0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan13 halaman

Jeep Tour Merapi: Wisata Edukatif Berkelanjutan

Diunggah oleh

Faradila azzahra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan13 halaman

Jeep Tour Merapi: Wisata Edukatif Berkelanjutan

Diunggah oleh

Faradila azzahra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODA JEEP WISATA MERAPI: TRANSPORTASI UNIK DI

KAWASAN LAVA YOGYAKARTA

Mildha Alfiana AMS1


Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
1Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

frdlazzhr19@[Link]

ABSTRAK
A. Pendahuluan keindahan alam di kawasan
Wisata Lava Merapi Jeep tersebut (Muktaf, 2017).
Tour telah menjadi daya tarik Selain itu, transportasi jeep
utama di Yogyakarta, terutama ini dioperasikan oleh masyarakat
setelah letusan besar Gunung lokal, yang sebagian besar
Merapi pada 2010. Wisata ini sebelumnya terdampak langsung
memberikan pengalaman edukatif oleh erupsi Merapi. Keterlibatan
sekaligus rekreatif bagi wisatawan komunitas lokal ini menunjukkan
untuk menyaksikan bekas aliran pentingnya pemberdayaan
lava dan peninggalan erupsi masyarakat dalam pengelolaan
lainnya. Popularitas tur ini juga destinasi wisata, sekaligus
mendukung sektor ekonomi lokal menciptakan manfaat ekonomi
melalui lapangan pekerjaan dan yang berkelanjutan. Tur ini menjadi
pendapatan komunitas (Christina, simbol semangat bangkit dari
2019). bencana alam dan mengubahnya
Layanan ini menggunakan menjadi peluang pariwisata (Retno
kendaraan jeep off-road yang & Atika, 2016).
dirancang untuk menjelajahi Namun, seiring
medan berbatu dan curam di meningkatnya popularitas,
kawasan bekas aliran lava. Tur ini tantangan juga muncul, seperti
tidak hanya memberikan hiburan, kebutuhan untuk menjaga kualitas
tetapi juga wawasan mendalam pelayanan di tengah lonjakan
tentang dampak letusan gunung wisatawan dan memastikan
berapi terhadap lingkungan dan keberlanjutan lingkungan.
kehidupan masyarakat sekitar. Pengelolaan armada jeep yang
Dengan konsep wisata edukatif, intensif, pelatihan pengemudi, dan
Jeep Tour Merapi menjadi salah penyediaan fasilitas pendukung
satu cara untuk menghubungkan menjadi aspek penting yang
wisatawan dengan sejarah dan memengaruhi pengalaman
wisatawan (Lestari et al., 2021).

2
Studi kasus ini bertujuan berbagai aspek, mulai dari
untuk mengeksplorasi secara penyediaan layanan wisata,
mendalam sistem operasional, pelestarian budaya lokal, hingga
kondisi transportasi, dan pelayanan pengelolaan sumber daya alam
yang ditawarkan oleh Lava Merapi yang berkelanjutan (Mauliddiyah,
Jeep Tour. Selain itu, artikel ini akan 2021).
mengevaluasi kontribusi layanan Pada prinsipnya,
ini terhadap pariwisata lokal dan pengelolaan pariwisata berbasis
memberikan rekomendasi untuk masyarakat mendorong agar
meningkatkan keberlanjutan masyarakat memiliki kontrol lebih
operasionalnya. besar terhadap potensi pariwisata
B. Tinjauan Teoritis di wilayah mereka. Dengan
Pengelolaan Pariwisata Berbasis demikian, manfaat ekonomi seperti
Masyarakat peningkatan pendapatan,
Pengelolaan pariwisata penciptaan lapangan kerja, dan
berbasis masyarakat (community- pengembangan infrastruktur bisa
based tourism, CBT) adalah suatu dirasakan langsung oleh
pendekatan yang memprioritaskan masyarakat setempat. Selain itu,
peran serta masyarakat lokal dalam partisipasi aktif ini juga berperan
perencanaan, pengelolaan, dan dalam mempertahankan dan
pelaksanaan kegiatan pariwisata. melestarikan kekayaan budaya dan
Konsep ini bertujuan untuk alam, yang seringkali terancam oleh
memberikan manfaat ekonomi dan kegiatan pariwisata massal yang
sosial bagi masyarakat lokal, tidak berkelanjutan (Palimbunga,
sehingga mereka dapat merasakan 2017).
dampak positif dari perkembangan Di Indonesia, pengelolaan
industri pariwisata tanpa pariwisata berbasis masyarakat
kehilangan identitas budaya dan mendapat dukungan hukum
lingkungan alam mereka. melalui Undang-Undang No. 10
Masyarakat lokal terlibat dalam Tahun 2009 tentang

