0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan13 halaman

Pengaruh Transparansi Dana Desa Sumbawa

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan dana desa di Desa Luk, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan analisis regresi linier berganda, hasil menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan dana desa. Penelitian ini menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana desa.

Diunggah oleh

malik baihaqi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan13 halaman

Pengaruh Transparansi Dana Desa Sumbawa

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan dana desa di Desa Luk, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan analisis regresi linier berganda, hasil menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan dana desa. Penelitian ini menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana desa.

Diunggah oleh

malik baihaqi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengaruh Transparansi, Akuntabilitas, dan Partisipasi

Masyarakat terhadap Pengelolaan Dana Desa


(Studi Pada Desa Luk, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa)

Matia Andriani

Program Studi Akuntansi


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Teknologi Sumbawa

Abstract

This study aims to determine the effect of Transparency,


Accountability, and Community Participation on Village Fund
Management. The data of this study were obtained by a
questionnaire distributed to the people of Luk village, Rhee
Subdistrict, Sumbawa Regency with a purposive sampling method.

The population of this study is resident of Luk village has


been S1, D3, D2, and D1 that registered as native residents of Luk
Village, Rhee Subdistrict, Sumbawa Regency. The sample that used
in this study are 113 respondents. To test respondents with the
questionnaires in the validity test and reliability test before going to
study. After that, it will do the classic assumption test that use is the
normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test. the
hypothesis test used is multiple linear regression.

The results of this study indicate that transparency,


accountability, and community participation have effect on village
fund management.

Keywords: Transparency, Accountability, Community Participation,


Village Fund Management.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh


Tranparansi, Akuntabilitas, dan Partisipasi Masyarakat terhadap
Pengelolaan Dana Desa. Data penelitian ini diperoleh dengan
kuesioner yang dibagikan kepada masyarakat desa Luk
Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa dengan metode purposive
sampling.
Populasi penelitian ini adalah masyarakat desa Luk yang
sudah S1, D3, D2, dan D1 yang terdaftar sebagai penduduk asli
Dea Luk Kecamatan Rhee Kabupaten Sumbawa. Sampel yang
digunakan pada penelitian ini sebanyak 113 responden. Untuk
menguji responden dengan Kuesioner di uji valditas dan uji

1
reliabilitas sebelum penelitian. Setelah meneliti dilakukan uji
asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas, uji
multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, Uji hipotesis yang
digunakan adalah regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tranparansi,
Akuntabilitas, dan Partisipasi Masyarakat berpengaruh terhadap
Pengelolaan dana Desa.

Kata Kunci: Tranparansi, Akuntabilitas, Partisipasi Masyarakat,


Pengelolaan Dana Desa.

I. Pendahuluan
Desa adalah suatu pemerintahan yang diberi hak otonomi
adat, sehingga merupakan badan hukum dan menempati
wilayah dengan batas-batas tertentu sebagai kesatuan
masyarakat hukum yang berhak mengatur dan mengurus
urusan masyarakat setempat berdasarkan asal usulnya (Akil
Rahman, 2016). Masyarakat desa memiliki ikatan batin yang
kuat baik karena keturunan maupun karena sama-sama
memiliki kepentingan politik, ekonomi, sosial, dan keamanan,
memiliki susunan pengurus yang dimiliki bersama, memiliki
kekayaan dalam jumlah tertentu, dan berhak menyelenggarakan
urusan rumah tangga sendiri (Wida, 2016).

UU No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah


yang menyebutkan bahwa desa adalah kesatuan masyarakat
hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk
mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan
masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat dan
hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem
pemerintahan, diantaranya adalah terkait pengelolaan
keuangan dan Alokasi Dana Desa (ADD), pemilihan kepala desa
(kades) serta proses pembangunan desa. Oleh karena itu, Desa
dibekali dengan pedoman dan petunjuk teknis perencanaan dan
pengelolaan keuangan.

Hasil wawancara (15 Oktober 2018) dari warga


masyarakat, yang terjadi di Desa Luk, Kecamatan Rhee,
Kabupaten Sumbawa tidak mengetahui akan pentingnya
akuntabilitas keuangan desa. Masyarakat tidak mengetahui
bagaimana dana itu digunakan dan bagaimana kebutuhan
dana tersebut dibelanjakan karena tidak diungkapkan secara
terbuka kepada publik. Sebagai masyarakat yang membayar
pajak, tentunya masyarakat juga ingin mengetahui bagaimana

2
dan digunakan untuk apa saja dana yang dipercayakan kepada
pemerintah.

