0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan7 halaman

Cara Membuat Magnet: Metode dan Prosedur

Diunggah oleh

Panggih Pangestu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan7 halaman

Cara Membuat Magnet: Metode dan Prosedur

Diunggah oleh

Panggih Pangestu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRAKTIKUM 14

CARA MEMBUAT MAGNET

A. Tujuan
Dapat membuat magnet dengan cara gesekan, elektromagnetik dan magnet induksi.

B. Alat dan Bahan


1. Klip kertas 3-5 buah
2. Magnet batangan 1 buah
3. Kabel kecil berukuran 1 m 5 buah
4. Baterai 1,5 volt 4 buah
5. Paku besi 4 buah
6. Isolasi secukupnya

C. Landasan Teori
Magnet adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet. Medan
magnet adalah daerah di sekitar magnet yang masih dipengaruhi oleh magnet ( Sari,
2015). Medan magnet terjadi karena adanya kutub-kutub magnet yang memiliki gaya
tarik-menarik dan tolak menolak yang besar. Magnet juga dapat diartikan sebagai
suatu benda yang memiliki gejala dan sifat yang dapat mempengaruhi bahan-bahan
tertentu yang berada di sekitarnya (Ningsih, 2018).
Magnet adalah benda yang memiliki kemampuan untuk menarik benda-benda
tertentu, terutama benda yang terbuat dari bahan ferromagnetik seperti besi, nikel, dan
kobalt. Jika dilihat dari asal magnet maka magnet tergolong menjadi dua yakni
magnet alami dan magnet buatan, magnet alami merupakan magnet yang terbentuk
oleh alam sedangkan magnet buatan merupakan magnet yang dibuat oleh manusia
(Maskhulin, 2018). Pembuatan magnet secara artifisial dapat dilakukan melalui
beberapa metode, antara lain dengan cara digesekan, dengan dialiri arus Listrik, dan
cara induksi magnet.

D. Prosedur Percobaan
Anda dapat menciptakan magnet buatan melalui 3 cara, yaitu dengan cara gesekan,
elektromagnetik dan cara megnet induksi.

1. Membuat magnet melalui gesekan


a. Siapkan sebuah paku besi yang bukan magnet, lalu dekatkan ujung
pakutersebut pada beberapa klip [Link] apakah paku tersebut dapat
menarik klip kertas?
b. Geseklah paku besi pada sebuah magnet batang dalam satu arah saja secara
berulang-ulang kira-kira 10 detik lamanya. Dekatkan batang paku besi yang
telah digosok pada beberapa klip. Amati apa yang terjadi pada klip!
c. Lakukan hal yang sama seperti pada nomor 2, tetapi dalam waktu yang lebih
lama, misalnya 40 detik. Amati apa yang terjadi pada klip!
2. Membuat magnet dengan cara elektromagnetik
a. Rangkailah alat seperti gambar, Amatilah, apakah paku menjadi magnet atau
tidak? Mengapa demikian?
b. Tutuplah saklar S, lalu dekatkan sebuah paku yang lain pada paku yang dililiti
kumparan. Amatilah apakah paku tersebut sudah menjadi magnet? Jelaskan?
c. Lakukan pada hal yang sama pada nomor a dan monor b, tetapi denagan cara
mengurangi jumlah lilitan kumparan pada paku. Amatilah apakaah kemagnetan
yang terjadi pada paku makin besar atau makin kecil? Beri penjelasan?
d. Lakukan hal yang sama pada nomor c, tetapi dengan cara nemabah lilitan
kumpulan pada paku!

3. Membuat magnet dengan cara induksi


a. Peganglah sebuah magnet batang di salah satu kutubnya, sedangkan kutub yang
lain menjadi pusat bumi.
b. Dekatkan sebuah klip tepat di ujung salah satu kutub magnet batang. Amatilah
apa yang terjadi?
c. Dekatkan lagi sebuah klip kedua tepat di ujung klip yang pertama. Amati apa
yang terjadi?
d. Lakukan hal yang sama pada nomor b dan nomor c hingga menggunakan klip
sebanayak 4 buah. Amatilah apa yang terjadi?

E. Hasil Pengamatan
1. Membuat magnet melalui gesekan
a. Setelah didekatkan ujung paku tanpa magnet batang pada beberapa klip kertas
yang terjadi ialah paku tidak dapat menarik klip kertas tersebut.
b. Setelah digesek selama 10 detik pada paku besi pada sebuah magnet batang
dalam satu arah secara berulang-ulang, gesekan tersebut sebanyak lebih
kurang 30 kali gesek dan hasil yang diperoleh ialah 2 buah klip kertas dapat
terangkat/dapat ditarik oleh paku besi yang sudah digesek pada magnet
batang.
c. Setelah digesek selama 40 detik pada paku besi pada sebuah magnet batang
dalam satu arah secara berulang-ulang, gesekan tersebut sebanyak lebih
kurang 85 kali gesekan dan hasil yang diperoleh ialah 3 buah klip kertas dapat
terangkat/dapat ditarik oleh paku besi yang sudah digesek pada magnet
batang.

