0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan69 halaman

Menulis Teks Prosedur Kompleks

Dokumen ini merupakan rencana pembelajaran untuk menulis teks prosedur di kelas XI SMA La Tansa, yang mencakup tujuan pembelajaran, materi ajar, dan metode pengajaran selama 4 pertemuan. Siswa diharapkan dapat menulis teks prosedur yang kompleks dengan struktur dan bahasa yang runtut, serta mengembangkan kemampuan bernalar kritis dan gotong royong. Rencana ini juga mencakup penilaian dan refleksi untuk mengevaluasi pencapaian siswa.

Diunggah oleh

Osih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan69 halaman

Menulis Teks Prosedur Kompleks

Dokumen ini merupakan rencana pembelajaran untuk menulis teks prosedur di kelas XI SMA La Tansa, yang mencakup tujuan pembelajaran, materi ajar, dan metode pengajaran selama 4 pertemuan. Siswa diharapkan dapat menulis teks prosedur yang kompleks dengan struktur dan bahasa yang runtut, serta mengembangkan kemampuan bernalar kritis dan gotong royong. Rencana ini juga mencakup penilaian dan refleksi untuk mengevaluasi pencapaian siswa.

Diunggah oleh

Osih
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MENULIS TEKS PROSEDUR

Nama : Rudiansyah Jenang : SMA


Asal Sekolah : SMA La Tansa Kelas :X
Alokasi Waktu : 4 x Pertemuan Mata Pelajaran : Bahasa
Indonesia
Profil Pelajar Pancasila
□ Kreatif
□ Gotong Royong
□ Bernalar Kritis
Fase :F
Tujuan Pembelajaran : 11.8 Pelajar menulis teks prosedur yang lebih komplkes dengan
struktur dan
bahasa yang runtut
Kata Kunci : Menulis teks prosedur
Deskripsi umum Kegiatan : fokus utama pembelajaran adalah menulis teks prosedur
yang lebih kompleks
dengan struktur dan bahasa yang runtut

Materi Ajar, alat dan bahan :


1. Teks prosedur kompleks
2. Buku bahasa Indonesia yang relevan dengan materi teks prosedur
3. Gambar-gambar yang menunjukan prosedur baik di media cetak
maupun elektronik
4. Video prosedur melakukan sesuatu untuk membuat sesuatu

Sarana dan prasarana :


1. Laptop
2. LCD Proyektor
3. Majalah, koran baik cetak maupun elektronik
4. Buku teks yang berkaitan dengan materi
5. Salinan materi jika tidak ada komputer atau jaringan internet

Perangkat Ajar
Teks Prosedur

Nama Penyusun : Rudiansyah


Asal Sekolah : SMA La Tansa
Tahun Penyusunan : 2024
Kelas : XI (Sebelas)
Jenjang Sekolah : SMA
Alokasi Waktu : 4 x Pertemuan (360 Menit)

1
Fase Capaian Pembelajaran Fase F
Domain CP Teks Prosedur
Tujuan Pembelajaran 1.8. Peserta didik menulis teks prosedur tentang topik yang
dikenalinya dengan struktur dan bahasa yang tuntut.
1) Melalui kemampuan bernalar kritis dan bergotong-royong
memahami konsep teks prosedur dari beberapa contoh
video, gambar, maupun teks tertulis.
2) Melalui kemampuan bernalar kritis dan bergotong royong
mengontruksi informasi berupa pernyataan-pernyataan
umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur
3) Melalui kemampuan bernalar kritis mengidentifikasi
struktur dan kebahasaan teks prosedur .
4) Menulis teks prosedur tentang topik sederhana fase
sebelumnya
Konsep Utama Menulis teks prosedur
Pengetahuan/ Keterampilan 1. Menulis teks prosedur sederhana pada fase sebelumnya
prasyarat 2. Membaca bentuk bentuk tips atau petunjuk cara
membuat atau melakukan sesuatu yang terdapat di
majalah atau media daring

Profil Pelajar Kreatif Fasilitas yang Laptop


Pancasila Bernalar Kritis dibutuhkan Proyektor
Bergotong royong yang Pengerah suara
ditunjukan melalui kemampuan
menulis teks prosedur tentang
topik yang dikenalnya dengan
struktur dan bahasa yang runtut

Target Jumla Maksim


□ Siswa reguler/ a. Pengayaan untuk siswa
Pesert h al 36
tipikal berpencapaian tinggi:
a Didik siswa siswa
Ya/Tidak (Materi Terlampir)
□ Siswa dengan
kesulutan belajar b. Alternatif penjelasan,
metode, atau aktivitas
□ Siswa
untuk siswa yang sulit
berpencapaian
memahami konsep: Ya/
tinggi
Tidak
□ Siswa
denganketunaan

Model □ Tatap muka Asesmen □ Asesmen Individu


Pembelajaran □ PJJ daring □ Asesmen kelompok
□ PJJ Luring □ Keduanya
□ Blended □ Jenis asesmen
Learning □ Performa
2
□ Tertulis

Kegiatan Pembelajaran Pengaturan Siswa Metode


Utama Individu Diskusi
Berpasangan Presentasi
Berkelompok Demonstrasi
Project
Eksperimen
Eksplorasi
Permainan
Ceramah
Kunjungan lapangan
Simulasi

Materi ajar, ala dan 1. Buku teks bahasa indonesia yang berkaitan
bahan dengan materi teks prosedur
2. Kamus besar bahasa indonesia (KBBI) cetak atau
daring
3. PUEBI cetak atau daring untuk panduan menulis
4. Teks prosedur kompleks
5. Gambar-gambar yang menunjukkan prosedur
baik di media cetak dan elektronik
6. Video prosedur melakukan sesuatu atau
membuat sesuatu

PERKIRAAN BIAYA
Jika tidak tersedia jaringan internet untuk mengakses materi, maka materi dapat
dikopi sesuai dengan jumlah siswa dengan perkiraan biaya kurang lebih Rp. 5.000,- /
siswa untuk 20 lembar.

Persiapan Pembelajaran

1. Guru membaca buku/ PPT mengenai teks prosedur


baik dari segi oebgertian, struktur dan kaidah
kebahasaan

2. Guru mengidentifikasi contoh-contoh teks prosedur


baik cetak maupun elektronik berdasarkan hasil
kegiatan I

3. Apabila memungkinkan, guru mencoba membuat


satu atau dua teks prosedur dengan struktur dan
kaidah kebajasaan serta topik yang sering dijumpai

3
Melalui kemampuan bernalar kritis dan bergotong royong memahami konsep teks
prosedur dari beberapa contoh video, gambar maupun teks tertulis.

Pertemuan I
2x 45 menit

Kegiatan pembuka (10 Menit)


1) Guru memasuki ruangan dan mengucapkan salam serta 10 menit
memeriksa kesiapan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran
2) Guru meminta salah seorang siswa untuk memimpin doa
3) Guru menggali pengetahuan yang dimiliki siswa berkaitan
dengan teks prosedur misalnya;
a. Apakah kalian pernah memasak mie instan?
b. Kalian pernah membuat kue
c. Bagaimana kalian membuatnya
d. Dimana kalian menemukan langkah-langkahnya
Kegiatan (70 Menit)
1. Dari hasil menggali informasi tersebut, guru dapat 15 Menit
melanjutkan ke pemutaran video, cara membuat puding lapis
kaca “..........................” atau teks cara membuat hand
sanitizer secara alami “ .....................”
2. Siswa mengamati pemutaran video teks atau gambar yang
dijelaskan di tahap I 20 Menit
3. Siswa dengan bimbingan guru melakukan diskusi mengenai
kegiatan 1 dan 2 secara berpasangan 35 Menit
4. Siswa menuliskan hasil diskusi mengenai konsep trks
prosedur pada lembar yang disediakan oleh guru (lembar
diskusi terlampir)
5. Siswa secara bergantian menyampaikan hasil kerja
kelompoknya (bisa saja diambil beberapa siswa sebagai
contoh
Kegiatan Penutup (10 Menit)
1. Siswa menarik kesimpulan bersama-sama dengan 10 Menit
bimbingan guru mengenai konsep teks prosedur ;
a. Teks prosedur merupakan petunjuk untuk membuat
sesuatu
b. Teks prosedur merupakan petunjuk untuk melakukan
sesuatu
c. Teks prosedur harus jelas dalam menjelaskan
langkagnya
d. Teks prosedur harus dilakukan sesuai dengan apa yang
diperintahkan 4
e. Teks prosedur merupakan point point singkat
2. Guru menutup PBM dengan mengucapkan salam

5
6
7
8
9
PERTEMUAN 2
2 X 45 MENIT

Melalui keamampuan bernalar kritis dan


bergotong- royong mengonstruksi informasi
berupa pernyataan- pernyataan umum dan
tahapan-tahapan dalam teks prosedur.

