Rencana Bisnis Taman Satwa Semarang 2025-2029
Rencana Bisnis Taman Satwa Semarang 2025-2029
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
9. BAB VII Asumsi yang dipakai dalam penyusunan rencana bisnis ………………………...VII
10. BAB VIII Proyeksi keuangan, investasi, dan penyertaan modal ………………………….VIII
RINGKASAN EKSEKUTIF
RINGKASAN EKSEKUTIF
Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 – 2029 ini disusun
untuk dapat memberikan pedoman bagi arah pengembangan perusahaan dan
pencapaian visi misi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dengan Rencana Bisnis ini,
pegawai, manajemen, dan pemilik dapat memahami kekuatan dan kelemahan
perusahaan sehingga dapat menyadari adanya peluang maupun ancaman dalam
menjalankan kegiatan operasional perusahaan.
Kondisi Perusahaan
449.835
369.861
105.622 171.531
Berdasarkan Survei Kepuasan pelanggan terhadap 100 responden atas fasilitas parkir,
fasilitas tempat makan, fasilitas umum, kebersihan area pengunjung, kebersihan
kendang dan koleksi satwa, sebanyak 54% pelanggan merasa puas, 14% pelanggan
merasa tidak puas dan sisanya 32% merasa biasa saja (netral).
Adapun tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan saat ini adalah perbaikan sarana
dan prasarana guna meningkatkan minat kunjungan masyarakat dan menghadapi
persaingan usaha serta tantangan internal dalam hal tata kelola organisasi dan SDM.
Posisi Analisis SWOT PT Taman Satwa Semarang berada pada Kuadran I (Stable
Growth), artinya kondisi yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Dalam situasi
ini, perusahaan memiliki kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan sehingga
dapat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan
pengembangan usaha dan meraih kemajuan secara maksimal.
Sasaran yang ingin diraih oleh Perusahaan dalam 5 tahun kedepan adalah
Terwujudnya kesejahteraan mental dan fisik satwa, Terpenuhinya sarana prasarana
pendukung satwa sesuai standar lembaga konservasi dan wisata edukasi, Tercapainya
peningkatan jumlah wisatawan, Pengembangan usaha lembaga konservasi dan wisata
edukasi, dan Terwujudnya tata kelola Semarang Zoo sebagai lembaga konservasi
berkualitas.
Guna mencapai sasaran perusahaan, maka ditentukan strategi yang akan dijalankan
dalam 5 (lima) tahun ke depan, antara lain :
Ketiga program ini akan dijalankan secara terpadu dan sinergis, dengan pendekatan
yang berfokus pada hasil jangka panjang, sehingga PT Taman Satwa Semarang
(Perseroda) dapat terus berkembang sebagai lembaga konservasi yang berdaya saing
tinggi, sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan Masyarakat.
APBD/Pihak
Tahun Ketiga/ Lembaga Perusahaan (jt) Jumlah (Jt)
Keuangan (Jt)
Pendapatan
Pendapatan
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Operasional
Pendapatan Non
35.000.000 15.000.000 105.000.000 120.750.000 138.862.500
Operasional
Jumlah
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Pendapatan
Biaya
Biaya Non
10.000.000 7.000.000 40.000.000 46.000.000 52.900.000
Operasional
Biaya Kerugian
[Link]
Penghapusan Aset
Pendapatan
- Pendapatan Non
35.000.000 15.000.000 105.000.000 120.750.000 138.862.500
Operasional
Biaya
Biaya Kerugian
[Link]
Penghapusan Aset
Pendapatan
Pendapatan
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Operasional
Pendapatan Non
35.000.000 15.000.000 105.000.000 120.750.000 138.862.500
Operasional
Biaya
Biaya Kerugian
[Link]
Penghapusan Aset
Dari table proyeksi laba rugi di atas, PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) pada
2025 telah memperoleh laba usaha sedangkan tahun 2026 mengalami kerugian karena
adanya rencana penutupan operasional yang ditargetkan dalam waktu kurang lebih 8
bulan untuk melaksanakan kegiatan investasi berupa pembangunan sarana
prasarana/renovasi secara menyeluruh sehingga pendapatan menurun yang berdampak
pada timbulnya kerugian. Namun mulai tahun 2027 sampai dengan 2029 akan
memperoleh kenaikan laba usaha karena adanya rencana kenaikan pendapatan dengan
pemberlakuan tarif tunggal setelah renovasi.
TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029
ASET
Aset Lancar
JUMLAH KEWAJIBAN
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
DAN EKUITAS
KETERANGAN TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029
ASET
Aset Lancar
Jumlah Aset
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Lancar
Aset Tidak
12.012.000 7.722.000 3.432.000
Terwujud
JUMLAH
KEWAJIBAN [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
DAN EKUITAS
KETERANGAN TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029
ASET
Aset Lancar
Kas dan
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Bank
Piutang
8.700.000 - 138.500.000 152.350.000 167.585.000
Usaha
Jumlah Aset
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Lancar
Aset Tetap dan
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Inventaris
Aset Tidak
12.012.000 7.722.000 3.432.000
Terwujud
KETERANGAN TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029
Kewajiban
Kewajiban
476.101.279 [Link] 604.055.000 676.288.250 757.518.988
Lancar
Kewajiban
Jangka
Panjang
Jumlah
Kewajiban
- [Link] [Link] [Link] [Link]
Jangka
Panjang
Jumlah
476.101.279 [Link] [Link] [Link] [Link]
Kewajiban
JUMLAH
KEWAJIBAN [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
DAN EKUITAS
Kenaikan
(Penurunan) 2,174,260,074 (2,730,141,007) 22,713,199,834 27,536,472,226 15,698,796,506
Arus Kas
Dari table proyeksi kenaikan dan penurunan kas menunjukan bahwa pada tahun
2025-2026 saldo kas mengalami kenaikan jika menggunakan alternatif sumber dana
investasi dengan Penyertaan Modal (PM), sedangkan jika menggunakan alternatif
pendanaan investasi dari Pihak Ketiga atau Lembaga Keuangan, saldo kas 2025-2026
mengalami penurunan yang signifikan karena adanya skema bagi hasil, pembayaran
bunga pinjaman dan pengembalian pinjaman.
Likuiditas
1 a. Current Ratio (%) 883,30% 4065,00% 8148,70% 13681,10% 15575,60%
b. Cash Ratio (%) 880,90% 4065,00% 8085,20% 13618,70% 15514,40%
Rentabilitas
a. Gross Profit Ratio (%) 15,80% -101,60% 67,50% 68,30% 67,90%
2
b. Operating Ratio (%) 84,20% 201,60% 32,50% 31,70% 32,10%
c. Return on Asset (%) 1,00% -4,20% 11,20% 13,20% 13,60%
Solvabilitas
a. Total Aktiva dengan Total
3 42734,20% 139868,00% 53711,20% 53767,40% 50819,60%
Hutang (%)
b. Debt to equity Ratio (%) 0,20% 0,10% 0,20% 0,20% 0,20%
Likuiditas
1 a. Current Ratio (%) 883,30% 711,70% 4065,90% 7709,00% 8960,40%
b. Cash Ratio (%) 880,90% 711,70% 4002,50% 7646,70% 8899,10%
Rentabilitas
a. Gross Profit Ratio (%) 15,80% -98,50% 62,80% 63,40% 62,20%
2
b. Operating Ratio (%) 84,20% 198,50% 37,20% 36,60% 37,80%
c. Return on Asset (%) 1,00% -6,30% 10,30% 12,10% 12,20%
Solvabilitas
a. Total Aktiva dengan Total Hutang
3 42734,20% 92829,60% 35310,00% 35504,40% 33675,90%
(%)
b. Debt to equity Ratio (%) 0,20% 0,10% 0,30% 0,30% 0,30%
Likuiditas
1 a. Current Ratio (%) 883,30% 18,70% 3586,40% 8155,20% 9340,70%
b. Cash Ratio (%) 880,90% 18,70% 3523,00% 8092,90% 9279,50%
Rentabilitas
-
a. Gross Profit Ratio (%) 15,80% 58,20% 59,90% 60,20%
2 233,60%
b. Operating Ratio (%) 84,20% 333,60% 41,80% 40,10% 39,80%
c. Return on Asset (%) 1,00% -5,90% 10,50% 12,80% 13,70%
Solvabilitas
3 a. Total Aktiva dengan Total Hutang (%) 42734,20% 293,60% 367,50% 457,80% 547,10%
b. Debt to equity Ratio (%) 0,20% 51,70% 37,40% 28,00% 22,40%
BAB I PENDAHULUAN
Sarana yang ada di Semarang Zoo seperti akses jalan, tempat parkir cukup untuk
15 bus, 125 mobil dan 1.100 sepeda motor, wahana permainan, kandang-kandang
satwa beserta sarana penunjang (fasilitas penunjang) seperti toilet, tempat ibadah
, rumah makan cukup memadai.
