0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
219 tayangan25 halaman

Rencana Bisnis PT Bhumi Pandanaran 2025-2029

Proposal Rencana Bisnis PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) untuk tahun 2025-2029 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam perdagangan dan jasa, serta menyelaraskan rencana bisnis dengan pembangunan nasional. Dokumen ini mencakup analisis SWOT, rencana pengembangan, dan program kerja yang dirancang untuk meningkatkan manajemen dan kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Selain itu, proposal ini juga mempertimbangkan lingkungan strategis dan peran pemangku kepentingan dalam pengelolaan perusahaan.

Diunggah oleh

crrkc7j8rz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
219 tayangan25 halaman

Rencana Bisnis PT Bhumi Pandanaran 2025-2029

Proposal Rencana Bisnis PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) untuk tahun 2025-2029 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam perdagangan dan jasa, serta menyelaraskan rencana bisnis dengan pembangunan nasional. Dokumen ini mencakup analisis SWOT, rencana pengembangan, dan program kerja yang dirancang untuk meningkatkan manajemen dan kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Selain itu, proposal ini juga mempertimbangkan lingkungan strategis dan peran pemangku kepentingan dalam pengelolaan perusahaan.

Diunggah oleh

crrkc7j8rz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

TH 2025-2029
RENCANA BISNIS
PT BHUMI PANDANARAN
SEJAHTERA (PERSERODA)
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
1.1. Latar Belakang .................................................................................. 1
1.2. Tujuan ............................................................................................... 1
1.4. Lingkungan Strategis ......................................................................... 2
BAB II PROFIL ............................................................................................ 5
2.1. Profil Wilayah Kota Semarang ........................................................... 5
2.2. Profil PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) .......................... 7
BAB III PELUANG ....................................................................................... 9
BAB IV ANALISA SWOT............................................................................ 10
4.1. Umum ........................................................................................... 10
4.2. Analisa Internal ............................................................................. 10
4.3. Analisa Eksternal .......................................................................... 10
BAB V RENCANA PENGEMBANGAN PT BHUMI PANDANARAN
SEJAHTERA .......................................................................................... 12
BAB VI RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA ..................... 13
BAB VII RENCANA PROGRAM KERJA JANGKA MENENGAH ................ 15
7.1. Rencana Program Kerja .................................................................. 15
7.2. Rencana Modal Kerja & Investasi Tahun 2025 ................................ 17
VIII ANALISIS KEUANGAN ....................................................................... 20
BAB IX PENUTUP ..................................................................................... 23
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Latar belakang penyusunan Business Plan adalah sebagai acuan dalam
mengimplementasikan Penyusunan Proposal Rencana Bisnis Tahun 2025-2029
PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda). PT Bhumi Pandanaran Sejahtera
(Perseroda) merupakan sebuah Badan Usaha Milik Daerah Kota Semarang yang
didirikan pada tanggal 7 September 2017, dimana merupakan Holding Company
dengan Unit Kerja yang terdiri dari Unit Percetakan, Unit Rumah Pemotongan
Hewan (RPH) & Budidaya Hewan Potong (BHP).

Untuk mencapai tujuan tersebut, PT Bhumi Pandanaran Sejahtera


(Perseroda) harus mampu mengikuti perkembangan yang terjadi di wilayah Kota
Semarang, dimana saat ini perkembangan teknologi telah berkembang pesat dan
tuntutan masyarakat sangat tinggi. Hal ini menjadi permasalahan karena tingkat
kebutuhan dan kepuasan masyarakat semakin hari semakin meningkat namun
tidak diiringi dengan peningkatan sumber daya manusia dan kapasitas
penyelenggara jasa yang ada.

Untuk mencapai tujuan di atas, maka penyelenggaraan, pengelolaan, dan


pembinaan terhadap PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) harus
berdasarkan pada prinsip-prinsip dan tata kelola perusahaan yang sehat. Terkait
dengan perkembangan dan permasalah strategis jangka pendek dan menengah
yang terjadi saat ini, maka perlu ditindaklanjuti melalui penyusunan Proposal
Rencana Bisnis untuk Tahun 2025-2029 terkait program-program kerja, anggaran,
dan perencanaan strategis yang terpadu agar dapat digunakan sebagai
pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan pengembangan perusahaan
serta bertujuan untuk peningkatan sistem manajemen yang baik dan professional.

1.2. Tujuan
Tujuan umum dari penyusunan proposal rencana bisnis ini adalah:
1. Perencanaan strategis yang dikembangkan secara sistematis dalam bentuk
proposal rencana bisnis dapat digunakan sebagai alat bantu manajemen
mencapai sasaran sesuai Visi dan Misi perusahaan yang diemban.
2. Sebagai panduan dan acuan bagi tim manajemen PT Bhumi Pandanaran
Sejahtera (Perseroda) dalam mengambil keputusan.
3. Menyelaraskan proposal rencana bisnis dalam sektor perdagangan umum dan
jasa ke dalam sistem pembangunan nasional.
4. Menciptakan gambaran yang lengkap mengenai kondisi perusahaan.

