BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Membaca Al-Qur'an adalah salah satu ibadah kepada Allah SWT. Melalui
pelantara pembelajaran dari Malaikat Jibril ke Rasulullah Saw. Oleh sebab itu,
membaca Al-Qur'an tidak bisa sembarangan, harus mengikuti kaidah-kaidah yang
berlaku.
Baik dengan Hukum Tajwid dan Makhrojil Huruf
Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kifayah. Adapun mengamalkan
ilmu tajwid hukumnya fardhu 'ain bagi setiap pembaca Al-Qur'an, hal ini
sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Muzzammil ayat 4:
َ َْو َرتِّ ِل ْالقُر
ً ِآن تَرْ ت
يل
Artinya : Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan
B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana penerapan hukum bacaan MIM mati dalam Al-Qur'an?
Masalah membahas cara penerapan hukum-hukum tajwid yang berkaitan dengan
MIM mati, termasuk bagaimana cara pengucapan yang benar saat MIM mati
bertemu dengan huruf-huruf tertentu.
Apa saja jenis hukum bacaan yang berlaku ketika MIM mati bertemu dengan
huruf-huruf hijaiyah tertentu? Klasifikasi hukum bacaan seperti ikhfa' syafawi,
idgham mimi, dan izhar syafawi serta bagaimana setiap hukum tersebut
diterapkan dalam bacaan Al-Qur'an.
1
Apa faktor yang memengaruhi kesalahan dalam membaca MIM mati pada
kalangan pembelajar Al-Qur'an? Seperti kurangnya pemahaman tentang hukum
tajwid atau kesulitan dalam penerapan teknik pengucapan yang benar.
Bagaimana metode pembelajaran yang efektif untuk memahami hukum MIM mati
dalam ilmu tajwid? Rumusan masalah ini fokus pada metode atau strategi
pengajaran yang paling efektif untuk membantu pembelajar Al-Qur'an memahami
dan menguasai bacaan MIM mati sesuai hokum tajwid
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. MENGENAL HUKUM MIM-MATI
Hukum Mim mati atau Sukun, taktakalah terjadi Mim mati bertemu Dengan Huruf
Hija-Iyyah, Hukum Mim mati atau Sukun, di bagi menjadi 3 yaitu: Ikhfa’
Syafawi, Idgham mimi, Izh-har Syafawi:
1. Ikhfa’ Syafawi ()إخفاء شفىي
Ikhfa artinya samar, sedangkan syafawi artinya bibir, IKHFA SYAFAWI
terjadi Mim sukun bertemu dengan huruf ( )بcara membacanya samar
samar antar ( )مdan ( )بDitahan dengan 2 ketukan, suara keluar melalui
pankal hidung
2. Idgham mimi Idgham Mutamatsilain ()إدغام هتواثليي
Idghom mimi di sebut juga dengan Idghom mutamasilein, dengan
memasukan huruf ( ) ّمsukun ke ( )مyg berharakat di depan nya,Cara
membacanya di Ghunna (dengung) yg keluar dari pangkal hidung
3. Izh-har Syafawi ()إظهار شفىي
Izhar artinya jelas sedangkan syafawi artinya bibir, Hukum Izh-har
Syafawi terjadi apabila terjadi bertemu dengan huruf Hija-iyyah kecuali
dengan ( )مdan ()ب
3
BAB III
CONTOH-CONTOH HURUF
A. Ikhfa Syafawi
Berikut adalah beberapa contoh Ikhfa Syafawi, yaitu ketika mim mati () ْم
bertemu dengan huruf ( بba):
ت َْر ِهي ِه ْن ِب ِح َجا َرة
Dalam ayat ini, mim mati bertemu dengan huruf ب. Cara membacanya adalah
dengan menyamarkan suara mim dan menahan sedikit di bibir.
َ ٌَُوهُ ْن ِب ْاْل ِخ َر ِة هُ ْن يُى ِق
ىى
Mim mati bertemu dengan huruf بpada kata ِباْل ِخ َر ِة. Bacaan mim harus
disamarkan.
لَهُ ْن بَ ِشير
Mim mati bertemu dengan huruf بpada kata شير
ِ َب, dan dibaca dengan samar.
َك ْن بَثَ ْثٌَا
Mim mati bertemu dengan huruf ب. Suara mim diucapkan dengan samar dan
sedikit ditahan di bibir.