Permasalahan lain mengenai transparansi dan


akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa yang banyak ditemui
adalah transparansi dalam memberikan informasi yang
digunakan oleh pemerintah Desa Luk di Kecamatan Rhee, hal
tersebut sangat penting diterapkan agar kepercayaan dan
partisipasi masyarakat terhadap pembangungan dan
pemberdayaan desa meningkat seperti pemasangan papan
informasi yang memanfaatkannya secara baik, sedangkan di
Desa Luk Kecamatan Rhee mempunyai papan informasi tetapi
hanya sebatas formalitas dan informasi yang disajikan
merupakan data lama dan tidak diperbaharui. Seperti
pengertian transparansi yang terbuka seharusnya pemerintah
Desa memberikan informasi mengenai rincian dana Desa serta
penggunaan Dana Desa secara rutin setiap penerimaan Dana
Desa.

Transparansi publik adalah suatu keterbukaan secara


sungguh-sungguh, menyeluruh, dan memberi tempat bagi
partisipasi aktif bagi seluruh lapisan masyarakat dalam proses
pengelolaan sumber daya publik (Andrianto, 2007). Prinsip
transparansi menciptakan kepercayaan timbal balik antara
pemerintah dan masyarakat melalui penyediaan informasi dan
menjamin kemudahan didalam memperoleh informasi yang
akurat dan memadai. Jika dikaitkan dengan konteks
penyelenggaraan urusan publik, transparansi adalah suatu
kondisi dimana masyarakat mengetahui apa-apa yang terjadi
dan dilakukan oleh pemerintah termasuk berbagai prosedur,
serta keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah
dalam pelaksanaan urusan publik. Dalam hal ini peran
pemerintah adalah membuka diri terhadap hak masyarakat
untuk memperoleh informasi yang benar, jujur dan tidak
diskriminatif terhadap penyelenggaraan pemerintah daerah
(Kusuma, 2012:51).

Menurut Mustofa (2012:2), akuntabilitas merupakan


sebuah bentuk dari kewajiban untuk mempertanggungjawabkan
sebuah keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan organisasi
dalam mencapai sasaran atau target yang telah diterapkan
untuk periode-periode sebelumnya yang dilakukan secara
periodik. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam penelitian
Pramita dan Lilik (2010), demi terciptanya akuntabilitas dan
transparansi kepada publik diperlukan partisipasi kepala
instansi dan masyarakat dalam penyusunan dan pengawasan

3
anggaran. Partisipasi masyarakat merupakan kunci sukses dari
pelaksanaan otonomi daerah karena dalam partisipasi
menyangkut aspek pengawasan dan aspirasi. Peraturan Menteri
Dalam Negeri No 113 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Desa diharapkan dapat menjadi pedoman dalam
pengelolaan keuangan desa karena didalamnya telah mencakup
berbagai prosedur pengelolaan keuangan desa mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan sampai
dengan peranggungjawaban. Disamping itu, Permendagri No
113 Tahun 2014 ini mengharuskan agar pengelolaan keuangan
desa dilakukan secara transparan, akuntabel dan partisipatif
serta tertib dan disiplin anggaran.

Penelitian yang dilakukan Risya dan Indang (2017)


tentang Pengaruh Transparansi dan Akuntabilitas Terhadap
Pengelolan Keuangan Desa, yaitu tranparansi berpengaruh
signifikan terhadap pengelolaan keuangan desa, begitu pula
dengan akuntabilitas berpengruh signifikan terhadap
pengelolaan keuangan desa. Adapun Penelitian yang dilakukan
oleh Safrida Putri (2017) yang melakukan penelitian mengenai
“Pengaruh Tingkat Partisipasi Masyarakat terhadap kualitas
Pengelolaan Keuangan Desa (Studi Pada Desa di Kecamatan
Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar” hasil penelitian ini
menunjukan bahwa tingkat partisipasi masyarakat memiliki
hubungan yang positif terhadap kualitas pengelolaan keuangan
desa.

Penelitian ini mengacu pada penelitian Kadek Sutrawati


(2016) dengan mengganti variabel independen transparansi,
akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat berdasarkan
fenomena yang telah disebutkan sehingga peneliti menguji
“Pengaruh Transparansi, Akuntabilitas, dan Partisipasi
Masyarakat Terhadap Pengelolaan Dana Desa”.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah Terdapat Pengaruh Transparansi Terhadap


Pengelolaan Dana Desa?
2. Apakah Terdapat Pengaruh Akuntabilitas Terhadap
Pengelolaan Dana Desa?
3. Apakah Terdapat Pengaruh Partisipasi Masyarakat Terhadap
Pengelolaan Dana Desa?
4. Apakah Terdapat Pengaruh Transparansi, Akuntabilitas, dan
Partisipasi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Dana Desa?

