0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan37 halaman

Memahami Kesehatan Mental dan Gangguannya

Diunggah oleh

STT DUTA PANISAL
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan37 halaman

Memahami Kesehatan Mental dan Gangguannya

Diunggah oleh

STT DUTA PANISAL
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

LANDASAN TEORI

1. Kesehatan Mental

A. Apa Itu Kesehatan Mental

Kesehatan mental adalah kondisi di mana seseorang dapat

berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu

tersebut mampu menyadari kemampuannya sendiri, mengelola tekanan

hidup secara wajar, bekerja secara produktif, serta berkontribusi kepada

komunitasnya1.

Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mental

bukan hanya ketiadaan gangguan jiwa, melainkan keadaan

kesejahteraan di mana individu menyadari kemampuannya sendiri,

dapat menghadapi tekanan hidup, dapat bekerja secara produktif, dan

mampu memberikan kontribusi bagi komunitasnya.2

Dalam jurnal yang berjudul kesehatan mental Kartika Sari Dewi

mengutip perkataan Merriam Webster yang mendefinisikan bahwa

kesehatan mental merupakan suatu keadaan emosional dan psikologis

yang baik, di mana individu dapat menggunakan kemampuan kognisi

1 Mustika Sarila Ningrum, Arini Khusniyati, Maulida Izzatin Ni’mah, “Meningkatkan Kepedulian
Terhadap Gangguan Kesehatan Mental Pada Remaja,” Community Development Journal: Jurnal
Pengabdian Masyarakat, Vol. 3, No. 2, 2022, hlm. 1174–1178.
[Link]
2 World Health Organization (WHO), Mental Health: Strengthening Our Response, 2018.
dan emosinya secara seimbang dalam menghadapi kehidupan sehari-

hari.3

Kesehatan mental yang baik memungkinkan seseorang untuk

berpikir jernih, membangun hubungan sehat, membuat keputusan yang

baik, serta menghadapi tantangan hidup dengan adaptif. Sebaliknya,

gangguan dalam fungsi mental dapat berdampak luas terhadap

kesehatan fisik, relasi sosial, dan produktivitas.

B. Apa Itu Gangguan Kesehatan Mental

Gangguan kesehatan mental adalah suatu keadaan di mana fungsi

psikologis, emosional, maupun perilaku individu mengalami disfungsi,

sehingga menurunkan kapasitas dalam menjalankan aktivitas kehidupan

sehari-hari secara optimal. 4

American Psychological Association menjelaskan bahwa

gangguan mental mencakup spektrum kondisi yang ditandai dengan

perubahan pola pikir, emosi, dan perilaku, yang mengakibatkan distress

atau ketidakmampuan dalam menjalani kehidupan secara efektif. 5

Gangguan ini biasanya berkembang bertahap, dimulai dari stres,

berlanjut menjadi kecemasan, dan jika tidak ditangani secara tepat,

dapat berujung pada depresi. Tiga kondisi ini membentuk suatu siklus

yang saling berkaitan dan sering muncul dalam lintasan yang sama

ketika seseorang menghadapi tekanan atau krisis dalam hidupnya.

3
Kartika Sari Dewi, Kesehatan Mental, 2012, hlm. 10.
4
Ibid, 3
5
American Psychological Association, Definition of Mental Illness, 2020.
a. Stres

Stres adalah reaksi awal dari tubuh terhadap tekanan eksternal

yang dianggap mengancam atau menantang kestabilan psikologis

seseorang. Menurut Hans Selye, stres merupakan respons non-

spesifik tubuh terhadap setiap tuntutan. 6 Ia menggambarkan stres

dalam tiga fase melalui teori General Adaptation Syndrome (GAS):

alarm, resistance, dan exhaustion.

Dalam banyak kasus, stres merupakan respons alamiah dan

adaptif terhadap situasi seperti ujian, konflik, pekerjaan, atau

peristiwa besar. Bahkan, stres dalam kadar tertentu bisa memacu

seseorang untuk berprestasi atau mengambil keputusan penting.

Selain itu, teori coping dari Lazarus dan Folkman juga

memperkaya pemahaman tentang stres. Mereka menjelaskan bahwa

stres terjadi saat seseorang menilai tuntutan lingkungan lebih besar

daripada kemampuan yang dimilikinya untuk mengatasinya. Dalam

bukunya Stress, Appraisal, and Coping, mereka menulis:

“Psychological stress is a particular relationship between the

person and the environment that is appraised by the person as taxing

or exceeding his or her resources and endangeringhis or her well-

being.”7

Ketika tekanan berlangsung terus-menerus tanpa penanganan,

tubuh dan pikiran mengalami kelelahan dan ketegangan

6
Hans Selye, The Stress of Life, McGraw-Hill, 1956.
7
Lazarus, R. S. & Folkman, S., Stress, Appraisal, and Coping, Springer, 1984.
berkepanjangan. Di sinilah stres mulai memengaruhi keseimbangan

emosional dan bisa berkembang menjadi kecemasan. Transisi ini

sangat umum: tekanan yang tidak segera diselesaikan akan tertanam

dalam pikiran sebagai ketakutan yang terus-menerus terhadap hal

buruk yang akan datang.

b. Khawatir/Cemas

Kecemasan adalah reaksi emosional yang lebih dalam dari

stres, ditandai dengan rasa takut atau khawatir yang berlebihan

terhadap sesuatu yang belum atau bahkan tidak terjadi. David

Barlow menyatakan bahwa kecemasan menjadi gangguan jika

perasaan takut berlangsung terus-menerus dan mengganggu fungsi

harian.8

Freud menjelaskan bahwa kecemasan muncul sebagai sinyal

konflik bawah sadar yang belum terselesaikan, sedangkan Albert

Ellis berpendapat bahwa kecemasan berasal dari kepercayaan

irasional yang ditanamkan oleh individu kepada dirinya sendiri,

seperti “Saya tidak boleh gagal” atau “Semua orang harus menyukai

saya.”9

Dalam praktiknya, kecemasan sering merupakan kelanjutan

dari stres yang tidak terselesaikan. Kecemasan membuat individu

terus-menerus merasa terancam, bahkan dalam situasi yang

seharusnya netral. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang

8
David H. Barlow, Anxiety and Its Disorders, 2nd ed., Guilford Press, 2002.
9
Albert Ellis, Rational Emotive Behavior Therapy, 1994.
menjadi gangguan kecemasan seperti generalized anxiety disorder

(GAD), serangan panik, atau fobia sosial.

Pendekatan neurobiologis memberi penjelasan tambahan

mengenai peran otak dalam kecemasan. Joseph LeDoux

menjelaskan bahwa amygdala memiliki fungsi sentral dalam

mengenali dan merespons ancaman: “The amygdala is essential for

detecting threats in the environment and for initiating appropriate

behavioral and physiological responses to danger.” 10

Sedangkan di sisi lain, Attachment Theory dari John Bowlby

menghubungkan kecemasan dengan pola keterikatan masa kecil

yang tidak aman: “The propensity to make strong emotional bonds

to particular individuals is a basic component of human nature.” 11

Gejala kecemasan tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga

fisik: jantung berdebar, napas cepat, sakit perut, sulit konsentrasi,

dan insomnia. Ketika kecemasan berlangsung lama dan individu

merasa kehilangan kendali atas hidupnya, kondisi ini menjadi batu

loncatan menuju tahap depresi.

c. Depresi

Depresi merupakan tahap lanjut dari kondisi mental yang telah

melewati stres dan kecemasan berkepanjangan. Ini bukan sekadar

rasa sedih, melainkan gangguan mood serius yang ditandai dengan

10
Joseph LeDoux, The Emotional Brain, Simon & Schuster, 1998.
11
John Bowlby, Attachment and Loss, Vol. 1, 1969.
kehilangan minat, merasa tidak berharga, kelelahan ekstrem, dan

bahkan pikiran untuk mengakhiri hidup.

