PROPOSAL
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS BIOCAR Dan PUPUK NPK Terhadap
PERTUMBUHAN Dan PRODUKSI PAKCOY (Brassica Rapa L)
OLEH
JUNITA SUSILA DEWI DJAMI
(11220046)
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN SAINS DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS TIMOR
KEFAMENANU
2025
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sangat
digemari oleh masyarakat Indonesia karena memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti
vitamin A, C, K, protein nabati, mineral, dan serat. Selain itu, tanaman ini memiliki siklus
hidup yang singkat dan mampu tumbuh dengan baik di berbagai kondisi agroklimat,
menjadikannya sebagai komoditas potensial dalam mendukung ketahanan pangan
nasional. Namun demikian, peningkatan kebutuhan terhadap pakcoy belum sepenuhnya
diimbangi dengan peningkatan produktivitas yang optimal di tingkat petani (Javandira et
al., 2024)
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Hortikultura menunjukkan
adanya fluktuasi produksi pakcoy di berbagai wilayah Indonesia. Misalnya, meskipun
produksi meningkat di beberapa provinsi seperti NTB dan Sulawesi Utara dalam periode
tertentu, tren nasional masih menunjukkan tantangan dalam mempertahankan kestabilan
produksi akibat beragam faktor, seperti degradasi lahan, penggunaan pupuk anorganik
yang berlebihan, dan perubahan iklim. Dalam konteks ini, inovasi dalam teknologi
budidaya pakcoy sangat diperlukan, terutama yang mengarah pada pemanfaatan sumber
daya lokal, teknologi ramah lingkungan, dan sistem pertanian berkelanjutan.
Berbagai pendekatan telah dilakukan dalam upaya peningkatan produksi pakcoy.
Penggunaan media tanam organik seperti arang sekam terbukti mampu memperbaiki sifat
fisik dan kimia tanah, meningkatkan aerasi, serta mendukung retensi air dan ketersediaan
hara. Penelitian (Kuswandi et al., 2021) menunjukkan bahwa kombinasi arang sekam dan
pupuk kascing dapat meningkatkan parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman,
jumlah daun, dan bobot basah tanaman meskipun tidak selalu menunjukkan perbedaan
yang signifikan secara statistik. Penelitian lain oleh (Mujiono et al., 2021) juga
mendukung bahwa kombinasi arang sekam dan pupuk organik cair mampu memberikan
hasil yang baik terhadap pertumbuhan pakcoy, terutama pada rasio tertentu dan dosis
optimal.
Selain media tanam, pemilihan dan kombinasi pupuk juga menjadi fokus utama.
Pupuk organik cair seperti POC NASA dan ekoenzim berbasis sampah kulit buah telah
diuji efektivitasnya dalam meningkatkan pertumbuhan pakcoy. (Kuswandi et al., 2021)
menyatakan bahwa kombinasi POC NASA dengan pupuk NPK Mutiara memberikan efek
sinergis terhadap parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat
segar tanaman, dengan dosis optimal yang dapat direkomendasikan kepada petani.
Sementara itu,(Septinar et al., n.d.) menekankan pentingnya pengolahan sampah organik
menjadi ekoenzim yang memiliki potensi besar sebagai pupuk organik cair alternatif,
meskipun kandungan N, P, dan K-nya tergolong rendah.
Inovasi juga datang dari pengembangan sistem budidaya tanpa tanah seperti
hidroponik. Sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) memungkinkan efisiensi
lahan dan air serta cocok diterapkan di lingkungan perkotaan. (Javandira et al., 2024)
meneliti pengaruh berbagai sumber air sebagai pelarut nutrisi hidroponik dan menemukan
bahwa jenis air yang digunakan memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan
pakcoy, yang menunjukkan bahwa bahkan aspek kecil seperti kualitas air memiliki
dampak besar terhadap efisiensi sistem hidroponik.
1.2 Justifikasi
Penelitian yang dilakukan oleh (Kuswandi et al., 2021) memiliki relevansi yang
tinggi terhadap kebutuhan pertanian modern, terutama dalam upaya meningkatkan
produksi tanaman pakcoy secara berkelanjutan. Penggunaan kombinasi pupuk organik
cair (POC) Nasa dan pupuk anorganik NPK Mutiara memberikan solusi terhadap
permasalahan degradasi tanah akibat pemakaian pupuk anorganik secara terus-menerus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis optimal dari kedua jenis pupuk
tersebut, yaitu POC Nasa 2 cc/liter air dan NPK Mutiara 1,5 gr/tanaman (P2N1), mampu
meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar pakcoy secara signifikan. Hal
ini membuktikan bahwa pendekatan kombinatif mampu mendukung pertumbuhan dan
produksi tanaman lebih baik dibandingkan penggunaan tunggal.
Justifikasi ilmiah ini menjadi penting sebagai referensi praktik budidaya pakcoy,
terutama dalam konteks pertanian ramah lingkungan yang tidak hanya mengutamakan
hasil tetapi juga keberlanjutan ekosistem tanah. Penelitian ini juga menjadi dasar
pengembangan teknologi pemupukan untuk tanaman hortikultura lain yang memerlukan
keseimbangan unsur hara organik dan anorganik
DAFTAR PUSTAKA
Javandira, C., Lasmi, P., Sapanca, Y., Eka, P., & Ariati, P. (2024). Pengaruh Sumber Media
Pelarut Nutrisi Pada Teknologi Hidroponik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil
Tanaman Pakcoy ( Brassica Rapa L .). 3(2), 37–44.
Kuswandi, D., Nopsagiarti, T., & Wahyudi. (2021). Pengaruh Pemberian Poc Hepagro
Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa. L). Jurnal Green
Swarnadwipa, 8(Januari), 95–102.
Mujiono, M., Widarawati, R., & Supono, B. (2021). Pengaruh Aplikasi Arang Sekam dan
Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brasicca rapa L.).
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences, 2, 139–144.
[Link]
Septinar, H., Anggraini, P., Suryani, E., Puspasari, R., & Lingkungan, S. S. (n.d.).
Pemanfaatan Limbah Organik Menjadi Eco Enzyme. 20–26.