0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
145 tayangan29 halaman

Laporan Keuangan Pemerintah Kota 2017

Dokumen ini menjelaskan neraca dan laporan keuangan Pemerintah Kota Aman Damai untuk tahun 2017, termasuk pendapatan, belanja, dan surplus/defisit. Terdapat rincian transaksi keuangan, jurnal, dan laporan realisasi anggaran yang menunjukkan alokasi dana dan penerimaan pajak. Selain itu, dokumen ini juga membahas teknik akuntansi sektor publik dan prinsip-prinsip pertanggungjawaban dalam pemerintahan.

Diunggah oleh

Bena Bustika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
145 tayangan29 halaman

Laporan Keuangan Pemerintah Kota 2017

Dokumen ini menjelaskan neraca dan laporan keuangan Pemerintah Kota Aman Damai untuk tahun 2017, termasuk pendapatan, belanja, dan surplus/defisit. Terdapat rincian transaksi keuangan, jurnal, dan laporan realisasi anggaran yang menunjukkan alokasi dana dan penerimaan pajak. Selain itu, dokumen ini juga membahas teknik akuntansi sektor publik dan prinsip-prinsip pertanggungjawaban dalam pemerintahan.

Diunggah oleh

Bena Bustika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kasus 1

Neraca Pemerintah Kota Aman Damai pada 1 Januari 2017

AKTIVA PASIVA

Kas di kas daerah 0 Kewajiban jangka 0


panjang

Investasi jangka 800.000.000 Ekuitas 900.000.000


panjang

Dana cadangan 100.000.000

Total aktiva 900.000.000 Total pasiva 900.000.000

1 Pada tanggal 1 Januari 2017 ditetapkan bahwa DAK yang akan diterima
Pemerintah Kota Aman Damai untuk periode tahun 2017 adalah sebesar
Rp1.300.000.000

2 Pada tanggal 15 Januari 2017, PPKD menerbitkan SP2D UP untuk PD


Kesehatan sebesar Rp25.000.000

3 Pada tanggal 1 Februari 2017, kuasa BUD menerbitkan SP2D LS gaji untuk
PD Kesehatan Rp215.000.000

4 Pada tanggal 3 Februari 2017 ditetapkan bahwa Pemerintah Kota Aman


Damai akan menerima pendapatan bagi hasil dari PPh21 sebesar
Rp600.000.000

5 Pada tanggal 1 Maret 2017, Pemerintah Kota Aman Damai mencairkan dana
cadangan sebesar Rp100.000.000

6 Pada tanggal 5 Juni 2017, Pemerintah Kota Aman Damai menerima


pendapatan bagi hasil dari PPh21 sebesar Rp600.000.000

7 Pada tanggal 11 Juni 2017 BUD menerima uang setoran pendapatan pajak
dari PD Kesehatan sebesar Rp30.000.000

8 Pada tanggal 4 Juli 2017 BUD menerima uang setoran pendapatan retribusi
dari PD Kesehatan sebesar Rp15.000.000

9 Pada tanggal 9 September 2017 BUD menerbitkan SP2D LS untuk membayar


pembelian kendaraan dinas bagi PD Kesehatan sebesar Rp250.000.000

10 Pada tanggal 1 Oktober 2017 BUD menerbitkan SP2D LS untuk membayar


sewa eskavator PD Kesehatan sebesar Rp36.000.000

11 Pada tanggal 1 November 2017, PPKD menerima DAK untuk periode tahun
2017 sebesar Rp1.300.000.000

1
12 Pada tanggal 18 November 2017 Pemerintah Kota Aman Damai memberikan
hibah kepada Organisas Kepemudaan Kelurahan Sejahtera sebesar
Rp700.000.000 dengan meggunakan SP2D-LS PPKD

13 Pada tanggal 20 November 2017 Pemerintah Kota Aman Damai melakukan


transfer dana sebesar Rp800.000.000 sebagai penyertaan modal di DAM.

Jurnal
Piutang DAK [Link]
Pendapatan DAK (LO) [Link]

RK SKPD Kesehatan 25.000.000


Kas di kas daerah 25.000.000

RK SKPD Kesehatan 215.000.000


Kas di kas daerah 215.000.000

Piutang bagi hasil PPh21 600.000.000


Pendapatan bagi hasil PPh21 (LO) 600.000.000

Kas di kas daerah 100..000.000


Dana cadangan 100.000.000
Perubahan SAL 100.000.000
Penerimaan pembiayaan pencairan dana cadangan 100.000000

Kas di kas daerah 600.000.000


Piutang bagi hasil PPh21 600.000.000
Perubahan SAL 600.000.000
Pendapatan bagi hasil PPh21 (LRA) 600.000.000

Kas di kas daerah 30.000.000


RK SKPD Kesehatan 30.000.000

2
Kas di kas daerah 15.000.000
RK SKPD Kesehatan 15.000.000

RK SKPD Kesehatan 250.000.000


Kas di kas daerah 250.000.000

RK SKPD Kesehatan 36.000.000


Kas di kas daerah 36.000.000

Kas di kas daerah [Link]


