Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia
Konsep dan Implementasi
Koding dan Kecerdasan Artifisial
dalam Pembelajaran di
Satuan Pendidikan
Dr. M. Muchlas Rowi, S.F., S.H., M.M
Staf Khusus Mendikdasmen
Bidang Transformasi Digital dan
Kecerdasan Artifisial
[Link]
Disampaikan pada kegiatan Pelatihan Peningkatan dan Penyelarasan
Kompetensi (Reskilling dan Upskilling), 22 April 2025
1
Daftar Isi
01 Latar Belakang dan Urgensi
02 Kebijakan Pembelajaran Koding-KA
03 Urgensi Reskilling & Upskilling
2
01 Latar Belakang dan Urgensi
Kecerdasan Artifisial (KA) telah mengubah pasar tenaga kerja,
menciptakan peluang baru dan meningkatkan produktivitas. KA juga
menimbulkan tantangan seperti opengangguran, ketimpangan, dan
perubahan cepat dalam persyaratan keterampilan.
3
Transformasi Pasar Kerja
Kita sedang hidup di era Revolusi Industri 4.0, di mana teknologi Hampir semua bidang (perbankan,
seperti Kecerdasan Artifisial (AI), big data, komputasi awan, dan pendidikan, pertanian, hingga layanan
Internet of Things (IoT) mengubah cara manusia belajar, bekerja, publik) mengalami digitalisasi dan
berkomunikasi, dan mengambil keputusan. otomatisasi.
4
Transformasi Pasar Kerja
Menurut laporan IMF, hampir 40% pekerjaan HR global, Deel, mencatat pekerjaan di bidang AI secara
global terpapar AI, dengan dampak yang global mengalami pertumbuhan 60% pada 2022-2023.
bervariasi antara penggantian pekerjaan dan
peningkatan produktivitas. Pekerjaan terkait Ai tercatat lebih dari 5.000 kontrak, dan
melibatkan lebih dari 2.100 perusahaan yang mencari
digital talent seperti data researcher dan system
engineering.
5
Transformasi Pasar Kerja
1. Programmer
dan Software
Engineer
2. Ahli Energi
3. Ahli Biologi
Sumber: Kontan
6
Skill Masa Depan
Core Skills in 2025 | Sumber World Economic Forum, Future of Jobs Survey 2024
Core Skills in 2025 menurut Future of Jobs Report 2025 Analytical Thinking – Menjadi skill
mencerminkan perubahan signifikan akibat pesatnya paling dibutuhkan oleh perusahaan,
kemajuan teknologi, khususnya AI, serta pergeseran dengan 70% menyatakan ini sebagai
kebutuhan tenaga kerja global. keterampilan inti terpenting
7
Pergeseran Kekuatan Geopolitik
Kekuatan global tidak lagi terpusat.
Tiongkok, India, dan blok-blok regional
muncul sebagai kekuatan baru. Persaingan
tidak lagi soal wilayah—tetapi tentang data,
teknologi dan digital talent.
8
Kebutuhan Talenta Digital di Indonesia 2030
Total Ketersediaan
Kebutuhan Saat Ini
Indonesia butuh Diperkirakan hanya
sekitar 12 juta talenta sekitar 9 juta talenta
digital hingga tahun digital yang akan
2030 untuk tersedia hingga 2030,
mendukung berdasarkan output
transformasi digital dari pendidikan
nasional. formal.
Terdapat kekurangan sekitar 500.000 talenta digital per tahun yang
perlu dipenuhi melalui pelatihan dan program pengembangan lainnya.
Sumber: Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024
9
AI Preparedness Index, Indonesia Dimana?
AI Preparedness Index
menilai kesiapan 125 negara
dalam infrastruktur digital,
SDM, kebijakan pasar tenaga
kerja, inovasi, integrasi
ekonomi, regulasi, dan etika.
Negara seperti Singapura, AS,
dan Denmark lebih siap,
sementara negara
berpendapatan rendah
tertinggal.
10
AI Preparedness Index, Indonesia Dimana?
Menurut AI Preparedness Index yang
dirilis IMF, Indonesia memperoleh skor
0,52 pada tahun 2024. Skor ini
menempatkan Indonesia dalam
kategori Emerging Market Economy,
menunjukkan kesiapan sedang dalam
menghadapi adopsi AI.