Selain sarana prasarana bentuk fisik, infrastruktur di sini juga menyangkut media
social yang digunakan dalam menyampaikan informasi terkait dengan objek
wisata Semarang Zoo.
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) mempunyai koleksi satwa mencapai 268
ekor satwa antara lain Harimau Benggala, Singa, Gajah Sumatera, Wallaby, Orang
Utan, Rusa, segala jenis burung, reptil dan lain sebagainya.
Semarang Zoo terletak di perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal
sehingga menjadi destinasi populer dan dikunjungi banyak wisatawan dari
wilayah Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kota Pekalongan,
Kota Demak, Kota Jepara dan seputar Jawa Tengah. Wisatawan dapat berinteraksi
langsung dengan koleksi satwa seperti satwa burung, satwa ular, hingga satwa
mamalia besar seperti satwa gajah.
Selain itu, pada Misi keempat Pemerintah Kota Semarang yaitu “Mewujudkan
Infrastruktur Berkualitas yang Berwawasan Lingkungan untuk Mendukung
Kemajuan Kota”, terdapat salah satu strategi yang berkaitan dengan BUMD yaitu
Peningkatan kualitas lingkungan hidup. Pada strategi ini ditentukan arah
kebijakan untuk dapat menjalankan strategi tersebut agar Misi Keempat
Pemerintah Kota Semarang dapat tercapai sesuai target. Arah kebijakan tersebut
adalah Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan dan pembangunan
ramah lingkungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati.
Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah di Kota Semarang, PT Taman Satwa
Semarang (Perseroda) memiliki fungsi dan peran dalam mewujudkan
perlindungan dan pelestarian satwa yang ada di Indonesia dengan cara
mempertahankan kemurnian genetik yang terkontrol sekaligus sebagai sarana
rekreasi yang sehat dan sebagai tempat pendidikan/penelitian serta
pengembangan ilmu pengetahuan terkait flora dan fauna.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka rencana strategis jangka menengah (Rencana
Bisnis) PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) periode Tahun 2025- 2029
disusun dengan memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kota Semarang Tahun 2021-2026, agar rencana pengembangan usaha
yang dilakukan oleh PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) sesuai program
pembangunan daerah yang ditetapkan Pemerintah Kota Semarang.
Taman Satwa Semarang merupakan Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak
di bawah wewenang Walikota Semarang, sehingga visi misi Taman Satwa
Semarang akan sejalan dengan visi misi dari Pemerintah Kota Semarang.
Dari visi misi Pemerintah Kota Semarang, PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
berupaya merumuskan visi, misi, maupun strategi perusahaan.
Untuk mencapai visi misi di atas, maka PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
merumuskan strategi sebagai berikut :
1. Melengkapi dokumen legalitas dan seluruh persyaratan administrasi sebagai
Lembaga konservasi;
2. Mengembangbiakan dan tukar menukar satwa dengan menjaga kemurnian
genetik dan keanekaragaman satwa;
3. Meningkatkan kesejahteraan satwa yang sesuai dengan konsep animal
welfare;
4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana prasarana pemeliharaan dan
perawatan satwa;
5. Melakukan pembangunan fasilitas pelayanan pengunjung untuk memberikan
rasa nyaman bagi pengunjung;
6. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui program
pengembangan dan pelatihan SDM sesuai dengan keahlian serta kebutuhan;
7. Mengembangkan tempat rekreasi yang edukatif, kreatif, dan menarik
berbasis pemberdayaan masyarakat;
8. Mengembangkan standar mutu taman satwa sebagai Lembaga Konservasi
dan tempat rekreasi bertaraf internasional;
9. Meningkatkan promosi melalui berbagai media dalam rangka
memperkenalkan, meningkatkan dan menjaga jumlah pengunjung;
10. Mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak dalam memajukan taman
satwa.
Tabel 2.2
Jumlah pegawai PT Taman Satwa Semarang berdasarkan Jabatan
Pegawai Pegawai
Jumlah
Tetap Tidak Tetap
Jabatan (Orang)
(Orang) (Orang)
Direktur 1 - 1
Manajer 5 - 5
Kepala Divisi 3 - 3
Koordinator 2 - 2
Staf 12 6 18
Tenaga 6 6 12
Keeper 14 8 22
Jumlah 43 20 63
Tabel 2.3
Tabel 2.4
Analisa Perbandingan RKAP dengan Realisasi Tahun 2020-2024
Tabel 2.5
Analisa Rasio Keuangan PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
Tahun 2020-2024 (Prognosis)
2024
No Analisa Rasio 2020 2021 2022 2023
(Prognosis)
Likuiditas
a Current Ratio (%) 66,6 420,5 184,3 150,8 144,7
1
b Cash Ratio (%) 63,0 417,9 179,4 139,1 134,5
Rentabilitas
Gross Profit Ratio
a 92,8 108,6 143,0 99,7 90,2
(%)
Operating Ratio
b -7,8 8,0 30,1 -0,3 -10,8
(%)
2
Return on Asset
c 0,1 -2,3 1,3 0,0 0,0
(%)
Solvabilitas
Total Aktiva
1178 11503, 4673, 1303
a dengan Total 126,2
3 5,9 8 7 2,9
Hutang (%)
b Debt to equity 0,9 0,9 2,2 0,8 0,0
2024
No Analisa Rasio 2020 2021 2022 2023
(Prognosis)
Ratio (%)
Rasio biaya
Pemasaran dibanding
2,3 15,7 80,4 0,7 -9,7
4 pendapatan
operasional (%)
Rasio Laba terhadap
Ekuitas/Imbalan
0,1 -2,3 1,3 0,0 -0,4
5 kepada Pemegang
Saham (ROE)
Rasio Laba terhadap
investasi/Imbalan 0,1 -2,3 1,3 0,0 -0,4
6
(ROI)
rendah yaitu dibawah 3% sedangan tahun 2021 cukup tinggi yaitu 15.7%
sedangkan untuk tahun 2024 kondisi tidak bagus karena perusahaan
mengalami kerugian.
e. Rasio Return On Equity (ROE) untuk tahun 2020 dan 2023 kondisi tidak
begitu baik karena rasio dibawah 1% sedangkan tahun 2021 dan 2024 cukup
buruk karena rasio minus.
f. Rasio Return On Investment untuk tahun 2020 dan 2023 kondisi cukup baik
karena masih postif meskipun dibawah 1% , sedangkan tahun 2021 dan
2024 perusahaan mengalami kerugian sehingga rasio minus.
Tabel 2.6
Laporan Laba/Rugi dibandingkan dengan Rencana Kerja
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2020-2021
PENDAPATAN
[Link] [Link] 77% [Link] [Link] 63%
OPERASIONAL
LABA (RUGI)
(277.488.245) 829.222.997 -33% 311.603.699 260.322.711 120%
OPERASIONAL
Tabel 2.7
Laporan Laba/Rugi dibandingkan dengan Rencana Kerja
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) tahun 2022-2023
Tabel 2.8
Laporan Laba/Rugi dibandingkan dengan Rencana Kerja
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) tahun 2024 (Prognosis)
Kinerja keuangan PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) untuk tahun 2020 dan
2021, secara umum menunjukkan kinerja yang kurang bagus karena tidak
tercapainya target pendapatan dan laba perusahaan hal ini disebabkan karena
adanya pandemi Covid 19 yang menyebabkan sebagian besar rencana kerja
perusahaan tidak dapat dijalankan sehingga mengalami kerugian. Untuk tahun
2021 kerugian berasal dari penghapusan aset karena adanya renovasi dan
pembangunan baru karena sarana dan prasarana sudah tidak layak.
Tahun 2022 kinerja PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) menunjukkan
kinerja yang sangat baik karena capaian pendapatan melebihi dari rencana
anggaran yaitu sebesar 132% sedangkan laba sebesar 964%. Tahun 2023 kinerja
keuangan mengalami penurunan dimana capaian pendapatan hanya 70%
sedangkan laba 3% dari Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).
Tabel 2.9
Neraca PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
tahun 2020-2024 (Prognosis)
Uraian 2024
2020 2021 2022 2023
(Prognosis)
ASET
Aset Lancar
Uraian 2024
2020 2021 2022 2023
(Prognosis)
KEWAJIBAN
EKUITAS
JUMLAH KEWAJIBAN
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
DAN EKUITAS
Tabel 2.10
Permasalahan yang dihadapi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
C. UMUM
1. Strategi BUMD
Strategi adalah rencana jangka panjang yang diikuti tindakan-tindakan
yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi dapat juga
diterjemahkan sebagai rencana tindakan utama yang dipilih untuk menggalang
dan mengarahkan seluruh sumber daya organisasi dalam mencapai bersama,
yaitu visi dan misi perusahaan. Dalam prosesnya, peluang merupakan hasil
penyesuaian kompetensi inti, skill set dan potensi terpendam perusahaan
terhadap pasar dan kebutuhan pelanggan yang baru, berkembang atau bahkan
belum diketahui. Sedangkan masalah (problem) adalah kesenjangan antara
kondisi yang dihadapi dengan kondisi yang diharapkan sehingga pemecahan
masalah (problem solving) adalah pencarian alternatif tindakan untuk
menghilangkan kesenjangan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang
diharapkan.