Piutang DAK [Link]
Perubahan SAL [Link]
Pendapatan DAK (LRA) [Link]

Beban hibah Organisasi Masyarakat 700.000.000


Kas di kas daerah 700.000.000
Belanja hibah organisasi masyarakat 700.000.000
Perubahan SAL 700.000.000

Investasi jangka panjang 800.000.000


Kas di kas daerah 800.000.000
Pengeluaran pembiayaan-penyertaan modal 800.000.000
Perubahan SAL 800.000.000

Neraca saldo
Debit Kredit

Kas di kas daerah 19.000.000

Investasi jangka panjang [Link]

Dana cadangan

Ekuitas 900.000.000

3
RK SKPD Kesehatan 481.000.000

Pendapatan DAK (LO) [Link]

Pendapatan DAK (LRA) [Link]

Pendapatan bagi hasil 600.000.000


PPh21 (LO)

Pendapatan bagi hasil 600.000.000


PPh21 (LRA)

Beban hibah 700.000.000

Belanja hibah 700.000.000

Perubahan SAL 500.000.000

Penerimaan pembiayaan- 100.000.000


pencairan dana cadangan

Pengeluaran pembiayaan- 800.000.000


penyertaan modal

Total [Link] [Link]

Laporan realisasi anggaran


Pendapatan bagi hasil PPh21 600.000.000

Pendapatan DAK [Link]

Jumlah pendapatan 1.900.000

Belanja hibah (700.000.000)

Surplus (defisit) [Link]

Penerimaan pembiayaan-pencairan 100.000.000


dana cadangan

Pengeluaran pembiayaan-penyertaan (800.000.000)


modal

SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan 500.000.000


Anggaran)

Jurnal penutup LRA


Pendapatan DAK [Link]
Pendapatan bagi hasil PPh21` 600.000.000
Surplus/defisit [Link]
Belanja hibah 700.000.000

4
Penerimaan pembiayaan 100.000.000
Pembiayaan neto 700.000.000
Pengeluaran pembiayaan 800.000.000
Surplus/defisit [Link]
Pembiayaan neto 700.000.000
SILPA 500.000.000
Ekuitas 500.000.000
Perubahan SAL 500.000.000
SILPA 500.000.000
Ekuitas SAL 500.000.000

Laporan operasional
Pendapatan bagi hasil PPh21 600.000.000

Pendapatan DAK [Link]

Jumlah Pendapatan [Link]

Beban hibah (700.000.000)

Surplus/defisit [Link]

Laporan perubahan ekuitas


Ekuitas awal 900.000.000

Ekuitas ([Link]-500.000.000) 700.000.000

Ekuitas SAL 500.000.000

Ekuitas akhir [Link]

Jurnal penutup LO
Pendapatan DAK [Link]
Pendapatan bagi hasil PPh21 600.000.000
Surplus/defisit [Link]
Beban hibah 700.000.000
Surplus/defisit [Link]
Ekuitas [Link]

5
Neraca
Bikin sendiri

6
Akuntansi pemerintah di AS
Jenis dana
Dalam pelaksanaan akuntansi dana, pemerintah membagi kelompok dananya
menjadi
1. Expendable fund (government fund) = digunakan untuk belanja
operasional/pengurusan keperluan pemerintah sehari-hari
2. Non-expendable fund (proprietary fund) = dana yang tidak boleh
dibelanjakan untuk urusan pemerintah karena telah dipisahkan dan
digunakan untuk aktivitas bisnis
Dalam praktik akuntansi pemerintahan di AS, dana pemerintah dibagi menjadi
1. Dana umum = untuk keperluan umum pemerintah
2. Dana proyek modal = untuk membiayai proyek pembangunan
3. Dana pelunasan utang = untuk membiayai utang pemerintah

Jenis jurnal pencatatan di dana


1. Jurnal anggaran : yang disetujui oleh parlemen Amerika
2. Jurnal pendapatan : menghitung pendapatan, termasuk pendapatan harian
3. Jurnal belanja
4. Jurnal penyesuaian
5. Jurnal penutup

Contoh soal
Legislatif memberi persetujuan terhadap piutang pajak dan piutang lain yang boleh
di himpun dalam periode ini sebesar Rp 200.000.000 dan penyisihan piutang pajak
tak tertagih adalah 2% dari total yg di himpun.
Selain pajak, pemerintah juga mendapat fee dari jasa yang diberikannya. Nilai
pendapatan tersebut adalah Rp30.000.000 dan penyisihan piutang tak tertagih
dari pendapatan jasa tersebut adalah 2% juga.
● Ternyata, dalam periode ini ada juga pajak yang menunggak sebesar 50%
dari penyisihan pajak tak tertagih.
● Pajak yang tertunggak ternyata berhasil diterima perkas dan di kenakan
denda sebesar 10 % dari total tunggakan pajak tersebut
● Wajib pajak membayar pajak dan membayar fee jasa masing masing sebesar
dari 50% dari piutang pajak dan piutang jasa tersebut.
(?) Jurnal
Piutang pajak 200.000.000
Penyisihan piutang tak tertagih 4.000.000
Pendapatan pajak 196.000.000
Piutang fee jasa 30.000.000

