0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan8 halaman

MSDS Larutan Kimia dan Pertolongan Pertama

Dokumen ini adalah lembar data keselamatan bahan (MSDS) untuk berbagai larutan kimia yang digunakan dalam laboratorium, mencakup informasi tentang bentuk, warna, bau, bahaya, upaya perlindungan, dan pertolongan pertama untuk setiap larutan. Larutan yang dibahas termasuk Aquades, Pati, Tembaga Sulfat, Na2CO3, dan berbagai asam serta basa, masing-masing dengan risiko dan tindakan pencegahan yang berbeda. Informasi ini penting untuk memastikan keselamatan saat menangani bahan kimia tersebut.

Diunggah oleh

Farid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan8 halaman

MSDS Larutan Kimia dan Pertolongan Pertama

Dokumen ini adalah lembar data keselamatan bahan (MSDS) untuk berbagai larutan kimia yang digunakan dalam laboratorium, mencakup informasi tentang bentuk, warna, bau, bahaya, upaya perlindungan, dan pertolongan pertama untuk setiap larutan. Larutan yang dibahas termasuk Aquades, Pati, Tembaga Sulfat, Na2CO3, dan berbagai asam serta basa, masing-masing dengan risiko dan tindakan pencegahan yang berbeda. Informasi ini penting untuk memastikan keselamatan saat menangani bahan kimia tersebut.

Diunggah oleh

Farid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MSDS

Jadi ini MSDS untuk setiap larutan dari pertemuan 1 sampe terakhir ya teman2. totetotet

