0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan17 halaman

Pengaturan Waktu dan Load Balancing Mikrotik

Diunggah oleh

a33960726
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan17 halaman

Pengaturan Waktu dan Load Balancing Mikrotik

Diunggah oleh

a33960726
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Yara Pahya
2. Ida Sri Wahyuni
3. Rina Endriana

Pengaturan Waktu Pada Mikrotik

Pengaturan waktu (jam/tanggal/bulan/tahun) pada Router Mikrotik mutlak


diperlukan ketika anda sudah implementasi rule-rule berdasarkan parameter
waktu, dimana rule tersebut dikonfigurasikan agar berjalan pada waktu tertentu.
Misalnya scheduler.
Ketidak sesuaian waktu antara Router Mikrotik dengan keadaan nyata, akan
mengakibatkan rule tersebut tidak berjalan sesuai kebutuhan. Selain itu,
pencatatan Log pada Router juga terdapat informasi waktu kapan Log tersebut
dibuat, sehingga akan membingungkan pembacaan jika informasi waktu tidak
sesuai dengan keadaan nyata.
Pengaturan waktu pada Router Mikrotik bisa dilakukan pada menu System >
Clock. By default waktu pada Router Mikrotik menunjukkan jam 00:00:00 tanggal
Jan/02/1970. Harus dilakukan penyesuaian waktu pada Router.

Pada RouterBoard, pengaturan manual pada System > Clock tersebut akan
kembali ke pengaturan default saat router reboot. Hardware RouterBoard tidak
dirancang untuk bisa melakukan penyimpanan waktu seperti hal nya sebuah
Komputer.
Alternatifnya, bisa menggunakan service NTP (Network Time Protocol) yang
memungkinkan Router bisa melakukan sinkronisasi waktu terhadap perangkat
lain pada jaringan.
Mikrotik bisa difungsikan sebagai NTP server maupun NTP Client atau kedua
nya secara bersamaan.

Mikrotik Sebagai NTP Client


Pada package system RouterOS Mikrotik sudah terdapat fitur SNTP (Simple
Network Time Protocol) Client yang bisa digunakan untuk memfungsikan
Router sebagai NTP Client. Saat menyala, Router akan otomatis melakukan
sinkronisasi waktu terhadap NTP Server yang ditunjuk sehingga pengaturan
waktu akan tetap update.
Ada banyak NTP Server di internet yang bisa digunakan. Contoh : [Link]
, [Link] ,dsb. Gunakan mode=unicast.

Hanya terdapat 2 mode pada SNTP Client, broadcast dan unicast. Untuk mode
yang lain (Multicast dan Manycast) bisa gunakan NTP Client dengan
menginstall package [Link].

Terlihat SNTP Client sudah berhasil melakukan sinkronisasi. Setelah sukses


melakukan sinkronisasi, tidak serta merta waktu Router sudah benar. Cek pada
menu System > Clock . Anda akan melihat bahwa tanggal sudah sesuai akan
tetapi jam masih belum. Sesuaikan dengan mengatur Time Zone Name .

Mikrotik Sebagai NTP Server


Fungsi NTP Server pada Mikrotik tidak terdapat pada package default RouterOS,
sehingga harus install manual package [Link].
Dengan fungsi NTP Server ini kita bisa memiliki sebuah server didalam jaringan
kita sehingga RouterBoard yang lain cukup mencari informasi waktu pada
jaringan lokal, tidak perlu menggunakan bandwidth untuk akses ke public NTP
server di internet.
NTP server bisa kita bangun pada sebuah hardware yang bisa melakukan
penyimpanan waktu, misalnya PC Router.
Kita bisa menentukan metode penyebaran informasi waktu, bisa
menggunakan Broadcast,Multicast atau Manycast.
Berikut contoh pengaturan NTP Server untuk bisa didengar pada jaringan
segment IP Address [Link]/24.

Pengaturan NTP Server tersebut menggunakan type penyebaran Broadcast,


sehingga pada NTP Client juga harus menggunakan mode yang sama agar bisa
melakukan sinkronisasi waktu terhadap NTP server tersebut.
Load balancing merupakan proses pendistribusian traffic atau lalu
lintas jaringan secara efisien ke dalam sekelompok server, atau
yang lebih dikenal dengan server pool atau server farm. Load
balancing ini berguna agar salah satu server dari website yang
mendapatkan banyak lalu linta kunjungan tidak mengalami
kelebihan beban.
Bagaimana Cara Kerja Load Balancing?
Apa pun bentuknya, load balancer atau perangkat load balancing
akan bekerja dengan cara mendistribusikan lalu lintas kunjungan ke
dalam beberapa server demi memastikan tidak ada salah satu
server yang mengalami kelebihan beban. Load balancer akan
meminimalkan waktu respons server secara efektif.

