BAB II
RENCANA KERJA P3K
A. Rencana Kerja Harian
Rencana kerja harian mahasiswa melibatkan kegiatan pengajaran secara langsung
di kelas. Mahasiswa akan merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan bimbingan
dari dosen pembimbing dan guru pamong. Sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh
Gagne (1977), dalam setiap aktivitas pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu
merancang pengalaman belajar yang menantang dan memperkaya pengetahuan siswa
melalui penggunaan strategi pembelajaran yang tepat. Berikut rencana kerja harian
Kegiatan tugas harian di Pribadi Bilingual Boarding School Bandung berlangsung
selama lima hari efektif setiap minggunya, dari pukul 07.00 hingga 14.00 WIB. Adapun
tugas harian yang diberikan oleh pihak sekolah adalah sebagai berikut:
Morning Activity
Kegiatan pagi dimulai dengan aktivitas literasi atau membaca Al-Qur'an bersama
sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Tujuan dari kegiatan ini adalah
meningkatkan minat baca siswa serta membentuk karakter religius dan disiplin.
Teacher Duty
Guru bertugas menjaga koridor sebagai guru piket untuk memastikan kelancaran
kegiatan belajar mengajar (KBM). Selain itu, guru piket juga membantu kebutuhan kelas
dan siswa yang memerlukan bantuan selama proses pembelajaran.
Upacara Senin
Setiap hari Senin, seluruh siswa dan tenaga pendidik mengikuti upacara bendera
untuk menanamkan nilai kedisiplinan, cinta tanah air, serta menghormati simbol-simbol
negara.
Pengkondisian ISOMA
Pada waktu istirahat siang (ISOMA), guru bertanggung jawab untuk
mengondisikan siswa dalam pelaksanaan shalat Dzuhur berjamaah di masjid sekolah
serta memastikan ketertiban saat makan siang di ruang makan.
Merekap Presensi Siswa
Setiap hari, guru bertugas merekap kehadiran siswa dari semua jenjang kelas.
Selain itu, guru juga menangani siswa yang izin masuk terlambat atau meninggalkan
sekolah lebih awal dengan alasan yang sah.
Mengajar di Kelas
Guru melaksanakan tugas utama sebagai pendidik dengan mengajar siswa sesuai
jadwal pelajaran yang telah ditentukan. Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan
interaktif yang mengacu pada Kurikulum Merdeka dan Cambridge, guna meningkatkan
kualitas akademik dan keterampilan siswa
B. Rencana Kerja Tambahan
Selain kegiatan mengajar di kelas, mahasiswa juga akan terlibat dalam berbagai
kegiatan lain seperti pengembangan bahan ajar, pengelolaan media pembelajaran, serta
kegiatan administratif dan pengelolaan ekstrakurikuler. Kegiatan tambahan ini sesuai
dengan pandangan dari Nunan (1992) yang menekankan pentingnya pengembangan
keterampilan di luar pengajaran formal untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi
dunia pendidikan yang lebih luas.
Sebagai bagian dari pengembangan keterampilan siswa di luar kegiatan akademik,
akan dilaksanakan empat program tambahan yang mendukung literasi, kreativitas,
kepedulian lingkungan, dan kebersamaan di sekolah.
Program Zero Waste
Mengedukasi siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan penerapan
gaya hidup Zero Waste di lingkungan sekolah.
Menyelenggarakan pembuatan poster Zero Waste oleh siswa yang berisi ajakan
dan informasi tentang cara mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur
ulang sampah.
Poster yang telah dibuat akan dipajang di area strategis sekolah untuk
meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah.
Mengadakan kampanye "Sekolah Bebas Sampah" melalui kegiatan pengurangan
penggunaan plastik sekali pakai dan pemilahan sampah organik dan anorganik.
Class Meet (Pekan Olahraga, Bazar, dan Kompetisi Memasak)
Mengadakan kegiatan Class Meet yang bertujuan untuk mempererat kebersamaan
antar siswa melalui berbagai perlombaan dan kegiatan interaktif.
Kategori kegiatan:
- Pekan Olahraga: Turnamen voli, futsal, bulu tangkis, dan permainan tradisional.
Bazar Sekolah: Siswa berkesempatan menjual produk kreatif atau makanan hasil
buatan sendiri.
- Lomba Memasak: Setiap kelas berpartisipasi dalam kompetisi memasak dengan
tema tertentu, misalnya makanan sehat dan ramah lingkungan.
Memberikan penghargaan kepada siswa yang berpartisipasi aktif dalam berbagai
kompetisi untuk meningkatkan motivasi dan semangat kebersamaan.
Sudut Sastra
Menyediakan papan mading khusus karya sastra yang berisi hasil kreativitas
siswa, seperti puisi, cerpen, dan esai.