1.3. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari penyusunan proposal rencana bisnis bagi PT
Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) adalah:
1. Meningkatkan kemampuan PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda)
dalam perdagangan umum dan jasa kepada masyarakat dengan kualitas dan
1
kuantitas yang berkesinambungan.
2. Membantu PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) menjadi perusahaan
yang mandiri dan berkembang.
3. Program pengembangan yang digariskan dalam proposal rencana bisnis PT
Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) disusun melalui kerangka perencanaan
strategis yang diharapkan sebagai pedoman dalam proses pengambilan
keputusan.
4. Memberikan perspektif atas hubungan antara kondisi perusahaan saat ini dengan
kondisi beberapa tahun yang akan dating, serta antara kondisi internal dan kondisi
eksternal perusahaan.
5. Menyiapkan perusahaan untuk menghadapi tantangan atau kendala yang timbul
baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal perusahaan.
6. Memberikan petunjuk pengelolaan perusahaan secara terpadu, terkait, serta
menyeluruh, dan menyatu guna mengantisipasi perubahan kebijaksanaan
perdagangan umum dan jasa.
7. Perencanaan perusahaan yang baik dapat mendorong partisipasi perubahan
dalam berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
8. Sebagai keputusan yang mempunyai dampak jangka panjang dan strategis
bagi pencapaian tujuan perusahaan dengan pengalokasian sumber daya yang
ada.

Pada umumnya, hasil dari proposal rencana bisnis ini diharapkan dapat
memberikan manfaat bagi kemajuan perusahaan dalam meningkatkan perdagangan
umum dan jasa di Kota Semarang.

1.4. Lingkungan Strategis


Secara umum, PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) dipengaruhi oleh
sejumlah pemangku kepentingan (stakeholders) yang mempengaruhi perkembangan
PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) seperti yang diilustrasikan di bawah ini.

Tabel 1.4.1. Pemangku Kepentingan (Stakeholders) dari Lingkungan Eksternal


No STAKEHOLDER DESKRIPSI PERAN
a. Kepala Daerah (Walikota) adalah Kepala
sebagai pemilik
Pemerintahan di
perusahaan yang
daerah, dalam hal ini
berwenang
Walikota sebagai
menentukan kebijakan
kepala daerah Kota
pengelolaan PT Bhumi
dan juga sebagai
Pandanaran Sejahtera
pemilik PT Bhumi
(Perseroda) secara
Pandanaran menyeluruh. Walikota
Sejahteran(Perseroda)
bekerjasama dengan
DPRD dalam
menetapkanperaturan
dan kebijakan.
b. KSU Karyawan Pemerintah adalah Koperasi Serba sebagai salah satu
Kota Semarang Usaha Karyawan pemegang saham.
Pemerintah Kota
Semarang

2
c. DPRD Adalah Lembaga Sebagai Lembaga
negara yang negara yang
merupakan wakil berwenang untuk
rakyat di daerah mengeluarkan PERDA
tersebut yang menyangkut
kepentingan
perusahaan, dalam hal
ini PERDA mengenai
Pembentukan Holding
Company PT Bhumi
Pandanaran Sejahtera
(Perseroda) Kota
Semarang, dan
Penyertaan Modal
Pemerintah Kota
Semarang Kepada
Holding Company PT
Bhumi Pandanaran
Sejahtera
(Perseroda).
d. BAPPEDA Merupakan badan Sebagi instansi yang
perencanaan berperan dalam
pembangunan di menentukan arah dan
daerah. rencana pembangunan
daerah, termasuk PT
Bhumi Pandanaran
Sejahtera
(Perseroda).
e. Camat/Lurah/Kepala Desa Adalah Kepala Sebagai kepala
(Kades) Pemerintahan di pemerintahan di
wilayah kecamatan, wilayah masing-
keluarahan, atau masing yang akan
pedesaan yang membantu Walikota
membantu dalam menjalankan
penyelenggaraan tugas serta
pemerintah di wilayah menyelenggarakan
masing-masing, kegiatan- kegiatan
berada di bawah dan pemerintahan lainnya.
bertanggung jawab
kepada Walikota.
f. Dewan Pengawas Adalah dewan yang Menjalankan fungsi
ditunjuk oleh Walikota pengawasan
untuk menjalankan perusahaan, serta
fungsi pengawasan di memberikan masukan
PT Bhumi Pandanaran kepada dewan direksi.
Sejahtera
g. Masyarakat Adalah masyarakat Sebagai konsumen.
yang
tinggal di Kota
Semarang
3
h. Vendor/supplier Adalah badan usaha Sebagai badan usaha
yang ditunjuk oleh PT yang menyediakan
Bhumi Pandanaran barang/jasa yang
Sejahtera (Perseroda) dibutuhkan PT Bhumi
sebagai mitra usaha Pandanaran Sejahtera
dalam pelaksanaan (Perseroda), sehingga
pekerjaan untuk ketetapan waktu
keperluan usaha. perdagangan umum
dan jasa tersebut akan
berpengaruh terhadap
kelancaran
pelaksanaan kegiatan
operasional dan
investasi perusahaan.

