0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
174 tayangan106 halaman

Rencana Bisnis Taman Satwa Semarang 2025-2029

Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) untuk tahun 2025-2029 bertujuan untuk mengembangkan lembaga konservasi dan wisata edukasi dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan dan sarana prasarana. Perusahaan telah menunjukkan kinerja baik dalam peningkatan pendapatan meskipun menghadapi tantangan dari pandemi dan persaingan. Proyeksi keuangan menunjukkan laba pada 2025, namun diperkirakan mengalami kerugian pada 2026 akibat renovasi besar-besaran.

Diunggah oleh

crrkc7j8rz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
174 tayangan106 halaman

Rencana Bisnis Taman Satwa Semarang 2025-2029

Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) untuk tahun 2025-2029 bertujuan untuk mengembangkan lembaga konservasi dan wisata edukasi dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan dan sarana prasarana. Perusahaan telah menunjukkan kinerja baik dalam peningkatan pendapatan meskipun menghadapi tantangan dari pandemi dan persaingan. Proyeksi keuangan menunjukkan laba pada 2025, namun diperkirakan mengalami kerugian pada 2026 akibat renovasi besar-besaran.

Diunggah oleh

crrkc7j8rz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

1. Daftar isi …………………………………………………………………………………………………………..…i

2. Ringkasan Eksekutif …………………………………………………………………………………………....ii

3. BAB I Pendahuluan ……………………………………………………………………………………………....I

4. BAB II Evaluasi hasil rencana bisnis sebelumnya ……………………………………………...….II

5. BAB III Kondisi BUMD saat ini ……………………………………………………………………………III

6. BAB IV Visi, misi, sasaran, strategi, dan kebijakan ……………………………………………….IV

7. BAB V Program kerja BUMD ………………………………………………………………………………..V

8. BAB VI Penerapan manajemen risiko ………………………………………………………………….VI

9. BAB VII Asumsi yang dipakai dalam penyusunan rencana bisnis ………………………...VII

10. BAB VIII Proyeksi keuangan, investasi, dan penyertaan modal ………………………….VIII

11. BAB IX Penutup ………………………………………………………………………………………………....IX

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) II


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029

RINGKASAN EKSEKUTIF
RINGKASAN EKSEKUTIF

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) atau yang dikenal Semarang Zoo


merupakan Badan Usaha Milih Daerah (BUMD) dengan konsep konservasi, edukasi dan
rekreasi. PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) memadukan konsep edukasi dan
konsep rekreasi dimana pengunjung bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih luas
mengenai kekayaan flora dan fauna. Dalam hal lokasi, PT Taman Satwa Semarang
(Perseroda) memiliki jalur strategis yang akan memberikan keuntungan bagi pihak
pengelola karena letaknya yang dekat dengan jalan raya dan mudah dijangkau.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) berkomitmen untuk dapat terus memberikan


pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan meningkatkan kualitas Semarang Zoo
menjadi lembaga konservasi terbaik.

Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 – 2029 ini disusun
untuk dapat memberikan pedoman bagi arah pengembangan perusahaan dan
pencapaian visi misi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dengan Rencana Bisnis ini,
pegawai, manajemen, dan pemilik dapat memahami kekuatan dan kelemahan
perusahaan sehingga dapat menyadari adanya peluang maupun ancaman dalam
menjalankan kegiatan operasional perusahaan.

Kondisi Perusahaan

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) telah berhasil memberikan kinerja yang


baik dalam hal peningkatan pendapatan dalam beberapa tahun terakhir dan telah
berhasil melakukan terobosan agar bisa tetap bertahan dalam kondisi pandemi.

Berikut ini adalah tren kunjungan sepanjang tahun 2020 – 2023 :

Tren Kunjungan Tahun 2020 - 2023

449.835
369.861

105.622 171.531

2020 2021 2022 2023

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) II


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029

Berdasarkan Survei Kepuasan pelanggan terhadap 100 responden atas fasilitas parkir,
fasilitas tempat makan, fasilitas umum, kebersihan area pengunjung, kebersihan
kendang dan koleksi satwa, sebanyak 54% pelanggan merasa puas, 14% pelanggan
merasa tidak puas dan sisanya 32% merasa biasa saja (netral).

Adapun tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan saat ini adalah perbaikan sarana
dan prasarana guna meningkatkan minat kunjungan masyarakat dan menghadapi
persaingan usaha serta tantangan internal dalam hal tata kelola organisasi dan SDM.

Analisis Lingkungan Strategis

Posisi Analisis SWOT PT Taman Satwa Semarang berada pada Kuadran I (Stable
Growth), artinya kondisi yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Dalam situasi
ini, perusahaan memiliki kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan sehingga
dapat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan
pengembangan usaha dan meraih kemajuan secara maksimal.

Dalam pelaksanaan manajemen risiko, PT Taman Satwa Semarang berdasarkan hasil


pemetaan Profil Risiko Perusahaan diperoleh 51 risiko yang dapat berdampak secara
negatif pada pencapaian sasaran perusahaan. Dari 51 risiko sudah dimitigasi dan
kedepan akan ditindaklanjuti oleh PT Taman Satwa Semarang.

Sasaran dan Strategi Perusahaan

Sasaran yang ingin diraih oleh Perusahaan dalam 5 tahun kedepan adalah
Terwujudnya kesejahteraan mental dan fisik satwa, Terpenuhinya sarana prasarana
pendukung satwa sesuai standar lembaga konservasi dan wisata edukasi, Tercapainya
peningkatan jumlah wisatawan, Pengembangan usaha lembaga konservasi dan wisata
edukasi, dan Terwujudnya tata kelola Semarang Zoo sebagai lembaga konservasi
berkualitas.

Guna mencapai sasaran perusahaan, maka ditentukan strategi yang akan dijalankan
dalam 5 (lima) tahun ke depan, antara lain :

1. Melengkapi dokumen legalitas dan seluruh persyaratan administrasi sebagai


Lembaga konservasi.
2. Mengembangbiakan dan tukar menukar satwa dengan menjaga kemurnian
genetic dan keanekaragaman satwa.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) II


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029

3. Meningkatkan kesejahteraan satwa yang sesuai dengan konsep animal welfare.


4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana prasarana pemeliharaan dan
perawatan satwa.
5. Melakukan pembangunan fasilitas pelayanan pengunjung untuk memberikan
rasa nyaman bagi pengunjung.
6. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui program pengembangan
dan pelatihan SDM sesuai dengan keahlian serta kebutuhan.
7. Mengembangkan tempat rekreasi yang edukatif, kreatif, dan menarik berbasis
pemberdayaan masyarakat.
8. Mengembangkan standar mutu taman satwa sebagai Lembaga Konservasi dan
tempat rekreasi bertaraf internasional.
9. Meningkatkan promosi melalui berbagai media dalam rangka memperkenalkan,
meningkatkan dan menjaga jumlah pengunjung.
10. Mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak dalam memajukankan taman
satwa.

Program Pengembangan Usaha


Dalam rencana bisnis ini, dalam rangka menjalankan strategi perusahaan, maka
disusun rencana program pengembangan usaha PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
yang meliputi Program Pengembangan Semarang Zoo sebagai Lembaga Konservasi dan
Wisata Edukasi, Program Penguatan Tata Kelola dan Pengembangan SDM Semarang
Zoo, dan Program Pengembangan Kemitraan dan Investasi serta Pemasaran Pariwisara.

Ketiga program ini akan dijalankan secara terpadu dan sinergis, dengan pendekatan
yang berfokus pada hasil jangka panjang, sehingga PT Taman Satwa Semarang
(Perseroda) dapat terus berkembang sebagai lembaga konservasi yang berdaya saing
tinggi, sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan Masyarakat.

Rencana Anggaran Biaya dan Proyeksi Keuangan


Rencana program dan kegiatan PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) terbagi menjadi
2 sumber pendanaan yaitu dari APBD/Pihak Ketiga/Jasa Lembaga Keuangan dan
Perusahaan. Berikut ini adalah hasil rekap pendanaan rencana program dan kegiatan PT
Taman Satwa Semarang (Perseroda) tahun 2025 – 2029 :

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) II


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029

APBD/Pihak
Tahun Ketiga/ Lembaga Perusahaan (jt) Jumlah (Jt)
Keuangan (Jt)

2025 0 13.683 13.683

2026 96.860 3.346 100.206

2027 0 71.690 71.690

2028 0 78.859 78.859

2029 0 86.745 86.745

Jumlah 96.860 254.323 351.183

Dengan memperhatikan faktor eksternal dan internal, maka Proyeksi Laporan


Keuangan PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) tahun 2025 – 2029 adalah sebagai
berikut :
1. Proyeksi Laba/Rugi 2025 – 2029 :
a. Proyeksi Laba/Rugi 2025 – 2029 berasal dari Penyertaan Modal APBD

Uraian 2025 2026 2027 2028 2029

Pendapatan

Pendapatan
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Operasional
Pendapatan Non
35.000.000 15.000.000 105.000.000 120.750.000 138.862.500
Operasional
Jumlah
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Pendapatan

Biaya

Biaya Operasional [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Biaya Non
10.000.000 7.000.000 40.000.000 46.000.000 52.900.000
Operasional

Jumlah Biaya [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Biaya Kerugian
[Link]
Penghapusan Aset

Laba Kotor [Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]

Pajak 240.043.048 [Link] [Link] [Link]

Laba Bersih [Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) II


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029

b. Proyeksi Laba/Rugi 2025 – 2029 berasal dari Pihak Ketiga

Uraian 2025 2026 2027 2028 2029

Pendapatan

- Pendapatan Operasional [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

- Pendapatan Non
35.000.000 15.000.000 105.000.000 120.750.000 138.862.500
Operasional

Jumlah Pendapatan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Biaya

Biaya Operasional [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Biaya Non Operasional 10.000.000 7.000.000 40.000.000 46.000.000 52.900.000

Jumlah Biaya [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Biaya Kerugian
[Link]
Penghapusan Aset

Laba Kotor [Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]

Pajak 240.043.048 [Link] [Link] [Link]

Laba Bersih [Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]

c. Proyeksi Laba/Rugi 2025 – 2029 berasal dari Pinjaman Lembaga Keuangan

Uraian 2025 2026 2027 2028 2029

Pendapatan

Pendapatan
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Operasional
Pendapatan Non
35.000.000 15.000.000 105.000.000 120.750.000 138.862.500
Operasional

Jumlah Pendapatan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Biaya

Biaya Operasional [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Biaya Non Operasional 10.000.000 7.000.000 40.000.000 46.000.000 52.900.000

Jumlah Biaya [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Biaya Kerugian
[Link]
Penghapusan Aset

Laba Kotor [Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]

Pajak 240.043.048 [Link] [Link] [Link]

Laba Bersih [Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) II


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029

Dari table proyeksi laba rugi di atas, PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) pada
2025 telah memperoleh laba usaha sedangkan tahun 2026 mengalami kerugian karena
adanya rencana penutupan operasional yang ditargetkan dalam waktu kurang lebih 8
bulan untuk melaksanakan kegiatan investasi berupa pembangunan sarana
prasarana/renovasi secara menyeluruh sehingga pendapatan menurun yang berdampak
pada timbulnya kerugian. Namun mulai tahun 2027 sampai dengan 2029 akan
memperoleh kenaikan laba usaha karena adanya rencana kenaikan pendapatan dengan
pemberlakuan tarif tunggal setelah renovasi.

2. Proyeksi Neraca 2025 – 2029 :


a. Proyeksi Neraca 2025 – 2029 berasal dari Penyertaan Modal APBD

TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029

ASET

Aset Lancar

Kas dan Bank [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Piutang Usaha 8.700.000 - 138.500.000 152.350.000 167.585.000

Persediaan 2.650.000 - 245.000.000 269.500.000 296.450.000

Jumlah Aset Lancar [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Aset Tetap dan


[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Inventaris

Aset Tidak Terwujud 12.012.000 7.722.000 3.432.000

Aset Lainnya 627.492.748 545.645.868 463.798.988 381.952.108 300.105.227

Aset Biologis 126.516.500 [Link] [Link] [Link] [Link]

JUMLAH ASET [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Kewajiban 476.101.279 205.700.000 604.055.000 676.288.250 757.518.988

Ekuitas [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

JUMLAH KEWAJIBAN
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
DAN EKUITAS

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) II


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029

b. Proyeksi Neraca 2025 – 2029 berasal dari Pihak Ketiga

KETERANGAN TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029

ASET

Aset Lancar

Kas dan Bank [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Piutang Usaha 8.700.000 138.500.000 152.350.000 167.585.000

Persediaan 2.650.000 245.000.000 269.500.000 296.450.000

Jumlah Aset
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Lancar

Aset Tetap dan


[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Inventaris

Aset Tidak
12.012.000 7.722.000 3.432.000
Terwujud

Aset Lainnya 627.492.748 545.645.868 463.798.988 381.952.108 300.105.227

Aset Biologis 126.516.500 126.516.500 126.516.500 126.516.500 126.516.500

JUMLAH ASET [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Kewajiban 476.101.279 205.700.000 604.055.000 676.288.250 757.518.988

Ekuitas [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

JUMLAH
KEWAJIBAN [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
DAN EKUITAS

c. Proyeksi Neraca 2025 – 2029 berasal dari Pinjaman Lembaga Keuangan

KETERANGAN TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029

ASET

Aset Lancar

Kas dan
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Bank
Piutang
8.700.000 - 138.500.000 152.350.000 167.585.000
Usaha