10
KEGIATAN PEMBUKA (10 MENIT)
1. Guru memasuki ruangan dan mengucapkan 10 menit
salam serta
memeriksa kesiapa siswa dalam
n pelaksanaan
pembelajara
n.
2. Guru meminta salah seorang siswa untuk
memimpin doa.
3. Guru mengingatkan kembali mengenai pembelajaran
pada pertemuan yang lalu dan mengaitkan dengan
pembelajaran berikutnya.

KEGIATAN INTI (70 MENIT)

1. Guru dapat menggunakan kembali teks ‚Cara dengan


Membuat Hand Sanitizer Secara Alami‛ mengambil 3-4
[Link] hand-sanitizer- teks yang
secara-alami-bisa-kalian-praktikkan-sendiri- [Link] sama).
(diakses pada tanggal 5 November 2020) dan atau teks
‚Cara Membuat Hiasan Akuarium Sederhana dan
Murah‛ [Link]
akuarium-sederhana/ (diakses pada tanggal 5 November
2020).
2. Guru menyampaikan materi mengenai pernyataan
umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur atau
dapat mengunjungi laman
[Link]
v=D3wh2j_Jqng&feature=emb_lo go (diakses pada tanggal
5 November 2020).
3. Siswa secara berpasangan diminta untuk membaca dua
buah teks tersebut.
4. Setelah selesai membaca kedua teks tersebut, siswa
diminta membaca satu teks prosedur dengan bentuk
paragraf.
5. Siswa diminta mengidentifikasi pernyataan umum dan
tahapan- tahapan dalam teks prosedur tersebut.
6. Dengan bimbingan guru, siswa secara bergantian
menyampaikan hasil kerjanya (perwakilan kelompok
11
15 menit

15 menit
40 menit

12
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

1. Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan ciri-ciri 10 menit


dari pernyataan umum dalam teks prosedur.
2. Guru mengingatkan kembali materi yang akan
dibahas pada pertemuan berikutnya.
3. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan
salam.

PERTEMUAN 3

2 X 45 MENIT

Melalui kemampuan bernalar kritis


mengidentifikasi struktur dan kebahasaan teks
prosedur.

KEGIATAN PEMBUKA (10 MENIT)


4. Guru memasuki ruangan dan mengucapkan 10 menit
salam serta
memeriksa kesiapa siswa dalam
n pelaksanaan
pembelajara
n.
5. Guru meminta salah seorang siswa untuk
memimpin doa.
6. Guru mengingatkan kembali mengenai pembelajaran
pada pertemuan yang lalu dan mengaitkan dengan
pembelajaran berikutnya.

KEGIATAN INTI (70 MENIT)

1. Guru membagikan teks prosedur dengan judul ‚Cara


Mengendarai Motor Matik yang Benar) atau
dapat melihat laman
[Link]
matik- yang-benar (diakses pada tanggal 5 November
2020).

13
dalam teks prosedur.
3. Siswa secara berpasangan diminta untuk membaca teks 20
menit
tersebut dan mengidentifikasi struktur dan kebahasaan
teks prosedur (lembar kerja terlampir).
4. Dengan bimbingan guru, siswa secara
bergantian 30
menyampaikan hasil kerjanya (perwakilan kelompok) menit

5. Siswa secara individu mengerjakan kuis mengenai 20


materi teks prosedur. (kuis terlampir) menit

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

1. Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi 10 menit


teks prosedur; konsep, pernyataan umum dan tahapan-
tahapan, struktur, dan kebahasaan teks prosedur.
2. Guru mengingatkan kembali materi yang akan dibahas
pada pertemuan berikutnya.
3. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan
salam.

PERTEMUAN 4
2 X 45 MENIT

Menulis teks prosedur tentang topik yang


dikenalinya dengan struktur dan bahasa yang runtut
dengan kreatif.

KEGIATAN PEMBUKA (10 MENIT)


1. Guru memasuki ruangan dan mengucapkan 10 menit
salam serta
memeriksa kesiapa siswa dalam
n pelaksanaan
pembelajara
n.
2. Guru meminta salah seorang siswa untuk
memimpin doa.
3. Guru memberi bayangan topik yang dapat dibuat
menjadi teks prosedur sambil menanyai siswa mengenai
topik yang sudah mereka siapkan
sebelumnya.

14
KEGIATAN INTI (70 MENIT)

1. Guru memberikan lembar kerja siswa untuk menulis teks 45


menit
prosedur. (lembar kerja terlampir)
2. Siswa menulis teks prosedur pada lembar kerja yang
sudah disiapkan guru. 25
3. Dengan dipandu guru, siswa membacakan hasil menulis menit
teks prosedur di depan kelas (disesuaikan dengan
waktu/ dapat mengambil beberapa orang siswa saja
dengan topik yang berbeda). Pada saat kegiatan ini, siswa
yang tidak maju memberikan penilaian antarsiswa (lembar
penilaian terlampir).
4. Siswa lain yang tidak maju diminta memberikan
tanggapan mengenai isi, struktur, dan kebahasaan dari
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

1. Guru mengapresiasi secara umum hasil pekerjaan 10 menit


siswa.
2. Guru memberikan penilaian secara umum
terhadap hasil pekerjaan siswa.
3. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan
salam.

15
REFLEKSI GURU

1. Apakah pembelajaran yang saya lakukan sudah sesuai dengan


rencana yang saya buat?
2. Apakah materi yang saya buat telah mampu mengakomodir
kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur?
3. Apakah materi yang saya buat sudah sesuai dengan tujuan
pembelajaran yang diharapkan?
4. Apakah seluruh kegiatan belajar telah mencerminkan profil
pelajar pancasila sesuai dengan tujuan pembelajaran?

KRITERIA UNTUK MENGUKUR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Melalui kemampuan bernalar kritis dan bergotong-royong siswa


memahami konsep teks prosedur dari beberapa contoh dari video,
gambar, maupun teks tertulis.
2. Melalui keamampuan bernalar kritis dan bergotong-royong
siswa mengonstruksi informasi berupa pernyataan-pernyataan
umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur.
3. Melalui kemampuan bernalar kritis siswa mengidentifikasi
struktur dan kebahasaan teks prosedur.
4. Menulis teks prosedur tentang topik yang dikenalinya dengan
struktur dan bahasa yang runtut dengan kreatif.

BAGAIMANA ASESMEN DILAKUKAN

Penilaian dilakukan terhadap hasil keterampilan menulis siswa dengan


memperhatikan kriteria penilaian dalam menulis teks prosedur(kriteria
penilaian terlampir).

Penilaian dilakukan terhadap pengetahuan siswa mengenai materi teori


teks prosedur (bentuk tes terlampir)

16
REFLEKSI SISWA

1. Apakah kalian mampu memahami materi mengenai teks prosedur?


2. Adakah materi yang sulit kalian pahami?
3. Kesulitan apa yang kalian hadapi ketika melakukan proses
penulisan teks prosedur?
4. Bagaimana cara mengatasi kesulitan belajar tersebut?

