MODUL AJAR 2 (dua)
BAHASA INDONESIA KELAS 2
Bahasa
Indonesia
INFORMASI UMUM MODUL
Nama Penyusun Verda Mardelena
Instansi/Sekolah SD Negeri Cileunca
Jenjang / Kelas SD / II
Alokasi Waktu 2 x 35 menit (2JP)
Tahun Pelajaran 2024/2025
Komponen Inti :
Capaian Pembelajaran FaseA
Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar, sesuai dengan
tujuan, kepada teman sebaya dan orang dewasa di sekitar tentang diri dan lingkungannya. Peserta
didik menunjukkan minat serta mampu memahami dan menyampaikan pesan; mengekspresikan
perasaan dan gagasan; berpartisipasi dalam percakapan dan diskusi sederhana dalam interaksi
antarpribadi serta di depan banyak pendengar secara santun. Peserta didik mampu meningkatkan
penguasaan kosakata baru melalui berbagai kegiatan berbahasa dan bersastra dengan topik yang
beragam. Peserta didik juga mulai mampu mengungkapkan gagasannya secara lisan dan tulisan
dengan sikap yang baik menggunakan kata-kata yang dikenalinya sehari-hari.
Fase A Berdasarkan Elemen
Menyimak Peserta didik mampu bersikap menjadi
pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik
menunjukkan minat pada tuturan yang didengar
serta mampu memahami pesan lisan dan
informasi dari media audio, teks aural (teks yang
dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan,
dan percakapan yang berkaitan dengan tujuan
berkomunikasi.
Membaca dan Memirsa Peserta didik mampu bersikap menjadi pembaca
dan pemirsa yang menunjukkan minat terhadap
teks yang dibaca atau dipirsa. Peserta didik
mampu membaca kata-kata yang dikenalinya
sehari-hari dengan fasih. Peserta didik mampu
memahami informasi dari bacaan dan tayangan
yang dipirsa tentang diri dan lingkungan, narasi
imajinatif, dan puisi anak. Peserta didik mampu
memaknai kosakata baru dari teks yang dibaca
atau tayangan yang dipirsa dengan bantuan
ilustrasi.
Berbicara dan Mempresentasikan Peserta didik mampu berbicara dengan santun
tentang beragam topik yang dikenali
menggunakan volume dan intonasi yang tepat
sesuai konteks. Peserta didik mampu merespons
dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab,
dan menanggapi komentar orang lain (teman,
guru, dan orang dewasa) dengan baik dan
santun dalam suatu percakapan. Peserta didik
mampu mengungkapkan gagasan secara lisan
dengan atau tanpa bantuan gambar/ilustrasi.
Peserta didik mampu menceritakan kembali
suatu isi informasi yang dibaca atau didengar;
dan menceritakan kembali teks narasi yang
dibacakan atau dibaca dengan topik diri dan
lingkungan.
Menulis Peserta didik mampu menunjukkan
keterampilan menulis permulaan dengan benar
(cara memegang alat tulis, jarak mata den-
gan buku, menebalkan garis/huruf, dll.) di atas
kertas dan/atau melalui media digital. Peserta
didik mengembangkan tulisan tangan yang
semakin baik.
Peserta didik mampu menulis teks deskripsi
dengan beberapa kalimat sederhana, menulis
teks rekon tentang pengalaman diri, menulis
kembali narasi berdasarkan teks fiksi yang dibaca
atau didengar, menulis teks prosedur tentang
kehidupan sehari-hari, dan menulis teks
eksposisi tentang kehidupan sehari- hari.
Tujuan Pembelajaran • Melalui latihan berulang, peserta didik dapat
menulis kalimat dengan menggunakan tanda
baca koma;
• Melalui menulis, peserta didik dapat
mengategorikan kata kunci dari informasi
pada pengatur grafis sederhana.
