BAB II
LANDASAN TEORI
II.1 Konsep Dasar Sistem
Berikut adalah beberapa definisi sistem menurut beberapa ahli, diantaranya:
II.1.1 Pengertian Sistem
Dalam arti terminologi, sistem berasal dari bahasa yunani “systema”,
yang artinya “kesatuan”. Sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem (komponen-
komponen) yang saling berhubungan untuk membentuk satu kesatuan sehingga
tujuan atau sasaran sistem dapat dicapai. Suatu sistem adalah suatu kesatuan yang
terdiri dari komponen-komponen yang berusaha untuk mencapai tujuan yang
sama.
Sistem adalah kumpulan komponen atau subsistem yang saling terkait dan
bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. (Asmara, 2016 : 3).
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau
untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. (Andalia dan Setiawan, 2015 : 1)
Dari beberapa pengertian sistem di atas penulis dapat mensimpulkan bahwa
sistem adalah suatu satu kesatuan komponen yang saling berhubungan untuk
mencapai atau menyelesaikan suatu tujuan tertentu.
II.1.2 Karakteristik Sistem
Menurut Sutabri (2012) dalam Ermatita (2016) menjelaskan tentang
karakteristik dari sistem adalah:
a. Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang
bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut
dapat berupa suatu bentuk subsistem.
5
6
b. Batasan Sistem (Boundary)
Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan
sistem lainnya atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini
memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat
dipisah-pisahkan.
c. Lingkungan Luar Sistem (Environtment)
Lingkungan luar sistem adalah bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup
atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut.
d. Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung sistem atau interface adalah media yang menghubungkan sistem
dengan subsistem yang lain.
e. Masukan Sistem (Input)
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat
berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input).
f. Keluaran Sistem (Output)
Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain. Seperti contoh
sistem informasi, keluaran yang dihasilkan adalah informasi, di mana informasi
ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal
lain yang merupakan input bagi subsistem lain.
g. Pengolah Sistem (Process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan
menjadi keluaran.
h. Sasaran Sistem (Objective)
Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministik.
7
II.1.3 Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna
dan lebih berarti bagi penerimanya. Sumber informasi adalah data. Data
kenyataannya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian dan kesatuan
nyata. Kejadian– kejadian (event) adalah kejadian yang terjadi pada saat tertentu.
(Asmara, 2016 : 3).
Menurut Kadir (2008: 31) dalam Hermawan, dkk (2016 : 3) , Informasi
merupakan data yang telah proses sedemikian rupa sehingga meningkatkan
pengetahuan orang yang menggunakan data tersebut. Berdasarkan beberapa
pengertian informasi dari para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa informasi
adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang bernilai bagi penerimanya
dan bermanfaat dalam setiap pengambilan keputusan.
Menurut Hartono (2005:8) dalam Mahaseptiviana , dkk (2014: 2),
“Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan
lebih berarti bagi yang menerimanya”. Siklus ini dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar II.1 . Siklus Informasi (Hartono, 2005) dalam Mahaseptiviana. dkk
(2014: 2).
8
Informasi merupakan aset penting bagi suatu institusi atau organisasi. Oleh
karena itu, informasi harus berkualitas, dijaga, dan dipelihara dengan baik.
Sedangkan kualiatas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu :
1. Akurat
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan. Akurat harus
mencerminkan maksud dan penyampainya harus akurat, dari sumber sampai
penerima informasi.
2. Tepat Waktu
Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi
yang sudah berlalu tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi
merupakan landasan diadakanya pengambilan keputusan. Bila keputusan
terlambat, maka akan berakibat fatal bagi organisasi atau perusahaan.
3. Relevan
Informasi harus mempunyai manfaat bagi pemakainya. Relevansi
informasi untuk tiap-tiap orang berbeda.
II.1.4 Sistem Informasi
Sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari berbagai
komponen yang saling bersatu untuk mencapai suatu tujuan yakni menyediakan
sebuah informasi bagi yang membutuhkan. (Hermawan, dkk , 2016 : 3).
Menurut Iswandy (2015 : 3) sistem informasi merupakan sistem di dalam
suatu organisasi yang berfungsi mengolah transaksi harian, mendukung operasi,
serta menyediakan informasi yang diperlukan bagi pihak yang berkepentingan.
Sistem informasi juga merupakan seperangkat komponen saling berhubungan dan
berintegrasi yang berfungsi memproses, mendistribusikan, serta menyimpan
informasi guna mendukung keputusan dan pengawasan di dalam suatu organisasi.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen yang saling berhubungan,
mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk
menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi.
( Yuliawan. dkk, 2013 : 3).
9
II.1.5 Komponen Sistem Informasi
Didalam buku “Konsep Sistem Informasi” oleh Tata Sutabri. (2012:39)
dalam Arman menyebutkan tentang komponen sistem informasi yaitu:
1. Blok Masukan(Input Block)
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input yang
dimaksud adalah metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan,
yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2. Blok model(model block)
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang
akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan dibasis data dengan cara
yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. Blok Keluaran (output block)
Keluaran merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna
untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. Blok Teknologi(technologi block)
Teknologi merupakan ’’tool box’’ dalam sistem informasi. digunakan untuk
menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data,
menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari
sistem secara keseluruhan.
5. Blok Basis Data (database block)
Merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama
lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak
untuk memanipulasinya.
6. Blok Kendali (control block)
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti kecurangan,
kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan dan sabotase. Beberapa
pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal – hal
yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan
– kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
10
II.1.6 Manfaat Sistem Informasi
Menurut Saputra (2015 : 2) Sistem informasi di kembangkan dan di
bangun karena memiliki manfaat yang besar bagi komponen sistem. Manfaat
tersebut dapat diklasifikasi sebagai berikut :
1. Mengurangi biaya.
2. Mengurangi kesalahan kesalahan.
3. Meningkatkan kecepatan aktifitas.
4. Meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen
II.2 Sistem Administrasi Akademik
II.2.1 Pengertian Administrasi Akademik
Secara estimologis, kata administrasi berasal dari bahasa latin tang terdiri
dari kata ad yang berarti intensif dan administraire yang berarti to serve
(melayani). Menurut Oxford Advance Learner‘s Dictionary of Current English
(1974) menyebutkan bahwa administrasi berasal dari bahasa Inggris yaitu
administration, yang bentuk infinitifnya adalah to administer,yang diartikan
sebagai to manage (mengelola) atau to direct (menggerakkan) (Nawawis, 2010).
Pengertian administrasi dapat diklasifikasikan menjadi dua katagori yaitu
(Alamsyah & Muffie, 2002 dalam Nawawis 2010).
1. Pengertian administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan penyusunan dan
pencatatan data dan informasi secara sistematis dengan maksud untuk
menyediakan keterangan serta memudahkan memperolehnya kembali secara
keseluruhan dan dalam hubungannya satu sama lain. Administrasi dalam arti
sempit inilah yang sebenarnya lebih tepat disebut tata usaha (clerical work / office
work).