Persediaan 2.650.000 - 245.000.000 269.500.000 296.450.000

Jumlah Aset
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Lancar
Aset Tetap dan
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Inventaris
Aset Tidak
12.012.000 7.722.000 3.432.000
Terwujud

Aset Lainnya 627.492.748 545.645.868 463.798.988 381.952.108 300.105.227

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) II


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029

KETERANGAN TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029

Aset Biologis 126.516.500 [Link] [Link] [Link] [Link]

JUMLAH ASET [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Kewajiban

Kewajiban
476.101.279 [Link] 604.055.000 676.288.250 757.518.988
Lancar
Kewajiban
Jangka
Panjang

Utang Bank [Link] [Link] [Link] [Link]

Jumlah
Kewajiban
- [Link] [Link] [Link] [Link]
Jangka
Panjang
Jumlah
476.101.279 [Link] [Link] [Link] [Link]
Kewajiban

Ekuitas [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

JUMLAH
KEWAJIBAN [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
DAN EKUITAS

3. Proyeksi Arus Kas 2025 – 2029

Uraian 2025 2026 2027 2028 2029

Dana Investasi dengan PM


Kas dan setara
kas pada awal 2,019,752,490 4,194,012,564 8,361,790,657 48,839,095,715 92,101,753,566
tahun
A Kas dan setara
kas pada akhir 4,194,012,564 8,361,790,657 48,839,095,715 92,101,753,566 117,524,360,395
tahun
Kenaikan
(Penurunan) 2,174,260,074 4,167,778,093 40,477,305,058 43,262,657,851 25,422,606,829
Arus Kas
Dana Investasi dengan Pihak Ketiga

Kas dan setara


kas pada awal 2,019,752,490 4,194,012,564 1,463,871,557 24,177,071,391 51,713,543,617
B tahun

Kas dan setara


kas pada akhir 4,194,012,564 1,463,871,557 24,177,071,391 51,713,543,617 67,412,340,123
tahun

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) II


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029

Uraian 2025 2026 2027 2028 2029

Kenaikan
(Penurunan) 2,174,260,074 (2,730,141,007) 22,713,199,834 27,536,472,226 15,698,796,506
Arus Kas

Dana Investasi dengan Lembaga Keuangan


Kas dan setara
C kas pada awal [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
tahun
Kas dan setara
kas pada akhir [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
tahun
Kenaikan
(Penurunan) [Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Arus Kas

Dari table proyeksi kenaikan dan penurunan kas menunjukan bahwa pada tahun
2025-2026 saldo kas mengalami kenaikan jika menggunakan alternatif sumber dana
investasi dengan Penyertaan Modal (PM), sedangkan jika menggunakan alternatif
pendanaan investasi dari Pihak Ketiga atau Lembaga Keuangan, saldo kas 2025-2026
mengalami penurunan yang signifikan karena adanya skema bagi hasil, pembayaran
bunga pinjaman dan pengembalian pinjaman.

4. Proyeksi Rasio Keuangan 2025- 2029


a. Proyeksi Rasio Keungan 2025- 2029 dengan Penyertaan Modal APBD

NO KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029

Likuiditas
1 a. Current Ratio (%) 883,30% 4065,00% 8148,70% 13681,10% 15575,60%
b. Cash Ratio (%) 880,90% 4065,00% 8085,20% 13618,70% 15514,40%
Rentabilitas
a. Gross Profit Ratio (%) 15,80% -101,60% 67,50% 68,30% 67,90%
2
b. Operating Ratio (%) 84,20% 201,60% 32,50% 31,70% 32,10%
c. Return on Asset (%) 1,00% -4,20% 11,20% 13,20% 13,60%
Solvabilitas
a. Total Aktiva dengan Total
3 42734,20% 139868,00% 53711,20% 53767,40% 50819,60%
Hutang (%)
b. Debt to equity Ratio (%) 0,20% 0,10% 0,20% 0,20% 0,20%

Rasio biaya Pemasaran


4 dibanding pendapatan 3,50% 0,00% 0,80% 0,90% 0,90%
operasional; (%)

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) II


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029

b. Proyeksi Rasio Keungan 2025- 2029 dengan Pihak Ketiga

NO KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029

Likuiditas
1 a. Current Ratio (%) 883,30% 711,70% 4065,90% 7709,00% 8960,40%
b. Cash Ratio (%) 880,90% 711,70% 4002,50% 7646,70% 8899,10%
Rentabilitas
a. Gross Profit Ratio (%) 15,80% -98,50% 62,80% 63,40% 62,20%
2
b. Operating Ratio (%) 84,20% 198,50% 37,20% 36,60% 37,80%
c. Return on Asset (%) 1,00% -6,30% 10,30% 12,10% 12,20%
Solvabilitas
a. Total Aktiva dengan Total Hutang
3 42734,20% 92829,60% 35310,00% 35504,40% 33675,90%
(%)
b. Debt to equity Ratio (%) 0,20% 0,10% 0,30% 0,30% 0,30%

Rasio biaya Pemasaran dibanding


4 3,50% 0,00% 1,30% 1,30% 1,40%
pendapatan operasional; (%)

c. Proyeksi Rasio Keungan 2025- 2029 dengan Pinjaman Pihak Ketiga

NO KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029

Likuiditas
1 a. Current Ratio (%) 883,30% 18,70% 3586,40% 8155,20% 9340,70%
b. Cash Ratio (%) 880,90% 18,70% 3523,00% 8092,90% 9279,50%
Rentabilitas
-
a. Gross Profit Ratio (%) 15,80% 58,20% 59,90% 60,20%
2 233,60%
b. Operating Ratio (%) 84,20% 333,60% 41,80% 40,10% 39,80%
c. Return on Asset (%) 1,00% -5,90% 10,50% 12,80% 13,70%
Solvabilitas
3 a. Total Aktiva dengan Total Hutang (%) 42734,20% 293,60% 367,50% 457,80% 547,10%
b. Debt to equity Ratio (%) 0,20% 51,70% 37,40% 28,00% 22,40%

Rasio biaya Pemasaran dibanding


4 3,50% 0,00% 0,80% 0,90% 0,90%
pendapatan operasional; (%)

Dari tabel-tabel proyeksi rasio keuangan di atas menunjukkan Rasio Likuiditas,


Rasio Rentabilitas, Rasio Solvabilitas PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
menunjukkan perkembangan kecendrungan yang positif selama periode rencana bisnis.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) II


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab I

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang dan Sejarah BUMD


PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) yang dikenal sebagai Semarang Zoo
berawal dengan nama Kebun Binatang Tegalwareng yang merupakan salah satu
UPTD Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang yang terletak di kawasan
Wonderia Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.
Pada tahun 1985 Kebun Binatang Tegalwareng direkolasi ke kawasan Tinjomoyo
yang terletak di Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang, selanjutnya, kebun
binatang tersebut berubah nama menjadi Taman Margasatwa dan Kebun Raya
atau disingkat sebagai Taman Margaraya Semarang yang memadukan konsep
antara wisata alam, budaya dan konservasi yang dimana merupakan lahan
penghijauan kota.
Pada tanggal 28 Februari 2007 karena faktor alam, tanah yang sangat labil. Taman
Margaraya kembali direlokasi ke kawasan Mangkang Kota Semarang yang
memiliki luas lahan seluas 8,9 ha, tepatnya di Selatan Terminal Mangkang dengan
alamat Jalan Jendral Urip Sumoharjo I (KM17) Kota Semarang Provinsi Jawa
Tengah. Selanjutnya Taman Margaraya beralih nama menjadi Kebun Binatang
Mangkang Semarang.
Pada Tahun 2017, Taman Margasatwa Semarang beralih status dari UPTD Kota
Semarang menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Semarang dengan
nama PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) atau yang dikenal dengan Semarang
Zoo. Konsep yang ditawarkan oleh Semarang Zoo adalah konservasi, edukasi dan
rekreasi.
Semarang Zoo memiliki jalur strategis yang akan memberikan keuntungan bagi
pihak pengelola karena letak Semarang Zoo yang dekat dengan jalan raya dan
terminal Mangkang yang bisa dijangkau oleh semua jenis kendaraan darat.
Untuk dapat sampai ke Semarang Zoo, selain kendaraan pribadi, kendaraan umum
juga bisa menjangkau lokasi ini. Jika menggunakan kendaraan umum, jarak
tempuh dari tempat pemberhentian akhir angkutan di terminal Mangkang ke
Semarang Zoo sekitar 300 meter, dan tidak perlu naik angkutan lagi, cukup jalan 5
hingga 8 menit.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 1


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab I

Sarana yang ada di Semarang Zoo seperti akses jalan, tempat parkir cukup untuk
15 bus, 125 mobil dan 1.100 sepeda motor, wahana permainan, kandang-kandang
satwa beserta sarana penunjang (fasilitas penunjang) seperti toilet, tempat ibadah
, rumah makan cukup memadai.
Selain sarana prasarana bentuk fisik, infrastruktur di sini juga menyangkut media
social yang digunakan dalam menyampaikan informasi terkait dengan objek
wisata Semarang Zoo.
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) mempunyai koleksi satwa mencapai 268
ekor satwa antara lain Harimau Benggala, Singa, Gajah Sumatera, Wallaby, Orang
Utan, Rusa, segala jenis burung, reptil dan lain sebagainya.
Semarang Zoo terletak di perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal
sehingga menjadi destinasi populer dan dikunjungi banyak wisatawan dari
wilayah Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kota Pekalongan,
Kota Demak, Kota Jepara dan seputar Jawa Tengah. Wisatawan dapat berinteraksi
langsung dengan koleksi satwa seperti satwa burung, satwa ular, hingga satwa
mamalia besar seperti satwa gajah.

B. Maksud dan Tujuan


Sebagai lembaga konservasi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) atau yang
lebih dikenal dengan Semarang Zoo memadukan konsep antara edukasi dan
konsep rekreasi dimana pengunjung bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih
luas terkait dengan kekayaan flora dan fauna.
Selain itu, terdapat banyak wahana permainan untuk anak – anak yang akan
membuat liburan bersama keluarga semakin menyenangkan antara lain fasilitas
lain yang tersedia di kawasan ini adalah wahana waterboom untuk anak-anak dan
dewasa, wahana air (becak air), wahana kereta mini, animal show dan tour off-
road yang ditujukan untuk semua umur dan kedai makanan yang sehat dan
terjangkau sehingga Semarang Zoo sangat cocok untuk wisata edukasi dan wisata
keluarga.
Semarang Zoo juga dapat menumbuhkan kegiatan industri perekonomian
masyarakat dengan rencana mengembangkan wisata bertaraf nasional terbaik
menjadi lembaga konservasi tipe A yang programnya antara lain penambahan

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 2


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab I

satwa, perbaikan sarana dan prasarana, pengembangan atraksi satwa,


memperluas waterpark, resto dan café serta membangun menara tower.
Sehingga maksud dan tujuan pendirian PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
menurut Akte Pendirian PT Taman Satwa Semarang Nomor 34 Tahun 2017 adalah
untuk menjalankan kegiatan usaha dalam bidang Konservasi dan Penangkaran
Satwa, Edukasi, serta Jasa hiburan dan pariwisata.

C. Arah Kebijakan, Strategi dan Program dalam RPJMD terkait BUMD

Arah kebijakan, Strategi, Program dan Pendanaan PT Taman Satwa Semarang


(Perseroda) selaras dengan Visi Walikota Kota Semarang dalam Peraturan Daerah
Kota Semarang Nomor 6 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah Tahun 2021-2026 yaitu “Terwujudnya Kota Semarang Yang
Semakin Hebat Berlandaskan Pancasila Dalam Bingkai NKRI Yang Ber-
Bhineka Tunggal Ika”.

Misi Kedua Pemerintah Kota Semarang yaitu “Meningkatkan Potensi Ekonomi


Lokal yang Berdaya Saing dan Stimulasi Pembangunan Industri,
Berlandaskan Riset dan Inovasi Berdasar Prinsip Demokrasi Ekonomi
Pancasila”, terdapat salah satu strategi yang berkaitan dengan BUMD yaitu
peningkatan daya saing pariwisata. Pada strategi ini ditentukan arah kebijakan
untuk dapat menjalankan strategi tersebut agar Misi Kedua Pemerintah Kota
Semarang dapat tercapai sesuai target.

Arah kebijakan tersebut adalah pengembangan pengelolaan pariwisata dengan


penerapan Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) dan
pengembangan pariwisata berbasis masyarakat sesuai karakteristik dan kearifan
lokal.

Selain itu, pada Misi keempat Pemerintah Kota Semarang yaitu “Mewujudkan
Infrastruktur Berkualitas yang Berwawasan Lingkungan untuk Mendukung
Kemajuan Kota”, terdapat salah satu strategi yang berkaitan dengan BUMD yaitu
Peningkatan kualitas lingkungan hidup. Pada strategi ini ditentukan arah
kebijakan untuk dapat menjalankan strategi tersebut agar Misi Keempat
Pemerintah Kota Semarang dapat tercapai sesuai target. Arah kebijakan tersebut
adalah Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan dan pembangunan
ramah lingkungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 3


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab I

Pemerintah Kota Semarang menetapkan beberapa program unggulan yang


menjadi prioritas dan wajib dilaksanakan oleh Perangkat Daerah di Lingkungan
Pemerintah Kota Semarang. Program prioritas pembangunan yang juga selaras
dengan strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah yang berkaitan dengan
BUMD adalah sebagai berikut :
1. Program Pemasaran Pariwisata;
2. Program Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata;
3. Program Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif;
4. Program Pengendalian Pencemaran Dan/Atau Kerusakan Lingkungan Hidup.