Profil Pancasila • Beriman Bertakwa kepada Tuhan YME dan
Berakhlak Mulia
• Berkebhinekaan Global
• Mandiri
• Bernalar
• Kritis
• Kreatif
Kata kunci Teman, Berbeda, Barang, Milik, Minta izin, Maaf,
Tolong, Permisi, Silakan, Terima kasih
Target Peserta Didik :
Peserta didik Reguler
Jumlah Siswa:
39 Peserta didik (dimodifikasi dalam pembagian jumlah anggota kelompok ketika jumlah siswa
sedikti atau lebih banyak)
Assesmen :
Guru menilai ketercapaian tujuan pembelajaran
- Asesmen individu
- Asesmen kelompok
Jenis Assesmen :
• Presentasi
• Produk
• Tertulis
• Unjuk Kerja
• Tertulis
Model Pembelajaran
Tatap muka
Ketersediaan Materi :
• Pengayaan untuk peserta didik berpencapaian tinggi: YA/TIDAK
• Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit
memahami konsep:
YA/TIDAK
Kegiatan Pembelajaran Utama / Pengaturan peserta didik :
• Individu
• Berkelompok (Lebih dari dua orang)
Metode dan Model Pembelajaran:
• Cooperative learning
• Pengamatan bercerita
• Membaca
• Tanya jawab
• Diskusi (kerja kelompok)
• Games dan penugasan
Media Pembelajaran
• Buku Siswa;
• kartu tanda baca;
• sumber pembelajaran atau buku bacaan lain tentang berteman dan etika meminjam:Rahasia
Kaki Itik http:// [Link]. [Link]/17715/1/supriyatin_ Rahasia
%20Kaki%20Itik_final.pdfJaket Pinjaman http:// [Link]. [Link]/17816/1/
Yuniar%20 Khairani-Jaket%[Link]
Materi Pembelajaran
Berteman dalam Keragaman
Mengenal dan Menghargai Perbedaan, Menghargai Barang Kepunyaan Orang Lain, serta
Berkomunikasi dengan Baik dan Sopan
Sumber Belajar:
1. Sumber Utama
• Buku Bahasa Indonesia kelas II SD
2. Sumber Alternatif
• Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapat di lingkungan sekitar
dan disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.
Persiapan Pembelajaran :
a. Memastikan semua sarana prasarana, alat, dan bahan tersedia
b. Memastikan kondisi kelas kondusif
c. Mempersiapkan bahan tayang
d. Mempersiapkan lembar kerja siswa
Langkah-langkah Kegiatanpembelajaran :
Kegiatan Pendahuluan
• Guru menyapa dan mengucap salam peserta didik
• Peserta didik melakukan do’a sebelum belajar (salah seorang peserta didik untuk memimpin
do’a)
• Guru mengecek kehadiran peserta didik dan meminta peserta didik untuk mempersiapkan
perlengkapan dan peralatan yang diperlukan
• Peserta didik menerima informasi tentang kompetensi, ruang lingkup materi, tujuan,
manfaat, langkah pembelajaran, metode penilaian yang akan dilaksanakan
Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang pentingnya sikap mandiri yang akan
dikembangkan dalam pembelajaran
Kegiatan Inti
• Minta para peserta didik mengamati teman
yang duduk dekat mereka (di samping, di
depan, atau di belakang).
• Mintalah peserta didik untuk berhadapan
satu sama lain dan tetapkan poin yang akan
dibahas perbedaannya seperti tinggi badan,
bentuk mata, dan panjang rambut.
• Jelaskan bahwa perbedaan tidak hanya
terlihat pada bentuk fisik. Ada juga
perbedaan yang tidak langsung terlihat
seperti nama, posisi dalam keluarga (anak ke
berapa), hobi, makanan kesukaan, cita-cita,
pendapat, dan kebiasaan.
• Bila Anda ingin para peserta didik
menyebutkan perbedaan yang abstrak
dengan teman, beri mereka waktu untuk
melakukan tanya jawab.
Jelaskan kepada peserta didik bahwa fabel
adalah cerita dengan tokoh binatang.
Dampingi peserta didik saat membaca fabel
Rahasia Kaki Itik.
Sesudahnya, ajak peserta didik berdiskusi
tentang perasaan yang dialami itik.
- Apa yang ia rasakan saat bangau
mengejeknya?
- Apa yang ia rasakan ketika sadar bahwa
kakinya berguna untuk berenang?
Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong
peserta didik berpikir kritis dan menyatakan
pendapat, bukan untuk menilai benar atau
salah. Jangan paksa peserta didik untuk
menjawab jika mereka mengalami kesulitan.
• Ingatkan peserta didik tentang fungsi tanda
titik, tanda seru, dan tanda tanya yang telah
diajarkan di bab-bab sebelumnya.