Aaron Beck dalam teori Cognitive Triad menyatakan bahwa

depresi muncul akibat pola pikir negatif tentang diri sendiri, dunia,
12
dan masa depan. Sementara Martin Seligman dengan teori

Learned Helplessness menjelaskan bahwa depresi terjadi ketika

seseorang merasa bahwa segala upaya untuk mengubah situasi tidak

akan berhasil, sehingga ia berhenti berusaha. 13

Dari sudut pandang lain, Eric Kandel menjelaskan peran

neurotransmiter dalam regulasi mood: “Most antidepressant

medications increase the availability of neurotransmitters like

serotonin and norepinephrine, indicating their crucial role in mood

regulation.”14

Harry Stack Sullivan menekankan peran relasi interpersonal

dalam munculnya depresi: “The self-system emerges from the

appraisals of others, and disruptions in interpersonal relations are

at the core of most mental disturbances.”15

Depresi seringkali merupakan klimaks dari tekanan hidup yang

terus-menerus, tidak terselesaikan, dan disertai ketidakmampuan

untuk mencari jalan keluar. Dalam tahap ini, gangguan pada fungsi

otak turut memperparah keadaan psikologis individu.

12 Aaron T. Beck, Cognitive Therapy and the Emotional Disorders, 1976.


13
Martin E. P. Seligman, Learned Helplessness: On Depression, Development, and Death, 1975.
14
Eric R. Kandel, Principles of Neural Science, 4th ed., McGraw-Hill, 2000.
15
Harry Stack Sullivan, The Interpersonal Theory of Psychiatry, W.W. Norton & Company, 1953.
C. Penyebab Dari Gangguan Kesehatan Mental

Banyak hal yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental,

di antaranya faktor biologis (seperti ketidakseimbangan kimia otak atau

genetika), psikologis (trauma masa kecil, pola asuh, kepribadian), serta

lingkungan sosial (tekanan hidup, relasi tidak sehat, diskriminasi). 16

Peristiwa hidup yang penuh tekanan seperti yang dibahas di bab

sebelumnya yang berdampak besar dalam hidup misal: kehilangan

orang terdekat, perceraian, kekerasan, atau kegagalan juga menjadi

pemicu utama munculnya stres yang kemudian bisa berkembang

menjadi kecemasan dan depresi jika tidak ditangani dengan tepat. Selain

itu, pola pikir negatif dan kurangnya keterampilan koping memperkuat

kerentanan seseorang terhadap gangguan ini.

D. Dampak Pandemi & Krisis Ekonomi Dapat Memengaruhi

Kesehatan Mental

Pandemi COVID-19 merupakan contoh nyata dari peristiwa global

yang menyebabkan lonjakan kasus gangguan kesehatan mental. Banyak

individu mengalami stres akibat ketidakpastian, ketakutan akan

kesehatan, isolasi sosial, serta tekanan ekonomi.

Bagi sebagian orang, pandemi memicu kecemasan berlebihan

terkait kesehatan, pekerjaan, atau masa depan. Dan ketika krisis

ekonomi yang menyusul memperburuk situasi, banyak yang akhirnya

merasa putus asa, tidak berdaya, dan mengalami gejala depresi.

16 Ibid, 3.
Sebuah studi oleh The Lancet pada tahun 2021 menemukan bahwa

tingkat kecemasan dan depresi meningkat hingga 25% secara global

selama pandemi, dengan perempuan dan anak muda menjadi kelompok

paling terdampak.17

Laporan UNICEF tahun 2022 juga menyatakan: “The COVID-19

pandemic has created a generation at risk of long-term mental health

consequences, particularly for those already vulnerable due to socio-

economic disparities.” 18

Fenomena ini menunjukkan bagaimana stres yang tidak tertangani

dapat berkembang menjadi krisis kesehatan mental berskala besar,

terutama saat sistem sosial dan dukungan masyarakat tidak memadai.

2. Lagu Rohani

Lagu rohani atau biasa di gereja lebih akrab disebut pujian dan

penyembahan. Definisi pujian jika di lihat dalam Kamus Besar Bahasa

Indonesia (KBBI) adalah membanggakan, berteriak tepuk tangan,

menunjukkan rasa kagum atau senang terhadap sesuatu, mengelu-elukan

dengan kata-kata atau nyanyian, membesarkan, memuliakan. Maka makna

dari kita memuji Tuhan adalah kita membanggakan Dia dan membesarkan

Dia di hadapan orang lain.19

17
COVID-19 Mental Disorders Collaborators, “Global Prevalence and Burden of Depressive and
Anxiety Disorders in 204 Countries,” The Lancet, 2021.
18
UNICEF, The State of the World’s Children 2022: On My Mind—Promoting, Protecting and
Caring for Children’s Mental Health, 2022.
19
Bob Sorge, Mengungkap Segi Pujian dan penyembahan, Yogyakarta:ANDI, 2016, 2.
A. Elemen-Elemen Dalam Lagu

Dalam sebuah lagu rohani umumnya memiliki dua buah elemen penting

yaitu pertama itu musik dan lirik berikut adalah pembahasan tentang ke-dua

buah elemen tersebut :

1) Musik

Musik dalam sebuah lagu adalah elemen penting yang menunjukkan

wujud atau bentuk dari lagu. Baik musik rohani ataupun sekuler tentu

memiliki unsur musik yang sama, berikut ini merupakan penjelasan

tentang Unsur-unsur dalam sebuah musik:

a. Ritme

Menurut Willi Apel didalam kamus musik Harvad Dictionary

mendefinisikan ritme adalah “in its primary sense, the whole feeling of

movement in music, with a strong implication of both regularity and

differentiation 20 .” Kutipan ini menjelaskan bahwa ritme merupakan

elemen yang paling dasar dalam musik yang mengatur pegerakan musik,

sehingga jika tidak ada ritme maka tidak ada musik.

Menurut Michael Kennedy dialam Oxford Dictionary of music

mendefinisikan ritmik adalah “covers everything pertaining to the time

aspect of music.” 21 Melalui kutipan tersebut dapat diketahui bahwa

20
Willi Apel (edit), Harvad Dictionary of Music, Edisi kedua (Cambridge: The Belknap Press of
Harvard University Press, 1974), 729.
21
Michael Kennedy (edit), Oxford Dictionary of Music, (New York: Oxford University
Press, 1985), 865.
ritme adalah suatu aspek yang mencakup segala sesuatu yang berkaitan

dengan waktu didalam musik.

Selain itu Joseph Machlis juga menjelaskan tentang ritme didalam

bukunya yang berjudul “The Enjoyment of Music” seperti “Music is

propelled forward by rhythm, the movement of music in time. Each

individual note has a length, or duration-some long and some short.”22

Melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa ritme merupakan elemen

yang menggerakan musik, dan ritme yang menentukan setiap notasi

memiliki durasi panjang atau pendek ketukan.