2. Pengertian administrasi dalam arti luas adalah kegiatan kerjasama yang
dilakukan sekelompok orang berdasarkan pembagian kerja sebagaimana
ditentukan dalam struktur dengan mendayagunakan sumber daya-sumber daya
untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Jadi administrasi dalam arti luas memiliki arti unsur-unsur yaitu sekelompok
orang, kerjasama, pembagian tugas secara terstruktur, kegiatan yang runtut dalam
proses, tujuan yang akan dicapai, dan memanfaatkan berbagai sumber.
11
Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa admistrasi akademik pada
suatu perguruan tinggi mengarah pada semua kegiatan yang dilakukan oleh civitas
akademika (dalam hal ini mahasiswa dan dosen) yang terkait dengan proses
akademik di perguruan tingggi tersebut, dari proses mahasiswa diterima sampai
lulus atau menamatkan studinya di perguruan tinggi.
II.2.2 Sistem Informasi Kepegawaian
Kepegawaian adalah seluruh kegiatan yang berhubungan dengan
kepentingan pegawai. Dalam penjelasan umum Undang-Undang No 8 tahun 1974
tentang pokok-pokok kepegawaian dikatakan bahwa yanng di maksud dengan
kepegawaian adalah segala hal yang berhubungan dengan kedudukan,kewajiban
hak dan pembinaan pegawai negeri. Pegawai adalah setiap orang yang
menyumbangkan jasanya kepada suatu badan usaha baik kepada badan usaha
swasta (pegawai swasta) maupun kepala badan usaha pemerintah (pegawai
pemerintah atau pegawai negeri). Pegawai negeri adalah mereka yang memenuhi
syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang
berlaku,diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu
jabatan negara atau diserahi tugas negara lainnaya yang ditetapkan berdasarkan
suatu peraturan perundang-undangan dan digaji menurut peraturan perundang-
undangan yang berlaku (IG Wursanto,1989).
Sistem informasi kepegawaian merupakan sistem informasi yang digunakan
untuk memenuhi untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan kepegawaian yang
efektif dan efesien. Sistem informasi kepegawaian dapat menghasilkan suatu
platform data dan informasi yang memungkinkan dihasilkan output laporan yang
berguna untuk kepentingan manajerial. Dengan demikian,pengambil keputusan
dapat mengelola informasi tersebut menjadi bahan untuk pengambilan keputusan
yang valid dan akurat.
Secara spesifik tujuan dari pengembangan Sistem Informasi Kepegawaian
adalah untuk mendukung integritas data,kemudian pengaksesan, dan kemudian
pengelolaan sehingga dapat mendukung kelancaran pelaksanaan dan fungsi dalam
bidang administrasi kepegawaian yang efektif dan [Link] sistem
informasi kepegawaian berguna bagi pengambil keputusan untuk me-manag
12
SDM,sehingga dapat meningkatkan mutu dan kredibilitas layanan secar
menyeluruh,baik layanan yang berhubungan dengan pihak-pihak di luar institusi
maupun internal institusi itu sendiri.
Sistem ini bertujuan untuk membantu lembaga-lembaga yang terkait dengan
proses kenaikan pangkat dalam pemberkasan data-data yang akan disimpan dalam
database,sistem akan menghitung angka kredit dari data yang telah diinput.
Dengan demikian perhitungan yang diproleh merupan hasill yang valid dan
akurat.
II.3 Dosen
II.3.1 Pengertian Dosen
Dosen adalah pendidik prefesional dan ilmuan dengan tugas utama
mentransformasikan,mengembangkan dan menyebarkan luaskan ilmu
pengetahuan,teknologi,dan seni melalui pendidikan,penelitian,dan pengabdian
kepada masyarakat.
1. Profesi Dosen
Profesi dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilakukan
berdasarkan prinsip sebagai berikut:
1. Memiliki bakat,minat,panggilan jiwa,dan idealisme
2. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu
pendidik,keimanan,ketakwaan,dan akhlak mulia
3. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan
bidang tugas.
4. Memiliki kopetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas
5. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan keprofesional.
6. Memperoleh penghasilahan yangditentukan sesuai prestasi kerja
7. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas
keprofesional
8. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesional secara
berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
13
Dosen wajib memiliki kualitas akademik,kompetensi,srtifikat pendidik,sehat
jasmani dan rohani,dan memenuhi kualitas lain yang dipersyaratkan satuan
pendidikan tinggi tempat bertuugas,serta memiliki kemampuan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
2. Kualifikasi Akademik
Dosen harus memiliki kualifikasi akademik yang diproleh melalui pendidikan
tinggi program pancasarjana yang terakreditasi sesuai bidang keahlian,minimum:
1. Lulusan program megister untuk program diploma atau program sarjana
2. Lulusan program doktor untuk program pascasarjana
3. Hak dan Kewajiban
1. Dalam melaksanakan tugas keprofesional dosen berhak
2. Memproleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan
kesejahteraan sosial
3. Mendapatkan promosi dan penghargaan dengan tugas dan prestasi kerja
4. Memproleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan
intelektual
5. Memproleh kesempatan untuk menungkkatkan kompetensi,akses sumber
belajar,informasi,sarana,dan prasarana pembelajaran,serta penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat
6. Memiliki keterbatasan akademk,number akademik,dan otonomi keilmuan
7. Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan menentukan kelulusan
peserta didik.
Dalam melaksankan tugas keprofesian dosen berkewajiban:
1. Melaksanakan pendidikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
2. Merencanakan,melaksanakan proes pembelajaran serta melalui dan
mengevaluasi hasil pembelajaran
3. Meningkatkan dan mengembngkankualitas akademik dan kompetensi secara
berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi,dan
seni
4. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis
kelamin,agama,suku,ras,kondisi fisik tertentu,atau latar belakang
sosioekinomi peserta didik dalam pembelajaran
14
5. Menjungjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik
serta nilai-nilai agama dan etika data
6. Memilihara dan memupuk persatuan dan kesatuan negara.
II.3.2 Jabatan,Pangkat dan Angka Kredit Dosen
Jabatan seorang dosen dalam melaksanakan kegiatan tridharma pergurun
tinggi merupakan suatu jabatan fungsional. Untuk dapat diangkat ke jabatan yang
lebih tinggi(keanikan pangkat),seorang dosen harus dapat mengumpukan angka
kredit yang diperlukan untuk jabatan yanng lebih tinggi tersebut. Nama
jabtan,jumlah angka kredit yang dibutuhkan untuk naik jabatan yang lebih
tinggi,dan angka kredit kumulatif minimal yang harus dipunya sorng dosen untuk
dapat diangkat pada jabatan tersebut pada tabel di bawah ini:
Berikut ini jenjang jabatan/pangkat dosen untuk dapat diangkat pada
masing-masing jabatan dan pangkkat tersebut,dosen bersangkutan harus
memenuhi jumlah angka kredit yang dimaksud.
