0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan4 halaman

Rasio dan Perbandingan Kelas 7

Dokumen ini membahas tentang rasio dan perbandingan, termasuk jenis-jenis perbandingan seperti perbandingan senilai, berbalik nilai, serta perbandingan terkait jumlah dan selisih. Selain itu, dijelaskan tentang skala dan faktor perbesaran/pengecilan dengan contoh-contoh yang relevan. Terdapat juga latihan soal untuk menguji pemahaman siswa mengenai konsep rasio dan perbandingan.

Diunggah oleh

amn472058
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan4 halaman

Rasio dan Perbandingan Kelas 7

Dokumen ini membahas tentang rasio dan perbandingan, termasuk jenis-jenis perbandingan seperti perbandingan senilai, berbalik nilai, serta perbandingan terkait jumlah dan selisih. Selain itu, dijelaskan tentang skala dan faktor perbesaran/pengecilan dengan contoh-contoh yang relevan. Terdapat juga latihan soal untuk menguji pemahaman siswa mengenai konsep rasio dan perbandingan.

Diunggah oleh

amn472058
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 3 RASIO

KELAS 7 KURIKULUM MERDEKA

A. Rasio (Perbandingan)
Perbandingan adalah proses membandingkan nilai dari dua besaran yang sejenis, dapat
𝑎
berupa ukuran atau jumlah benda. Rasio dapat dinyatakan dalam 𝑎 ∶ 𝑏 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑏

Contoh:

Andi memiliki 5 mainan robot dan 10 mainan mobil. Tentukan perbandingan mainan robot
terhadap seluruh mainan Andi!

Pembahasan:

Mainan robot = 5
Seluruh mainan Andi = 5 + 10 = 15

5 ∶ 15 = 1 ∶ 3

Jadi, perbandingan mainan robot terhadap seluruh mainan Andi adalah 1 ∶ 3

B. Jenis-Jenis Perbandingan
1. Perbandingan Senilai
Perbandingan senilai adalah perbandingan antara dua buah besaran, di mana jika nilai
salah satu besaran bertambah, maka besaran yang lain juga bertambah.
Perbandingan senilai dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:
𝑎1 𝑏1
=
𝑎2 𝑏2

Contoh:

Andi mempunyai 2,5 liter bensin, 2 liter digunakan untuk menempuh jarak 50 km.
Dengan sisa bensin 0,5 liter Andi ingin pergi ke rumah virgo yang jaraknya 10 km.
Apakah Andi masih bisa sampai ke rumah Virgo yang berjarak 10 km?

Pembahasan:

Jika saat ini bensin Andi hanya bersisa 0,5 liter, jelas jarak tempuh bensinnya menjadi
lebih pendek, yaitu sebagai berikut.
Misal,
𝑎 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑒𝑛𝑠𝑖𝑛
𝑏 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑟𝑎𝑘 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑢ℎ
𝑎1 𝑏1
=
𝑎2 𝑏2
2 50
=
0,5 𝑏2
2𝑏2 = 50 × 0,5
2𝑏2 = 25
𝑏2 = 12,5 𝑘𝑚

Jadi, sisa bensin Andi masih cukup digunakan untuk menempuh jarak 12,5 km. Oleh
karena rumah Virgo berjarak 10 km, maka dengan sisa bensin 0,5 liter Andi masih bisa
sampai ke rumah Virgo.

2. Perbandingan Berbalik Nilai


Sebaliknya, perbandingan berbalik nilai adalah perbandingan antara dua besaran, di
mana jika nilai salah satu besaran bertambah, maka besaran yang lain berkurang. Begitu
pula sebaliknya. Misalnya, pembangunan suatu gedung memerlukan waktu 1 bulan
dengan 20 pekerja. Jika pekerja ditambah, kira-kira pembangunan gedung menjadi
semakin lama atau semakin cepat? Pasti semakin cepat, kan? Nah, itulah contoh
penerapan perbandingan berbalik nilai.
Perbandingan berbalik nilai dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

𝑎1 𝑏1
=
𝑎2 𝑏2

Contoh:

Seorang pemborong sedang menghitung waktu untuk menyelesaikan pembuatan rumah.


Jika dibantu 9 pekerja, pengerjaan rumah selesai dalam waktu 32 hari. Agar pengerjaan
rumah selesai dalam waktu 24 hari, berapakah jumlah pekerja yang dibutuhkan?