Selain itu menurut Roger Kamien ritme adalah “The essence of

rhythm is a recurring pattern of tension and release, of expectation and

fulfillment23.” Dari kutipan ini dapat diketahui bahwa menurut Roger

Kamien inti dari ritme atau irama adalah sebuah pola yang berulang.

Pola ketukan yang berulang dari ketukan pertama ke ketukan

selanjutnya. Ritme juga diuraikan menjadi beberapa aspek yang saling

terkait yang terdiri dari beat, meter, accent and syncopation. Berikut

adalah penjelasan Roger Kamien tentang unsur-unsur tersebut:

Beat, “beat is a regular, recurrent pulsation that divides music into

equal unit of time.” Melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa, beat

atau ketukan adalah denyut yang teratur dan berulang yang membagi

unit waktu yang sama. (lihat lampiran, gambar 1)

22
Kristine Forney, Joseph Machlis, The Enjoyment Of Music, (New York: W.W. Norton,
2007), 12.
23
Roger Kamien, Music An Appreciation, Edisi kesepuluh (US: McGraw Hill Companies,
2010),29.
Meter, “The organization of beats into regular group is called meter.”

Melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa, organisasi ketukan ke

dalam kelompok biasa disebut meter. (lihat lampiran, gambar 2)

Accent and Syncopation, “a note is emphasized most obviously by

being played louder than the notes around it, that is, by receiving a

dynamic accent.”

Melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa, aksen adalah nada yang

dimainkan lebih keras dari pada nada yang disekitarnya. Jadi, melalui

beberapa pendapat ini dapat disimpukan bahwa, ritme adalah sebuah

elemen dasar pada musik yang mengatur pegerakan musik, sehingga

tidak ada ritme maka tidak ada musik. Juga, ritme adalah suatu aspek

yang mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan waktu didalam

musik. Inti dari ritme adalah pola yang berulang dari ketukan pertama

hingga ke-ketukan berikutnya.

b. Melodi

Menurut Apel dalam kamus Harvad Dictionary of Music

mendefinisikan melodi adalah “in the broadest sense, a succession of

musical tone as oppossed to harmony, musical tones sounded

simultanteously.”24 Melalui kutipan ini dapat diketahui bahwa definisi

melodi menurut Appel melodi adalah rangkaian nada secara bergantian

berbeda dengan harmoni yang dibunyikan secara serentak.

24
Willi Apel, Harvad Dictionary of Music, Edisi kedua, 517.
Dalam kamus Oxford Dictionary of Music Kennedy mendefinisikan

melodi adalah “A succession of notes, varying in pitch, which have an

organized and recognizable shape.” 25


Melalui kutipan ini dapat

dimengerti bahwa melodi adalah sederetan nada atau variasi nada yang

teratur dan dapat dikenali.

Hugh M. Miller mengatakan dalam bukunya “Apresiasi Musik”

manjelaskan bahwa melodi merupakan serangkaian nada-nada yang

biasanya memiliki bentuk bervariasi dalam tinggi atau rendah dan

panjang atau pendeknya nada-nada26.

Selain itu menurut Machlis melodi adalah “Melody is the element in

music that appeals most directly to the listener, a universal concept

shared by most musical cultures of the world.” 27 Melaluikutipan ini

dapat dimengerti bahwa melodi merupakan sebuah elemen musik yang

menarik secara langsung kepada pendengar, dan merupakan sebauah

konsep universal yang dibagikan oleh sebagian besar budaya musik

dunia.

Selain itu menurut Kamien melodi adalah “melody is a series of

single tones that add up to a recognizable whole.”28 Melaui kutipan ini

dapat dimengerti bahwa bahwa melodi adalah serangkaian nada yang

membentuk pola yang dapat dikenali. Selain itu ia juga menjelaskan

25
Michael Kennedy (edit), Oxford Dictionary of Music, 654.
26
Hugh M. Miller, Apresiasi Musik, (Yogyakarta: Thafa Media Yogyakarta, 2017), 33.
27
Kristine Forney, Joseph Machlis, The Enjoyment Of Music, 8.
28
Roger Kamien, Music An Appreciation, 37.
bahwa terdapat beberapa komponen penyusun melodi, berikut

uraiannya:

Pitch, “Pitch is the relative highness or lowness that we hear in

sound.” 29 Melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa pitch adalah

tinggi atau rendahnya suara yang kita dengar. (lihat lampiran, contoh

partitur 1)

Interval, “A melody moves by small intervals called steps or by

larger ones called leaps.” 30Melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa

interval adalah jarak antar nada, yang dimana jika berjarak pendek

disebut steps (melangkah) dan jika berjarak jauh disebut leaps

(lompatan).

Scale, “A scale is made up of the basic pitches of music arranged in

order from low to high or from high to low.”31 Melalui kutipan ini dapat

dimengerti bahwa scale (tangga nada) adalah susunan nada dalam musik

yang diatur dari rendah ketinggi atau tinggi kerendah. (lihat lampiran,

contoh partitur 3)

Jadi, melalui beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa

melodi adalah, susunan nada yang horizontal yang membentuk sebuah

pola yang dapat dikenali dan bervariasi.

c. Harmoni

29
Ibid9,4.
30
Ibid9 , 41.
31
Roger Kamien, Music An Appreciation,49.
Didalam kamus musik Harvad Dictionary Apel mendefinisikan

harmoni sebagai “The chordal (or vertical) structure of a musical

composition, in contrast to counterpoint, the melodic (or horizontal)

structure.32” melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa bahwa melodi

adalah susunan nada yang vertikal dan berbanding terbalik dengan

melodi yang tersusun secara horizontal.

Didalam kamus Oxford Dictionary of Music Kennedy

mendefinisikan harmoni sebagai “The simultaneous sounding (i.e.

combination) of notes, giving what is known as vertical mus., contrasted

with horizontal mus.” 33 Melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa

harmoni merupakan kombinasi notasi yang vertikal, dan kontras dengan

melodi yang horizontal.

Menurut Machlis menjelaskan bahwa “Harmony is the simultaneous

combination of sounds.”34 Melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa

harmoni merupakan sebuah kombinasi suara yang dibunyikan secara

serentak.

Selain itu menurut Kamien harmoni adalah“harmony refers to the

way chords are constructed and how they follow each other 35” melalui

kutipan ini Kamien menjelaskan bahwa harmoni sangat berkaitan

32
Willi Apel(edit), Harvad Dictionary of Music, Edisi kedua, 371.
33
Michael Kennedy (edit), Oxford Dictionary of Music, 452.
34
Kristine Forney, Joseph Machlis, The Enjoyment Of Music, 16.
35
Roger Kamien, Music An Appreciation, 31.
dengan proses pembentukan akor dan bagaimana akor tersebut saling

mengikuti satu sama lain.

Mealui beberapa kutipan ini dapat disimpulkan bahwa, harmoni

adalah susunan nada yang dibunyikan serentak dan menyusun vertikal

dan juga disebut sebagai akor yang diamana akor ini saling mengikuti

satu sama lain. (lihat lampiran, contoh partitur 4)

d. Tempo

Menurut kamus Harvad Dictionary Apel mendefinisikan Tempo adalah

“The speed of a composition or a section thereof, ranging from very slow

to very fast, as indicated by tempo marks such as largo, adagio, andante,

moderato, allegro, presto, prestissimo.”36 Melalui penjelasan ini dapat

dimengerti bahwa tempo merupakan penentu kecepatan dalam sebuah

komposisi yang menentukan apakah dimainkan dengan cepat, sangat

cepat, lambat atau bahkan sangat lambat.

