0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan4 halaman

Kritik Seni Rupa Menurut Feldman

Dokumen ini membahas tentang materi ajar kritik seni rupa, termasuk metode mendeskripsikan dan menganalisis karya seni serta jenis-jenis kritik menurut Feldman. Selain itu, dijelaskan berbagai ruang untuk mengapresiasi karya seni, seperti galeri, museum, dan ruang publik, serta cara-cara yang dapat dilakukan untuk menghargai karya seni. Terakhir, dokumen ini menyoroti dampak positif karya seni terhadap individu dan lingkungan.

Diunggah oleh

Keke Pratiwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan4 halaman

Kritik Seni Rupa Menurut Feldman

Dokumen ini membahas tentang materi ajar kritik seni rupa, termasuk metode mendeskripsikan dan menganalisis karya seni serta jenis-jenis kritik menurut Feldman. Selain itu, dijelaskan berbagai ruang untuk mengapresiasi karya seni, seperti galeri, museum, dan ruang publik, serta cara-cara yang dapat dilakukan untuk menghargai karya seni. Terakhir, dokumen ini menyoroti dampak positif karya seni terhadap individu dan lingkungan.

Diunggah oleh

Keke Pratiwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Materi Ajar Selain itu, siswa juga dapat

Prosedur Kegiatan Pembelajaran menggunakan jenis kritik seni rupa


A. Pokok –pokok Materi menurut Feldman (1967: 452-456) yang
1. Mendeskripsikan dan Menganalisis Karya Seni terdiri dari:
Rupa 1. Kritik Jurnalistik ( Jurnalistic
Criticism), yakni kritik seni
Guru memberikan materi kepada siswa yang mana hasil penilaiannya
terkait cara mendeskripsikan dan menganalisis disampaikan secara terbuka
karya seni. Untuk itu, siswa diperkenalkan kepada publik. Biasanya
dengan metode kritik seni dalam melalui media massa,
mendeskripsikan karya yang diapresiasi. khususnya koran. Hal-hal yang
Mendeskripsikan karya seni rupa Hal-hal yang dikritik itu tidak hanya karya
perlu diperhatikan saat mendeskripsikan karya seni saja, tetapi juga kegiatan
seni adalah: pamerannya.
a. Medium yang digunakan (teknik dan 2. Kritik Pedagogik
bahan) contoh: Jika siswa melihat (Pedagogical Criticsm),Kritik
sebuah lukisan kanvas yang kependidikan alias pedagogik
menggunakan cat minyak, maka teknik ini merupakan kegiatan kritik
yang digunakan adalah melukis dan yang memang bertujuan untuk
bahannya adalah cat minyak dan meningkatkan kepekaan artistik
kanvas. dan estetika sebagai proses
b. Unsur karya (obyek yang terlihat, belajar seni
warna-warna yang nampak, bentuk 3. Kritik Akademik (Scholary
yang terlihat). Criticism),Jenis kritik karya
c. Menganalisis karya seni rupa seni rupa selanjutnya adalah
kritik keilmuan alias ilmiah,
Ada beberapa metode kritik yakni jenis kritik yang bersifat
yang dapat digunakan dalam akademis sehingga
mengapresiasi karya seni seperti membutuhkan wawasan,
yang dikemukakan Chapman pengetahuan, kemampuan, dan
(1978), yaitu: kepekaan tinggi untuk menilai
1. metode induktif,dari sebuah karya seni
dalam seni rupa 4. Kritik Populer (Popular
Criticism).amun, dalam kritik
2. metode deduktif, dari
populer ini bersifat umum
yang tampak kasat mata
sehingga lebih fokus pada
3. metode empatik, dari rasa pengenalan atau publikasi dari
yang dibawakan oleh karya seni sebuah karya seni. Gaya bahasa
tersebut yang digunakan pun lebih