Tabel II.1 Angka Kredit Kumulatif Minimal
Jabatan Pangkat Golongan Angka Kredit
Asisten Ahli Penata Muda III/a 100
Penata Muda III/b 150
Tk.I
Lektor Penata III/c 200
Penata Tk.I III/d 300
Lektor Kepala Pembina IV/a 400
Pembina Tk.I IV/b 550
Pembina Utama IV/c 700
Muda
Guru Besar Pembina Utama IV/d 850
atau Profesor Madya
Pembina Utama IV/e 1050
15
II.3.2 Kenaikan Jabatan dan Pangkat
Pengusulan kenaikan jabatan baru dapat dilakukan oleh dosen
bersangkutan setelah menduduki jabatan terakhirnya selama sekurang-kuranngnya
1(satu) tahun,dan memenuhi syarat-syarat umum dan khusus lainnya sesuai
ketentuan yang berlaku([Link].36/D/O?2001). salah satu syarat khusus
tersebut pada kenaikan jabatan adalah terpenuhinya atau diprolehnya jumlah
minimal angka kredit yang diperlukan yaitu selisih antara angka kredit jabatan
baru yang diusulkan dengan angka kredit jabatan terakhir. Jumlah tambahan
angka kredit tersebut diproleh dari bidanng kegiatan(unsur) dan sub bidang
kegiatan (sub unsur) sebagi berikut:
a. Unsur utama (Tridharma)
1. Pendidikan dan pengajaran
2. Penelitian,dan
3. Pengabdian kepada masyarakat
b. Unsur Penunjang (Penunjang Tridharma)
Tambahan angka kredit tersebut memenuhi ketentuan di bawah ni:
a. Sekurang-kurangnya 80% berasal dari Unsur Utama,dengan penjabaran
sebagai berikut:
1. Pendidikan dan pengajaran = 30%(minimal)
2. Penellitian = 25% (minimal)
3. Pengabdian kepada masyarakat = 15%(maksimal) dengan catatan tidak boleh
kosong (harus ada).
II.3.3 Landasan Hukum
Berdasarkan Keputusan Mentri Pendidikan Nasional Nomor:36/D/O?2001
landasan hukum kenaikan pangkat dosen antara lain:
i. Undang-Undang
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidik Nasional
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen.
16
ii. Peraturan Pemerindah
1. Peraturn pemerindah Nomor 37 Tahun 2009 tentanng Dosen
2. Peraturan Pemerindah No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
iii. Peraturan Menteri
1. Keputusan Menteri Negara Kordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan
Pendayagunaan Aparatur Negeri Nomor 38/KEP/[Link]/8/1999
tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.
2. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan kepala Badan
Kepegawaian Negara Nomor 61409/PK/KP/1999 dan Nmor 181 Tahun 1999
tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.
3. Keputusan Menteri penddikan Nasional Nomr 074/U/200 tentang Tata kerja
Tim Penilai dan Tata cara PenilaianAngka kredit Jabatan Dosen Penguruan
Tinggi.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36/D/O?2001 tentang
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Dosen
5. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
Nomor:PER/60/[Link]/6/2005 tentang perubahan Atas Ketentuan Lampiran I
dan atau Lampiran II keputusan Menteri pendayagunaan Aparatur Negara
tentang Jabatan Fungsional dan Angka kreditnya
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2009 tentang
Penilaian Ijasah Lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 tahun 2009 tentang
Pedoman Pemberian Tugass Belajar Bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan
Depdiknas
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 67 Tahun 2009 tentang
Akreditasi berkala Ilmiah
9. Peraturan Menteri Pendidikan nasional nomr 68 tahun 2009 tentang Pedoman
Akrditasi Berkah Ilmiah
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 tahun 2010 tenyang
pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.
17
II.3.4 Surat Edaran/Peraturan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi
1. Surat Surat Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor:3800/D/C/2000
tanggal 24 Oktober 2000 tentang Persyaratan Jurnal Ilmih Terakreditasi Bagi
Usul Penetapan Angka Kredit Jabatan Akademik Lektor Madya Ke Bawah
2. Surat Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor:3931/D/T/2001 tanggal 26
Desember 2001 tentang Persyaratan Menulis Artikel di Jurnal Ilmiah
Terakreditsi untuk Kenaaikan Jabatan Dosen
3. Surat Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor:080/D/C/2002 tanggal 18
Januari 2002 tentang Penjelasan Penilaian Angka Kredit
4. Surat Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor:1596/DI3/C2002 tanggal 6
Mei 2002 tentang Penjelasan Jabatan Dosen
5. Surat Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor:859/D/T2002 tanggal 6 Mei
2002 tentang Penjelasan Persyaratan Kenaikan Jabatan Dosen
6. Surat Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor:3833/D/C/2005 tanggal 15
Nopember 2005 tentang Penjelasan Angka Kredit Jabatan Dosen.
7. Surat Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor: S1785/D/2006 tanggal 29
Mei 2006 tentang Penjelasan dalam Jabatan Guru Besar.
8. Peraturan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan
Nasional Republik Indonesia Nomor 82/DIKTI/Kep/2009 tentang Pedoman
penilaian Ijasah Lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri.
II.3.5 Surat direktur Pembinaan Pendidikan Tenaga kependidikan Dan
Ketenagaan Perguruan Tinggi
1. Surat Direktur Pembinaan Pendidikan Tegana Kependidikan dan Ketenagaan
Perguruan Tinggi Nomor:1122/D4/2002 tanggal 17 Mei 2002 tentang usulan
jabatan Fungsional Dosen
2. Surat Direktur Pembinaan Pendidikan Tegana Kependidikan dan Ketenagaan
Perguruan Tinggi Nomor:128/D4.4/2002 tanggal 5 Juni 2002 tentang Acuan
Penilaian Angka Kredit Dosen
3. Surat Direktur Pembinaan Pendidikan Tegana Kependidikan dan Ketenagaan
Perguruan Tinggi Nomor:1516/D4/2002 tanggal 28 Juni 2002 tentang
Persyaratan Menjadi Guru Besar
18
4. Surat Direktur Pembinaan Pendidikan Tegana Kependidikan dan Ketenagaan
Perguruan Tinggi Nomor:277/D4/2003 tanggal 4 September 2003 tantang
Jumlah Angka Kredit Dosen Non PNS dalam Jabatan Fungsional Dosen yang
sama
5. Surat Direktur Pembinaan Pendidikan Tegana Kependidikan dan Ketenagaan
Perguruan Tinggi Nomor:3166/D4/2003 tanggal 15 Oktober 2003 tentang
Penilaian Angka Kredit Dosen.
II.3.6 Prinsip Penilaian
Dalam pelaksanaan penilaian angka kredit dosen dianut empat prinsip
penilaian yaitu adil objektif,akuntabel,serta transparan dan bersifat mendidik.
Adapun pengertian untuk setiap prinsip terebut adalah sebagai berikut:
a. Adil
Setiap usulan diperlakukan sama dan dinilai dengan kriteri penilaian yang
sama.
b. Objektif
Penilaian dilakukan terhadap bukti-bukti yang diusulkan dan dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya serta dinilai dengan kriteria penilaian
yang jelas.
c. Akuntabel
Hasil penilaian dapat dijelaskan dan dipertanggungjawabkan pertimbangan
dan alasannya.
II.3.7 Penetapan Angka Kredit
Menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor:36/D/O/2001
Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penelian Angka Kredit Jabatan Dosen
Pasal 9 menyatakan bahwa:
(1). Untuk pengusulan Penetapan Angka Kredit,dosen harus mengisi Daftar Usul
Penetapan Angka Kredit dan surat-surat peryataan melaksanakan kegiatan
Tridharma dan penjang Tridharma Penguruan Tinggi.