Pembahasan:

Misal,
𝑎 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎
𝑏 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 (ℎ𝑎𝑟𝑖)
𝑎1 𝑏2
=
𝑎2 𝑏1
9 24
=
𝑎2 32
24𝑎2 = 9 × 32
24𝑎2 = 288
288
𝑎2 =
24
𝑎2 = 12

Jadi, jumlah pekerja yang dibutuhkan agar pembuatan rumah selesai dalam waktu 24
hari adalah 12 pekerja.

C. Perbandingan Terkait Jumlah dan Selisih


Perbandingan terkait jumlah dan selisih biasanya digunakan untuk menentukan
perbandingan umur, jumlah uang, dan tinggi badan. Contohnya sebagai berikut.

Contoh:
Ibu Budi baru saja melahirkan seorang bayi dengan tinggi badan 48 𝑐𝑚. Jika tinggi badan
Budi 72 𝑐𝑚 lebihnya dari tinggi badan adiknya, tentukan perbandingan tinggi badan Budi
dan adiknya!

Pembahasan:

Dari soal diketahui informasi berikut.


Tinggi badan bayi = 48 𝑐𝑚
Tinggi badan Budi = 48 + 72 = 120 𝑐𝑚

Dengan mencari hasil bagi diperoleh:


Tinggi badan Budi : tinggi badan adik Budi = 120 ∶ 48 = 5 ∶ 2

Jadi, tinggi badan Budi dan adiknya adalah 5 ∶ 2.

D. Skala
Skala merupakan perbandingan antara jarak pada peta dan jarak sebenarnya. Biasanya, skala
ditulis dengan awalan 1 : …
Contoh skala adalah 1 : 500.000. Artinya, setiap 1 cm pada peta mewakili 500.000 cm atau
5 km jarak pada keadaan sebenarnya. Secara matematis, skala dirumuskan sebagai berikut.
Contoh:

Jarak kota A dan kota J pada peta adalah 1,5 𝑐𝑚. Peta tersebut dibuat dengan skala 1 ∶
1.500.000. Tentukan jarak sebenarnya antara kota A dan J!

Pembahasan:

Skala = 1 : 1.500.000
Jarak pada peta = 1,5 cm

𝐽𝑝
𝐽𝑠 =
𝑆
1,5
𝐽𝑠 = = 1,5 × 1.500.000
1: 1.500.000
𝐽𝑠 = 2.250.000 𝑐𝑚
𝐽𝑠 = 22,5 𝑘𝑚

Jadi, jarak antara kota A dan J sebenarnya adalah 22,5 km.

E. Faktor Perbesaran dan Pengecilan


Skala berkaitan dengan perbesaran atau pengecilan suatu ukuran, tetapi tidak mengubah
bentuknya. Dalam skala dikenal istilah rasio yang ekuivalen. Dua rasio dikatakan ekuivalen
jika nilai kedua rasio tersebut adalah sama, yakni 𝑎 ∶ 𝑏 = 𝑐 ∶ 𝑑.

Faktor perbesaran/pengecilan adalah perbandingan antara hasil perbesaran/pengecilan dan


ukuran awal benda. Secara matematis, faktor perbesaran dan pengecilan dirumuskan sebagai
berikut.

𝑢𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟𝑎𝑛


𝐹𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟𝑎𝑛 =
𝑢𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎

𝑢𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑐𝑖𝑙𝑎𝑛


𝐹𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑐𝑖𝑙𝑎𝑛 =
𝑢𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎

Contoh:

Sebuah vas bunga setinggi 15 cm diletakkan di depan sebuah lampu. Vas tersebut
membentuk bayangan di layar. Jika tinggi bayangan vas bunga 30 cm, tentukan faktor
perbesarannya!

Pembasahan:

Dari soal diperoleh informasi berikut.


Tinggi awal = 15 cm
Tinggi hasil perbesaran = 30 cm
Berdasarkan rumus faktor perbesaran, diperoleh:

𝑢𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟𝑎𝑛


𝐹𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟𝑎𝑛 =
𝑢𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑏𝑒𝑛𝑑𝑎
30
= =2
15
Jadi, faktor perbesarannya adalah 2.
Latihan Soal!