4
BAB II
PROFIL
2.1. Profil Wilayah Kota Semarang
2.1.1 Kota Semarang
Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia
sesudah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung. Sebagai salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa, Kota Semarang
mempunyai jumlah penduduk yang hampir mencapai 2 juta jiwa dan siang hari bisa mencapai 2,5 juta jiwa. Bahkan, Area Metropolitan
Kedungsapur (Kendal, Demak, Ungaran Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Purwodadi Kabupaten Grobogan) dengan
penduduk sekitar 6 juta jiwa, merupakan Wilayah Metropolis terpadat keempat, setelah Jabodetabek (Jakarta), Gerbangkertosusilo
(Surabaya), dan Bandung Raya. Kota Semarang dipimpin oleh wali kota Hendrar Prihadi, S.E, M.M dan wakil wali kota Ir. Hj.
Hevearita Gunaryanti Rahayu. Kota ini terletak sekitar 558 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya, atau 621
km sebalah barat daya Banjarmasin (via udara).
Gambar 2-1. Peta Wilayah Kota Semarang

5
2.1.2 Visi dan Misi Kota Semarang
Visi pembangunan daerah Kota Semarang Tahun 2016-2021 berdasarkan
visi Walikota dan Wakil Walikota Semarang terpilih adalah sebagai berikut.

“Semarang Kota Perdagangan dan Jasa yang Hebat Menuju


Masyarakat Semakin Sejahtera”

Visi tersebut mengandung maksud bahwa Semarang sebagai kota


metropolitan berwawasan lingkungan akan menjadi kota yang handal dan maju
dalam pedagangan dan jasa, dengan dukungan infrastuktur yang memadai serta
tetap menjadi daerah yang kondusif untuk meningkatkan kesejahteraan warganya
dengan dukungan pengembangan politik, keamanan, sosial, ekonomi, dan
budaya.

HEBAT, mengandung arti masyarakat Kota Semarang yang bergerak


untuk mencapai keunggulan dan kemuliaan, serta kondisi perkotaan yang
kondusif dan modern dengan tetap memperhatikan lingkungan berkelanjutan
demi kemajuan perdagangan dan jasa. Semarang yang Hebat dapat terlihat
antara lain melalui kontribusi kategori-kategori yang terkait dengan perdagangan
dan jasa-jasa terhadap PDRB dan kontribusi kategori Industri Pengolahan
terhadap PDRB yang semakin meningkat, nilai investasi yang semakin besar, laju
pertumbuhan ekonomi yang tiap tahun terus meningkat, serta luas genangan
banjir dan rob yang semakin menurun.

SEJAHTERA, mengandung arti bahwa dalam lima tahun ke depan


masyarakat Kota Semarang akan semakin meningkat kesejahteraannya dengan
pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan, pelayanan dasar maupun sarana
dan prasarana penunjang. Peningkatan kesejahteraan tersebut antara lain
ditunjukkan melalui peningkatan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan
Indeks Pembangunan Gender (IPG) serta penurunan angka kemiskinan, dan
tingkat pengangguran.

Untuk mewujudkan Visi tersebut, dirumuskan 4 (empat) Misi pembangunan


daerah sebagai berikut :

Misi 1.
Mewujudkan Kehidupan Masyarakat yang Berbudaya dan Berkualitas
Pembangunan diprioritaskan pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia
yang memiliki tingkat pendidikan dan derajat kesehatan yang tinggi serta
menjunjung tinggi budaya asri Kota Semarang.

6
Misi 2.
Mewujudkan Pemerintahan yang Semakin Handal untuk Meningkatkan
Pelayanan Publik Penyelenggaraan pemerintahan diprioritaskan pada
pelaksanaan otonomi daerah secara nyata, efektif, efisien dan akuntabeldengan
menerapkan prinsip- prinsiptata kelola pemerintahan yang baik (good
governance) sehingga mampu memberikan pelayanan yang prima kepada
masyarakat yang disertai dengan penegakan supremasi hukum dan hak asasi
manusia.

Misi 3.
Mewujudkan Kota Metropolitan yang Dinamis dan Berwawasan
Lingkungan Pembangunan diprioritaskan pada optimalisasi pemanfaatan tata
ruang dan peningkatan pembangunan infrastruktur wilayah yang terencana,
selaras, serasi, seimbang dan berkeadilan dengan tetap memperhatikan konsep
pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Misi 4.
Memperkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Keunggulan Lokal dan
Membangun Iklim Usaha yang Kondusif Pembangunan diprioritaskan pada
peningkatan kemampuan perekonomian daerah dengan struktur perekonomian
yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif yang berbasis pada potensi
ekonomi lokal, berorientasi pada ekonomi kerakyatan dansektor ekonomi basis
yang mempunyai daya saing baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional
serta meningkatkan investasi pada sektor industri besar untuk menyerap tenaga
kerja (Penanaman Modal Asing) yang didukung oleh keberadaan kawasan berikat,
kawasan industri dan pergudangan serta dibangunnya sentra - sentra industry kecil
dan rumah tangga.