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah di Kota Semarang, PT Taman Satwa
Semarang (Perseroda) memiliki fungsi dan peran dalam mewujudkan
perlindungan dan pelestarian satwa yang ada di Indonesia dengan cara
mempertahankan kemurnian genetik yang terkontrol sekaligus sebagai sarana
rekreasi yang sehat dan sebagai tempat pendidikan/penelitian serta
pengembangan ilmu pengetahuan terkait flora dan fauna.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka rencana strategis jangka menengah (Rencana
Bisnis) PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) periode Tahun 2025- 2029
disusun dengan memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) Kota Semarang Tahun 2021-2026, agar rencana pengembangan usaha
yang dilakukan oleh PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) sesuai program
pembangunan daerah yang ditetapkan Pemerintah Kota Semarang.

D. Arah Pengembangan secara Umum

Taman Satwa Semarang merupakan Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak
di bawah wewenang Walikota Semarang, sehingga visi misi Taman Satwa
Semarang akan sejalan dengan visi misi dari Pemerintah Kota Semarang.

Dari visi misi Pemerintah Kota Semarang, PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
berupaya merumuskan visi, misi, maupun strategi perusahaan.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 4


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab I

Visi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) :

“Menjadi Lembaga Konservasi Terbaik”

Misi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) :


1. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan satwa yang berwawasan
lingkungan ;
2. Meningkatkan kualitas potensi daya tarik wisata yang unggul dan produktif;
3. Meningkatkan Tata Kelola Managemen Semarang Zoo sesuai dengan norma
yang berkembang.

Untuk mencapai visi misi di atas, maka PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
merumuskan strategi sebagai berikut :
1. Melengkapi dokumen legalitas dan seluruh persyaratan administrasi sebagai
Lembaga konservasi;
2. Mengembangbiakan dan tukar menukar satwa dengan menjaga kemurnian
genetik dan keanekaragaman satwa;
3. Meningkatkan kesejahteraan satwa yang sesuai dengan konsep animal
welfare;
4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana prasarana pemeliharaan dan
perawatan satwa;
5. Melakukan pembangunan fasilitas pelayanan pengunjung untuk memberikan
rasa nyaman bagi pengunjung;
6. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui program
pengembangan dan pelatihan SDM sesuai dengan keahlian serta kebutuhan;
7. Mengembangkan tempat rekreasi yang edukatif, kreatif, dan menarik
berbasis pemberdayaan masyarakat;
8. Mengembangkan standar mutu taman satwa sebagai Lembaga Konservasi
dan tempat rekreasi bertaraf internasional;
9. Meningkatkan promosi melalui berbagai media dalam rangka
memperkenalkan, meningkatkan dan menjaga jumlah pengunjung;
10. Mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak dalam memajukan taman
satwa.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 5


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab I

E. Maksud, Tujuan, Jangka Waktu dan Sistematika Penyusunan Rencana


Bisnis

Maksud penyusunan rencana bisnis ini yaitu menunjukkan gambaran mengenai


bisnis BUMD kepada para pemangku kepentingan, memberikan pedoman bagi
pihak manajemen BUMD dalam mengelola BUMD, menentukan strategi bisnis,
membantu menghadapi persaingan usaha, dan menarik investor dan kreditur
untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan yaitu 2025 – 2029.
Tujuan penyusunan rencana bisnis bagi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
antara lain sebagai berikut:
1. Dasar dalam perencanaan dan pengendalian operasional tahunan
perusahaan dalam bentuk Rencana Kegiatan Anggaran Perusahaan (RKAP)
selama lima tahun ke depan;
2. Alat ukur atau standar untuk mengukur dan mengevaluasi capaian kinerja
perusahaan;
3. Sebagai pedoman pengembangan perusahaan lima tahun mendatang;
4. Sebagai sarana komunikasi kepada stakeholders mengenai arah pengelolaan
dan pengembangan perusahaan selama lima tahun ke depan, sehingga ada
kesamaan pandangan dan komitmen bagi keberhasilan perusahaan;
5. Sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam pengajuan kerjasama
investasi dengan pihak ketiga maupun perbankan.
Sistematika penyajian rencana bisnis PT Taman Satwa Semarang tahun 2025 –
2029 adalah sebagai berikut :

12. BAB I Pendahuluan


13. BAB II Evaluasi hasil rencana bisnis sebelumnya
14. BAB III Kondisi BUMD saat ini
15. BAB IV Visi, misi, sasaran, strategi, dan kebijakan
16. BAB V Program kerja BUMD
17. BAB VI Penerapan manajemen risiko
18. BAB VII Asumsi yang dipakai dalam penyusunan rencana bisnis
19. BAB VIII Proyeksi keuangan, investasi, dan penyertaan modal
20. BAB IX Penutup

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 6


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab II

BAB II EVALUASI HASIL RENCANA BISNIS SEBELUMNYA

A. EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA BISNIS


Pada bab ini tidak dijelaskan evaluasi rencana bisnis periode sebelumnya karena
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) sejak berdiri sampai dengan saat ini belum
memiliki Rencana Bisnis 5 tahunan, sehingga dasar pelaksanaan kinerja perusahaan
didasarkan pada Rencana Anggaran Kerja Perusahaan (RKAP) tahunan yang
disahkan dalam Rapat Umum Pemegang saham sebagai kuasa tertinggi dalam
Perusahaan. Namun, selanjutnya akan dijelaskan bahwa evaluasi kinerja SDM dan
Administrasi serta evaluasi kinerja keuangan 5 tahun terakhir.

1. Evaluasi Kinerja SDM dan Administrasi

Hasil pencapaian kinerja SDM PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) periode


2020 – 2024 sebagai berikut :

Tabel 2.1 Pencapaian Kinerja SDM


Realisasi
No IKK
2020 2021 2022 2023 2024
Rasio pegawai yang ikut
pelatihan (Jumlah Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
1
Pegawai yang mengikuti Ada Ada Ada Ada Ada
diklat/jumlah pegawai)
65,87
Tidak Tidak Tidak Tidak
2 Survei Kepuasan Pegawai (Cukup
Ada Ada Ada Ada
Baik)
Laporan Tahunan
Jangka waktu laporan Maret Maret Maret Maret
3 -
audit diterima Pemegang 2021 2022 2023 2024
Saham/Kepala Daerah
Opini Hasil Audit
4 WTP WTP WTP WTP -
Keuangan

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 7


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab II

RKAP Tepat Tepat Tepat Tepat Tepat


Rencana Kerja dan Waktu Waktu Waktu Waktu Waktu
Anggaran Tahunan (RKAP)
5 telah disampaikan kepada
Kepala Daerah sebelum
memasuki tahun anggaran
yang bersangkutan

a. Berdasarkan tabel di atas, kinerja pegawai PT Taman Satwa Semarang


(Perseroda) belum adanya peningkatan ketrampilan ataupun keahlian SDM yang
menjadi program perusahaan dan belum pernah ada survey kepuasan pegawai
yang dilakukan oleh perusahaan sebelum tahun 2024. Hasil analisa administrasi
tahun 2020 - 2024 PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) memberikan capaian
kinerja yang sangat baik dengan Laporan Keuangan memiliki Opini Wajar Tanpa
Pengecualian, demikian juga untuk penyerahan laporan tahunan dan Rencana
Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) diserahkan kepada Pemegang Saham atau
Kepala Daerah tepat waktu.
b. Jumlah pegawai PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) per November 2024
sebanyak 63 orang yang terdiri dari 43 orang pegawai tetap dan 20 orang
pegawai tidak tetap (kontrak/honorer), dengan rincian per jabatan dan per
jenjang pendidikan sebagai berikut :

Tabel 2.2
Jumlah pegawai PT Taman Satwa Semarang berdasarkan Jabatan

Pegawai Pegawai
Jumlah
Tetap Tidak Tetap
Jabatan (Orang)
(Orang) (Orang)
Direktur 1 - 1
Manajer 5 - 5
Kepala Divisi 3 - 3
Koordinator 2 - 2
Staf 12 6 18
Tenaga 6 6 12

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 8


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab II

Keeper 14 8 22
Jumlah 43 20 63

Tabel 2.3

Jumlah pegawai PT Taman Satwa Semarang berdasarkan Pendidikan

Pegawai Tetap Pegawai Tidak Jumlah


Jenjang Pendidikan (Orang) Tetap (Orang) (Orang)
SD - - -
SMP - - -
SMA/K 24 17 41
D3 1 - 1
Sarjana S1 16 3 19
Sarjana S2 2 - 2
Jumlah 43 20 63

c. Struktur organisasi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 dalam


proses penetapan berdasarkan Keputusan Direktur tentang Susunan Organisasi
dan Tata Kerja PT Taman Satwa Semarang (Perseroda), dengan susunan sebagai
berikut :

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 9


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab II

2. Evaluasi Kinerja Keuangan


Hasil pencapaian kinerja Keuangan PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
periode 2020 – 2024 sebagai berikut :

Tabel 2.4
Analisa Perbandingan RKAP dengan Realisasi Tahun 2020-2024

Capaian Keuangan Tahun


Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024
Pendapatan 77% 63% 132% 70% 76%
Biaya 101% 61% 97% 80% 91%
Laba/rugi sebelum pajak 15% -2015% 964% 3% -101%

Tabel 2.5
Analisa Rasio Keuangan PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
Tahun 2020-2024 (Prognosis)
2024
No Analisa Rasio 2020 2021 2022 2023
(Prognosis)
Likuiditas
a Current Ratio (%) 66,6 420,5 184,3 150,8 144,7
1
b Cash Ratio (%) 63,0 417,9 179,4 139,1 134,5
Rentabilitas
Gross Profit Ratio
a 92,8 108,6 143,0 99,7 90,2
(%)
Operating Ratio
b -7,8 8,0 30,1 -0,3 -10,8
(%)
2
Return on Asset
c 0,1 -2,3 1,3 0,0 0,0
(%)
Solvabilitas
Total Aktiva
1178 11503, 4673, 1303
a dengan Total 126,2
3 5,9 8 7 2,9
Hutang (%)
b Debt to equity 0,9 0,9 2,2 0,8 0,0

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 10


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab II

2024
No Analisa Rasio 2020 2021 2022 2023
(Prognosis)
Ratio (%)
Rasio biaya
Pemasaran dibanding
2,3 15,7 80,4 0,7 -9,7
4 pendapatan
operasional (%)
Rasio Laba terhadap
Ekuitas/Imbalan
0,1 -2,3 1,3 0,0 -0,4
5 kepada Pemegang
Saham (ROE)
Rasio Laba terhadap
investasi/Imbalan 0,1 -2,3 1,3 0,0 -0,4
6
(ROI)

Analisa berdasarkan tabel di atas sebagai berikut :


a. Likuiditas :
1) Current Ratio dari tahun 2020 s/d 2024 kurang baik karena dibawah
200% dan mempunyai fluntuasi yang cukup tinggi;
2) Cash Ratio dari tahun 2020 s/d 2024 cukup baik.
b. Rentabilitas :
1) Gross profit tahun 2020-2024 sangat baik;
2) Operating Ratio tahun 2021 dan 2022 cukup baik karena positif atau
mendapatkan keuntungan sedangkan tahun 2021 dan 2024 kondisi
kurang baik karena negatif atau mengalami kerugian;
3) Return on asset tahun 2020 s/d 2024 sangat buruk karena dibawah 1%.
c. Solvabilitas :
1) Total Aktiva dibandingkan dengan Hutang tahun 2020 s/d 2024 sangat
baik;
2) Debt to Equity Ratio tahun 2020 s/d 2024 sangat sehat.
d. Rasio biaya pemasaran dibandingkan pendapatan operasional tahun 2020
s/d 2024 sangat berfluktuasi, untuk tahun 2022 biaya pemasaran sangat
tinggi mencapai 80%, untuk tahun 2020 dan 2023 biaya marketing cukup

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 11


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab II

rendah yaitu dibawah 3% sedangan tahun 2021 cukup tinggi yaitu 15.7%
sedangkan untuk tahun 2024 kondisi tidak bagus karena perusahaan
mengalami kerugian.
e. Rasio Return On Equity (ROE) untuk tahun 2020 dan 2023 kondisi tidak
begitu baik karena rasio dibawah 1% sedangkan tahun 2021 dan 2024 cukup
buruk karena rasio minus.
f. Rasio Return On Investment untuk tahun 2020 dan 2023 kondisi cukup baik
karena masih postif meskipun dibawah 1% , sedangkan tahun 2021 dan
2024 perusahaan mengalami kerugian sehingga rasio minus.

