0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
256 tayangan4 halaman

Cepat

Dokumen ini berisi narasi yang sangat kontroversial dan tidak pantas mengenai hubungan seksual antara seorang ibu dan anaknya. Cerita tersebut menggambarkan tindakan yang melanggar norma sosial dan hukum, serta memuat konten yang eksplisit dan tidak senonoh. Ini adalah contoh dari materi yang sangat sensitif dan tidak sesuai untuk dibaca atau dibagikan.

Diunggah oleh

Ardy John
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
256 tayangan4 halaman

Cepat

Dokumen ini berisi narasi yang sangat kontroversial dan tidak pantas mengenai hubungan seksual antara seorang ibu dan anaknya. Cerita tersebut menggambarkan tindakan yang melanggar norma sosial dan hukum, serta memuat konten yang eksplisit dan tidak senonoh. Ini adalah contoh dari materi yang sangat sensitif dan tidak sesuai untuk dibaca atau dibagikan.

Diunggah oleh

Ardy John
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

zangkuriang

A topnotch [Link] site


MenuLanjut ke konten
Beranda
About
November 17, 2013 by zangkuriang
Cepat Sayang

Ayo cepat sayang, tekan terus lebih dalam lagi, lebi cepat lagi. Ahhhh… akhhhh… terus
sayang, terus. Kamu hebat. Terus, mama udah mau sampai…. akhhh….
Demikian Lara terengah-engah saat kontol anaknya Ridho menusuk- nusuk lubang
memeknya yang
tembem dan bersih, karena Lara memang suka menyukuri bulu-bulu kemaluannya. Dan
mereka pun
terkulai lemas, saat Ridho memuntahkan pejuhnya beberapa kali ke lubang memek
mamanya,
Lara. Permainan itu entah sudah yang keberapa kali mereka lakukan, saat suaminya Darmo
bertugas ke luar kota melakukan inspeksi dari kantornya.

Mulanya biasa saja, tak ada getar apa-apa pada diri ibu dan anak itu. Terlebih setelah anak
pertama mereka Vivie menikah empat bulan lalu, tinggal mereka bertiga di rumah. Lara dan
Ridho selalu ditinggal pergi oleh papanya, melaksanakan tugas dari kantornya. Saat itu,
Ridho yang terlalu dimanjakan, malah semakin manja bila papanya tidak di rumah. Saat
papanya di rumah saja pun, Ridho selalu memeluk mamanya dan mencium pipinya. Paling-
paling mamanya hanya membentak sayang:” Ridho, kamu suka mengageti mama deh…”
dan keduanya kemudian tertawa, bahkan papanya Ridho ikut-ikutan tertawa.

Kali pertama mereka melakukan hubungan suami isteri, saat Lara sakit demam. Papanya
meminta
agar Ridho tidur di kamar mama saja untuk menemani mamanya yang sedang sakit, mana
tau mama membutuhkan sesuatu, seperti menganbilkan air teh atau apa saja. Ridho dengan
senang hati menyetujuinya. Sebenarnya Lara sudah pulih dari sakit demamnya. Mana tau
dibutuhkan Ridho akan dapat membantu.

“Jaga mama ya. Sayang mama ya,” begitu pesan Darmo papa Ridho saat hendak berangkat
meninggalkan rumah dijemput oleh mobil kantornya. Malam itu, Lara memakai daster dan
setelah
menonton TV mengajak Ridho tidur, karena takut Ridho yang masih kelas 2 SMU itu
terlambat bangun. Mereka pun tidur bersisian. Saat mau tidur, Ridho biasa mencium pipi
mamanya dan mengucapkan selama bobo, mama… Entah karena salah cium atau meleset,
Ridho justru mencium bibir
mamanya dn mengecup sebentar bibir mamanya.
“Itulah kalau biasa nonton film barat, kamu mencium mama seperti mereka mencium
mamanya,” kata
Lara.
“Tapi aku suka mengecup bibir mama. Lembut…” jawab Ridho dan dengan manjanya,
Ridho mengecup kembali bibir mamanya dan kali ini bukan hanya mengecupnya, tapi justru
melumatnya, lalu mempermainkan lidahnya dalam mulut mamanya.

Mulanya Lara diam saja, lama kelamaan dia sadar kalau apa yang dia lakukan dan
dilakukan oleh
anaknya adalah salah. saat dia mau menolak tubuh Ridho, tangan Ridho justru sudah
meremas teteknya
yang tak dibalut oleh bra di balik daster tipisnya. Ridho sudah berada di atas tubuh Lara.

“Duh.. Ridho, mama mau diapain ni…” tanya Lara yang mulai gelisah teteknya diremas oleh
anak
kandungnya sendiri. Ridho tidak menjawab, malah mengeluarkan tetek mamanya dari atas
daster mamanya yang longgar dan dengan cepat Ridho mengulum tetek mamanya. Pentil
yang hitam dan besar itu berada di mulur Ridho. “Sayang…” Lara mendesis. Ridho lagi-lagi
tak menjawab. Dia nyonyot pentil tetek lara dengan rakusnya. Malah tangannya sudah
bekerja dengan cepat melepas kancing demi kancing daster mamanya sampai lepas semua.
Ada tujuh buah kancing besar di depan daster mamanya. Kini daster itu sudah terkuak dan
tubuh mananya yang sawo mateng itu sudah terbentang.