2.2. Profil PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda)


2.2.1 Gambaran Umum
PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) merupakan Holding
Company milik Pemerintah Kota Semarang yang berasal dari
penggabungan Perusda Percetakan dan Perusda RPH & BHP. Maksud
pembentukan induk perusahaan (holding company) PT Bhumi Pandanaran
Sejahtera dalam rangka mengantisipasi perkembangan ekonomi global,
meningkatkan produktifitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan untuk
menaikkan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD). Bidang usaha dari PT
Bhumi Pandanaran Sejahtera mencakup berbagai bidang antara lain
bidang percetakan, pembangunan, telekomunikasi, pembudidayaan
hewan ternak, pembangkitan listrik, perdagangan, pengolahan limbah dan
lain-lain. Dasar Hukum pembentukan PT Bhumi Pandanaran Sejahtera
adalah Peraturan Daerah No.13 Tahun 2016 Tentang Pembentukan
Holding Company PT. Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda). Dasar
pendirian perusahaan berdasarkan Akta Notaris Nomor 8 Tanggal 7
September 2017 oleh notaris Soes Asmara Argawati, SH berkedudukan di
Kota Semarang. Pengangkatan Direktur dan Komisaris berdasarkan Akta
Notaris Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham PT Bhumi
Pandanaran Sejahtera Nomor 4 Tanggal 5 Maret 2019.

7
Visi Perusahaan
Visi perusahaan adalah perusahaan yang unggul untuk menjadikan
Semarang Semakin Hebat.

Misi Perusahaan
Misi Perusahaan adalah sinergikan potensi yang ada dan selaraskan
dengan tujuan pengembangan Kota Semarang.

Tujuan Perusahaan
Tujuan Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Pertumbuhan kontribusi PAD
2. Pertumbuhan usaha yang produktif
3. Proses bisnis dengan tata kelola yang baik

8
BAB III
PELUANG

Dengan adanya rencana pengembangan PT Bhumi Pandanaran Sejahtera


(Perseroda) yang cukup signifikan seperti yang telah diuraikan sebelumnya, maka
sangatlah penting bagi PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) untuk
mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik yaitu dengan cara menyusun program
untuk semua bidang yang semua tujuannya adalah untuk mensukseskan rencana
pengembangan PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda).
Peluang atau kesempatan yang memungkinkan untuk dicapai oleh perusahaan adalah
sebagai berikut:

3.1. Tabel Peluang Perusahaan Per Unit

Unit RPH & BHP Unit Percetakan Holding


Pelayanan Jasa Pemotongan Percetakan dan KSO BPS - Moratel
meliputi : Offset :
- Pemotongan Sapi Target pendapatan
- Pemotongan Babi cetak naskah soal
- Retribusi Sapi Lokal SD dan SMP seiring
- Retribusi Sapi BX adanya PTM
- Penjualan Pupuk
Penjualan RPH – Meatshop Kegiatan makan Reklame Videotron
meliputi : siang bergizi di
- Gerai Tambahan sekolah
Program Qurban : Penjualan Produk
• Penjualan Sapi Alat Tulis Kantor
• Jasa Pemotongan Sapi (ATK) dan Alkes
Qurban
Penjualan Bahan
Pangan
Penjualan Produk
SIPLAH untuk SD,
SMP dan SMA

9
BAB IV
ANALISA SWOT
4.1. Umum
Secara umum metodologi analisa SWOT dilakukan dengan mengkaji faktor-
faktor internal dan juga faktor-faktor eksternal. Pengkajian faktor-faktor internal
akan menghasilkan analisa mengenai Kekuatan (Strength) dan Kelemahan
(Weakness) PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda). Sedangkan analisa
faktor-faktor eksternal akan menghasilkan analisa mengenai Peluang
(Opportunity) dan Ancaman (Threat) PT Bhumi Pandanaran Sejahtera
(Perseroda).

4.2. Analisa Internal


Dalam melakukan Analisa internal, PT Bhumi Pandanaran Sejahtera
(Perseroda) melakukan melakukan Analisa mengenai kekuatan internal dan
kelemahan internal yang dimiliki oleh PT Bhumi Pandanaran Sejahtera dalam
menghadapi lingkungan usaha yang semakin berkembang.

Kekuatan (Strength)
1. Holding Company BUMD di Kota Semarang dengan 100% sahamnya ialah
saham milik Pemkot (Pemerintah Kota).
2. Dukungan kewaenangan serta pendanaan dari Pemkot (Pemerintah Kota).
3. Multi tasking & Fungsi (Penugasan & Bisnis).
4. Mendapatkan fasilitas 2 unit bisnis pendukung : Unit Percetakan dan Unit
Rumah Potong Hewan.
5. Sumber Daya Manusia dengan usia produktif.