3
Kepariwisataan. Dalam pasal-pasal berfokus pada seberapa cepat dan
tertentu, undang-undang ini efektif penyedia layanan
menekankan pentingnya merespons permintaan dan
pemberdayaan masyarakat lokal keluhan pelanggan (Agustinawati,
dalam pengelolaan pariwisata, baik 2018).
dalam hal penyediaan layanan Jaminan merujuk pada
maupun pengelolaan sumber daya pengetahuan dan kemampuan staf
alam dan budaya. Melalui dalam memberikan rasa aman dan
pendekatan ini, diharapkan terjadi kepercayaan kepada wisatawan,
keseimbangan antara sementara empati menggambarkan
perkembangan ekonomi dan bagaimana penyedia layanan
pelestarian budaya serta memahami dan memperhatikan
lingkungan hidup (Adnyani & kebutuhan serta keinginan
Bendesa, 2022). pelanggan. Terakhir, fasilitas fisik
Kualitas Pelayanan mencakup kondisi sarana dan
Kualitas pelayanan adalah prasarana yang digunakan untuk
salah satu faktor utama yang melayani wisatawan, seperti
mempengaruhi kepuasan kebersihan, kenyamanan, dan
wisatawan dalam sebuah destinasi keberadaan fasilitas pendukung
pariwisata. Dalam teori SERVQUAL, lainnya. Keseluruhan dimensi ini
kualitas pelayanan diukur berperan dalam menciptakan
berdasarkan lima dimensi utama, pengalaman yang memuaskan bagi
yaitu keandalan (reliability), daya wisatawan dan dapat
tanggap (responsiveness), jaminan meningkatkan loyalitas serta minat
(assurance), empati (empathy), dan kunjungan ulang (Harimurti &
fasilitas fisik (tangibles). Keandalan Sugiarto, 2019).
berkaitan dengan kemampuan Di Indonesia, kualitas
penyedia layanan untuk pelayanan dalam sektor pariwisata
memberikan layanan yang sesuai diatur oleh beberapa peraturan,
dengan janji mereka. Daya tanggap termasuk Peraturan Menteri

4
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No. ekonomi, maupun sosial (Sudarta,
14 Tahun 2016 tentang Standar 2022)
Pelayanan di Sektor Pariwisata. Pelestarian lingkungan
Peraturan ini menetapkan standar merupakan elemen penting dalam
kualitas pelayanan yang harus keberlanjutan pariwisata, di mana
dipenuhi oleh penyedia jasa pengelolaan destinasi wisata harus
pariwisata untuk memastikan memperhatikan prinsip-prinsip
kepuasan wisatawan serta ramah lingkungan, seperti
mendukung citra positif destinasi pengurangan polusi, pengelolaan
pariwisata nasional (Eliza, 2017). sampah, dan konservasi sumber
Keberlanjutan Pariwisata daya alam. Kesejahteraan sosial, di
Keberlanjutan pariwisata sisi lain, menekankan pada
menjadi salah satu fokus utama pemberdayaan masyarakat lokal,
dalam perkembangan industri yang bisa mendapatkan manfaat
pariwisata saat ini. Aspek langsung dari pariwisata, baik
keberlanjutan ini tidak hanya dalam hal ekonomi, pendidikan,
meliputi pelestarian lingkungan maupun pelestarian budaya.
hidup, tetapi juga kesejahteraan Kepuasan wisatawan juga menjadi
sosial dan ekonomi komunitas faktor penentu keberlanjutan,
lokal, serta kepuasan wisatawan. karena wisatawan yang puas
Konsep ini berusaha menciptakan cenderung untuk kembali dan
keseimbangan antara kebutuhan merekomendasikan destinasi
untuk mengembangkan industri tersebut kepada orang lain (Sudini
pariwisata dengan upaya untuk & Arthanaya, 2022).
menjaga kelestarian alam dan Untuk mendukung
budaya. Oleh karena itu, keberlanjutan dari suatu
pengelolaan pariwisata yang pariwisata, Indonesia memiliki
berkelanjutan memerlukan beberapa regulasi terkait, termasuk
perhatian terhadap dampak jangka Undang-Undang No. 10 Tahun 2009
panjang, baik terhadap lingkungan, tentang Kepariwisataan, yang