(2). Setiap usul penetapan Angka Kredit dosen harus dinilai secara seksama oleh
Tim Penilai yang dilakukan setiap saat tanpa harus menunggu terpenuhinya syarat
19
masa dalam jabatan dan pemberian angka kreditnya harus mempertimbangkan
kelayakan perhitungan angka kredit perkelompok jabatan akademik.
(3) Hasil Tim Penilaian ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan
angka kredit.
(4) Usul kenaikan jabatan dan pangkat setelah penyesuaian serta perlu tidaknya
persyaratan angka kredit sesuai dengan masa dalam jabatan dan pangkat trakhir.
II.4. UML (Unified Modeling Language)
II.4.1 Pengertian UML
UML singkatan dari Unified Modeling Language berarti bahasa
pemodelan standar. Menurut Chonoles (2003) dalam (Prabowo, 2011)
mengatakan sebagai bahasa, berarti UML memiliki sintaks dan semantik. Ketika
pengguna membuat model menggunakan konsep UML ada aturan-aturan yang
harus diikuti. UML bukan hanya sekedar diagaram, tetapi juga menceritakan
konteksnya.
UML diaplikasikan untuk maksud tertentu, biasanya antara lain untuk :
1. Merancang perangkat lunak.
2. Sarana komunikasi antara perangkat lunak dengan proses bisnis.
3. Menjabarkan sistem secara rinci untuk analisa dan mencari apa yang
diperlukan sistem.
4. Mendokumentasi sistem yang ada, proses-proses dan organisasinya.
II.4.2 Diagram – Diagram UML
II.4.2.1 Diagram Use Case
Use case menggambarkan external view dari sistem yang akan dibuat
modelnya. (Pooley, 2003) dalam (Prabowo, 2011) mengatakan bahwa model use
case dapat dijabarkan dalam diagram use case, tetapi yang pelu di ingat, diagram
tidak identik dengan model karena model lebih luas dari diagram.
Komponen pembentuk diagram use case adalah:
1) Aktor (actor), menggambarkan pihak-pihak yang berperan dalam sistem
2) Use case, aktivitas/sarana yang disiapkan oleh bisnis/sistem.
20
Hubungan (link), aktor mana saja yang terlibat dalam use case ini. Elemen
use case diagram dapat dilihat pada tabel II.2
Tabel II.2 Elemen Use Case Diagram
Simbol Deskripsi
Use case Fungsionaltas yang disediakan sistem sebagai
Nama use
unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau
case aktor; biasanya dinyatakan dengan menggunakan
kata kerja di awal di awal frase nama use case.
Aktor / actor Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi
dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar
sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi
walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang,
tapi aktor belum tentu merupakan orang; biasanya
dinyatakan menggunakan kata benda di awal frase
Nama actor nama aktor.
Asosiasi / association Komunikasi antara aktor dan use case yang
berpartipasi pada use case atau use case memiliki
interaksi dengan aktor.
Ekstensi / extend Relasi use case tambahan ke sebuah use case
dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri
<<extend>> sendiri walau tanpa use case tambahan itu; mirip
dengan prinsip inheritance pada pemrograman
berorientasi objek; biasanya use case
tambahanmemiliki nama depan yang sama dengan
use case yang ditambahkan.
Generalisasi / Hubungan generalisasi dan spesialisasi (umum-
generalization khusus) antara dua buah use case dimana fungsi
yang lebih umum dari lainnya.
Include Relasi use case tambahan ke sebuah use case
dimana use case yang ditambahkan memerlukan
<<include>> use case ini untuk menjalankan fungsinya atau
21
sebagai syarat di jalankan use case ini.
Sumber : Rosa A. S dan M. Shalahuddin, 2016
II.4.2.2 Diagram Class
Diagram kelas merupakan kumpulan kelas-kelas objek. Oleh karena itu
pengertian kelas sangat penting sebelum merancang diagram kelas. (Whitten,
2004) dalam (Prabowo, 2011) mengartikan kelas sebagai satu set objek yang
memiliki atribut dan perilaku yang sama. Kelas kadang-kadang disebut kelas
objek (object class).
Secara teknis, (Pender, 2003) dalam (Prabowo, 2011) mengartikan sebuah
kelas sebagai suatu definisi sumber daya yang termasuk di dalamnya informasi-
informasi yang menggambarkan fitur suatu entitas dan bagaimana
penggunaannya. Jadi diagram kelas menggambar “fisik” sistem yang akan kita
buat.
UML menyarankan cara pemberian nama yang baik:
1. Dimulai dengan huruf besar.
2. Ditengah pada kompartemen bagian atas.
3. Ditulis dengan cetak tebal.
4. Ditulis dengan cetak italic jika kelas tersebut abstrak. Elemen class diagram
dapat dilihat pada tabel II.3
Tabel II.3 Elemen Class Diagram
Simbol Deskripsi
Kelas Kelas pada struktur sistem
nama_kelas
+atribut
+operasi()
Antarmuka / interface Sama dengan konsep interface dalam pemrograman
berorientasi objek.
nama_interface
22
asosiasi / asociation Relasi antar kelas dengan makna umum, asosiasi
biasanya juga disertai dengan multiplicity.
Asosiasi berarah / Relasi antarkelas dengan makna kelas yang satu
directed asociation digunakan oleh kelas yang lain, asosiasi biasanya
juga disertai dengan multiplicity.
>
Generalisasi relasi antarkelas dengan makna generalisasi-
spesialisasi (umum – khusus).
Kebergantungan / Relasi antarkelas dengan makna kebergantungan
dependency antar kelas.
>
Agregasi / aggregation Relasi antarkelas dengan makna semua bagian-
(whole-part)
Sumber : Rosa A. S dan M. Shalahuddin, 2016
II.4.2.3 Diagram Aktivitas
Diagram aktivitas lebih memfokuskan diri pada eksekusi dan alur
sistem dari pada bagaimana sistem itu dirakit. Diagram aktivitas menunjukkan
aktivitas sistem dalam bentuk kumpulan aksi-aksi. Dalam pemodelan bisnis,
diagram ini menggambarkan aktivitas yang dipicu oleh kejadian-kejadian. Elemen
Aktivitas diagram dapat dilihat pada tabel II.4
Tabel II.4 Elemen Activity Diagram
Simbol Deskripsi
status awal Status awal aktivitas sistem, sebuah
diagram aktivitas memiliki sebuah status
awal.
aktivitas Aktivitas yang dilakukan sistem, aktivitas
biasanya diawali dengankata kerja
aktivitas
23
Percabangan / decision Asosiasi percabangan dimana jika ada
pilihan aktivitas lebih dari satu.
penggabungan / join Asosiasi penggabungan dimana lebih dari
satu aktivitas digabungkan menjadi satu.
status akhir Status akhir yang dilakukan sistem, sebuah
diagram aktivitas memiliki sebuah status
akhir,
Swimlane Memisahkan organisasi bisnis yang
bertanggung jawab terhadap aktivitas yang
nama swimlane
terjadi.