Jika diibaratkan, load balancing memiliki fungsi yang sama seperti


polisi lalu lintas yang memiliki tugas untuk mencegah kemacetan
dan insiden lalu lintas lainnya. Dengan begitu, load balancer harus
bekerja untuk memastikan arus lalu lintas jaringan tetap lancar dan
dapat memberikan keamanan pada sistem kerja jaringan tersebut.

Secara sederhana, Anda dapat menyederhanakan cara kerja load


balancing sebagai berikut:
 Pengguna meminta akses masuk ke server.
 Load balancer menerima permintaan tersebut dan mendistribusikan
lalu lintas tersebut ke beberapa server.
 Jika salah satu server sudah hampir penuh, load balancer akan
mengalihkan lalu lintas tersebut ke server lain yang masih tersedia.
Dengan begitu, tidak akan ada server yang mengalami kelebihan
beban dan membuat website atau aplikasi down.

Apa Saja Jenis Load Balancing?


Berdasarkan konfigurasinya, load balancing dapat dibagi menjadi
tiga jenis, yaitu:
 Hardware Load Balancer
 Software Load Balancer
 Virtual Load Balancer
Berikut penjelasan lengkap mengenai jenis-jenis load balancing
berdasarkan konfigurasinya.

1. Hardware Load Balancer


Hardware Load Balancer merupakan perangkat load balancing yang
berbentuk perangkat keras atau fisik. Load balancer ini dapat
mendistribusikan permintaan lalu lintas jaringan berdasarkan
pengaturan yang diterapkan.

Load balancer ini harus diletakkan bersamaan dengan server di


pusat data lokal karena bentuknya yang fisik. Jumlah load balancer
yang dipasang dapat disesuaikan dengan jumlah lalu lintas
tertinggi. Biasanya, load balancer ini dapat menangani lalu lintas
dalam jumlah besar. Namun, Hardware Load Balancer memiliki
harga yang cukup mahal.

2. Software Load Balancer


Berkat perkembangan perangkat digital, load balancer sudah
memiliki versi non-fisiknya. Software Load Balancer termasuk ke
dalam perangkat load balancing yang berbentuk perangkat lunak.
Artinya, load balancer ini dapat dipasang secara digital pada server.
Terdapat dua jenis Software Load Balancer, yaitu komersial dan
open source.

Jika dibandingkan dengan Hardware Load Balancer, Software Load


Balancer ini harganya relatif lebih murah. Selain itu, load balancer
ini juga lebih fleksibel karena Anda dapat mengubah load balancer
ini sesuai kebutuhan.

3. Virtual Load Balancer


Secara sederhana, Virtual Load Balancer adalah gabungan dari dua
jenis perangkat load balancing sebelumnya. Load balancer ini
mengombinasikan kedua jenis load balancer sebelumnya ke dalam
mesin virtual. Anda akan mendapatkan Hardware Load Balancer
yang dipasang sebagai perangkat lunak di dalam mesin virtual.

Baca Juga: Membuat Load Balancer di Cloud Virtual Data


Center

Apa Saja Metode Load Balancing?


Secara teknis, ada beberapa metode load balancing yang dapat
dilakukan berdasarkan algoritma yang digunakan. Berikut ini, ada
beberapa metode load balancing yang perlu Anda pahami.

1. Round Robin
Metode load balancing yang paling umum dan sering digunakan
yaitu Round Robin. Metode ini bekerja dengan cara menyalurkan
lalu lintas jaringan secara berurutan dari satu server ke server
lainnya sehingga menciptakan rotasi pembagian yang stabil.

Sebagai contoh, website Anda memiliki tiga server yaitu: A, B, dan


C. Ketika ada permintaan lalu lintas yang masuk, permintaan
tersebut akan masuk ke server A terlebih dahulu. Permintaan
selanjutnya akan masuk ke server B, permintaan setelahnya akan
masuk ke server C, dan prosesnya akan berulang terus.

2. IP Hash
IP Hash adalah metode load balancing yang melakukan
pendistribusian lalu lintas jaringan berdasarkan data yang
berhubungan dengan IP (incoming packet) dari pengguna. Sebagai
contoh, data seperti IP destinasi, domain, URL, hingga port number
akan menentukan server mana yang diarahkan oleh load balancer.