Kelemahan (Weakness)
1. PT Bhumi Pandanaran Sejahtera sebagai Holding Company belum memiliki
bisnis dengan return yang positif.
2. Proses bisnis internal belum tersusun dengan baik.
3. Dokumen program kerja belum tersusun dengan baik.
4. Koordinasi antara Holding dan Unit kerja belum terjalin dengan baik. Strategi
bisnis tidak terinformasi dengan baik kepada semua lini pendukung

4.3. Analisa Eksternal


Kesempatan (Opportunity)
1. Perusahan yang baru dibentuk sehingga merumuskan pedoman strategi
perusahaan, proses bisnis internal, serta penetapan organisasi pendukung
yang relatif lebih mudah
2. Strategi pengalokasian dana, sumber daya manusia relatif mudah.
3. Area bisnis potensial yang dikerjakan sangatlah banyak.
4. Dapat membantu Pemerintah Kota Semarang merealisasikan program
kerja pembangunan infrastruktur atau pembenahan.
5. Melakukan kerja sama strategis untuk menjalankan program kerjanya

10
Ancaman (Threats)
1. Kinerja keuangan yang kurang menunjang diawal pembentukannya.
2. Proses bisnis internal yang belum sesuai dengan kaidah tata kelola yang baik
dan benar.
3. Holding Company bergantung pada keuangan Unit Kerja atau Unit usahanya.
4. Kemampuan organisasi dan sumber daya yang tidak dapat mengimbangi jenis
usaha yang dikembangkan.
5. Pemain atau kompetitor di bisnis yang ada.

Dari analisis internal (kekuatan dan kelemahan) dan analisis eksternal


(kesempatan dan ancaman), maka ditetapkanlah strategi memanfaatkan kekuatan
dan mengatasi kelemahan untuk mendapatkan kesempatan dan sekaligus mengatasi
ancaman sebagai berikut:
1. Holding Company harus segera menjalankan usaha bisnis yang dapat berdampak
positif pada pendapatan.
2. Holding Company harus mendorong unit usaha untuk mencapai kinerja keuangan
dan operasional terbaiknya.
3. Program kerja yang bersifat penugasan harus mendapat intervensi kebijakan
finansial, sehingga penugasan tersebut berdampak negatif pada kinerja keuangan
perusahaan.
4. Pemanfaatan atau penempatan sumber pendanaan, sumber daya yang efisien
dan efektif bagi produktifitas
5. Bersinergi dengan semua kekuatan dan peluang dari stakeholders yang ada,
termasuk dengan semua perangkat OPD atau BUMD yang berada dibawah
naungan Pemerintah Kota Semarang

11
BAB V
RENCANA PENGEMBANGAN PT BHUMI PANDANARAN
SEJAHTERA

Rencana pengembangan program kerja PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda)


yang dibahas dalam Proposal Rencana Bisnis ini terdiri dari 4 (empat) aspek, sebagai
berikut :
1. Aspek Pembelajaran & Pertumbuhan :
• Organisasi yang berkapabilitas;
• Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkapasitas;
• Sistem Informasi terintegrasi dan kompatibel.

2. Aspek Proses Bisnis Internal :


• Tata Kelola yang baik dengan penyusunan GCG (Good Corporate Governance)
dan SOP (Standart Operasional Prosedure);
• Manajemen Resiko yang terukur dengan penerapan Risk Management;
• Kelengkapan & Kesesuaian Aturan dengan penyusunan Rencana Bisnis
(Bussiness Plan).

3. Aspek Stakeholders :
• Meningkatan Reputasi (Positive Image);
• Meningkatkan Loyalitas & Kepercayaan Stakeholders;
• Menghasilkan produk bisnis yang berkualitas.

4. Aspek Keuangan :
• Laba yang berkesinambungan;
• Peningkatan Aset signifikan;
• Return Investasi yang memadai

12
BAB VI
RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA

Dengan adanya rencana pengembangan PT Bhumi Pandanaran Sejahtera


(Perseroda) yang cukup signifikan seperti yang telah diuraikan sebelumnya maka
sangatlah penting bagi PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) untuk
mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik yaitu dengan cara menyusun program
untuk semua bidang yang semua tujuannya adalah untuk mensukseskan rencana
pengembangan PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) itu sendiri.

a. Holding Company
1. KSO BPS Moratel
- KSO BPS Moratelindo akan membangun pola kerjasama strategis dengan
pemerintah kota Semarang yang berlandaskan dasar hukum regulasi UU
23/2014, dengan target pendapatan bagi hasil sewa ducting per tahun.
- Proyek kerjasama penyediaan pelayanan publik infrastruktur pasif
Telekomonikasi di kota Semarang berupa Pembangunan, Pengoperasian,
dan Pengusahaan saluran kabel serat optik bawah tanah dan Menara
Mikroseluler / Microcell Pole (MCP) bersama (Shared Passive
Telecommunication Infrastructure).
- Usaha ini tanpa menggunakan dana yang bersumber dari APBD
Pemerintah Kota Semarang sehingga investasi tersebut murni 100%
dikeluarkan oleh PT Mora Telematika Indonesia selaku pemimpin KSO
BPS Moratelindo.
2. Videotron
Rencana kerja ini berfokus sebagai investasi jangka panjang, dimana
kita akan melakukan kerja sama dengan pihak lain, untuk pembangunan
videotron, dengan metode bagi hasil dari penyewa.