Tabel 2.6
Laporan Laba/Rugi dibandingkan dengan Rencana Kerja
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2020-2021

Tahun 2020 Tahun 2021


KETERANGAN
Realisasi RKAP % Realisasi RKAP %

PENDAPATAN
[Link] [Link] 77% [Link] [Link] 63%
OPERASIONAL

BEBAN OPERASIONAL [Link] [Link] 101% [Link] [Link] 61%

LABA (RUGI)
(277.488.245) 829.222.997 -33% 311.603.699 260.322.711 120%
OPERASIONAL

PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL

Jumlah Pendapatan (Beban)


413.464.902 5.000.000 8269% ([Link]) 29.500.000 -16498%
Non Operasional

LABA (RUGI) SEBELUM


TAKSIRAN PAJAK 135.976.657 834.222.997 16% ([Link]) 289.822.711 -1572%
PENGHASILAN

LABA (RUGI) BERSIH


120.734.507 822.293.608 15% ([Link]) 226.061.715 -2015%
TAHUN BERJALAN

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 12


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab II

Tabel 2.7
Laporan Laba/Rugi dibandingkan dengan Rencana Kerja
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) tahun 2022-2023

Tahun 2022 Tahun 2023


KETERANGAN
Realisasi RKAP % Realisasi RKAP %

PENDAPATAN OPERASIONAL [Link] [Link] 132% [Link] [Link] 70%

BEBAN OPERASIONAL [Link] [Link] 97% [Link] [Link] 80%

LABA (RUGI) OPERASIONAL [Link] 329.326.561 752% (19.554.164) [Link] -2%

PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL

Jumlah Pendapatan (Beban)


221.729.884 29.500.000 752% 57.176.253 96.000.000 60%
Non Operasional

LABA (RUGI) SEBELUM


TAKSIRAN PAJAK [Link] 358.826.561 752% 37.622.089 [Link] 3%
PENGHASILAN

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN


[Link] 279.884.718 964% 37.622.089 [Link] 3%
BERJALAN

Tabel 2.8
Laporan Laba/Rugi dibandingkan dengan Rencana Kerja
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) tahun 2024 (Prognosis)

Tahun 2024 (Prognosis)


KETERANGAN
Realisasi RKAP %

PENDAPATAN OPERASIONAL [Link] [Link] 76%

BEBAN OPERASIONAL [Link] [Link] 91%

LABA (RUGI) OPERASIONAL (739.109.323) 692.509.497 -107%

PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL

Jumlah Pendapatan (Beban) Non Operasional 15.194.137 25.000.000 61%

LABA (RUGI) SEBELUM TAKSIRAN PAJAK


(723.915.186) 717.509.497 -101%
PENGHASILAN

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN (723.915.186) 717.509.497 -101%

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 13


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab II

Kinerja keuangan PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) untuk tahun 2020 dan
2021, secara umum menunjukkan kinerja yang kurang bagus karena tidak
tercapainya target pendapatan dan laba perusahaan hal ini disebabkan karena
adanya pandemi Covid 19 yang menyebabkan sebagian besar rencana kerja
perusahaan tidak dapat dijalankan sehingga mengalami kerugian. Untuk tahun
2021 kerugian berasal dari penghapusan aset karena adanya renovasi dan
pembangunan baru karena sarana dan prasarana sudah tidak layak.
Tahun 2022 kinerja PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) menunjukkan
kinerja yang sangat baik karena capaian pendapatan melebihi dari rencana
anggaran yaitu sebesar 132% sedangkan laba sebesar 964%. Tahun 2023 kinerja
keuangan mengalami penurunan dimana capaian pendapatan hanya 70%
sedangkan laba 3% dari Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).

Tabel 2.9
Neraca PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
tahun 2020-2024 (Prognosis)

Uraian 2024
2020 2021 2022 2023
(Prognosis)

ASET

Aset Lancar

Kas dan Bank [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Piutang Usaha 34.544.000 40.567.000 216.831.300 173.687.443 162.104.829

Persediaan 827.000 5.419.040 859.000 1.228.500 -

Beban Dibayar Dimuka 24.980.000 - - 8.880.000 1.110.000

Jumlah Aset Lancar [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Aset Tetap dan Inventaris

Harga Perolehan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Akumulasi Penyusutan ([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link])

Nilai Buku [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Aset Tidak Terwujud

Harga Perolehan 24.320.000 34.320.000 34.320.000 34.320.000 34.320.000

Amortisasi Penyusutan (858.000) (5.148.000) (9.438.000) (13.728.000) (24.882.000)

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 14


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab II

Uraian 2024
2020 2021 2022 2023
(Prognosis)

Nilai Buku 33.462.000 29.172.000 24.882.000 20.592.000 9.438.000

Aset Lainnya 244.953.000 [Link] [Link] 736.621.921

Aset Biologis 75.000.000 166.656.500 126.516.500 126.516.500

JUMLAH ASET [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

KEWAJIBAN

Utang Usaha [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Utang Pajak 76.851.917 82.998.900 104.429.700 99.188.100 51.223.500

Utang Lainnya 159.731.471 47.413.039 47.413.039 186.662.663 190.424.872

JUMLAH KEWAJIBAN [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

EKUITAS

Modal Dasar sebesar Rp300.000.000.000,00

Modal Disetor [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Cadangan Umum 396.729.730 420.876.771 420.876.771 960.495.265 994.355.145

Cadangan Tujuan 137.411.990 155.522.271 155.522.271 560.236.141 560.236.141

Saldo Laba (Rugi):


Laba (Rugi) Tahun
- 69.197.310 ([Link]) ([Link]) ([Link])
Lalu
Laba (Rugi) Tahun
120.735.207 ([Link]) [Link] 37.622.089 (723.915.186)
Berjalan
JUMLAH EKUITAS [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

JUMLAH KEWAJIBAN
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
DAN EKUITAS

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 15


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab II

B. MASALAH YANG DI HADAPI BUMD DAN UPAYA PEMECAHAN


MASALAH YANG TELAH DAN AKAN DI LAKUKAN
Permasalahan yang dihadapi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) antara lain :

Tabel 2.10
Permasalahan yang dihadapi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)

No Permasalahan yang dihadapi No Solusi

Kurang modal kerja dari Pengajuan penyertaan modal dalam


1 1
penyertaan modal (APBD) bentuk uang tunai
Mencari investor untuk pembanguan
2.a
sarpras satwa
Sarpras satwa tidak layak dan
2 Revitalisasi sarpras kandang yang
berkarat
2.b tidak sesuai dengan kesejahteraan
satwa

Pengembangan program edukasi,


kerjasama pihak sekolah yang
3 Adanya Pandemi Covid 19 3
berbasis Online dengan konsep
virtual tour
Adanya peraturan pemerintah
Menghimpun donasi dari instansi,
untuk program penyebaran
4 4 lembaga dan sekolah untuk
wabah covid 19 dengan jaga jarak
mencukupi kebutuhan pakan satwa
dan WFH

Melakukan promosi dan membuat


5 Target pendapatan tidak tercapai 5
kegiatan setiap bulan
Menggali potensi pendapatan baru
Banyak pesaing obyek wisata
6 6.a (seperti feeding carnivora,
yang sejenis
herbivora, Aves)

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 16


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab II

No Permasalahan yang dihadapi No Solusi

6.b Menaikkan sewa kios


Penyebaran proposal untuk orang
6.c tua asuh satwa baik corporasi,
komunitas maupun individu
Membuat lapak sementara di area
6.d ekonomis di titik pengunjung
istirahat
Kerjasama dengan lembaga
6.e
konservasi
Kerjasama dengan akademisi terkait
6.f
konsultasi
Kerjasama dengan pihak ketiga
6.g dalam penambahan wahana seperti
Zoo adventure, motor ATV, becak air
Kerjasama dengan sekolah dan
6.h biro/agen wisata untuk rekreasi dan
edukasi
Zoo joint to campus dengan
6.i bekerjasama dengan pihak sekolah
untuk edukasi tentang satwa
Membuat program digital edukasi
6.j untuk level PAUD, hingga universitas
dengan sistem berbayar

Pembenahan dan pemantauan etos


7.a
kerja, prosedur dan tupoksi SDM
Meeting rutin manajer dan
Kualitas SDM kurang memadai 7.b
7 koordinator setiap 1 minggu sekali
dan kurang produktif
7.c breafing karyawan setiap hari senin
7.d Memberikan pelatihan kerja
7.e Studi banding

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 17


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab II

No Permasalahan yang dihadapi No Solusi

7.f Mutasi karyawan


Reward untuk meningkatkan
7.g
loyalitas dan integritas karyawan

Tukar menukar satwa dengan kebun


8 Jenis Satwa hanya sedikit 8
binatang yang lain
Pengadaan satwa yang belum ada di
9.a
Sebagian besar satwa sudah Jawa Tengah
9
berusia lanjut Berkoordinasi dengan BKSDA Jawa
9.b
Tengah

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 18


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

BAB III KONDISI BUMD

C. UMUM
1. Strategi BUMD
Strategi adalah rencana jangka panjang yang diikuti tindakan-tindakan
yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi dapat juga
diterjemahkan sebagai rencana tindakan utama yang dipilih untuk menggalang
dan mengarahkan seluruh sumber daya organisasi dalam mencapai bersama,
yaitu visi dan misi perusahaan. Dalam prosesnya, peluang merupakan hasil
penyesuaian kompetensi inti, skill set dan potensi terpendam perusahaan
terhadap pasar dan kebutuhan pelanggan yang baru, berkembang atau bahkan
belum diketahui. Sedangkan masalah (problem) adalah kesenjangan antara
kondisi yang dihadapi dengan kondisi yang diharapkan sehingga pemecahan
masalah (problem solving) adalah pencarian alternatif tindakan untuk
menghilangkan kesenjangan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang
diharapkan.

2. Sasaran Stratejik
Sasaran Stratejik merupakan pernyataan spesifik, terukur dan realistik
tentang apa yang ingin dicapai perusahaan dalam jangka waktu tertentu dari
tiap-tiap perspektif. Sasaran stratejik ini menunjukkan arah menyeluruh yang
akan dituju oleh perusahaan dan mengarahkan perumusan inisiatif stratejik dan
program.
Sasaran merupakan jawaban dari prioritas atau permasalahan yang
teridentifikasi dalam kajian lingkungan internal dan eksternal (SWOT). Sasaran
Stratejik ini diukur ketercapaiannya dengan menggunakan ukuran hasil (Lag
Indicator). Karenanya, sasaran harus menunjukkan secara spesifik strategi
pelaksanaannya, terukur, realistis, berorientasi pada hasil, memiliki kerangka
dan tahapan waktu yang jelas serta bersifat komprehensif.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 19


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

3. Inisiatif Stratejik
Inisiatif Stratejik adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk
mewujudkan sasaran stratejik. Inisiatif stratejik ini diukur efektivitasnya sebagai
langkah untuk mewujudkan sasaran stratejik dengan menggunakan ukuran
pemicu kinerja (Lead Indicator). Oleh karena langkah-langkah ini masih bersifat
garis besar maka perlu dijabarkan dalam sejumlah program multi tahun
perusahaan.

4. Pendekatan Balance Scored


Balance Scorecard merupakan pendekatan pengukuran kinerja
perusahaan yang berimbang antara tujuan jangka pendek dan jangka panjang,
ukuran keuangan dan non keuangan yang tersusun atas empat perspektif yang
berbeda, yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pertumbuhan
dan pembelajaran. Mengikuti perjalanan waktu, konsep ini berkembang dari
sistem pengukuran menjadi sistem manajemen stratejik, yaitu alat untuk
merencanakan dan mengembangkan strategi.
Secara ringkas metodologi balanced scorecard dapat digambarkan sebagai
berikut :

Gambar 3.1 Balanced Scorecard

Bagaimana Dalam proses


pelanggan Pelanggan Proses bisnis internal apa
memandang kita Internal yang haruskita
dan bagaimana lakukan untuk
kita memandang memenuhi
mereka Visi Misi harapan
Strategi
stakeholder
Inovasi apa yang
Bagaimana kinerja dapat menambah
keuangan kita Keuangan Pembelajaran nilai dan
dilihat oleh memenuhi
stakeholder harapan
pelanggan

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 20


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

Filosofi dasar dari balanced scorecard adalah pentingnya komunikasi


sasaran dan prioritas secara jelas dan manfaat dari pembelajaran dan bekerja
sebagai sebuah tim.
Model ini disebut Balanced Scorecard karena merupakan keseimbangan antara
beberapa hal, yaitu :
1) Tujuan jangka pendek seperti volume penjualan dengan tujuan jangka
panjang seperti kepuasan pelanggan dan pencapaian hasil yang lebih
luas kepada masyarakat;
2) Berbagai bagian yang berbeda dari ukuran kinerja sehingga ekspektasi
dari satu kelompok tidak mendahului ekspektasi kelompok yang
lainnya;
3) Cara orang lain memandang kita melalui survai orang-orang di luar
organisasi dan cara kita melihat diri kita sendiri dan proses internal
yang kita miliki;
4) Pengukuran perubahan dan situasi pada saat-saat tertentu.

D. IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL


PT. Taman Satwa Semarang (Perseroda) adalah perusahaan Badan Usaha Milik
Daerah yang diberi kewenangan mengelola kegiatan berbasis Konservasi, Edukasi
dan Rekreasi. Potensi pengembangan destinasi wisata pasca COVID 19 akan terus
tumbuh dan berkembang. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk merumuskan
strategi perusahaan adalah dengan menggunakan analisis SWOT, dimana analisis ini
didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan
meminimalkan kelemahan (Weakness).