َعلَ ْي ِه ْن ِب َوا
Mim mati bertemu dengan huruf بpada kata بِ َوا, dan bacaan mim disamarkan.
Pada semua contoh di atas, ketika mim mati bertemu dengan huruf ب, cara
membaca harus dengan menyamarkan suara mim sambil menahan sedikit di bibir
untuk menunjukkan efek ikhfa syafawi.
4
B. Idgham Mimi
Cara membaca Idgham Mimi adalah dengan mendengungkan (ghunnah) suara
mim selama 2 harakat. Contoh-contoh Idgham Mimi:
َ لَ ُك ْن َها َك
سبْتُ ْن
Di sini, mim mati pada kata لَ ُك ْنbertemu dengan mim pada kata َها, sehingga
dibaca melebur dengan dengungan.
ُ ًَ ًَُ ْحي
ص ُّدهُ ْن َها
Mim mati bertemu dengan mim berikutnya, yang harus dibaca dengan melebur
(idgham) dan dengung (ghunnah).
ِفي قُلُى ِب ِه ْن َه َرض
Mim mati pada kata قُلُى ِب ِه ْنbertemu dengan huruf mim pada kata َه َرض, sehingga
dibaca dengan lebur dan ghunnah.
ىى ْ أَ ًْتُ ْن ُه
َ سلِ ُو
Di sini, mim mati bertemu dengan huruf mim berikutnya, dan keduanya dilebur
dengan dengungan.
Pada setiap contoh di atas, mim mati bertemu dengan mim lainnya, dan hukum
Idgham Mimi diterapkan dengan meleburkan suara kedua mim tersebut dan
menambahkan ghunnah (dengung) selama dua harakat
5
C. Izhar Syafawi,
Berikut adalah beberapa contoh Izhar Syafawi, yaitu ketika mim mati () ْم
bertemu dengan selain huruf ( بba) dan م (mim):
َ ِّضال
يي َّ َعلَ ْي ِه ْن َو ََل ال
Dalam ayat ini, mim mati bertemu dengan huruf و. Bacaan mim harus jelas tanpa
menyamarkan suara.
َك ْن أَ ْهلَ ْكٌَا
Mim mati bertemu dengan huruf أ. Dibaca dengan jelas tanpa penyamaran.
أَ ًْ َع ْوتَ َعلَ ْي ِه ْن َغ ْي ِر
Mim mati bertemu dengan huruf غ. Suara mim diucapkan secara jelas.
ْيُ ْط ِع ْو ُك ْن ِهي
Mim mati bertemu dengan huruf م kedua, tetapi ada pemisah berupa tanda
sukun dan harakat yang membuatnya tetap izhar syafawi.
Semua contoh di atas menunjukkan bahwa mim mati diikuti oleh huruf selain ب
atau م, sehingga harus dibaca dengan jelas tanpa menyamarkan suara mim.
6
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Mempelajari Ilmu tajwid membantu seseorang membaca Al-Qur'an dengan tepat,
mengikuti aturan pengucapan yang benar sesuai dengan makhraj (tempat
keluarnya huruf) dan sifat huruf. Ini penting agar tidak mengubah arti dari ayat
yang dibaca.
Pengetahuan tentang hukum mim mati penting untuk menjaga ketepatan bacaan
Al-Qur'an sesuai dengan kaidah tajwid.
meminimalisir kesalahan fatal dalam pengucapan huruf-huruf hijaiyah, yang bisa
mengubah makna dari ayat-ayat Al-Qur'an.
B. SARAN
Butuh Pendampingan oleh Guru atau Ustadz
Untuk menguasai hukum MIM mati, penting untuk memahami jenis-jenis
hukumnya, seperti Izhar Syafawi, Ikhfa’ Syafawi, dan Idgham Mimi.
Pembelajar sebaiknya mempelajari setiap hukum ini dengan cermat agar dapat
mengaplikasikannya dengan tepat saat membaca Al-Qur'an. Menghafal teori
tajwid saja tidak cukup. Diperlukan latihan rutin dalam membaca Al-Qur'an untuk
memastikan bahwa penerapan hukum MIM mati dilakukan dengan benar. Latihan
ini bisa dilakukan dengan membaca secara perlahan sambil memperhatikan
hukum-hukum yang berlaku
7
DAFTAR PUSTAKA
CV penerbit DIPONEGORO (jawa barat No. 020/JBA/95)