Menurut kamus Oxford Dictionary of Music Kennedy

mendefinisikan tempo adalah “The speed at which a piece of music. is

perf. The anglicized tempos' is an acceptable plural, like 'concertos'.” 37

Melaui kutipan ini dapat dimengerti bahwa tempo merupakan penentu

kecepatan sebuah musik dimainkan.

36
Willi Apel (edit), Harvad Dictionary of Music, Edisi kedua, 836.
37
Michael Kennedy (edit), Oxford Dictionary of Music, 1054.
Menurut Machlis tempo adalah “Most Western music has steady

beats underlying the movement; whether these occur slowly or rapidly

determines the tempo, or rate of speed, of the music.”38 Melalui kutipan

ini dapat dimengerti bahwa dalam musik barat tempo adalah yang

mendasari pergerakan dari musik.

Selain itu menurut Kamien tempo adalah “the speed of the beat, is

the basic pace of the music. A fast tempo is associated with a feeling of

energy, drive, and excitement. A slow tempo often contributes to a

solemn, lyrical, or calm mood. A tempo indication is usually given at the

beginning of a piece.” 39 Melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa

tempo merupakan penentu kecepatan ketukan dalam sebuah komposisi

musik. Semakin cepat tempo dalam sebuah musik maka membuat

suasana semakan semangat dan semakin lambat tempo dalam musik

maka akan membuat membuat suasana semakin syahdu. Selain itu, ia

juga menjelaskan bahwa istilahistilah tempo yang berasal dari bahasa

Italia, mulai dari yang paling lambat hingga yang paling cepat (biasanya

diberikan di awal bagian lagu di sebelah kiri), berikut uraian beserta

artinya:

largo : verry slow, broad : sangat lambat, lebar


grave : verry slow, solemn : sangat lambat, hikmat
adagio : slow : lambat
andante : modertely : seperti orang berjalan
moderato : moderate : sedang
allegreto : moderately fast : sangat cepat
allegro : fast : cepat
vivace : lively : lincah

38
Kristine Forney, Joseph Machlis, The Enjoyment Of Music, 34.
39
Roger Kamien, Music An Appreciation, 31.
presto : very fast : lebih cepat dari allegro
prestisimo : as fast a possible40 : lebih cepat dari presto

Melalui beberapa kutipan pendapat ini dapat disimpulklan bahwa

tempo adalah tanda dalam musik yang menentukan kecepatan sebuah

komposisi dimainkan. Menggunakan alat ukur metronome dalam satuan

bpm.

e. Dinamika

Menurut Apel dalam kamus Harvad Dictionary of Music definisi

dinamika adalah “The words, abbreviation, and sings that indicate

degrees of volume41.” Melalui kutipan tersebut dapat dipahami bahwa

dinamika adalah tanda atau singkatan yang mengacu pada pergerakan

volume. Dan dinamikalah yang mengatur lembut atau kerasnya suatu

frase dalam sebuah lagu pada sebuah komposisi.

Menurut Kennedy dalam kamus Oxford Dictionary of Music

mendefinisikan tempo adalah “The gradation of volume in music”

melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa dinamika adalah gradasi

volume dalam musik.42

Selain itu didalam bukunya Miller juga menjelaskan bahwa

dinamika itu mencakup semua tingkat kekerasan dan kelembutan dan

proses yang terjadi dalam perubahan dari yang satu ke yang lainnya. 43

Machlis juga menjelaskan bahwa “Dynamics denote the volume

(degree of loudness or softness) at which music is played. Like tempo,

40
Roger Kamien, Music An Appreciation, Edisi Kesepuluh, 34.
41
Willi Apel(edit), Harvad Dictionary of Music, Edisi kedua, 250.
42
Michael kennedy (edit), Oxford Dictionary of Music, 314.
43
Hugh M. Miller, Apresiasi Musik, 56.
dynamics can affect our emotional response.” 44 Melalui kutipan ini

dapat dimengerti bahwa dinamika adalah elemen yang menunjukan

volume keras atau lembutnya musik dimainkan. Dinamika juga dapat

mempengaruhi respon emosional pada sebuah musik.

Menurut Kamien, “Degrees of louder or softness in music45” melalui

kutipan ini dapat dimengerti bahwa dinamika adalah keras dan lembut

dalam musik. didalam bukunya juga mejelaskan bahwa istilah-istilah

dalam dinamika berasal dari bahasa Italia, berikut uraiannya beserta

artinya:

1) (pp) : very soft : paling lembut : Pianissimo


2) (p) : soft : lembut : piano
3) (mp) : moderately soft : sedikit lembut : mezzo piano
4) (mf) : moderately loud : sedikit keras : mezzo forte
5) (f) : loud : keras : forte
6) (ff) : very loud : sangat keras : fortissimo 46

Jadi, melalui beberapa pandangan diatas dapat disimpulkan bahwa

dinamika adalah, gradasi volume yang dituliskan berupa tanda atau singkatan yang

menentukan seberapa keras atau lembutnya volume pada sebuah komposisi itu

dimainkan.

f. Warna Suara

Dalam kamus Harvad Dictionary of Music Apel mendefinidikan

bahwa warna suara atau timbre adalah “Tone color is the quality of a

tone as produced on a specific instrument, as distinct from the different

44
Kristine Forney, Joseph Machlis, The Enjoyment Of Music, 35.
45
Roger Kamien, Music An Appreciation, Edisi ketujuh,6.
46
Roger Kamien, Music An Appreciation, Edisi Kesepuluh, 6.
quality of the same tone if played on same other instrument47.” Melalui

kutipan ini dapat dimengerti bahwa warna suara merupakan karakter

bunyi dari sebuah permainan musik yang dihasilkan dari instrumen

tertentu.

Menurut Kamien didalam bukunya menjelaskan tentang warna

suara seperti “We can tell a trumpet from a flute even when each of them

is playing the same tone at the same dynamic level. The quality that

distinguishes them-our third property of musical sound-is called tone

color, or timbre.”48 Melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa, Kamien

menjelaskan warna suara adalah, suara yang dihasilkan dari sebuah alat

musik. Dengan menganalogikan dua alat musik yang berbeda walaupun

dibunyikan dengan nada dan dinamika yang sama tetap akan

menghasikan kualitas suara yang berbeda. Dan dijelaskan juga bahwa

warna suara dibagi menjadi beberapa jenis yaitu berdasarkan sumber

bunyinya yaitu diantaranya :

1. Chordophones, are instruments-such as sharp and lutes-whose


sound generator is a strechted string. Melalui kutipan ini dapat di
mengerti bahwa kordofon adalah warana suara yang berasal dari alat
musik berdawai/senar. Alat musik dawai juga ini terbagi menjadi
dua kategori yaitu suara yang dihasilkan berasal dari senar yang
digesek dan dipetik. (lihat contoh gambar, 5)