Sumber : Rosa A. S dan M. Shalahuddin, 2016
II.4.2.4 Diagram Interaksi (Sequence Diagram)
Diagram Class dan diagram Object merupakan suatu gambaran model
statis. Namun ada juga yang bersifat dinamis, seperti Diagram Interaksi / sequence
diagram. Diagram sequence merupakan salah satu diagram Interaction yang
menjelaskan bagaimana suatu operasi itu dilakukan; message (pesan) apa yang
dikirim dan kapan pelaksanaannya. Diagram ini diatur berdasarkan waktu. Obyek-
obyek yang berkaitan dengan proses berjalannya operasi diurutkan dari kiri ke
kanan berdasarkan waktu terjadinya dalam pesan yang terurut.
Elemen Sequence diagram dapat dilihat pada tabel II.5
Tabel II.5 Elemen Sequence Diagram
24
Simbol Deskripsi
Aktor Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi
dengan sistem informasi yang akan di buat diluar
sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri,
jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar
nama aktor orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang;
atau biasanya dinyatakan menggunakan kata benda di
awal frase nama aktor.
Nama_aktor
tanpa waktu aktif
Garis hidup / lifeline Menyatakan kehidupan suatu objek.
Objek Menyatakan objek yang berinteraksi pesan.
Nama objek : nama kelas
Waktu aktif Menyatakan objek dalam keadaan aktif dan
berinteraksi, semua yang terhubung dengan
waktu aktif ini adalah sebuah tahapan yang
dilakukan di dalamnya..
Pesan tipe create Menyatakan suatu objek untuk membuat objek
<<create>> yang lain, arah panah mengarah pada objek yang
di buat.
Pesan tipe call Menyatakan suatu objek memanggil operasi /
metode yang ada pada objek lain atau dirinya
1: nama_metode() sendiri.
25
Pesan tipe send Menyatakan bahwa suatu objek mengirimkan
data / masukan / informasi ke objek lainnya, arah
1: masukan panah mengarah pada objek yang dikirimi.
Pesan tipe return Menyatakan bahwa suatu objek yang telah
menjalankan suatu operasi atau metode
1: keluaran menghasilkan suatu kembalian ke objek tertentu,
arah panah mengarah pada objek yang menerima
kembalian.
Pesan tipe destroy Menyatakan suatu objek mengakhiri hidup objek
yang lain, arah panah mengarah pada objek yang
<<destroy>> diakhiri, sebaiknya jika ada create maka ada
destroy.
Sumber : Rosa A. S dan M. Shalahuddin, 2016
II.5 Pengenalan Android
II.5.1 Pengertian Android
Android adalah sebuah sistem operasi telepon seluler dan komputer table
layar sentuh (touchscreen) yang berbasis linux. Pada awal mulanya, android inc
merupakan sebuah perusahaan software kecil yang didirikan pada bulan oktober
2003 di Polo Alto, Californi, USA. Didirikan oleh beberapa senior di beberapa
perusahaan yang berbasis IT dan Communication; Andy Rubin, Rich Miner ,Nick
Sears, Chris White. Menurut Rubin, Android Inc didirikan untuk mewujudkan
mobile device yang lebih peka terhadap lokasi dan preferensi pemilik. Dengan
kata lain, Android Inc ingin mewujudkan mobile yang lebih mengerti pemiliknya.
II.5.2 Sejarah Android
Konsep yang dimiliki Android Inc ternyata menggugah minat Google
untuk memilikinya. Pada bulan Agustus 2005, akhirnya Android Inc diakuisisi
26
oleh Google Inc. Seluruh sahamnya dibeli oleh Google. Banyak yang
memperkirakan nilai pembelian Android Inc oleh Google adalah sebesar USD 50
juta. Saat itu banyak berspekulasi bahwa akuisisi ini adalah langkah awal yang
dilakukan Google untuk masuk ke mobile phone. Andy Rubin , Rich Miner, Nick
Sears, Chris White tetap di Android Inc yang dibeli Google, sehingga akhirnya
mereka semua menjadi bagian dari raksasa Google dan sejarah Android. Saat
itulah mereka mulai menggunakan platfor Linux untuk membuat sistem operasi
bagi mobile phone.
Saat ini terhadap dua jenis distributor sistem operasi ini didunia. Pertama
yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Service (GMS),
dan yang kedua adalah yang benar-benar bebas distribusinya tanpa dukungan
langsung dari Google atau atau dikenal dengan Open Handset Distibution(OHD).
Sistem operasi ini membuka pintu untuk para developer untuk mengembangkan
software ini dengan Android SDK ( Software Development Kit), yang
menyediakan tool dan API yang dibutuhkan untuk memulai mengembangkan
aplikasi pada platfor Android menggunakan pemograman java.
Hal ini membuka kesempatan bagi para penggemar open source untuk ikut
terjun mengembangkan sistem operasi Android. Kemudian mulai bermunculan
berbagai komunitas yang membangun dan berbagai sistem Android berbasis
firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti PLAC
lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada
MicroSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan
menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan
dalam firmware.
Pada bulan September 2007, Google mulai mengajukan hak peten aplikasi
telepon seluler. Disusul dengan dikenalkannya perangkat seluler Android yang
pertama pada tahun 2008, yaitu HTC Dream yang menggunakan Android versi
1.0. Hadirnya HTC Dream telah mendorong perusahaan-perusahaan perangkat
keras lainnya untuk ikut menggunakan sistem operasi Android. Kemudian pada
tahun 2008 terdapat beberapa perusahaan yang ikut bergabung dalam Android
Arm Holdings, yaitu Atheros Communication diproduksi oleh Asustek Computer
27
Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group
Plc.
Saat ini, sistem operasi Android menjadi pilihan yang menguntungkan bagi
banyak vendor smartphone, karena memiliki biaya lisensi yang lebih murah dan
sifatnya yang semi-open source. Sealain itu, Android tentunya juga akan support
dengan berbagai layanan dari Google. Samsung menjadi vendor Android yang
paling suskses setelah memperkenalkan handset Android nya yang diberi nama
Samsung Galaxy. Dengan dukungan berbagai vendor Smartphone saat ini,
Android telah berhasil menumbangkan Apple sebagai sistem operasi yang paling
baik digunakan. Android kini telah menguasai 59% penjualan smartphone dan
tablet didunia.
II.5.3 Arsitektur Android
Google menibaratkan Android sebagai sebuah tumpukan software. Setiap
lapisan dari tumpukan menghimpun beberapa program yang mendukung fungsi-
fungsi spesifik dari sistem operasi. Berikut ini susunan dari lapisan-lapisan
tersebut jika di lihat dari lapisan dasar hingga lapisan teratas. Lihat gambar II.1
1. Linux Kernel
Tumpukan paling bawah pada arsitektur Android ini adalah kernel. Google
menggunkan kernel Linux versi 2.6 untuk membangun sistem Android, yang
mencangkup memory management, security setting, power management, dan
beberapa driver hardware.
Kernel berperan sebagai abstraction layer antara hardware dan keseluruhaa
software. Sebagai contoh, HTC GI dilengkapi dengan kamera. Kernel Android
terdapat driver kamera yang memungkinkan pengguna mengirimkan perintah ke
hardware kamera.
2. Android Runtime
Lapisan setelah kernel linux adalah Android Runtime. Android Runtime ini
berisi Core Libraries dan Dalvik Virtual Machine.
a. Core Libraries
28
Mencangkup serangkaian inti library Java, artinya Android menyertakan satu
set library-library dasar yang menyediakan sebagian besar fungsi-fungsi yang ada
pada library-library dasar bahasa pemograman Java.
b. Dalvik
Dalvik adalah Java Virtual Machine yang memberi kekuatan pada sistem
Android. Dalvik VM ini di optimalkan untuk telepon seluler. Setiap apikasi yang
berjalan pada processnya sendiri, dengan instance dari Dalvik Virtual Machine.
