Nama : Rahman
NIM : 050835335
MK : Pendidikan Agama Islam
1. Sebutkan dan jelaskan macam-macam hukum islam
a) Wajib
Yang di sebut wajib adalah: suatu perbuatan apa bila di kerjakan oleh seseorang,
maka orang yang mengerjakannya akan mendapat pahala dan apa bila perbuatan itu di
tinggalkan maka akan mendapat siksa.
b) sunnah(mandub)
Yaitu perbuatan apabila di kerjakan maka orang yang mengerjakan akan mendapat
pahala dan apabila ditinggalkan, maka orang yang meninggalkan tersebut tidak
mendapat siksa.
c) Haram
adalah segala perbuatan yang apabila perbuatan itu ditinggalkan akan mendapat
pahala sementara apabila dikerjakan maka orang tersebut akan mendapat siksa.
d) Makruh
Satu perbuatan di sebut makruh apabila perbuatan tersebut ditinggalkan maka orang
yang meninggalkan mendapat pahala dan apabila dikerjakan maka orang tersebut
tidak mendapat siksa.
e) Mubah
Yang di sebut mubah adalah suatu perbuatan yang apabila di kerjakan orang yang
mengerjakan tidak mendapat pahala dan apabila di tinggalkan tidak berdosa.
2. jelaskan posisi dan fungsi sunnah terhadap AL Qur`an!
a. Menguatkan (muakkid) hukum suatu peristiwa yang telah di tetapkan hukumnya di
dalam Al-Qur'an
Beberapa peristiwa telah di tetapkan hukumnya oleh Al Qur'an kemudian Sunnah nabi
Saw menguatkannya sehingga amalan tersebut ditetapkan oleh dua sumber hukum
yaitu Al Qur'an dan Sunnah nabi SAW. Misalnya shalat dan zakat telah di tetapkan
hukumnya di dalam Al-Qur'an di antaranya dalam surat Al -baqarah/2:43.
b. memberikan penjelasan terhadap ayat-ayat Al -Qur'an
Memberikan penjelasan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an antara lain dengan jalan:
Memberikan perinci terhadap ayat-ayat yang masih global, misalnya perintah
shalat yang harus di kerjakan dalam waktu-waktu tertentu, sebagimana
diisyaratkan dalam surat An-Nisaa'/4;103
membatasi kemutlakannya; yang di maksud adalah ayat-ayat yang masih
bersifat mutlak, tetapi kemudian Rasul SAW membatasi kemutlakannya ayat
tersebut. Contohnya adalah ketika seseorang sudah merasa dekat waktu
ajalnya kemudian membuat wasiat terkait hartanya, maka Al Qur'an tidak
memberikan batasan seperti beberapapu boleh.
Mengkhususkan atas ayat yang masih bersifat umum, beberapa ketentuan
dalam Al-Qur'an masih sangat bersifat umum, kemudian nabi SAW
mengkhususkan (mentakhsis) atau ketentuan tersebut
Menciptakan hukum baru yang tidak terdapat dalam Al-Qur'an Tentang poin
ini cukup banyak contoh yang dapat dikemukakan , di antaranya adalah Nabi
SAW menetapkan keharaman binatang buas yang bertaring kuat dan juga
burung yang berkuku kuat, bagaimana di riwayatkan oleh imam Muslim yang
bersumber dari sahabat ibn'Abbas.
3. bagaimana peran keluarga dan lingkungan dalam pembentukan moral sseseorang? Berikan
contoh bagaimana nilai-nilai moral bisa di tanamkan sejak dini.
Peran Keluarga dalam Pembentukan Moral:
1. Sebagai Pendidikan Pertama: Keluarga adalah lingkungan pertama di mana anak belajar
nilai-nilai moral dan agama. Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak, dan ayah
adalah teladan utama dalam memberikan arah hidup yang benar. Orang tua bertanggung
jawab untuk mendidik anak-anak mereka dengan nilai-nilai Islam sejak usia dini.
2. Menanamkan Akhlak yang Baik: Dalam Islam, orang tua diperintahkan untuk mendidik
anak-anak dengan penuh kasih sayang dan disiplin yang bijaksana. Rasulullah SAW
bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), maka kedua orang tuanyalah
yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi” (HR. Bukhari dan Muslim). Hal ini
menunjukkan bahwa orang tua memegang peranan penting dalam menentukan arah moral
dan spiritual anak.
3. Memberikan Teladan yang Baik: Orang tua yang memiliki akhlak yang baik akan menjadi
contoh langsung bagi anak-anak mereka. Anak cenderung meniru perilaku orang tua, baik
dalam cara berbicara, bertindak, maupun dalam beribadah. Misalnya, orang tua yang rajin
beribadah, sabar, jujur, dan dermawan akan menanamkan nilai-nilai tersebut pada anak.