mudah dipahami oleh orang
4. metode interaktif.
awam karena memakai istilah-
Dengan cara berbincang dengan
istilah sederhana.
sang seniman untuk mengetahui
latar belakang tujuan
Selain itu siswa juga dapat
menggunakan metode mengapresiasi suatu
karya seni sebagaimana dikemukakan Ruang Publik
Tempat-tempat umum seperti jalanan,
Brent G. Wilson dalam bukunya taman, dan gedung-gedung yang digunakan
yang berjudul Evaluation of Learning in oleh masyarakat luas. Misalnya: patung-
Art Education, bahwa apresiasi<proses patung di taman, mural, graffiti, dsb.
yang dilakukan manusia untuk
menghargai, menilai, dan menghayati Ruang Alternatif
sebuah karya.> memiliki 3 konteks utama:
 Apresiasi Empatik: menilai atau
Ruang yang digunakan oleh komunitas
menghargai suatu karya seni seni rupa untuk berkumpul, berbagai
yang dapat ditangkap sebatas pengetahuan dan memamerkan karya
indrawi saja. seni.
 Apresiasi Estetis: menilai
Ruang Virtual
atau menghargai suatu karya
seni dengan melibatkan Disajikan dalam bentuk virtual di platform
pengamatan dan penghayatan tertentu, misalnya: Website, Instagram, dsb.
yang mendalam.
 Apresiasi Kritik: menilai
atau menghargai suatu
karya seni dengan
Cara Mengapresiasi Karya Seni Rupa
melibatkan klasifikasi,
deskripsi, analisis Berbagai cara dapat dilakukan dalam
tafsiran<penjelasan>, dan mengapresiasi karya seni rupa di pameran,
evaluasi. contoh:
d. Berbicara langsung dengan
[Link] Mengapresiasi Karya SeniRupa seniman/kurator/pemandu pameran.
:
e. Mengikuti tur galeri dan
Galeri adalah ruang untuk menampilkan karya mendengarkan penjelasan atau
seni dalam bentuk pameran, biasanya galeri membaca penjelasan dari setiap
dikelola secara komersial yang bertujuan karya seni yang dipamerkan.
untuk menjual karya seni. f. Tidak menyentuh karya kecuali
diperkenankan.
Museum g. Mematuhi peraturan yang
Ruang untuk menyimpan, merawat, diberlakukan di ruang pameran.
merestorasi benda-benda bersejarah dan Di setiap ruang pameran, tentu
berfungsi sebagai tempat publik untuk saja memiliki peraturan yang
mengakses karya seni secara edukatif. berbeda-beda. Sebagai contoh
 Museum Publik: Museum yang dikelola peraturan atau tata tertib yang
oleh pemerintah dan terbuka untuk public. diberlakukan di Galeri Nasional
Indonesia:
 Museum Privat: Museum yang  Dilarang merokok
dimiliki oleh individu tertentu atau
sebuah perusahaan swasta.  Dilarang menyentuh karya
 Dilarang memakai jaket
 Dilarang membawa tas
 Dilarang memakai topi dan
kacamata hitam
 Dilarang membawa hewan
 Dilarang menggunakan flash kamera
 Dilarang membawa
makanan/minuman
 Dilarang menggunakan flash kamera
handphone
 Dilarang menggunakan tongsis/selfie
stick
 Dilarang membuang sampah

 Dilarang berisik

Membagikan wawasan dan


apresiasi dalam berbagai bentuk
(contoh: media sosial) Contoh
dampak karya seni bagi diri
sendiri dan lingkungannya,
contoh:
 Memiliki muatan emosional/spiritual
 Memberikan nilai keindahan dan kepuasan
tersendiri
 Memberikan dampak psikologis (contoh:
salah satu bentuk terapi) dan kesenangan hati
 Meningkatkan dan mengasah kreativitas dan
daya imajinasi
 Melepas penat dan coping stress
Pemaparan contoh karya seni yang
berdampak untuk diri sendiri dan
lingkungan.

Anda mungkin juga menyukai