1. Aspek Teknis dan Operasional


Analisis pada aspek ini difokuskan kepada lahan yang digunakan oleh PT
Taman Satwa Semarang (Perseroda) untuk operasional adalah karakteristik unik
Semarang Zoo yang merupakan lembaga konservasi, edukasi, rekreasi dan
budaya sekaligus bisnis, sarana prasarana utama untuk operasional, keamanan,
kondisi fauna, proses bisnis yang dibakukan dan fasilitas Semarang Zoo.
Berdasarkan hasil analisis, pada Aspek Teknis dan Operasional inilah perusahaan
memandang sebagai aspek dengan tingkat kelemahan tertinggi (dengan nilai

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 21


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

0,08) dibanding aspek internal lainnya. Beberapa kelemahan pada aspek ini
adalah :
1) Fasilitas penunjang : sarana prasarana (fasum) kurang memadai;
2) Kondisi Lingkungan : pengelolaan dan perawatan sarana prasarana masih
belum optimal;
3) Keamanan : Tembok pembatas yang kurang memadai;
4) Kondisi satwa banyak yang berusia lanjut.

Sedangkan kekuatan pada aspek teknis operasional adalah :


1) Lahan: lahan PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) yang luas meliputi
80.930M2 atau 8.93 hektar;
2) Karakteristik unik: PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) merupakan
BUMD dengan karakteristik yang unik karena merupakan lembaga
konservasi, edukasi, rekreasi dan budaya sekaligus sebagai usaha bisnis
dengan profit oriented;
3) Lokasi : Letak obyek wisata yang sangat [Link] suatu obyek
wisata yang strategis akan memberikan keuntungan bagi pihak pengelola
karena letak Semarang Zoo yang dekat dengan jalan raya dan bisa
dijangkau oleh semua jenis kendaraan darat;
4) Proses bisnis yang dibakukan: telah memiliki 20 Standard Operating
Procedures (SOP) terkait penanganan satwa.

2) Aspek Keuangan dan Administrasi


Analisis pada aspek ini difokuskan kepada laba bersih perusahaan;
rentabilitas/profitabilitas, solvabilitas, metode pembayaran, kebijakan
akuntansi/pedoman terkait lainnya, opini laporan keuangan, dan ketepatan
waktu penerbitan laporan. Berdasarkan hasil analisis pada Aspek Keuangan dan
Administrasi inilah perusahaan memandang sebagai aspek dengan tingkat
kekuatan tertinggi (dengan nilai 0,81) dibanding aspek internal lainnya.
Beberapa kekuatan Semarang Zoo pada aspek ini adalah :
1) Laba bersih perusahaan: realisasi laba bersih tahun 2022 melebihi target
dari RKA P tahun 2022 sebesar 964%.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 22


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

2) Solvabilitas: kinerja aspek keuangan tahun 2020-2023 menunjukkan nilai


rata-rata solvabilitas (rasio kewajiban terhadap aset) berkisar pada
10.000% yang menunjukan bahwa perusahaan memiliki kemampuan
dalam pembayaran pinjaman kepada kreditor. Demikian juga untuk rasio
kewajiban terhadap ekuitas tahun 2020,2021 dan 2023 sangat baik
karena dibawah 1%. Metode pembayaran: kemudahan pembayaran dan
transaksi baik tunai maupun non tunai.
3) Kemudahan pembayaran dan transaksi baik tunai maupun non tunai.
4) Opini laporan keuangan: opini laporan keuangan tahun 2020-2023 adalah
Wajar Tanpa Pengecualian.
5) Ketepatan waktu penerbitan laporan: laporan diterbitkan sesuai dengan
tenggat waktu.
Sedangkan kelemahan pada aspek keuangan dan administrasi adalah sebagai
berikut:
1) Rentabiitas/profitabilitas: Kinerja aspek keuangan tahun 2021 hasil
evaluasi kinerja menunjukkan nilai profit margin, ROA, dan ROE
memperoleh skor minus 0,04 dari nilai ideal 15 (40%), menunjukan
kemampuan Perusahaan untuk memberikan laba ke Pemilik (KPM) belum
optimal masih rendah.
2) Kebijakan Akuntansi dan pedoman terkait lainnya: Perlu adanya
pembaharuan kebijakan akuntansi dan keuangan menyesuaikan dengan
regulasi dan ketentuan terkini.

3) Aspek Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM)


Analisis pada aspek ini difokuskan kepada jumlah SDM; struktur organisasi;
kualitas SDM; penegakan aturan; program pendidikan dan pelatihan; sistem
penilaian kinerja; budaya kerja dan etos kerja; tim manajerial; jenjang karir;
serta kepuasan pegawai.
Berdasarkan hasil analisis pada Aspek Organisasi dan SDM, perusahaan
memandang sebagai kekuatan dengan nilai 0,18. Beberapa kekuatan PT Taman
Satwa Semarang pada aspek ini adalah:
1) Jumlah SDM : jumlah SDM mencukupi dengan situasi usaha saat ini;

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 23


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

2) Struktur organisasi: perubahan struktur organisasi yang ditetapkan dan


sesuai dengan PP 54/2017 tentang BUMD;
3) Penegakan aturan: penegakan aturan kepada pegawai sudah
dilaksanakan walau masih harus ditingkatkan untuk menjadi lebih
efektif;
4) Program Pendidikan dan Pelatihan: program pendidikan yang
berkelanjutan sudah dianggarkan dan direncanakan terus meningkat;
5) Budaya kerja/etos kerja: pudaya kerja Perusahaan dan etos kerja
pegawai dipandang cukup mendorong kinerja perusahaan;
6) Tim manajerial : tim manajerial sudah sesuai dengan kebutuhan
perusahaan.
Sedangkan kelemahan pada aspek organisasi dan SDM adalah sebagai berikut:
1) Kepuasan Pegawai : PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) belum
pernah melakukan survey kepuasan pegawai 2024;
2) Kuallitas SDM : latar belakang pendidikan pegawai belum sepenuhnya
menunjang kegiatan operasional perusahaan;
3) Sistem penilaian kinerja : penilaian kinerja pegawai belum ada;
4) Jenjang/rencana karir : perusahaan sudah memiliki jenjang/rencana
karir namun implementasi pelaksanaan belum maksimal.

4) Aspek Hubungan Langganan dan hubungan Masyarakat


Analisis pada aspek ini difokuskan kepada pelayanan kepada pelanggan,
komunikasi dengan pelanggan, pengaduan pelanggan dan konsep pemasaran.
Berdasarkan hasil analisis pada Aspek Hubungan Langganan dan Hubungan
masyarakat, perusahaan memandang sebagai kekuatan dengan nilai 0,30.
Beberapa kekuatan PT Taman Satwa Semarang pada aspek ini adalah:
1) Pelayanan kepada pelanggan: hasil survei tahun 2024 menunjukkan kategori
cukup puas;
2) Komunikasi Pelanggan : komunikasi terhadap pelanggan menjadi prioritas;
3) Pengaduan pelanggan : sudah tersedia sarana/media untuk pengaduan
pelanggan secara khusus.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 24


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

Sedangkan kelemahan pada aspek organisasi dan SDM adalah :


Konsep pemasaran: dalam memasarkan obyek wisata masih belum
optimal, terbukti masih banyak masyarakat pendatang yang belum mengetahui
bahwa di Kota Semarang memiliki kebun binatang. Selain itu belum ada sesuatu
yang menarik minat wisatawan/ pengunjung untuk datang ke obyek wisata,
kegiatan/ event yang diselenggarakan terkadang monoton yang menyebabkan
pengunjung bosan dan tidak mau berkunjung ke obyek wisata tersebut.

E. IDENTIFIKASI FAKTOR EKSTERNAL


Dalam menyusun Rencana Bisnis 2025 - 2029, perlu dianalisis perkembangan
yang dinamis baik di dalam lingkungan perusahaan maupun di lingkungan luar
perusahaan. Analisa yang digunakan adalah metode SWOT yang meliputi beberapa
aspek. Berikut aspek yang berpengaruh bagi perusahaan untuk rencana bisnis tahun
2025 – 2029 yang perlu upaya perbaikan.

1) Aspek Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat


Analisis pada aspek ini difokuskan kepada dukungan masyarakat, daya
beli masyarakat, potensi pangsa pasar, pesaing, dan supplier.
Berdasarkan hasil analisis pada Aspek Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat,
perusahaan memandang sebagai peluang dengan nilai 0,70. Beberapa peluang PT
Taman Satwa Semarang pada aspek ini adalah :
1) Dukungan masyarakat: animo masyarakat untuk berkunjung tinggi;
2) Daya beli masyarakat: kemampuan masyarakat untuk membayar sesuai
tarif cukup baik dan PT Taman Satwa Semarang juga menyediakan diskon
khusus;
3) Potensi pangsa pasar: pangsa pasar masih terbuka luas;
4) Supplier: tersedia cukup supplier yang mendukung ketersediaan barang dan
pakan untuk operasional perusahaan.
Sedangkan ancaman pada aspek Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat adalah:
Pesaing: banyaknya destinasi wisata baru yang berkembang pesat.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 25


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

2) Aspek Dukungan dari Pemerintah Daerah dan Budaya Pengawas


Analisis pada aspek ini difokuskan kepada dukungan permodalan, dukungan
kebijakan pemda dan DPRD, dukungan Badan pengawas, serta kebijakan
pemerintah.
Berdasarkan hasil analisis pada Aspek Pemerintah Daerah dan Badan Pengawas,
perusahaan memandang sebagai peluang dengan nilai 0,44. Beberapa peluang PT
Taman Satwa Semarang pada aspek ini adalah :
1) Dukungan kebijakan pemda dan DPRD: Adanya dukungan dan kebijakan
dari Pemkot dan DPRD antara lain proses legal formal perubahan badan
hukum.
2) Dukungan Badan pengawas: Adanya dukungan aspek manajerial
perusahaan yang baik dari Badan Pengawas.
3) Kebijakan pemerintah: Aturan tentang lembaga konservasi cukup jelas.

3) Aspek Hukum
Analisis pada aspek ini difokuskan kepada Peraturan Daerah, UU Konservasi,
UU Perlindungan Konsumen, PP No. 54 Tahun 2017 tentang BUMD, dan regulasi
ketenagakerjaan.
Berdasarkan hasil analisis pada aspek Hukum, perusahaan memandang sebagai
peluang dengan nilai 0,40. Beberapa peluang PT Taman Satwa Semarang pada
aspek ini adalah :
1) Peraturan daerah: Pembentukan Perseroan Terbatas Taman Satwa
Semarang (Perseroda) dari UPTD menjadi Perseroan Terbatas Daerah.
2) Peraturan Lembaga Konservasi: Kemudahan dalam pertukaran satwa
dan pelepas liaran.
3) Regulasi Ketenagakerjaan: PT Taman Satwa Semarang telah mengacu
sepenuhnya pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan.
Sedangkan ancaman pada aspek hukum adalah :
UU Perlindungan Konsumen: adanya peraturan yang memungkinkan
masyarakat/pelanggan mengajukan gugatan kepada PT Taman Satwa
Semarang (Perseroda) sesuai dengan UU perlindungan konsumen.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 26


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

4) Aspek Topografi, Geografis, Tata Ruang dan Lingkungan


Analisis pada aspek ini difokuskan kepada kondisi topografi, kondisi
geografis, tata ruang, dan lingkungan.
Berdasarkan hasil analisis pada aspek Topografi, Geografis, Tata Ruang, dan
Lingkungan perusahaan memandang sebagai peluang dengan nilai 0,68.
Beberapa peluang PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) pada aspek ini adalah:
1) Kondisi topografi: Terletak di dataran rendah, wilayah barat Kota
Semarang.
2) Kondisi geografis: Terletak sebelah jalan tol dan Pelabuhan Kendal dan
Kawasan Industri Kendal dan berhadapan dengan mall pelayanan publik
Kota Semarang (pusat perijinan).
3) Jalan Tol: Dengan adanya jalan tol yang terintegrasi seperti Solo,
Yogyakarta dan Surabaya, akses menuju destinasi wisata/Lembaga
Konservasi lain menjadi lebih mudah dan banyak pilihan
4) Tata ruang: Berada dalam teritorial pengembangan lahan konservasi dan
Ruang Terbuka Hijau.
Berdasarkan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats),
hasil analisis lingkungan pada PT Taman Satwa Semarang tersebut diatas dapat
digambarkan sebagai berikut :

Tabel 3.1 Analisis Internal


Nilai
No. Uraian Kekuatan Kelemahan
(Strenghts) (Weaknesses)

1 Aspek Teknis dan Operasional 0.45 (0,37)

2 Aspek Keuangan dan Administrasi 0,91 (0,10)

3 Aspek Organisasi dan SDM 0,30 (0,12)

4 Aspek Hubungan Pelanggan dan Masyarakat 0,36 (0,06)

JUMLAH 2,02 (0,65)

(Sumber Kertas Kerja terlampir)

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 27


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

Tabel 3.2 Analisis Eksternal


Nilai
No. Uraian Peluang Ancaman
(Opportunities) (Threats)

1 Aspek Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat 0.80 (0.10)

2 Aspek Pemerintah dan Badan Pengawas 0.68 (0.24)

3 Aspek Hukum 0.73 (0.05)

4 Aspek Geografis, Topografis dan Demografis 0.72 (0.14)

JUMLAH 2.93 (0.53)