• Jelaskan bahwa tanda koma memiliki banyak
fungsi, tetapi kali ini mereka hanya belajar
fungsi tanda koma untuk memerinci
beberapa unsur dan mendahului kata
“tetapi” pada kalimat majemuk setara.
Contoh: Kaki elang kokoh, kuat, dan berkuku
tajam.
Itik merasa sedih, tetapi hanya diam.
• Kemudian, minta peserta didik membaca
ulang fabel Rahasia Kaki Itik dan menemukan
tanda koma di dalamnya.
Tip Pembelajaran
• Buatlah kartu tanda baca untuk media belajar di kelas.
• Tuliskan nama tanda baca dan cantumkan gambar/bentuknya di sisi depan kartu, lalu tuliskan
fungsi tanda baca tersebut di sisi belakangnya.
• Buatlah kartu untuk setiap tanda baca yang telah peserta didik pelajari sebelumnya.
• Silakan berkreasi untuk menentukan bahan, ukuran, warna, dan cara pakai kartukartu ini.
Dampingi para peserta didik untuk
mengamati empat kalimat tidak sempurna
di buku mereka.
Kemudian, mintalah peserta didik untuk
menyunting kalimat tersebut dengan
menambahkan tanda koma yang tepat.
Minta para peserta didik mencermati gambar pertama dan kedua di dalam fabel.
Minta mereka menjelaskan perbedaan antara kaki itik, elang, dan bangau.
Minta mereka menyampaikan berhasil/tidaknya gambar membantu mereka melihat
perbedaan itu dengan jelas.
Minta peserta didik membentuk kelompok
yang terdiri dari empat anak.
Beri mereka waktu untuk berdiskusi
mengenai cara berteman dalam perbedaan.
Setelahnya, minta setiap kelompok untuk
membagikan hasil diskusi masingmasing.
Jelaskan bahwa dengan menghormati
perbedaan satu sama lain, peserta didik
tetap bisa berteman dengan baik.
Beri contoh nyata cara Anda sendiri
menghargai perbedaan dalam konteks
pertemanan.
Beri peserta didik waktu untuk mengamati
gambar lemari penyimpanan yang terdapat
dalam Buku Siswa.
Pastikan peserta didik mengenali dan
membaca nama-nama barang yang ada di
dalam gambar.
Jelaskan mengenai fungsi dan peletakan kata
sifat.
Contoh: buku (kata benda) tebal (kata sifat)
Minta peserta didik berlatih menyebutkan
satu kata benda dan satu kata sifat.
Bila ada peserta didik yang kesulitan, Anda
bisa menuliskan beberapa kata di papan
tulis, lalu minta ia mengidentifikasi jenis kata
tersebut (kata benda atau kata sifat).
Minta para peserta didik memperhatikan
nama barang pada gambar lemari
penyimpanan.
Kemudian, minta mereka untuk menuliskan
ulang 8 nama barang ke dalam tabel
pembagian kata benda dan kata sifat.
Jelaskan kepada peserta didik bahwa
antonim adalah kata yang artinya
berlawanan dengan kata lain.
Antonim dituliskan dengan lambang ><
Minta peserta didik menyebutkan lawan kata
dari daftar kata sifat yang tertulis di Buku
Siswa.
Izinkan para peserta didik untuk melihat
kembali gambar lemari penyimpanan untuk
kegiatan ini.
Minta mereka untuk mengelompokkan
barang milik peserta didik ke dalam empat
kategori: alat tulis, gambar, dan kerajinan
tangan; perlengkapan bersekolah; makanan
atau minuman; mainan.
Tip Pembelajaran
Anda bisa menjadikan kegiatan ini lebih seru dengan merancangnya menjadi lomba antarkelompok.
Beri kesempatan menjawab pada kelompok yang angkat tangan terlebih dahulu. Kelompok yang
paling banyak menyebutkan antonim dengan benar adalah pemenangnya.
• Ucapkan kata-kata ajaib yang ada di Buku Siswa dengan lantang, lalu minta peserta didik
menirukannya.
• Tekankan perbedaan cara mengucapkan kata-kata tersebut.
• Tanyakan pernah atau tidaknya peserta didik mendengar kata-kata tersebut.
• Tanyakan kepada para peserta didik, mereka tahu atau tidak tentang konteks penggunaan kata-
kata tersebut.
• Beri penjelasan tentang penggunaan kata tersebut satu per satu jika diperlukan.