5
mengatur tentang prinsip-prinsip Teknik Pengumpulan Data
keberlanjutan dalam pengelolaan Teknik pengumpulan data
pariwisata. Selain itu, Pemerintah dalam penelitian ini dilakukan
Indonesia juga memiliki Peraturan melalui tiga metode utama.
Presiden No. 92 Tahun 2021 Pertama, observasi lapangan yang
tentang Rencana Induk dilakukan dengan mengamati
Pembangunan Kepariwisataan secara langsung operasional Lava
Nasional yang menekankan pada Merapi Jeep Tour untuk memahami
pengembangan pariwisata bagaimana proses dan dinamika
berkelanjutan. Regulasi ini kegiatan wisata tersebut
memberikan arah bagi berlangsung. Kedua, wawancara
pembangunan pariwisata yang dengan pengemudi, pengelola, dan
tidak hanya menguntungkan secara wisatawan untuk menggali
ekonomi tetapi juga menjaga pandangan mereka mengenai
kelestarian alam dan kesejahteraan sistem yang diterapkan dan
sosial Masyarakat (Kartika, 2024). kualitas pelayanan yang diberikan.
C. Metodologi Ketiga, analisis data sekunder yang
Pendekatan Penelitian melibatkan kajian terhadap
Penelitian ini menggunakan dokumen, laporan, dan publikasi
pendekatan kualitatif-deskriptif terkait yang dapat memperkaya
untuk menggali pemahaman yang data yang sudah dikumpulkan dari
mendalam tentang operasional observasi dan wawancara. Teknik-
Lava Merapi Jeep Tour. Pendekatan teknik ini diharapkan dapat
ini bertujuan untuk memahami memberikan gambaran yang
sistem dan pelayanan yang komprehensif mengenai topik
diterapkan, serta pandangan dari penelitian.
berbagai pihak yang terlibat dalam
kegiatan wisata tersebut.

6
D. Pembahasan a. Angkutan Massal
Keadaan Moda Transportasi Di wilayah Sleman, terdapat
1. Jeep Lava Tour sistem angkutan umum yang terus
Armada yang digunakan berkembang. Contohnya, Terminal
adalah jeep off-road dengan Pakem yang berfungsi sebagai hub
kapasitas 4-5 orang. Kendaraan ini utama untuk angkutan pedesaan
dirancang untuk medan berbatu dan interkota dalam provinsi.
dan curam di kawasan bekas Terminal ini memiliki kapasitas
erupsi. Meskipun sebagian besar untuk 20 unit kendaraan dan luas
jeep telah dimodifikasi untuk parkiran yang signifikan.
keamanan, ada tantangan dalam b. Trans Jogja
pemeliharaan akibat intensitas Selain daripada itu, Trans
penggunaan yang tinggi. Jogja adalah salah satu sistem
Layanan ini menyediakan angkutan umum yang beroperasi di
Jeep beserta supir dan tiket masuk Kota Yogyakarta dan sekitarnya.
untuk objek-objek wisata di sekitar Namun, masih ada kekurangan
Merapi. Ada variasi paket wisata dalam menyasar objek-objek
seperti Rute Pendek, Sedang, dan wisata di luar kota Yogyakarta,
Panjang, serta opsi tambahan trek seperti Kawasan Wisata Kaliurang-
air. Merapi.
Meskipun menjanjikan 3. Perencanaan Trayek Baru
pengalaman unik, aktivitas ini juga Untuk meningkatkan
memiliki risiko tinggi karena aksesibilitas wisatawan ke
kondisi medan yang sulit dan Kawasan Wisata Kaliurang-Merapi,
potongan-potongan bodi telah dirancang beberapa trayek
kendaraan yang tidak lazim. Ini baru yang terhubung dengan Akdp
seringkali disebabkan oleh (Angkutan Antar Kota Dalam
modifikasi kendaraan yang tidak Provinsi). Misalnya, trayek dari
sesuai dengan standar keamanan. Terminal Condong Catur-Geyajan-
2. Transportasi Publik Jln. Terban-Jln. Kaliurang-Terminal