2. Aerophones, are instruments-such as flutes and trumpets-whose


sound generator is a column of air. Melaui kutipan ini dapat
dimengerti bahwa airofon adalah warna suara yang yang berasal
dari alat musik yang sumber suaranya berasal dari angin/ditiup. Dan
alat musik tiup terbagi menjadi dua jenis yaitu Brass (alat tiup
logam) dan Woodwind (alat tiup yang menggunakan rit kayu). (lihat
contoh gambar, 6)

47
Willi Apel(edit), Harvad Dictionary of Music, Edisi kedua, 856.
48
Ibid27, 6.
3. Membranophones, are insturments-basically, drums-whose sound
generator is a stretched skin or another membrane.. Melalui kutipan
ini dapat dimengerti bahwa membrafon adalah warna suara yang
berasal dari alat musik pukul yaitu dengan memukul selaput kulit
pada gendang atau alat perkusi lainnya. (lihat contoh gambar, 7)

4. Idiophones, are instrument-such as bells, gongs, scrappers, rattles,


and xylophones-whose own material is the sound generator (no
tension applied). 49 Melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa
idiofon adalah adalah warna suara yang berasal dari bahan dasar asli
instrumennya misalkan dari kayu, logam, dan lain-lain. (lihat
contoh gambar, 8)

5. Electrophone, the sound is generated by electronic means. 50


Melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa elektrofon adalah
produksi suara yang berasal dari alat elektronik.

Selain itu Machlis didalam bukuknya menjelaskan bahwa “timbre, or

tone color-accounts for the striking differences in the sound quality of

musical instruments, mechanisms that generate vibrations and launch them

into the air.”51 melalui penjelasan ini dapat dimengerti bahwa warna suara

dapat dipengaruhi oleh bagaimana cara suara itu terbentuk.

Jadi, melalui beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa warna

suara atau timbre adalah hasil dari produksi suara yang dihasilkan dari

sumber bunyinya yang berbeda-beda.

g. Tekstur

Menurut Apel dalam kamus Harvad Dictionary of Music definisi

Tekstur adalah “Much like woven fabric, music consists of horizontal

("woof') and vertical ("warp") elements. The former are the successive

sounds forming melodies, the latter the simultaneous sounds forming

49
Roger Kamien, Music An Appreciation, Edisi kesepuluh, 527-528.
50
Konemann, The Illustrated Encyclopedia of musical Instruments, (Bulgaria: Kibea Publishing
Company, 2000), 8.
51
Kristine Forney, Joseph Machlis, The Enjoyment Of Music, 39.
harmonies.”52menurut Apel tekstur adalah lapisan dalam musik yang

mempunyai dua sisi vertikal dan horizontal yang dimana vertikal itu

disebut melodi dan horizontal itu disebut harmoni.

Selain itu didalam bukunya Machlis menjelaskan tekstur adalah

“melodic lines may be thought of as the various threads that make up

the musical fabric, or the texture, of a piece.”53 Melalui kutipan ini dapat

dimengerti bahwa tekstur terdiri dari rangkaian melodi yang tersusun

seolah seperti benang yang membentuk sebuah kain. Didalam bukunya

dijelaskan juga bahwa tekstur dibagi menjadi tiga jenis yaitu:

Monofoni, “Monophony a single voice. ("Voice" refers to an

individual part or line, even in instrumental music.) Here, the melody is

heard without any harmonic accompaniment or other melodic lines.”54

Melaui kutipan ini dapat dimengerti bahwa monofoni adalah satu suara

yaitu melodi yang didengar dari sebuah instrumen tanpa diiringan

melodi atau harmoni dari instrumen lain

Polifoni, “Polyphony ("many-voiced") describes a texture in which

two or more different melodic lines are combined, thus distributing

melodic interest among all the part Polyphonic texture is based on

counterpoint; that is, one musical line set agains another.” 55 Melalui

kutipan ini dapat dimengerti bahwa polifoni adalah banyak suara, bisa

52
Willi Apel (edit), Harvad Dictionary of Music, Edisi kedua, 842.
53
Kristine Forney, Joseph Machlis, The Enjoyment Of Music, 25.
54
Ibid34, 25.
55
Ibid34, 25.
dua atau bahkan lebih barisan melodi yang dijadiakn satu

menggambarkan sebuah tekstur pada sebuah musik.

Homofoni, “homophony a single voice takes over the melodic

interest, while the accompanying lines are subordinate. Normally, the

accompanying lines become blocks of harmony, the chords that support,

color, and enhance the principal line.” 56 Melalui kutipan ini dapat

dimengerti bahwa homofini adalah satu suara yaitu melodi utama yang

menonjol dan diiringi dengan baris harmoni atau akor yang mendukung

melodi utama tersebut.

Kamien menyatakan didalam bukunya bahwa “musical texture; it

refers to how many different layers of sound are heard at once, to what

kind of layers they are (melody or harmony), and to how they are related

to each other.”57 Melalui kutipan ini Kamien menjelaskan bahwa tekstur

merupakan sebuah elemen dalam musik yang mengacu pada jumlah

suara yang digunakan atau dimainkan dan ini merujuk pada berapa

banyak lapisan suara yang terdengar sekaligus (melodi atau harmoni).

Jadi, melalui beberapa kutipan ini dapat disimpulkan bahwa tekstur

adalah elemen dalam musik yang meliputi lapisan suara yang mengacu

pada melodi dan harmoni yang terdengar sekaligus. Komposisi yang

akan dikerjakan menggunakan tekstur homofonik, dimana fungsi akor

sebaga pengiring tema.

h. Bentuk

56
Ibid35, 25.
57
Roger Kamien, Music An Appreciation, Edisi kesepuluh, 45.
Didalam Harvad Dictionary of Music Apel mendefinisikan bentuk

musik sebagai “the general principles and schemes that govern the

over-all structure of a composition 58.” Melalui dari kutipan tersebut

dapat diketahu bahwa bentuk musik merupakan skema atau pola yang

memiliki kaidah didalamnya untuk mengatur keseluruhan komposisi

sesuai keinginan komposer.

Menurut Machlis bentuk musik atau “musical form” adalah “form

refers to a work's structure or shape, the way the elements of a

composition have been combined by the composer to make it

understandable to the listener.”59 Melaui kutipan ini dapat dimengerti

bahwa form mengacu pada struktur atau bentuk suatu karya, dan

bagaiman cara elemen-elemen suatu komposisi digabungkan oleh

komposer agar dapat dipahami oleh pendengarnya.

Menurut Kamien didalam bukunya menjelaskan bentuk musik

adalah, “Form in music is the organization of musical elements in time.

In a musical composition, pitch, tone color, dynamics, rhythm, melody,

and texture interact to produce a sense of shape and structure.”60

Melalui kutipan ini dapat dimengerti bahwa Kamien menjelaskan

betuk musik adalah sebuah hasil dari penggabungan atau

pengorganisasian unsur-unsur musik yang terdapat dalam sebuah

komposisi seperti nada, warna suara, dinamika, ritmik melodi, dan

58
Willi Apel (edit), Harvad Dictionary of Music, Edisi kedua, 327.
59
Kristine Forney, Joseph Machlis, The Enjoyment Of Music, 29.
60
Roger Kamien, Music An Appreciation, Edisi ketujuh, 49.
tekstur. Dan didalam bukunya juga dijelaskan ada beberapa syarat

dalam membuat bentuk musik yaitu:

Repetisi, “Musical repitition appeals to the pleasure we get in

recognizing and remembering something. In music the repetition of

melodies or extended sections is a technique widely used for binding a

composition together. The passage of time influences our reaction to

repetition: when a musical idea returns, the effect is not duplication

but balance and symmetry.”61 Melalui kutipan ini Kamien menjelaskan

bahwa repetisi adalah teknik pengulangan dalam musik guna untuk

mengikat sebuah komposisi agar tercipta keseimbangan dan simetri

pada sebuah komposisi.