DAFTAR PUSTAKA
1. Kosasih, E. dan Endang Kurniawan. Jenis-Jenis Teks dan
Strategi Pembelajarannya di SMA-MA/SMK. Bandung: Yrama Widya.
2. Mulyadi, Yadi. 2014. Jenis-Jenis Teks dalam Mata pelajaran
Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK: Analisis Fungsi, Struktur, dan
Kaidah, serta langkah-langkah Penulisannya. Bandung: Yrama
Widya.
3. Suryaman, Maman.,Suherli.,dan Istiqomah. 2018. Bahasa
Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
4. [Link]
dan- [Link] (diakses pada tanggal 6
November 2020)
5. [Link]
6. [Link]
pada tanggal 6 November 2020)
7. [Link]
pada tanggal 6 November 2020)
8. ‛ [Link]
secara- [Link] l
(diakses pada tanggal 5 November 2020)
9. [Link]
sederhana/ (diakses pada tanggal 5 November 2020)
[Link]://[Link]/watch?
v=D3wh2j_Jqng&feature=emb_logo (diakses pada tanggal 5
November 2020)
[Link]://[Link]/109576/8-cara-mengendarai-motor-matik- 13
LEMBAR KERJA SISWA PERTEMUAN 1

Lembar Kerja Diskusi Berpasangan

Pengamatan Video/Gambar/Teks

Prosedur Nama Kelompok:

1.

2.

Kelas:

Petunjuk:

1. Amatilah video/gambar/teks yang disajikan oleh guru!


2. Temukan hal-hal yang kalian anggap sebagai ciri/karakteristik dari teks prosedur!
3. Tuliskan hasil pengamatan pada lembar berikut!

Hasil pengamatan

1.
………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………….

2.
………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………….

3.
………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………….

4.
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………

5.
………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………….
14
Dst.

15
Rubrik Penilaian
Pertanyaan Indikator Bobo Skor
t
Menemukan Jika siswa dengan lengkap menuliskan 25 4
ciri/karakter ciri-
teks prosedur baik ciri/karakter dari teks prosedur (setidaknya
5)
video/gambar/teks Jika siswa cukup lengkap menuliskan ciri- 3
ciri/karakter dari teks prosedur (setidaknya
3-4)
Jika siswa tidak lengkap menuliskan ciri- 2
ciri/karakter dari teks prosedur (setidaknya
1-2)
Jika siswa tidak menuliskan 1
ciri-ciri/karakter dari
teks prosedur

16
Pedoman Pensekoran

Skor x Bobot = Jumlah Skor

Siswa Skor maksimal = 100

Lembar Observasi Sikap

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia


Materi : Menulis Teks
Prosedur
Indikator : Siswa menunjukkan perilaku bernalar kritis dan bergotong-
royong memahami konsep teks prosedur dari beberapa
contoh dari video, gambar, maupun teks tertulis.

Lembar observasi sikap ini digunakan selama kegiatan diskusi berlangsung.

No Nama Siswa Bernalar Kritis Berotong-


Royong
1. Annisa Putri Rani
2. Alvito Rahandika Firdaus
3. Altaf Bariq Firdaus
4.
5.
6.
7.
Dst.

Kolom aspek perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan


kriteria berikut. 4 = Sangat Baik
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang

17
LEMBAR KERJA SISWA PERTEMUAN 2

Lembar Kerja Diskusi

Identifikasi pernyataan umum dan tahapan-tahapan

Nama Kelompok:

1.

2.

Kelas:

Petunjuk:

1. Bacalah teks yang telah disediakan Anda!


2. Identifikasi pernyataan umum dan tahapan-tahapan di dalam teks tersebut!
3. Tulis Kalimat yang menyatakan pernyataan umum dan tahapan-tahapan!
4. Tuliskan hasil pengamatan pada lembar berikut!

Judul Pernyataan Umum Tahapan-Tahapan

Teks
Prosedur

18
Rubrik Penilaian

Pertanyaan Indikator Bobo Sko


t r
Tuliskan Jika siswa sangat tepat menuliskan kalimat 25 4
kalimat pernyataan
yang umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur.
menyatakan Jika siswa tepat menuliskan kalimat pernyataan 3
umum dan
pernyataan kurang tepat dalam menuliskan tahapan-tahapan
teks
umum dan prosedur.
tahapan- Jika siswa kurang tepat menuliskan kalimat 2
pernyataan
tahapan umum dan kurang tepat dalam menuliskan
tahapan-
dalam
teks tahapan teks prosedur.

prosedur
yang Jika siswa tidak tepat menuliskan kalimat pernyataan 1
umum
dibagikan
guru. dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur.

Pedoman Pensekoran

Skor x Bobot = Jumlah Skor

Siswa Skor maksimal = 100

19
LEMBAR KERJA SISWA PERTEMUAN 3

Lembar Kerja Diskusi

Identifikasi struktur dan kebahasaan teks prosedur

Nama Kelompok:

1.

2.

Kelas:

Petunjuk:

1. Bacalah teks prosedur yang telah disediakan guru Anda!


2. Identifikasi struktur dan kebahasaan teks prosedur sesuai dengan materi
yang telah dipelajari!
3. Tulislah hasil identifikasi Anda pada tabel yang telah disediakan!

Struktur teks Keterangan/bukti dalam teks


Pernyataan umum Ada, berupa pernyataan…dst

Tahapan-tahapan Ada, berupa


tahapan-tahapan/langkah-
langkah…dst

20
Kebahasaan Keterangan/bukti dalam teks
Konjungsi

Kalimat introgatif

Kalimat deklaratif

Kalimat imperatif

Verba material

Verba tingkah laku

Rubrik Penilaian

Pertanyaan Indikator Bobo Skor


t
Identifikasi Jika siswa sangat tepat menyebutkan 25 4
struktur dan
struktur dan menentukanunsur kebahasaandalam teks
kebahasaan prosedur.
teks
prosedur yang Jika siswa tepat menyebutkan struktur dan 3
kurang
dibagikan guru. tepat menentukan unsur kebahasaan
dalam teks
prosedur.
Jika siswa kurang tepat menyebutkan 2
21
struktur dan

22
kurang tepat menentukan unsur
kebahasaan
dalam teks prosedur.
Jika siswa tidak tepat menyebutkan 1
struktur dan menentukan unsur
kebahasaan dalam
teks
prosedur.

Pedoman Pensekoran

Skor x Bobot = Jumlah Skor

Siswa Skor maksimal = 100

KUIS TEKS PROSEDUR


MATERI TEKS PROSEDUR
Petunjuk:
1. Cermatilah soal berikut dengan saksama!
2. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
3. Waktu mengerjakan soal 20 menit!

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal no 1 dan 2!


(1) Sampai di sini penampilan ruang masih standar gaya
minimalis seperti yang sering kita lihat pada umumnya. (2)
Jangan dibiarkan karena salah- salah rumah bisa berkesan
tidak atau belum selesai akibat terlalu bersih, bahkan
cenderung gersang. (3) Sementara itu, sebuah rumah tinggal,
betapa pun sederhananya tetap harus ada sentuhan manusiawi

[Link] lebih yang


Kalimat hidup.
menyatakan perintah ditandai dengan nomor….
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (1), (2)
E. (2), (3)
2. Konjungsi yang menyatakan penguatan atau penegasan dinyatakan

23
dalam kalimat…. A. (1)

24
B. (2)
C. (3)
D. (1), (2)
E. (2), (3)

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal no 3 dan 4!


Yakinkan calon pemberi dana bahwa bekerja sama dalam bentuk
pemberian dana dari mereka adalah tindakan yang sangat berharga
dan merupakan investasi yang baik.
Gambarkan secara jelas manfaat yang akan ditimbulkan atas bantuan
mereka.
Keuntungan yang lain (jika ada) harus kita paparkan kepada pemberi
dana untuk masa depan. Misalnya, setelah kegiatan berakhir, apakah
masih ada rencana tindak lanjut yang mungkin menguntungkan mereka
(baik secara psikologis, sosial, politik, maupun ekonomi).
3. Kalimat yang tidak bernada perintah berada pada urutan….
A. pertama
B. kedua
C. ketiga
D. keempat
E. ketiga dan keempat
4. Contoh kata kerja imperatif dalam teks tersebut adalah….
A. yakinkan dan gambarkan
B. bekerja sama dan merupakan
C. menguntungkan dan mestinya
D. berakhir dan tindakan
E. misalnya dan maupun

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 5 dan 6!