4
II. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang


menggunakan penelitian kuantitatif asosiatif. Penelitian
kuantitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk
meneliti populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan
sampel umumnya dilakukan secara random, kumpulan data
menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat
kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji
hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2012: 13). Penelitian
asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui
pengaruh ataupun juga hubungan antara dua variabel atau
lebih (Sugiyono 2012:36). Penelitian asosiatif dalam penelitian
ini untuk melihat pengaruh antara variabel Transparansi,
Akuntabilitas, dan Partisipasi Masyarakat terhadap
Pengelolaan Dana Desa.

Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu


data primer sehingga teknik dalam pengumpulan datanya
menggunakan koesioner yang dibagikan kepada responden
yaitu data yang diperoleh berupa jawaban dari masyarakat
Desa Luk, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa terhadap
pernyataan yang diajukan.

Penelitian dilaksanakan di Desa Luk, Kecamatan Rhee,


Kabupaten Sumbawa. Observasi yang dilakukan dalam
penelitian ini adalah mulai dari 24 Oktober 2018, dan
dilanjutkan dengan uji validitas dan reliabilitas data pada
tanggal 1 November 2018. Waktu penelitian dimulai pada
bulan Desember 2018 sampai dengan Januari 2019.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Masyarakat di


Desa Luk Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa. Tehnik
pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik
purposive sampling adalah teknik menentukan sampel
penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang
bertujuan agar nantinya data yang diperoleh bisa lebih
refresentatif (Sugiyono, 2014). Kriteria yang digunakan dalam
pengambilan sampel sebagai berikut:

a. Mayarakat tetap yang tinggal di Desa Luk, Kecamatan Rhee,


kabupaten Sumbawa.
b. Pendidikan terakhir minimal D1
Berdasarkan tehnik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling, maka jumlah sampel yang diambil dalam
penelitian ini adalah sebanyak 113 masyarakat. Teknik

5
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi,
Kuesioner, dan dokumentasi.
Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan
untuk mengumpulkan atau memperoleh data dalam
melakukan suatu penelitian. Menurut Sugiyono (2012:146)
instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk
mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.
Penggunaan skala Likert menurut Sugiyono (2013:132) adalah
skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan
persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena
sosial. Pernyataan yang digunakan merupakan pernyataan
positif dengan kriteria yang tersedia dari SS (Sangat Setuju), S
(Setuju), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju) dengan
rentang nilai 1-4.
Karena dalam penelitian ini data yang digunakan hasil dari
kuesioner sehingga dalam teknik analisis datanya harus
dilakukan uji Validitas untuk mengukur apakah pernyataan
yang digunakan dalam kuesioner layak layak atau tidak untuk
mengukur variabel yang diteliti dan uji reliabilitas berfungsi
untuk mengetahui seberapa besar nilai konsistensi
pengukuran apabila pengukuran dilakukan lebih dari satu
kali.
Selain itu dalam uji statistiknya yaitu dengan analisis data
statistik inferensial parametrik. Statistik parametrik digunakan
untuk menguji parameter populasi statistik, atau menguji
ukuran populasi dan sampel. Dalam statistik parametrik data
yang akan dianalisis harus terdistribusi normal. Adapun uji
asumsi klasik dalam penelitian ini yaitu uji normalitas, uji
multikolinieritas, dan uji heteroskidastisitas. Kemudian uji
hipotesisnya yaitu uji regresi linear berganda, Uji t, uji F, dan
uji koefisien determinasi.