Ini menunjukkan bahwa Indonesia
telah membuat kemajuan dalam
beberapa aspek, namun masih
menghadapi tantangan signifikan,
terutama dalam hal pengembangan
infrastruktur digital, peningkatan
kualitas SDM di bidang AI, dan regulasi
yang mendukung ekosistem AI.
11
Redefinisi Dunia Kerja dan Keterampilan
Pekerjaan berubah
dengan cepat.
Tugas-tugas rutin
mulai tergantikan
oleh otomatisasi
AI menggantikan
pekerjaan yang
bersifat berulang
(clerical), tetapi
juga menciptakan
profesi baru.
Sistem pendidikan
harus mengejar
ketertinggalan.
12
Pekerjaan yang Hilang dan Pekerjaan Baru
World Economic Forum memperkirakan pada tahun 2030, 170
juta pekerjaan baru akan tercipta di seluruh dunia, sementara
92 juta pekerjaan akan hilang.
Laporan tersebut mengidentifikasi keterampilan untuk
memenuhi tuntutan teknologi yang terus berkembang.
13
Masa Depan Industri
Di China, konsep
Dark factory sudah
diterapkan oleh
berbagai perusahaan
teknologi manufaktur
seperti Changying
Precision Technology.
Pabrik ini menunjukkan
masa depan industri
yang efisien, cepat,
minim intervensi
manusia tetapi juga
mengancam jutaan
pekerjaan manufaktur di
negara berkembang.
14
02 Kebijakan Pembelajaran Koding-KA
Tahun 2025, Pemerintah menghadirkan beberapa program unggulan
dan prioritas untuk penguatan pendidikan literasi, numerasi, dan sains
teknologi. Salah satunya Pembelajaran Koding dan KA.
15
Landasan Yuridis
UUD 1945 Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tujuan negara, yang
menegaskan pentingnya pendidikan dalam pembangunan nasional
UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 mendefinisikan tujuan pendidikan nasional untuk
mengembangkan potensi peserta didik menjadi individu yang
beriman, bertakwa, sehat, cerdas, terampil, kreatif, mandiri.
UU No. 59/2024 tentang RPJMN Menetapkan visi Indonesia untuk menjadi negara dengan pendapatan
tinggi pada 2045, dengan fokus pada pengembangan sumber daya
manusia dan literasi teknologi.
PP No. 57/2021 tentang Standar Nasional Pendidikan Menetapkan kriteria minimum untuk sistem pendidikan di Indonesia
dan memerlukan penyesuaian dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Permendikdas No. 16/2007 tentang Standar Kualifikasi Menetapkan kriteria guru dengan memenuhi kualifikasi D4/S1 dan
Akademik dan Kompetensi Guru empat kompetensi (pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional)
Permendikbudristek No. 5/2022 tentang Standar Mendefinisikan kompetensi minimum yang harus dimiliki oleh peserta
Kompetensi Lulusan pada PAUD, Jenjang Pendidikan didik pada setiap jenjang pendidikan
Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
(Revisi) Permendikbudristek No. 12/2024 tentang Mengatur kurikulum nasional yang menekankan pembelajaran yang
Kurikulum pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan bermakna dan efektif, serta meningkatkan iman, karakter, dan
Jenjang Pendidikan Menengah pembelajaran sepanjang hayat
16
Arah Pembangunan Nasional
17
Arah Pembangunan Nasional
17 Program Prioritas Presiden
Penguatan Pendidikan Sains & Teknologi
Program Prioritas Kemendikdasmen
Pendidikan Bermutu Untuk Semua
Pembelajaran Adaptif dan Bermakna
Koding Kecerdasan Artifisial
Berpikir komputasional, Unesco Ai Competency
Literasi digital, Analisis Framework for Teacher:
data, Algoritma 1. Acquire
pemrograman. 2. Deepen
3. Create
Unesco Ai Competency
Framework for Student:
1. Understand
2. Apply
3. Create 18
Koding-KA Sebagai Mata Pelajaran Pilihan
● Koding dan Kecerdasan Artifisial
(KA) sebagai mata pelajaran
Vokasi
pilihan ● Naskah Akademik
sudah mengakomodir
● Dipelajari mulai jenjang SD (kelas 5
kekhususan SMK,
dan 6), SMP (kelas 7, 8, dan 9),
bahwa pembelajaran
serta SMA/SMK (kelas 10, 11, 12)
koding dan KA sesuai
● Alokasi waktu pembelajaran per karakteristik peserta
minggu sebanyak 2 JP untuk SD didik.
kelas 5-10, 5 JP untuk SMA kelas
● Karakteristik CP dapat
11-12, dan maksimal 4 JP untuk
dikontekstualisasikan
SMK kelas 11-12.
ke kompetensi jurusan.