2. Sasaran Stratejik
Sasaran Stratejik merupakan pernyataan spesifik, terukur dan realistik
tentang apa yang ingin dicapai perusahaan dalam jangka waktu tertentu dari
tiap-tiap perspektif. Sasaran stratejik ini menunjukkan arah menyeluruh yang
akan dituju oleh perusahaan dan mengarahkan perumusan inisiatif stratejik dan
program.
Sasaran merupakan jawaban dari prioritas atau permasalahan yang
teridentifikasi dalam kajian lingkungan internal dan eksternal (SWOT). Sasaran
Stratejik ini diukur ketercapaiannya dengan menggunakan ukuran hasil (Lag
Indicator). Karenanya, sasaran harus menunjukkan secara spesifik strategi
pelaksanaannya, terukur, realistis, berorientasi pada hasil, memiliki kerangka
dan tahapan waktu yang jelas serta bersifat komprehensif.
3. Inisiatif Stratejik
Inisiatif Stratejik adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk
mewujudkan sasaran stratejik. Inisiatif stratejik ini diukur efektivitasnya sebagai
langkah untuk mewujudkan sasaran stratejik dengan menggunakan ukuran
pemicu kinerja (Lead Indicator). Oleh karena langkah-langkah ini masih bersifat
garis besar maka perlu dijabarkan dalam sejumlah program multi tahun
perusahaan.
0,08) dibanding aspek internal lainnya. Beberapa kelemahan pada aspek ini
adalah :
1) Fasilitas penunjang : sarana prasarana (fasum) kurang memadai;
2) Kondisi Lingkungan : pengelolaan dan perawatan sarana prasarana masih
belum optimal;
3) Keamanan : Tembok pembatas yang kurang memadai;
4) Kondisi satwa banyak yang berusia lanjut.
3) Aspek Hukum
Analisis pada aspek ini difokuskan kepada Peraturan Daerah, UU Konservasi,
UU Perlindungan Konsumen, PP No. 54 Tahun 2017 tentang BUMD, dan regulasi
ketenagakerjaan.
Berdasarkan hasil analisis pada aspek Hukum, perusahaan memandang sebagai
peluang dengan nilai 0,40. Beberapa peluang PT Taman Satwa Semarang pada
aspek ini adalah :
1) Peraturan daerah: Pembentukan Perseroan Terbatas Taman Satwa
Semarang (Perseroda) dari UPTD menjadi Perseroan Terbatas Daerah.
2) Peraturan Lembaga Konservasi: Kemudahan dalam pertukaran satwa
dan pelepas liaran.
3) Regulasi Ketenagakerjaan: PT Taman Satwa Semarang telah mengacu
sepenuhnya pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan.
Sedangkan ancaman pada aspek hukum adalah :
UU Perlindungan Konsumen: adanya peraturan yang memungkinkan
masyarakat/pelanggan mengajukan gugatan kepada PT Taman Satwa
Semarang (Perseroda) sesuai dengan UU perlindungan konsumen.
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa kekuatan dan peluang lebih dominan
dibandingkan dengan kelemahan dan ancaman yang dimiliki PT Taman Satwa
Semarang (Perseroda), sehingga posisi koordinat sebagai berikut :
- Faktor Internal : 2,02 + (0,65) = 1,37
- Faktor Eksternal : 2,93 + (0,53) = 2,40
Dengan posisi koordinat tersebut, PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) dalam
diagram SWOT berada dalam kuadran I (Stable Growth), sebagai berikut :
Posisi Perusahaan di
lingkungannya saat ini
Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa PT Taman Satwa Semarang memiliki
kekuatan dan peluang yang lebih besar dibandingkan dengan kelemahan dan ancaman.
Posisi dalam kuadran I ini merupakan posisi yang cukup menguntungkan. Perusahaan
mempunyai peluang dan kekuatan yang cukup kuat sehingga potensi untuk
memperluas/menambah pelanggan baru masih sangat terbuka. Strategi yang
diterapkan pada kuadran ini sebaiknya adalah strategi yang menitikberatkan pada
pertumbuhan yang stabil guna memanfaatkan peluang dan dukungan sumber daya
yang ada.
Berikut konsekuensi strategi pada masing-masing posisi perusahaan dalam anatomi
empat kuadran, dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Kuadran I ( Pertumbuhan )
Dalam kuadran ini, perusahaan relatif memiliki lebih banyak kekuatan dari pada
kelemahan, dan mempunyai cukup peluang untuk tumbuh. Oleh karena itu,
perusahaan perlu memupuk dana guna membiayai pengembangan usahanya.
2. Kuadran II ( Stabilisasi ).
Dalam kuadran ini, perusahaan relatif memiliki lebih banyak kelemahan
dibanding kekuatan. Namun peluang untuk tumbuh masih ada, sehingga
perusahaan harus terlebih dahulu mengatasi kelemahan di bidang-bidang
operasionalnya.
3. Kuadran III ( Bertahan Hidup )
Dalam kuadran ini, selain masih banyak kelemahan dibanding kekuatan,
perusahaan juga tidak mempunyai peluang untuk tumbuh. Oleh karena itu,
perusahaan perlu melakukan rasionalisasi usaha melalui pemangkasan unit-unit
kegiatan yang tidak produktif (tidak menguntungkan) dan memfokuskan pada
target pasar yang paling potensial.
4. Kuadran IV ( Diversifikasi Usaha )
Dalam kuadran ini, walaupun perusahaan memiliki lebih banyak kekuatan
dibanding kelemahan, tetapi karena ancaman cukup besar, peluang untuk
tumbuh sangat terbatas. Strategi yang disarankan adalah diversifikasi usaha.
Rincian lebih lanjut mengenai unsur-unsur dan posisi perusahaan dalam grafik
analisis SWOT disajikan dalam Lampiran III.
Tingkat Paud, SD dan SMP, untuk mengunjungi Semarang Zoo tidak seperti
mengunjungi kebun binatang lainnya karena disini Keeper satwa juga menjelaskan
secara mendetail terkait informasi satwa kepada pengunjung. Untuk hari-hari
tertentu Semarang Zoo mengadakan event Live Musik dan lokasi Semarang zoo bisa
disewakan untuk acara pernikahan, acara keluarga lainnya maupun event-event
Perusahaan lainnya dengan konsep kebun.
Berikut ini beberapa kegiatan menarik yang bisa dilakukan ketika mengunjungi
Kebun Binatang ini :
1. Belajar Mengenal Berbagai Hewan
Kebun Binatang Semarang menjadi salah satu tempat wisata di Semarang yang
sangat cocok menjadi destinasi wisata edukasi. Ratusan koleksi yang dimiliki
kebun binatang bisa menjadi media pembelajaran bagus bagi para pengunjung
terutama anak-anak. Pengunjung bisa melihat mamalia besar seperti gajah dan
unta berada di kandang terbuka yang luas. Mereka dapat bergerak bebas ke sana
kemari tanpa terkurung di dalam kandang jeruji sempit. Selain itu koleksi burung
pun dapat terbang bebas di kandang khusus yang dibuat pengelola.
2. Berinteraksi Langsung dengan Hewan
Selain melihat-lihat, pengunjung juga bisa berinteraksi langsung bersama
beberapa satwa. Di area reptil pengunjung pun bisa berfoto bersama berbagai
jenis ular piton dan ular lain dengan aman. Begitu juga dengan area burung. Jika
pengunjung ingin berkeliling, menunggangi gajah ke sekitar kawasan kebun
binatang mungkin bisa jadi opsi menarik. Pengunjung bisa duduk diatas
punggung gajah dan merasakan sensasi goyangan gerak gajah yang menantang.
Dalam interaksi dengan satwa ini pengunjung akan selalu didampingi oleh
pawangnya, karena meskipun terlihat jinak, gajah tetap memiliki naluri hewan
liarnya. Untuk itu, pengunjung harus tetap berhati-hati tidak mengagetkan atau
membuat para satwa stress agar satwa tersebut tidak menyerang.
