PROMOSI
Apa itu Promosi?
Promosi adalah kegiatan dalam bidang pemasaran yang bertujuan untuk mengenalkan
produk kepada calon konsumen.
Biasanya, bahasa yang digunakan dalam promosi adalah persuasif, yaitu yang memiliki
nada membujuk agar calon konsumen tertarik membeli produk.
Singkatnya, promosi dilakukan untuk meyakinkan calon konsumen bahwa produk yang
ditawarkan memiliki keunggulan dan dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan mereka.
Sebagai contoh, penayangan iklan popok bayi di sela sinetron yang sedang tayang di TV
dapat meyakinkan ibu untuk membeli popok dengan merek tersebut.
Untuk meyakinkan calon konsumen, promosi perlu mencantumkan dan menunjukkan
keunggulan produk dengan format yang menarik.
Jenis-Jenis Promosi
Saat ini, terdapat berbagai jenis promosi yang dapat digunakan untuk mengenalkan produk
kepada calon konsumen. Adapun beberapa jenis promosi yang perlu diketahui adalah:
1. Promosi Secara Langsung
Kegiatan promosi adalah sesuatu yang memerlukan pendekatan khusus. Terkadang
dibutuhkan promosi secara langsung di mana marketer langsung menghubungi konsumen
potensial.
Adapun contoh promosi secara langsung yang umumnya ditemukan adalah menyebarkan
informasi promosi melalui brosur dan email.
2. Promosi Secara Digital (Digital Marketing)
Saat ini kebutuhan promosi bisa terpenuhi dengan bantuan berbagai media yang ada,
termasuk media digital.
Promosi secara digital bisa dilakukan di platform media sosial atau situs. Biasanya promosi
dilakukan dengan menggunakan konten-konten informatif dan unik untuk menarik
perhatian calon konsumen.
3. Komunikasi dari Orang ke Orang
Terkadang promosi bisa dilakukan ketika bertatapan. Kelebihan dari promosi ini adalah
cara menyampaikan atau mengenalkan produk yang lebih efektif secara verbal.
Hal utama yang perlu ditekankan di sini adalah kemampuan komunikasi yang baik dan
persuasif agar dapat membujuk calon konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan.
4. Iklan Fisik
Salah satu kebutuhan utama promosi adalah mengenalkan produk secara luas. Inilah
mengapa iklan fisik produk ternama banyak ditemukan di berbagai sudut daerah di seluruh
Indonesia.
Di samping brosur, marketer biasanya menggunakan baliho untuk mengenalkan produk
secara luas, tidak fokus ke target konsumen saja.
Selain baliho, poster dan penayangan iklan di layar besar pada tempat umum juga menjadi
bentuk iklan fisik yang perlu diperhitungkan tingkat efektivitasnya.
5. Public Relation
Menjaga citra brand yang baik di mata publik merupakan sesuatu yang dapat diwujudkan
melalui public relation.
Public relation lebih mengarah pada kegiatan humas atau pengenalan yang tidak
bersifat hard sell.
Biasanya untuk menjaga citra brand, perusahaan akan menyelenggarakan acara terbuka
atau membuat press release seputar brand itu sendiri.
6. Sales Promotion
Promosi adalah suatu kegiatan yang bersifat sementara guna mendongkrak angka
permintaan dan penjualan produk.
Adapun promosi yang biasanya dilakukan dalam periode waktu tertentu adalah
penyediaan flash sale, kupon, hadiah gratis, diskon musiman, dan lain sebagainya.
7. Sponsor
Jenis promosi selanjutnya adalah sponsor yang dilakukan dengan membayar suatu acara
atau seseorang untuk memperkenalkan produk.
Biasanya akan ada segmen khusus di tengah acara untuk kebutuhan sponsor ini. Di sisi lain,
sponsor bisa berbentuk promosi dari influencer untuk meningkatkan brand awareness.
Fungsi Promosi
Secara umum, terdapat empat fungsi promosi yang perlu diketahui oleh pelaku bisnis,
yaitu:
Informing: Memberikan penjelasan tentang suatu produk secara luas.
Persuading: Membujuk calon konsumen untuk membeli produk.
Reminding: Mengingatkan calon konsumen bahwa produk masih tersedia.
Reassuring: Meyakinkan konsumen bahwa produk yang dibeli berkualitas tinggi.
Tujuan Promosi
Seperti yang disebutkan sebelumnya, salah satu tujuan utama promosi adalah mengenalkan
produk kepada masyarakat luas.
Di samping itu, promosi juga bertujuan untuk mencapai beberapa hal lainnya, seperti:
1. Mengenalkan Brand Lebih Luas
Promosi yang tepat bisa membuat calon konsumen tertarik untuk membeli produk. Tidak
hanya itu, brand pun akan dikenal lebih luas karenanya.