Dalvik telah dibuat sehingga sebuah piranti yang memakainya dapat menjalankan
multi Virtual Machine dengan efisien. Dalvik VM dapat mengeksekusi file
dengan format Dalvik Excecutable (dex) yang telah di optimasi untuk
menggunakan minimal memory footprint.
Virtual Machine ini register-based, dan menjalankan class-class yang
dicompile menggunakan compiler Java yang kemudian ditransformasi menjadi
[Link] mengunakan “dx” tool yang telah disertakan. Dalvik Virtual Machine
(VM) menggunakan karnel Linux unuk menjalankan fungsi-fungsi seperti
threading dan low-level memory management.
3. Libraries
Bertempat di level yang sama dengan Android Runtime adalah Libraries.
Android menyertakan satu set library-library dalam bahasa C/C++ yang
digunakan oleh berbagai komponen yang ada pada sistem Android. Kemampuan
ini dapat diakses oleh programmer melewati Android application framework.
Sebagai contoh Android mendukung pemutaran format audio, vidio, dan gambar.
Berikut ini beberapa core library tersebut:
1. System C library
Diturunkan dari implementasi standard C System library (libc) milik BSD,
dioptimasi untuk piranti embedded berbasis Linux.
2. Media libraries
Berdasarkan PacketVidio’s OpenCORE; library-library ini mendukung
playback dan recording dari berbadai format audio and vidio populer,
meliputi MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, and PNG
3. Surface Manager
29
Mengatur akses pada display dan lapisan composites 2D and 3D graphic
dari berbagai aplikasi.
4. LibWebCore
Web browser engine modern yang mensupport Android browser maupun
embeddable web view.
5. SGL
The underlying 2D graphics engine
6. 3D libraries
Implementasi berdasarkan OpenGL ES.1.0 APIs; library ini menggunakan
hardware 3D acceleration dan highly optimized 3D software rasterizer.
7. FreeType
Bitmap dan vector font rendering
8. SQLite
Relational database engine yang powerful dan ringan tersedia untuk semua
aplikasi.
4. Application Framework
Lapisan selanjutnya adalah Application Framework yang mencangkup
program untuk mengatur fungsi-fungsi dasar smartphone. Application Framework
merupakan serangkaian tool dasar seperti alokasi resource smartphone, aplikasi
telepon, pergantian antar-proses atau program, dan pelacakan lokasi fisik telepon.
Para pengembang aplikasi memiliki aplikasi penuh kepada tool-tool dasar
tersebut, dan memanfaatkanya untuk menciptakan aplikasi yang lebih kompleks.
Programmer mendapatkan akses penuh memanfaatkan API-API (Android
Protocol Interface) yang juga digunakan core application. Arsitektur aplikasi
didesain untuk menyerderhanakan pemakian kembali komponen-komponen,
setiap aplikasi dapat menunjukkan kemampuannya dan aplikasi lain dapat
memakai kemampuan tersebut.
Mekanisme yang sama memungkinkan pengguna mengganti kompone-
komponen yang di kehendaki. Di dalam semua aplikasi terdapat servis dan sistem
yang meliputi:
30
1. Satu set views yang dapat gigunakan untuk membangun aplikasi meliputi
lists, grids, text boxes, buttons, dan embeddable web browser.
2. Content Providers yang memungkinkan aplikasi untuk mengakses data
dari aplikasi lain (misalnya Contacts), atau untuk membagi data yang
dimilikinya.
3. Resource Manager, menyediakan akses ke non-code resources misalnya
localized strings, grapics, dan layout files
4. Activity Manager yang memanage life cycle of dari aplikasi dan
menyediakan common navigation backstack.
5. Application
Di lapisan teratas bercokol aplikasi itu sendiri. Di lapiasan ini lah anda
menemukan fungsi-fungsi dasar smartphone seperti menelepon dan mengirim
pesan singkat , menjalankan web browser, mengakses daftar kontak, dan lain-lain.
Bagi rata-rata pengguna, lapisan inilah yang paling sering mereka akses. Mereka
mengakses fungsi-fungsi dasar tersebut melalui user interface.
Berikut adalah gambar dari arsitektur android.
31
Gambar. II.2 . Arsitektur Platform Android
Sumber: (Wandy dkk, 2013 : 3)
II.5.4 Perkembangan versi OS Android
Keunikan dari nama sistem operasi (OS) Andriod adalah dengan
menggunakan nama makanan hidangan penutup(Dessert). Selain itu juga nama-
nama OS Android memiliki huruf awal beruruten sesuai
adjad;Cupcake,Donut,Eclair,Froyo,Gingerbread,HoneyComb,Ice Creame,Jelly
Bean. Namun juru bicara Google,Randall Sarafa enggan memberi tahu
[Link] hanya menyatakan bahwa pemberian nama-nama itu merupakan
hasil keputusan internal dan Google memilih tampil sedikit ajaib dalam hal ini.
1. Android Beta
Pertama kali diiris pada 5 Novmber 2007,kemudian pada 12 November 2007
Software Development Kit(SDK) diris oeh Google.
32
2. Android 1.0 Astro
Pertama kali diiris pada 23 September 2008. Sebenarnya Android versi
pertama ini akan dinamai dengan nama “Astro” tapi karna alasan hak cipta dan
trademark nama “Astro” tidak jadi diselamatkan pada versi pertama dari OS
Android ini. HTC Dream adaah ponsel pertama yang menggunakan OS ini.
3. Androd 1.1 Bender
Permata kali diiris pada 9 Februari 2009. Versi kedua android ini juga
mengalami masalah penamaan yang sema dengan versi pertamanya. Pada awalnya
Android ini akan diberi nama “Bender” akan tetapi alasan menlanggar
trademark,nama”Bender” tidak jadi diselamatkan pada versi Android ini.
Awalnya versi OS Android ini diiris untuk perangkat T-Mobile GI saja. Versi ini
merupakan update untuk memperbaiki beberapa bugs,mengganti API dan
menambahkan beberapa fitur.
4. Android 1.5 Cupcake
Pertama kali diiris pada 30 April 2009. Mulai versi Android imi pnamaan
menggunakan nama makanan pencuci mulut (dessert) mulai digunakan karena ini
merupakan versi yang ketiga maka penamaan diawali dengan huruf “C” dan
jadilah “Cupcake” menjadi nama resmi versi OS Android ketiga ini. OS ini
berbasiskan pada Kernel Linux 2.6.27 dan menambahkan beberapa udate serta UI
baru dari versi Android sebelumnya.
Mulai terdapat “widget” yang dapat dibesar kecilkan. Kemudian ditambah
kemampuan untuk meng-upload video dan gambar ke Youtobe dan Picasa.
5. Android 1.6 Donut
Diiris pertama kali pada 15 September 2009. Terdapat peningkatan pada fitur
pencarian dan UI yang lebih user friendly. Pada versi ini juga sudah mendukung
teknologi CDMA/EVDO,802.1x,VPNs. Kemudin support layar resolusi WVGA.