Sebagai perusahaan yang menjalankan usaha dibidang pariwisata, Semarang Zoo
memiliki beberapa kompetitor dengan konsep mini zoo antara lain :
1. Dusun Semilir : [Link] – Hatta No.49, Ngemple,
Bawen,Ngemplak,Semarang, Jawa Tengah ( 50661 ), eco park dengan konsep
modern dan seni. Destinasi wisata Semarang yang satu ini sedang naik daun
karena bentuk bangunannya yang menarik. Di samping bagus untuk difoto,
H. SURVEI KEPUASAN
Demi meningkatkan kualitas dan layanan, Semarang Zoo melaksanakan survei
kepuasan pelanggan dan survei kepuasan pegawai. Tingkat kepuasaan
pelanggan/pegawai diukur dan dinilai dengan skala likert 1-5 yaitu skor 1 : STS
(Sangat Tidak Setuju), skor 2 : TS (Tidak Setuju), skor 3 : N (Netral), skor 4 : S
(Setuju), dan skor 5 : SS (Sangat Setuju).
1. Survei Kepuasan Pelanggan
Survei kepuasaan pelanggan dilakukan terhadap 100 responden. Aspek yang
dinilai meliputi fasilitas parkir, fasilitas tempat makan, fasilitas umum,
kebersihan area pengunjung, kebersihan kendang dan koleksi satwa. Selain itu,
survei kepuasaan pelanggan juga menampung saran/masukan.
Berdasarkan hasil survei dapat disimpulkan bahwa 54% pelanggan merasa puas,
14% pelanggan merasa tidak puas dan sisanya 32% merasa biasa saja (netral).
I. VISI
Dari berbagai harapan para stakeholders terhadap perusahaan, maupun
sebaliknya harapan perusahaan kepada para stakeholdersnya, maka PT Taman Satwa
Semarang berusaha menetapkan Visi, Misi, maupun Strategi bagi perusahaan. Visi
merupakan gambaran masa depan perusahaan yang hendak diwujudkan dalam
jangka waktu yang lama. Dengan penetapan visi tersebut diharapkan adanya
pandangan jauh ke depan dan ke arah mana perusahaan akan dibawa, agar tetap
eksis terhadap segala ancaman dan peluang dengan menggunakan berbagai kekuatan
maupun kelemahan yang dimilikinya, dengan tujuan untuk memenuhi semua
harapan para stakeholders nya. Dengan berbagai kajian dan pertimbangan terhadap
semua aspek yang mempengaruhi kehidupan perusahaan, maka PT Taman Satwa
Semarang menetapkan rumusan visi sebagai berikut:
“Menjadi Lembaga Konservasi Terbaik“
J. MISI
Setelah perusahaan menetapkan pernyataan visi, maka diperlukan pula
pernyataan yang menjelaskan bagaimana perusahaan mencapai visinya. Pernyataan
yang dimaksud tersebut dinamakan dengan MISI.
b. Meningkatkan kualitas potensi daya tarik wisata yang unggul dan produktif;
c. Meningkatkan Tata Kelola Managemen Semarang Zoo sesuai dengan norma yang
berkembang.
f. Perawatan Koleksi
Perawatan secara rutin terhadap satwa di Semarang Zoo dilakukan oleh
Dokter Hewan dengan dibantu keeper yang ahli dan berpengalaman.
Perawatan koleksi satwa bertujuan untuk memastikan bahwa satwa sehat
dan bebas dari penyakit serta untuk mencegah atau merawat luka dan
penyakit. Sarana dan prasarana untuk perawatan satwa juga akan
dipersiapkan yang meliputi klinik satwa, kandang karantina dan
pengobatan satwa sakit, dapur pengolahan makan satwa.
g. Pelaksanaan Penandaan dan Pencatatan Silsilah Satwa (hidup)
Penandaan dan Pencatatan koleksi satwa dilakukan secara terus menerus
dan berkesinambungan oleh petugas. Penandaan dilakukan oleh petugas
berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 355/Kpts-II/2003
tentang Penandaan Spesimen Tumbuhan dan Satwa Liar. Saat ini
penandaan telah dilakukan terhadap sebagian satwa di Semarang Zoo
dengan cara tagging, pemasangan microchip dan pengaturan sex satwa.
h. Edukasi dan Penelitian
1) Menyediakan informasi dan pengetahuan kepada pengunjung
mengenai identitas rinci satwa, jenis satwa, habitat satwa, pakan, cara
reproduksi, umur, asal dan perawatan satwa melalui pemasangan sign
board di depan kandang maupun di tempat strategis lainnya.
2) Memfasilitasi kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam bidang konservasi satwa dalam
bentuk penyediaan data, informasi dan satwa sebagai objek penelitian
antara lain penelitian formula susu harimau;
3) Mengembangkan penelitian dalam rangka pengembangbiakan ,
pelestarian dan penyelamatan satwa.
i. Rekreasi dan Edukasi Flora dan Fauna
1) Meningkatkan kuantitas dan kualitas rekreasi berwawasan alam dan
lingkungan yaitu dengan melengkapi jenis satwa baik yang berasal dari
Indonesia maupun manca negara.
2) Mengadakan Petting Zoo yaitu pengunjung dapat berinteraksi langsung
dengan satwa misalnya dengan memberi makanan maupun minuman
yang sudah disediakan oleh Semarang Zoo, seperti domba, kelinci, kuda
poni maupun aves.
3) Menambahkan taman-taman dan pohon-pohon agar pengunjung
merasakan rekreasi di alam bebas dan alami.
4) Mengembangkan wahana rekreasi yang edukatif, kreatif dan menarik
seperti pembangunan menara tower, wahana untuk outbonds, feeding
zoo maupun games/permainan untuk melatih kerjasama tim.
j. Perlindungan dan Pelestarian
1) Mengembangbiakan satwa dengan menjaga kemurnian genetic dan
keanekaragaman jenis satwa melalui penyediaan pasangan pada setiap
jenis satwa.
2) Melakukan perlindungan dan pelestarian jenis satwa melalui kegiatan
penyelamatan, rehabilitasi dan reintroduksi alam.
M. UMUM
Program kerja PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) yang direncanakan untuk
dilaksanakan dalam (5) lima tahun ke depan pada periode 2025 hingga 2029 dan
dirancang untuk mencapai visi dan misi perusahaan sebagai lembaga konservasi dan
destinasi wisata edukasi yang berstandar tinggi.
Rencana kerja ini berfokus pada tiga program strategis utama yang mencakup aspek
pengembangan, tata kelola, serta kemitraan, yang akan menjadi pilar utama dalam
mendukung keberhasilan perusahaan, yaitu :
1. Program Pengembangan Lembaga Konservasi dan Wisata Edukasi
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas PT
Taman Satwa Semarang (Perseroda) sebagai lembaga konservasi yang
berorientasi pada pelestarian satwa, pendidikan, dan pengalaman wisata yang
bermakna. Kegiatan utama meliputi pembangunan dan perbaikan infrastruktur
satwa, pengembangan fasilitas pengunjung yang interaktif, dan peningkatan
program edukasi konservasi yang dapat menarik minat masyarakat luas,
terutama generasi muda.
2. Program Penguatan Tata Kelola Manajemen dan Pengembangan Sumber
Daya Manusia (SDM)
Program ini berfokus pada penguatan struktur organisasi dan
peningkatan kualitas SDM melalui rekrutmen berbasis kompetensi, pelatihan
berkelanjutan, dan digitalisasi sistem operasional untuk meningkatkan
efisiensi dan transparansi. Selain itu, program ini juga mencakup inisiatif
pemberdayaan masyarakat sekitar sebagai bagian dari tanggung jawab sosial
perusahaan, serta memastikan bahwa setiap personel mampu memberikan
layanan yang profesional dan berdedikasi dalam bidang konservasi dan
pariwisata.
3. Program Pengembangan Kemitraan, Investasi, dan Pemasaran Pariwisata
Untuk memperkuat keberlanjutan perusahaan, program ini akan
memperluas jaringan kemitraan strategis dengan investor, pemerintah, dan
komunitas konservasi. Langkah-langkah pemasaran inovatif akan diterapkan
melalui platform digital dan offline untuk meningkatkan brand awareness dan
menarik lebih banyak pengunjung. Program ini juga akan mencakup upaya
penggalangan dana, termasuk melalui skema adopsi satwa dan acara khusus,
untuk mendukung program konservasi dan pembangunan fasilitas.
Ketiga program ini akan dijalankan secara terpadu dan sinergis, dengan
pendekatan yang berfokus pada hasil jangka panjang, sehingga PT Taman Satwa
Semarang (Perseroda) dapat terus berkembang sebagai lembaga konservasi
yang berdaya saing tinggi, sekaligus memberikan dampak positif bagi
lingkungan dan masyarakat.
Ketiga program payung di atas dirancang untuk diterjemahkan menjadi
sejumlah program kerja yang lebih operasional dan terperinci sehingga setiap
program akan diuraikan dengan sasaran, indikator keberhasilan, serta langkah-
langkah strategis yang akan diambil untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan maka dengan pendekatan yang sistematis dan berfokus pada hasil,
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) berkomitmen untuk
mengimplementasikan program-program ini secara efektif dalam (5) lima
tahun ke depan, guna mewujudkan visi sebagai lembaga konservasi terbaik.
Berikut adalah rincian program kerja yang dirancang secara spesifik untuk
mendukung keberhasilan ketiga program utama tersebut, yaitu :
1. Program Pengembangan Semarang Zoo sebagai Lembaga Konservasi dan
Wisata Edukasi;
2. Program Penguatan Tata Kelola Manajemen dan Pengembangan SDM
Semarang Zoo;
3. Program Pengembangan Kemitraan dan Investasi serta Pemasaran
Pariwisata
Rencana program dan kegiatan PT Taman Satwa Semarang terbagi menjadi 2
sumber pendanaan yaitu dari APBD/Investor/Jasa Lembaga Keuangan dan
Perusahaan. Berikut ini adalah hasil rekap pendanaan rencana program dan
kegiatan PT Taman Satwa Semarang tahun 2025 – 2029 :
APBD/Investor/Lembaga
Tahun Perusahaan (jt) Jumlah (Jt)
Keuangan (Jt)
2025 0 13.683 13.683
2026 96.860 3.346 100.206
2027 0 71.690 71.690
2028 0 78.859 78.859
4.1 Sistem sanitasi yang sehat dan memadai, sanitasi kandang untuk
menjaga kebersihan;
4.2 Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL);
4.3 Penghijauan area dan pemeriksaan kualitas air tanah secara berkala.
O. PENETAPAN STRATEGI
Pembahasan ekspektasi dan isu-isu operasional, yang adalah bagian dari proses
balanced scorecard, mendorong pemahaman dan kepedulian yang lebih baik
dalam tim manajemen dari seluruh tingkat organisasi.
Oleh karena itu perumusan aplikasi model ini dituntut untuk dilakukan dengan
cermat. Balanced Scorecard yang dirumuskan secara baik akan :
a. Mengkomunikasikan prioritas dan arah stratejik serta menciptakan
kepedulian yang lebih besar atas visi, misi, rencana, dan prioritas stratejik.
b. Menyelaraskan seluruh aktivitas operasional dan sumber daya dengan
sasaran stratejik dan terfokus pada apa yang diperlukan organisasi untuk
tetap eksis.
c. Memilih ukuran yang benar-benar berarti dan telah mencakup seluruh aspek
dari operasi organisasi.
d. Mengukur proses dan sub-proses yang membantu mengidentifikasi
perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk mendorong peningkatan
kinerja.
e. Menghasilkan laporan ringkas yang berisi seluruh ukuran-ukuran penting
untuk memfasilitasi pengendalian manajemen yang lebih baik.
3. Sasaran Stratejik
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) menetapkan sasaran stratejik sebagai
berikut :
a. Sasaran stratejik perspektif keuangan adalah meningkatnya laba melalui
pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya operasional.
b. Sasaran stratejik perspektif pelanggan yaitu Meningkatnya Kepuasan
Pelanggan sesuai target ditetapkan (Customer Satisfaction Index – CSI ).
c. Sasaran stratejik perspektif bisnis internal terinci sebagai beikut :
1) Meningkatnya Kesejahteraan Satwa;
2) Meningkatnya Pemeliharaan Fasilitas Penunjang Wisata Edukasi;
3) Meningkatnya Tertib Administrasi dan Pelaporan;
4) Meningkatnya Koleksi Satwa;
5) Terpenuhinya Sarana Prasarana Pendukung Konservasi Sesuai Standar
Lembaga Konservasi;
6) Meningkatnya Fasilitas Umum Wisata Edukasi
7) Pengembangan Usaha Lembaga Konservasi dan Wisata Edukasi.
4. Inisiatif Stratejik
a. Perspektif Keuangan
Sasaran strategi Pertumbuhan Pendapatan dan Penurunan Biaya dicapai
melalui inisiatif stratejik meningkatkan pendapatan dan pengendalian
biaya. Pencapaian sasaran ini merupakan hasil dari capaian sasaran
strategik perspektif bisnis internal.
b. Perspektif Pelanggan
Sasaran Meningkatnya Kepuasan Pelanggan dicapai melalui langkah kerja:
1) Peningkatan pelayanan pelanggan
2) Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
3) Peningkatan Jumlah Pengunjung
a. Perspektif Keuangan
Indikator kinerja kunci (IKK) perspektif keuangan dan target capaian yang
ditetapkan untuk tahun 2025 – 2029 sebagai berikut :
TARGET
NO IKK Satuan
2025 2026 2027 2028 2029
1 Laba / Rugi
setelah pajak Rp (jt) 1.942 (12.145) 36.338 48.027 52.481
2 Rasio Laba
terhadap
% 14 (363) 51 61 61
Penjualan (net
profit margin)
3 Rasio biaya
pemasaran
dibanding % 3,5 0,0 0,8 0,9 0,9
pendapatan
operasional
TARGET
NO IKK Satuan
2025 2026 2027 2028 2029
4 Peningkatan
Pendapatan % 51 (76) 2042 10 10
5 Jumlah Dana
yang Dihimpun Rp (jt) 300 0 0 0 0
dari Sponsor
b. Perspektif Pelanggan
IKK perspektif pelanggan dan target capaian yang ditetapkan untuk tahun 2025
– 2029 sebagai berikut :
TARGET
NO IKK Satuan
2025 2026 2027 2028 2029
Orang
1 Jumlah 478.000 101.850 1.200.00 1.320.000 1.452.000
Pengunjung
Index Indeks
2 kepuasan 54 54 60 65 70
Pengunjung
Pertumbuhan Follower
3 Follower di 23.263 23.263 25.589 28.148 30.963
Media Sosial
Terpenuhinya
% 25 100 100 100 100
1 sarana prasarana
pendukung
TARGET
NO IKK Satuan
2025 2026 2027 2028 2029
Efektifitas
pemeliharaan
2 hewan (jumlah 7 12 8 5 3
Satwa mati/Jumlah %
Satwa)
Efektifitas
Pengobatan Satwa
3 (Jumlah satwa % 79 80 86 87 89
sembuh/Jumlah
Satwa Sakit)
Realisasi jumlah
pasangan baru
satwa/ jumlah
4 satwa yang % 30 90 90 90 90
direncanakan
mendapatkan
pasangan
% Realisasi
Pemenuhan
5 kebutuhan pakan % 100 100 100 100 100
(Realisasi pakan/
perencanaan)
6 % Kandang Satwa % 72 100 100 100 100
dalam kondisi baik
% Sarana
Prasarana
Pendukung
konservasi Lainnya
7 dalam kondisi baik % 70 100 100 100 100
(tempat minum,
tempat makan,
klinik,
karantina,peralatan
lapangan, dsb)
Fasilitas
8 pengelolaan Ada/Tdk Ada Ada Ada Ada Ada
Limbah
2) Kelompok Pengembangan
IKK Kelompok Pengembangan pada perspektif pelanggan dan target capaian
yang ditetapkan untuk tahun 2025 – 2029 sebagai berikut :
TARGET
NO IKK Satuan 2029
2025 2026 2027 2028
Penambahan 5
1 ekor 10 20 5 5
Satwa Baru
Jumlah Species 107
2 species 72 92 97 102
Satwa Baru
% Kecukupan
sarpras
3 pendukung % 25 100 100 100 100
sesuai standar
LK
% Kecukupan
4 Fasilitas Umum % 50 100 100 100 100
Wisata Edukasi
Sosialisasi ke
lembaga jumlah 543
7 390 409 450 494
pendidikan dan lembaga
kelompok
TARGET
IKK Satuan
2025 2026 2027 2028 2029
Indeks Kepuasan
Pegawai indeks 68,85 71,85 74,85 77,85 80,85
Terlaksananya
Rp
Kenaikan Gaji dan 4.027 2.174 6.117 7.034 8.090
(jutaa).
Tunjangan pegawai
% aturan
kepegawaian yang % 80 90 100 100 100
dimiliki
TARGET
IKK Satuan
2025 2026 2027 2028 2029
Rasio Kesesuaian
jabatan dengan job % 80 90 100 100 100
requirement
Rasio pegawai yang
ikut pelatihan (Jumlah
Pegawai yang
% 5 0 20 20 20
mengikuti
diklat/jumlah
pegawai)
Penilaian Kinerja
% 60 65 70 75 80
Karyawan
Prosentase jumlah
SOP dimiliki % 80 100 100 100 100
dibanding kebutuhan
Tingkat Adopsi Sistem
Digital (% system
% 75 75 100 100 100
digital dr kebutuhan
system)
kali/ta
Kegiatan HCPSN 1 1 1 1 1
hun
Jumlah pemeriksaan
kali 5 5 5 5 5
internal setiap tahun
% Tindak lanjut atas
% 100 100 100 100 100
temuan audit
Jumlah kerjasama
% 100 100 100 100 100
yang terealisasi
Jumlah Program
Edukasi yang
progra
Dilakukan dan Jumlah 3 5 7 9 11
m
Penelitian yang
Dihasilkan
Pada bab ini akan diuraikan beberapa risiko operasional yang mungkin dihadapi
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) dan dapat terjadi disetiap unit kerja. Risiko
tersebut haruslah dihadapi, dan jika diperlukan, dapat dilakukan tindakan lebih lanjut
untuk mengurangi kemungkinan dan dampak dari risiko yang dimaksud. Upaya dalam
menghadapi risiko merupakan konsekuensi natural dari perusahaan dalam menjaga
eksistensi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) untuk pertumbuhan yang
berkesinambungan.
Penerapan Manajemen Risiko PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) terdiri dari tahap :
1. Identifikasi Risiko
Identifikasi risiko ini merupakan proses untuk mencari, mengetahui,
mendefinisikan dan mencatat risiko-risiko yang mungkin terjadi dan berdampak
pada pencapaian sasaran/tujuan perusahaan baik yang berasal dari faktor internal
maupun eksternal.
Hasil identifikasi risiko PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) sebagai berikut :
Tabel 6.1
Identifikasi Risiko
No Nama Risiko
1 Risiko operasional perusahaan tutup
2 Kebutuhan Modal Kerja untuk biaya operasional
3 Risiko penularan penyakit ke satwa
4 Risiko Perkawinan sedarah (satwa tidak mempunyai pasangan)
5 Risiko Kandang rusak
6 Kurangnya fasilitas /wahana baru yang lebih menarik
7 Risiko Perkelahian satwa (sebaran individu)
8 Risiko satwa stres
9 Risiko kebakaran
10 Risiko keahlian keeper
11 Risiko efektivitas SPI
12 Risiko antrian pengunjung
No Nama Risiko
13 Risiko salah saji pengakuan pendapatan dan pengeluaran
14 Risiko serangan satwa terhadap keeper
15 Risiko keterlambatan pasokan pakan satwa
16 Bangunan rusak atau roboh
17 Risiko keamanan transaksi dan kecepatan pelayanan
18 Risiko keeper terlambat datang /tidak datang kerja (membolos)
19 Risiko kualitas dan kuantitas pakan satwa tidak sesuai standart
20 Risiko ketersediaan obat
21 Penanganan keluhan pelanggan belum maksimal
22 Risiko ketertiban PKL
23 Risiko sarana dan prasarana kebersihan yang kurang memadai
24 Risiko kerusakan fasilitas umum
25 Risiko SDM memiliki tupoksi ganda
26 Risiko Dokumen tidak ada /hilang
27 Risiko Salah Pencatatan / Posting dalam Penyusunan Laporan Keuangan
28 kebijakan terkait kerjasama
29 Risiko SDM (SPI) baik jumlah personil dan kompetensi
30 Risiko kecelakaan kerja
Risiko salah penghitungan jumlah rombongan dan penentuan diskon
31
rombongan
32 Risiko terkait perilaku pengunjung yang kurang baik
33 Risiko pembelian tiket tidak sesuai tinggi badan
34 Risiko pembatalan pemesanan
35 Risiko Pelaporan terlambat
36 Resistensi terhadap SPI
37 Risiko jumlah pakan kurang
38 Risiko kompetensi SDM
39 Risiko rendahnya motivasi kerja
40 Risiko keamanan aset termasuk satwa milik negara
41 Risiko kenyamanan pengunjung terkait parkir yang kurang representatif
42 Tidak adanya reward dan punishment
No Nama Risiko
43 Pengelolaan kode etik perusahaan
44 Risiko Hasil rapat tidak tersampaikan tepat waktu
45 Risiko tindak lanjut temuan
46 Risiko keterlambatan Penyusunan Laporan Keuangan
47 Risiko banjir
48 Risiko proses pengadaan tidak sesuai dengan pedoman PBJ
49 Risiko pencurian data/arsip/file dokumen penting keuangan
Risiko sulitnya mendeteksi apabila terjadi selisih antara uang fisik dan
50
laporan
51 Risiko tidak memiliki ruang penerimaan tamu
Setelah diukur tingkat kemungkinan dan tingkat dampak yang ditimbulkan dari
risiko-risiko tersebut, maka dapat ditentukan level risiko dari risiko-risiko tersebut. Level
risiko dapat dikelompokan dalam 4 (empat) skala yaitu :
a. Skala risiko rendah (Nilai > 1 s.d. 5) adalah risiko yang dinilai tidak terlalu
berpengaruh terhadap sasaran, dan tidak diperlukan tindakan penanganan
(mitigasi) tertentu, karena pengendalian sudah melekat dalam proses bisnis yang
ada. Namun demikian tetap diperlukan pemantauan;
b. Skala risiko moderat (Nilai > 5 s.d. 10) adalah risiko yang dinilai mempunyai
pengaruh terhadap sasaran, namun mekanisme control yang ada masih dapat
mengendalikannya. Meskipun demikian, apabila risiko tersebut (cenderung) ke
level risiko tinggi, mka dilakukan Langkah penanganan (mitigasi) tertentu;
c. Skala risiko tinggi (Nilai > 10 s.d. 15) adalah risiko yang dinilai menghambat
pencapaian sasaran, dan mekanisme control yang ada belum cukup
mengendalikan risiko tersebut sehingga diperlukan Langkah penanganan
(mitigasi) untuk sekurang-kurangnya menurunkan level ke moderat;
d. Skala risiko ekstrim (Nilai > 15 s.d. 25) adalah risiko yang dinilai berpotensi
menggagalkan pencapaian sasaran. Apabila risiko ini diambil wajib dilakukan
penanganan (mitigasi) dan perhatian khusus serta detail, dikarenakan sudah
berada diatas batas toleransi risiko perusahaan.
Hasil analisis risiko PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) sebagai berikut :
Tabel 6.4
Analisa Risiko
Skor
No Nama Resiko Kemungkinan Dampak
Resiko
Risiko operasional perusahaan
1 5 5 25
tutup
Kebutuhan Modal Kerja untuk
2 5 5 25
biaya operasional
3 Risiko penularan penyakit ke satwa 5 5 25
Risiko Perkawinan sedarah (satwa
4 5 5 25
tidak mempunyai pasangan)
5 Risiko Kandang rusak 5 5 25
Kurangnya fasilitas /wahana baru
6 5 5 25
yang lebih menarik
Skor
No Nama Resiko Kemungkinan Dampak
Resiko
Risiko Perkelahian satwa (sebaran
7 4 5 20
individu)
8 Risiko satwa stres 4 5 20
9 Risiko kebakaran 4 5 20
Skor
No Nama Resiko Kemungkinan Dampak
Resiko
Risiko SDM (SPI) baik jumlah
29 3 3 9
personil dan kompetensi
30 Risiko kecelakaan kerja 3 3 9
Risiko salah penghitungan jumlah
31 rombongan dan penentuan diskon 3 3 9
rombongan
Risiko terkait perilaku pengunjung
32 3 3 9
yang kurang baik
Risiko pembelian tiket tidak sesuai
33 3 3 9
tinggi badan
34 Risiko pembatalan pemesanan 3 3 9
3. Pemetaan Risiko
Setelah pengukuran level risiko, maka setiap risiko yang telah teridentifikasi dapat
dipetakan dalam matriks risiko sebagaimana digambarkan dibawah ini :
Tabel 6.5
Matrik Risiko
Level Dampak
Matriks Analisis
Tidak Sangat
Risiko Minor Moderat Signifikan
Siginifikan Signifikan
(2) (3) (4)
(1) (5)
Sangat
L Sering 5 10 15 20 25
e Terjadi (5)
v
e
Sering
l 4 8 12 16 20
Terjadi (4)
K
e
Kadang
m 3 6 9 12 15
Terjadi (3)
u
n
g
Jarang
k 2 4 6 8 10
Terjadi (2)
I
n
a Hampir
n Tidak 1 2 3 4 5
Terjadi (1)
A. Asumsi Eksternal
1. Pertumbuhan Ekonomi
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) memproyeksikan pertumbuhan
pendapatan sebesar 10% per tahun, dengan dasar data Badan Pusat Statistik
(BPS) Jawa Tengah. Pada Triwulan III-2024, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah
tercatat sebesar 4,93% year-on-year (y-on-y), didukung oleh kenaikan dalam
sektor pariwisata dan konsumsi rumah tangga. Kinerja ekonomi ini diharapkan
berlanjut, dengan kontribusi signifikan dari sektor-sektor seperti penyediaan
akomodasi dan makan minum yang tumbuh hingga 10,47% year-to-date (y-t-d).
Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat yang dapat
mendorong kunjungan ke destinasi wisata. Tren positif ini pada akhirnya
memberikan peluang bagi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) untuk
meningkatkan daya tarik destinasi wisata edukasi berbasis konservasi.