●​ Larutan Aquades
❖​ Bentuk: Cair
❖​ Warna: Tidak berwarna atau bening
❖​ Bau: Tidak berbau
❖​ Bahaya: Tidak berbahaya
❖​ Upaya perlindungan: Gunakan wadah kaca atau plastik khusus yang inert (tidak
bereaksi dengan air) dan telah dibersihkan serta disterilkan dengan benar sebelum
digunakan
❖​ Pertolongan pertama: Aquades tidak berbahaya bagi kulit, tidak diperlukan tindakan
khusus.
●​ Larutan Pati
❖​ Bentuk: Cairan
❖​ Warna : Putih
❖​ Bau: Tidak berbau atau sedikit berbau tepung
❖​ Bahaya: Tidak berbahaya
❖​ Upaya perlindungan: Gunakan APD lengkap, ruangan dengan sistem ventilasi yang
baik.
❖​ Pertolongan pertama:
-​ Kontak kulit: Cuci dengan sabun dan air
-​ Kontak mata: Bilas dengan air mengalir
-​ Tertelan: Minum banyak air
-​ Terhirup: Cari daerah terbuka dan hirup udara segar
●​ Larutan Tembaga Sulfat
❖​ Bentuk: Serbuk atau kristal
❖​ Warna: Biru terang sampai biru tua
❖​ Bau: Tidak berbau
❖​ Bahaya: iritasi pada kulit dan mata, berbahaya bagi organisme akuatik, menyebabkan
kerusakan lingkungan jangka panjang.
❖​ Upaya perlindungan: Gunakan APD lengkap, jangan buang di saluran air atau
lingkungan
❖​ Pertolongan pertama:
-​ Kontak mata: Segera bilas dengan air mengalir yang banyak
-​ Kontak kulit: Lepaskan pakaian yang terkontaminasi dan segera cuci dengan
sabun dan air mengalir
-​ Tertelan: Jangan dimuntahkan, bilas dengan air dan cari pertolongan medis
-​ Terhidup: Hirup udara segar dan jika kesulitan bernafas berikan oksigenasi dan
cari pertolongan medis
●​ Larutan Na2CO3
❖​ Bentuk: Serbuk atau kristal putih
❖​ Warna: Putih
❖​ Bau: Tidak berbau
❖​ Bahaya: Menyebabkan iritasi mata serius, iritasi saluran pernapasan dan kulit
❖​ Upaya perlindungan: Gunakan masker debu, sarung tangan tahan bahan kimia,
kacamata pelindung (goggles)
❖​ Pertolongan pertama:
-​ Kontak kulit: Cuci area yang terkena dengan air dan sabun
-​ Kontak mata: Bilas mata dengan air mengalir selama minimal 15 menit
-​ Terhirup: Segera mencari udara segar dan jika sulit bernapas berikan oksigen
-​ Tertelan: Bilas mulut dengan air, jangan paksa muntah, beri air minum untuk
mengencerkan asam dan segera cari pertolongan medis
●​ Larutan Fehling A
❖​ Bentuk: Cairan Jernih
❖​ Warna: Biru terang hingga tua
❖​ Bau: Tidak berbau
❖​ Bahaya: korosif, iritasi parah pada kulit dan mata, toksik bagi organisme akuatik,
berbahaya jika tertelan.
❖​ Upaya perlindungan: Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, jas lab panjang,
kacamata pengaman, hindari kontak langsung dengan kulit, mata dan pakaian.
❖​ Pertolongan pertama:
-​ Kontak mata: Segera bilas dengan air mengalir minimal 15 menit, segera cari
pertolongan medis.
-​ Kontak kulit: Segera bilas dengan sabun dan air mengalir yang banyak, lepas
pakaian yang terkontaminasi dan dapatkan pertolongan medis.
-​ Tertelan: Jangan dimuntahkan, bilas mulut dengan air dan segera cari
pertolongan medis.
-​ Terhirup: Pindah ke area dengan udara segar, jika kesulitan bernafas berikan
oksigenasi dan segera cari pertolongan medis.
●​ Larutan Fehling B
❖​ Bentuk: Cairan
❖​ Warna: Tidak berwarna hingga kekuningan
❖​ Bau: Tidak berbau
❖​ Bahaya: Korosif, menyebabkan luka bakar pada kulit dan merusak mata, iritasi saluran
pernafasan, bersifat basa kuat.
❖​ Upaya perlindungan: Gunakan APD lengkap, hindari kontak dengan kulit, mata dan
pakaian secara langsung, jangan campurkan dengan asam kuat.
❖​ Pertolongan pertama:
-​ Kontak mata: Segera bilas dengan air mengalir selama 15 menit dan segera
dapatkan pertolongan medis.
-​ Kontak kulit: Segera bilas dengan air mengalir selama 15 menit, lepaskan
pakaian yang terkontaminasi dan dapatkan pertolongan medis.
-​ Tertelan: Jangan dimuntahkan, berikan air untuk mengencerkan dan segera
dapatkan pertolongan medis.
-​ Terhidup: Pindah ke tempat dengan udara segar, jika kesulitan bernafas segera
dapatkan pertolongan medis.
●​ Naphtol
❖​ Bentuk: Padatan kristal
❖​ Warna: Kristal tanpa warna atau berwarna putih hingga kuning
❖​ Bau: Berbau fenolik
❖​ Bahaya: Iritasi, efek sistemik
❖​ Upaya perlindungan: Jas laboratorium, Kacamata keselamatan, sarung tangan dan
pelindung pernapasan: Jika ventilasi tidak memadai atau terdapat risiko pembentukan
debu atau uap, gunakan respirator yang sesuai dengan standar yang berlaku.
❖​ Pertolongan pertama:
-​ Kontak mata: Segera bilas dengan air mengalir minimal 15 menit, segera cari
pertolongan medis.
-​ Kontak kulit: Segera bilas dengan sabun dan air mengalir yang banyak, lepas
pakaian yang terkontaminasi dan dapatkan pertolongan medis.
-​ Tertelan: Jangan dimuntahkan, bilas mulut dengan air dan segera cari
pertolongan medis.
-​ Terhirup: Pindah ke area dengan udara segar, jika kesulitan bernafas berikan
oksigenasi dan segera cari pertolongan medis.

