0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Kemenangan Lamire atas Ark

Diunggah oleh

Rahmat Nur Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan5 halaman

Kemenangan Lamire atas Ark

Diunggah oleh

Rahmat Nur Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 402: HASIL DARI PERTARUNGAN MELAWAN ARK

Tanpa menunggu lagi, Lamire mengambil sebuah tombak dari dimensi penyimpanan
miliknya sebelum menusuk tombak itu kepada Ark "Abyss Spear Stab Style: Fire
Blows Up The World".

"Slab!".

Pada awalnya tombak itu menusuk Ark seperti tombak normal lainnya, tapi suhu
pada tubuh Ark perlahan-lahan meningkat dan berubah menjadi panas seakan-akan
ia akan meledak.

Ark memuntahkan darah akibat tusukan tombak Lamire, ia menatap langit penuh
rasa sedih dan kepahitan "Aku menunggu ribuan tahun sejak kematian Krous untuk
menjadi dewa tertinggi, tapi aku berakhir gagal sehingga orang yang berhasil adalah
Myro bersama Locke. Setelah kekalahan tersebut, aku berpindah ke bagian dunia
lain yang membutuhkan waktu lama juga, tapi aku masih berakhir gagal.
Nampaknya aku memang tidak ditakdirkan untuk menjadi dewa tertinggi".

"Brak!".

Setelah ia mengatakan semua itu, tubuh Ark jatuh dengan lemah ke tanah.
Tubuhnya perlahan-lahan berubah menjadi pecahan cahaya emas, Lamire sudah
bisa melihat bahwa tubuh Ark semakin redup dan sulit untuk dilihat.

"Lamire, kau akhirnya menang! Aku yakin ayahmu akan sangat bangga bisa memiliki
anak sepertimu", kata Ark dengan senyum terakhirnya, lalu tubuh Ark berubah
menjadi pecahan cahaya emas sepenuhnya sebelum menghilang. Ark yang
merupakan pemimpin dewa baru dan pernah mengalahkan Lamire di masa lalu, hari
ini orang yang kalah adalah dirinya.

Melihat bahwa mayat Ark sudah menghilang serta mayatnya yang sudah pasti mati,
Lamire menghapus jejak darah Ark pada wajahnya "Ark, kau adalah lawan yang
kuat! Jika bukan karena Iris yang melindungi ku di saat-saat terakhir, jika bukan
karena rekan-rekan ku yang lain ikut melindungi ku, jika bukan duniaku yang tiba-
tiba bangkit maka orang yang menang hari ini mungkin adalah dirimu".

Lamire berhenti memperhatikan Ark, ia kembali mengamati keadaan sekitarnya.

Kres berdiri dengan banyak luka di tubuhnya, tapi tubuh Sotef sudah berbaring di
tanah dan banyak sekali darah. Lamire dapat merasakan bahwa Sotef sudah mati,
Kres adalah orang yang menang.

Luna dan Famir berjalan mendekati Lamire sebelum berkata penuh keraguan "Tuan,
sebenarnya kami sudah bisa menang dari musuh, tapi kami tidak pernah berpikir
bahwa mereka akan memakai cara licik seperti itu-".

----------

Di tempat yang cukup jauh dari medan perang, Luri bersembunyi ke arah hutan
sambil membawa Hera di pundaknya, saat sudah memastikan bahwa tidak ada
yang mengikuti mereka lagi maka Luri menurunkan Hera kembali ke tanah.

Hera yang melihat bahwa mereka berada di hutan tidak dikenal mulai menjadi panik
"Nona Luri, apa yang kau lakukan? Walaupun musuh lebih kuat sekalipun, kita harus
menghentikannya! Tuan masih ada disana, jika musuh melawan tuan secara
bersama-sama maka tuan mungkin bisa mati!".
Lalu Hera berbalik untuk kembali membantu Ark, tapi Luri memegang pundak Hera
"Lupakan, tuan sudah mati!".

Mendengar perkataan Luri, wajah Hera langsung membeku. Ia melihat ke arah Luri
penuh rasa tidak percaya seakan-akan Luri berbohong, tapi Luri mengangguk yang
menunjukkan bahwa itu semua benar.

Hera jatuh ke tanah dengan wajah sedih, ia tidak pernah berpikir bahwa tuannya
yang selalu sangat kuat bisa dikalahkan oleh musuh.

Melihat Hera yang terpukul, Luri berkata "Tidak perlu sedih, tuan memang mati tapi
sebenarnya bukan berarti ia mati sepenuhnya".

Mata Hera kembali bersinar, ia berdiri sambil memegang pundak Luri penuh
semangat
"Apakah itu benar? Nona Hera, kau tidak berbohong kan?".