7
Penyisihan piutang tak tertagih 600.000
Pendapatan jasa 29.400.000
Tunggakan pajak 2.000.000
Piutang pajak 2.000.000
Penyisihan piutang pajak tidak tertagih 40.000
Penyisihan tunggakan pajak tidak tertagih 40.000
Kas 2.200.000
Tunggakan pajak 2.000.000
Pendapatan lain-lain 200.000
Kas 115.000.000
Piutang pajak 100.000.000
Piutang fee jasa 15.000.000

Kontrak pembelian terjadi pada tanggal 04 Okt 2019 dengan alokasi bagian
administrasi Rp50.000.000, keamanan umum Rp25.000.000 dan layanan jalan
Rp30.000.000.
(?) Jurnal
Beban pemesanan-administrasi 50.000.000
Beban pemesanan-keamanan umum 25.000.000
Beban pemesanan-layanan jalan 30.000.000
Cadangan beban pemesanan 105.000.000

Pada tanggal 09 Okt 2019 semuanya diterima nilainya berdasarkan faktur


supplier adalah sebagai berikut, bagian administrasi Rp50.000.000, keamanan
umum Rp24.000.000, dan layanan jalan Rp29.000.000
(?) Jurnal
Cadangan beban pemesanan 105.000.000
Beban pemesanan-administrasi 50.000.000
Beban pemesanan-keamanan umum 25.000.000
Beban pemesanan-layanan jalan 30.000.000
Belanja administrasi 50.000.000

8
Belanja keamanan umum 24.000.000
Belanja layanan jalan 29.000.000
Utang 103.000.000

Pemerintah lewat dana umum melakukan transfer ke dana pelunasan utang


sebesar Rp60.000.000 selain itu juga ada transfer dari dana pendapatan khusus
sebesar Rp90.000.000.
(?) Jurnal
Piutang transfer ke dana pendapatan khusus 90.000.000
Transfer operasi dari dana pendapatan khusus 90.000.000
Transfer operasi ke dana pelunasan utang 60.000.000
Utang transfer pada pelunasan utang 60.000.000

9
Teori
Teknik akuntansi sektor publik
1. Akuntansi anggaran = mencatat dan menyajikan akun operasinya sejajar
dengan anggarannya.
2. Akuntansi komitmen = sistem akuntansi yang mengakui transaksi dan
mencatat pada saat order dikeluarkan.
3. Akuntansi dana
4. Akuntansi kas
5. Akuntansi akrual

Audit sektor publik


Jenis audit sektor publik
1. Audit keuangan
2. Audit kinerja = review hasil program, review kepatuhan, dan review
ekonomis dan efisiensi
3. Audit efektivitas
4. Audit ekonomi dan efisiensi
5. Audit investigasi
Pendekatan audit sektor publik
1. Audit transaksi
2. Audit sistem
3. Audit neraca

Pusat pertanggungjawaban pada organisasi sektor publik


1. Pusat biaya = prestasi manajer dinilai berdasarkan biaya yang telah
dikeluarkan, bukan nilai output yang dihasilkan
2. Pusat pendapatan = prestasi manajer dinilai berdasarkan pendapatan yang
dihasilkan
3. Pusat laba = pusat pertanggungjawaban yang membandingkan expense
dan revenue dalam satuan moneter
4. Pusat investasi = prestasi manajer dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan
(berkaitan dengan investasi yang ditanamkan).

Pusat pertanggungjawaban di pemerintah


Prinsip pemerintahan yang baik meliputi
1. Akuntabilitas = kewajiban untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya
2. Keterbukaan dan transparansi = dapat mengakses kebijakan dan proses
perumusannya
3. Partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan pemerintahan umum dan
pembangunan
4. Ketaatan pada hukum = seluruh kegiatan didasarkan pada aturan hukum
3 jenis pertanggungjawaban keuangan daerah

10
1. Pertanggungjawaban pembiayaan pelaksanaan dekonsentrasi
2. Pertanggungjawaban pembiayaan pelaksanaan pembantuan
3. Pertanggungjawaban APBD dan APBN
Pengendalian manajemen merupakan bentuk kegiatan perencanaan dan
pengendalian kegiatan yang terjadi pada suatu organisasi. Pengendalian
manajemen melibatkan hubungan antara atasan-bawahan yang meliputi tiga
aktivitas yaitu komunikasi, motivasi, dan evaluasi.
● (PKJ) 3 elemen pengendalian manajemen = pusat pertanggungjawaban,
kompetensi, dan jejaring informasi
● 3 tipe pengendalian manajemen = pengendalian preventif, pengendalian
operasional, dan pengendalian kinerja
● Aktivitas pengendalian manajemen = perencanaan, pengendalian,
pengambilan keputusan, penilaian kinerja, dan komunikasi informasi
● 8 proses pengendalian manajemen = perumusan strategi, perencanaan
strategi, pembuatan program, penganggaran, implementasi, pelaporan
kinerja, evaluasi kerja, umpan balik

Penilaian investasi
Penilaian investasi pemerintah dilakukan dengan (1) metode biaya (2) metode
ekuitas (3) metode nilai bersih yang dapat direalisasikan.