“Lho.. mama mau diapai, kok sampai telanjang begini sayang?” kata mamanya mengelus
rambut
Ridho. Lagi-lagi Ridho tidak menjawab pertanyaan mamanya. Dia terus menjilati leher
mamanya
dan turun ke perut mamanya lalu lidahnya bermain-main di pusat mamanya. Tanpa sadar
Lara menggelinjang.

“Ikh… kamu kenapa nakal banget sih sayang…” kata Lara mendesis kenikmatan. Bahkan
dia mulai lupa
kalau yang melakukan itu adalah anak kandungnya. Dan… Mulut Ridho sudah menjilati
bulu- bulu memek Lara dan menghirup aroma mesum dari bulu-bulu memek Lara. Perlahan,
Ridho menurunkan
celan dalam mamanya dan Lara mengangkat pantatnya untuk memudahkan Ridho
menurunkan celana dalamnya. Ridho mulai mengerti, kenapa mamanya mengangkat
pantatnya. Berarti mamanya menyetujui apa yang dia lakukan.

“Kamu kok telanjangi mama sih sayang…” Lara lagi-lagi mendesis. Saat itulah Ridho
mempermainkan
lidahnya di liang memek Lara yang sudah mulai berlendir. Lara yang berusia 39 tahun itu
mulai mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar dan Ridho semakin asyik menjilati
memek mamanya. Ridho tidak diam. Apa yang dia pelajari dari BF dia praktekkan kepada
mama kandungnya yang sejak dia SD menginginginkan bersenggama dengan mamanya.
Baginya mamanya adlah wanita tercantik di dunia dan sangat memanjakannya. Ridho
mengalihkan jilatan lidahnya ke lubang dubur mamanya. Saat itu Lara menggelinjang. Dia
protes, walau dia merasa nikmat sekali.

“Duh.. sayang. Jangan dong. Kan jorok…” dia mendesis dan mencengkram rambut Ridho.
Lagi- lagi Ridho tidak menjawab. Dia terus menjilati dubur mamanya dan memutar-mutar
lidahnya di lubang duburnya itu. Lala tak mampu lagi menyembunyikan rasa nikmatnya.
Malah kini dia sudah mendesis-desis dan dia mulai menceracau.

Duh… nikmat sayang.. duh.. kamu nakal sayang… terusin sayang dan banyak ceracau
lainnya. Ridho mulai melepas jilatannya dan mulai menindih mamanya. Saat itu juga dengan
cepat Lara menangkap kontol anaknya dan menuntunnya ke lubang memeknya.

“Ayo cucuk sayang. Jangan siksa lagi mama. Ayo sayang…” Ridho pun menusuk luibang
memek
mamanya dan slep, kontolnya langsung memasuki memek yang basah dan becek. memek
itu
mengeluarkan bunyi setiap kali ditarik dan dicucuk. Lara memeluk Ridho dari bawah dan
ridhoi mulai terus menjilati leher mamanya dengan lembut dan sesekali mengecupkan
bibirnya. Lara terus menceracau dan meminta agar Ridho mempercepat tusukannya.

“Ayo sayang, cepat dikit, mama udah mau sampai ni. Ayoooo doooong…” Ridho dengan
cepat mengocok kontolnya di dalam memek mamanya dan kemudian dia menekan sejauh
mungkin kontolnya
ke dalam memek mamanya, lalu crooooottt…. crooottt… croottt… pejuhnya lepas beberapa
kali dan
sangat kental. Mamanya menjepitkan kedua kakinya ke pinggang Ridho dan mendesah.

“Mama sampai sayaaaaanngg…” Dia peluknya Ridho sekuat tenaga. Semakin lama
pelukannya semakin melemah dan keringatnya meleleh di sekujur tubuhnya. Dia mengelus
kepala Ridho yang aktif fitness di sebuah club.

“Sayang… terima kasih. Mama seumur hidup tak pernah mengalami seperti ini,: bisiknya
sembari mengelus kepala Ridho dengan kasih sayang. Ridho diam saja dan tersenyum
sembari mengatur nafasnya.

“Kita akan lanjutkan terus ya ma, setiap kali ada kesempatan.” kata Ridho.
“Ikh.. kamu maunya. Tapi ok lah, kita harus rahasiakan ya sayang…” kata Lara. Ridho
tersenyum dan mengangguk, lalu memeluk Lara dengan kasih sayang pula.
Bagikan ini:
TwitterFacebook

Terkait
Menghamili Mamaku
November 17, 2013
dalam "ibu kandung"
Aku Menjadi Suami Buat Kakakku dan Ibuku
November 17, 2013
dalam "ibu kandung"
Siti Fat 3 Dengan bertelanjang aku…
Oktober 27, 2013
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.
Navigasi pos← Pos SebelumnyaPos Berikutnya →
Tinggalkan komentar
Cari
Search …
Tulisan Terakhir
Aku Menjadi Suami Buat Kakakku dan Ibuku
Menghamili Mamaku
(tanpa judul)
(tanpa judul)
(tanpa judul)
Komentar Terbaru
Arsip
November 2013
Oktober 2013
Kategori
ibu kandung
Uncategorized
Meta
Daftar
Masuk
Feed entri
Feed Komentar
[Link]
Blog di [Link] Menjual atau Membagikan Informasi Pribadi Saya
Privasi & Cookie: Situs ini menggunakan cookie. Dengan melanjutkan menggunakan situs
web ini, Anda setuju dengan penggunaan mereka.
Untuk mengetahui lebih lanjut, termasuk cara mengontrol cookie, lihat di sini: Kebijakan
Cookie
Rancang situs seperti ini dengan [Link]
Ayo mulai

Anda mungkin juga menyukai