"Apakah aku perlu berbohong padamu masalah tuan?", kata Luri yang kembali
menjelaskan "Tapi kita mungkin tidak bisa di dunia ini lagi. Hera apakah kau yakin
akan tetap mengikuti tuan? Apabila kau memutuskan untuk terus mengikutinya
maka kau harus mengulang kembali untuk meningkatkan kekuatanmu dari awal,
bahkan kau harus pergi dari dunia ini. Tapi apabila kau menyerah pada Lamire
maka kau pasti bisa hidup dengan damai di dunia ini, tentukan pilihanmu?".

Hera menarik nafas dan menjawab dengan penuh ketegasan "Aku memutuskan
untuk mengikuti tuan? Walaupun petualangan di sana akan sangat sulit, Hera akan
melakukan yang terbaik untuk membantu tuan serta tidak mengecewakannya!".
Luri mengangguk untuk ketegasan Hera, ia membuka sebuah gerbang dimensi
"Kalau begitu kita harus pergi dari sini secepat mungkin. Jika Lamire menjadi dewa
tertinggi atau Myro dan Locke datang maka kita tidak akan bisa melarikan diri lagi".

Hera mengangguk lalu melompat ke lubang dimensi itu tanpa ragu sedikitpun, Luri
berjalan ke arah lubang dimensi sambil melihat menuju medan perang "Myro, Locke,
kalian pasti tertawa senang atas kemenangan Lamire kali ini. Tapi kita akan lihat
apakah kalian bisa tertawa lebih lama lagi, berikutnya orang yang akan menang
adalah kami!".

Tanpa menunggu lagi, Hera berjalan menuju ke lubang dimensi itu. Perlahan-lahan
lubang dimensi itu kembali menutup, baik itu Hera ataupun Luri sudah menghilang
dan keberadaan mereka sama sekali tidak diketahui.

-----------

Lamire berkata sedikit tidak percaya "Jadi kalian mengatakan bahwa Luri sudah
melarikan diri bersama Hera, kalian tidak bisa menghentikan atau menemukan
mereka sama sekali?".

Mendengar perkataan Lamire, wajah Luna dan Famir menjadi bersalah. Luna
menjelaskan lebih dulu "Tuan, aku tidak pernah berpikir bahwa Luri akan memiliki
sebuah benda aneh, ia memiliki sebuah kertas yang membuatnya bisa menghilang
tanpa jejak".

Famir ikut mengangguk "Pada awalnya aku sudah hampir membunuh Hera, tapi Luri
muncul dan membawanya pergi. Mereka menghilang dari dunia milikku, padahal
seharusnya musuh tidak bisa melarikan diri dengan mudah dari dunia orang lain
kecuali mereka menghancurkannya".
Berdasarkan penjelasan 2 orang itu, Lamire mengingat bahwa ayahnya dulu pernah
berkata bahwa Luri memiliki banyak sekali artefak aneh. Bagaimanapun Luri dulu
adalah bendahara Guild Glory, sebagian besar artefak guild yang tidak dipakai akan
diletakkan pada gudang penyimpanan guild. Sejak Myro dan Locke pergi dari Guild
Glory, hanya Luri yang bisa membuka gudang guild. Ini adalah alasan utama yang
membuat Luri memiliki banyak sekali artefak.

Lamire menggelengkan kepalanya, ini bukan waktunya untuk memikirkan Luri


ataupun Hera sehingga ia berkata "Kita akan membicarakan masalah ini lagi nanti,
aku harus menemui Iris dulu".

Setelah itu Lamire kembali terbang menuju Iris, Scarlet bersama Frize dan yang
lainnya ada di samping, mereka melihat Iris penuh rasa khawatir.

"Bagaimana keadaannya?", tanya Lamire ke Heilen.

Heilen menggelengkan kepalanya "Sama seperti sebelumnya, tidak ada lagi tanda-
tanda kehidupan. Tuan, apa yang harus kita lakukan sekarang? Pedang yang
memenjarakan jiwa Iris sangat kuat, dengan kekuatanku maka tidak mungkin untuk
menghancurkannya. Apabila kita tidak melepaskan jiwa Iris dari pedang Ark, setelah
sehari maka jiwa Iris akan menghilang untuk bereinkarnasi menjadi orang lain, jika
sudah terjadi sampai situ maka tidak mungkin lagi untuk menghidupkannya".

Lamire menutup matanya sebentar untuk berpikir, lalu ia menjawab tanpa ragu
sedikitpun "Aku akan menjadi dewa tertinggi!".

Anda mungkin juga menyukai