KINGDOM MONERA
Ciri-Ciri Kingdom Monera
Monera belum memiliki membran inti sel, namun memiliki nukleoid, dan belum memiliki organel bermembran.
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang karakteristik dari Kingdom monera:
1. Uniseluler
Sesuai dengan namanya, monera hanya memiliki sel satu atau tunggal. Organisme dalam kingdom ini
hanya terdiri dari satu sel yang melakukan semua fungsi kehidupan.
2. Autotrof dan Heterotrof
Beberapa jenis monera dikategorikan sebagai organisme autotrof, yakni kemampuan untuk memproduksi
makanannya sendiri.
Cara memproduksi makanan ini baik melalui proses kemosintesis seperti nitrifikasi bakteri pada siklus
nitrogen, maupun fotosintesis pada bakteri belerang ungu.
Selain autotrof, jenis monera tertentu juga merupakan organisme heterotrof, yakni tidak bisa membuat
makanannya sendiri. Monera bertahan hidup dengan menjadi pengurai saprofit yang memakan bahan
organik mati dan membusuk di tanah.
Jenis monera lain juga berperan sebagai parasit yang mendapat makanan dari inang hidupnya. Monera
jenis ini biasanya menyebabkan kerusakan pada proses parasitnya.
3. Prokariotik
Monera merupakan kingdom yang termasuk prokariotik, yakni organisme ini tidak memiliki organel yang
diselubungi oleh membran. Nukleus atau inti sel organisme dalam monera hanya berupa satu molekul
ADN tanpa membran yang disebut nukleoid.
4. Memiliki Dinding Sel
Dinding sel pada monera memiliki struktur yang kaku dan terbuat dari peptidoglikan yang tahan terhadap
tekanan osmotik hingga 25 kali tekanan atmosfer.
5. Tidak Memiliki Organel Sel Bermembran
Monera tidak memiliki organel-organel sel bermembran yang ditemukan pada sel-sel eukariotik yang lebih
kompleks. Dalam kingdom ini tidak ada mitokondria yang berfungsi sebagai produksi energi, lisosom untuk
pemecahan zat, plastida untuk fotosintesis, badan golgi untuk pengangkutan, atau retikulum endoplasma
untuk sintesis protein.
6. Bereproduksi Aseksual
Sebagian besar organisme di kingdom ini berkembangbiak secara aseksual atau tanpa peleburan sel
kelamin jantan dan betina.
Monera berkembang dengan melakukan pembelahan biner yang menyebabkan jarangnya
keanekaragaman pada kelompoknya karena setiap sel anak yang dihasilkan menerima informasi genetik
yang sama dengan induknya.
Klasifikasi Monera
Kingdom ini terdiri dari 2 kelompok, yakni Eubacteria (bakteri) dan Archaebacteria.
A. Eubacteria (Bakteri)
Sampai saat ini, lebih dari 5000 spesies bakteri telah dikenali, terdapat dalam jumlah yang sangat banyak
di hampir semua habitat yang memungkinkan bagi bakteri hidup. Bakteri merupakan organisme bersel
tunggal yang hidup bebas di mana-mana. Bakteri berukuran sangat kecil, yaitu hanya 0.2-10 mikrometer
(1 mikrometer = 1/1000 milimeter). Keberadaannya ditemukan pada hewan, tumbuhan, pada semua jenis
tanah, perairan (air tawar dan air laut), di dalam es di kutub, dalam batu bara dan minyak bumi, lapisan
atmosfer, hingga di semua tempat yang bisa dikunjungi.
Ciri-ciri dari Eubachteria antara lain:
Mempunyai panjang 2 hingga µm dan lebar 1 hingga µm, sedangkan diameternya mencapai 1
mikron.
Mempunyai bentuk sel relatif tetap karena dinding selnya tersusun dari peptidoglikan.
Mempunyai tubuh dengan susunan kapsul, dinding sel, dan membran plasma hingga sitoplasma,
deoxyribonucleic acid (DNA), ribosom, mesosom, dan plasmid.
Hidup secara uniseluler, soliter, dan berkoloni.
Dapat membentuk endospora yang mempunyai dinding yang tebal dan dapat bertahan dari
keadaan lingkungan yang buruk
1. Kelompok Bakteri Berdasarkan Bentuknya
Meskipun bakteri merupakan makhluk hidup bersel tunggal, namun bentuk bakteri memiliki
beberapa macam. Mulai dari bentuk bulat (coccus), batang (bacillus), dan spiral (spirilia).