● Memberikan fleksibilitas bagi
satuan pendidikan untuk tetap
mengembangkan Koding dan KA
dalam bentuk ekstrakurikuler atau
mengintegrasikannya ke dalam
mata pelajaran lain yang relevan.
19
Konsep Pembelajaran Koding-KA
Berpikir Pemrograman & Kecerdasan Praktik
Komputasional Koding Artifisial Pembelajaran
Konsep berpikir Koding dipahami sebagai Kemampuan sistem untuk Pembelajaran koding
komputasional proses menerjemahkan menginterpretasikan data dan KA dapat
melibatkan proses keinginan manusia ke eksternal, belajar dari data dilakukan dengan
memecah masalah besar dalam format yang dapat tersebut, dan menggunakan berbagai metode,
menjadi bagian yang dimengerti oleh pembelajaran ini untuk termasuk plugged
lebih kecil (dekomposisi), komputer melalui bahasa mencapai tujuan tertentu. coding, unplugged
mengenali pola dalam pemrograman. coding, dan
data atau masalah yang KA mencakup berbagai internet-based
ada (pattern recognition), Proses ini mencakup subbidang seperti machine coding.
menyaring informasi penulisan, pengujian, dan learning, deep learning, dan
relevan (abstraksi), dan pengembangan aplikasi pemrosesan bahasa alami, yang
menyusun solusi secara komputer yang berfokus pada pengembangan
logis menggunakan melibatkan logika, sistem yang mampu
langkah-langkah algoritma, serta struktur menjalankan tugas yang
(algorithmic thinking). data untuk biasanya membutuhkan
menyelesaikan masalah kecerdasan manusia, seperti
tertentu . pengenalan pola dan
pengambilan keputusan.
20
Strategi Implementasi Pembelajaran Koding-KA
Penguatan Guru
Pelatihan dasar
Model Pembelajaran Mentoring langsung &
Internet-Based pendampingan LMS
Plugged Sertifikasi
Unplugged
Infrastruktur
Fasilitas digital
Kolaborasi
Platform pembelajaran
Industri
Lab teknologi
Pemerintah daerah
Komunitas
Pendekatan inklusif
Monev Sekolah di 3T
Indikator keberhasilan Murid difabel
Audit tahunan
21
Mengapa Guru SMK Perlu Mempelajari Koding-KA
Integrasi Teknologi dalam Peluang Inovasi dan Meningkatkan Daya Saing
Pembelajaran Efisiensi di Kelas Lulusan SMK
● Koding dan KA mendukung ● Guru dapat membuat sistem bantu:
● Industri membutuhkan lulusan
pembelajaran kontekstual dan presensi, penilaian, dashboard
dengan literasi digital dan teknologi
berbasis proyek digital, dst
● Guru memegang peran kunci dalam
● Membantu guru membuat alat bantu ● Meningkatkan efisiensi dan kualitas
membekali kompetensi abad 21
ajar digital pengajaran
Menyiapkan Siswa Hadapi Etika dan Tanggung Jawab Budaya Belajar Sepanjang
Dunia Kerja yang penuh KA Digital Hayat
● Guru perlu memahami privasi data,
● KA hadir di berbagai sektor kerja, ● Guru sebagai pembelajar aktif dan
bias algoritma, dan keamanan
bukan hanya di bidang IT inovator teknologi
digital
● Guru perlu mampu mengenalkan ● Mendukung transformasi digital
● Mengajarkan siswa menjadi
prinsip dan aplikasi KA sekolah vokasi
pengguna KA yang etis dan kritis
Referensi:
● UNESCO AI Competency Framework
● World Economic Forum – Future of Jobs Report
● UNESCO – Transforming Education with AI (2019)
● UNESCO – Future of Education 2050
22
Profil Guru SMK yang Diharapkan (Penguasaan Kompetensi)
Dimensi
Kompetensi Dasar Koding
● Memahami Konsep Algoritma & Logika Pemrograman
Sederhana
● Mengembangkan Proyek Digital Sederhana
Koding
Kompetensi Aplikatif Koding pada Konteks Kejuruan
● Mengotomasi Tugas Administratif dan Pembelajaran
● Membuat Proyek Interdisipliner Berbasis Teknologi
Kompetensi Dasar KA
● Memahami Konsep Dasar KA & Machine Learning
● Menggunakan Platform KA
Kecerdasan Aritifisial
Kompetensi Etika & Literasi KA
● Etika Penggunaan KA dalam Pembelajaran
● Kritis terhadap KA di Dunia Kerja
23
Praktik Baik Koding-KA oleh Guru SMK
SMKN 1 Tulung - Smart Farming Livestock
Memanfaatkan teknologi Smart Farming berbasis IoT (Internet of
Things), untuk mempermudah pengecekan keadaan ternak dan
lingkungannya tanpa harus memeriksanya secara langsung.
