Mata pelajaran/program Program layanan khusus, Pelajaran yang diberikan biasanya fokus
layanan khusus/keterampilan ke hal-hal yang bisa bantu anak tunanetra total buat lebih mandiri.
Misalnya, cara jalan pakai tongkat, gimana mengenali sekitar,
sampai keterampilan hidup sehari-hari.
Topik/materi yang dipelajari Topiknya bisa berupa pengenalan lingkungan, latihan pakai tongkat
putih, belajar pakai tangan untuk mengenal benda (perabaan), dan
juga cara pakai teknologi bantu kayak screen reader buat akses HP
atau komputer.
Identifikasi CP dari Capaian pembelajarannya itu lebih ke arah bikin anak bisa lebih
kurikulum mandiri, ngerti cara gerak dari satu tempat ke tempat lain dengan
aman, dan bisa komunikasi dengan lancar pakai alat bantu kayak
Braille atau aplikasi tertentu.
Analisis topik dan CP, apakah Iya, jelas perlu. Karena anak tunanetra nggak bisa lihat, jadi harus
perlu adanya adaptasi atau diubah cara ngajarnya. Misalnya, yang biasanya pakai gambar atau
modifikasi sesuai kondisi anak tulisan, diganti jadi suara atau benda yang bisa diraba. Terus,
(poin 1)? mereka juga mungkin butuh waktu lebih lama dan bantuan alat
khusus biar bisa ngikutin pelajaran dengan nyaman.
Sumber :
Darmawati, T. L., Hastijanti, R. A., & Murti, F. (2023). Strategi desain fasilitas pendidikan
bagi tunanetra dan tunagrahita. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, 17(2), 23–32.
[Link]
Nur’aisah, E., Halawati, F., & Destiyanti, I. C. (2022). Pengembangan teknologi
pembelajaran tunanetra (TEPTUN) berbasis screen reader NVDA pada mahasiswa tunanetra.
Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(5), 3879–3886.
[Link]
Lubis, M. R., Zahara, M., Cahyani, A., Qhistina, A., Sinaga, A. S. M., Aulia, E., Ningsih, T.,
& Friska, N. (2025). Anak berkebutuhan khusus tunanetra. Nian Tana Sikka: Jurnal Ilmiah
Mahasiswa, 3(1), 124–134. [Link]