BHMN (Badan Hukum Milik Negara) dan BHP (Badan Hukum


Pendidikan)
BHMN adalah salah satu bentuk badan hukum di Indonesia yang awalnya dibentuk
untuk mengakomodasi kebutuhan khusus dalam rangka privatisasi lembaga
pendidikan yang memilik karakteristik sendiri.
Ciri-ciri BHMN:
1. MWA (Majelis Wali Amanat)
2. SA (Senat Akademik)
3. Memiliki otonomi manajemen dana dan akademik
BHP adalah badan hukum penyelenggaraan dengan tujuan memajukan satuan
pendidikan.
Prinsip BHP:
1. Nirlaba 7. Penjaminan mutu
2. Otonom 8. Partisipasi atas tanggung jawab
3. Akuntabel negara
4. Akses yang berkeadilan 9. Transparan
5. Keberagaman [Link] prima
6. Keberlanjutan
Mekanisme perubahan universitas menjadi BHP

11
1. Untuk perguruan tinggi yang berada dalam naungan yayasan, akan berubah
menjadi BHP penyelenggara dan harus diubah tata kelolanya dalam waktu 6
tahun.
2. Untuk perguruan tinggi yang didirikan oleh pemerintah, akan berubah
menjadi BHMP (Badan Hukum Milik Pemerintah) dalam waktu 4 tahun.
3. Untuk perguruan tinggi yang berbentuk BHMN, akan berubah menjadi BHMP
dalam waktu 3 tahun.

Aset tetap
Kriteria untuk menentukan asset tetap
1. Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan
2. Biaya perolehan asset dapat diukur dengan andal
3. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas
4. Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan
Komponen biaya yang dapat dimasukkan sebagai biaya perolehan asset tetap
1. Harga beli + biaya pengiriman 4. Bea impor
awal 5. Biaya persiapan tempat
2. Biaya pemasangan 6. Biaya simpan dan bongkar muat
3. Biaya profesional (arsitek dan 7. Biaya konstruksi
insinyur)

Prinsip good governance


Prinsip utama yang mendasari penerapan good governance adalah (1) partisipasi
(2) transparansi (3) akuntabilitas

Prinsip penyusunan laporan keuangan (HRS 3PBK)


1. Nilai historis = asset dicatat sebesar kas yang dibayar, nilai historis dapat
diandalkan karena lebih objektif dan dapat diverifikasi
2. Realisasi = pendapatan yang telah diotorisasikan akan digunakan untuk
membayar utang dan belanja
3. Substansi mengungguli bentuk formal = transaksi dicatat sesuai dengan
substansi dan realitas ekonomi
4. Periodisitas = kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan dibagi menjadi
periode-periode pelaporan
5. Konsistensi = perlakuan akuntansi yang sama
6. Pengungkapan lengkap = laporan keuangan menyajikan informasi lengkap
yang dibutuhkan pengguna
7. Penyajian wajar = faktor pertimbangan sehat diperlukan ketika menghadapi
ketidakpastian peristiwa tertentu
8. Basis akuntansi = basis akrual (neraca), dan basis kas (laporan realisasi
anggaran yang terdiri dari pendapatan, belanja, dan pembiayaan)

7 komponen laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD)


1. Laporan realisasi anggaran
2. Laporan perubahan SAL
3. Laporan operasional

12
4. Laporan perubahan ekuitas
5. Neraca
6. Laporan arus kas
● Aktivitas operasi = aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang
ditujukan untuk kegiatan operasional entitas selama satu periode
akuntansi. Contoh = penerimaan hibah, penerimaan transfer.
● Aktivitas investasi = akivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang
ditujukan untuk perolehan dan pelepasan asset tetap serta investasi
lainnya yang tidak termasuk dalam setara kas.
● Aktivitas pendanaan = aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang
berhubungan dengan pemberian piutang jangka panjang dan pelunasan
utang jangka panjang yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan
posisi piutang jangka panjang dan utang jangka panjang. Contoh =
pengeluaran kas untuk dipinjamkan kepada pemerintah daerah dan
perusahaan negara.
● Aktivitas transitoris = aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang
tidak termasuk dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan
pemerintah daerah. Contoh = penerimaan PFK, penerimaan transitoris
seperti kiriman uang masuk dan penerimaan kembali uang persediaan
dari bendahara pengeluaran.
7. Catatan atas laporan keuangan