Kontras, “Forward motion, conflict, and change of mood all come

from contrast. Opposition-of loud and soft, strings and woodwinds,

fast and slow, major and minor-propels and developes musical ideas.

Sometimes such contrast is complete, but at the other times the

opposite have common elements that give a sense of contunity.” 62

Melalui kutipan ini Kamien menjelaskan bahwa kontras merupakan

pengembangan ide pada suatu musik yang berlawanan dengan ide

yang sebelumnya, dan bertujuan untuk merubah suasana dalam sebuah

musik.

61
Ibid41, 49.

62
Ibid41, 49.
Variasi, “In the variation of a musical idea, some of its features

will be retained while others are changed. For example, the melody

might be restarted with a different accompaniment. Or the pitches of a

melody might stay the same while its rhythmic pattern is changed. A

whole composition can be created from a series of variations on a

single musical idea.”63 Melalui kutipan ini Kamien menjelaskan

bahwa variasi merupakan ide dalam memodifikasi ritme ataupun

melodi dalam sebuah komposisi musik. Jadi, repetisi, kontras, dan

variasri merupakan syarat utama untuk mengetahui suatu bentuk

musik. Karena sebuah bentuk musik dapat dikatakan Two Part Song

form (lagu dua bagian) dan Free Form (bentuk bebas) jika diketahui

repetisi, kontras dan variasinya. Dan Kamien menjelaskan bahwa,

terdapat dua jenis dasar bentuk musik (song form) yaitu:

a) Binary Form, Two Part Song Form (A B)

Menurut Kamien,“Two part form called binary form, gives a sense

of statement (A) and counterstatement (B). Part A begins in the

tonic (home) key and ends either in the tonic or in the new key.

Part B ends in the home key and brings a feeling of completion” 64.

Melalui kutipan ini Kamien menjelaskan bianry form adalah

bentuk musik dua bagian yaitu: bagian pertama adalah statement

63
Roger Kamien, Music An Appreciation, Edisi ketujuh, 49.
64
Ibid44 , 49-51.
(pertanyaan) A, lalu bagian kedua adalah counterstatement

(balasan) B.

b) Ternary Form, Two Part Song Form (A B A)

Menurut Kamien, “Three part song form ( A B A ) has probably

been used most frequently. This form can be represented as

statement (A), contrast or departure (B), return (A). 65” melalui

kutipan ini Kamien menjelaskan ternary form adalah bentuk musik

tiga bagaian yaitu: bagian pertama adalah statement (pertanyaan)

A, bagian kedua adalah (kontaras) B, dan yang ketiga adalah

return (pengulangan) A.

Jadi, dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa

bentuk musik adalah, sebuah skema atau pola yang terdiri dari

pengorganisasian beberapa elemen musik didalam sebuah komposisi.

i. Gaya

Menurut Apel dalam kamus Harvad Dictionary of Music definisi

gaya/style adalah “Style in a musical composition refers to the methods

of treating all the elements 66.” Melalui kutipan ini dapat diketahui

bahwa gaya musik mengacu pada perlakuan terhadap unsur dalam

65
Roger Kamien, Music An Appreciation, Edisi ketujuh, 49-51.
66
Willi Apel (edit), Harvad Dictionary of Music, Edisi kedua, 812.
elemen musik. metode ini dapat teraplikasi dengan perbandingan

metode, komposer, komposisi, dan zaman.

Kamien mejelaskan didalam bukunya bahwa “Musical styles

change from one era in history to the next.”67 Melalui kutipan ini dapat

diketahui bahwa, gaya musik berubah dari satu era ke periode

selanjutnya di dalam sejarah musik barat dan periode tersebut dibagi

menjadi tujuh periode hingga kini yaitu:

Middle Ages (450-1450), Renaissance (1450-1600), Baroque (1600-

1750), Classical (1750-1820), Romantic (1820-1900), Twentieth

Century to 1945, 1945 to the present.68

Didalam bukunya juga dijelaskan tentang musik pada jaman

Twentieth Century atau jaman musik abad dua puluh yaitu “After 1900,

nonwestern music felt the impact of American and European music.”69

Melalui kutipan ini dapat diketahui bahwa pada jaman musik abad dua

puluh mulai timbul sebuah kecenderungan yaitu musik barat yang mulai

mempengaruhi musik non-barat yaitu musik yang berasal dari luar

Amerika dan Eropa. Berikut adalah ciri-ciri dari musik non-barat:

1) Oral Tradition

“Nonwestern music is most often transmitted orally from parent to


child or from teacher to student. Compositions and performance

67
Ibid46, 55.
68
Roger Kamien, Music An Appreciation, Edisi ketujuh, 55.
69
Ibid49, 392
techniques are learned by rote and imitation. Music notation is far less
importantin nonwestern than in western culture.”70 Melalui kutipan ini
dapat diketahui bahwa musik non-barat biasa ditransmisikan secara
lisan, dan teknik kinerja dapat dipelajari dengan cara menghafal dan
meniru.

2) Improvisation

“Important in many nonwertern musical cultures. Performers usually


base their improvisations on traditional melodic phrases and rhythmic
patterns.” 71 Melalui kutipan ini dapat diketahu bahwa, pemain biasa
mendasarkan improvisasi mereka pada frasa, melodi tradisional dan
pola ritmik.

3) Voices

“Singing is the most important way of making in the vast majority of


nonwestern cultures. Each tradition has its own preferred vocal
timbres.”72 Melaui kutipan ini dapat diketahui bahwa bernyanyi adalah
cara yang paling penting dalam pembuatan musik non-barat, dan setiap
tradisi memiliki nada yang disukai.

4) Instruments

“Nonwestern instruments produced a wealth of sounds and come in a


wide variety of sizes, shapes, and materials.”73 Melaui kutipan ini dapat
diketahui bahwa alat musik non-barat menghasilkan suara yang kaya
dan hadir dalam bentuk ukuran yang berbeda-beda.

5) Melody, Texture, and Rhythm

“In Asia, the near east, and north Africa, most music emphasizes melody
and rhythm, rather than harmony or polyphony. Texture is often
monophonic, consisting of an uncomppanied melody or a melody
supported by percussion. Nowestern music uses a wide variety of
scales.” 74 Melaui kutipan ini dapat dimengerti bahwa, musik di Asia
dan Afrika cenderung mengebangkan pada melodi dan ritmik.
Umumnya tekstur yang digunakan adalah monofoni Melodi musik non-
barat biasanya menggunakan interval lebih kecil daripada standar musik
barat. Bisanya musik nonbarat memiliki ritmik yang lebih kompleks.

70
Roger Kamien, Music An Appreciation, 529.
71
Ibid51, 529.
72
Ibid51,529.
73
Roger Kamien, Music An Appreciation, 529.
74
Ibid54, 529.
Jadi, melalui beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa

gaya dalam bermusik dapat dipengaruhi oleh waktu, zaman, era, dan

periode

2) Lirik

Elemen ini adalah bagian yang sangat penting dalam sebuah lagu

terutama lagu rohani karena yang dapat membedakan sebuah lagu itu adalah

lagu sekuler atau rohani adalah melalui liriknya.