Kegiatan pemeliharaan kambing perah sampai dengan produksi
susu, pengolahan susu kambing, pembuatan pakan dan
pengolahan limbah/ kotoran kambing untuk dijadikan pupuk.
SMKN H. Moenadi - Modern Indoor Farming
Menerapkan konsep smart farming, termasuk penggunaan
sensor cahaya, untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas
pertanian. Sensor cahaya membantu memantau
kebutuhan cahaya tanaman, yang sangat penting untuk
proses fotosintesis dan pertumbuhan tanaman.
24
Capaian Pembelajaran
CAPAIAN PEMBELAJARAN SMK PERLU KEKHASAN
Kekhasan SMK CP Existing
● Pembelajaran Koding dan KA di SMK Capaian Pembelajaran mapel Koding
memiliki kekhasan yang membedakannya dan KA di SMK dapat ditemukan dalam
dari pembelajaran di SMA. Fase E dan F (kelas X, XI, XII):
● Kekhasan ini terutama terkait dengan
1. Berpikir Komputasional
orientasi pendidikan vokasional yang
2. Literasi Digital
menekankan pada pengembangan
3. Algoritma Pemrograman
kompetensi teknis dan keterampilan
4. Analisis Data
praktis sesuai kebutuhan industri.
5. Literasi dan Etika KA
6. Pemanfaatan & Pengembangan KA
25
Implementasi di SMK
Aspek SMA SMK
Penguatan kemampuan Penerapan praktis dan
01 Fokus Utama
akademik dan konsep teoritis kesiapan kerja
Lebih berbasis konsep dan logika Lebih teknis dan vokasional,
02 Pendekatan
komputasi berorientasi dunia kerja
Praktikal, berbasis
03 Orientasi Akademik dan Eksploratif
kompetensi industri
SMK juga terdapat penekanan lebih kuat pada kolaborasi dengan DUDI. Pembelajaran
dirancang agar selaras dengan kebutuhan industri teknologi, sehingga kompetensi yang
diajarkan bersifat aplikatif dan siap pakai.
26
“ Koding dan KA bukan hanya alat teknis, tapi
jembatan bagi guru SMK untuk menghadirkan
pendidikan kejuruan yang relevan dan kontekstual
dengan perkembangan zaman dan kebutuhan
dunia kerja.
“ Guru SMK yang menguasai Koding dan
KA bukan hanya mendidik siswa untuk
”
hari ini, tapi membekali mereka untuk
masa depan yang terus berubah.
” 27
03 Urgensi Reskilling & Upskilling
Guru SMK harus mampu mengajarkan keterampilan masa depan,
bukan hanya yang relevan hari ini.
28
Memahami Reskilling-Upskilling
Reskilling adalah proses mempelajari Upskilling adalah proses
keterampilan baru yang berbeda dari meningkatkan keterampilan yang
keterampilan yang sebelumnya dimiliki. sudah dimiliki, agar menjadi lebih
Biasanya dilakukan ketika seseorang berpindah relevan dan mendalam. Tujuannya
peran atau profesi, atau ketika pekerjaan lama agar seseorang tetap kompeten
sudah tidak lagi relevan akibat perubahan dan unggul dalam bidang kerjanya
teknologi atau kebutuhan industri. yang sekarang.