Pelaporan keuangan
Pelaporan pelaksanaan anggaran = laporan realisasi anggaran, laporan perubahan
SAL
Pelaporan finansial = laporan operasional, laporan perubahan ekuitas, neraca,
laporan arus kas.
(SKAP) Tujuan pelaporan keuangan sektor publik:
1. Sumber fakta dan gambaran. Merupakan sumber informasi bagi berbagai
kelompok kepentingan yang ingin mengetahui organisasi secara lebih dalam.
2. Kepatuhan dan pengelolaan. Memberikan jaminan kepada pengguna dan
penguasa bahwa pengelolaan sumber daya telah dilakukan sesuai
dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.
3. Akuntabilitas dan pelaporan retrospektif = Bentuk pertanggungjawaban
kepada publik dan sebagai alat untuk memonitor dan menilai efisiensi
kinerja, yang memungkinkan pihak eksternal untuk menilai efektivitas dan
efisiensi penggunaan sumber daya.
4. Perencanaan dan informasi otorisasi = Memberikan dasar
perencanaan kebijakan dan aktivitas di masa yang akan datang serta
memberikan informasi pendukung mengenai otorisasi penggunaan dana.
(ATMK) Manfaat laporan keuangan
1. Akuntabilitas
2. Transparansi
3. Manajemen

13
4. Keseimbangan antargenerasi
Asumsi dasar dalam pelaporan keuangan di lingkungan pemerintah termasuk
pemerintah daerah:
1. Kemandirian entitas
2. Kesinambungan entitas
3. Keterukuran dalam satuan mata uang

Akuntansi untuk entitas partai politik


Partai politik adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh
sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan
kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan
politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan
NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945.
Fungsi dan Peran Partai Politik (SKKJ)
1. Untuk mengembangkan kesadaran atas hak dan kewajiban politik
rakyat. Dalam hal ini partai politik berperan sebagai sarana sosialisasi politik
masyarakat dalam rangka melakukan pendidikan politik bagi rakyat.
2. Untuk menyalurkan kepentingan masyarakat dalam pembuatan
kebijakan negara. Dalam hal ini partai politik berperan sebagai sarana
komunikasi politik yang mana partai politik menyalurkan aneka ragam
pendapat, aspirasi, dan kepentingan masyarakat dalam pembuatan kebijakan
negara.
3. Untuk membina dan mempersiapkan anggota masyarakat untuk
mengisi jabatan-jabatan politik sesuai dengan mekanisme
demokrasi. Dan sebagai sarana untuk melakukan rekrutmen politik dengan
mencari dan mengajak orang yang berbakat untuk turut aktif dalam kegiatan
politik dalam rangka memperluas partisipasi politik masyarakat.
4. Untuk sarana pengatur konflik dengan mengatasi persaingan dan
perbedaan pendapat dalam masyarakat.
Sumber pendanaan partai politik:
1. Iuran anggota
2. Sumbangan dari pihak lain yang sah menurut hukum
3. Bantuan keuangan dari anggaran negara atau daerah
Dua pengguna informasi akuntansi dalam lingkungan partai politik
1. Pihak internal = ketua partai politik, staff, anggota
2. Pihak eksternal = donatur, supplier, kreditur, BPK, pemerintah
Aktivitas yang dilarang bagi partai politik:
1. Melakukan kegiatan yang bertentangan dengan UUD RI Tahun 1945 atau
peraturan perundang-undangan lainnya
2. Melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan Negara Kesatuan RI

14
3. Mendirikan badan usaha atau memiliki saham suatu badan usaha

Siklus akuntansi keuangan pemerintah


Bukti transaksi > jurnal > buku besar > neraca lajur > laporan keuangan
Bukti transaksi > buku tambahan

15
Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah (SAPD)
Akun pembayaran hutang dalam anggaran operasional merupakan belanja modal
(sisi kredit)
3 kelompok pendapatan daerah
1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
2. Pendapatan transfer
3. Lain-lain pendapatan daerah yang sah

Ruang lingkup SAPD


SAPD terdiri dari sistem akuntansi PPKD (Pejabat Pengelola Keuangan Daerah) dan
sistem akuntansi SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah).
● PPKD adalah kepala SKPKD (Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah) yang
mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD dan bertindak sebagai
bendahara umum daerah. Sistem akuntansi PPKD dilaksanakan oleh SKPKD
yang biasanya dikenal dengan nama Dinas Pengelola Keuangan dan Asset
Daerah.
● SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna
anggaran/pengguna barang. Sistem akuntansi SKPD dilaksanakan seluruh
SKPD di lingkungan Pemda seperti dinas, badan, dan kantor.
Hubungan antara PPKD dengan SKPD diibaratkan seperti antara kantor pusat dan
kantor cabang, yang menyebabkan masing-masing pihak menyelenggarakan
rekening timbal balik yaitu PPKD menyelenggarakan rekening koran SKPD (RK
SKPD) dan SKPD menyelenggarakan rekenng koran PPKD (RK PPKD).