(1) Sebelum memutuskan untuk melamar atau bahkan menerima
pekerjaan itu, usahakan untuk mengetahui dengan jelas pekerjaan
yang harus dilakukan. (2) Sumber yang paling tepat untuk ditanya
adalah manajer yang langsung menangani pekerjaan yang akan
dilamar. (3) Bisa juga menghubungi kenalan yang pernah menangani
pekerjaan semacam itu. (4) Cara ini penting dilakukan untuk menghindari

25
‘mimpi’ akan perusahaan yang menawarkan gaji dan keuntungan
muluk

5. Kalimat yang menyatakan perintah ditandai dengan nomor….


A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (1), (3)
6. Kalimat yang menggunakan keterangan waktu
adalah…. A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (1), (2)

7. Cermati kutipan teks berikut!


Daun cincau perdu disiapkan di ember lalu disiram dengan air mendidih.
Selama penyiraman dengan air mendidih, daun diaduk-aduk dengan alat agar
terjadi proses pelayuan yang merata. Air mendidih ini akan membuat daun yang
semula keras dan kaku menjadi lemas dan tidak mengkilat. Air panas juga
membantu proses penguapan sehingga mengurangi aroma daun cincau.

Kutipan tersebut adalah bagian isi yang menjelaskan tentang....


A. pemilihan bahan pembuatan cincau
B. bahan-bahan pembuatan cincau
C. salah satu langkah pembuatan cincau
D. perlengkapan untuk pembuatan cincau
E. manfaat ekonomis pembuatan cincau

8. Cermatilah teks berikut!


1) pilih lokasi yang memperoleh cukup sinar mata hari karena akn memacu
pertumbuhan dan pembiakan lobster. namun, saat induk bertelur, hindarkan dari
sinar mata hari langsung agar telur-telur tidak gampang rontok. 2) Buatlah kolam
permanen, bagian dasar dan tepi kolam seluruhnya diplester. 3) Bak pemeliharaan

26
lobster harus khusus untuk lobster, tidak dicampur dengan jenis ikan lainnya.
Kutipan tersebut menginformasikan tentang...
A. Bak pemeliharaan udang lobster.
B. Bak penetasan untuk induk lobster.
C. Pemilihan tempat pembesaran lobster.
D. Lokasi yang sesuai untuk tempat pembenahan lobster.
E. Kolam permanen untuk pembenihan lobster air tawar.
9. Cermati kutipan berikut!
Proses Pembuatan nata De Coco
1)saring air kelapa menggunakan saringan halus. Ini untuk menghilangkan pecahan
tempurung, serat sabut, atau kotoran lainnya.
2) Panaskan air kelapa tadi selama 30 menit.
3) Selama pemanasan berlangsung, masukkan bahan tambahan lainnya.
4)Sebelum pemanasan selesai, tambahkan asam cuka hingga mencapai pH
tertentu.
5) Pemanasan harus berhenti jika sudah mencapai pH yang dimaksud.

Urutan langkah-langkah yang benar untuk pembuatan nata de coco adalah....


A. pendidihan, pewadahan, penyaringan, pendinginan, penutupan
B. penyaringan, pendidihan, penambahan bahan, pendinginan
C. penutupan, penyaringan, pendidihan, pendinginan, pewadahan
D. pewadahan, penutupan, penyaringan, pendidihan, pendinginan
E. pendinginan, pewadahan, penyaringan, pendidihan, penutupan
10. Bacalah dengan cermat langkah-langkah pembuatan keripik pisang berikut!
(1) perendaman
(2) pemilihan bahan
(3) pengupasan
(4) penggorangan
(5) perajangan/
pemotongan
Urutan langkah yang tepat adalah....
A. (1), (2), (3), (5), (4)
B. (2), (1), (3), (4), (5)
C. (2), (3), (1), (5), (4)
D. (5), (1), (2), (3), (4)

27
E. (2), (3), (1), (4), (5)

KUNCI JAWABAN
1. B
2. B
3. D
4. A
5. A
6. A
7. C
8. C
9. B
10.C

Pedoman Pensekoran:

Jumlah perolehan skor


X 100 = skor perolehan
siswa Jumlah skor keseluruhan

28
LEMBAR KERJA SISWA
PERTEMUAN 4 LEMBAR KERJA
INDIVIDU
MENULIS TEKS PROSEDUR
Nama :
Kelas :
Tema :
Judul :
Petunjuk:
1. Tulis sebuah teks prosedur pada kolom sebelah kiri!
2. Tulis teks prosedur dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaannya!
3. Tengkapi keterangan strukturnya pada kolom sebelah kanan!

TEKS PROSEDUR STRUKTUR

29
Rubrik Penilaian

Pertanyaa Indikator Bobot Skor


n
Menulis Jika siswa menulis teks prosedur dengan topik 20
teks yang sesuai,struktur yang lengkap, dan kaidah 5
prosedur kebahasaan yang tepat.
dengan
topik Jika siswa menulis teks prosedur dengan topik
yang sesuai,struktur yang kurang lengkap, 4
yang dan kaidah
dikenal kebahasaan yang tepat.
siswa Jika siswa menulis teks prosedur dengan topik

sesuai yang sesuai,struktur yang kurang lengkap,

dengan dan kaidah 3

struktur kebahasaan yang kurang tepat


Jika siswa menulis teks prosedur dengan topik
dan
yang tidak sesuai,struktur yang tidak lengkap,
kaidah
dan kaidah kebahasaan yang tidak tepat 2
kebahasaa
n.
Jika siswa tidak menulis.
1

Pedoman Pensekoran

Skor x Bobot = Jumlah Skor

Siswa Skor maksimal = 100

30
Lembar Penilaian Antarsiswa

Pertemuan ke-4

Petunjuk!

Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai dengan sikap yang tergambar pada
siswa, dengan kriteria sebagai berikut:

4 = selalu menunjukkan sikap bergotong-royong , kreatif, dan


bernalar kritis 3 = sering menunjukkan sikap bergotong-royong ,
kreatif, dan bernalar kritis
2 = kadang-kadang menunjukkan sikap bergotong-royong , kreatif, dan
bernalar kritis 1 = tidak pernah menunjukkan sikap bergotong-royong ,
kreatif, dan bernalar kritis

Nama penilai :
Nama siswa yang dinilai :
Materi Pokok : Menulis Teks Prosedur

No Aspek pengamatan Skor

1 2 3 4
1 Menunjukkan sikap bergotong-
royong

2 Menunjukkan sikap kreatif

3 Menunjukkan sikap berpikir kritis

Jumlah skor

31
MATERI TEKS PERTEMUAN 1

Cara Membuat Hand Sanitizer secara Alami, Bisa Dicoba dan Cegah Corona Covid-19

Hand sanitizer menjadi salah satu benda yang paling banyak dicari belakangan
ini. Pasalnya, produk pembersih tangan berbentuk cair ini dinilai praktis untuk
dibawa kemana-mana. Karena banyak diburu, benda ini pun akhirnya langka di
pasaran. Tapi, tidak perlu khawatir sebab sebenarnya ada cara membuat hand
sanitizer sendiri.

Namun, cara membuat hand sanitizer tidak boleh sembarangan. Ada bahan-bahan
yang wajib disediakan. Selain itu, langkah-langkahnya pun juga tidak boleh ada
yang terlewat. Sebab jika bahan dan langkah-langkah tidak dipenuhi secara
lengkap, bisa jadi hand sanitizer yang kalian buat tidak bisa ampuh membunuh
virus corona.

Selama ini, seperti yang kalian ketahui bahwa setiap hand sanitizer pasti
mengandung alkohol. Konon, alkohol inilah yang salah satunya mempunyai peran
untuk membunuh bakteri dan virus di tangan. Tapi, sebenarnya kalian bisa lho
membuat hand sanitizer sendiri dengan bahan alami yang mudah ditemui di
sekitar kalian.
[Link] putih

Caka putih selama ini memang hanya kerap digunakan sebagai bahan masakan
yang fungsinya menambahkan rasa asam pada makanan. Namun, tahukah kalian
bahwa ternyata cuka putih juga bisa dimanfaatkan layaknya alkohol. Terutama,
sebagai obat luka luar atau sebagai anti- bakteri.