- Kata tolong digunakan untuk meminta bantuan atau memperhalus kalimat perintah.
Contoh: “Tolong tutup pintu itu.”
- Kata terima kasih digunakan setelah menerima bantuan atau pemberian orang lain.
Contoh: “Terima kasih sudah memberiku kue.”
Kata permisi/ maaf digunakan untuk meminta izin secara sopan.
Contoh: “Permisi, Bu, saya hendak pergi ke toilet.”
“Maaf, Pak, bolehkah saya bertanya tentang bacaan?”
- Kata silakan digunakan untuk memberi izin secara sopan.
Contoh: “Silakan masuk lebih dahulu.”
- Kata maaf digunakan untuk meminta maaf setelah melakukan kesalahan.
Contoh: “Maaf karena saya terlambat masuk.”
Ucapkan satu kata ajaib, lalu minta peserta
didik menirukannya.
Satu demi satu tambah jumlah kata ajaib
yang Anda ucapkan sekaligus. Misal: tolong,
silakan, terima kasih, permisi, maaf, silakan,
tolong.
Lakukan kegiatan ini selama lima hingga
sepuluh menit.
Anda bebas menentukan jumlah kata ajaib
sesuai kemampuan peserta didik di kelas
Anda.
Anda dapat melakukan beberapa alternatif
untuk permainan ini, antara lain: meminta
peserta didik menirukan urutan kata ajaib
secara bergiliran; memilih peserta didik yang
lebih dahulu mengangkat tangan untuk
menirukan urutan kata ajaib; mengizinkan
seisi kelas menjawab bersama-sama.
Mintalah peserta didik bekerja bersama
seorang teman.
Minta setiap pasangan memilih satu kartu
peran, lalu membuat percakapan
menggunakan kata-kata ajaib.
Setiap tokoh dalam percakapan
mengucapkan sedikitnya dua kalimat.
Berkelilinglah untuk memeriksa hasil kerja
tiap pasangan dan memastikan hal tersebut.
Jika ada pasangan yang belum memenuhi
kriteria yang telah ditentukan, beri mereka
waktu khusus untuk memperbaiki.
Kegiatan Penutup
• Peserta didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru.
• Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman terhadap
materi
• Guru memberikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya.
• Guru menutup pembelajaran dengan mempersilakan peserta didik untuk berdoa dan
mensyukuri segala nikmat yang diberikan Tuhan YME ( Jika pembelajaran di jam terakhir)
Pengayaan dan Remedial
Pengayaan: Remedial
Pengayaan diberikan untuk menambah Remedial dapat diberikan kepada peserta
wawasan peserta didik mengenai materi didik yang capaian kompetensi dasarnya
pembelajaran yang dapat diberikan kepada (KD) belum tuntas.
peserta didik yang telah tuntas mencapai Guru memberi semangat kepada peserta
kompetensi dasar (KD). didik yang belum tuntas.
Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak Guru akan memberikan tugas bagi peserta
ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan didik yang belum tuntas dalam bentuk
peserta didik. pembelajaran ulang, bimbingan
Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta perorangan, belajar kelompok,
didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar pemanfaatan tutor sebaya bagi peserta
diberi kegiatan pembelajaran pengayaan didik yang belum mencapai ketuntasan
untuk perluasan atau pendalaman materi belajar sesuai hasil analisis penilaian.
Kriteria Penilaian :
• Penilaian proses: berupa catatan/deskripsi kerja saat diskusi kelompok.
• Penilaian Akhir: Skor nilai 10-100
Instrumen Penilaian :
Tabel 5.2 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kemampuan Menuliskan Koma
Kemampuan Menggunakan
Nomor Nama Peserta Didik Tanda Koma dengan Tepat
dalam Kalimat
1 adiba 1
2 aditia 2
3 afifah 3
4 Al fathri 4
Nilai
1: Kurang
2: Cukup
3: Baik
4: Sangat Baik
TABEL REFLEKSI UNTUK PESERTA DIDIK
NO PERTANYAAN JAWABAN
1 Apakah pembelajaran hari ini
menyenangkan?
2 Apa hal menarik/baru yang kalian
dapatkan pada pembelajaran hari ini
?