Jurnal
Transaksi pembelian alat tulis kantor yang telah dilaksanakan dan pelunasan belum
dilakukan.
Beban persediaan ATK xx
Utang belanja bahan habis pakai xx
Utang belanja bahan habis pakai xx
Kas di bendahara pengeluaran xx

Transaksi pembelian asset tetap dan pelunasan belum dilakukan


Asset tetap xx
Utang belanja modal peralatan dan mesin xx
Utang belanja modal peralatan dan mesin xx
RK PPKD xx

16
Contoh jurnal
Perusahaan menerima 100 eksemplar barang cetakan dari percetakan senilai
Rp10.000.000 dan belum dibayar.
(?) Jurnal LO penerimaan barang dan pembayaran
Beban cetak 10.000.000
Utang belanja cetak 10.000.000
Utang cetak 10.000.000
Kas di bendahara pengeluaran 10.000.000
(?) Jurnal LRA
Belanja cetak 10.000.000
Perubahan SAL 10.000.000

Perusahaan membeli dua unit sepeda motor dari vendor senilai Rp25.000.000 dan
belum dibayar. Pada saat pembayaran, perusahaan menerbitkan SP2D-LS.
(?) Jurnal LO penerimaan barang dan pembayaran
Asset tetap 25.000.000
Utang belanja modal 25.000.000
Utang belanja modal 25.000.000
RK PPKD 25.000.000
(?) Jurnal LRA
Belanja modal 25.000.000
Perubahan SAL 25.000.000

Perusahaan menerima berita acara kemajuan pekerjaan atas kegiatan


pembangunan gedung kantor dengan bobot tingkat kemajuan 35%. Hasil
penerimaan fisik dinilai sebesar Rp350.000.000. Perusahaan melakukan
pembayaran dengan menerbitkan SP2D-LS
(?) Jurnal LRA
Belanja modal - pengadaan bangunan gedung kantor 350.000.000
Perubahan SAL 350.000.000

17
Perusahaan melakukan pemotongan pajak atas pembelian barang dan jasa senilai
Rp4.000.000.
(?) Jurnal LO pemotongan pajak dan penyetoran pajak
Kas di bendahara pengeluaran 4.000.000
Utang PPK 4.000.000
Utang PPK 4.000.000
Kas di bendahara pengeluaran 4.000.000

Dinas kesehatan menerima kas dari pendapatan retribusi pelayanan kesehatan


sebesar Rp. 100.000.000
Kas di bendahara penerimaan 100.000.000
Pendapatan retribusi pelayanan kesehatan (LO) 100.000.000
Perubahan SAL 100.000.000
Pendapatan retribusi pelayanan kesehatan (LRA) 100.000.000

Dinas pendapatan, pengelolaan keuangan, dan asset daerah (DPPKAD)


mengeluarkan kas untuk pengadaan kendaraan dinas senilai Rp. 250.000.000.
Kendaraan 250.000.000
Kas di kas daerah 250.000.000
Belanja modal - kendaraan 250.000.000
Perubahan SAL 250.000.000

DPPKAD atas nama pemda melakukan penyertaan modal pada Perusahaan Daerah
sebesar Rp. 50.000.000.
Investasi permanen 50.000.000
Kas di kas daerah 50.000.000
Pembiayaan pengeluaran - penyertaan modal 50.000.000
Perubahan SAL 50.000.000

18
DPPKAD selaku bendahara umum daerah menerima pinjaman jangka panjang dari
departemen keuangan sebesar Rp. [Link].
Kas di kas daerah [Link]
Utang dalam negeri [Link]
Perubahan SAL [Link]
Pembiayaan penerimaan-penerimaan pinjaman [Link]

19
Contoh kasus penerapan SAPD
Jurnal umum
1 Pemda membayar belanja pegawai berupa gaji dan tunjangan sebesar
Rp3.000.

2 Pemda menerima transfer pendapatan dana alokasi umum (DAU) dari


pemerintah pusat sebesar Rp5.000.

3 Diterima kas sebesar Rp480 untuk sewa asset pemda selama 2 tahun.

4 Terdapat pengeluaran kas untuk pembelian asset tetap kendaraan dinas


sebesar Rp200

5 Pengeluaran kas untuk belanja barang berupa persediaan alat tulis kantor
(ATK) sebesar Rp500

6 Pemda melakukan penyertaan modal yang direncanakan akan dimiliki


secara berkelanjutan kepada perusahaan daerah sebesar Rp300.

7 Pengeluaran kas untuk belanja perjalanan dinas pegawai sebesar Rp60

8 Diterbitkan surat ketetapan pajak (SKP) berupa pajak hotel sebesar Rp600.
Wajib pajak membayar 10 hari kemudian setelah penerbitan SKP tersebut.

1 Beban gaji pegawai 3.000


Kas 3.000
Belanja gaji pegawai 3.000
Perubahan SAL 3.000

2 Kas 5.000
Pendapatan transfer (LO) 5.000
Perubahan SAL 5.000
Pendapatan transfer (LRA) 5.000

3 Kas 480
Pendapatan sewa diterima dimuka 480

4 Kendaraan dinas 200


Kas 200
Belanja modal 200
Perubahan SAL 200

20
5 Persediaan 500
Kas 500
Belanja barang-persediaan 500
Perubahan SAL 500

6 Investasi permanen 300


Kas 300
Pengeluaran pembiayaan-penyertaan modal 300
Perubahan SAL 300

7 Beban perjalanan dinas 60


Kas 60
Belanja perjalanan dinas 60
Perubahan SAL 60

8 Piutang pajak hotel 600


Pendapatan pajak hotel (LO) 600
No entry

Kas 600
Piutang pajak hotel 600
Perubahan SAL 600
Pendapatan pajak hotel (LRA) 600

Jurnal penyesuaian
1 Persediaan masih tersisa sebesar Rp200

2 Terdapat piutang pajak hotel yang belum dibayar meskipun telah


diterbitkan SKP sebesar Rp300 dan kemungkinan besar baru dibayar tahun
depan.