●​ Larutan Asam Sulfat


❖​ Bentuk: Cairan
❖​ Warna: Tidak berwarna
❖​ Bau: Tidak berbau
❖​ Bahaya: korosif, menyebabkan kulit terbakar yang parah dan merusak mata,
karsinogenik
❖​ Upaya perlindungan: jangan dihirup, menggunakan APD lengkap (masker, jas lab,
gloove)
❖​ Pertolongan pertama:
-​ Kontak kulit: lepas pakaian yang terkontaminasi, bilas dengan air mengalir
-​ Terhirup: segera ke tempat terbuka dan hidup udara segar
-​ Kontak mata: bilas dengan air mengalir yang banyak
-​ Tertelan: hindari muntah dan minum air yang banyak
●​ Larutan Asam Asetat Glasial
❖​ Bentuk: Cairan
❖​ Warna: Tidak berwarna
❖​ Bau: Tajam
❖​ Bahaya: Mudah terbakar, korosif, dapat menyebabkan kerusakan pada organ setelah
paparan berkepanjangan, uapnya dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan.
❖​ Upaya perlindungan: Gunakan APD lengkap, ventilasi yang memadai, jauhkan dari
sumber panas, hindari kontak dengan oksidator kuat, basa dan logam.
❖​ Pertolongan pertama:
-​ Kontak mata: Segera bilas dengan air mengalir selama 15 menit, angkat kelopak
mata dan segera dapatkan pertolongan medis.
-​ Kontak kulit: Segera lepaskan pakaian yang terkontaminasi, bilas dengan air yang
banyak selama 15 menit dan dapatkan pertolongan medis.
-​ Tertelan: Jangan dimuntahkan, bilas mulut dengan air dan segera cari pertolongan
medis.
-​ Terhirup: Pindah ke area dengan udara segar, jika kesulitan bernafas berikan
oksigenasi dan segera cari pertolongan medis.
●​ Larutan Asam Nitrat
❖​ Bentuk: Cairan
❖​ Warna: Tidak berwarna
❖​ Bau: Tajam dan Menyengat
❖​ Bahaya: Dapat korosif terhadap logam, toksik jika terhirup, menyebabkan kulit
terbakar yang parah dan kerusakan mata
❖​ Upaya perlindungan: Menggunakan sarung tangan tahan bahan kimia, pelindung
wajah, kacamata pelindung kimia, dan pakaian tahan bahan kimia
❖​ Pertolongan pertama:
-​ Kontak mata: Segera bilas dengan air mengalir minimal 15 menit, segera cari
pertolongan medis.
-​ Kontak kulit: Segera bilas dengan sabun dan air mengalir yang banyak, lepas
pakaian yang terkontaminasi dan dapatkan pertolongan medis.
-​ Tertelan: Jangan dimuntahkan, bilas mulut dengan air dan segera cari pertolongan
medis.
-​ Terhirup: Pindah ke area dengan udara segar, jika kesulitan bernafas berikan
oksigenasi dan segera cari pertolongan medis.
●​ Larutan HCl
❖​ Bentuk: Cairan
❖​ Warna: Tidak berwarna hingga kuning pucat
❖​ Bau: Berbau tajam, menyengat seperti cuka
❖​ Bahaya: Menyebabkan luka bakar pada kulit dan kerusakan mata.
❖​ Upaya Perlindungan: Menggunakan sarung tangan tahan bahan kimia, pelindung
wajah, kacamata pelindung kimia, dan pakaian tahan bahan kimia
❖​ Pertolongan Pertama:
-​ Kontak kulit: Melepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi, bilas dengan
air mengalir
-​ Terhirup: Segera mencari udara segar dan jika sulit bernapas berikan oksigen
-​ Kontak mata: Segera bilas dengan air mengalir dan jangan gosok mata
-​ Tertelan: Jangan paksa muntah, beri air minum untuk mengencerkan asam dan
segera cari pertolongan medis
●​ Larutan NaOH
❖​ Bentuk: Cair
❖​ Warna: Tak berwarna, sedikit keruh
❖​ Bau: Tak berbau
❖​ Bahaya: Menyebabkan luka bakar, iritasi pernafasan, Reaktif terhadap asam & logam,
berbahaya bagi lingkungan akuatik
❖​ Upaya Perlindungan: Gunakan sarung tangan pelindung, jas lab, hindari menghirup
uap nya, upayakan ruangan berventilasi yang baik.
❖​ Pertolongan Pertama:
-​ Terhirup: hirup udara segar
-​ Tertelan: Jangan di muntahkan, minum air banyak
-​ Kontak kulit: lepas pakaian yang terkena kontak, Bilas dengan air selama 15
menit
-​ Kontak Mata: Bilas dengan air selama 15 menit