6. Android 2.0/2.1 Eclair
Diiris pertama kali pada 9 Desember 2009. Terjadi penambaan fitur untuk
pengoptimalan hardware,peningkatan Google Maps 3.1.2,perubahan UI dengan
browser baru dan dukungan HTML5,daftar kontak yang baru,dukungan flash
untuk kamera 3,2 MP,digital Zoom,dan Bluetooth 2.1. beberapa versi updatenya
antara Android v.2.0 kemudian v2.0.2 dan terakhir v.2.1.
33
7. Android 2.2 Froyo (Froze Yoghurt)
Diiris pertama kali pada 20 Mei 2010 pada smartphone Google Nexus One.
Pada versi ini sudah support terhadap Adobe Flash Player 10.1. peningkatan pada
kecepatan membuka dan menutup aplikasi,serta penggunaan SD Card sebagai
tempat penyimpanan aplikasi. Ketika Android Frayo hadir mulai muncul banyak
diskusi yang membahas mengenai persangian antara Android dengan iOS yang
akan semakin ketat di masa yang akan datang. Beberapa versi update yang diiris
antara lain Android v.2.2.2 hingga v.2.2.3.
8. Android 2.3 Gingerbread
Pertama kali diperkenalkan pada 6 Desember 2010. Terjadi banyak
peningkatan pada versi Android yang satu ini dibandingkan dengan versi
sebelumnya. Dirancang untuk memaksimalkan kemampuan aplikasi dan game.
Serta mulai digunakan Near Field Communication (NFC). Perbaikan terhadap
dukungan layar resolusi WXGA dan diatasnya. Beberapa versi update yang diiris
antara lain v.2.3.3 hingga v.2.3.7. sampai saat ini Android Gingerbread
merupakan versi Android yang memiliki pengguna terbanyak dibandingkan
dengan seri Android lainnya,yaitu mencapai 65% dari seluruh versi Android yang
diiris.
9. Android 3.0/3.1 Honeycomb
Pertama kali diperkenalkan pada 22 Februari 2011 dan Motorola Xoom adalah
yang pertama kali menggunkannya. Android versi ini merupakan OS yang
didesain khusus untuk pengoptimalan pengunaan pada tablet PC.
10. Android 4.0 ICS (Ice Creame Sandwidch)
Pertama kali diiris pada 19 Oktober 2011. Smartphone yang pertama kali
menggunakan OS Android ini adalah Samsung Galaxy Nexus. Secara teori semua
peragkat seluler yang menggubakan versi Android sebelumnya.
Gingerbread,dapat di-update ke Android Ice Cream Sandwich.
11. Android versi 4.1 (Jelly Bean)
Android Jelly Bean yang diluncurkan pada acara Google I/O lalu membawa
sejumlah keunggulan dan fitur baru. Penambahan baru diantaranya meningkatkan
input keyboard,desain baru fitur pencarian,UI yang baru dan pencarian melalui
34
Voice Search yang lebih cepat. Tak ketinggalan Google Now juga menjadi bagian
yang diperbaharui. Google Now memberikan informasi yang tepat pada waktu
yang tepat pula. Salah satunya kemampuannya adalah dapat mengetahui informasi
cuaca,lalu-lintas,ataupun hasil pertandingan olahraga. Sistem operasi Android
jelly Bean 4.1 muncul pertama kali dalam produk tablet Asus,yakni Google
Nexus7.
12. Androd versi 4.2 (Jelly Bean)
Fitur photo sphere untuk panorama,daydream sebagai screensaver,power
control,lock screen widget,menjalankan banyk user (dalam tablet saja),widget
terbaru. Android 4.2 permata kali dikenlkan melalui LG Google Nexus 4.
II.5.5 Arsitektur Aplikasi Berbasis android
Google mengibaaratkan android sebagai sebuah tumpukan software.
Setiap lapisan dari tumpukan ini menghimpun beberapa program yang
mendukung fungsi-fungsi spesifik dari sistem operasi.
Berikut ini susunan dari lapisan-lapisan tersebut jika dilihat dari lapisan
dasar hingga lapisan teratas.
1. Linux Kernel
Tumpukan paling bawah arsitektur Android ini adalah kernel. Google
menggunakan kernel versi linux 2.6 untuk membangun sistem Android,yang
mencakup memori management,security setting,power management,dan beberapa
driver hardware. Kernel berperan sebagai abstraction layer antara hardware dan
keseluruhan software. Sebagai contoh HTI GI,dilengkapi dengan kamera. Karnel
android terdapat driver kamera yang memungkinkan pengguna mengirimkan
perintah ke hardware kamera.
2. Android Runtime
Lapisan setelah kernel linux adalah Android Runtime. Android Runtime ini
berisi core libraries dan Dalvik Virtual Machine.
Core Library mencakup serangkaian inti library Java,artinya Android
menyertakan satu set library-library dasar yang menyediakan sebagian besar
fungsi-fungsi yang ada pada library-library dasar bahasa pemrograman Java.
35
Dalvik adalah Java Virtual Machine yang memberi kekuatan pada sistem Android.
Dalvik VM ini dioptimalkan untuk telepon selular.
Setiap aplikasi yang berjalan pada Android berjalan pada prosesnya
sendiri,dengan instan dari Dalvik VM . Dalvik telah dibuat sehingga sebuah yang
memakainya dapat menjalankan Multi Virtual Machine dengan efisien. Dalvik
VM dapat mengeksekusi file dengan format Dalvik Executable (.dex) yang telah
dioptimasi untuk menggunakan minimal memory footprint.
Virtual Machine ini register-based ,dan menjalankan class-class yang
dicompile menggunakan Compiler Java yang kemudian ditransformasikan
menjadi format dex menggunakan “dx” tool yang telah disertakan. Dalvik Virtual
Machine (VM) menggunakan kernel Linux untuk menjalankan fungsi-fungsi
seperti threading dan low-level memory management.
3. Libraries
Bertempat pada posisi yang sama dengan Android Runtime adalah Libraries.
Android menyertakan satu set library-library dalam bahasa CC++ yang digunakan
oleh berbagai komponen yang da pada sistem Android. Kemampuan ini dapat
diakses oleh programmer melewati Android application framework.
4 Application Framework
Lapisan selanjutnya adalah Application Framework yang mencakup program
untuk mengatur fungsi-fungsi dasar smartphone. Aplication Framework
merupakan serangkaian tool dasar seperti alokasi resource smartphone,aplikasi
telepon,pergantian antar-proses atau program,dan pelacakan lokasi fisik telepon.
Para pengembangan aplikasi memiliki aplikasi penuh kepada tool-tool dasar
tersebut dan memanfaatkannya untuk menciptakan aplikasi yang lebih kompleks.
Prograammer mendapatkan akses penuh untuk memanfaatkan API_API
(Android Protocol Nterface) yang juga digunakan core aplications. Arsitektur
aplikasi didesain untuk menyederhanakann pemakaian kembali komponen-
komponen,setiap aplikasi dapat menunjukkan kemampuanya dan aplikasi lain
dapat memaka kemampuan tersebut.
Mekanisme yang sama memungkinkan pengguna mengganti komponen-
komponen yang dikehendaki.