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa kekuatan dan peluang lebih dominan
dibandingkan dengan kelemahan dan ancaman yang dimiliki PT Taman Satwa
Semarang (Perseroda), sehingga posisi koordinat sebagai berikut :
- Faktor Internal : 2,02 + (0,65) = 1,37
- Faktor Eksternal : 2,93 + (0,53) = 2,40
Dengan posisi koordinat tersebut, PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) dalam
diagram SWOT berada dalam kuadran I (Stable Growth), sebagai berikut :

Posisi Perusahaan di
lingkungannya saat ini

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 28


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa PT Taman Satwa Semarang memiliki
kekuatan dan peluang yang lebih besar dibandingkan dengan kelemahan dan ancaman.
Posisi dalam kuadran I ini merupakan posisi yang cukup menguntungkan. Perusahaan
mempunyai peluang dan kekuatan yang cukup kuat sehingga potensi untuk
memperluas/menambah pelanggan baru masih sangat terbuka. Strategi yang
diterapkan pada kuadran ini sebaiknya adalah strategi yang menitikberatkan pada
pertumbuhan yang stabil guna memanfaatkan peluang dan dukungan sumber daya
yang ada.
Berikut konsekuensi strategi pada masing-masing posisi perusahaan dalam anatomi
empat kuadran, dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Kuadran I ( Pertumbuhan )
Dalam kuadran ini, perusahaan relatif memiliki lebih banyak kekuatan dari pada
kelemahan, dan mempunyai cukup peluang untuk tumbuh. Oleh karena itu,
perusahaan perlu memupuk dana guna membiayai pengembangan usahanya.
2. Kuadran II ( Stabilisasi ).
Dalam kuadran ini, perusahaan relatif memiliki lebih banyak kelemahan
dibanding kekuatan. Namun peluang untuk tumbuh masih ada, sehingga
perusahaan harus terlebih dahulu mengatasi kelemahan di bidang-bidang
operasionalnya.
3. Kuadran III ( Bertahan Hidup )
Dalam kuadran ini, selain masih banyak kelemahan dibanding kekuatan,
perusahaan juga tidak mempunyai peluang untuk tumbuh. Oleh karena itu,
perusahaan perlu melakukan rasionalisasi usaha melalui pemangkasan unit-unit
kegiatan yang tidak produktif (tidak menguntungkan) dan memfokuskan pada
target pasar yang paling potensial.
4. Kuadran IV ( Diversifikasi Usaha )
Dalam kuadran ini, walaupun perusahaan memiliki lebih banyak kekuatan
dibanding kelemahan, tetapi karena ancaman cukup besar, peluang untuk
tumbuh sangat terbatas. Strategi yang disarankan adalah diversifikasi usaha.
Rincian lebih lanjut mengenai unsur-unsur dan posisi perusahaan dalam grafik
analisis SWOT disajikan dalam Lampiran III.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 29


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

F. POSISI BUMD SAAT INI DALAM PENETAPAN STRATEGI HASIL


ANALISA SWOT
Berdasarkan hasil Analisa SWOT dan Posisi di Kuadran I maka PT Taman Satwa
Semarang akan mengambil strategi sebagai berikut:
1. Strategi kekuatan dan memiliki peluang (SO), antara lain :
a. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana prasarana pemeliharaan dan
perawatan satwa.
b. Mengembangkan standar mutu taman satwa sebagai Lembaga Konservasi
dan tempat rekreasi bertaraf internasional.
c. Melakukan pembangunan fasilitas pelayanan pengunjung untuk memberikan
rasa nyaman bagi pengunjung.
2. Strategi kelemahan dan terdapat peluang pengembangan (WO) antara lain:
a. Meningkatkan promosi melalui berbagai media dalam rangka
memperkenalkan, meningkatkan dan menjaga jumlah pengunjung.
b. Meningkatkan kesejahteraan satwa yang sesuai dengan konsep animal
welfare.
c. Mengembangbiakan dan tukar menukar satwa dengan menjaga kemurnian
genetic dan keanekaragaman satwa.

d. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui program


pengembangan dan pelatihan SDM sesuai dengan keahlian serta kebutuhan.
3. Strategi Kekuatan dan terdapat Ancaman dalam pengembangan (ST),
antara lain :
a. Mengembangkan tempat rekreasi yang edukatif, kreatif, dan menarik
berbasis pemberdayaan Masyarakat.
b. Mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak dalam memajukan taman
satwa.
4. Strategi Kelemahan dan terdapat Ancaman dalam pengembangan (WT),
antara lain :
a. Melengkapi dokumen legalitas dan seluruh persyaratan administrasi sebagai
Lembaga konservasi.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 30


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

G. ANALISA SEMARANG ZOO DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN


USAHA
Kebun Binatang Semarang dikenal dengan Semarang Zoo, kini menjadi destinasi
popular dan dikunjungi banyak wisatawan. Wisatawan asal Semarang dan kota
sekitarnya antara lain Kendal, Batang, Kaliwungu, Pekalongan berbondong-bondong
datang ke tempat ini saat hari libur. Terletak di perbatasan Semarang dan Kendal,
kebun binatang ini merawat berbagai macam satwa. Bahkan ditempat ini, wisatawan
bisa berinteraksi langsung dengan satwa seperti burung, ular, hingga gajah.
Semarang Zoo merupakan tempat konservasi satwa yang memadukan konsep
edukasi dengan konsep rekreasi dimana pengunjung bisa mendapatkan
pengetahuan yang lebih luas mengenai kekayaan fauna. Beberapa satwa yang ada di
sini, antara lain Harimau Benggala, Gajah Sumatera, Kanguru, Orang Utan, Rusa, dan
lain-lain. Fasilitas lain yang tersedia di kawasan ini ialah water boom untuk anak-
anak, pesawat terbang, tour off-road yang ditujukan untuk semua umur dan kedai
makanan yang sehat dan murah.
Semarang Zoo mencatat tingkat kunjungan wisatawan memasuki masa liburan
sekolah bersamaan dengan perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 sudah
menyentuh 1.000 orang per hari. Yang awalnya 100, 200, 300 orang, sekarang
hampir rata-rata 1.000 orang per hari.
Berkaitan dengan program selama liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024,
Semarang Zoo membuat program konservasi untuk menarik pengunjung, yakni
interaksi dengan satwa, dengan membeli tiket, selain dapat satu kali permainan di
PlayPlay, bisa dapat satu 'feeding' pakan satwa untuk berinteraksi dengan satwa.
Tiketnya ditukarkan dengan paket pakan untuk digunakan memberi makan pada
satwa yang ada, seperti herbivora atau pemakan rumput, burung, dan spesies
primata. Untuk yang bisa berinteraksi rata-rata herbivora, aves, kemudian primata.
Dalam interaksi ini dibawah pengawasan keeper yang berpengalaman dan dokter
hewan. Masyarakat bisa memberi makan atau foto dengan satwa.
Pengelola Semarang Zoo merencanakan pengembangan obyek wisata Semarang Zoo
bertaraf Internasional dengan penambahan satwa, perbaikan dalam menyediaan
fasilitas umum demi kenyamanan wisatawan, mendatangkan satwa asing,
memperluas waterboom, resto dan café juga merenovasi dan membangun kandang
satwa baru. Semarang Zoo bekerjasama dengan Departemen Pendidikan untuk

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 31


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

Tingkat Paud, SD dan SMP, untuk mengunjungi Semarang Zoo tidak seperti
mengunjungi kebun binatang lainnya karena disini Keeper satwa juga menjelaskan
secara mendetail terkait informasi satwa kepada pengunjung. Untuk hari-hari
tertentu Semarang Zoo mengadakan event Live Musik dan lokasi Semarang zoo bisa
disewakan untuk acara pernikahan, acara keluarga lainnya maupun event-event
Perusahaan lainnya dengan konsep kebun.
Berikut ini beberapa kegiatan menarik yang bisa dilakukan ketika mengunjungi
Kebun Binatang ini :
1. Belajar Mengenal Berbagai Hewan
Kebun Binatang Semarang menjadi salah satu tempat wisata di Semarang yang
sangat cocok menjadi destinasi wisata edukasi. Ratusan koleksi yang dimiliki
kebun binatang bisa menjadi media pembelajaran bagus bagi para pengunjung
terutama anak-anak. Pengunjung bisa melihat mamalia besar seperti gajah dan
unta berada di kandang terbuka yang luas. Mereka dapat bergerak bebas ke sana
kemari tanpa terkurung di dalam kandang jeruji sempit. Selain itu koleksi burung
pun dapat terbang bebas di kandang khusus yang dibuat pengelola.
2. Berinteraksi Langsung dengan Hewan
Selain melihat-lihat, pengunjung juga bisa berinteraksi langsung bersama
beberapa satwa. Di area reptil pengunjung pun bisa berfoto bersama berbagai
jenis ular piton dan ular lain dengan aman. Begitu juga dengan area burung. Jika
pengunjung ingin berkeliling, menunggangi gajah ke sekitar kawasan kebun
binatang mungkin bisa jadi opsi menarik. Pengunjung bisa duduk diatas
punggung gajah dan merasakan sensasi goyangan gerak gajah yang menantang.
Dalam interaksi dengan satwa ini pengunjung akan selalu didampingi oleh
pawangnya, karena meskipun terlihat jinak, gajah tetap memiliki naluri hewan
liarnya. Untuk itu, pengunjung harus tetap berhati-hati tidak mengagetkan atau
membuat para satwa stress agar satwa tersebut tidak menyerang.
Sebagai perusahaan yang menjalankan usaha dibidang pariwisata, Semarang Zoo
memiliki beberapa kompetitor dengan konsep mini zoo antara lain :
1. Dusun Semilir : [Link] – Hatta No.49, Ngemple,
Bawen,Ngemplak,Semarang, Jawa Tengah ( 50661 ), eco park dengan konsep
modern dan seni. Destinasi wisata Semarang yang satu ini sedang naik daun
karena bentuk bangunannya yang menarik. Di samping bagus untuk difoto,

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 32


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

Dusun Semilir punya banyak fasilitas yang mendukung liburan keluarga.


Beberapa fasilitas yang bisa ditemukan di objek wisata ini antara lain Pet Village
dimana anak bisa bermain dengan hewan yang berkeliaran bebas dan Playpark
dengan permainan tradisional yang bisa dimainkan di luar maupun dalam
ruangan.
2. Cimory on the Valley: Jl. Soekarno- Hatta No.30, Begojuh, [Link], Semarang,
Jawa Tengah ( 50552 ), terdapat Cimory Dairyland menghadirkan mini zoo yang
dilengkapi hewan peternakan seperti sapi perah, kuda, domba, kelinci, serta tur
edukatif untuk melihat pabrik susu yang menjadikannya salah satu destinasi
wisata anak di Semarang yang menarik untuk dikunjungi. Setelah belajar, anak
juga bisa bermain di area playground. Tak hanya itu, di objek wisata anak di
Semarang ini tersedia wahana Mini Mania alias miniatur berbagai landmark
dunia. Mulai dari Candi Borobudur, Monas, sampai Sphinx dan Menara Eiffel.
3. Tjipto Coffee & Roastery: Kawasan Wawar Lor, Bedono, Kecamatan
Jambu,Semarang. Kafe yang berada di atas perbukitan dengan suasana sejuk
dikelilingi pepohonan rindang, cocok untuk melancong Bersama keluarga.
Berlatar belakang hamparan ratusan hektar kebun kopi di lereng Gunung Kelir,
uniknya kafe dilengkapi Mini zoo. Ada berang-berang, kelelawar jawa, burung
beo dan masih banyak jenis burung lainnya menghuni mini zoo tersebut.
4. Khusus Lembaga Konservasi :Semarang Zoo memiliki pesaing diantaranya :
Gembira Loka Zoo dan Solo Safari yang telah berbenah menjadi Lembaga
Konservasi Tipe B.

H. SURVEI KEPUASAN
Demi meningkatkan kualitas dan layanan, Semarang Zoo melaksanakan survei
kepuasan pelanggan dan survei kepuasan pegawai. Tingkat kepuasaan
pelanggan/pegawai diukur dan dinilai dengan skala likert 1-5 yaitu skor 1 : STS
(Sangat Tidak Setuju), skor 2 : TS (Tidak Setuju), skor 3 : N (Netral), skor 4 : S
(Setuju), dan skor 5 : SS (Sangat Setuju).
1. Survei Kepuasan Pelanggan
Survei kepuasaan pelanggan dilakukan terhadap 100 responden. Aspek yang
dinilai meliputi fasilitas parkir, fasilitas tempat makan, fasilitas umum,

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 33


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab III

kebersihan area pengunjung, kebersihan kendang dan koleksi satwa. Selain itu,
survei kepuasaan pelanggan juga menampung saran/masukan.
Berdasarkan hasil survei dapat disimpulkan bahwa 54% pelanggan merasa puas,
14% pelanggan merasa tidak puas dan sisanya 32% merasa biasa saja (netral).