1. Harga sebuah buku adalah Rp4.500, sedangkan harga sebuah pulpen adalah Rp1.500.
Berapakah perbandingan harga buku dan pulpen?
2. Usia Ayah 35 tahun, sementara usia Andi 7 tahun. Jika dibuat perbandingan yang paling
sederhana, berapakah perbandingan usia Ayah dan Andi?
3. Harga 3 buah permen adalah Rp600, maka harga 7 buah permen adalah…
4. Dalam dua hari seorang penjahit menyelesaikan 5 pakaian, maka dalam enam hari
penjahit tersebut dapat menyelesaikan berapa pakaian?
5. Jika sebuah perusahaan sepatu memiliki 4 orang pengrajin sepatu dapat menyelesaikan
12 pasang sepatu dalam sehari. Setelah menambah pegawai, ada 18 pasang sepatu selesai
dalam sehari, maka ada berapa orangkah tambahan pegawai di perusahaan tersebut?
6. Suatu pekerjaan dapat diselesaikan dalam 30 hari oleh 6 orang tukang bangunan. Jika
pemilik rumah ingin pekerjaan selesai dalam 20 hari, berapa orang tukang bangunan
yang dibutuhkan?
7. Seorang petani mempunyai persediaan makanan untuk 40 ekor lembu selama 15 hari.
Jika petani itu membeli 10 ekor lembu lagi, maka berapa hari persediaan makanan
tersebut akan habis?
8. Diketahui jarak kota A dan B adalah 105 km. Pada peta, jarak kota A ke B adalah 5 cm.
skala peta tersebut adalah…
9. Denah kebun Pak Ronny berbentuk persegi panjang. Panjangnya 7,5 cm dan lebar 6 cm,
dengan skala 1 : 200. Maka luas kebun Ronny sebenarnya adalah…
10. Jumlah uang Via dan Amel Rp28.000. Perbandingan kelereng Via dan Amel 3 : 4.
Berapa uang Via?
11. Siska akan mneyuguhkan sirup kepada teman-temannya. Ia akan membuat segelas teh
manis dengan campuran 2 sendok teh dan 3 sendok gula pasir. Jika tersedia 300 gram
gula pasir, berapa banyak teh yang harus disiapkan…
12. Harga 3 buah apel adalah 9.000 rupiah. Jika Bobi hendak membeli 4 buah apel, ia harus
membayar sekitar...
13. Sebanyak 5 kg tepung terigu dapat digunakan untuk membuat 55 donat. Jika Cika ingin
membuat 22 donat, berapa kg tepung terigu yang dibutuhkan?
14. Harga 5 telur asin adalah 6.000 rupiah. Berapa rupiah harga 15 telur asin tersebut?
15. Jika 3 kg beras harganya 14.400 rupiah, berapa harga 12 kg beras tersebut?
16. Biaya masuk kebun binatang untuk 9 siswa 24.750 rupiah. Berapa rupiah biaya masuk
kebun binatang tersebut untuk 6 siswa?
17. Seorang wiraniaga menerima bonus dari perusahaannya sebesar 12.750 rupiah untuk
setiap penjualan barang senilai 255.000 rupiah. Berapa rupiah bonus yang diterima jika
ia berhasil menjual barang senilai 2.550.000 rupiah?
18. Tedi mempunyai uang 16.000 rupiah untuk membeli 10 meter kabel. Akan tetapi, harga
kabel naik 25%. Berapa meter kabel yang dapat dibeli Tedi setelah ada kenaikan?
19. Dina memiliki 50 kelereng dalam 5 kantong, jika ia menambahkan 20 kelereng lagi,
berapa kantong yang dibutuhkan?
20. Untuk menempuh jarak 60 km, satu mobil menghabiskan 5 liter bensin. Berapa kilometer
jarak yang ditempuh mobil itu, jika menghabiskan bensin 14 liter?
21. Dalam waktu 25 menit, Ibu mampu membungkus kue sebanyak 10 bungkus. Berapa
bungkus kue yang dihasilkan Ibu dalam waktu 60 menit?
22. Danang mampu menulis 300 kata dalam waktu 2 jam. Dalam waktu 5 jam berapa kata
yang mampu ditulis Danang?
23. Sebuah mobil memerlukan 4 liter bensin untuk menempuh jarak 120 km. Berapa jarak
yang ditempuh jika mobil tersebut menghabiskan 9 liter bensin?
24. Jarak Tanjung Karang-Talang Padang di peta adalah 3 cm. Apabila jarak sesungguhnya
adalah 36 km, maka berapa skala peta tersebut?
25. Jarak antara dua titik pada peta adalah 4 cm. Peta tersebut mempunyai skala 1 : 200.000.
Maka, berapa jarak kedua titik tersebut sebenarnya?

Anda mungkin juga menyukai