3 Beban penyusutan asset tetap tahun ini sebesar Rp40

4 Pendapatan sewa diterima dimuka Rp480 yang dapat diakui adalah


selama 6 bulan.

1 Beban persediaan 300

21
Persediaan 300

2 Piutang pajak hotel 300


Pendapatan pajak hotel (LO) 300

3 Beban penyusutan 40
Akum. Penyusutan asset tetap 40

4 Pendapatan diterima dimuka 120


Pendapatan sewa (LO) 120
Perubahan SAL 480
Pendapatan sewa (LRA) 480

Neraca saldo setelah penyesuaian


Debit Credit

Kas 2.020

Piutang pajak hotel 300

Persediaan 200

Investasi permanen 300

Kendaraan dinas 200

Akumulasi penyusutan 40

Pendapatan sewa 360


diterima dimuka

Beban gaji pegawai 3.000

Beban perjalanan dinas 60

Beban persediaan 300

Beban penyusutan 40

Belanja gaji pegawai 3.000

Belanja modal 200

Belanja barang- 500


persediaan

22
Belanja perjalanan dinas 60

Pendapatan transfer (LO) 5.000

Pendapatan transfer 5.000


(LRA)

Pendapatan sewa (LO) 120

Pendapatan sewa (LRA) 480

Pendapatan pajak hotel 900


(LO)

Pendapatan pajak hotel 600


(LRA)

Pengeluaran pembiayaan- 300


penyertaan modal

Perubahan SAL 2.020

Total 12.500 12.500

Laporan operasional
Pendapatan transfer LO 5.000

Pendapatan sewa LO 120

Pendapatan pajak hotel LO 900

Total pendapatan LO 6.020

Beban gaji pegawai 3.000

Beban perjalanan dinas 60

Beban persediaan 300

Beban penyusutan 40

Total beban 3.400

Surplus operasional 2.620

Laporan perubahan ekuitas

Ekuitas awal 0

Surplus operasional 2.620

Ekuitas akhir 2.620

23
Laporan realisasi anggaran
Pendapatan transfer LRA 5.000

Pendapatan sewa LRA 480

Pendapatan pajak hotel LRA 600

Total pendapatan LRA 6.080

Belanja gaji pegawai 3.000

Belanja modal 200

Belanja barang-persediaan 500

Belanja perjalanan dinas 60

Total belanja 3.760

Surplus LRA 2.320

Pembiayaan pengeluaran 300

SILPA 2.020

Laporan perubahan SAL

SAL awal 0

SILPA tahun berjalan 2.020

SAL akhir 2.020

Neraca
Asset

Kas 2.020

Piutang pajak hotel 300

Persediaan 200

Investasi permanen 300

Kendaraan dinas 200

Akumulasi penyusutan (40)

24
Total asset 2.980

Kewajiban dan ekuitas

Pendapatan sewa 360


diterima dimuka

Ekuitas (operasional) 2.620

Total kewajiban dan 2.980


ekuitas

Laporan arus kas


Arus kas dari aktivitas operasi

Pembayaran pegawai (3.000)

Pendapatan transfer 5.000

Pendapatan sewa 480

Pembayaran barang-persediaan (500)

Pembayaran perjalanan dinas (60)

Pendapatan pajak hotel 600

Arus kas bersih dari aktivitas operasi 2.520

Arus kas dari aktivitas investasi

Perolehan asset tetap (200)

Penyertaan modal (300)

Arus kas bersih dari aktivitas operasi (500)

Arus kas bersih dari aktivitas 0


pendanaan

Arus kas bersih dari aktivitas transitoris 0

Saldo awal kas 0

Saldo akhir kas 2.020

25
Quiz - teori
BLU
Dasar hukum dari BLU adalah
1. UU No. 1 tahun 2004
2. PP No. 23 tahun 2005
3. PP No. 24 tahun 2005
4. PP No. 66 tahun 2006 atau PMK 02. tahun 2006
Karakteristik dari BLU
1. Berkedudukan sebagai lembaga pemerintah (bukan kekayaan negara yang
dipisahkan)
2. Dikelola secara otonom dengan prinsip efisiensi dan produktivitas korporasi
3. Pegawai dapat terdiri dari PNS dan non-PNS
Implikasi penerapan BLU terhadap aplikasi akuntansi adalah
1. Pengelolaan piutang dan utang
2. Pengelolaan investasi
3. Keuangan dan anggaran
Hal yang perlu dilaporkan pada penyusunan laporan keuangan secara akuntansi
(kaitannya dengan pengelolaan) yaitu pengelolaan kas, asset, investasi.
Sistem akuntansi BLU adalah sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi
biaya.
Pernyataan terkait laporan keuangan BLU berdasarkan SAP
● Ekuitas dana investasi mencerminkan selisih antara asset tidak lancar dan
kewajiban jangka panjang
● Pendapatan BLU diklasifikasikan menurut sumber penggunaannya yaitu
pendapatan usaha dan pendapatan hibah