2. Survei Kepuasan Pegawai


Survei kepuasaan pegawai dilakukan terhadap 41 responden. Aspek yang dinilai
meliputi peran pegawai, penghargaan dan sanksi, peningkatan karir, lingkungan
kerja dan supervisi, diklat serta aspek manajerial.
Berdasarkan hasil survei dapat disimpulkan bahwa Indeks Kepuasaan Pegawai
sebesar 65,87 atau dalam kategori “Cukup Baik”.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 34


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab IV

BAB IV VISI MISI STRATEGI DAN KEBIJAKAN

I. VISI
Dari berbagai harapan para stakeholders terhadap perusahaan, maupun
sebaliknya harapan perusahaan kepada para stakeholdersnya, maka PT Taman Satwa
Semarang berusaha menetapkan Visi, Misi, maupun Strategi bagi perusahaan. Visi
merupakan gambaran masa depan perusahaan yang hendak diwujudkan dalam
jangka waktu yang lama. Dengan penetapan visi tersebut diharapkan adanya
pandangan jauh ke depan dan ke arah mana perusahaan akan dibawa, agar tetap
eksis terhadap segala ancaman dan peluang dengan menggunakan berbagai kekuatan
maupun kelemahan yang dimilikinya, dengan tujuan untuk memenuhi semua
harapan para stakeholders nya. Dengan berbagai kajian dan pertimbangan terhadap
semua aspek yang mempengaruhi kehidupan perusahaan, maka PT Taman Satwa
Semarang menetapkan rumusan visi sebagai berikut:
“Menjadi Lembaga Konservasi Terbaik“

Maksudnya : “Menjadi Lembaga Konservasi yang memenuhi standar mutu sehingga


mampu melakukan pengelolaan satwa dengan dukungan kepercayaan public yang
meliputi mutu fasilitas pengelolaan satwa, mutu kesehatan satwa, mutu fasilitas
pengunjung, konservasi dan pemberdayaan masyarakat, mutu sumber daya manusia
serta keberlanjutan”.

J. MISI
Setelah perusahaan menetapkan pernyataan visi, maka diperlukan pula
pernyataan yang menjelaskan bagaimana perusahaan mencapai visinya. Pernyataan
yang dimaksud tersebut dinamakan dengan MISI.

Perumusan Misi dimaksudkan untuk membawa atau mengarahkan seluruh unsur


perusahaan agar lebih fokus dalam merealisasikan konsep bersama tentang
perusahaan di masa mendatang. Pernyataan misi membentuk kaitan yang
menerjemahkan atau menjabarkan visi ke dalam berbagai aktivitas tertentu. Adapun
Misi PT Taman Satwa Semarang, adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan satwa yang berwawasan lingkungan;

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 35


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab IV

b. Meningkatkan kualitas potensi daya tarik wisata yang unggul dan produktif;
c. Meningkatkan Tata Kelola Managemen Semarang Zoo sesuai dengan norma yang
berkembang.

K. TUJUAN SASARAN DAN STRATEGI


1. Tujuan
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) merupakan lembaga konservasi yang
bertujuan untuk :
a. Mewujudkan perlindungan dan pelestarian satwa yang ada di Indonnesia
dengan cara mempertahankan kemurnian genetik;
b. Mewujudkan Semarang Zoo menjadi Destinasi wisata konservasi type A;
c. Mewujudkan tata kelola manajemen Semarang Zoo berkualitas.

2. Sasaran Dan Strategi


Berdasarkan tujuan sebagaimana dimaksud di atas, maka sasaran yang ingin
dicapai oleh PT Taman Satwa Semarang adalah:
a. Terwujudnya kesejahteraan mental dan fisik satwa;
b. Terpenuhinya Sarana Prasarana Pendukung satwa sesuai Standar
Lembaga Konservasi dan wisata edukasi;
c. Tercapainya peningkatan jumlah wisatawan;
d. Pengembangan usaha lembaga konservasi dan wisata edukasi;
e. Terwujudnya tata kelola Semarang Zoo sebagai lembaga konservasi
berkualitas.
Guna mencapai sasaran dimaksud, serta berdasarkan analisis SWOT yang telah
diuraikan di BAB III, maka strategi yang akan ditempuh oleh PT Taman Satwa
Semarang sebagai berikut :
11. Melengkapi dokumen legalitas dan seluruh persyaratan administrasi
sebagai Lembaga konservasi.
12. Mengembangbiakan dan tukar menukar satwa dengan menjaga
kemurnian genetik dan keanekaragaman satwa.
13. Meningkatkan kesejahteraan satwa yang sesuai dengan konsep animal
welfare.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 36


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab IV

14. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana prasarana pemeliharaan


dan perawatan satwa.
15. Melakukan pembangunan fasilitas pelayanan pengunjung untuk
memberikan rasa nyaman bagi pengunjung.
16. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui program
pengembangan dan pelatihan SDM sesuai dengan keahlian serta
kebutuhan.
17. Mengembangkan tempat rekreasi yang edukatif, kreatif, dan menarik
berbasis pemberdayaan masyarakat.
18. Mengembangkan standar mutu taman satwa sebagai Lembaga
Konservasi dan tempat rekreasi bertaraf internasional.
19. Meningkatkan promosi melalui berbagai media dalam rangka
memperkenalkan, meningkatkan dan menjaga jumlah pengunjung.
20. Mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak dalam
memajukankan taman satwa.

L. KEBIJAKAN DAN PROGRAM


Selanjutnya dalam rangka menjalankan strategi dimaksud, maka dapat
dirumuskan kebijakan yang akan ditempuh selama 5 ( lima ) tahun mendatang, yaitu
Penataan Pengembangan dan Pengendalian pertumbuhan satwa yang berwawasan
lingkungan.
Dalam rangka menjalankan kebijakan dimaksud , maka program yang kami susun
sebagai berikut :

1. Program pengembangan Semarang Zoo sebagai Lembaga Konservasi dan


Wisata Edukasi.
Kegiatan antara lain:
a. Pembangunan dan perbaikan kandang satwa yang sesuai dengan
konsep animal welfare :
1) Penyusunan perencanaan dan kajian;
2) Pembangunan area gajah;
3) Pembangunan area karnivora;
4) Pembangunan zona afrika;

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 37


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab IV

5) Pembangunan dome aves.


b. Pembangunan Fasilitas Pendukung Kesehatan dan perawatan satwa :
1) Pembangunan Pagar panel beton 3,2 M tebal 5 cm
2) Pembangunan klinik satwa (2 Lt) & peralatan medis
3) Pembangunan kandang karantina
4) Pembangunan dapur satwa
c. Pembangunan Fasilitas dan Pelayanan pengunjung sebagai berikut :
1) Pembangunan jalan servise
2) Pembangunan Waterboom
3) Pembangunan Hall indoor (2 Lt)
4) Pembangunan Tower pandang
5) Pembangunan area parkir & Gedung parkir
6) Pembangunan Kantor (2 Lt)
7) Pembangunan Mushola
8) Pembuatan Toilet
9) Pembangunan Kios PKL
d. Pengelolaan lingkungan dan Limbah
1) Membangun sistem sanitasi yang sehat dan memadai;
2) Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) untuk mengolah
air limbah agar memenuhi standard baku mutu lingkungan.
e. Pengelolaan koleksi
Pengadaan koleksi Satwa dilakukan melalui berbagai upaya antara lain
dengan pengembangbiakan alami secara terkontrol, menerima satwa
titipan dan melakukan mekanisme tukar menukar, hibah, penyerahan,
Breeding Loan, pengambilan atau penangkapan dari alam. Adapun rencana
translokasi satwa oleh PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)dalah
sebagai berikut :
1) Jerapah
2) Zebra
3) Komodo
4) Tapir
5) Lemur Ekor Cincin

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 38


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab IV

f. Perawatan Koleksi
Perawatan secara rutin terhadap satwa di Semarang Zoo dilakukan oleh
Dokter Hewan dengan dibantu keeper yang ahli dan berpengalaman.
Perawatan koleksi satwa bertujuan untuk memastikan bahwa satwa sehat
dan bebas dari penyakit serta untuk mencegah atau merawat luka dan
penyakit. Sarana dan prasarana untuk perawatan satwa juga akan
dipersiapkan yang meliputi klinik satwa, kandang karantina dan
pengobatan satwa sakit, dapur pengolahan makan satwa.
g. Pelaksanaan Penandaan dan Pencatatan Silsilah Satwa (hidup)
Penandaan dan Pencatatan koleksi satwa dilakukan secara terus menerus
dan berkesinambungan oleh petugas. Penandaan dilakukan oleh petugas
berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 355/Kpts-II/2003
tentang Penandaan Spesimen Tumbuhan dan Satwa Liar. Saat ini
penandaan telah dilakukan terhadap sebagian satwa di Semarang Zoo
dengan cara tagging, pemasangan microchip dan pengaturan sex satwa.
h. Edukasi dan Penelitian
1) Menyediakan informasi dan pengetahuan kepada pengunjung
mengenai identitas rinci satwa, jenis satwa, habitat satwa, pakan, cara
reproduksi, umur, asal dan perawatan satwa melalui pemasangan sign
board di depan kandang maupun di tempat strategis lainnya.
2) Memfasilitasi kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam bidang konservasi satwa dalam
bentuk penyediaan data, informasi dan satwa sebagai objek penelitian
antara lain penelitian formula susu harimau;
3) Mengembangkan penelitian dalam rangka pengembangbiakan ,
pelestarian dan penyelamatan satwa.
i. Rekreasi dan Edukasi Flora dan Fauna
1) Meningkatkan kuantitas dan kualitas rekreasi berwawasan alam dan
lingkungan yaitu dengan melengkapi jenis satwa baik yang berasal dari
Indonesia maupun manca negara.
2) Mengadakan Petting Zoo yaitu pengunjung dapat berinteraksi langsung
dengan satwa misalnya dengan memberi makanan maupun minuman

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 39


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab IV

yang sudah disediakan oleh Semarang Zoo, seperti domba, kelinci, kuda
poni maupun aves.
3) Menambahkan taman-taman dan pohon-pohon agar pengunjung
merasakan rekreasi di alam bebas dan alami.
4) Mengembangkan wahana rekreasi yang edukatif, kreatif dan menarik
seperti pembangunan menara tower, wahana untuk outbonds, feeding
zoo maupun games/permainan untuk melatih kerjasama tim.
j. Perlindungan dan Pelestarian
1) Mengembangbiakan satwa dengan menjaga kemurnian genetic dan
keanekaragaman jenis satwa melalui penyediaan pasangan pada setiap
jenis satwa.
2) Melakukan perlindungan dan pelestarian jenis satwa melalui kegiatan
penyelamatan, rehabilitasi dan reintroduksi alam.

2. Program Penguatan Tata kelola Manajemen dan Pengembangan Sumber


Daya Manusia (SDM)
Kegiatan antara lain :
a. Restrukturisasi Organisasi
1) Rekruitmen SDM
Dilakukan berdasarkan rencana pengembangan SDM Semarang Zoo
dengan memperhatikan kebutuhan keahlian dan kuantitas pegawai.
Saat ini Semarang Zoo telah memiliki dokter hewan, keeper, pegawai
bagian keuangan, bagian loket, petugas kebersihan dan keamanan, dan
Manager Keuangan. Rekruitmen yang akan dilakukan kedepan adalah
untuk memenuhi kebutuhan Manager Operasional, Manajer SDM,
Manajer Pemasaran, Satuan Pengawas Internal, Komite Audit
Keuangan, staf pengadaan, tenaga paramedic, serta menambah keeper
dan pegawai bagian layanan dan administrasi serta bagian marketing.
2) Peningkatan Keahlian SDM
Pengembangan organisasi dan SDM untuk memenuhi keahlian yang
dibutuhkan di Semarang Zoo yaitu ahli dalam program konservasi dan
tenaga ahli pendukungnya yang terdiri atas dokter hewan, tenaga
paramedic, keeper, ahli pengembangan pariwisata, ahli pemasaran dan
hubungan masyarakat, ahli keuangan, maupun tanga pendukung.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 40


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab IV

3) Peningkatan profesionalisme SDM


Penguatan kapasitas SDM terutama pemahaman tentang konservasi
satwa dilakukan dengan mengadakan pelatihan dan In House Training,
magang baik di dalam negeri maupun luar negeri.