b. Unit Percetakan
1. Percetakan dan Offset
Rencana kerja ini berfokus pada pendapatan cetak naskah soal SD/SMP dan
cetak kebutuhan OPD.
2. Percetakan Digital (Retail)
Pendapatan cetak untuk melayani umum (retail) seperti; blangko, brosur, dan
lain-lain.
3. Produk Belanja Modal Sekolah
Pendapatan dari penjualan komputer dan mebelair sekolah-sekolah di kota
Semarang.
4. Produk ATK dan Alkes
Pendapatan dari penjualan Alat Tulis Kantor (ATK) dan Alat kesehatan di
berbagai OPD kota Semarang.
5. Bahan Pangan
- Untuk mendukung program pemerintah (Pak Rahman) dalam upaya
pengendalian inflasi (TPID). Pemenuhan kecukupan sembako (beras, gula,
minyak goreng, telur ayam, bawang merah dan bawang putih).
- Untuk mendukung program makan siang bergizi untuk anak sekolah
6. Menjalin Kerjasama dengan BUMD Pangan lainnya dalam rangka distribusi

13
bahan pangan atau bahan sembako.

c. Unit Rumah Pemotongan Hewan & Budidaya Hewan Potong (RPH & BHP)
1. Pelayanan Jasa Pemotongan yang meliputi:
- Pemotongan Sapi
- Pemotongan Babi
- Retribusi Sapi Lokal
- Retribusi Sapi BX
2. Penjualan Pupuk
3. Penjualan & Jasa Pemotongan Sapi Qurban
4. Penjualan Toko Daging RPH
5. Bahan Pangan
- Untuk mendukung program pemerintah (Pak Rahman) dalam upaya
pengendalian inflasi (TPID). Pemenuhan kecukupan daging sapi.
- Untuk mendukung program makan siang bergizi untuk anak sekolah
- Menjalin Kerjasama dengan BUMD Pangan lainnya dalam rangka distribusi
daging.

14
BAB VII
RENCANA PROGRAM KERJA JANGKA MENENGAH

7.1. Rencana Program Kerja


RENCANA PER UNIT TAHUN
2025 2026 2027 2028 2029
1. Penjualan Bahan 1. Perluasan 1. Perluasan 1. 1. Perluasan
Perluasan
Pangan pangsa pasar pangsa pasar pangsa pangsa pasar pasar
penjualan Bahan penjualan Bahan penjualan Bahan
penjualan Bahan
Pangan Pangan Pangan Pangan
2. Modifikasi mobil box 2. Target 2. Target 2. 2. Target Target
untuk operasional pendapatan cetak pendapatan cetak pendapatan cetak
pendapatan cetak
penjualan sembako naskah soal SD naskah soal SD naskah soal SD
naskah soal SD
dan SMP seiring dan SMP seiring dan SMP seiring
dan SMP seiring
adanya PTM adanya PTM adanya PTM
adanya PTM
3. Toko Sembako 3. Penjualan 3. Penjualan 3. 3. Penjualan
Penjualan
produk alat tulis produk alat tulis produk alat tulis
produk alat tulis
Unit Percetakan kantor (ATK) dan kantor (ATK) dan kantor (ATK) dan
kantor (ATK) dan
alat kesehatan alat kesehatan alat kesehatan
alat kesehatan
(Alkes) (Alkes) (Alkes)(Alkes)
4. Renovasi Gudang 4. Penjualan 4. Penjualan 4. 4. Penjualan
Penjualan
untuk penyimpanan produk SIPLAH produk SIPLAH produk SIPLAH
produk SIPLAH
sembako untuk SD, SMP untuk SD, SMP
untuk SD, SMP dan
dan SMA dan SMASMA
5. Pengadaan alat 5. Pembuatan e- 5. Pembuatan e- 5. Pembuatan e-
5. Pengembangan
packing beras atau gula catalogue catalogue catalogue
pembuatan e-
pasir catalogue
6. Penjualan Produk 6. Kegiatan makan 6. Kegiatan makan 6. Kegiatan makan 6. Kegiatan makan
SIPLAH siang bergizi di siang bergizi di siang bergizi di siang bergizi di
sekolah sekolah sekolah sekolah
15
7. Kegiatan makan siang
bergizi di sekolah