●​ Larutan HNO3
❖​ Bentuk: Cairan
❖​ Warna: Tidak berwarna
❖​ Bau: Tajam, menyengat
❖​ Bahaya: Sangat korosif, menyebabkan luka bakar parah pada kulit dan kerusakan
mata serius, oksidator kuat dapat menyebabkan kebakaran, reaktif dengan banyak
bahan organik dan logam.
❖​ Upaya Perlindungan: Gunakan APD lengkap, menggunakan pakaian tahan asam,
hindari bahan yang mudah terbakar, selalu tambahkan asam ke air, jangan sebaliknya.
❖​ Pertolongan Pertama:
-​ Kontak mata: Segera bilas dengan air mengalir selama minimal 15-30 menit
dengan kelopak mata terbuka, segera dapatkan pertolongan medis.
-​ Kontak kulit: Segera lepaskan pakaian yang terkontaminasi, bilas dengan air yang
banyak selama minimal 15-30 menit, segera dapatkan pertolongan medis
-​ Tertelan: Jangan dimuntahkan, berikan air jika korban sadar, jangan berikan
apa-apa melalui mulut jika tidak sadar, segera dapatkan pertolongan medis
darurat
-​ Terhirup: Pindahkan ke udara segar, jika kesulitan bernapas, berikan oksigenasi
dan segera dapatkan pertolongan medis darurat
●​ Larutan Asam Oksalat
❖​ Bentuk: Kristal
❖​ Warna: Putih
❖​ Bau: Tidak berbau
❖​ Bahaya: Bahaya jika tertelan dan terkena kulit, menyebabkan kerusakan mata yang
serius
❖​ Upaya Perlindungan: Gunakan sarung tangan pelindung, jas lab, hindari menghirup
uap nya, upayakan ruangan berventilasi yang baik.
❖​ Pertolongan Pertama:
-​ Kontak kulit: Melepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi,
bilas dengan air mengalir
-​ Terhirup: Segera mencari udara segar dan jika sulit bernapas berikan
oksigen
-​ Kontak mata: Segera bilas dengan air mengalir dan jangan gosok mata
-​ Tertelan: Jangan paksa muntah, beri air minum untuk mengencerkan
asam dan segera cari pertolongan medis
●​ Larutan Amonium Hidroksida
❖​ Bentuk: Cairan
❖​ Warna: Tidak berwarna
❖​ Bau: Tajam, menyengat
❖​ Bahaya: Korosif, beracun jika terhirup, sangat beracun bagi kehidupan akuatik,
mudah menguap.
❖​ Upaya Perlindungan: Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman,
pakaian pelindung lengkap, hindari kontak dengan asam, logam dan klorin, simpan
dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan berventilasi baik.
❖​ Pertolongan Pertama:
-​ Kontak mata: Segera bilas dengan air mengalir selama minimal 15-20 menit
dengan kelopak mata terbuka, segera dapatkan pertolongan medis
-​ Kontak kulit: Segera lepaskan pakaian yang terkontaminasi, bilas dengan air yang
banyak selama minimal 15 menit, segera dapatkan pertolongan medis
-​ Terhirup: Pindahkan ke udara segar, jika kesulitan bernapas, berikan oksigenasi
dan segera dapatkan pertolongan medis darurat
-​ Tertelan: Jangan dimuntahkan, bilas mulut dengan air, berikan air untuk diminum
jika korban sadar, segera dapatkan pertolongan medis darurat.
●​ Larutan Amonium Sulfat
❖​ Bentuk: Padat
❖​ Warna: Tidak berwarna
❖​ Bau: Tidak berbau
❖​ Bahaya: Dapat menyebabkan iritasi ringan, kemerahan, dan gatal-gatal.
❖​ Upaya Perlindungan: Gunakan APD lengkap dan sarung tangan tahan bahan kimia,
ruangan berventilasi yang baik, hindari kontak dengan kulit.
❖​ Pertolongan Pertama:
-​ Kontak kulit: Melepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi,
bilas dengan air mengalir
-​ Terhirup: Segera mencari udara segar dan jika sulit bernapas berikan
oksigen
-​ Kontak mata: Segera bilas dengan air mengalir dan jangan gosok mata
-​ Tertelan: Jangan paksa muntah, beri air minum untuk mengencerkan
asam dan segera cari pertolongan medis
●​ Larutan Biuret
❖​ Bentuk: Cairan
❖​ Warna: Biru muda hingga ungu
❖​ Bau: Sedikit berbau amonia
❖​ Bahaya: Korosif, menyebabkan iritasi pada pernapasan, berbahaya bagi lingkungan
akuatik.
❖​ Upaya Perlindungan: Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata
pengaman, pakaian pelindung lengkap, hindari pencampuran dengan asam, cuci
tangan secara menyeluruh setelah penanganan.
❖​ Pertolongan Pertama:
-​ Kontak mata: Segera bilas dengan air mengalir selama minimal 15-20 menit,
angkat kelopak mata, segera dapatkan pertolongan medis
-​ Kontak kulit: Segera cuci dengan sabun dan air yang banyak selama minimal 15
menit, lepaskan pakaian yang terkontaminasi, dapatkan pertolongan medis
-​ Terhirup: Pindahkan ke udara segar, jika kesulitan bernapas, berikan oksigen dan
dapatkan pertolongan medis
-​ Tertelan: Jangan dimuntahkan, bilas mulut dengan air, minum banyak air jika
sadar dan segera dapatkan pertolongan medis.
●​ Larutan Fe
❖​ Bentuk: Padatan logam
❖​ Warna: Abu keperakan hingga hitam
❖​ Bau: Tidak berbau
❖​ Bahaya: Debu besi dapat menyebabkan iritasi sistem pernapasan
❖​ Upaya Perlindungan: Gunakan masker debu sesuai yang disetujui saat bekerja dengan
bubuk besi atau saat terdapat debu
❖​ Pertolongan Pertama:
-​ Kontak kulit: Cuci area yang terkena dengan sabun dan air
-​ Terhirup: Jika debu besi terhirup dalam jumlah besar segera cari bantuan
medis
-​ Kontak mata: Bilas mata dengan air bersih mengalir
-​ Tertelan: Bilas mulut dengan air, jangan menimbulkan muntah kecuali
disarankan oleh medis

●​ Larutan I2
❖​ Bentuk: Cairan
❖​ Warna: Coklat kemerahan hingga hitam
❖​ Bau: Tajam dan menyengat
❖​ Bahaya: Iritasi pada kulit, menyebabkan luka bakar pada konsentrasi tinggi, korosif,
iritasi saluran pernapasan.
❖​ Upaya Perlindungan: Gunakan APD lengkap dan sarung tangan tahan bahan kimia,
ruangan berventilasi yang baik, hindari kontak dengan kulit.
❖​ Pertolongan Pertama:
-​ Kontak mata: Bilas dengan air mengalir selama minimal 15 menit sambil
menjaga kelopak mata terbuka. Segera hubungi tenaga medis.
-​ Kontak kulit: Cuci area yang terkena dengan air dan sabun yang banyak.
Lepaskan pakaian yang terkontaminasi. Jika iritasi berlanjut, hubungi tenaga
medis.
-​ Terhirup: Pindahkan korban ke udara segar. Jika kesulitan bernapas, berikan
oksigen dan segera hubungi tenaga medis.
-​ Tertelan: Jangan dimuntahkan, bilas mulut dengan air (jangan ditelan). Segera
hubungi tenaga medis.
-​
●​ Larutan Na2S2O3
❖​ Bentuk: Padatan kristal atau butiran putih
❖​ Warna: Putih (bentuk padat), bening (bentuk larutan)
❖​ Bau: Tidak berbau atau sedikit berbau belerang
❖​ Bahaya: Iritasi ringan pada kulit, dapat melepaskan gas sulfur dioksida yang beracun
jika kontak dengan asam, reaksi alergi kulit, iritasi saluran pernapasan.
❖​ Upaya Perlindungan: Gunakan APD lengkap, hindari kontak langsung dengan kulit,
pastikan ventilasi ruangan memadai, hindari pembentukan dan penghirupan debu
(untuk bentuk padatan).
❖​ Pertolongan Pertama:
-​ Kontak mata: Bilas dengan air mengalir selama 15 menit. Angkat kelopak mata
sesekali. Hubungi tenaga medis jika iritasi berlanjut.
-​ Kontak kulit: Cuci area yang terkena dengan air dan sabun. Lepaskan pakaian
yang terkontaminasi. Jika terjadi iritasi, hubungi tenaga medis.
-​ Terhirup: Pindahkan korban ke udara segar. Jika kesulitan bernapas, berikan
oksigen dan segera hubungi tenaga medis.
-​ Tertelan: Bilas mulut dengan air, jangan dimuntahkan, Jika tertelan dalam jumlah
besar atau timbul gejala, segera hubungi tenaga medis.

●​ Larutan Amilum
❖​ Bentuk: Cairan
❖​ Warna: Bening atau sedikit keruh
❖​ Bau: Tidak berbau
❖​ Bahaya: Tidak berbahaya
❖​ Upaya Perlindungan: Gunakan APD, Pastikan memiliki ventilasi yang cukup,
terutama jika ada potensi terbentuknya kabut atau aerosol larutan amilum
❖​ Pertolongan Pertama:
-​ Terhirup: Jika terhirup kabut atau aerosol pindahlah ke tempat dengan
udara segar
-​ Tertelan: Jika tertelan dalam jumlah kecil, biasanya tidak ada tindakan
khusus yang diperlukan. Jika tertelan dalam jumlah besar dan merasa
tidak nyaman, minumlah air putih.
-​ Terkena Mata: Segera bilas mata dengan air mengalir yang banyak
selama minimal 15 menit sambil membuka kelopak mata.
-​ Terkena kulit: Cuci area yang terkena dengan air dan sabun. Lepaskan
pakaian yang terkontaminasi. Jika terjadi iritasi, hubungi tenaga medis.

Anda mungkin juga menyukai