2. Tingkat Inflasi
Inflasi di Kota Semarang tercatat 1,57% yoy, lebih rendah dibandingkan
tingkat inflasi Jawa Tengah yang mencapai 1,84% yoy. Pemerintah dan Bank
Indonesia memproyeksikan inflasi tetap terkendali pada kisaran 2,5±1%
hingga tahun 2025, didukung oleh pengendalian harga pangan dan stabilitas
nilai tukar Rupiah.
Untuk PT Taman Satwa Semarang (Perseroda), inflasi ini akan memengaruhi
biaya operasional, terutama harga pakan satwa, konstruksi fasilitas baru, dan
layanan pendukung lainnya. Manajemen mengantisipasi dampak inflasi melalui
efisiensi operasional dan diversifikasi pendapatan.
B. Asumsi Internal
1. Rencana Ekspansi Bisnis
Pada tahun 2027, PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) merencanakan
ekspansi bisnis dengan membangun fasilitas baru untuk meningkatkan daya
tarik wisata dan pendapatan operasional. Fasilitas yang akan dibangun meliputi
Tower Pandang untuk memberikan pengalaman pemandangan unik, Dome Aves
sebagai habitat edukatif khusus burung, dan Zona Afrika yang menampilkan
replika ekosistem Afrika dengan satwa seperti zebra dan jerapah. Selain itu, akan
dibuka restoran baru untuk memperkaya pengalaman pengunjung. Kehadiran
fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan dan
mendukung pertumbuhan operasional secara signifikan.
2. Pertumbuhan Karyawan
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) merencanakan pertumbuhan
karyawan secara proporsional seiring dengan ekspansi bisnis dan
pengembangan fasilitas baru. Penambahan tenaga kerja ini akan difokuskan
untuk mendukung operasional fasilitas baru serta untuk memperkuat layanan
pengunjung dan pengelolaan satwa. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan
efisiensi operasional dan memastikan pelayanan berkualitas bagi pengunjung,
sekaligus mendukung keberlanjutan program konservasi dan edukasi yang
menjadi inti dari visi perusahaan.
d. Biaya Operasional
1. Biaya pakan satwa diproyeksikan meningkat secara tahunan seiring
bertambahnya koleksi satwa.
2. Pada tahun 2027, biaya tenaga kerja akan naik seiring perekrutan
karyawan baru untuk mendukung operasional pasca-investasi.
A. PROYEKSI INVESTASI
Melalui Program Pengembangan Semarang Zoo sebagai Lembaga Konservasi dan Wisata
Edukasi yang diusulkan dalam rencana bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda),
secara keseluruhan komposisi sumber dana investasi didanai dari dana non perusahaan
dengan tiga alternatif yaitu Penyertaan Modal dari Pemerintah Kota Semarang atau
Pihak Ketiga atau Lembaga Keuangan. Besaran kebutuhan nilai pendanaan uang yang
diestimasikan untuk pelaksanaan investasi sebesar Rp96,86 Milyar atau 55% dari total
estimasi kebutuhan dana dalam rencana bisnis 2025-2029 sebesar Rp176.467,08 Milyar
yang dijabarkan dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
NO KEGIATAN ANGGARAN
Jumlah 96.860
100
80
60
40
20
0
2025 2026 2027 2028 2029
Investasi (Jt) Operasional (jt)
Dari diagram menunjukkan bahwa pada tahun 2026 tampak komposisi kegiatan
investasi yang tinggi karena pada tahun tersebut PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
mempunyai rencana pelaksanaan kegiatan investasi pembangunan sarana prasarana
secara menyeluruh dengan mekanisme pemberlakuan penutupan operasional selama
kurang lebih 8 bulan.
B. PROYEKSI KEUANGAN
Tingkat keberhasilan dari rencana bisnis ini dapat diukur dari indikator keuangan
yang dicapai oleh perusahaan untuk 5 tahun kedepan. Rasio operasi diharapkan dapat
mencapai >100% yang menggambarkan bahwa pendapatan yang diperoleh perusahaan
dapat menutupi seluruh biaya operasionalnya yang meliputi biaya operasional satwa,
biaya tenaga kerja, biaya administrasi & umum, biaya pemasaran dan biaya
pemeliharaan, bunga pinjaman, biaya pajak dan biaya penyusutan & amortisasi. Secara
umum indikator keberhasilan perusahaan dari aspek keuangan untuk 5 tahun kedepan
diproyeksikan terhadap proyeksi laba rugi, proyeksi arus kas, proyeksi neraca dan
proyeksi rasio keuangan dengan alternatif pembiayaan investasi dari Penyertaan Modal
Pemerintah Kota Semarang atau Pihak Ketiga atau Lembaga Keuangan seperti tersaji
dalam tabel-tabel dibawah ini.
Tabel 8.3 Proyeksi Laba Rugi dengan Penyertaan Modal Tahun 2025-2029
PENDAPATAN OPERASIONAL
Pendapatan Tiket
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Masuk
Pendapatan Wahana
[Link] 794.750.000 [Link] [Link] [Link]
dan Konservasi
Pendapatan
Kerjasama Pihak 500.000.000 - [Link] [Link] [Link]
Ketiga
PENDAPATAN
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
OPERASIONAL
BIAYA OPERASIONAL
Biaya Operasional
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Satwa
Biaya Administrasi
[Link] 459.000.000 [Link] [Link] [Link]
dan Umum
Total Biaya
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Operasional
Laba (Rugi)
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Operasional
PENDAPATAN NON
35.000.000 15.000.000 105.000.000 120.750.000 138.862.500
OPERASIONAL
BIAYA NON
(10.000.000) (7.000.000) (40.000.000) (46.000.000) (52.900.000)
OPERASIONAL
BIAYA KERUGIAN
([Link])
PENGHAPUSAN ASET
Gambar 8.2 Diagram Proyeksi Pendapatan, Biaya dan Laba Rugi (PM)
Tabel 8.4 Proyeksi Laba Rugi dengan pendanaan investasi dari Pihak Ketiga
[Link]
Tahun 2025-2029
[Link]
[Link]
[Link]
0
2025 2026 2027 2028 2029
-[Link]
Tabel 8.4 Proyeksi Laba Rugi dengan pendanaan investasi dari Pihak Ketiga
Tahun 2025-2029
PENDAPATAN OPERASIONAL
Pendapatan
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Tiket Masuk
Pendapatan
Wahana dan [Link] 794.750.000 [Link] [Link] [Link]
Konservasi
Pendapatan
Kerjasama 500.000.000 - [Link] [Link] [Link]
Pihak Ketiga
Total
Pendapatan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Bruto
([Link] ([Link] ([Link]
Biaya Bagi Hasil - -
) ) )
Pendapatan [Link]
[Link] [Link] [Link] [Link]
Netto 0
Pendapatan
300.000.000 -
CSR
PENDAPATAN [Link]
[Link] [Link] [Link] [Link]
OPERASIONAL 0
BIAYA OPERASIONAL
Biaya
Operasional [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Satwa
Biaya Tenaga
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Kerja
Biaya
Administrasi [Link] 459.000.000 [Link] [Link] [Link]
dan Umum
Biaya
476.800.000 - 596.000.000 685.400.000 788.210.000
Pemasaran
Biaya
Penyusutan dan [Link] [Link] 755.532.046 754.674.046 751.242.046
Amortisasi
Biaya
458.240.000 - 481.152.000 553.324.800 636.323.520
Pemeliharaan
Biaya Pajak [Link] 255.200.000 [Link] [Link] [Link]
PENDAPATAN
NON 35.000.000 15.000.000 105.000.000 120.750.000 138.862.500
OPERASIONAL
BIAYA NON
(10.000.000) (7.000.000) (40.000.000) (46.000.000) (52.900.000)
OPERASIONAL
BIAYA
KERUGIAN
([Link])
PENGHAPUSA
N ASET
Laba (Rugi)
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Sebelum Pajak
Taksiran
240.043.048 [Link] [Link] [Link]
Pajak
Laba (Rugi)
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Bersih
Gambar 8.3 Diagram Proyeksi Pendapatan, Biaya dan Laba Rugi (Pihak Ketiga)
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
0
2025 2026 2027 2028 2029
-[Link]
-[Link]
Tabel 8.4 Proyeksi Laba Rugi dengan pendanaan investasi dari Lembaga Keuangan
Tahun 2025-2029
PENDAPATAN OPERASIONAL
Pendapatan Tiket
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Masuk
Pendapatan
Wahana dan [Link] 794.750.000 [Link] [Link] [Link]
Konservasi
Pendapatan
Kerjasama Pihak 500.000.000 - [Link] [Link] [Link]
Ketiga
Pendapatan CSR 300.000.000 -
PENDAPATAN
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
OPERASIONAL
BIAYA OPERASIONAL
Biaya Operasional
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Satwa
Biaya Tenaga
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Kerja
Biaya
Administrasi dan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Umum
Biaya Pemasaran 476.800.000 - 596.000.000 685.400.000 788.210.000
Biaya Penyusutan
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
dan Amortisasi
Biaya
458.240.000 - 481.152.000 553.324.800 636.323.520
Pemeliharaan
Biaya Pajak [Link] 255.200.000 [Link] [Link] [Link]
Total Biaya
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Operasional
Laba (Rugi)
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Operasional
PENDAPATAN
NON 35.000.000 15.000.000 105.000.000 120.750.000 138.862.500
OPERASIONAL
BIAYA NON
(10.000.000) (7.000.000) (40.000.000) (46.000.000) (52.900.000)
OPERASIONAL
BIAYA
KERUGIAN
([Link])
PENGHAPUSAN
ASET
Laba (Rugi)
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Sebelum Pajak
Taksiran Pajak 240.043.048 [Link] [Link] [Link]
Laba (Rugi)
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Bersih
(Lembaga Keuangan)
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
0
2025 2026 2027 2028 2029
-[Link]
-[Link]
Dari table-tabel dan gambar diagram proyeksi laba rugi di atas, baik
menggunakan dana investasi dari penyertaaan modal, Pihak Ketiga maupun Lembaga
Keuangan menunjukkan bahwa PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) pada 2025
telah memperoleh laba usaha sedangkan tahun 2026 mengalami kerugian karena
adanya rencana penutupan operasional yang ditargetkan dalam waktu kurang lebih 8
bulan untuk melaksanakan kegiatan investasi berupa pembangunan sarana
prasarana/renovasi secara menyeluruh sehingga pendapatan menurun yang
berdampak pada timbulnya kerugian.