B. Peran Lagu Dapat Memengaruhi Kesehatan Mental Seseorang

Menurut Djohan dalam bukunya yang berjudul Psikologi Musik

mengatakan bahwa, musik merupakan hasil dari perilaku manusia yang

unik dan dapat memengaruhi kehidupan manusia itu sendiri 75 . Maka

dari kuripan ini sangat jelas di katakan bahwa musik dapat memengaruhi

perilaku manusia secara emosional dan psikologis karena seperti halnya

tubuh manusia merespons berbagai hal di sekitarnya tubuh manusia juga

memiliki cara yang yang unik untuk merespons musik itu sendiri.

3. Tinjauan Teologis

Tinjauan Teologis adalah hasil dari eksegese dan analisa ayat yang

diambil untuk menjadi sumber refleksi dalam pembuatan eksposisi. Pada

bab ini peneliti memberikan penjelasan mengenai konteks kitab, tafsiran

ayat, dan hubungan ayat dengan komposisi yang peneliti buat. 1 Samuel

16:23 “Dan setiap kali roh dari Allah hinggap pada Saul, maka Daud

75
Djohan, Psikologi Musik, 26.
memegang kecapinya dan bermain; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh

yang jahat itu undur dari padanya.” (TB)

A. Konteks Kitab 1 Samuel

Kitab 1 Samuel merupakan bagian dari kumpulan kitab sejarah dalam

Perjanjian Lama yang mencatat transisi penting dalam sejarah Israel: dari

masa pemerintahan para hakim menuju sistem kerajaan. Kitab ini menjadi

pengantar dari masa kenabian yang lebih kuat secara institusional dan

menjadi titik awal munculnya kerajaan Israel dengan pengurapan raja

pertama, yaitu Saul, dan kemudian Daud sebagai penerusnya. Penulis kitab

ini secara tradisional dikaitkan dengan Nabi Samuel, meskipun

kemungkinan besar kitab ini disusun secara bertahap oleh para nabi dan

penulis sejarah Israel, termasuk mungkin Gad dan Natan. 76

Pasal 16 dari kitab ini menandai dua peristiwa penting: penolakan

Allah atas Saul sebagai raja karena ketidaktaatannya (1Sam 15), dan

pengurapan Daud sebagai raja oleh Samuel. Perlu dicatat bahwa

pengurapan Daud terjadi secara diam-diam dan bukan secara politis

terbuka. Setelah pengurapan ini, dikatakan bahwa “Roh TUHAN berkuasa

atas Daud” (1Sam 16:13), dan pada saat yang sama “Roh dari TUHAN

telah mundur dari Saul, dan ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada

TUHAN” (1Sam 16:14). Ini menjadi dasar bagi narasi 1 Samuel 16:23, di

1. Merrill C. Tenney, Survei Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas,


76

2009), hlm. 118.


mana Daud diminta untuk bermain kecapi untuk meredakan gangguan roh

jahat pada Saul.

Penting untuk diperhatikan bahwa relasi antara Daud dan Saul dimulai

dalam suasana yang sangat simbolis: Daud menjadi peredam atas

kegelisahan rohani Saul, bahkan sebelum ia dikenal sebagai pahlawan

Israel melalui kisah Goliat.77 Oleh karena itu, ayat ini memuat makna

teologis yang sangat dalam tentang hadirat Allah, kuasa musik, serta

hubungan antara pengurapan, ketenangan batin, dan manifestasi kuasa

ilahi.

B. Analisa Pembahasan 1 Samuel 16:23

1. Konteks Spiritual Saul dan Ddaud

Ayat ini merupakan klimaks dari proses peralihan kuasa rohani dalam

narasi 1 Samuel. Setelah Saul kehilangan Roh TUHAN karena

ketidaktaatannya (1Sam 15:11, 23), ia menjadi pribadi yang tidak lagi

hidup dalam bimbingan ilahi. Sebaliknya, Daud yang baru diurapi mulai

menunjukkan kapasitasnya sebagai pembawa damai dan pembawa hadirat

Allah melalui musiknya.78

Ketika roh jahat datang mengganggu Saul, Daud memainkan

kecapinya, dan dikatakan Saul merasa “lega dan nyaman.” Musik Daud

memiliki pengaruh spiritual yang bukan hanya menyenangkan secara

2. Willem A. VanGemeren, The Progress of Redemption, (Grand Rapids:


77

Zondervan, 1988), hlm. 161.

3. Leon Wood, The Holy Spirit in the Old Testament, (Grand Rapids:
78

Zondervan, 1976), hlm. 79.


estetika, namun juga menenangkan secara rohani. Ini menunjukkan bahwa

Daud tidak hanya memiliki keterampilan seni, tetapi bahwa ia menjadi

instrumen Allah untuk membawa kedamaian.

2. Teologi Hadirat dan Penyembuhan Melalui Musik

Ayat ini menegaskan bahwa musik memiliki kapasitas rohani untuk

menjadi medium kehadiran ilahi. Dalam tradisi Israel, musik sering

dipakai dalam konteks penyembahan dan peperangan rohani ( 2Taw

20:21-22; Mazmur). Daud tidak hanya memainkan kecapi, tetapi ia

memainkan dengan pengurapan, sehingga kehadirannya menjadi saluran

damai yang kontras dengan kekacauan batin Saul.

Hal ini menjadi refleksi bagi kehidupan pelayanan dan penyembahan

masa kini, bahwa musik yang diilhami Roh Kudus mampu membawa

kelegaan batin, bahkan membungkam kuasa jahat dalam dimensi

spiritual.79

C. Analisa Leksikal

1. “Roh dari Allah” – ‫ֱֹלהים‬


ִ֔ ‫( ֣רּוח א‬ruakh Elohim)

Kata “‫( ”רּוח‬ruakh) dalam bahasa Ibrani memiliki makna luas:

angin, nafas, atau roh. Dalam Alkitab, kata ini sering digunakan untuk

menggambarkan kuasa atau kehadiran Allah yang tidak terlihat namun

aktif. Ketika dikaitkan dengan “‫( ”אֱֹלהים‬Elohim), maka terbentuk

makna teologis bahwa roh ini bersumber dari Allah, baik dalam bentuk

berkat maupun dalam bentuk hajaran.

4. 79 Timothy Keller, Songs of Jesus, (New York: Viking, 2015), hlm. 14-16.
Namun dalam konteks Saul, “roh dari Allah” di sini menunjuk

pada roh yang menyebabkan gangguan mental atau spiritual. Dalam

ayat 14 sebelumnya, disebutkan secara eksplisit bahwa “Roh dari

TUHAN undur dari pada Saul dan diganggu oleh roh jahat dari pada

TUHAN”. Secara teologis, hal ini menekankan bahwa Tuhan tetap

berdaulat atas segala roh, termasuk roh yang menyebabkan

kesengsaraan. Ini bukan berarti Allah jahat, tetapi Allah mengizinkan

gangguan itu terjadi sebagai bentuk penghakiman atau koreksi.