III. Hasil dan Pembahasan

Responden yang dipilih dalam penelitian ini adalah


masyarakat Desa Luk, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa.
Jumlah kuesioner yang disebar sebanyak 113 kuesioner. Uji
normalitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu data
terdistribusi normal atau tidak. Jika distribusi normal maka
sebaran nilai masing-masing variabel berbentuk sebaran
normal. Uji normalitas dapat dilakukan dengan metode
statistik non-parametrik yaitu dengan menggunakan
ujikruskall-wallis. Dasar pengambilan keputusan uji kruskall-
wallis:

6
Tabel 1
Hasil uji kruskall-wallis
DATA X & Y
Chi-Square 438.278
Df 3
Asymp. Sig. .000

Berdasarkan tabel 3.13 di atas, dapat diketahui nilai


signifikansinya sebesar 0,00, hasil ini bila dibandingkan
dengan probabilitas 0,05 maka lebih besar, sehingga dapat
disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima. Menurut Ghozali
(2011: 105), uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji
apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar
variabel bebas (independen). Cara untuk mendeteksi adanya
multikolinearitas dilakukan dengan cara meregresikan model
analisis dan melakukan uji korelasi antar variabel independen
dengan menggunakan variance inflation factor (VIF) dan
tolerance value.

Tabel 2
Hasil Uji Multikolinieritas
Model Collinearity
Statistics

Tolerance VIF
(Constant)
Transparansi .998 1.002
1 Akuntabilitas .998 1.002
Partisipasi
.997 1.003
Masyarakat

Tabel di atas menunjukkan bahwa semua nilai tolerance


value variabel Transparansi, Akuntabilitas dan Partisipasi
Masyarakat > 0,10 dan semua nilai VIF < 10, sehingga dapat
disimpulkan dalam model regresi ini tidak terjadi gejala
multikolinearitas yaitu korelasi antar variabel bebas.

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah


dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari
residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika
variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang
lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda
disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah
yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas
(Ghozali, 2001:77).

7
Tabel 3
Hasil Uji Heteroskidastisitas
Model Unstandardized Sig.
Coefficients
B Std. Error
(Constant) -17.108 16.571 .304
Transparansi .481 .449 .286
1
Akuntabilitas .961 .897 .286
Partisipasi Masyarakat -.208 .131 .115

Tabel di atas menunjukkan bahwa semua nilai signifikansi


variabel Transparansi, Akuntabilitas dan Partisipasi
Masyarakat lebih besar dari 0,05, sehingga variabel
Transparansi, Akuntabilitas dan Partisipasi Masyarakat tidak
terjadi gejala heteroskedastisitas.

Hasil uji analisis data dapat diketahui bahwa transparansi,


akuntabilitas, dan partisivasi masyarakatberpengaruh secara
parsial terhadap pengelolaan dana desa ang ditujukan melalui
tabel berikut:

Tabel 4
Hasil Uji t
Model t Sig.

(Constant) -.174 .862


Transparansi 2.978 .004
1
Akuntabilitas 2.251 .026
Partisipasi Masyarakat 6.875 .000

Dikarenakan nilai t hitung > t tabel (2,978 > 1,659)


sehingga H1 diterima. Oleh karena itu hal tersebut maka
dalam penelitian ini menunjukan dalam transparansi
berpengaruh terhadap pengelolaan dana desa. Selain itu (2,251
> 1,659) yang artinya H2 diterima, hal ini menunjukan bahwa
terdapat pengaruh akuntabilitas terhadap pengelolaan dana
desa. Selanjutnya (6,875 > 1,659) dimana H3 diterima hal ini
menunjukan bahwa terdapat pengaruh partisipasi masyarakat
terhadap pengelolaan dana desa.

Adapun hasil analisis data uji F dapat diketahui bahwa


transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat
berpengaruh secara simultan terhadap pengelolaan dana desa.

8
Tabel 5
Hasil Uji F
Model Df F Sig.
Regression 3 19.451 .000b
Residual 109
1
Total 112

Dari hasil tersebut menunjukan bahwa F hitung > F tabel


(19,451 > 2,69) sehingga H4 diterima, hal ini menunjukan
bahwa adanya pengaruh secara simultan antara Transparansi,
Akuntabilitas, dan Partisipasi Masyarakat terhadap
Pengelolaan Dana Desa.

Tabel 6
Hasil Koefisien Determinasi

Model R R Square

1 .590a .349

Berdasarkan hasil perhitungan untuk nilai R Square (R2 )


dengan variabel dependen pengelolaan dana desa, diperoleh
angka koefisien determinasi R2 = 0,349 atau 34,9%. Hal ini
berarti kemampuan variabel-variabel independen yang terdiri
dari variabel transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi
masyarakat dalam menjelaskan variabel dependen yaitu
pengelolaan dana desa sebesar 34,9%, sisanya (100%-34,9% =
65,1%) dipengaruhi oleh variabel lain di luar model yang tidak
diteliti dalam penelitian ini.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang


dilakukan oleh Risya dan Indang (2017) Pengaruh
Transparansi dan Akuntabilitas Terhadap Pengelolan
Keuangan Desa, yaitu tranparansi berpengaruh signifikan
terhadap pengelolaan keuangan desa, begitu pula dengan
akuntabilitas berpengruh signifikan terhadap pengelolaan
keuangan desa. Dikarenakan hasil dalam penelitian ini
relevan dengan hasil penelitian sebelumnya, maka peneliti
dapat menyimpulkan bahwa dari prinsip transparansi
memiliki peran yang positif sinifikan dalam mewujudkan
pengelolaan dana desa yang baik.