3. Least Bandwidth
Dalam metode Least Bandwidth, pendistribusian lalu lintas jaringan
akan dilakukan berdasarkan server dengan jumlah jaringan paling
kecil pada ukuran megabyte per second (Mbps) terlebih dahulu. Jadi,
ketika ada permintaan masuk, lalu lintas jaringan tersebut akan
dialihkan langsung ke server dengan ukuran Mbps paling kecil
dibanding yang lain.

4. Least Connection
Metode Least Connection akan mendistribusikan lalu lintas jaringan
berdasarkan server dengan jumlah koneksi yang paling sedikit
terlebih dahulu. Jadi, jika salah satu server memiliki beban koneksi
yang lebih besar, walaupun posisinya lebih di depan, permintaan
lalu lintas jaringan akan dialihkan ke server dengan koneksi yang
lebih kecil terlebih dahulu. Hal ini dapat mencegah terjadinya
kelebihan beban pada salah satu server.

5. Least Response Time


Dapat dikatakan bahwa Least Response Time adalah versi upgrade
dari metode Least Connection. Pada metode ini, distribusi lalu lintas
jaringan dilakukan melalui dua cara, yaitu berdasarkan jumlah
koneksi yang paling kecil dan waktu respons yang paling cepat. Jadi.
ketika ada permintaan masuk, lalu lintas tersebut akan dialihkan ke
server dengan koneksi paling kecil dan respons paling cepat terlebih
dahulu dibandingkan server lainnya.

Apa Saja Kelebihan Load Balancing?


Dengan menerapkan load balancing, Anda bisa mencegah
terjadinya kelebihan beban pada server. Selain itu, berikut ini
adalah beberapa kelebihan load balancing lainnya yang perlu Anda
ketahui.

1. Memaksimalkan Performa Server


Menerapkan load balancing dapat memaksimalkan performa dari
setiap server. Load balancer dapat mempercepat respons server
hingga mencegah terjadinya berbagai macam masalah seperti
kelebihan beban dan down. Selain itu, load balancer juga dapat
membantu membuat jaringan lebih stabil ketika diakses.

2. Menambah Fleksibilitas Server


Fleksibilitas dari suatu server akan meningkat ketika administrator
dapat mengelola lalu lintas yang masuk dengan lancar dan teratur.
Load balancer dapat membantu memberikan beban yang merata
dan seimbang setiap server agar permintaan lalu lintas dapat masuk
dengan lancar dan teratur.

3. Memudahkan Proses Distribusi Lalu Lintas


Load balancer dapat memudahkan proses distribusi lalu lintas, jadi
kemungkinan terjadinya down akan makin kecil. Sebagai contoh,
ketika salah satu server tidak dapat menerima permintaan lalu
lintas, load balancer akan mengalihkan permintaan tersebut ke
server lain yang tersedia dan memadai.

4. Manajemen Kegagalan Server Lebih Efisien


Penerapan load balancing dapat membantu Anda mengatasi
kegagalan server secara lebih efisien. Load balancer dapat
mendeteksi server yang gagal menerima permintaan, menghentikan
lalu lintasnya, dan mengirimkannya kepada server yang lain.
Dengan begitu, manajemen kegagalan server akan dapat dilakukan
secara lebih efisien.

Langkah – Langkah Konfigurasi web proxy

1. Buka WinBox yang ada pada PC. Lakukan reset konfigurasi dengan cara
klik system kemudian reset configuration jika telah ada installasi sebelumnya.
2. Pada menu WinBox kemudian klik Interfaces. Maka akan terbaca port ethernet
yang telah terhubung.
3. Lakukan permintaan IP DHCP Client dengan cara IP kemudian DHCP Client
kemudian [+], maka akan muncul seperti tampilan berikut :
4. Melakukan setting ip addressnya
5. Selanjutnya lakukan konfigurasi NAT agar PC dapat melakukan access keluar
jaringan menuju internet. Langkah – langkah bisa diikuti pada blog sebelumnya
tentang konfigurasi NAT pada Router Mikrotik.
6. Jika PC telah bisa mengakses ke internet, maka saatnya melakukan
konfigurasi Web Proxy. Dengan cara klik IP kemudian Web Proxy. Lakukan
konfigurasi sesuai dengan tampilan berikut :
Catatan : Settingan Proxy telah diaktifkan dengan Port yaitu 3232. Kemudian untuk
proxy ini menerapkan fungsi Transparent Proxy dimana akan mengalihkan (redirect)
Traffic data HTTP untuk destination port 80 (port khusus web) ke port yang digunakan
yaitu 3232.