Ketika bentuk tersebut masih memiliki beberapa modifikasi, seperti bakteri coccus dapat berupa
monococcus, diplococcus, streptococcus, dan sarcina.
Untuk bakteri bacillus memiliki beberapa modifikasi seperti monobasil, diplobasil, atau streptobasil.
Adapun untuk bakteri spiral memiliki tiga macam modifikasi, yaitu spirilium, vibrio, dan spirochaeta.
2. Kelompok Bakteri Berdasarkan Cara Geraknya
Bakteri bisa bergerak dengan menggunakan bantuan flagela. Flagela ini merupakan bulu cambuk
yang berfungsi sebagai alat gerak.
Berdasarkan letak dan jumlahnya, bakteri diklasifikasikan dalam 4 jenis, yaitu monotrik, lofotrik,
amfitrik, dan peritrik. Bakteri monotrik memiliki satu falgela pada setiap tubuhnya.
Untuk bakteri lofotrik, flagelanya berjumlah lebih dari satu. Sedangkan bakteri amfitrik merupakan
bakteri yang memiliki lebih dari satu flagela dan flagela-flagela tersebut terletak pada kedua ujung
tubuhnya. Yang terakhir, bakteri peritrik yaitu pada seluruh permukaan tubuhnya terdapat flagela.
3. Kelompok Bakteri Berdasarkan Kebutuhan akan Oksigen
Berdasarkan kebutuhannya terhadap oksigen, bakteri dibagi menjadi dua jenis, yaitu bakteri aerob
dan bakteri anaerob.
Bakteri aerob (aerob obligat) merupakan bakteri yang membutuhkan oksigen bebas dalam
kelangsungan hidupnya, contohnya Nitrobacter sp. dan Hydrogenomonas sp.
Sedangkan bakteri anaerob merupakan bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas untuk
bertahan hidup, contohnya Clostridium tetani.
4. Kelompok Bakteri Berdasarkan Cara Memperoleh Energi dan Karbon (Proteobacteri)
Berdasarkan cara memperoleh energi dan karbon, bakteri dibagi menjadi empat jenis, yaitu
fotoautotrof, kemoautotrof, fotoheterotrof, dan kemoheterotrof.
Fotoautotrof adalah bakteri fotosintetik yang memanfaatkan energi cahaya untuk
menyintesis senyawa organik dari karbondioksida. Contoh bakteri jenis ini adalah
Sianobakteri.
Kemoautotrof merupakan bakteri yang hanya membutuhkan karbondioksida sebagai
sumber karbon bukan sebagai sumber energi. Bakteri jenis ini mendapat energi dengan
mengoksidasi bahan-bahan anorganik, contohnya bakteri Sulfolobus sp.
Fotoheterotrof yaitu bakteri yang menggunakan cahaya untuk menghasilkan ATP, namun
harus menggunakan karbon dalam bentuk organik.
Adapun bakteri kemoheterotrof adalah bakteri yang harus mengonsumsi molekul organik
sebagai sumber energi dan karbon. Contoh bakteri jenis ini adalah Spirochaeta.
Sebagian besar bakteri jenis kemoheterotrof terdiri dari kelompok saproba (pengurai) yang
menyerap nutrien dari bahan organik dan kelompok parasit yang menyerap cairan dari
tubuh inang yang masih hidup.
5. Kelompok Bakteri Berdasarkan Sifatnya terhadap Pengecatan Gram
Pengecatan gram (gram stain) memisahkan bakteri menjadi dua kelompok, yaitu bakteri gram-
positif dan bakteri gram-negatif.
Bakteri gram-positif memiliki dinding sel yang sederhana, jumlah peptidoglikan juga banyak
sehingga bereaksi positif terhadap pengecatan gram.
Sedangkan untuk bakteri gram-negatif, peptidoglikannya lebih sedikit dan struktur dinding selnya
lebih kompleks, membran luarnya mengandung lipopolisakarida. Sehingga tidak terwarnai oleh
pengecatan gram.
B. Archaebacteria
Archaebacteria merupakan kelompok bakteri purba yang memiliki karakteristik berbeda dengan anggota
monera lain, yaitu dijumpai di berbagai tempat ekstrem.
Ciri-ciri dari archaebacteria antara lain:
Tidak mempunyai dinding peptidoglikan.
Mempunyai beberapa jenis ribonucleic acid (RNA) polimera.
Dapat bertahan terhadap antibiotik.
Hidup di berbagai tempat ekstrem.