Namun mulai tahun 2027 sampai dengan 2029 akan memperoleh kenaikan laba usaha
karena adanya rencana kenaikan pendapatan dengan pemberlakuan tarif tunggal
setelah renovasi yaitu pada weekday, weekend maupun hari libur nasional tarif sebesar
Rp35.000,00. Pada tahun 2028 dan 2029 diproyeksikan kenaikan jumlah pengunjung
sebesar 10%. Adanya wahana baru seperti tower pandang, petting zoo, Doom, zona
afrika, area karnivora, dan area jerapah akan mendorong laju pertumbuhan
pendapatan kotor yang diproyeksikan sebesar 10%.
Pertumbuhan biaya operasional setelah investasi yaitu pada tahun 2027, 2028
dan 2029 meningkat terutama pada meningkatnya biaya operasional satwa, biaya
tenaga kerja, administrasi umum, bunga pinjaman dan penyusutan namun estimasi
peningkatan pendapatan masih bisa menutup biaya-biaya tersebut sehingga perusahaan
memperoleh laba.
Proyeksi kenaikan dan penurunan kas tahun 2025 sampai dengan 2029 dengan 3
alternatif pendanaan investasi sebagai berikut :
Dari table proyeksi kenaikan dan penurunan kas menunjukan bahwa pada tahun
2025-2026 saldo kas mengalami kenaikan jika menggunakan alternatif sumber dana
investasi dari Penyertaan Modal (PM) Pemerintah Kota Semarang, sedangkan jika
menggunakan alternatif pendanaan investasi dari Pihak Ketiga atau Lembaga Keuangan,
saldo kas 2025-2026 mengalami penurunan yang signifikan karena adanya skema bagi
hasil, pembayaran bunga pinjaman dan pengembalian pinjaman.
Dari ketiga alternatif sumber dana investasi menunjukkan mulai tahun 2027
sampai dengan tahun 2029 saldo kas mengalami kenaikan yang cukup signifikan, hal ini
disebabkan adanya penambahan kas dari sumber dana internal (pendapatan
operasional) PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) setelah investasi. Mulai tahun
2027 direncanakan adanya pengenaan tarif tunggal atas penjualan tiket sebesar Rp
35.000,00 dan peningkatan jumlah pengunjung sebesar 10% per tahunnya.
Rincian lebih lanjut mengenai proyeksi arus kas tahun 2025-2029 dengan 3 alternatif
pendanaan investasi disajikan dalam Lampiran VIII.
Mencakup proyeksi aset, liabilitas, dan ekuitas yang diharapkan dapat tercapai
selama 5 tahun.
TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029
ASET
Aset Lancar
Aset Lainnya
TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029
Kewajiban
Ekuitas
Proyeksi aset lancar tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami kenaikan
sebesar Rp115.829.334.201,00 atau 5367% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan
adanya penambahan kas karena laba yang meningkat.
Proyeksi aset tetap tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 bertambah sebesar
Rp75.044.112.524,00 atau 37% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan penambahan
aset tetap dari program kegiatan investasi.
Proyeksi modal dan ekuitas tahun 2025 sampai dengan 2029 mengalami kenaikan
sebesar Rp181.574.102.592,00 atau 90% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan
adanya penyertaan modal pemerintah daerah Kota Semarang.
Tabel 8.7 Proyeksi Neraca Tahun 2025-2029 dari investasi Pihak Ketiga
TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029
ASET
Aset Lancar
Aset Lainnya
Kewajiban
Ekuitas
Laba Ditahan - - - - -
Proyeksi aset lancar tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami kenaikan
sebesar Rp65.554.099.100,00 atau 3036% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan
adanya penambahan kas karena laba yang meningkat.
Proyeksi aset tetap tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami penurunan
sebesar Rp8.390.887.476,00 atau minus 4% dari target RKAP Tahun 2024, hal ini
disebabkan karena adanya penghapusan aset dan hasil kerjasama dengan skema Build
Operate Transfer (BOT) asetnya belum diserahterimakan.
Proyeksi modal dan ekuitas tahun 2025 sampai dengan 2029 mengalami kenaikan
sebesar Rp51.707.882.321,00 atau 26% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan
adanya kenaikan laba.
TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029
ASET
Aset Lancar
Aset Lainnya
Kewajiban
Kewajiban Lancar
Ekuitas
Proyeksi aset lancar tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami kenaikan
sebesar Rp68.435.616.568,00 atau 3170% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan
adanya penambahan kas karena laba yang meningkat.
Proyeksi aset tetap tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 bertambah sebesar
Rp77.044.112.524,00 atau 37% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan penambahan
aset tetap dari program kegiatan investasi.
Proyeksi modal dan ekuitas tahun 2025 sampai dengan 2029 mengalami kenaikan
sebesar Rp137.101.118.775,00 atau 68% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan
adanya kenaikan laba.
Likuiditas
1
a. Current Ratio (%) 883,3% 4065,0% 8148,7% 13681,1% 15575,6%
Rentabilitas
Solvabilitas
3
a. Total Aktiva dengan Total
42734,2% 139868,0% 53711,2% 53767,4% 50819,6%
Hutang (%)
Sampai dengan tahun 2029 Rasio biaya pemasaran terhadap pendapatan operasional
sebesar 0,9%.
Tabel 8.10 Proyeksi Rasio Keuangan Tahun 2025-2029 dengan Pihak Ketiga
Likuiditas
Rentabilitas
Solvabilitas
a. Total Aktiva dengan Total
3 42734,2% 92829,6% 35310,0% 35504,4% 33675,9%
Hutang (%)
b. Debt to equity Ratio (%) 0,2% 0,1% 0,3% 0,3% 0,3%
Rasio biaya Pemasaran
4 dibanding pendapatan 3,5% 0,0% 1,3% 1,3% 1,4%
operasional; (%)
Sampai dengan tahun 2029 Rasio biaya pemasaran terhadap pendapatan operasional
sebesar 1,4%.
Likuiditas
1
a. Current Ratio (%) 883,3% 18,7% 3586,4% 8155,2% 9340,7%
b. Cash Ratio (%) 880,9% 18,7% 3523,0% 8092,9% 9279,5%
Rentabilitas
2 a. Gross Profit Ratio (%) 15,8% -233,6% 58,2% 59,9% 60,2%
b. Operating Ratio (%) 84,2% 333,6% 41,8% 40,1% 39,8%
c. Return on Asset (%) 1,0% -5,9% 10,5% 12,8% 13,7%
Solvabilitas
a. Total Aktiva dengan Total
3
Hutang (%) 42734,2% 293,6% 367,5% 457,8% 547,1%
b. Debt to equity Ratio (%) 0,2% 51,7% 37,4% 28,0% 22,4%
Rasio biaya Pemasaran
4 dibanding pendapatan 3,5% 0,0% 0,8% 0,9% 0,9%
operasional; (%)
Sampai dengan tahun 2029 Rasio biaya pemasaran terhadap pendapatan operasional
sebesar 0,9%.
BAB IX PENUTUP
Menyetujui:
DEWAN KOMISARIS
Mengesahkan:
WALIKOTA SEMARANG