RENCANA
TAHUN
PER UNIT
2025 2026 2027 2028 2029
1. Pelayanan Jasa 1. Pelayanan Jasa 1. Pelayanan Jasa 1. Pelayanan Jasa 1. Pelayanan Jasa
Pemotongan yang Pemotongan yang Pemotongan yang Pemotongan yang Pemotongan yang
meliputi: meliputi: meliputi: meliputi: meliputi:
Pemotongan Sapi Pemotongan Sapi Pemotongan Sapi Pemotongan Sapi Pemotongan Sapi
Pemotongan Babi Pemotongan Babi Pemotongan Babi Pemotongan Babi Pemotongan Babi
Retribusi Sapi Lokal Retribusi Sapi Lokal Retribusi Sapi Lokal Retribusi Sapi Lokal Retribusi Sapi Lokal
Retribusi Sapi BX Retribusi Sapi BX Retribusi Sapi BX Retribusi Sapi BX Retribusi Sapi BX
Penjualan Pupuk Penjualan Pupuk Penjualan Pupuk Penjualan Pupuk Penjualan Pupuk
2. Penjualan RPH- 2. Penjualan RPH- 2. Penjualan RPH- 2. Penjualan RPH- 2. Penjualan RPH-
Meatshop yang Meatshop yang Meatshop yang Meatshop yang Meatshop yang
meliputi: meliputi: meliputi: meliputi: meliputi:
Toko Sembako Toko Sembako Toko Sembako Toko Sembako Toko Sembako
Unit RPH
Program Pak Rahman Program Pak Rahman Program Pak Rahman Program Pak Rahman Program Pak Rahman

3. Program Qurban: 3. Program Qurban: 3. Program Qurban: 3. Program Qurban: 3. Program Qurban:
Penjualan Sapi Penjualan Sapi Penjualan Sapi Penjualan Sapi Penjualan Sapi
JasaPemotongan Sapi JasaPemotongan Sapi JasaPemotongan Sapi JasaPemotongan Sapi JasaPemotongan Sapi
Qurban Qurban Qurban Qurban Qurban
4. Renovasi RPH untuk
4. Penambahan alat 4. Penambahan alat 4. Penambahan alat 4. Penambahan alat
persyaratan NKV untuk modernisasi untuk modernisasi untuk modernisasi untuk modernisasi
RPH RPH RPH RPH
5. Pembuatan Cold 5. Penjualan dan 5. Penjualan dan 5. Penjualan dan 5. Penjualan dan
Storage untuk distribusi daging distribusi daging distribusi daging distribusi daging
penyimpanan daging
6. Pengadaan Mesin 6. Jasa Penggilingan 6. Jasa Penggilingan 6. Jasa Penggilingan 6. Jasa Penggilingan
16
giling bakso Bakso Bakso Bakso Bakso

RENCANA PER UNIT TAHUN


2025 2026 2027 2028 2029
1. KSO BPS – 1. KSO BPS – 1. KSO BPS – 1. KSO BPS – 1. KSO BPS –
Holding Company Moratel Moratel Moratel Moratel Moratel
2. Videotron [Link] 2. Pengembangan 2. Pengembangan 2. Pengembangan
Videotron Videotron Videotron Videotron

7.2. Rencana Modal Kerja & Investasi Tahun 2025


7.2.1. Kantor Pusat
Keterangan Nilai (Rp)
Pembuatan Portal Pengawasan Transaksi RPH Penggaron & 100.000.000
Pengawasan Daging Halal
Total 100.000.000

7.2.2. Unit Percetakan & Multitrading

Keterangan Nilai (Rp)


Program Ketahanan Pangan
a. Kios Sembako
- Rak 10.000.000
- Freezer 10.000.000
- Cash Register 5.500.000

17
b. Pasar Pangan Murah (PPM)
- Modifikasi 2 Mobil box khusus 50.000 000
c. Program Makan Siang Bergizi
- Tempat Makan 30.000.000
- Sendok & Garpu 1.062.500
- Perlengkapan Dapur 50.000.000
- Renovasi Dapur 500.000.000
- Rak Makan 10.000.000
- Instalasi Air 20.000.000
d. Supplier Pangan Program Nasional Makan Siang Bergizi [Link]
TOTAL [Link]

7.2.3. Unit RPH & BHP


No Keterangan Nilai (Rp)
1. Program Ketahanan Pangan
a. Kios Sembako
- Rak 10.000.000
- Freezer 10.000.000
- Renovasi Untuk Toko Kios Sembako 50.000.000
2. Renovasi RPH untuk NKV
a. Perbaikan Lingkungan RPH
- Pagar 100.000.000
- Saluran Drainase 50.000.000
- Pengerasan Jalan 200.000.000
b. Perbaikan Ruang Produksi RPH
- Perbaikan Plafon RPH 150.000.000
- Kamar Mandi 30.000.000
- Dinding & Lantai 100.000.000
18
3. Pengadaan Alat RPH
- Gerobak Daging 100.000.000
- Meja Stainless Produksi 70.000.000
- Hoist / Katrol 100.000.000
- Reinstain Box 150.000.000
4. Perbaikan Kandang
- Kandang Sapi 100.000.000
- Kandang Babi 100.000.000
5. Pembuatan Cold Storage
- Bongkar Pasang Cold Storage 150.000.000
- Renovasi untuk pemasangan Cold Storage 50.000.000
6. Penggilingan Bakso
- Satu set mesin penggilingan, aduk & cetak 150.000.000
TOTAL [Link]
TOTAL KESELURUHAN [Link]