9
Pengelolaan dana desa yang dikatakan transparan
apabila dalam menjalankan pemerintahannya, pemerintah
desa mampu mengungkapkan hal-hal yang sifatnya material
kepada masyarakat desa sehingga memungkinkan
masyarakat mendapatkan akses informasi yang seluas-
luasnya.

Untuk mendukung keterbukaan dan penyampaian


informasi secara jelas kepada masyarakat, maka setiap
pelaksanaan kegiatn fisik yang didanai oleh dana desa wajib
dilengkapi dengan papan informasi kegiatan yang dipasang
dilokasi kegiatan. Sebagaimana dalam ketentuan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang
Pengelolaan keuangan Desa menyebutkan bahwa pelaporan
dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBDes
diinformasikan kepada masyarakat secara tertulis dan dengan
media informasi yang mudah diakses masyarakat. Media
informasi tersebut antara lain papan pengumuman. Jadi
setiap kegiatan yang didanai oleh dana desa harus dilengkapi
papan informasi/papan pengumuman.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yangdilakukan


oleh Ade Irma (2015) dengan judul “Akuntabilitas Pengelolaan
Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Dolo Selatan
Kabupaten Sigi” hasil penelitian tersebut akuntabilitas
berpengaruh positif terhadap pengelolaan alokasi dana
desaseperti tahap perencanaan, pelaksanaan,
pertanggungjawaban, baik secara teknis maupun administrasi
sudah berjalan dengan baik. Jadi dikatakan akuntabel
apabila pemerintah desa dapat mempertanggungjawabkan
atas pengelolaan dana desanya yang baik secara moral
maupun administrasi.

Penelitian yang dilakukan oleh Safrida Putri (2017) yang


melakukan penelitian mengenai “Pengaruh Tingkat Partisipasi
Masyarakat terhadap kualitas Pengelolaan Keuangan Desa
(Studi Pada Desa di Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh
Besar)” hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat
partisipasi masyarakat memiliki hubungan yang positif
terhadap kualitas pengelolaan keuangan desa.

Dalam pengelolaan dana desa pemerintah harus


memberikan ruang lebih banyak kepada masyarakat untuk
berpartisipasi aktif baik dalam perencanaan, pelaksanaan
sampai pada pertanggungjawaban. Hal itu dilaksanakan
dalam rangka melaksankan konsep dasar tingkat partisipasi

10
masyarakat desa. Seluruh kegiatan yang didanai dana desa
direncanakan secara terbuka melalui Musrenbangdes yang
hasilnya dituangkan dalam peraturan desa tentang APBDes
serta dilaksanakan dan diawasi secara terbuka dengan
melibatkan seluruh unsur masyarakat desa.

IV. Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan
1) Dari hasil analisis pengolahan data bahwa t hitung > t tabel
(2,978 > 1,659) sehingga H1 diterima, maka berdasarkan hal
tersebut dapat disimpulkan bahwa transparansi
berpengaruh terhadap pengelolaan dana desa.
2) Dari hasil analisis pengolahan data bahwa t hitung > t tabel
(2,251 > 1,659) sehingga H2 diterima, maka berdasarkan hal
tersebut dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas
berpengaruh terhadap pengelolaan dana desa.
3) Dari hasil analisis pengolahan data bahwa t hitung > t tabel
(6,875 > 1,659) sehingga H3 diterima, maka berdasarkan hal
tersebut dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat
berpengaruh terhadap pengelolaan dana desa.
4) Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui nilai
Fℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > F𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (19,451>2,69) sehingga H4 diterima, dengan
demikian transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi
masyarakat berpengaruh secara simultan terhadap
pengelolaan dana desa. Selain itu dari hasil uji koefisien
determinasi dapat diketahui bahwa transparansi,
akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat memiliki tingkat
pengaruh yaitu sebesar 34,9% terhadap pengelolaan dana
desa dan sisanya 65,1% dipengaruhi oleh faktor lain diluar
variabel yang diteliti.