2. Membuat magnet melalui elektromagnetik


a. Setelah merangkai alat seperti gambar terlihat bahwa paku menjadi magnet,
karena paku dapat menghasilkan magnet.
b. Setelah sklar S ditutup, lalu paku yang dililiti kumparan didekatkan ke sebuah
paku yang tidak dililiti kumparan, maka yang terjadi paku tersebut dapat
menarik paku lain tanpa ada magnet. Hal ini disebabkan paku yang dililiti
kumparan menjadi magnet.
c. Banyaknya lilitan paku pertama 10 lilitan kumparan dengan banyaknya paku
yang menempel ada 2 buah paku. Kemudian banyaknya lilitan kedua 20 lilitan
kumparan dan banyaknya paku yang menempel ada 4 buah paku.

3. Membuat magnet melalui induksi


a. Setelah sebuah magnet batang dipegang pada salah satu kutubnya, sedangkan
kutub lain menjadi pusat bumi. Terlihat pada gambar dibawah ini.
b. Kemudian setelah ditempelkan paku pada batang magnet dipusat bumi yang
terjadi paku dapat menempel, dan didekatkan kembali sebuah klip tepat
diujung paku pada batang magnet yang terjadi klip kertas menempel di ujung
paku tersebut.
c. Kemudian setelah didekatkan kembali pada klip kertas kedua yang terjadi
sama klip kertas nempel dan terangkat pada ujung klip kertas pertama.
d. Kemudian diulangi kembali sampai 4 kali percobaan yang terjadi klip tertas
menempel sebanyak 4 buah klip kertas. Namun untuk klip kertas terakhir atau
ke 4 tidak terlalu lama menempel.

F. Pertanyaan
1. Jelaskan cara membuat magnet!
Membuat magnet buatan dapat menggunakan 3 cara yaitu dengan cara
digesekan, dengan dialiri arus listrik, dan cara induksi magnet
2. Jelaskan faktor apakah yang mempengaruhi kekuatan magnet!
Terdapat beberapa faktor utama yang mempengaruhi kekuatan magnet, yaitu:
a. Jenis bahan magnetik
 Bahan ferromagnetik seperti besi, nikel, dan kobalt memiliki sifat
magnetik yang lebih kuat dibandingkan bahan paramagnetik atau
diamagnetik.
 Semakin murni bahan ferromagnetik, semakin kuat sifat kemagnetannya.
b. Bentuk dan ukuran magnet
 Bentuk batang atau cincin biasanya menghasilkan medan magnet yang
lebih kuat dibandingkan bentuk yang tidak beraturan.
 Semakin besar ukuran magnet, semakin kuat medan magnetnya, tetapi ada
batas ukuran optimal.
c. Intensitas medan magnet eksternal
 Jika magnet diletakkan dalam medan magnet eksternal yang kuat, maka
magnet akan menjadi lebih kuat.
 Semakin kuat medan magnet eksternal, semakin kuat magnet yang
terbentuk.
d. Jumlah dan arah lilitan kumparan
 Semakin banyak lilitan kumparan yang dialiri arus listrik, semakin kuat
medan magnet yang dihasilkan.
 Arah lilitan kumparan juga mempengaruhi arah dan polaritas medan
magnet.
e. Arus listrik yang mengalir
 Semakin besar arus listrik yang mengalir pada kumparan, semakin kuat
medan magnet yang dihasilkan.
3. Jelaskan hubungan antara kuat magnet dengan jumlah lilitan kumparan arus
listrik!
Semakin banyak jumlah lilitan kumparan yang dialiri arus listrik, maka
semakin kuat medan magnet yang dihasilkan. Hal ini dapat dijelaskan sebagai
berikut:
 Setiap lilitan kumparan yang dialiri arus listrik akan menghasilkan medan
magnet di sekitarnya.
 Semakin banyak lilitan, maka semakin banyak sumber medan magnet
yang terbentuk.
 Medan magnet dari setiap lilitan akan saling menguatkan, sehingga medan
magnet total yang dihasilkan kumparan semakin kuat.