36
Di dalam semua aplikasi terdapat servis dalam sistem yang meliputi :
a. Satu set Views yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi meliputi
[Link],text boxes,buttons, dan embeddable web browser.
b. Content Provider yang memungkinkan aplikasi untuk mengakses data dari
aplikasi lain (misalnya contacts) atau untuk mambagi data yang
dimilikinya.
c. Resource Manager, menyedikan akses ke non-code resource misalnya
localized strings,graphics,dan layout files.
d. Notification Manager,yang memungkinkan semua aplikasi untuk
menampilkan custom alerts pada the status bar.
e. Activity Manager,yang memanage life cycle of dari aplikasi dan
menyediakan common navigation backstack.
5 Applicatiion
Di lapisan teratas bercokol aplikasi itu sendiri. Di lapisan inilah anda
menemukan fungsi=fungsi dasar smartphone seperti menelpon dan mengirim
pesan singkat,menkjalankan web browser,,mengakses daftar kontak dan lain-lain.
Bagi rata-rata pengguna ,lapisan inilah yang paling sering mereka akses. Mereka
mengakses fungsi-fungsi dasar tersebut melalui interface.
II.6 Basis Data
Basis Data adalah suatu kumpulan data yang terhubung yang disimpan
secara bersama-sama pada suatu media, tanpa adanya suatu kerangkapan data,
sehingga mudah untuk digunakan kembali, dapat digunakan oleh satu atau lebih
program aplikasi secara optimal, data disimpan tanpa mengalami ketergantungan
pada program yang akan menggunakannya, data disimpan sedemimana rupa
sehingga apabila ada penambahan, pengambilan dan modifikasi data dapat
dilakukan dengan mudah dan terkontrol.(Widianti, 2009:3)
37
II.6.1 Bahasa Basis Data
DBMS merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data dalam disk.
Cara komunikasi antara pemakai dengan basis data tersebut di atur dalam suatu
bahasa khusus yang ditetapkan oleh perusahaan pembuat DBMS. Bahasa ini dapat
kita sebut sebagai Bahasa Basis Data yang terdiri dari atas sejumlah perintah.
Bahasa Basis Data itu biasanya adalah:
1. Data Definition Languange(DDL)
Struktur basis data yang mengambarkan desain basis data secara keseluruhan
dispesifikasikan dengan bahasa khusus yang disebut Data Definition Languange
(DDL). Dengan bahasa ini lah kita dapat membuat table, membuat index,
mengubah tabel dan sebagainya.
2. Data Manipulation Languange(DML)
Merupakan bentuk bahasa basis data yang berguna untuk melakukan
manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data. Manipulasi itu dapat
berupa : penyimpanan, penghapusan dan pengubahan data. Data Manipulation
languange (DML) merupakan bahasa yang bertujuan memudahkan pemakai untuk
mengakses data sebagaimana direpresentasikan oleh model data.
Ada 2 jenis DML yaitu:
a. Prosedural
Yang menyaratkan agar pemakai menentukkan, data apa yang diinginkan serta
bagaimana cara mendapatkannya.
b. Non Prosedural
Yang membuat pemakai dapat menentukan data apa yang diinginkan tanpa
menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.
3. Query
Adalah pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi, biasanya
diambil dari relasi beberapa tabel. Query ini merupakan bagian DML yang
berfungsi untuk pengambilan informasi yang disebut dengan Query Languange.
38
II.6.2 PHP
PHP adalah pemograman interpreter yaitu proses penerjemahan baris kode
sumber menjadi kode mesin yang dimengerti komputer secara langsung pada saat
baris kode dijalankan. PHP disebut sebagai pemograman Server Side
Programming, hal ini dikarenakan seluruh prosesnya dijalankan pada server. PHP
adalah suatu bahasa dengan hak cipta terbuka atau yang dikenal dengan istilah
Open Source, yaitu pengguna dapat mengembangkan kode-kode fungsi PHP
sesuai dengan kebutuhannya.(Sibero.2013:49)
II.6.3 JavaScript
Javascript adalah suatu bahasa pemrograman yang dikembangkan untuk
dapat berjalan pada web browser (Alexander F.K Sibero, 2013). Pada awalnya
javascript dikembangkan pada web browser netscape oleh Brendan Eich dengan
nama Mocha, kemudian berubah menjadi live script dan yang akhirnya sampai
sekarang ini menjadi javascript. Javascript yang pada awalnya dikembangkan
pada web browser netscape kemudian menjadi popular di kalangan pengguna dan
pengembang web. Perkembangan javascript menarik perhatian produsen web
browser seperti Microsoft yang kemudian mengembangkan bahasa skripnya
dengan nama Javascript.
Sebagai bahasa skrip yang berjalan pada web browser atau sisi klien (client
side), javascript tidak memiliki fungsi untuk menjalankan suatu perintah pada
server atau sisi server (server side). Dengan keterbatasan itu para pengembang
javascript kemudian menambahkan suatu mekanisme agar javascript berinteraksi
dengan server (Alexander F.K Sibero, 2013).
II.6.4 Konsep Pemodelan Data
Pemrograman berorientasi objek bekerja dengan baik ketika dibarengi
dengan Object-Oriented Analysis and Design Process (OOAD).
39
II.7 MySQL
MySQL adalah suatu perangkat lunak database relasi (Relation Database
Management System/RDMS) yaitu aplikasi sistem yang menjalankan fungsi
pengolahan data. Seperti halnya Oracle, PostgreSQL, Microsoft SQL (Alexander
F.K Sibero, 2013). Kelebihan MySQL :
1. MySQL Merupakan sebuah database yang mampu menyimpan data
berkapasitas sangat besar hingga berukuran gigabyte sekalipun.
2. MySQL didukung oleh server ODBC, yang artinya database MySQL dapat
diakses menggunkan aplikasi apa saja termasuk berupa visual seperti delpi
mapun Visual Basic.
3. MySQL adalah databse yang menggunakan enkripsi password
4. MySQL merupakan server database multi user artinya database ini dapat
digunakan oleh banyak orang.
5. MySQL dapat menciptakan lebih dari 16 kunci per table dan satu kunci
memungkinkan belasan fields.
II.8 Adobe Dreamweaver
Adobe Dreamweaver merupakan salah satu software dari kelompok
Adobe yang banyak digunakan untuk mendesain situs Web. Adapun Adobe
Dreamweaver itu sendiri adalah sebuah HTML editor professional untuk
mendesain secara visual dan mengelolah situs atau halaman Web (Alexander F.K
Sibero, 2013). Adobe Dreamweaver memiliki performa yang lebih baik dan
memiliki tampilan yang memudahkan anda untuk membuat halaman web,
maupun dalam jendela kode rumus. Adobe Dreamweaver didukung dengan cara
pemakaian yang praktis dan standar, dan juga didukung untuk pengembangan
penggunaan CSS, XML, dan RSS, dan kemudahankemudahan lain yang
diperlukan. Dreamweaver merupakan software yang digunakan oleh Web desainer
maupun Web programmer dalam mengembangkan Web. Hal ini disebabkan ruang
kerja, fasilitas, dan kemampuan Dreamweaver yang mampu meningkatkan
produktivitas dan efektivitas dalam desain maupun membangun sebuah situs Web.