TABEL REFLEKSI UNTUK GURU
NO PERTANYAAN JAWABAN
1 Apakah 100 % peserta didik menc
apai tujuan pembelajaran? Jika tid ak,
berapapersen kira-kira peserta didik
yang mencapai pembelajara n?
2 Apa kesulitan yang dialami pesert a
didik sehingga tidak mencapai tu juan
pembelajaran? Apa yang aka n anda
lakukan untuk membantu p eserta
didik?
3 Apakah terdapat peserta didik yan g
tidak fokus? Bagaimanacara guru agar
mereka bias fokus pada kegiatan
berikutnya?
Mengetahui
KepalaSekolah, Guru Kelas 2
Eulis Aminah S. Pd Verda Mardelena
(NIP 196606052008012006) NIP. -
Lembar Kerja Peserta Didik:
LKPD 1 :
Iba Kawanan Minder
LKPD 2 :
Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik :
- Guru dan peserta didik dapat mencari berbagai informasi terkait materi Berteman dalam
Keragamandari berbagai media atau website resmi di bawah naungan Kementerian pendidikan,
kebudayaan, riset dan teknologi
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas II SD Kemendikbudristek 2021
Glosarium
iba : kasihan, terharu minder :
rendah diri
kawanan : kumpulan hewan sejenis
Daftar Pustaka:
Aulia, Maharani. 2019. Noken Kebanggan Kami. Jakarta: Badan Pengembangan Bahasa dan
Perbukuan Kemendikbud RI. Diunduh dari [Link]
Maharani%20Aulia-Noken%20Kebanggaan%20Kami%20_.pdf tanggal 9 Februari 2021 pukul 17.03
WIB.
Chandra, Nita. 2019. Dangke Gilang. Jakarta: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan
Kemendikbud RI. Diunduh dari[Link] %20
Gilang%20%28Yunita%20Candra%20S%[Link] tanggal 9 Februari 2021 pukul 17.03 WIB.
Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi di Ruang Kelas. Yogyakarta:Penerbit PT Kanisius.
Faza. 2014. Cerita Rakyat Nusantara. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Fisher, Douglas dkk. This
is Balanced Literacy. Corwin.
Fuadi, A. & Ella Elviana. 2018. Ayo, Berlatih Silat!. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer. Diunduh dari
[Link] tanggal 9 Februari 2021 pukul 17.03 WIB.
Khairani, Yuniar & Henny Yulianti. 2019. Jaket Pinjaman. Jakarta: Badan Pengembangan
Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud RI. Diunduh dari [Link] [Link]/
17816/1/Yuniar%20Khairani-Jaket%[Link] tanggal 9 Februari 2021 pukul 17.03 WIB.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. McGraw Hill Education.
Situmorang, T. Sandi & Magenta Studio. 2019. Fao Si Pelompat Batu. Jakarta: Badan
Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud RI. Diunduh dari [Link]
[Link]/17736/1/Togi%20Sandi%20Situmorang-Fao%20Si%20Pelompat %20Batu. pdf
tanggal 9 Februari 2021 pukul 17.03 WIB.
Sukini & Ryan Aris W. 2019. Terdampar di Dunia Plastik. Jakarta: Badan Pengembangan
Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud RI. Diunduh dari
[Link] %[Link]
tanggal 9 Februari 2021 pukul 17.03 WIB.
Supriyatin. 2019. Rahasia Kaki Itik. Jakarta: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan
Kemendikbud RI. Diunduh dari
[Link] Rahasia%20Kaki%20Itik_final.pdf tanggal
9 Februari 2021 pukul 17.03 WIB.
Syafrina, Nelfi. 2018. Wah, Lutut Rey Lecet!. Penerbitan Pelangi Indonesia. Diunduh dari
[Link] tanggal 9 Februari
2021 pukul 17.03 WIB.
Tary, Mulasih & Innerchild. 2019. Tarian Ajeng. Jakarta: Badan Pengembangan Bahasa dan
Perbukuan Kemendikbud RI. Diunduh dari [Link]
Mulasih%20Tary-Tarian%[Link] tanggal 9 Februari 2021 pukul 17.03 WIB.
Tuasuun, Dina Novita & Dewi Mindasari. 2019. Ira Tidak Takut. The Asia Foundation-Let’s
Read. Diunduh dari [Link]
4a0b88ff87c0775046c7?uiLang=6260074016145408 tanggal 9 Februari 2021 pukul 17.03 WIB.