Tentu, apabila di rumah kalian terdapat alkohol, akan lebih sangat disarankan
menggunakan alkohol. Namun, menurut [Link] kadar konsentrasi
keasaman pada cuka putih memang diyakini bisa berfungsi sebagai anti-bakteri
dan anti-jamur.

[Link] Buaya

Barang kali lidah buaya adalah salah satu taman paling bermanfaat di dunia
ini. Selain baik untuk rambut dan wajah, ternyata lidah buaya juga baik untuk
kesehatan kulit pada umumnya.
32
Jadi tidak mengherankan bukan, jika lidah buaya menjadi salah satu bahan
utama di cara membuat hand sanitizer secara alami. Hand sanitizer dengan
lidah buaya bisa membuat

33
tangan jadi lebih halus, lembut, dan tetap lembab.

Bentuk lidah buaya yang serupa gel, juga sangat fleksibel dan cocok untuk
digunakan sebagai bahan utama pembuatan hand sanitizer, baik yang berbentuk
gel, maupun cair.

[Link] Esensial Murni

Bahan ketiga yang bisa digunakan untuk membuat hand sanitizer secara alami
adalah minyak esensial murni. Pilih minyak esensial yang terbuat dari bahan-
bahan alami.

Usahakan bahan-bahan tersebut mempunyai sifat anti-bakteri, sehingga


terbukti bisa membunuh bakteri dan virus di tangan. Selain itu, sebagai
pertimbangan lain, pilihlah juga minyak esensial dengan bahan yang bisa
memberi manfaat untuk kulit, seperti bisa melembabkan, menghaluskan,
menyegarkan, dan sebagainya. Atau setidaknya, pilihlah bahan yang ramah untuk
kulit.

4. 1 Sendok Isoprophyl

Alkohol (IPA) Bahan ini bisa

ditemukan di apotek.

2. Peralatan yang Dibutuhkan

(credit: pixabay)
Berikut peralatan yang dibutuhkan untuk membuat hand sanitizer:

[Link] atau wadah kaca

34
Sebaiknya digunakan wadah berbahan kaca, sebab proses pembuatan hand
sanitizer tetap akan menggunakan bahan kimia seperti alkohol dan isoproyl.
Sehingga, dikhawatirkan jika

35
digunakan wadah berbahan plastik bisa mengikis lapisan plastik lalu bercampur
dengan bahan lainnya.

[Link] untuk mengaduk

Sama seperti wadah, sebisa mungkin hindari penggunaan sendok plastik.

[Link]-Botol Kemasan Kecil

Untuk botol kemasan ini bisa menggunakan bahan plastik, sebab akan
digunakan sebagai wadah dari hand sanitizer yang sudah jadi.

3. Cara Pembuatan Hand Sanitizer

(credit: pixabay)
Dilansir dari [Link], berikut cara membuat hand sanitizer sendiri:

[Link] lidah buaya

[Link] semua bahan di wadah kaca yang sudah disiapkan.

[Link] campuran bahan sampai menyatu dengan merata.

4. Saat mengaduk, perhatikan konsistensi hand sanitizer agar sesuai yang


diharapkan, tidak terlalu encer dan tidak terlalu padat.

5. Setelah diaduk merata dan didapat konsistensi yang diharapkan, tuangkan hand sanitizer

36
yang sudah jadi tersebut ke botol-botol kecil yang sudah disiapkan.

6. Simpan botol-botol kecil berisi hand sanitizer di tempat yang sejuk dan
hindarkan dari paparan sinar matahari.

Itulah cara membuat hand sanitizer dengan bahan alami. Mudah untuk
dipraktikkan, bukan? Meski begitu, tetap perlu diingat bahwa anjuran yang paling
utama untuk mencegah penularan virus corona covid-19 adalah mencuci tangan di
air mengalir menggunakan sabun.

Sumber: [Link]
bisa-kalian- [Link]

37
MATERI GAMBAR PERTEMUAN 1

Gambar awal pembuka pelajaran

MATERI GAMBAR PERTEMUAN 1

Sumber: [Link]

38
Sumber: [Link]

Sumber: [Link]

Sumber: [Link]
desain-produk- [Link]

39
Sumber: [Link]
coffee-press- IMG_0218.jpg

Sumber: [Link] i.126400493.2109104821

Sumber: [Link]

40
MATERI TEKS PERTEMUAN 2

Cara Membuat Hiasan Akuarium Sederhana dan

Murah Syaiful Kharis — April 30, 2017

Hiasan pernak pernik akuarium banyak dijual di toko-toko akuarium atau toko
ikan hias, seperti pasir hias, batu krikil hias, bunga plastik, kincir, dan lain-lain.
Tapi harga yang ditawarkan lumayan mahal. Untuk menghemat biaya, tetapi
tetap bisa memper indah akuarium, bagaimana jika kita membuat sendiri hiasan
akuarium tersebut! Untuk itu postingan dunia air kali ini akan memberikan tips
Bagaimana cara membuat hiasan akuarium sederhana dan murah? Simak baik-
baik tips dunia air berikut ini!

Bahan-bahan yang dibutuhkan

[Link] warna atau batu putih (dapat dibeli atau mencari sendiri di sungai)
[Link] karang (Bisa ditemukan di pinggir-pinggir pantai)
[Link] (Bisa dibeli di toko material)
[Link]
[Link] secukupnya
[Link] plastik atau rumput-rumputan plastik
[Link] semprot (usahakan yang berwarna cerah)
[Link] kecil bening

41
[Link] semen atau sendok makan
10. Pasir halus secukupnya

Langkah dan proses pembuatan

[Link] semen bersamaan dengan pasir! Aduk hingga rata!


[Link] air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai adukannya kental!
[Link] adukan tadi ke dalam cetakan.
[Link] semen yang sudah dituang ke cetakan.
[Link] bunga, batu, rumput, batu karang di atas semen tadi. Susun sesuai keinginan anda.
[Link] sampai semen mengering.
7. Setelah kering, buka cetakan serta rendam hasil cetakan tadi ke dalam
air yang telah di beri garam. Hal ini dimaksudkan agar zat kimia dalam semen
larut tanpa ada bekas.
[Link]

Perkiraan rincian biaya untuk membuat hiasan akuarium sederhana dan murah.

1. Batu karang satu karung sekitar 90 ribu. Bisa juga cari di pinggir pantai.

42
2. Bunga plastik dan rumput plastik sekitar 15 ribu.
3. Semen 3 Kg Rp 6.500,-
[Link] semprot 3 kaleng 60 ribu
5. Selang 5 m, sekitar 5 ribu.
[Link] (gratis biasanya)
7. Pasir (bisa cari di sungai)
[Link] (Bisa dibuat dari wadah bekas biskuit)

Jadi total biaya untuk membuat hiasan akuarium sederhana dan murah adalah Rp
176.500,-. Tetapi itu tidak bisa jadi patokan, bisa saja kita membuatnya dengan biaya
lebih murah.

Itulah tadi cara membuat hiasan akuarium sederhana dan murah. Semoga
bermanfaat dan selamat mencoba!

Sumber: [Link]

Materi Teks Pertemuan 2

Membuat Kain Sasirangan


Jenis bahan sasirangan sendiri pun bermacam-macam, mulai dari sutra
ATBM (alat tenun bukan mesin), sutra serat nenas, sutra
grand/super/organdi/chiffon, prima, katun Jepang, satin dan dorbi. Harganya
cukup bervariasi tergantung jenis bahan dan motif yang anda pilih. Untuk jenis
sutra, semakin sulit pembuatan corak/motif atau yang disebut motif berpola,
maka harganya pun semakin mahal.
Kembali ke asal sasirangan, mungkin anda sering mendengar
kain jumputan Palembang. Kata jumputan itu pun berasal dari kata jumput yang
artinya diikat, kemudian mendapat akhiran maka dikenallah dengan sebutan kain
jumputan.
Kalau anda perhatikan antara kain Sasirangan dan kain Jumputan,
kelihatan ada sedikit persamaan, dari segi warna maupun motif. Bahan baku kain
dan bahan pewarna yang digunakan oleh pengrajin jumputan, sebagian juga
ada yang digunakan oleh pengrajin sasirangan. Perbedaannya mungkin terletak
pada proses pembuatannya, kalau kain jumputan mereka menggunakan tali rapia
yang sudah dikecilkan untuk mengikat motif dan merajut, sedangkan kain

43
dinamakan sasirangan.
Untuk mendapatkan motif sasirangan yang bagus diperlukan ketelitian
pengrajin bagian sirang atau merajut, jika penusukan jarum yang mengikuti
pola motif yang ada pada lembaran kain itu jaraknya tidak terlalu jauh dan juga
menarik ikatan benangnya pada masing- masing motif itu kuat, istilah bahasa
banjarnya pisit maka hasilnya akan jauh lebih baik dan motif sasirangan
terlihat jelas.
Proses pembuatan kain sasirangan cukup rumit/unik, dikerjakan melalui
tahap- tahapan mulai dari mendesign motif, merajut, mencelup, membuka
rajutan, mencuci dan menstrika. Keseluruhan penyelesaiannya dikerjakan oleh
masing-masing pengrajin sesuai dengan keahliannya dan tidak menggunakan
alat mekanis.
Untuk mendapatkan hasil yang baik diperlukan pemilihan bahan baku
dan pewarna yang berkualitas, kalau kita menggunakan bahan warna yang
berkualitas maka hasil yang diperoleh pun akan memiliki mutu yang tinggi, hal
ini bisa kita lihat dengan kecerahan warna yang lekat pada kain (tidak kelihatan
suram), awet dan tahan lama.
Jika para pengrajin menggunakan bahan pewarna yang bagus dan
berkualitas maka kesan atau image dari masyarakat yang mengatakan kain
sasirangan itu luntur akan hilang dengan sendirinya. Karena itu para pengrajin
berusaha menjaga kualitas. Namun perlu diketahui, anda akan menemui
perbedaan harga antara masing-masing pengrajin, hal tersebut dipengaruhi oleh
jenis bahan pewarna maupun kain yang mereka gunakan.
Alat yang dibutuhkan :
 Gunting
 Pensil
 Benang jeans
 Rafia
 Karet gelang
 jarum
 etc (manik-manik, biji buah, dll)
 3 buah ember
 Kaos tangan karet
Bahan yang digunakan :
 Kain primisima

44
 Pewarna batik/ zat warna Naphtol
Proses pembuatan kain sasirangan saat ini bersifat terbuka, artinya siapa saja dapat

45
melakukan pembuatan kain khas Banjar tersebut, asal memiliki keterampilan.
Diperlukan adanya kesungguhan, ketelitian dan kecermatan, sehingga
menghasilkan selembar kain sasirangan yang baik, sempurna dan bermutu.
Secara kronologis proses pembuatan kain sasirangan adalah sebagai berikut :
[Link] atau menggambar
Mula-mula pada kain puti dilukis suatu motif sasirangan yang diinginkan. Kain
yang akan dilukis tersebut telah dipotong menurut ukuran yang diinginkan,
misalnya 2 meter atau 3 meter. Kain putih ini bisa dari bahan katun, santung,
balacu,kaci, king, primasima satin atau sutera sesuai yang diinginkan. Melukis
cukup dengan mempergunakan pensil biasa asalkan hasil garis-garis lukisan
tersebut tampak dengan jelas. Pekerjaan melukis atau menggambar ini dapat
dibedakan dalam dua cara, yaitu:
 Melukis atau menggambar dengan langsung dan bebas sesuai
dengan lukisan atau gambar apa yang diinginkan, misalnya melukis
selembar daun, bunga, bintang dan lain-lain
 Melukis atau menggambar dengan mempergunakan pola atau mal
yang telah ada. Lukisan atau gambar yang dihasilkan tentu saja telah
terikat dengan pola yang sudah ada. Pola atau mal yang telah tersedia
tersebut terdiri dari sepotong karton tebal yang telah berlubang berupa
garis lurus, garis lengkung, bundar dan sebagainya. Pola atau mal itu
diletakan di atas kain putih yang akan dilukis. Setelah selesai, pola atau
mail itu diletakan lagi ke samping kain tersebut untuk mendapatkan
gambar yang sama. Pekerjaan ini sebenarnya bukan melukis atau
menggambar, tetapi hanya menggaris-garis dengan pensil menurut alur
garis-garis sesuai pola yang sudah ada. Motif gambar yang dihasilkan
umumnya adalah untuk mendapat kain sasirangan yang seragam motifnya
dalam jumlah banyak.
[Link] atau menjelujur
Setelah lukisan selesai tergambar pada lembaran kain putih tersebut,
pekerjaan berikutnya adalah menjahit. Dengan mempergunakan jarum tangan
yang telah diberi benang yang kuat. Kain tersebut dijelujur (dijahit) mengikuti
garis-garis hasil lukisan. Kadang-kadang jahitan itu bisa saja berupa ikatan dengan
benang. Setelah jelujur dengan benang telah selesai untuk selembar kain, maka
benang-benang tersebut disisit (ditarik kuat), sehingga tampak hasilnya berupa
kain yang dijelujur tersebut menjadi takarucut (mengkerut)

46
[Link] warna
Baskom yang telah disediakan ditaburi zat pewarna yang diinginkan, kemudian dicarikan

47
dengan ait panas, dan diaduk dengan wancuh atau potongan kayu sampai cairan
warna benar- benar telah merata. Setelah cairan warna sudah agak dingin, kain
yang telah dijelujur dicelupkan ke dalam baskom yang berisi cairan perwarna
tersebut. Pada saat mencelupkan kain kedalam baskom, kedua belah tangan
harus menggunakan sarung tangan dari karet tebal yang panjangnya sampai ke
siku. Kain yang diberi warna tersebut tidak sekedar dicelupkan begitu s aja ke
dalam baskom, tetapi harus diremas-remas, dibolak-balik beberapa kali,
sehingga warna yang diinginkan benar-benar telah merata dengan baik pada
kain. Pekerjaan ini biasanya berlangsung antara 5 sampai 10 menit. Setelah
selesai memberi warna di dalam baskom tersebut kain itu kemudian
ditempatkan pada balok rentak guna dikeringkan, tetapi tidak dijemur
langsung kena cahaya matahari. Perendaman kain ke dalam baskom ini bisa
beberapa kali, sesuai dengan jumlah warna yang diinginkan. Kain yang telah
diberi warna tersebut ditiisakan (dikeringkan airnnya dengan cara dibiarkan) lebih
kurang 30 menit
4. Melepaskan benang jahitan
Apabila kain yang telah diberi warna tersebut sudah agak kering,
selanjutnya kain ini digelar di atas tikar purun, benang-benang jahitan atau
ikatan pada kain tersebut dilepaskan seluruhnya. Akan tampai kain tersebut
telah berwarna dengan warna yang diinginkan. Apabila terdapat bagian-bagian
tertentu warnanya belum sempurnya, makan secara hati-hati diberikan lagi
dengan warna yang dikehendaki atau terapat pula tambahan warna yang lain
dengan pekerjaan tambahan yang disebut mencacak, dengan menggunakan
kapas yang diikatkan pada sebatang bilah seperti pensil.
5. Pengawetan warna
Selanjutnya dilakukan pencelupan ke dalam larutan pengawet warna
selama beberapa menit, maksudnya agar warna kain sasirangan tersebut dapat
awet.
6. Dicuci dan dikeringkan
Selanjutnya kain yang sudah selesai diberi warna dan cairan pengawet itu
dicuci dan dikeringkan. Mengeringkan kain tersebut dengan cara dijemur ditempat
yang teduh dan tidak kena sinar matahari secara langsung.
7. Disetrika
Setelah kain tersebut benar-benar telah kering, selanjutnya disetrika agar kain
sasirangan ini menjadi licin. Jadilah selembar kain Khas Banjar yaitu Kain