G. Pembahasan
1. Membuat magnet melalui gesekan
a. Setelah paku besi digosokkan pada magnet permanen, paku besi
tersebut akan menjadi magnet sementara (elektromagnet).
b. Arah gosokan yang konsisten akan menyebabkan paku besi menjadi
termagnetisasi, dengan kutub-kutub yang sama persis dengan magnet
permanen yang digosok.
c. Semakin lama paku besi digosok, semakin kuat magnet sementara
yang dihasilkan.
d. Kekuatan magnet sementara pada paku besi juga dipengaruhi oleh sifat
bahan paku, ukuran paku, dan kekuatan magnet permanen yang
digunakan.
e. Magnet sementara yang dihasilkan dari paku besi hanya bertahan
sementara waktu, karena sifat kemagnetan yang tidak permanen.
Setelah beberapa waktu, magnet sementara tersebut akan kehilangan
sifat kemagnetan.
2. Membuat magnet melalui elektromagnetik
a. Saat kabel tembaga dililitkan pada paku besi dan dialiri arus listrik,
maka akan terbentuk magnet sementara (elektromagnet).
b. Kekuatan magnet elektromagnet bergantung pada jumlah lilitan kabel,
besar arus listrik, dan sifat permeabilitas paku besi yang digunakan.
c. Semakin banyak jumlah lilitan kabel, semakin kuat elektromagnet
yang dihasilkan.
d. Semakin besar arus listrik yang dialirkan, semakin kuat pula
elektromagnet yang dihasilkan.
e. Jenis paku besi yang memiliki permeabilitas tinggi akan menghasilkan
elektromagnet yang lebih kuat.
f. Sifat kemagnetan elektromagnet bersifat sementara, artinya magnet
akan hilang saat arus listrik dimatikan.
g. Elektromagnet dengan paku besi memiliki banyak aplikasi, seperti
pada solenoid, relai, pengangkat beban berat, dan komponen-
komponen perangkat elektronik lainnya.
3. Membuat magnet melalui induksi
a. Sebelum diinduksikan dengan magnet, klip kertas tidak memiliki sifat
kemagnetan.
b. Saat klip kertas ditempelkan pada magnet permanen, terjadi proses
induksi elektromagnetik yang menyebabkan klip kertas menjadi
magnet sementara.
c. Kekuatan magnet yang terinmduksi pada klip kertas bergantung pada
lama waktu kontak dengan magnet permanen.
d. Semakin lama klip kertas kontak dengan magnet permanen, semakin
kuat magnet yang terinmduksi pada klip kertas.
e. Jenis magnet permanen yang digunakan juga mempengaruhi kekuatan
magnet yang terinmduksi. Magnet permanen dengan kekuatan medan
magnet yang lebih tinggi akan menghasilkan klip kertas magnet yang
lebih kuat.
f. Jumlah klip kertas yang ditempelkan pada magnet permanen juga
mempengaruhi kekuatan magnet yang terinmduksi. Semakin banyak
klip kertas, semakin kuat magnet yang terbentuk.
g. Sifat kemagnetan yang terbentuk pada klip kertas bersifat sementara,
artinya magnet akan hilang secara perlahan seiring waktu jika klip
kertas dipisahkan dari magnet permanen.
h. Prinsip induksi elektromagnetik ini dapat diaplikasikan pada
pembuatan magnet sederhana menggunakan bahan-bahan yang mudah
ditemukan.

H. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan:
a. Percobaan pertama menunjukkan bahwa paku besi dapat dijadikan magnet
sementara dengan cara menggosoknya pada magnet permanen. Proses ini
memanfaatkan sifat kemagnetan yang dapat ditransfer dari magnet permanen ke
benda lain yang sesuai, seperti paku besi. Hasil magnet sementara ini dapat
dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi sederhana, seperti alat permainan atau
demonstrasi sifat kemagnetan.
b. Percobaan membuat magnet menggunakan elektromagnetik ini menunjukkan
bahwa magnet dapat dibuat dengan memanfaatkan prinsip elektromagnetik
menggunakan paku besi yang dililit kumparan. Dengan mengalirkan arus listrik
pada kumparan, paku besi akan menjadi magnet sementara (elektromagnet) yang
kekuatannya dapat diatur melalui variasi jumlah lilitan, besar arus listrik, dan
jenis paku yang digunakan. Elektromagnet dengan paku besi memiliki banyak
aplikasi penting dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
c. Membuat magnet melalui induksi menunjukkan bahwa klip kertas dapat dijadikan
magnet sementara melalui proses induksi elektromagnetik dengan magnet
permanen. Semakin lama klip kertas kontak dengan magnet permanen, semakin
kuat magnet yang terinmduksi pada klip kertas. Kekuatan magnet yang terbentuk
juga dipengaruhi oleh jenis magnet permanen dan jumlah klip kertas yang
digunakan. Meskipun bersifat sementara, prinsip induksi elektromagnetik ini
dapat dimanfaatkan untuk pembuatan magnet sederhana menggunakan bahan-
bahan yang mudah ditemukan.

I. Daftar Pustaka
Maskhulin, M. (2018). Inovasi Pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV
tentang Magnet dengan Metode Hypnoteaching. Universitas Muhammadiyah
Sidoarjo.
Ningsih, E. S. (2018). Magnet Jenis Magnet dan Peruntukannya dalam
Pembelajaran. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Sari, R. E. Y. W., & Prihandono, T. (2015). Aplikasi medan magnet extremely
low frequency (elf) 100µT dan 300µT pada pertumbuhan tanaman tomat ranti. Jurnal
Pembelajaran Fisika, 4(2).

J. Kesulitan yang dialami, Saran dan Masukan

1. Kesulitan yang dialami


Tidak ada kesulitan didalam praktik ini
2. Saran dan masukan
Lebih memahami materi yang disampaikan

K. Foto/Video Praktikum

Tahap Awal / Pembukaan Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan


Melakukan penelitian sesuai dengan prosedur
Proses Kegiatan penelitian

Tahap Akhir Menganalisis hasilnya

Anda mungkin juga menyukai