran pada
tinggi dan berat badan seseorang atau kemampuan
seseorang, melainkan suatu proses integrasi dari banyak
stuktur dan fungsi yang kompleks.
lndividu yang dimaksud dalam tulisan ini adalah
siswa yang melakukan proses pembelajaran. Adapun
1
perkembangan adalah perubahan yang dialami oleh
individu menuju tingkat kematangannya yang berlangsung
secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan, baik
mengenai fisik maupun psikisnya. Jadi perkembangan
individu di sini adalah perubahan yang dialami oleh siswa
menuju tingkat kematangannya yang berlangsung secara
sistematis, progresif, dan berkesinambungan, baik fisik
maupun psikisnya. Proses perkembangan pada diri
individu yang sedang mengalami proses pendidikan perlu
dipahami oleh para pendidik. Apakah siswa mengalami
perkembangan atau sebaliknya. Oleh karena itu tanggung
jawab terhadap perkembangan individu sebagai siswa
menjadi bagian dari kehidupan pendidik.
Dalam proses pendidikan seluruh aspek
perkembangan individu hendaknya dikembangkan
seoptimal mungkin. Oleh sebab itu, para pendidik
hendaknya memahami perkembangan siswa sehingga para
pendidik dapat berupaya secara optimal dalam
mengembangkan seluruh aspek perkembangan siswa.
Semakin banyak para pendidik mempelajari tentang
perkembangan siswa, diperkirakan akan semakin baik para
pendidik dalam membimbing mereka.
Terdapat beberapa istilah yang berhubungan dengan
konsep perkembangan, antara lain pertumbuhan,
kematangan, dan belajar. Pertumbuhan dapat diartikan
sebagai perubahan alamiah secara kuantitatif pada segi
jasmani atau fisik. Kematangan merupakan titik kulminasi
dari suatu fase pertumbuhan sebagai titik tolak kesiapan
2
BAB II
KONSEP DASAR
BIMBINGAN DAN KONSELING
PERKEMBANGAN
I. Kompetensi Dasar
Menguasai konsep dasar bimbingan dan konseling
perkembangan.
II. Indikator
A. Mampu memahami asumsi dasar dan kebutuhan
bimbingan dan konseling perkembangan.
B. Mampu menjelaskan teori bimbingan dan konseling
perkembangan.
C. Mampu memahami tujuan bimbingan dan konseling
perkembangan.
D. Mampu memahami prinsip bimbingan dan konseling
perkembangan.
E. Mampu menjelaskan peran personil sekolah dalam
bimbingan dan konseling perkembangan.
III. Uraian Materi
A. Asumsi Dasar dan Kebutuhan Bimbingan dan
Konseling Perkembangan
BK perkembangan merupakan orientasi baru layanan
BK yang didasarkan pada fungsi pengembangan. Selain
berfungsi sebagai pemecahan masalah atau penyembuhan,
48
BK perkembangan juga berfungsi sebagai pencegahan,
pendidikan, dan pengembangan. Ini berarti model BK
perkembangan memungkinkan konselor untuk
memfokuskan tidak sekedar terhadap gangguan emosional
konseli, melainkan lebih mengupayakan pencapaian tujuan
dalam kaitan penguasaan tugas-tugas perkembangan,
menjembatani tugas-tugas yang muncul pada saat tertentu
dan meningkatkan sumber daya dan kompetensi dalam
memberikan bantuan terhadap pola perkembangan yang
optimal dari konseli (Blocher, 1974).
Konsep BK perkembangan mengandung implikasi
bahwa target layanannya menjadi tidak sebatas individu
saja, melainkan akan tertuju kepada semua individu dalam
berbagai kehidupan di dalam masyarakat. Perkembangan
yang sehat atau optimal dalam pengembangan perilaku
efektif harus terjadi pada setiap diri individu dalam
berbagai tatanan lingkungan. Dengan demikian BK
perkembangan menjadi terarah kepada upaya membantu
indvidu untuk: (1) lebih menyadari dirinya dan cara-cara ia
merespon lingkungannya; (2) meningkatkan keefektifan
diri mereka dengan menguasai aspek-aspek perkembangan
yang dapat dimanfaatkan dan dapat mengendalikan
respon emosional terhadap situasi yang tidak dapat
dikuasai; (3) mengembangkan serta mengklasifikasi
perangkat tujuan dan nilai-nilai perilaku pada masa yang
akan datang. Strategi layanan BK perkembangan menjadi
terarah kepada upaya menata dan menciptakan ekologi
49
DAFTAR PUSTAKA
Achmad Juntika Nurihsan. 2005. Strategi Layanan Bimbingan
dan Konseling. Bandung: Remaja Rosdakarya.
______. 2011. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar
Kehidupan. Bandung: Refika Aditama.
Ahmad Juntika Nurihsan dan Mubiar Agustin. 2011.
Dinamika Perkembangan Anak dan Remaja (Tinjauan
Psikologi, Pendidikan, dan Bimbingan). Bandung:
Refika Aditama.
Ahman. 2011. Konsep Dasar Bimbingan dan Konseling
Perkembangan. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Brandley T. Erford. 2007. Transforming the School Counseling
Profesion. New Jersey: Pearson Education Ltd.
Carr, R. A. 1981. Theory and Practice of Peer Counseling.
Ottawa: Canada Employment and Immigration
Commision.
Dewa Ketut Sukardi dan Desak P.E. Nila Kusmawati. 2008.
Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta:
Rineka Cipta.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Pendidikan
Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan
Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Bandung:
Universitas Pendidikan Indonesia.
230
Desmita. Psikologi Perkembangan Peserta Didik (Panduan bagi
Orang Tua dan Guru dalam Memahami Psikologi Anak
Usia SD, SMP, dan SMA). Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Donald H Blocher. 1974. Developmental Counseling. Secand
ed. New York: John Wiley & Sons.
Fajar Santoadi. 2010. Manajemen Bimbingan dan Konseling
Komprehensif. Yogyakarta: Penerbit Universitas
Sanata Dharma.
Fatur Rahman. 2008. Penyusunan Program BK di Sekolah;
(Bahan Diklat Profesi Guru Rayon 11 DIY dan
Jateng). Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Gerald Corey. 2012. Theory and Practice of Group Counseling
(Eighth Edition). Brooks/Cole Publishing Company:
USA.
Gladding, S.T. 2004. Counseling, a Comprehensive Profession.
Fifth Ed. Upper Saddle River, NJ: Perason.
Gysbers, N. C. & Henderson, P. 2006. Developing &
Managing Your School Guidance and Counseling
Program. Alexandria: American Counseling
Association.
Hurlock, E.B. 1980. Developmental Psychology: a Life Span
Approach. New York: McGraw-Hill Inc.
Jeanette Murad Lesmana. 2011. Dasar-dasar Konseling.
Jakarta: UI-Press.
231
247