7
Pakem. Rencana ini bertujuan 3. Transportasi Menuju Lokasi
untuk meningkatkan efisiensi Pengunjung dapat
transportasi dan mengurangi menggunakan kendaraan pribadi
kepadatan lalu lintas privat. atau transportasi umum untuk
Sistem Operasional mencapai lokasi base camp Jeep
1. Penyewaan Jeep Lava Tour. Beberapa jalur bis yang
Terdapat beberapa penyedia menuju kawasan Merapi juga
layanan sewa jeep di kawasan tersedia, meskipun penggunaan
Merapi, dengan Jeep Merapi Lava kendaraan online lebih disarankan
Tour menjadi salah satu yang paling bagi mereka yang tidak memiliki
populer. Penyewaan jeep biasanya kendaraan pribadi.
dibuka setiap hari dari pukul 04.00 Pelayanan
hingga 15.00. Pengunjung dapat 1. Keamanan dan Kenyamanan
memilih dari berbagai paket tur Keamanan adalah prioritas
yang ditawarkan, mulai dari rute dalam Jeep Lava Tour. Semua jeep
pendek hingga panjang, dengan diperiksa secara rutin dan dirawat
harga bervariasi tergantung pada dengan baik, sementara sopir yang
lama perjalanan dan lokasi yang berpengalaman memberikan
dikunjungi. jaminan keselamatan selama
2. Jadwal Reservesi perjalanan. Selain itu, asuransi juga
Reservasi untuk tur jeep disediakan untuk peserta tour.
dapat dilakukan secara online atau 2. Informasi Pemesanan
langsung di lokasi. Namun, Pemesanan paket Jeep Lava
disarankan untuk melakukan Tour sebaiknya dilakukan
reservasi minimal satu hari sebelumnya, terutama saat akhir
sebelumnya untuk memastikan pekan atau musim liburan, untuk
ketersediaan. Untuk tur matahari menghindari kehabisan tempat.
terbit (sunrise), pengunjung harus Basecamp Jeep Lava Tour terletak
berkumpul di base camp pada di kompleks wisata Kaliadem,
pukul 04.30.

8
Cangkringan, Sleman, D.I Hal ini berpotensi membahayakan
Yogyakarta. keselamatan pengemudi dan
3. Pengalaman Edukatif penumpang, terutama saat
Selama tour, pemandu akan melakukan perjalanan di malam
menjelaskan tentang sejarah erupsi hari.
Gunung Merapi dan dampaknya 3. Kawasan Rawan Bencana
terhadap masyarakat setempat, Lava Tour beroperasi di
menjadikan pengalaman ini tidak kawasan yang termasuk dalam
hanya menyenangkan tetapi juga Kawasan Rawan Bencana (KRB) III
edukatif dan II, yang sering mengalami
Tantangan yang Dihadapi aktivitas vulkanik. Ini menambah
1. Keamanan dan Risiko kompleksitas dan risiko bagi
Kecelakaan wisatawan serta operator tour.
Medan yang ekstrem dan 4. Aksesibilitas Medis
tidak terawat meningkatkan risiko Lokasi wisata yang terpencil
kecelakaan. Jalanan yang berbatu membuat aksesibilitas untuk
dan curam sering kali layanan medis menjadi sulit. Dalam
menyebabkan mobil jeep keadaan darurat, tim medis
tergelincir atau bahkan jatuh ke mungkin tidak dapat menjangkau
jurang. Terdapat catatan lokasi dengan cepat.
kecelakaan fatal, seperti pada tahun Solusi dan Peluang
2018, di mana satu penumpang 1. Daya Tarik Wisata Alam
meninggal akibat gegar otak Keindahan alam dan
setelah kecelakaan. panorama Gunung Merapi menarik
2. Kondisi Jalan yang Buruk banyak wisatawan, baik lokal
Banyak jalan yang maupun internasional. Pengalaman
digunakan dalam tour tidak off-road menggunakan jeep di area
memiliki penerangan yang bekas letusan memberikan sensasi
memadai dan kurang dilengkapi tersendiri bagi para pencinta
dengan rambu-rambu peringatan. petualangan.