Kelompok Archaebacteria merupakan organisme yang tinggal di tempat ekstrim seperti sumber air panas
dan air dengan kadar garam (salinitas) tinggi. Para ahli mengklasifikasikan Archaebacteria menjadi tiga
kelompok: metanogenik, halofilik, termofilik.
1. Metanogenik
Kelompok Archaebacteria bersifat anaerob dan kemosintetik. Bakteri ini memperoleh makanan
dengan mereduksi karbondioksida menggunakan hidrogen menjadi metana.
Metanogenik memiliki peran dalam pembusukan sampah dan kotoran ternak dan merupakan
bakteri utama dalam pembentukan biogas atau gas metana.
Beberapa bakteri metanogenik bersimbiosis pada rumen (perut) herbivora dan hewan pemakan
selulosa, contohnya Methanosarcina mazei.
2. Halofilik
Istilah halofilik berasal berasal dari kata halo yang berarti garam dan philis yang berarti suka.
Bakteri ini hidup pada lingkungan yang memiliki kadar garam tinggi.
Bahkan sebagian bakteri membutuhkan kadar garam 10 kali lebih tinggi daripada air laut untuk
dapat hidup. Beberapa bakteri ini dapat berfotosintesis dan memiliki zat warna yang disebut
bacteriorodhopsin.
3. Termofilik
Termofilik berasal dari kata thermo dan philis yang berarti panas dan suka. Archaebacteria ini
hidup di tempat dengan suhu 60 - 80 derajat celcius.
Beberapa bakteri jenis ini dapat mengoksidasi sulfur seperti Sulfulobus yang hidup di mata air
sulfur. Beberapa spesies bahkan dapat hidup dekat rekahan dasar laut yang bersuhu 105 derajat
celcius.
Peranan Monera dalam Kehidupan
Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini tidak mungkin tidak memiliki peran atau manfaat bagi kehidupan,
tak terkecuali kingdom monera meskipun merupakan kelompok bakteri. Tidak semua bakteri memiliki dampak
negatif atau menyebabkan kerugian.
1. Bidang Pertanian
Dalam bidang pertanian ada dua jenis bakteri yang memberikan manfaat bagi manusia.
Bakteri Nitrogen
Ada tiga jenis bakteri yang memberikan dampak positif seperti Clostridium pasteurianum dan
Azotobacter sp. yang bermanfaat dalam penyuburan tanah sehingga kaya akan senyawa organik.
Rhizobium leguminosarum juga berperan dalam menyuburkan tanah karena dapat memfiksasi
nitrogen dari atmosfer, sehingga tanah kaya akan unsur nitrogen.
Bakteri ini bersimbiosis dengan membentuk bintil akar pada tanaman anggota Famili Leguminoceae
(suka kacang-kacangan).
Bakteri Nitrifikasi
Ada bakteri nitrit Nitrosomonas sp. dan Nitrosococus sp. yang berguna mengubah amoniak menjadi
nitrit. Ada juga Nitrobacter sp. yang mengubah nitrit menjadi nitrat.
2. Bidang Industri
Dalam bidang industri, ada berbagai bakteri yang berperan dalam kehidupan manusia.
Streptococus lactis dan Streptococus cremoris, berguna dalam pembuatan keju dan mentega.
Acebacter xylinum, digunakan dalam pembuatan nata de coco.
Lactobacillus citrovorum, memberikan aroma pada keju dan mentega.
Lactobacillus caucasicus, digunakan dalam pembuatan yogurt.
Asam cuka yang dihasilkan Acetobacter aceti, berguna untuk mengubah etanol (alkohol) menjadi
asam cuka.
Asam propionat yang dihasilkan oleh bakteri Propionibacterium acetobutylicum untuk pembuatan keju.
Asam butirat oleh bakteri Clostridium sp. dan Butyrinobacterium sp. untuk menghasilkan butil alkohol
dan aseton.
3. Bidang Kesehatan
Di bidang kesehatan, beberapa bakteri dimanfaatkan sebagai antibiotik.
Stryptomyces venezualea, penghasil kloroamfenikol yang digunakan untuk batuk rejan, typus, dan
gonorhae.
Stryptomyces griceus, penghasil streptomycin yang digunakan untuk melawan bakteri dan jamur,
serta mengatasi penyakit TBC.
Bacillus brevis, penghasil gramisidin yang digunakan untuk melawan bakteri gram-positif.
Bacillus polymixa, penghasil polimiksin.