7. Selanjutnya lakukan konfigurasi pada tampilan berikut :


Catatan : Pada submenu General, pada Chain pilih dstnat. Kemudian
untuk destination portnya buat 80 yaitu port khusus untuk web, Protocol pilih 6
(tcp) dan In. Interfacenya adalah ether2-LAN.

8. Kemudian masuk ke submenu Action, lakukan konfigurasi seperti tampilan berikut :


Catatan : Untuk Actionnya pilih redirect, tujuannya adalah untuk menahan atau
mengalihkan data traffic http untuk destination port 80. Untuk portnya gunakan port
3232.

9. Kemudian menambahkan satu lagi yaitu kata Konfigurasinya sama dengan


langkah pada nomor 9, hanya pada Dist. Host ganti dengan *detik*, seperti
tampilan berikut :

Catatan : perlu diperhatikan untuk penulisan pada Dst. Host untuk menambahkan
tanda (*) sebelum dan sesudah kata yang ingin kita bloking. Dan actionnya pilih deny dengan
tujuan untuk menolak kata yang telah disetting pada Dst. Host tadi
10. Klik OK. Maka akan muncul pada Web Proxy Access bahwa ada dua kata yang
telah diseetting untuk diblok dengan action deny.

11. Kemudian lakukan juga pengetesan pada kata detik. Dengan cara mengetikkan
pada browser [Link]

Limitasi Bandwidth Berdasarkan Waktu


Simple queue merupakan metode management bandwidth yang paling
sederhana. Cara konfigurasi yang mudah dan hasil yang cukup efektif. Namun
terkadang kita sebagai admin jaringan menginginkan management bandwidth
custom yang fleksibel. Misalnya melakukan limitasi bandiwtdh berdasarkan
waktu. Jika dibayangkan sepertinya membutuhakn konfigurasi yang kompleks,
namun ternyata konfigurasi yang harus dibuat cukup simple.
Contoh kasus misalnya kita akan melakukan limitasi bandwidth dengan
ketentuan sebagai berikut :

 Jam kerja 08:00 - 17:00 dengan alokasi bandwidth 512Mbps.


 Setelah jam kerja alokasi bandwidth dinaikkan menjadi 1Mbps, untuk
bonus karyawan lembur misalnya.
 Sabtu - minggu diberikan bandwidth 2 Mbps.

Bagi kita yang jarang memperhatikan fitur kecil mungkin berpikir untuk
kebutuhan diatas kita akan butuh scheduler. Akan tetapi sebenarnya kita tidak
butuh fitur scheduler, ada parameter time didalam simple queue. Parameter ini
digunakan untuk menentukan kapan rule akan aktif. Untuk kebutuhan yang
sudah disebutkan diatas, maka kita bisa membuat konfigurasi seperti berikut.
Pertama, buat rule untuk melakukan limitasi bandwidth pada jam kerja, dimana
dialokasikan bandiwdth sebesar 512kbps, asumsikan misalnya ip address client
yang akan dilimit adalah [Link]. Dibagian bawah jendela konfigurasi
simple queue terdapat parameter Time. Disinilah kita menentukan kapan rule
queue akan berjalan.
Selanjutnya buat rule untuk melakukan limitasi pada hari kerja, setelah jam
kerja, artinya queue akan berjalan dari jam 17:00 sore sampai jam 08:00
pagi. Ternyata range waktu pada parameter simple queue tidak bisa
berjalan melewati pergantian hari, jadi tidak bisa diisi dengan nilai 17:00:01
- 07:59:59. Untuk mengatasi hal tersebut, kita bisa membuat dua queue.
Queue yang berjalan dari jam 17:00 sampai tengah malam, dan queue dari
tengah malam sampai pagi. Contoh konfigurasi
Dan yang terakhir, kita buat queue untuk weekend dengan memilih opsi hari
sabtu dan minggu. Hasil akhir setting.

Secara visual ada beberapa rule yang berwarna merah. Jangan khawatir, bukan
berarti rule tersebut salah atau error, namun karena parameter time belum
tercapai.
Jika kita coba konek ke internet pada jam 5 pagi, maka queue yang dijalankan
adalah queue lembur malam, dimana client akan mendapatkan bandiwdth
sampai 1 Mbps.

Pada contoh implementasi diatas, kita menggunakan satu ip address client


sebagai target. Jika client yang dihandle cukup banyak, kita bisa kombinasikan
parameter time dengan fitur PCQ.

Anda mungkin juga menyukai