9
2. Pengembangan Ekonomi Lokal Pengembangan Desa Wisata
Tista, Kecamatan Kerambitan,
Lava Tour mendukung
Kabupaten Tabanan. E-Journal
perekonomian masyarakat sekitar Ekonomi Pembangunan
Universitas Udayana, 901–930.
melalui penyewaan jeep, pemandu
wisata, dan usaha kecil lainnya Agustinawati, A. (2018). Pengaruh
Servqual Dimension terhadap
seperti warung makan dan Kepuasan Wisatawan pada
penginapan. Ini menciptakan Obyek Wisata Pantai di Kota
Lhokseumawe. Jurnal Visioner
lapangan kerja dan meningkatkan \&Strategis, 7, 1–6.
pendapatan masyarakat setempat. [Link]
[Link]/visi/articl
3. Kesadaran tentang Bencana e/view/310
Alam
Christina, W. (2019). Pengaruh
Wisata bencana seperti Lava Kualitas Pelayanan Terhadap
Tour dapat meningkatkan Kepuasan Konsumen Merapi
Land Cruiser Community Jeep
kesadaran masyarakat mengenai Merapi Yogyakarta.
risiko bencana alam dan
Eliza, P. (2017). Analisis dan
pentingnya mitigasi serta Evaluasi Hukum Dalam Rangka
Pembnagunan Industri Wisata
kesiapsiagaan terhadap bencana.
Bahari (Issue 5).
4. Inovasi dalam Layanan Wisata
Harimurti, K., & Sugiarto. (2019).
Operator tour dapat Analisis Pengaruh
mengembangkan paket wisata yang Ketanggapan Karyawan,
Empati Karyawan Dan
lebih aman dengan memperhatikan Kehandalan Karyawan
aspek keselamatan, seperti Terhadap Kualitas Pelayanan
Serta Dampaknya Terhadap
menyediakan pelatihan untuk Kepercayaan Konsumen (Studi
pengemudi jeep dan memperbaiki Pada Guest House Griya
Bougenville Semarang).
kondisi jalan. Diponegoro Journal of
E. Kesimpulan Management, 2, 1–10.

Kartika, S. D. (2024). Parekraf


F. Daftar Pustaka Hijau: Strategi untuk
Pariwisata Berkelanjutan di
Adnyani, N. M. I., & Bendesa, I. K. G. Indonesia. Info Singkat, 16(4),
(2022). Pemberdayaan 21–25.
Masyarakat Lokal Dalam [Link]

10
ka/files/info_singkat/Info Lokal dan Ekowisata Untuk
Singkat-XVI-4-II-P3DI- Perkembangan Ekonomi
[Link] Kreatif di Indonesia (Studi
Kasus : Gunung Merapi). 54–
Lestari, G. A. M., Sudarijati, & 66.
Samsuri. (2021). Pengaruh
Kualitas Pelayanan terhadap Sudarta. (2022). Menuju
Kepuasan Pengunjung Taman Keunggulan Pariwisata (Vol.
Wisata. Jurnal Visionida, 7, 54– 16, Issue 1).
66.
Sudini, L. P., & Arthanaya, I. W.
Mauliddiyah, N. L. (2021). (2022). Pengembangan
Pengelolaan Pariwisata Pariwisata Berwawasan
Berbasis Masyarakat di Objek Pelestarian Lingkungan Hidup.
Wisata Negeri Sayur Bukit Batu Jurnal Ilmu Hukum, 18(1), 65–
Susu Dusun Nampan Desa 76. [Link]
Sukomakmur Kecamatan [Link]/[Link]/dih/articl
Kajoran Kabupaten Magelang. e/view/5837%0A[Link]
6. [Link]-
[Link]/[Link]/dih/articl
Muktaf, Z. M. (2017). Wisata e/view/5837/4667
Bencana: Sebuah Studi Kasus
Lava Tour Gunung Merapi.
Jurnal Pariwisata, IV(2), 84–
93.
[Link]
al/[Link]/jp84

Palimbunga, I. P. (2017). Bentuk


Partisipasi Masyarakat dalam
Pengembangan Pariwisata di
Kampung Wisata Tablanusu
Kabupaten Jayapura Provinsi
Papua: Kajian Pariwisata
Budaya. MELANESIA: Jurnal
Ilmiah Kajian Sastra Dan
Bahasa, 01(02), 15–32.
[Link]
cations/236290/bentuk-
partisipasi-masyarakat-
dalam-pengembangan-
pariwisata-di-kampung-
wisata-ta

Retno, A., & Atika, I. (2016).


Pemberdayaan Penduduk

11
12
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai