Menulis Teks Prosedur Kompleks
Menulis Teks Prosedur Kompleks
Perangkat Ajar
Teks Prosedur
1
Fase Capaian Pembelajaran Fase F
Domain CP Teks Prosedur
Tujuan Pembelajaran 1.8. Peserta didik menulis teks prosedur tentang topik yang
dikenalinya dengan struktur dan bahasa yang tuntut.
1) Melalui kemampuan bernalar kritis dan bergotong-royong
memahami konsep teks prosedur dari beberapa contoh
video, gambar, maupun teks tertulis.
2) Melalui kemampuan bernalar kritis dan bergotong royong
mengontruksi informasi berupa pernyataan-pernyataan
umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur
3) Melalui kemampuan bernalar kritis mengidentifikasi
struktur dan kebahasaan teks prosedur .
4) Menulis teks prosedur tentang topik sederhana fase
sebelumnya
Konsep Utama Menulis teks prosedur
Pengetahuan/ Keterampilan 1. Menulis teks prosedur sederhana pada fase sebelumnya
prasyarat 2. Membaca bentuk bentuk tips atau petunjuk cara
membuat atau melakukan sesuatu yang terdapat di
majalah atau media daring
Materi ajar, ala dan 1. Buku teks bahasa indonesia yang berkaitan
bahan dengan materi teks prosedur
2. Kamus besar bahasa indonesia (KBBI) cetak atau
daring
3. PUEBI cetak atau daring untuk panduan menulis
4. Teks prosedur kompleks
5. Gambar-gambar yang menunjukkan prosedur
baik di media cetak dan elektronik
6. Video prosedur melakukan sesuatu atau
membuat sesuatu
PERKIRAAN BIAYA
Jika tidak tersedia jaringan internet untuk mengakses materi, maka materi dapat
dikopi sesuai dengan jumlah siswa dengan perkiraan biaya kurang lebih Rp. 5.000,- /
siswa untuk 20 lembar.
Persiapan Pembelajaran
3
Melalui kemampuan bernalar kritis dan bergotong royong memahami konsep teks
prosedur dari beberapa contoh video, gambar maupun teks tertulis.
Pertemuan I
2x 45 menit
5
6
7
8
9
PERTEMUAN 2
2 X 45 MENIT
10
KEGIATAN PEMBUKA (10 MENIT)
1. Guru memasuki ruangan dan mengucapkan 10 menit
salam serta
memeriksa kesiapa siswa dalam
n pelaksanaan
pembelajara
n.
2. Guru meminta salah seorang siswa untuk
memimpin doa.
3. Guru mengingatkan kembali mengenai pembelajaran
pada pertemuan yang lalu dan mengaitkan dengan
pembelajaran berikutnya.
15 menit
40 menit
12
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
PERTEMUAN 3
2 X 45 MENIT
13
dalam teks prosedur.
3. Siswa secara berpasangan diminta untuk membaca teks 20
menit
tersebut dan mengidentifikasi struktur dan kebahasaan
teks prosedur (lembar kerja terlampir).
4. Dengan bimbingan guru, siswa secara
bergantian 30
menyampaikan hasil kerjanya (perwakilan kelompok) menit
PERTEMUAN 4
2 X 45 MENIT
14
KEGIATAN INTI (70 MENIT)
15
REFLEKSI GURU
16
REFLEKSI SISWA
DAFTAR PUSTAKA
1. Kosasih, E. dan Endang Kurniawan. Jenis-Jenis Teks dan
Strategi Pembelajarannya di SMA-MA/SMK. Bandung: Yrama Widya.
2. Mulyadi, Yadi. 2014. Jenis-Jenis Teks dalam Mata pelajaran
Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK: Analisis Fungsi, Struktur, dan
Kaidah, serta langkah-langkah Penulisannya. Bandung: Yrama
Widya.
3. Suryaman, Maman.,Suherli.,dan Istiqomah. 2018. Bahasa
Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
4. [Link]
dan- [Link] (diakses pada tanggal 6
November 2020)
5. [Link]
6. [Link]
pada tanggal 6 November 2020)
7. [Link]
pada tanggal 6 November 2020)
8. ‛ [Link]
secara- [Link] l
(diakses pada tanggal 5 November 2020)
9. [Link]
sederhana/ (diakses pada tanggal 5 November 2020)
[Link]://[Link]/watch?
v=D3wh2j_Jqng&feature=emb_logo (diakses pada tanggal 5
November 2020)
[Link]://[Link]/109576/8-cara-mengendarai-motor-matik- 13
LEMBAR KERJA SISWA PERTEMUAN 1
Pengamatan Video/Gambar/Teks
1.
2.
Kelas:
Petunjuk:
Hasil pengamatan
1.
………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………….
2.
………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………….
3.
………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………….
4.
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
5.
………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………….
14
Dst.
15
Rubrik Penilaian
Pertanyaan Indikator Bobo Skor
t
Menemukan Jika siswa dengan lengkap menuliskan 25 4
ciri/karakter ciri-
teks prosedur baik ciri/karakter dari teks prosedur (setidaknya
5)
video/gambar/teks Jika siswa cukup lengkap menuliskan ciri- 3
ciri/karakter dari teks prosedur (setidaknya
3-4)
Jika siswa tidak lengkap menuliskan ciri- 2
ciri/karakter dari teks prosedur (setidaknya
1-2)
Jika siswa tidak menuliskan 1
ciri-ciri/karakter dari
teks prosedur
16
Pedoman Pensekoran
17
LEMBAR KERJA SISWA PERTEMUAN 2
Nama Kelompok:
1.
2.
Kelas:
Petunjuk:
Teks
Prosedur
18
Rubrik Penilaian
prosedur
yang Jika siswa tidak tepat menuliskan kalimat pernyataan 1
umum
dibagikan
guru. dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur.
Pedoman Pensekoran
19
LEMBAR KERJA SISWA PERTEMUAN 3
Nama Kelompok:
1.
2.
Kelas:
Petunjuk:
20
Kebahasaan Keterangan/bukti dalam teks
Konjungsi
Kalimat introgatif
Kalimat deklaratif
Kalimat imperatif
Verba material
Rubrik Penilaian
22
kurang tepat menentukan unsur
kebahasaan
dalam teks prosedur.
Jika siswa tidak tepat menyebutkan 1
struktur dan menentukan unsur
kebahasaan dalam
teks
prosedur.
Pedoman Pensekoran
23
dalam kalimat…. A. (1)
24
B. (2)
C. (3)
D. (1), (2)
E. (2), (3)
25
‘mimpi’ akan perusahaan yang menawarkan gaji dan keuntungan
muluk
26
lobster harus khusus untuk lobster, tidak dicampur dengan jenis ikan lainnya.
Kutipan tersebut menginformasikan tentang...
A. Bak pemeliharaan udang lobster.
B. Bak penetasan untuk induk lobster.
C. Pemilihan tempat pembesaran lobster.
D. Lokasi yang sesuai untuk tempat pembenahan lobster.
E. Kolam permanen untuk pembenihan lobster air tawar.
9. Cermati kutipan berikut!
Proses Pembuatan nata De Coco
1)saring air kelapa menggunakan saringan halus. Ini untuk menghilangkan pecahan
tempurung, serat sabut, atau kotoran lainnya.
2) Panaskan air kelapa tadi selama 30 menit.
3) Selama pemanasan berlangsung, masukkan bahan tambahan lainnya.
4)Sebelum pemanasan selesai, tambahkan asam cuka hingga mencapai pH
tertentu.
5) Pemanasan harus berhenti jika sudah mencapai pH yang dimaksud.
27
E. (2), (3), (1), (4), (5)
KUNCI JAWABAN
1. B
2. B
3. D
4. A
5. A
6. A
7. C
8. C
9. B
10.C
Pedoman Pensekoran:
28
LEMBAR KERJA SISWA
PERTEMUAN 4 LEMBAR KERJA
INDIVIDU
MENULIS TEKS PROSEDUR
Nama :
Kelas :
Tema :
Judul :
Petunjuk:
1. Tulis sebuah teks prosedur pada kolom sebelah kiri!
2. Tulis teks prosedur dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaannya!
3. Tengkapi keterangan strukturnya pada kolom sebelah kanan!
29
Rubrik Penilaian
Pedoman Pensekoran
30
Lembar Penilaian Antarsiswa
Pertemuan ke-4
Petunjuk!
Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai dengan sikap yang tergambar pada
siswa, dengan kriteria sebagai berikut:
Nama penilai :
Nama siswa yang dinilai :
Materi Pokok : Menulis Teks Prosedur
1 2 3 4
1 Menunjukkan sikap bergotong-
royong
Jumlah skor
31
MATERI TEKS PERTEMUAN 1
Cara Membuat Hand Sanitizer secara Alami, Bisa Dicoba dan Cegah Corona Covid-19
Hand sanitizer menjadi salah satu benda yang paling banyak dicari belakangan
ini. Pasalnya, produk pembersih tangan berbentuk cair ini dinilai praktis untuk
dibawa kemana-mana. Karena banyak diburu, benda ini pun akhirnya langka di
pasaran. Tapi, tidak perlu khawatir sebab sebenarnya ada cara membuat hand
sanitizer sendiri.
Namun, cara membuat hand sanitizer tidak boleh sembarangan. Ada bahan-bahan
yang wajib disediakan. Selain itu, langkah-langkahnya pun juga tidak boleh ada
yang terlewat. Sebab jika bahan dan langkah-langkah tidak dipenuhi secara
lengkap, bisa jadi hand sanitizer yang kalian buat tidak bisa ampuh membunuh
virus corona.
Selama ini, seperti yang kalian ketahui bahwa setiap hand sanitizer pasti
mengandung alkohol. Konon, alkohol inilah yang salah satunya mempunyai peran
untuk membunuh bakteri dan virus di tangan. Tapi, sebenarnya kalian bisa lho
membuat hand sanitizer sendiri dengan bahan alami yang mudah ditemui di
sekitar kalian.
[Link] putih
Caka putih selama ini memang hanya kerap digunakan sebagai bahan masakan
yang fungsinya menambahkan rasa asam pada makanan. Namun, tahukah kalian
bahwa ternyata cuka putih juga bisa dimanfaatkan layaknya alkohol. Terutama,
sebagai obat luka luar atau sebagai anti- bakteri.
Tentu, apabila di rumah kalian terdapat alkohol, akan lebih sangat disarankan
menggunakan alkohol. Namun, menurut [Link] kadar konsentrasi
keasaman pada cuka putih memang diyakini bisa berfungsi sebagai anti-bakteri
dan anti-jamur.
[Link] Buaya
Barang kali lidah buaya adalah salah satu taman paling bermanfaat di dunia
ini. Selain baik untuk rambut dan wajah, ternyata lidah buaya juga baik untuk
kesehatan kulit pada umumnya.
32
Jadi tidak mengherankan bukan, jika lidah buaya menjadi salah satu bahan
utama di cara membuat hand sanitizer secara alami. Hand sanitizer dengan
lidah buaya bisa membuat
33
tangan jadi lebih halus, lembut, dan tetap lembab.
Bentuk lidah buaya yang serupa gel, juga sangat fleksibel dan cocok untuk
digunakan sebagai bahan utama pembuatan hand sanitizer, baik yang berbentuk
gel, maupun cair.
Bahan ketiga yang bisa digunakan untuk membuat hand sanitizer secara alami
adalah minyak esensial murni. Pilih minyak esensial yang terbuat dari bahan-
bahan alami.
4. 1 Sendok Isoprophyl
ditemukan di apotek.
(credit: pixabay)
Berikut peralatan yang dibutuhkan untuk membuat hand sanitizer:
34
Sebaiknya digunakan wadah berbahan kaca, sebab proses pembuatan hand
sanitizer tetap akan menggunakan bahan kimia seperti alkohol dan isoproyl.
Sehingga, dikhawatirkan jika
35
digunakan wadah berbahan plastik bisa mengikis lapisan plastik lalu bercampur
dengan bahan lainnya.
Untuk botol kemasan ini bisa menggunakan bahan plastik, sebab akan
digunakan sebagai wadah dari hand sanitizer yang sudah jadi.
(credit: pixabay)
Dilansir dari [Link], berikut cara membuat hand sanitizer sendiri:
5. Setelah diaduk merata dan didapat konsistensi yang diharapkan, tuangkan hand sanitizer
36
yang sudah jadi tersebut ke botol-botol kecil yang sudah disiapkan.
6. Simpan botol-botol kecil berisi hand sanitizer di tempat yang sejuk dan
hindarkan dari paparan sinar matahari.
Itulah cara membuat hand sanitizer dengan bahan alami. Mudah untuk
dipraktikkan, bukan? Meski begitu, tetap perlu diingat bahwa anjuran yang paling
utama untuk mencegah penularan virus corona covid-19 adalah mencuci tangan di
air mengalir menggunakan sabun.
Sumber: [Link]
bisa-kalian- [Link]
37
MATERI GAMBAR PERTEMUAN 1
Sumber: [Link]
38
Sumber: [Link]
Sumber: [Link]
Sumber: [Link]
desain-produk- [Link]
39
Sumber: [Link]
coffee-press- IMG_0218.jpg
Sumber: [Link]
40
MATERI TEKS PERTEMUAN 2
Hiasan pernak pernik akuarium banyak dijual di toko-toko akuarium atau toko
ikan hias, seperti pasir hias, batu krikil hias, bunga plastik, kincir, dan lain-lain.
Tapi harga yang ditawarkan lumayan mahal. Untuk menghemat biaya, tetapi
tetap bisa memper indah akuarium, bagaimana jika kita membuat sendiri hiasan
akuarium tersebut! Untuk itu postingan dunia air kali ini akan memberikan tips
Bagaimana cara membuat hiasan akuarium sederhana dan murah? Simak baik-
baik tips dunia air berikut ini!
[Link] warna atau batu putih (dapat dibeli atau mencari sendiri di sungai)
[Link] karang (Bisa ditemukan di pinggir-pinggir pantai)
[Link] (Bisa dibeli di toko material)
[Link]
[Link] secukupnya
[Link] plastik atau rumput-rumputan plastik
[Link] semprot (usahakan yang berwarna cerah)
[Link] kecil bening
41
[Link] semen atau sendok makan
10. Pasir halus secukupnya
Perkiraan rincian biaya untuk membuat hiasan akuarium sederhana dan murah.
1. Batu karang satu karung sekitar 90 ribu. Bisa juga cari di pinggir pantai.
42
2. Bunga plastik dan rumput plastik sekitar 15 ribu.
3. Semen 3 Kg Rp 6.500,-
[Link] semprot 3 kaleng 60 ribu
5. Selang 5 m, sekitar 5 ribu.
[Link] (gratis biasanya)
7. Pasir (bisa cari di sungai)
[Link] (Bisa dibuat dari wadah bekas biskuit)
Jadi total biaya untuk membuat hiasan akuarium sederhana dan murah adalah Rp
176.500,-. Tetapi itu tidak bisa jadi patokan, bisa saja kita membuatnya dengan biaya
lebih murah.
Itulah tadi cara membuat hiasan akuarium sederhana dan murah. Semoga
bermanfaat dan selamat mencoba!
Sumber: [Link]
43
dinamakan sasirangan.
Untuk mendapatkan motif sasirangan yang bagus diperlukan ketelitian
pengrajin bagian sirang atau merajut, jika penusukan jarum yang mengikuti
pola motif yang ada pada lembaran kain itu jaraknya tidak terlalu jauh dan juga
menarik ikatan benangnya pada masing- masing motif itu kuat, istilah bahasa
banjarnya pisit maka hasilnya akan jauh lebih baik dan motif sasirangan
terlihat jelas.
Proses pembuatan kain sasirangan cukup rumit/unik, dikerjakan melalui
tahap- tahapan mulai dari mendesign motif, merajut, mencelup, membuka
rajutan, mencuci dan menstrika. Keseluruhan penyelesaiannya dikerjakan oleh
masing-masing pengrajin sesuai dengan keahliannya dan tidak menggunakan
alat mekanis.
Untuk mendapatkan hasil yang baik diperlukan pemilihan bahan baku
dan pewarna yang berkualitas, kalau kita menggunakan bahan warna yang
berkualitas maka hasil yang diperoleh pun akan memiliki mutu yang tinggi, hal
ini bisa kita lihat dengan kecerahan warna yang lekat pada kain (tidak kelihatan
suram), awet dan tahan lama.
Jika para pengrajin menggunakan bahan pewarna yang bagus dan
berkualitas maka kesan atau image dari masyarakat yang mengatakan kain
sasirangan itu luntur akan hilang dengan sendirinya. Karena itu para pengrajin
berusaha menjaga kualitas. Namun perlu diketahui, anda akan menemui
perbedaan harga antara masing-masing pengrajin, hal tersebut dipengaruhi oleh
jenis bahan pewarna maupun kain yang mereka gunakan.
Alat yang dibutuhkan :
Gunting
Pensil
Benang jeans
Rafia
Karet gelang
jarum
etc (manik-manik, biji buah, dll)
3 buah ember
Kaos tangan karet
Bahan yang digunakan :
Kain primisima
44
Pewarna batik/ zat warna Naphtol
Proses pembuatan kain sasirangan saat ini bersifat terbuka, artinya siapa saja dapat
45
melakukan pembuatan kain khas Banjar tersebut, asal memiliki keterampilan.
Diperlukan adanya kesungguhan, ketelitian dan kecermatan, sehingga
menghasilkan selembar kain sasirangan yang baik, sempurna dan bermutu.
Secara kronologis proses pembuatan kain sasirangan adalah sebagai berikut :
[Link] atau menggambar
Mula-mula pada kain puti dilukis suatu motif sasirangan yang diinginkan. Kain
yang akan dilukis tersebut telah dipotong menurut ukuran yang diinginkan,
misalnya 2 meter atau 3 meter. Kain putih ini bisa dari bahan katun, santung,
balacu,kaci, king, primasima satin atau sutera sesuai yang diinginkan. Melukis
cukup dengan mempergunakan pensil biasa asalkan hasil garis-garis lukisan
tersebut tampak dengan jelas. Pekerjaan melukis atau menggambar ini dapat
dibedakan dalam dua cara, yaitu:
Melukis atau menggambar dengan langsung dan bebas sesuai
dengan lukisan atau gambar apa yang diinginkan, misalnya melukis
selembar daun, bunga, bintang dan lain-lain
Melukis atau menggambar dengan mempergunakan pola atau mal
yang telah ada. Lukisan atau gambar yang dihasilkan tentu saja telah
terikat dengan pola yang sudah ada. Pola atau mal yang telah tersedia
tersebut terdiri dari sepotong karton tebal yang telah berlubang berupa
garis lurus, garis lengkung, bundar dan sebagainya. Pola atau mal itu
diletakan di atas kain putih yang akan dilukis. Setelah selesai, pola atau
mail itu diletakan lagi ke samping kain tersebut untuk mendapatkan
gambar yang sama. Pekerjaan ini sebenarnya bukan melukis atau
menggambar, tetapi hanya menggaris-garis dengan pensil menurut alur
garis-garis sesuai pola yang sudah ada. Motif gambar yang dihasilkan
umumnya adalah untuk mendapat kain sasirangan yang seragam motifnya
dalam jumlah banyak.
[Link] atau menjelujur
Setelah lukisan selesai tergambar pada lembaran kain putih tersebut,
pekerjaan berikutnya adalah menjahit. Dengan mempergunakan jarum tangan
yang telah diberi benang yang kuat. Kain tersebut dijelujur (dijahit) mengikuti
garis-garis hasil lukisan. Kadang-kadang jahitan itu bisa saja berupa ikatan dengan
benang. Setelah jelujur dengan benang telah selesai untuk selembar kain, maka
benang-benang tersebut disisit (ditarik kuat), sehingga tampak hasilnya berupa
kain yang dijelujur tersebut menjadi takarucut (mengkerut)
46
[Link] warna
Baskom yang telah disediakan ditaburi zat pewarna yang diinginkan, kemudian dicarikan
47
dengan ait panas, dan diaduk dengan wancuh atau potongan kayu sampai cairan
warna benar- benar telah merata. Setelah cairan warna sudah agak dingin, kain
yang telah dijelujur dicelupkan ke dalam baskom yang berisi cairan perwarna
tersebut. Pada saat mencelupkan kain kedalam baskom, kedua belah tangan
harus menggunakan sarung tangan dari karet tebal yang panjangnya sampai ke
siku. Kain yang diberi warna tersebut tidak sekedar dicelupkan begitu s aja ke
dalam baskom, tetapi harus diremas-remas, dibolak-balik beberapa kali,
sehingga warna yang diinginkan benar-benar telah merata dengan baik pada
kain. Pekerjaan ini biasanya berlangsung antara 5 sampai 10 menit. Setelah
selesai memberi warna di dalam baskom tersebut kain itu kemudian
ditempatkan pada balok rentak guna dikeringkan, tetapi tidak dijemur
langsung kena cahaya matahari. Perendaman kain ke dalam baskom ini bisa
beberapa kali, sesuai dengan jumlah warna yang diinginkan. Kain yang telah
diberi warna tersebut ditiisakan (dikeringkan airnnya dengan cara dibiarkan) lebih
kurang 30 menit
4. Melepaskan benang jahitan
Apabila kain yang telah diberi warna tersebut sudah agak kering,
selanjutnya kain ini digelar di atas tikar purun, benang-benang jahitan atau
ikatan pada kain tersebut dilepaskan seluruhnya. Akan tampai kain tersebut
telah berwarna dengan warna yang diinginkan. Apabila terdapat bagian-bagian
tertentu warnanya belum sempurnya, makan secara hati-hati diberikan lagi
dengan warna yang dikehendaki atau terapat pula tambahan warna yang lain
dengan pekerjaan tambahan yang disebut mencacak, dengan menggunakan
kapas yang diikatkan pada sebatang bilah seperti pensil.
5. Pengawetan warna
Selanjutnya dilakukan pencelupan ke dalam larutan pengawet warna
selama beberapa menit, maksudnya agar warna kain sasirangan tersebut dapat
awet.
6. Dicuci dan dikeringkan
Selanjutnya kain yang sudah selesai diberi warna dan cairan pengawet itu
dicuci dan dikeringkan. Mengeringkan kain tersebut dengan cara dijemur ditempat
yang teduh dan tidak kena sinar matahari secara langsung.
7. Disetrika
Setelah kain tersebut benar-benar telah kering, selanjutnya disetrika agar kain
sasirangan ini menjadi licin. Jadilah selembar kain Khas Banjar yaitu Kain
48
Sasirangan
49
Sumber: [Link]
[Link]
50
MATERI TEKS PERTEMUAN 3
8 Cara Mengendarai Motor Matik yang Benar
51
dirancang untuk dapat berjalan ketika mencapai RPM tertentu.
Jadi untuk awal tarikannya akan sedikit berat, namun ketika motor kalian sudah
bergerak, sistem dari mesin itu gak akan terasa berat lagi. Bahkan kalau
kalian mau geber sekencang –
52
kencangnya, motor matic juga gak kalah dengan motor – motor lainnya kok.
6. Turunan dan tanjakan
Penggunaan motor matic di turunan dan tanjakan memang sedikit berbeda. Pastikan
kecepatan saat di turunan sedikit melambat dengan melepas gas dan menggunakan
rem yang ada, karena jika dibiarkan melaju terlalu kencang akan berbahaya bagi
kendaraan – kendaraan di sekitar.
Untuk di tanjakan, pastikan untuk menambah kecepatan sebelum jalannya
menjulang ke atas. Karena jika kecepatannya kurang, ada kemungkinan motormu
kekurangan tenaga untuk menaiki tanjakan tersebut.
7. Gunakan rem belakang dan depan
Satu hal yang penting, gunakan kedua rem secara bersamaan agar kualitas
pengereman sesuai dengan harapan. Gunakan insting untuk menarik tuasnya agar
pengereman tidak terlalu spontan.
8. Terus membiasakan diri dengan kendaraan
Yang paling penting adalah kalian harus selalu terbiasa dengan kendaraan yang
kalian miliki. Setiap kendaraan itu berbeda, walaupun merek dan jenisnya sama.
Kenali kendaraanmu, kenali setiap karakteristiknya, dan keselamatan dalam
berkendara akan selalu menaungimu.
Sumber:
[Link]
Tak lama lagi liburan akhir tahun akan tiba. Beberapa orang tentu sudah
menyiapkan destinasi wisata yang akan dihabiskan ketika akhir tahun. Baik itu di
dalam negeri maupun di luar negeri.
Saat ini memang liburan ke luar negeri sedang tren terlebih lagi bagi anak
milenial. Meski begitu tak sedikit pula generasi milenial yang baru pertama kali
berlibur ke luar negeri. Banyak kekhawatiran yang dirasakan tentunya saat pergi
untuk pertama kalinya. Pedoman yang bisa kamu lakukan ketika ingin berlibur ke
luar negeri antara lain:
1. Pilih destinasi wisata secara bijak.
Ini adalah langkah yang sangat penting kecuali kamu adalah tipe seorang53
petualang sejati. Pastikan negara pertama yang kamu kunjungi masih memiliki
bisa mengunjungi negara tetangga terlebih dahulu seperti Filipina, Thailand atau India.
Jika ingin berwisata ke barat, negara Belanda, Amerika Serikat, Kanada atau
Inggris bisa jadi pilihan. Belanda memiliki sejarah panjang dengan Indonesia
sehingga memungkinkan untuk memiliki ikatan batin yang kuat. Sisanya,
pastikan negara yang dikunjungi mayoritas menggunakan bahasa Inggris. Kamu
tidak mau bukan kebingungan di negara orang?
2. Jangan lupa untuk menyiapkan segalanya termasuk penginapan dan
akomodasi lokal. Eksplorasi sesuai bujet yang ada.
54
negara yang akan menjadi tujuan wisatamu.
Cari di mana? Internet! Buku juga menjadi pilihan yang tepat untuk mengetahui nilai-nilai yang
55
berlaku di negara tersebut. Belajar juga kata-kata umum dan sederhana di
negara tujuan. Pastikan juga kamu memiliki kontak darurat selama kamu berada
di negara baru.
7. Buat jadwal yang realistis.
Hal paling utama yang menjadi masalah traveler di luar negeri adalah rasa jetlag
atau gegar akibat perjalanan yang panjang. Jadi, buat rencana yang realistis saja
lah, istirahatkan badan untuk beberapa saat. Setelahnya? Kamu bisa coba
makanan lokal, bertemu orang baru dan nikmati perjalananmu!
8. Tetap terhubung.
Berwisata keluar negeri dan membuat panggilan telepon ke negara asal akan
membuat tagihan telepon membengkak. Beli kartu SIM lokal dan pastikan
sambungan internet tetap terhubung. Dengan begitu kamu masih akan
terhubung secara virtual dengan orangtua, saudara, kerabat dan teman-
56
Salindia Teks Prosedur
57
Karakteristik Teks Prosedur
1. Fungsi Teks Prosedur
Teks prosedur sangat penting keberadaannya, yakni sebagai petunjuk bagi
seseorang didalam melakukan sesuatu. Dengan teks tersebut, seseorang
menjadi lebih benar dan lebih baik dalam melakukan tindakannya;
menguntungkan orang tersebut. Jika petunjuk itu berkaitan dengan
suatu barang, penggunannya menjadi efektif; tidak membahayakan
dirinya ataupun orang lain; barang-barang itu tidak mudah rusak. Jika
terkait dengan pembuatan makanan, makanan yang dibuat puk akan
menjadi lebih enak.
2. Struktur Teks Prosedur
a. Tujuan, berupa pernyataan umum diisi dengan pengantar,
pengenalan, atau pun maksud dari keberadaan petunjuk itu.
b. Tahapan-tahapan kegiatan diisi dengan langkah-langkah melakukan
sesuatu yang disusun secara sistematis. Bagian ini sering pula disertai
dengan penyajian alat dan bahan, terutama dalam petunjuk membuat
sesuatu seperti resep. Bagian ini sering pula disajikan dengan
terperinci.
Terdapat dua kategori pembahasan pada isi suatu teks prosedur,
yaitu sebagai berikut.
1. Teks yang berisi cara-cara membuat sesuatu.
2. Teks yang berisi cara-cara melakukan sesuatu aktivitas.
c. Penegasan ulang diisi dengan kalimat-kalimat yang seperlunya, tidak
berupa kesimpulan. Penegasan ulang berisi harapan ataupun
manfaat apabila petunjuk- petunjuk itu dijalnkan dengan baik. Namun,
banyak pula teks prosedur yang tidak menggunakan bagian ini.
Dengan demikian, bagian penegasan ulang ini sefatnya opsional.
3. Kebahasaan Teks Prosedur
1. Konjungsi
Merupakan kata penghubung. Konjungsi digunakan untuk
menghubungkan antar kata, antarfrasa, antarklausa dalam kalimat,
antar kalimat di dalam sebuah paragraph, bahkan menghubungkan
antarparagraf. Pada teks prosedur, banyak digunakan konjungsi
temporal yang menyatakan urutan waktu kerja; setelah itu, lalu, kemudian,
sebelum, sesudah itu, selanjutnya.
58
2. Kalimat
59
Kalimat adalah satuan bahasa yang memiliki keutuhan makna
(ditandai dengan titik, seru, atau Tanya). Ada dua macam jenis kalimat
yang sering ditemukan dalam teks prosedur, yaitu kalimat introgatif,
kalimat deklaratif, dan kalimat imperative.
a. Kalimat interogatif
Adalah kalimat Tanya. Kalimat ini dapat dibentuk dengan
menambah kata tanya (apa, siapa, kapan, di mana, berapa,
bagaimana, dan mengapa) dan partikel –kah atau –lah. Pada teks
prosedur, kalimat interogatif terdapat di bagian pernyataan
umum. Namun, tidak semua prosedur menggunakan kalimat
jenis ini.
Cntoh:
Tahukah Anda makanan tradisional khas
Indonesia yang disukai masyarakat lokal dan
mancanegara?
b. Kalimat Deklaratif
Adalah kalimat berita, yaitu kalimat yang berisi pernyataan
(berita atau informasi). Pada teks prosedur, kalimat deklaratif
terdapat di bagian pernyataan umum.
Contoh:
Nasi goreng adalah makanan khas Indonesia berbahan nasi yang
dicampur bumbu tertentu.
c. Kalimat Imperatif
Adalah kalimat perintah, termasuk di dalamnya adalah
larangan, permintaan, imbauan , dan harapan. Pada teks
prosedur, kalimat perintah terdapat di bagian langkah-langkah
dan umumnya berpola inversi (prediket mendahului subjek)
Contoh:
Siapkan bumbu-bumbu, seperti bawang merah, bawang
putih, cabai, garam, kecap, dan kunyit.
P S
3. Verba
Adalah kata kerja. Pada kalimat umumnya verba digunakan sebagai
predikat. Bentuknya dapat berupa sebuah kata, seperti makan,
memakan, dimakan, termakan atau kelompok kata (frasa verba), seperti
60
sedang makan, sudah makan, dapat dimakan, dan sebagainya. Verba juga
dapat dibentuk oleh imbuhan me-, me-
61
kan, me-i, ber-, di-, di-kan, idan di-.
a. Verma material
Verba yang mengacu pada tindakan fisik, seperti;
menggoreng, mengiris, mengaduk, mengangkat, mengukus, dan
lainnya.
Contoh:
Kita perlu mengaduk bahan sampai rata.
b. Verba tingkah laku
Verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan dengan
ungkapan verbal (bukan dengan tindakan fisik), seperti
menyetujui, menolak, memahami, merasa, dan lainnya.
Contoh:
Kita akan merasakan kelezatan dari bumbu-bumbu tersebut.
Sumber:
Kosasih, E., dan Endang Kurniawan. 2019.22 Jenis Teks dan Strategi
Pembelajarannya di SMA-MA/[Link]: Yrama Widya.
62
Bahan Bacaan Siswa
Puspitasari, Linda. 2013. Sinonim, Antonim, dan Padanan Kata. Jakarta: Infra Pustaka.
Saryono, Djoko dan Soedjito. 2021. Seri Terampil Menulis Bahasa Indonesia:
Paragraf. Jakarta: Bumi Aksara.
Saryono, Djoko dan Soedjito. 2021. Seri Terampil Menulis Bahasa Indonesia:
Kalimat. Jakarta: Bumi Aksara.
Publisher.
Sugiarto, Eko. 2015. Terampil Menulis: Tips dan Trik Menulis Laporan, Opini, Cerpen, Puisi,
Pantun. Yogyakarta: Morfalingua.
Materi Pengayaan
63
Materi Remedial
64