Manfaat Meningkatkan Memperbarui Lebih Siap Meningkatkan
Kompetensi dan Metode Menghadapi Daya Saing
Kepercayaan Diri Pembelajaran Disrupsi Teknologi Sekolah
Membuka Peluang Menjadi Role
Karier dan Karya Baru Model bagi Siswa
29
Mengapa Reskilling-Upskilling?
75% organisasi Dampak AI pada Dunia Kerja
mengubah strategi 44% keterampilan inti pekerja
talenta dalam 2 akan berubah.
tahun akibat AI
(Sumber: Deloitte,
2024)
Perubahan teknologi
mengubah jenis
pekerjaan dan
keterampilan yang
dibutuhkan
Generative AI bukan
tren sesaat, tapi
transformasi
sistemik.
30
KK SMK yang Berpotensi Terdisrupsi oleh KA
No Konsentrasi Keahlian Bidang Keahlian Alasan Potensi Disrupsi
1 Rekayasa Perangkat Teknologi KA generatif seperti ChatGPT dapat menghasilkan kode secara otomatis,
Lunak Informasi mengurangi kebutuhan akan pemrograman manual.
2 Otomatisasi dan Tata Bisnis dan Tugas administratif seperti penjadwalan dan pengelolaan dokumen dapat
Kelola Perkantoran Manajemen diotomatisasi oleh KA, mengurangi peran staf administrasi.
(OTKP)
3 Akuntansi dan Bisnis dan Perangkat lunak KA dapat memproses data keuangan dan menghasilkan
Keuangan Lembaga Manajemen laporan secara otomatis, mengurangi kebutuhan akan akuntan manual.
4 Desain Komunikasi Seni dan KA seperti DALL·E, Midjourney, dapat menghasilkan desain grafis berdasarkan
Visual Ekonomi Kreatif deskripsi teks, mengurangi permintaan untuk desainer grafis tradisional.
5 Bisnis Daring dan Bisnis dan KA dapat menganalisis tren pasar dan perilaku konsumen, serta
Pemasaran Manajemen mengotomatiskan kampanye pemasaran digital.
Disrupsi tidak berarti penghapusan total. Meskipun Adaptasi adalah kunci. SMK perlu memperbarui
KA dapat mengotomatisasi banyak tugas, masih kurikulum dan melatih siswa dalam keterampilan yang
diperlukan peran manusia untuk pengawasan, tidak mudah digantikan oleh KA, seperti pemikiran kritis,
kreativitas, dan interaksi yang kompleks. kreativitas, dan keterampilan interpersonal.
31
KK SMK yang Semakin Unggul dengan KA
No Konsentrasi Keahlian Bidang Keahlian Alasan Potensi Keunggulan dengan KA
1 Teknik Komputer dan Teknologi Permintaan tinggi untuk teknisi jaringan dan perangkat keras meningkat
Jaringan (TKJ) Informasi seiring pertumbuhan pusat data berbasis KA. KAjuga membantu dalam
pemeliharaan dan diagnostik jaringan.
2 Teknik Elektronika Teknologi dan KA mendukung otomatisasi industri, meningkatkan efisiensi dan akurasi
Industri Rekayasa dalam proses produksi. Lulusan dapat bekerja dalam pengembangan
sistem otomatisasi cerdas.
3 Teknik Mekatronika Teknologi dan Integrasi KA dalam sistem mekatronika memungkinkan pengembangan
Rekayasa robotika cerdas dan sistem otomatisasi adaptif.
4 Agribisnis Tanaman Agribisnis dan KA digunakan dalam pertanian presisi untuk memantau kondisi tanaman,
Agroteknologi mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan meningkatkan hasil panen.
5 Teknik Energi Energi dan KA membantu dalam pengelolaan dan distribusi energi terbarukan, serta
Terbarukan Pertambangan dalam pemeliharaan prediktif sistem energi.