4. Mengajarkan Nilai-nilai Agama Sejak Dini: Islam mengajarkan orang tua untuk
mengajarkan anak-anaknya tentang Allah, Rasul, serta tata cara ibadah sejak usia kecil. Salah
satunya adalah mengajarkan anak shalat sejak usia 7 tahun dan memberikan hukuman yang
mendidik jika anak tidak melaksanakannya dengan benar pada usia 10 tahun (HR. Abu
Dawud). Hal ini menunjukkan pentingnya pembelajaran agama sejak dini.
Peran Lingkungan dalam Pembentukan Moral:
1. Lingkungan Sekitar sebagai Faktor Pendukung: Selain keluarga, lingkungan juga
memainkan peran penting dalam membentuk moral seseorang. Misalnya, masyarakat yang
menganut nilai-nilai kejujuran, kerjasama, dan saling menghargai akan memberikan dampak
positif bagi anak yang tumbuh di dalamnya. Sebaliknya, jika lingkungan sekitar mengabaikan
nilai-nilai agama atau moral, anak-anak dapat terpengaruh untuk mengikuti perilaku yang
tidak sesuai dengan ajaran Islam.
2. Pendidikan di Sekolah: Lingkungan pendidikan, seperti sekolah, juga sangat berpengaruh
dalam membentuk akhlak. Dalam Islam, pendidikan di sekolah harus mencakup aspek
spiritual dan moral, selain ilmu pengetahuan. Para guru di sekolah bertugas untuk mendidik
dan memberikan contoh yang baik, serta mengajarkan adab dan etika dalam kehidupan
sehari-hari.
Contoh Penanaman Nilai-nilai Moral Sejak Dini:
1) Mengajarkan Adab yang Baik: Salah satu cara orang tua dapat menanamkan moral
yang baik pada anak adalah dengan mengajarkan adab-adab Islami, seperti adab
berbicara, menghormati orang tua, berbagi, dan bersikap rendah hati. Misalnya,
mengajarkan anak untuk mengucapkan salam saat masuk rumah atau berbicara
dengan kata-kata yang sopan. Rasulullah SAW mencontohkan adab yang sangat baik
dalam berbicara, seperti sabda beliau: “Jika kamu berbicara, maka ucapkanlah yang
baik atau diamlah.” (HR. Bukhari).
2) Mengajarkan Shalat dan Doa Sejak Dini: Salah satu nilai moral yang sangat
ditekankan dalam Islam adalah ibadah. Orang tua dapat mulai mengajarkan anak
shalat sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan dan penuh kasih sayang.
Misalnya, mengajak anak untuk shalat berjamaah di rumah atau mengajarkan doa-doa
pendek yang mudah diingat.
3) Menanamkan Nilai Kejujuran: Mengajarkan anak untuk selalu berkata jujur adalah
salah satu dasar moral dalam Islam. Rasulullah SAW menekankan kejujuran sebagai
ciri utama seorang Muslim. Orang tua bisa mengajarkan nilai ini dengan memberikan
contoh, misalnya, ketika anak melakukan kesalahan, orang tua sebaiknya
mengajarkan bahwa mengakui kesalahan lebih baik daripada berbohong.
4) Mengajarkan Kepedulian Sosial: Sejak dini, anak dapat diajarkan untuk peduli
terhadap sesama, misalnya dengan membantu tetangga yang membutuhkan atau
berbagi dengan teman yang kurang beruntung. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak
beriman salah seorang dari kalian hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang
dia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari). Dengan demikian, mengajarkan anak
untuk peduli dan berbagi merupakan bagian dari pendidikan moral yang sangat
penting.
[Link] bagaimana agama dapat menjadi sumber akhlak bagi individu dan Masyarakat.
Berikan contoh bagaimana ajaran agama tertentu mengarahkan prilaku yang berakhlak?
1) Akhlak kepada individu
Manusia dalam hidupnya pasti mengharapkan ke bahagian baik kebahagiaan batin
maupun kebahagiaan lahir. Karena harapa ini maka manusia harus berusaha untuk
memperolehnya menurut kemampuannya. Akhlak terhadap dirinya sendiri, yang
meliputi antara lain;
kreatif dan dinamis
Adalah sikap seorang yang selalu ingin menciptakan suatu kebahagiaan
hidupnya.
sabar
Adalah sikap mental untuk menerima dan menjalani dengan lapang dada
ketika mendapatkan musibah dan menjalani perintah
tawadu
artinya rendah hati dan tidak sombong.
Benar
Iffah
Iffah adalah menjaga diri dari perbuatan yang di larang oleh Allah.
Amanah/jujur
2) Akhlak terhadap Masyarakat
Manusia adalah mahluk sosial. Aristoteles mengatakan manusia sebagai zone
politiken atau home socius. Sebagian mahluk sosial manusia tidak mungkin hidup
sendiri.