Jika siswa belum aktif mengirimkan karya, mahasiswa bertanggung jawab untuk
membuat dan memajang karya sebagai contoh inspiratif.
Mading akan diperbarui secara berkala agar tetap menarik dan menjadi wadah
bagi siswa untuk mengekspresikan pemikiran serta imajinasi mereka dalam
bentuk tulisan.
Mengadakan sesi apresiasi sastra, di mana siswa diberikan kesempatan untuk
membacakan karyanya di depan teman-teman sekelas atau dalam acara sekolah
tertentu.
Program Diskusi Sastra (Setiap Hari Jumat)
Mengadakan kegiatan diskusi sastra setiap hari Jumat, diikuti oleh mahasiswa dan
siswa untuk membahas novel, cerpen, atau karya sastra lainnya.
Diskusi dilakukan dalam format santai dan interaktif, sehingga siswa merasa
nyaman dalam mengungkapkan pendapatnya mengenai isi, tema, karakter, dan
pesan dalam karya sastra.
Mengundang guru atau narasumber tertentu untuk memberikan wawasan
tambahan tentang aspek sastra yang sedang dibahas.
Mendorong siswa untuk membaca lebih banyak buku dan mengembangkan minat
literasi mereka melalui kegiatan tukar buku dan rekomendasi bacaan.
C. Rencana Kerja Utama Pembelajaran
Rencana kerja utama meliputi kegiatan praktikum mengajar, pengembangan
bahan ajar, serta evaluasi pembelajaran. Mahasiswa akan menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada kurikulum yang berlaku di Sekolah
Pribadi Bandung. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan berbagai bentuk penilaian
untuk mengukur hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Praktik Mengajar (Kegiatan Belajar Mengajar – KBM)
Melaksanakan kegiatan mengajar di kelas dengan menerapkan strategi
pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.
Mengajar dua kelas di jenjang Cambridge Lower Secondary (11-14 tahun) dan
satu kelas di jenjang Cambridge Upper Secondary (14-16 tahun).
Menggunakan pendekatan bilingual dalam penyampaian materi (Bahasa
Indonesia dan Bahasa Inggris).
Menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan diskusi untuk meningkatkan
keterampilan berpikir kritis siswa.
Menyusunan dan Pengembangan Modul Ajar
Menyusun rencana pembelajaran berupa modul, bahan ajar, lembar kerja peserta
didik (LKPD), serta media ajar dengan memperhatikan ketentuan berikut:
Perumusan tujuan pembelajaran yang jelas sesuai dengan kurikulum yang
diterapkan (Kurikulum Merdeka dan Cambridge).
Penjabaran indikator pencapaian kompetensi yang selaras dengan kebutuhan
akademik siswa.
Penyusunan materi pembelajaran yang komprehensif dan berbasis literasi.
Penggunaan metode dan strategi pembelajaran yang aktif dan interaktif.
Pemilihan media pembelajaran berbasis teknologi untuk mendukung efektivitas
pembelajaran.
Menyiapkan video pembelajaran, infografis, dan presentasi interaktif untuk
mendukung pemahaman siswa.
Menyusun buku ajar atau e-modul yang berisi materi ringkas, contoh soal, dan
latihan.
Memanfaatkan Learning Management System (LMS) sebagai platform
pendukung pembelajaran luring.
Penyusunan evaluasi pembelajaran yang mencakup penilaian formatif dan
sumatif.
Penilaian serta Evaluasi Hasil Pembelajaran
Mengembangkan dan menerapkan instrumen penilaian hasil belajar yang
mencakup aspek akademik dan karakter.
Membuat instrumen tes berupa soal pilihan ganda, esai, dan studi kasus yang
sesuai dengan standar evaluasi kurikulum.
Menyusun instrumen non-tes, seperti observasi, penilaian sikap, portofolio, dan
proyek siswa.
Menganalisis hasil penilaian guna memberikan umpan balik yang konstruktif
kepada siswa dan meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Pengembangan Ekstrakulikuler
Mendukung pengembangan keterampilan non-akademik siswa melalui program
ekstrakurikuler yang beragam dan berorientasi pada penguatan karakter serta
keterampilan abad 21.
Jurnalistik dan Kepenulisan: Mengembangkan keterampilan menulis kreatif dan
jurnalistik bagi siswa yang memiliki minat dalam bidang literasi.
Kegiatan Keagamaan: Menyelenggarakan kajian rutin, tadarus Al-Qur’an, serta
pelatihan khutbah untuk memperkuat pemahaman agama.
Ekstrakurikuler Sosial dan Kepemimpinan: Melibatkan siswa dalam kegiatan
OSIS, Pramuka, dan aksi sosial untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan
dan kepedulian sosial.