Integrasi KA dalam bidang-bidang tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga
membuka peluang karir baru yang menuntut keterampilan tinggi. SMK yang menawarkan konsentrasi keahlian ini
dapat mempersiapkan siswa untuk menjadi tenaga kerja yang adaptif dan kompetitif di era digital.
32
Penguatan Kompetensi Keahlian melalui KA
Pemetaan Kebutuhan Tiap Konsentrasi Keahlian Integrasi KA dalam
Kurikulum dan Capaian
Pembelajaran
CP SMK pada mata pelajaran Koding
dan KA mencakup Berpikir Kompu-
tasional, Algoritma dan Pemrograman,
Literasi dan Etika KA. Ini bisa dijadikan
core module yang diintegrasikan ke
dalam project-based learning.
Contoh Proyek:
AI Smart Irrigation System (Untuk
Agribisnis Tanaman)
Menerapkan AI untuk otomatisasi irigasi
berbasis data kelembaban tanah.
AI-based Customer Support Simulation
(Untuk Bisnis Digital)
Membuat chatbot menggunakan GPT untuk
simulasi layanan pelanggan toko daring.
33
Strategi Reskilling & Upskilling
Mendesain ulang proses kerja agar relevan dengan AI
dan otomatisasi.
Merancang dan menerapkan strategi upskilling dan
reskilling, khususnya bagi guru dan tenaga
kependidikan di SMK
Menyediakan program pelatihan berbasis
kompetensi, seperti AI fluency, keterampilan digital
dasar, pemrograman dasar, serta literasi data.
Mengintegrasikan pelatihan industri dan sertifikasi
profesi untuk mendukung link and match antara
kurikulum SMK dan kebutuhan dunia kerja.
Mengukur keterlibatan, kesiapan, dan kepercayaan
guru terhadap teknologi sebagai mitra dalam
pembelajaran
Mendorong pembelajaran kolaboratif antar guru
lintas program keahlian melalui komunitas belajar
atau CoE (Center of Excellence).
34
Aspek Kompetensi Guru di SMK
Perdirjen GTK No. 2626/B/HK.04.01/2023
Aspek
Kebutuhan Transformasi di Era Industri
Kompetensi
Pedagogik Mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan
artifisial dalam proses pembelajaran untuk menciptakan
lingkungan belajar yang adaptif dan interaktif.
Kepribadian Menunjukkan keteladanan dalam etika digital dan adaptasi
terhadap perubahan teknologi, serta membimbing peserta
didik dalam menghadapi tantangan moral di era digital.
Sosial Membangun kolaborasi dengan industri dan komunitas
untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan
dunia kerja, serta memanfaatkan jaringan profesional untuk
pengembangan kurikulum.
Profesional Melakukan reskilling dan upskilling dalam bidang teknologi
informasi, kecerdasan artifisial, dan keterampilan digital
lainnya sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia (SKKNI)
35
Reskilling & Upskilling Menjawab Tantangan
Kondisi Internal SMK Reskilling dan Upskilling
Keterbatasan Guru Banyak guru bukan dari latar Perlu reskilling guru agar memahami pemikiran
Kejuruan (Hanya belakang vokasi, apalagi AI atau komputasional dasar, teknologi industri, serta
20%) pemikiran komputasional. mampu mengintegrasikan AI dalam pembelajaran.
Beragamnya Setiap konsentrasi memiliki Guru semua jurusan perlu upskilling untuk bisa
Konsentrasi kebutuhan kompetensi spesifik, menyesuaikan dengan integrasi teknologi digital &
Keahlian (128 KK) namun dunia kerja semakin AI di bidang masing-masing, tanpa harus menjadi
digital. programmer.
Ketimpangan 23,2% SMK belum atau hanya Pelatihan dan penguatan kompetensi guru melalui
Akreditasi dan memiliki akreditasi C. upskilling dapat mendorong perbaikan mutu
Mutu pembelajaran dan akreditasi sekolah.
Mayoritas Siswa Terbatasnya akses terhadap Guru perlu reskilling agar bisa mendesain
dari Keluarga pelatihan tambahan atau pembelajaran berbasis teknologi yang inklusif dan
Kurang Mampu teknologi. terjangkau, serta memfasilitasi siswa dalam
pemanfaatan AI secara produktif.
36
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia
Terima Kasih
37