48
Sasirangan

49
Sumber: [Link]
[Link]

50
MATERI TEKS PERTEMUAN 3
8 Cara Mengendarai Motor Matik yang Benar

Sayangnya karena dianggap praktis tak sedikit yang menyepelekan cara


mengendarai motor matik. Padahal menaiki skutik berbeda dengan motor kopling
dan juga motor bebek.
Oleh karena itu, mengutip laman Wahana Honda, beberapa hal di bawah ini akan
memandu kalian supaya paham akan cara mengendarai motor matik yang benar.
1. Pastikan kondisi motor dan pengendara dalam keadaan sehat
Pastikan dulu sebagai pengendara tidak dalam kondisi mengantuk dan galau, karena
berkendara dengan emosi itu berbahaya. Pastikan juga kalau motormu dalam
keadaan sehat wal afiat.
2. Nyalakan motor
Menyalakan motor matic itu berbeda dengan motor bebek maupun kopling. Tekan
electric starter sembari kamu menarik tuas rem untuk menyalakannya. Tidak
mau menyala? Mungkin standar sampingmu masih terbuka, karena untuk
beberapa motor keluaran terbaru standar samping akan otomatis mematikan
mesin motormu.
3. Duduk rileks dan posisikan tangan senyaman mungkin
Sebelum kamu nge-gas, ada baiknya ditata dulu cara duduk dan posisi
tanganmu. Karena posisimu ini bisa mempengaruhi kualitas menyetir kamu.
Jangan jalan dulu sebelum posisimu nyaman. Sama seperti jangan jadian dulu
sebelum hatimu nyaman.
4. Pegang handle gas secara penuh
Ada beberapa pendapat tentang hal ini. Beberapa mengatakan untuk memegang
handle gas dengan sebagian jari dan menyiapkan jari lain di tuas rem. Diharapkan
dengan posisi seperti ini kalian dapat reflek mengerem secara cepat.
Padahal pendapat diatas adalah pendapat yang salah. Posisi yang benar adalah
menggenggam penuh handle gas dengan seluruh jari kalian. Dengan posisi
tangan seperti ini kalian bisa lebih mengendalikan kontrol sepeda motor. Dan lagi
ketika ingin mengerem, gas akan terlepas sedikit sehingga kecepatan perlahan
berkurang. Hal ini akan memicu logikamu untuk lebih tenang ketika akan
menggunakan rem.
5. Rasakan beda tarikan gas
Tarikan gas dari motor matic dan jenis motor lainnya tentu berbeda. Tarikan gas
pertama dari matic ini terkesan sangat berat. Mesin matic sendiri memang

51
dirancang untuk dapat berjalan ketika mencapai RPM tertentu.
Jadi untuk awal tarikannya akan sedikit berat, namun ketika motor kalian sudah
bergerak, sistem dari mesin itu gak akan terasa berat lagi. Bahkan kalau
kalian mau geber sekencang –

52
kencangnya, motor matic juga gak kalah dengan motor – motor lainnya kok.
6. Turunan dan tanjakan
Penggunaan motor matic di turunan dan tanjakan memang sedikit berbeda. Pastikan
kecepatan saat di turunan sedikit melambat dengan melepas gas dan menggunakan
rem yang ada, karena jika dibiarkan melaju terlalu kencang akan berbahaya bagi
kendaraan – kendaraan di sekitar.
Untuk di tanjakan, pastikan untuk menambah kecepatan sebelum jalannya
menjulang ke atas. Karena jika kecepatannya kurang, ada kemungkinan motormu
kekurangan tenaga untuk menaiki tanjakan tersebut.
7. Gunakan rem belakang dan depan
Satu hal yang penting, gunakan kedua rem secara bersamaan agar kualitas
pengereman sesuai dengan harapan. Gunakan insting untuk menarik tuasnya agar
pengereman tidak terlalu spontan.
8. Terus membiasakan diri dengan kendaraan
Yang paling penting adalah kalian harus selalu terbiasa dengan kendaraan yang
kalian miliki. Setiap kendaraan itu berbeda, walaupun merek dan jenisnya sama.
Kenali kendaraanmu, kenali setiap karakteristiknya, dan keselamatan dalam
berkendara akan selalu menaungimu.

Sumber:
[Link]

Berlibur ke Luar Negeri

Tak lama lagi liburan akhir tahun akan tiba. Beberapa orang tentu sudah
menyiapkan destinasi wisata yang akan dihabiskan ketika akhir tahun. Baik itu di
dalam negeri maupun di luar negeri.
Saat ini memang liburan ke luar negeri sedang tren terlebih lagi bagi anak
milenial. Meski begitu tak sedikit pula generasi milenial yang baru pertama kali
berlibur ke luar negeri. Banyak kekhawatiran yang dirasakan tentunya saat pergi
untuk pertama kalinya. Pedoman yang bisa kamu lakukan ketika ingin berlibur ke
luar negeri antara lain:
1. Pilih destinasi wisata secara bijak.
Ini adalah langkah yang sangat penting kecuali kamu adalah tipe seorang53
petualang sejati. Pastikan negara pertama yang kamu kunjungi masih memiliki
bisa mengunjungi negara tetangga terlebih dahulu seperti Filipina, Thailand atau India.
Jika ingin berwisata ke barat, negara Belanda, Amerika Serikat, Kanada atau
Inggris bisa jadi pilihan. Belanda memiliki sejarah panjang dengan Indonesia
sehingga memungkinkan untuk memiliki ikatan batin yang kuat. Sisanya,
pastikan negara yang dikunjungi mayoritas menggunakan bahasa Inggris. Kamu
tidak mau bukan kebingungan di negara orang?
2. Jangan lupa untuk menyiapkan segalanya termasuk penginapan dan
akomodasi lokal. Eksplorasi sesuai bujet yang ada.

3. Pastikan kelengkapan dokumen dengan rapi.


Paspor, visa, lembaran dokumentasi lain, termasuk asuransi tempatkan di tempat
yang sangat rapi. Jangan pernah tinggalkan dan jangan pernah lepas dari
genggaman. Paspor setidaknya harus dan masih berlaku hingga enam bulan ke
depan dan jangan lupa buat fotokopinya, sebagai antisipasi kalau yang asli
hilang. Ide yang baik juga memiliki salinan softcopy dan masukan ke dalam
email.
Jika kamu bepergian karena urusan pekerjaan, buat registrasi awal di kedutaan
besar negara yang menjadi tujuan, hal tersebut dimaksudkan untuk
menghindari masalah di kemudian waktu. Jangan lupa cek vaksin apa yang
kamu butuhkan sebelum berangkat ke negara tujuan.
4. Hal yang tidak kalah penting, asuransi.
Selama perjalanan ke luar negeri, hal-hal seperti kecelakaan bisa saja terjadi.
Ketika memilih agen perjalanan, bandingkan harga dan keuntungan dan pastikan
asuransi perjalanan sudah terjamin. Pilihlah asuransi yang berlaku global. Asuransi
sangat penting bukan hanya karena hal-hal mengerikan yang dapat terjadi pada
bagian tubuhmu, tetapi juga jika terjadi pembatalan pemberangkatan dan
masalah kehilangan bagasi.
5. Bawa mata uang internasional dan kartu ATM atau kredit.
Mengetahui tentang nilai tukar mata uang terkini dan uang lokal sangatlah
penting pada trip internasional. Untuk berbelanja di mal atau pusat
perbelanjaan lainnya, kartu kredit internasional merupakan pilihan terbaik.