BLUD (Badan Layanan Umum Daerah)


Persyaratan mendirikan BLUD
1. Persyaratan substantif
2. Persyaratan teknis
3. Persyaratan administratif
Jenis laporan keuangan BLUD terdiri dari (1) neraca (2) laporan arus kas (3) laporan
realisasi anggaran atau laporan operasional.
Laporan keuangan yang dibuat oleh BLUD harus disajikan sesuai dengan SAP dan
SAK.
Auditor independent di BLUD adalah (1) inspektorat (2) BPK (3) KAP

26
Others (SATR LS)
Dokumen persyaratan administratif
1. (5%) Pernyataan kesanggupan untuk meningkatkan kinerja
2. (20%) Pola tata kelola
3. (30%) Rencana strategis (Renstra)
4. Laporan audit terakhir atau pernyataan bersedia untuk diaudit oleh
pemeriksa eksternal pemerintah
5. Laporan keuangan atau proyeksi keuangan
6. Standar penilaian minimal (SPM)
Tujuan khusus dari mekanisme pertanggung jawaban untuk RSUD dan puskesmas
dalah (1) dilaporkannya data ke jenjang yang lebih tinggi (2) terolahnya data
menjadi informasi di Puskesmas.

27
Quiz - Jurnal
Pemerintah Daerah (PEMDA) Kota Muara Maju

1/1 2021 Ditetapkan bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) yang akan diterima
Pemda Kota Muara Maju untuk periode tahun 2021 adalah Rp.
[Link]

4/2 2021 Pemda Kota Muara Maju menerima pinjaman dana dari pemerintah
pusat sebesar Rp. [Link]. Dana tersebut langsung masuk
rekening kas daerah di Bank Pembangunan Daerah (BPD).

9/3 2021 Pemda Kota Muara Maju membayar pinjaman ke pemerintah pusat
sebesar Rp. [Link] dengan mentransfer dana dari rekening
kas daerah di Bank Pembangunan Daerah (BPD).

12/4 2021 Bendaharawan Umum Daerah (BUD) menerbitkan SP2D LS untuk


belanja modal kendaraan sebesar Rp. 300.000.000 (setelah
dipotong PPN Rp. 30.000.000) yang dianggarkan oleh Dinas
Kesehatan.
(?) Jurnal yang dibuat BUD, BUD adalah PPKD

15/5 2021 Bendahara SKPD Dinas perhubungan menyetorkan uang retribusi


daerah yaitu uang parkir hak Pemda sebesar Rp. 450.000.000

20/6 2021 Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) menerima transfer


dana bagi hasil PBB Rp. 200.000.000 dan BPHTB sebesar Rp.
400.000.000

22/7 2021 Dilakukan pengembalian pendapatan bagi hasil PBB tahun lalu
sebesar Rp. 100.000.000

25/8 2021 BPKD/SKPKD melakukan pembayaran subsidi untuk tahun 2008


kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebesar Rp.
[Link]

27/9 2021 Pemda Kota Muara Maju memberikan hibah kepada Ormas
Kepemudaan (KNPI) sebesar Rp. 200.000.000 dengan
menggunakan SP2D LS PP

30/10 2021 Pemda Kota Muara Maju menukarkan gedung kantor dengan tanah
milik pemerintah desa harapan jaya. Harga perolehan gedung
adalah Rp. 900.000.000 dengan akumulasi depresiasi Rp.
600.000.000. Nilai pasar gedung Rp. 200.000.000. Nilai tanah milik
pemerintah desa adalah Rp. 400.000.000

Jawaban:
1/1 2021 Piutang DAK [Link]
Pendapatan DAK-LO [Link]

28
4/2 2021 Kas di kas daerah [Link]
Penerimaan pembiayaan [Link]
9/3 2021 Pengeluaran pembiayaan [Link]
Kas di kas daerah [Link]
12/4 2021 RK-SKPD Dinas Kesehatan 330.000.000
Kas di kas daerah 330.000.000
Kas di kas daerah 30.000.000
Hutang PPN pusat 30.000.000
15/5 2021 RK PPKD 450.000.000
Kas di bendahara penerimaan 450.000.000
20/6 2021 Kas di kas daerah 600.000.000
Pendapatan bagi hasil PBB 200.000.000
Pendapatan bagi hasil BPHTB 400.000.000
22/7 2021 Pendapatan bagi hasil PBB 100.000.000
Kas di kas daerah 100.000.000
25/8 2021 Belanja subsidi ke PDAM [Link]
Kas di kas daerah [Link]
27/9 2021 Beban hibah kepada ormas KNPI 200.000.000
Kas di kas daerah 200.000.000
30/10 2021 Tanah 400.000.000
Akum, depresiasi gedung 600.000.000
Gedung kantor 900.000.000
Perubahan saldo anggaran lebih (SAL) 100.000.000

29

Anda mungkin juga menyukai