Kehilangan hadirat Allah membuka ruang bagi gangguan

spiritual. Kehidupan yang menjauh dari ketaatan dan penyembahan

sejati, seperti yang terjadi pada Saul, dapat menjadi pintu masuk bagi

kekacauan batin. Sebaliknya, kehidupan yang terus dipenuhi Roh

Allah akan membawa damai, arah, dan kekuatan untuk menghadapi

pergumulan jiwa.

2. “Daud memegang kecapinya dan bermain” – ‫וְ ל ַָ֨קח דָ ִ֜וד אֶ ת־הכנּ֗ ֹור וְ נגֵּ֤ן בְ יָדֹו‬

Kata “‫( ”כנּ֗ ֹור‬kinnor) mengacu pada sejenis alat musik petik seperti

kecapi atau harpa kecil. Alat musik ini adalah salah satu instrumen

utama dalam musik ibadah Israel. Dalam banyak bagian Alkitab,

kinnor dikaitkan dengan nyanyian penyembahan, perayaan, bahkan

ekspresi profetik.

Yang menarik, alat musik ini menjadi media peredam kekacauan

spiritual. Bukan alat musiknya yang memiliki kuasa, tetapi ketika


dimainkan oleh seseorang yang hidup dalam urapan dan relasi dengan

Tuhan, instrumen itu menjadi sarana manifes kuasa Allah.

Pelayanan musik bukan sekadar seni. Alat musik bisa menjadi

saluran penyembuhan, pemulihan, dan pelepasan, jika dimainkan oleh

pribadi yang dipenuhi Roh Kudus. Ini menantang para pelayan musik

dan penyembahan masa kini untuk hidup dalam kesalehan dan

pengurapan, karena bukan keindahan musikal yang menjadi kunci

utama, melainkan kehadiran Allah yang menyertai.

3. Veniggen (Bermain Musik) – ‫וְ נגֵּ֤ן‬

Kata “‫( ”וְ נגֵּ֤ן‬veniggen) merupakan akar dari kata nagan berarti

memainkan alat musik. Istilah ini juga dipakai dalam konteks

penyembahan atau pelayanan profetik, seperti dalam 2 Raja-raja 3:15

ketika nabi Elisa meminta pemain kecapi agar dapat bernubuat. 80 Ini

mengindikasikan bahwa aktivitas bermusik—bila dilakukan dalam

kesalehan—dapat menjadi wadah untuk menerima pewahyuan atau

intervensi Allah.

Dalam 1 Samuel 16:23, kata ini berbentuk imperfek waw

consecutivum, mengindikasikan tindakan yang terus-menerus

dilakukan sebagai respon terhadap situasi tertentu. Ini berarti bahwa

Daud secara konsisten menggunakan musiknya sebagai bentuk

pelayanan profetik untuk Saul.

5. C. John Collins, A Biblical Theology of the Old Testament, (Chicago:


80

Moody Publishers, 1991), hlm. 201.


Pelayanan tidak selalu harus dalam bentuk khotbah atau

pengajaran verbal. Ada pelayanan profetik dalam musik, jika dilandasi

dengan hati yang taat dan pengurapan Roh. Musik menjadi jembatan

antara langit dan bumi, antara kekacauan dan ketenangan, antara

penderitaan dan pemulihan. Para pemusik gereja dipanggil untuk

menjadi “Daud” masa kini, yang memainkan bukan hanya dengan

keterampilan, tetapi dengan urapan dan tujuan penyembuhan.

4. “Merasa lega dan nyaman” – ‫וְ ָ ֣רוח לְשָ ִ֔אּול וְ ֣טֹוב ל֑ ֹו‬

Kata “‫”רוח‬
֣ ָ (ravakh) bermakna lega, bebas dari tekanan, kata ini

juga dapat mengandung konotasi emosional maupun spiritual terlepas

dari beban berat atau tekanan yang sebelumnya menyesakkan.

Sedangkan “‫”טֹוב‬
֣ (tov) seringkali diterjemahkan sebagai baik,

menyenangkan, atau nyaman. Dua kata ini menyiratkan efek terapeutik

secara psikis dan spiritual, yang dialami oleh Saul karena kehadiran

dan pelayanan Daud.

Dalam konteks Saul, kehadiran Daud membuatnya mengalami

“relief” dari penderitaan rohani. Kelegaan ini bukan solusi permanen,

melainkan semacam respite atau jeda dari penderitaan karena pengaruh

musik rohani.

Manusia modern sering mengalami inner suffocation—perasaan

sempit, terhimpit, dan tertekan oleh beban hidup. Ayat ini mengajarkan

bahwa Allah sanggup memberi kelegaan, bahkan jika tidak selalu

dalam bentuk penyembuhan total seketika. Melalui musik rohani,


ibadah, dan kehadiran orang-orang yang dipenuhi Roh Allah, Tuhan

bisa memberi ruang napas bagi jiwa yang sesak.

5. “Roh yang jahat itu undur dari padanya” – ‫וְ ָסָ֛ר מעָלָ ָ֥יו ָ֥רּוח הָ ָ ָֽרעָה‬

Kata “‫”סָ֛ר‬
ָ (sar) berarti mengundurkan diri atau menjauh. Dalam

Alkitab, kata ini sering dipakai untuk menggambarkan perubahan arah

dari kehadiran atau pengaruh sesuatu. “‫( ” ָ֥רּוח הָ ָ ָֽרעָה‬ruakh hara’ah)

berarti roh jahat atau roh yang menyiksa. Dalam kasus ini, roh jahat

“sar” dari Saul setiap kali Daud bermain. Hal ini menunjukkan bahwa

roh jahat tidak dapat bertahan di hadapan hadirat Allah, yang

dinyatakan melalui musik Daud.

Roh-roh jahat, tekanan batin, dan kuasa kegelapan tidak bisa

bertahan lama dalam atmosfer hadirat Tuhan. Musik rohani, doa, dan

penyembahan adalah senjata rohani yang mampu membuat kuasa

kegelapan “sar”—meninggalkan, mundur, dan gagal menguasai.

Gereja harus belajar membangun atmosfer hadirat bukan hanya dalam

ibadah umum, tetapi juga dalam kehidupan pribadi.

D. Analisa Homelitikal

1. Musik dan Hadirat Allah

Musik bukan sekadar seni, melainkan saluran yang Allah pakai untuk

menyatakan hadirat-Nya. Daud menunjukkan bahwa permainan musik

dapat menjadi bentuk pelayanan yang menyembuhkan dan membebaskan.

Ini relevan untuk pelayanan musik di gereja masa kini: bukan sekadar

performa, tetapi harus dilandasi pengurapan dan kesalehan hidup.


2. Pengurapan Mendahului Pelayanan

Daud tidak serta-merta memainkan musik dan roh jahat undur; ia

terlebih dahulu telah diurapi oleh Samuel dan dipenuhi oleh Roh Allah

(1Sam 16:13). Ini menekankan bahwa efektivitas pelayanan—baik

mimbar, musik, atau bentuk lain—tergantung pada relasi dengan Allah

dan urapan ilahi.

3. Ketenangan Sejati Datang dari Allah

Ketenangan yang dirasakan Saul bukan berasal dari teknik musik

semata, tetapi karena hadirat Allah yang menyertai Daud. Dalam dunia

yang penuh tekanan dan kegelisahan, hanya Allah sumber damai sejati.

Musik, doa, dan penyembahan menjadi sarana untuk masuk dalam

kelegaan tersebut.

Anda mungkin juga menyukai