[Link] sikap ukhuwah atau persaudaraan
b. Melakukan silatuh Rahmi
c. Ta'awun ialah saling tolong menolong dalam hal kebajikan
d. Bersikap adil
e. Bersikap pemaaf dan penyayang
f. Bersikap dermawan
g menahan marah dan berkata yang baik (lemah lembut).
h. Sikap musawah dalam arti persamaan dalam hidup masyarakat maupun persamaan
dalam hukum
i. Tasamuh
Keyakinan yang berbeda harus di hormati.
j. Bermusyawarah
Musyawarah merupakan upaya memecahkan bersama untuk menghindari
penyimpagan dan meletakkan langkah- langkah bersama secara bulat disepakati.
`k. Menjalin perdamaiaan
Contoh agama Islam mengajarkan prilaku berahlak
[Link] kepada Allah
Akhlak dalam Islam harus di bangun atas dasar kesadaran keberadaan Allah SWT sebagai
pencipta alam semesta beserta seluruhnya h isisnya.
a. Menauhidkan
Menauhidkan artinya mengesahkan bahwa Allah adalah pencipta; bahwa yang wajib di
sembah oleh kita, semesta beserta seluruh isinya.
b. Beribadah
Karena Allah pencipta maka kita harus beribadah kepadanya
c. Bersyukur
Bersyukur adalah berterima kasih kepada Allah atas karunia dan nikmat yang telah di
berikan.
d. Taqwa
Taqwa adalah melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangannya
e. Berdoa
Berdoa adalah memohon kebaikan kepada Allah dalam segala hal untuk kebaikan baik di
dunia maupun di akhirat.
f. Berzikir
Berzikir artinya mengigat Allah, perwududannya dengan membaca tahlil, tahmid, tasbih,
istigfar.
g. Tawakal
Tawakal adalah sikap pasrah kepada Allah atas ketentuan-Nya sambil berusaha
h. Mahabbah(cinta)
Mahabbah artinya sikat merasa dekat dan ingat terus kepada Allah yang diwujudkan dengan
ketaatan kepada-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
5. Menurut anda, apa tantangan terbesar dalam mempertahankan ahklak mulia di Tengah
perkembangan zaman yang semakin kompleks? Bagaimana cara menghadapinya?
Tantangan terbesar dalam mempertahankan akhlak mulia di tengah perkembangan zaman
yang semakin kompleks adalah pengaruh budaya dan teknologi modern yang seringkali
bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama. Dunia digital yang penuh dengan
informasi, media sosial, dapat menurunkan kesadaran spiritual dan mengalihkan perhatian
dari prinsip-prinsip etika Islam yang menekankan kesederhanaan, kejujuran, dan kasih
sayang.
tekanan sosial untuk mengikuti tren tertentu, sikap individualisme yang semakin menguat,
serta godaan untuk berbuat dosa yang tampak mudah dicapai dalam dunia yang semakin
terhubung ini. Dalam konteks ini, banyak orang yang mudah tergoda untuk mengikuti pola
hidup yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi, materi, atau kesenangan duniawi, yang
bisa menjauhkan mereka dari nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam Islam.
Cara menghadapinya:
1. Penguatan Iman dan Taqwa: Menjaga hubungan yang kuat dengan Allah melalui ibadah
yang konsisten, seperti shalat, membaca Al-Qur'an, dzikir, dan doa, akan memperkuat akhlak
seseorang dan menjaga agar tidak terpengaruh oleh godaan dunia.
2. Mengikuti Teladan Rasulullah SAW: Rasulullah SAW adalah contoh terbaik dalam
berakhlak mulia. Meneladani sifat-sifatnya, seperti sabar, jujur, tawadhu, dan pemaaf, dapat
membantu seseorang untuk tetap berpegang pada nilai-nilai Islam meski di tengah tantangan
zaman.
3. Memilih Lingkungan yang Positif: Bergaul dengan orang-orang yang memiliki akhlak
yang baik dan saling mengingatkan dalam kebaikan (amar ma'ruf nahi mungkar) dapat
menjadi pelindung dari pengaruh buruk. Teman yang baik dapat memotivasi untuk tetap
berada pada jalan yang benar.
4. Mengendalikan Diri dari Teknologi dan Media Sosial: Teknologi dapat menjadi pedang
bermata dua. Oleh karena itu, penting untuk bijak dalam menggunakannya. Menggunakan
media sosial dengan bijak dan menghindari konten yang merusak moral adalah langkah
penting untuk menjaga akhlak.
5. Belajar dan Berdakwah: Memperdalam ilmu agama dan berbagi pengetahuan melalui
dakwah yang penuh hikmah dapat membantu individu dan masyarakat untuk lebih
memahami dan mengaplikasikan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
6. Menjaga Niat dan Tujuan Hidup: Akhlak mulia dalam Islam erat kaitannya dengan niat
yang tulus untuk mencari keridhaan Allah. Jika seseorang memiliki tujuan hidup yang jelas
untuk mendekatkan diri kepada-Nya, maka ia akan lebih mudah menjaga akhlaknya
meskipun dihadapkan dengan berbagai godaan zaman.