Upaya promosi adalah sesuatu yang perlu direncanakan dengan matang agar selaras dengan
citra brand.
Jadi, diperlukan promosi yang unik dan sesuai dengan brand guideline agar pesan
dari brand maupun ajakan untuk membeli produk tersampaikan dengan baik.
2. Mengungguli Kompetitor
Promosi adalah upaya untuk mengungguli kompetitor di sektor bisnis yang sama. Hal ini
juga dapat membantu pelaku bisnis mengenali strategi promosi lawan dan
melakukan counter attack.
Adapun untuk mendapatkan perhatian publik, promosi produk perlu dilakukan dengan
cermat. Untuk itu, pelajari tren internet agar dapat memanfaatkan waktu dengan tepat untuk
promosi bisnis.
3. Menarik Perhatian Konsumen Baru
Upaya promosi yang beragam bisa membuka peluang bisnis untuk mendapatkan konsumen
baru.
Apabila bisnis stuck di posisi yang sama dalam waktu lama, maka saatnya untuk mencari
pasar baru.
Sebagai contoh, bisnis makanan instan lama dengan brand value tinggi memutuskan untuk
menggunakan media sosial TikTok dalam promosi produk barunya.
Dengan menggunakan platform yang digandrungi anak muda, pemain bisnis lama tersebut
akan berpeluang mendapatkan konsumen baru dan memperluas pangsa pasar seiring waktu.
4. Meningkatkan Konversi
Dalam bisnis, promosi adalah aktivitas penting yang menentukan keputusan calon
konsumen untuk melakukan konversi atau tidak.
Konversi terjadi ketika calon konsumen menyelesaikan transaksi pembelian dan akhirnya
berubah menjadi konsumen.
Strategi Promosi
Agar dapat terlaksana dengan tepat dan mendatangkan keuntungan bagi bisnis, promosi
perlu dilakukan dengan strategi yang tepat. Adapun strategi yang bisa dilakukan di
antaranya:
1. Melakukan Riset Pasar
Dalam merencanakan strategi promosi, dibutuhkan wawasan seputar keadaan pasar terkini.
Untuk itu, lakukan riset pasar secara mendalam untuk menentukan langkah promosi apa
yang harus diambil.
2. Memahami Target Konsumen
Pahami tujuan promosi itu sendiri agar dapat menyampaikan pesan secara tepat kepada
target konsumen.
Misal, jika target konsumen berada di rentang usia 20 – 35 tahun, maka promosi lebih
cocok dilakukan di media sosial.
Dari sana, pelaku bisnis juga dapat menentukan gaya bahasa yang cocok untuk digunakan
dalam pembuatan konten promosi.
3. Menentukan Tujuan Promosi
Selain memahami target konsumen, pelaku bisnis perlu menentukan tujuan promosi agar
dapat mendapatkan gambaran hasil yang perlu dicapai.
Adapun tujuannya bervariasi, seperti peningkatan konversi, brand awareness,
jumlah view di TikTok atau YouTube, dan lain sebagainya.
4. Menggunakan Kanal Pemasaran yang Tepat
Selaras dengan pemahaman seputar target konsumen, pelaku bisnis perlu menentukan kanal
pemasaran yang tepat untuk dapat menjangkau pasar yang dituju.
Sebagai contoh, Twitter ataupun layar iklan besar di tengah kota bisa menjadi kanal
pemasaran yang cocok untuk pekerja.
5. Membuat Copy yang Menarik
Tampilan menarik perlu didukung dengan kata-kata manis yang bisa membujuk calon
konsumen untuk melakukan konversi.
Untuk itu, buatlah copy semenarik mungkin yang sesuai dengan brand guideline guna
menunjukkan keunggulan produk yang ditawarkan.
6. Membuat Anggaran yang Sesuai
Meskipun promosi adalah suatu aktivitas yang penting, pelaku bisnis tidak perlu merogoh
saku lebih dalam untuk melakukannya.
Pastikan untuk membuat anggaran yang sesuai dengan kebutuhan agar promosi dapat
berjalan sesuai rencana. Apabila biaya promosi membengkak, maka bisnis akan merugi.
7. Mengevaluasi Hasil Promosi
Promosi adalah proses yang memerlukan proses evaluasi secara detail agar kekurangan dan
kelebihan pelaksanaannya dapat diidentifikasi.
Dengan begitu, pelaku bisnis akan dapat menghindari kesalahan yang sama dalam
melakukan promosi pada periode selanjutnya.
Itulah informasi seputar promosi yang perlu diketahui oleh pelaku bisnis. Strategi promosi
memerlukan perencanaan matang agar mendapatkan hasil yang sesuai harapan.