19
VIII
ANALISIS KEUANGAN

Asumsi dasar penyusunan model keuangan sangat perlu dilakukan


untuk membuat Proyeksi Keuangan selama umur proyek yang akan digunakan
sebagai alat analisis kelayakan proyek,

Proyeksi Perhitungan Pendapatan Unit Percetakan dari Tahun 2025


hingga Tahun 2029 Unit Percetakan Rp. [Link],-. Seperti yang
digambarkan pada tabel berikut :

8.1. Tabel Penjualan Unit Percetakan Tahun 2025 hingga Tahun 2029

DESKRIPSI 2025 2026 2027 2028 2029 TOTAL


PENDAPATAN
Penjualan
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Percetakan
Penjualan Produk
500.000.000 500.000.000 500.000.000 500.000.000 500.000.000 [Link]
Siplah
Penjualan Pangan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Penjualan Makan
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Siang Bergizi
Penjualan ATK Dinas [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Penjualan Buku 450.000.000 450.000.000 450.000.000 450.000.000 450.000.000 [Link]
Penjualan Project [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Khusus
Jumlah Pendapatan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Total Pendapatan Unit Percetakan pada Tahun 2025-2029 disampaikan


seperti berikut :
1. Penjualan Percetakan Offset Unit Percetakan selama 5 Tahun Rp
[Link].-
2. Penjualan Produk SIPLah Unit Percetakan selama 5 Tahun Rp
[Link].-
3. Penjualan Pangan Unit Percetakan selama 5 Tahun Rp [Link].-
4. Penjualan Makan Siang Bergizi Unit Percetakan selama 5 Tahun Rp
[Link].-
5. Penjualan ATK Unit Percetakan selama 5 Tahun Rp [Link].-
6. Penjualan Buku Unit Percetakan selama 5 Tahun Rp [Link].
7. Penjualan Project Khusus Unit Percetakan selama 5 Tahun Rp
[Link].-

Proyeksi Perhitungan Pendapatan Unit RPH dan BHP dari Tahun 2025
hingga Tahun 2029 Unit RPH Rp. [Link]-. Seperti yang digambarkan
pada tabel berikut :

20
8.2. Tabel Penjualan Unit RPH & BHP Tahun 2025 hingga Tahun 2029

Deskripsi 2025 2026 2027 2028 2029 Total


PENDAPATAN
Pendapatan Jasa
RPH
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Penjualan RPH-
Meatshop
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Penjualan Sapi
Qurban
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Pendapatan Jasa
Pemotongan 250.000.000 250.000.000 250.000.000 250.000.000 250.000.000 [Link]
Qurban
Jumlah
Pendapatan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Total Pendapatan Unit RPH & BHP pada Tahun 2025 - 2029 disampaikan seperti
berikut :
1. Pendapatan Jasa Unit RPH & BHP selama 5 tahun Rp [Link].-
2. Penjualan RPH - Meatshop selama 5 tahun Rp [Link].-
3. Penjualan Sapi Qurban selama 5 tahun Rp [Link].-
4. Pendapatan Jasa Pemotongan Qurban Tahun 2023-2026 Rp [Link],-

Proyeksi Perhitungan Pendapatan Holding dari Tahun 2025 hingga


Tahun 2029 Holding Rp. [Link],-. Seperti yang digambarkan pada
tabel berikut :

8.3. Tabel Penjualan Holding Tahun 2025 hingga Tahun 2029


Deskripsi 2025 2026 2027 2028 2029 Total
PENDAPATAN
Pendapatan KSO
BPS-Moratel 149.613.998 - - - - 149.613.998
Pendapatan
Videotron [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Jumlah
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Pendapatan

21
Proyeksi Perhitungan Laba Rugi dari Tahun 2025 hingga Tahun 2029
PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) Rp. [Link],-. Seperti
yang digambarkan pada tabel berikut :

[Link] Laba Rugi Tahun 2025 hingga Tahun 2029

Deskripsi 2025 2026 2027 2028 2029 Total


PENDAPATAN
Unit
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Percetakan
Unit RPH 825.000.000 860.000.000 895.000.000 930.000.000 965.000.000 [Link]

Holding [Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]


Jumlah
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Pendapatan

22
BAB IX
PENUTUP

Demikian Proposal Rencana Bisnis Tahun 2025 - 2029 PT Bhumi Pandanaran


Sejahtera (Perseroda) Kota Semarang. Demikian, kami sampaikan terima kasih.

Semarang, 04 Desember 2024

23

Anda mungkin juga menyukai