6. Baca dan teliti.


Lakukan penelitian tentang lokasi wisata yang akan kamu kunjungi. Hal
tersebut sangat penting untuk kamu mengetahui sejarah, budaya dan etika

54
negara yang akan menjadi tujuan wisatamu.
Cari di mana? Internet! Buku juga menjadi pilihan yang tepat untuk mengetahui nilai-nilai yang

55
berlaku di negara tersebut. Belajar juga kata-kata umum dan sederhana di
negara tujuan. Pastikan juga kamu memiliki kontak darurat selama kamu berada
di negara baru.
7. Buat jadwal yang realistis.
Hal paling utama yang menjadi masalah traveler di luar negeri adalah rasa jetlag
atau gegar akibat perjalanan yang panjang. Jadi, buat rencana yang realistis saja
lah, istirahatkan badan untuk beberapa saat. Setelahnya? Kamu bisa coba
makanan lokal, bertemu orang baru dan nikmati perjalananmu!
8. Tetap terhubung.
Berwisata keluar negeri dan membuat panggilan telepon ke negara asal akan
membuat tagihan telepon membengkak. Beli kartu SIM lokal dan pastikan
sambungan internet tetap terhubung. Dengan begitu kamu masih akan
terhubung secara virtual dengan orangtua, saudara, kerabat dan teman-

56
Salindia Teks Prosedur

57
Karakteristik Teks Prosedur
1. Fungsi Teks Prosedur
Teks prosedur sangat penting keberadaannya, yakni sebagai petunjuk bagi
seseorang didalam melakukan sesuatu. Dengan teks tersebut, seseorang
menjadi lebih benar dan lebih baik dalam melakukan tindakannya;
menguntungkan orang tersebut. Jika petunjuk itu berkaitan dengan
suatu barang, penggunannya menjadi efektif; tidak membahayakan
dirinya ataupun orang lain; barang-barang itu tidak mudah rusak. Jika
terkait dengan pembuatan makanan, makanan yang dibuat puk akan
menjadi lebih enak.
2. Struktur Teks Prosedur
a. Tujuan, berupa pernyataan umum diisi dengan pengantar,
pengenalan, atau pun maksud dari keberadaan petunjuk itu.
b. Tahapan-tahapan kegiatan diisi dengan langkah-langkah melakukan
sesuatu yang disusun secara sistematis. Bagian ini sering pula disertai
dengan penyajian alat dan bahan, terutama dalam petunjuk membuat
sesuatu seperti resep. Bagian ini sering pula disajikan dengan
terperinci.
Terdapat dua kategori pembahasan pada isi suatu teks prosedur,
yaitu sebagai berikut.
1. Teks yang berisi cara-cara membuat sesuatu.
2. Teks yang berisi cara-cara melakukan sesuatu aktivitas.
c. Penegasan ulang diisi dengan kalimat-kalimat yang seperlunya, tidak
berupa kesimpulan. Penegasan ulang berisi harapan ataupun
manfaat apabila petunjuk- petunjuk itu dijalnkan dengan baik. Namun,
banyak pula teks prosedur yang tidak menggunakan bagian ini.
Dengan demikian, bagian penegasan ulang ini sefatnya opsional.
3. Kebahasaan Teks Prosedur
1. Konjungsi
Merupakan kata penghubung. Konjungsi digunakan untuk
menghubungkan antar kata, antarfrasa, antarklausa dalam kalimat,
antar kalimat di dalam sebuah paragraph, bahkan menghubungkan
antarparagraf. Pada teks prosedur, banyak digunakan konjungsi
temporal yang menyatakan urutan waktu kerja; setelah itu, lalu, kemudian,
sebelum, sesudah itu, selanjutnya.

58
2. Kalimat

59
Kalimat adalah satuan bahasa yang memiliki keutuhan makna
(ditandai dengan titik, seru, atau Tanya). Ada dua macam jenis kalimat
yang sering ditemukan dalam teks prosedur, yaitu kalimat introgatif,
kalimat deklaratif, dan kalimat imperative.
a. Kalimat interogatif
Adalah kalimat Tanya. Kalimat ini dapat dibentuk dengan
menambah kata tanya (apa, siapa, kapan, di mana, berapa,
bagaimana, dan mengapa) dan partikel –kah atau –lah. Pada teks
prosedur, kalimat interogatif terdapat di bagian pernyataan
umum. Namun, tidak semua prosedur menggunakan kalimat
jenis ini.
Cntoh:
Tahukah Anda makanan tradisional khas
Indonesia yang disukai masyarakat lokal dan
mancanegara?
b. Kalimat Deklaratif
Adalah kalimat berita, yaitu kalimat yang berisi pernyataan
(berita atau informasi). Pada teks prosedur, kalimat deklaratif
terdapat di bagian pernyataan umum.
Contoh:
Nasi goreng adalah makanan khas Indonesia berbahan nasi yang
dicampur bumbu tertentu.
c. Kalimat Imperatif
Adalah kalimat perintah, termasuk di dalamnya adalah
larangan, permintaan, imbauan , dan harapan. Pada teks
prosedur, kalimat perintah terdapat di bagian langkah-langkah
dan umumnya berpola inversi (prediket mendahului subjek)
Contoh:
Siapkan bumbu-bumbu, seperti bawang merah, bawang
putih, cabai, garam, kecap, dan kunyit.
P S
3. Verba
Adalah kata kerja. Pada kalimat umumnya verba digunakan sebagai
predikat. Bentuknya dapat berupa sebuah kata, seperti makan,
memakan, dimakan, termakan atau kelompok kata (frasa verba), seperti

60
sedang makan, sudah makan, dapat dimakan, dan sebagainya. Verba juga
dapat dibentuk oleh imbuhan me-, me-

61
kan, me-i, ber-, di-, di-kan, idan di-.
a. Verma material
Verba yang mengacu pada tindakan fisik, seperti;
menggoreng, mengiris, mengaduk, mengangkat, mengukus, dan
lainnya.
Contoh:
Kita perlu mengaduk bahan sampai rata.
b. Verba tingkah laku
Verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan dengan
ungkapan verbal (bukan dengan tindakan fisik), seperti
menyetujui, menolak, memahami, merasa, dan lainnya.
Contoh:
Kita akan merasakan kelezatan dari bumbu-bumbu tersebut.
Sumber:
Kosasih, E., dan Endang Kurniawan. 2019.22 Jenis Teks dan Strategi
Pembelajarannya di SMA-MA/[Link]: Yrama Widya.

62
Bahan Bacaan Siswa

Puspitasari, Linda. 2013. Sinonim, Antonim, dan Padanan Kata. Jakarta: Infra Pustaka.

Saryono, Djoko dan Soedjito. 2021. Seri Terampil Menulis Bahasa Indonesia:
Paragraf. Jakarta: Bumi Aksara.

Saryono, Djoko dan Soedjito. 2021. Seri Terampil Menulis Bahasa Indonesia:
Kalimat. Jakarta: Bumi Aksara.

Bahan Bacaan Guru

Dalman. 2019. Keterampilan Menulis. Depok: Pt. Raja Grasindo

Persada. Shaleh, Isnaini. 2018. Guru Bisa Menulis. Sukabumi: Jejak

Publisher.

Sugiarto, Eko. 2015. Terampil Menulis: Tips dan Trik Menulis Laporan, Opini, Cerpen, Puisi,
Pantun. Yogyakarta: Morfalingua.

Materi Pengayaan

Pengayaan dilakukan oleh guru dengan memperhatikan tingkat


ketercapaian keberhasilan siswa pada materi ini. Jika siswa memperoleh
tingkat keberhasilan minimal yang ditentukan sampai melebihi maka dapat
dilakukan pengayaan dengan cara sebagai berikut.

1. Pemberian materi latihan yang memiliki level lebih tinggi


2. Tutor sebaya
3. Penugasan berbasis projek

63
Materi Remedial

Remedial dilakukan oleh guru dengan memperhatikan tingkat ketercapaian


siswa pada materi ini. Siswa yang dikatagorikan akan mendapat remedial
adalah yang belum mencapai ketuntasan. Adapun remedial dapat dilakukan
dengan cara sebagai berikut.

1. Tutor sebaya oleh siswa yang berpencapaian tinggi


2. Latihan soal berdasarkan analisis kelemahan siswa pada materi tertentu
3. Kelompok diskusi

64

Anda mungkin juga menyukai