2. Saran
a. Bagi Pemerintah Desa
1) Meningkatkan transparansi terutama dalam aspek
pengelolaan dana desa dan melibatkan masyarakat serta
selalu menjadikan kritik dan saran masyarakat sebagai
masukan dalam melakukan pengelolaan dana desa.
Pemerintah desa memasang papan informasi sebagai
sarana informasi agar terciptanya transparansi yang lebih
baik lagi.
2) Bagi pihak pemerintah desa diharapakan lebih
meningkatkan akuntabilitas terutama dalam aspek

11
pelaksanaan pengelolaan dana desa. diharapkan
menggunakan dana desa secara menyeluruh bukan hanya
digunakan untuk kegiatan pemerintahan desa tetapi juga
dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat desa.
b. Bagi Masyarakat
1) Masyarakat harus berpartisipasi dalam musyawarah desa
2) Perlunya membangun kesadaran masyarakat dalam
mengawasi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
di desanya.
3) Menyampaikan aspirasi atau masukan sesuai dengan
mekanisme seharusnya, yaitu melalui BPD.
c. Bagi Peneliti Selanjutnya
1) Memperluas lokasi penelitian dibeberapa tempatdan
menambahkan variabel-variabel lain yang secara
signifikan berpengaruh terhadap pengelolaan dana desa.
2) Menetapkan indikator-indikator yang relevan untuk
mengukur partisipasi, akuntabilitas, dan partisipasi
masyarakat pada pemerintahan desa.
3) Menetapkan indikator-indikator yang relevan untuk
mengukur pengelolaan dana desa.

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. (2012). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka


Cipta.

Ghozali, Imam. (2001). Aplikasi analisis multivariate dengan


program SPSS. Semarang: Badan Penerbitan Universitas
Diponegoro.

Irma, Ade.(2015). “Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa


(ADD)DikecamatanDolo Selatan KabupatenSigi”.Jurnal
Penelitian. Palu Sulawesi Tengah Vol. 3 No. 1.

Mardiasmo. (2010). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: CV. ANDI


OFFSET

Nafidah dan Suryaningtyas. (2015). Akuntabilitas Pengelolaan


Alokasi Dana Desa dalam Upaya Meningkatkan
Pembangunan Dan Pemberdayaan [Link]
Akuntansi STIE PGRI Dewantara Jombang.

Nur dan Bambang.(2009). Metodologi Penelitian Bisnis untuk


Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

12
Permendagri No.113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan
Desa

Putrid, Safrida.(2017). “Pengaruh Tingkat Partisipasi Masyarakat


terhadap Kualitas Pengelolaan Keuangan Desa”.Jurnal
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala.

Pramita, Yulinda Devi dan Lilik Andriyani.(2010). “Determinasi


Hubungan Pengetahuan Dewan tentang Anggaran dengan
Pengawasan Dewan pada Keuangan Daerah
(APBD)”.Universitas Muhammadiah Magelang, SNA XII.

Rahman, Muh. Akil, dkk.(2016). “Transparansi Dan Akuntabilitas


Pengelolaan Keuangan Alokasi Dana Desa (Add) Dalam
Pencapaian Good Governance”.Jurnal Akuntansi Islam Negeri
Alauddin Makassar.

Syafitri, Amalia. (2017). “Analisis Partisipasi Masyarakat dalam


Pengelolaan Keuangan Desa Terhadap Keuangan Desa”.
Skripsi. Program studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi
Muhammadiyah Sukabumi.

Sugista, Rizki Amalia. (2017). “Pengaruh Transparansi,


Akuntabilitas, dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan
Keuangan Desa Terhadap Keuangan Desa”.Skripsi. Program
studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Lampung.

Sugiyono.(2014). Metode Penelitian Binis. Jakarta: Airlangga.

Sutrawati, Kadek. (2016). “Peran Perangkat Desa dalam


Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa”.[Link] Studi
Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo.

Umami, Risya & Idang Nurodin.(2017). “Pengaruh Transparansi


dan Akuntabilitas Terhadap Pengelolan Keuangan
Desa”.Jurnal Akuntansi Universitas Muhammadiyah
Sukabumi.

Undang – Undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa.

Undang – Undang No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan


daerah

Yuliansyah & Rusmianto.(2016). Akuntansi Desa. Jakarta:


Salemba Empat.

13

Anda mungkin juga menyukai