3. Program Pengembangan Kemitraan dan Investasi serta Pemasaran


Pariwisata
Melalui kegiatan :
a. Kegiatan fund raising/sponsorship
Kegiatan yang dilakukan dalam rangka mendapatkan fund raising atau
sponsorship dengan menjalin kerjasama mutually agreement dengan
berbagai perusahaan dan lembaga. Kegiatan fund rising juga diperoleh
melalui pemanfaatan kegiatan CSR dari perusahaan swasta maupun
BUMN/BUMD.
b. Program Pemasaran dan Promosi
Kegiatan pemasaran dan promosi dilakukan melalui media Online dan
Offline. Adapun promosi melalui media online antara lain: penempatan
papan baliho ditempat strategis, pembuatan leaflet, surat kabar,
pengadaan lomba, pengadaan event dan kerjasama dengan berbagai pihak
diantaranya adalah Dinas pariwisata, Dinas Pendidikan, Travel Agent,
Perusahaan BUMN dan Swasta. Melalui media Online seperti. Iklan di
radio, televisi, website Semarang Zoo, Instagram, twiter, facebook. Selain
itu program pemasaran juga melalui kelompok Masyarakat Sadar Wisata,
Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI), maupun
komunitas pecinta alam dan satwa.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 41


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

BAB V PROGRAM KERJA DAN INDIKATOR KINERJA

M. UMUM
Program kerja PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) yang direncanakan untuk
dilaksanakan dalam (5) lima tahun ke depan pada periode 2025 hingga 2029 dan
dirancang untuk mencapai visi dan misi perusahaan sebagai lembaga konservasi dan
destinasi wisata edukasi yang berstandar tinggi.
Rencana kerja ini berfokus pada tiga program strategis utama yang mencakup aspek
pengembangan, tata kelola, serta kemitraan, yang akan menjadi pilar utama dalam
mendukung keberhasilan perusahaan, yaitu :
1. Program Pengembangan Lembaga Konservasi dan Wisata Edukasi
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas PT
Taman Satwa Semarang (Perseroda) sebagai lembaga konservasi yang
berorientasi pada pelestarian satwa, pendidikan, dan pengalaman wisata yang
bermakna. Kegiatan utama meliputi pembangunan dan perbaikan infrastruktur
satwa, pengembangan fasilitas pengunjung yang interaktif, dan peningkatan
program edukasi konservasi yang dapat menarik minat masyarakat luas,
terutama generasi muda.
2. Program Penguatan Tata Kelola Manajemen dan Pengembangan Sumber
Daya Manusia (SDM)
Program ini berfokus pada penguatan struktur organisasi dan
peningkatan kualitas SDM melalui rekrutmen berbasis kompetensi, pelatihan
berkelanjutan, dan digitalisasi sistem operasional untuk meningkatkan
efisiensi dan transparansi. Selain itu, program ini juga mencakup inisiatif
pemberdayaan masyarakat sekitar sebagai bagian dari tanggung jawab sosial
perusahaan, serta memastikan bahwa setiap personel mampu memberikan
layanan yang profesional dan berdedikasi dalam bidang konservasi dan
pariwisata.
3. Program Pengembangan Kemitraan, Investasi, dan Pemasaran Pariwisata
Untuk memperkuat keberlanjutan perusahaan, program ini akan
memperluas jaringan kemitraan strategis dengan investor, pemerintah, dan
komunitas konservasi. Langkah-langkah pemasaran inovatif akan diterapkan

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 42


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

melalui platform digital dan offline untuk meningkatkan brand awareness dan
menarik lebih banyak pengunjung. Program ini juga akan mencakup upaya
penggalangan dana, termasuk melalui skema adopsi satwa dan acara khusus,
untuk mendukung program konservasi dan pembangunan fasilitas.
Ketiga program ini akan dijalankan secara terpadu dan sinergis, dengan
pendekatan yang berfokus pada hasil jangka panjang, sehingga PT Taman Satwa
Semarang (Perseroda) dapat terus berkembang sebagai lembaga konservasi
yang berdaya saing tinggi, sekaligus memberikan dampak positif bagi
lingkungan dan masyarakat.
Ketiga program payung di atas dirancang untuk diterjemahkan menjadi
sejumlah program kerja yang lebih operasional dan terperinci sehingga setiap
program akan diuraikan dengan sasaran, indikator keberhasilan, serta langkah-
langkah strategis yang akan diambil untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan maka dengan pendekatan yang sistematis dan berfokus pada hasil,
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) berkomitmen untuk
mengimplementasikan program-program ini secara efektif dalam (5) lima
tahun ke depan, guna mewujudkan visi sebagai lembaga konservasi terbaik.
Berikut adalah rincian program kerja yang dirancang secara spesifik untuk
mendukung keberhasilan ketiga program utama tersebut, yaitu :
1. Program Pengembangan Semarang Zoo sebagai Lembaga Konservasi dan
Wisata Edukasi;
2. Program Penguatan Tata Kelola Manajemen dan Pengembangan SDM
Semarang Zoo;
3. Program Pengembangan Kemitraan dan Investasi serta Pemasaran
Pariwisata
Rencana program dan kegiatan PT Taman Satwa Semarang terbagi menjadi 2
sumber pendanaan yaitu dari APBD/Investor/Jasa Lembaga Keuangan dan
Perusahaan. Berikut ini adalah hasil rekap pendanaan rencana program dan
kegiatan PT Taman Satwa Semarang tahun 2025 – 2029 :

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 43


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

APBD/Investor/Lembaga
Tahun Perusahaan (jt) Jumlah (Jt)
Keuangan (Jt)
2025 0 13.683 13.683
2026 96.860 3.346 100.206
2027 0 71.690 71.690
2028 0 78.859 78.859

2029 0 86.745 86.745

Jumlah 96.860 254.323 351.183

N. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN


1. Program Pengembangan Semarang Zoo sebagai Lembaga Konservasi dan
Wisata Edukasi
Program ini difokuskan pada rencana pengembangan infrastruktur dan fasilitas
satwa serta layanan pengunjung, dan pengelolaan koleksi satwa dan program
konservasi edukatif.
a. Pengembangan infrastruktur dan fasilitas satwa dan layanan
pengunjung dengan rancangan kegiatan sebagai berikut :
1) Pembangunan dan Perbaikan Kandang Satwa sesuai Konsep Animal
Welfare:
1.1 Penyusunan perencanaan/kajian;
1.2 Pembangunan area khusus satwa seperti area gajah, area karnivora,
zona Afrika, Dome Aves, dan Petting Zoo untuk interaksi langsung,
pemeliharaan kandang.

2) Pembangunan Fasilitas Pendukung Kesehatan dan Perawatan


Satwa :

2.1 Klinik satwa dilengkapi peralatan medis, kandang karantina, dapur


satwa, dan pagar panel beton sebagai pembatas.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 44


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

3) Peningkatan Fasilitas Pelayanan Pengunjung :

3.1 Jalan servis untuk akses pengelolaan;


3.2 Waterboom, hall indoor untuk kegiatan/event, tower pandang
sebagai spot foto premium;
3.3 Area parkir dan gedung parkir, gedung kantor, restoran, mushola,
toilet, dan kios Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dapat disewakan bagi
Usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

4) Pengelolaan Lingkungan dan Limbah:

4.1 Sistem sanitasi yang sehat dan memadai, sanitasi kandang untuk
menjaga kebersihan;
4.2 Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL);
4.3 Penghijauan area dan pemeriksaan kualitas air tanah secara berkala.

b. Pengelolaan Koleksi Satwa dan Program Konservasi Edukatif dengan


rancangan kegiatan sebagai berikut :
1) Pengelolaan Koleksi Satwa :
1.1 Translokasi satwa seperti Jerapah, Zebra, Komodo, Tapir,
Landak, dan Lemur Ekor Cincin;
1.2 Penambahan koleksi melalui breeding loan dan
pengembangbiakan alami yang terkontrol
2) Perawatan Koleksi Satwa :
2.1 Pengobatan dan perawatan satwa, pengelolaan operasional dan
pakan satwa.
3) Penandaan dan Pengamanan Genetik Satwa :
Pelaksanaan dan penandaan dan pencatatan silsilah satwa hidup
3.1 Tagging satwa dan tanaman untuk identifikasi, pemasangan
microchip, dan pengaturan sex ratio untuk menghindari
inbreeding.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 45


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

4) Edukasi dan Penelitian:


4.1 Papan informasi di depan kandang, program safari edukatif,
serta penelitian terkait konservasi seperti penelitian formula
susu harimau, pengembangbiakan, dan kesehatan satwa
5) Rekreasi dan Edukasi Flora dan Fauna:
5.1 Petting Zoo, penambahan taman-taman dan pohon-pohon,
wahana outbound, feeding zoo, serta games/permainan yang
melatih kerjasama tim.
6) Perlindungan dan Pelestarian Satwa:
6.1 Penyediaan pasangan satwa untuk pelestarian genetik, kegiatan
penyelamatan, rehabilitasi, dan reintroduksi satwa ke habitat
alam.

2. Program Penguatan Tata Kelola Managemen dan Pengembangan SDM


Semarang Zoo
Program ini difokuskan pada rancangan kegiatan sebagai berikut :
2.1 Restrukturisasi Organisasi :
a. Rekrutmen SDM dengan kompetensi spesifik sesuai kebutuhan,
peningkatan keahlian SDM melalui pelatihan, training, magang, dan
workshop;
b. Penguatan profesionalisme SDM terutama dalam konservasi dan
pelayanan pariwisata.
2.2 Digitalisasi dan Integrasi Manajemen Operasional :
Digitalisasi integrasi manajemen keuangan & Satwa (Alat etiketing dan
program) gitalisasi sistem manajemen keuangan dan konservasi.

3. Program Pengembangan Kemitraan dan Investasi serta Pemasaran


Pariwisata
Program ini difokuskan pada rancangan kegiatan Pemasaran melalui Media
Online dan Offline:
3.1 Kegiatan Fund Raising/Sponsor
a. Pencarian investor strategi dan Corporate Social Responsibility
(CSR);

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 46


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

3.2 Pemasaran melalui Media Online & Offline


a. Aktivasi media sosial (Website, Instagram, Twitter, Facebook)
dengan konten menarik yang mengedukasi, pemasaran melalui
billboard atau media lain;
b. Kerjasama dengan Dinas Pariwisata, agen travel, BUMN/BUMD, dan
event bertema untuk menarik pengunjung dan kegiatan Meeting
Incentive Conferences, Exhibitions (MICE).

3.3 Even, Kerjasama dg Dinas, agen travel, BUMN/D, Swasta


a. Program adopsi satwa di mana individu atau perusahaan dapat
menjadi sponsor satwa tertentu;
b. Pengadaan Event khusus seperti festival dan lomba untuk dapat
menarik lebih banyak pengunjung.
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) berencana membuat terobosan dalam
meningkatkan pendapatan dengan menggiatkan kegiatan fundraising dan
sponsorship serta penggalangan dana melalui Program Adopsi Satwa dan Event
Khusus. Untuk mencapai keseluruhan program kerja yang telah direncanakan,
telah disusun matriks rinci penjabaran program disertai dengan anggaran,
penanggung jawab maupun waktu pelaksanaan. Matrik tersebut dapat dilihat
dalam lampiran IV.

O. PENETAPAN STRATEGI

1. Pendekatan Balance Scorecard


Penyusunan strategi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) dilakukan dengan
pendekatan Balanced Scorecard serta mempertimbangkan Profil Risiko yang telah
disusun.
Balanced scorecard dipilih karena menyajikan kerangka kerja konseptual untuk
menerjemahkan visi, misi dan strategi organisasi menjadi sekumpulan indikator
kinerja yang terbagi menjadi empat perspektif yaitu :
a. Keuangan
b. Pelanggan
c. Proses Bisnis Internal
d. Inovasi dan Pembelajaran.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 47


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

Selain itu, Balanced scorecard dipandang dapat menyajikan sebuah sistem


manajemen berdasarkan pengukuran siklus waktu dan biaya dari proses,
pertumbuhan dan kepuasan pegawai, kepuasan pelanggan, dan data keuangan.
Pengukuran tersebut dilakukan dengan merujuk kepada rencana strategis,
sehingga dapat digunakan untuk menilai kesesuaiannya antara inisiatif stratejik,
program dan kegiatan dengan sasaran stratejik.

Model Balance Scorecard diyakini juga merupakan keseimbangan antara berbagai


jenis ukuran kinerja sebagai berikut :
a. Ukuran eksternal dari perspektif stakeholder dan pelanggan dengan ukuran
internal dari proses internal dan inovasi.
b. Ukuran hasil yang merupakan hasil dari upaya masa lalu dengan ukuran
yang mendorong kinerja di masa depan.
c. Ukuran hasil yang bersifat obyektif dengan ukuran pendorong kinerja yang
bersifat subyektif dan memerlukan pertimbangan.

Keunggulan nyata dari Balanced Scorecard adalah sebagai berikut :


a. Fokus organisasi diperluas sehingga menjadi relevan untuk melakukan
pemantauan yang terus menerus atas rasio non-keuangan kunci yang kurang
mendapat perhatian pada sistem pengukuran kinerja yang lain.
b. Metodologi balanced scorecard menegakkan sebuah kedisiplinan dalam
memahami kinerja dengan suatu cara yang terstruktur; dimulai dari
penentuan visi dan misi organisasi, perumusan strategi yang relevan untuk
mencapainya, dan memastikan bahwa semua itu telah dicapai.
c. Balanced scorecard menciptakan konsensus dan kerja sama tim di antara
pimpinan tanpa memandang pengalaman atau keahlian pegawai
sebelumnya; Konsep dasarnya sederhana dan dapat diterima pada tiap
tingkatan, khususnya di antara manajer menengah. Bagi mereka, amat
mudah melihat operasi yang biasa mereka lakukan dalam terminologi
balanced scorecard sebagai tindakan penyeimbang antara berbagai
kepentingan yang berbeda baik di dalam maupun di luar organisasi.

Pembahasan ekspektasi dan isu-isu operasional, yang adalah bagian dari proses
balanced scorecard, mendorong pemahaman dan kepedulian yang lebih baik
dalam tim manajemen dari seluruh tingkat organisasi.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 48


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

Oleh karena itu perumusan aplikasi model ini dituntut untuk dilakukan dengan
cermat. Balanced Scorecard yang dirumuskan secara baik akan :
a. Mengkomunikasikan prioritas dan arah stratejik serta menciptakan
kepedulian yang lebih besar atas visi, misi, rencana, dan prioritas stratejik.
b. Menyelaraskan seluruh aktivitas operasional dan sumber daya dengan
sasaran stratejik dan terfokus pada apa yang diperlukan organisasi untuk
tetap eksis.
c. Memilih ukuran yang benar-benar berarti dan telah mencakup seluruh aspek
dari operasi organisasi.
d. Mengukur proses dan sub-proses yang membantu mengidentifikasi
perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk mendorong peningkatan
kinerja.
e. Menghasilkan laporan ringkas yang berisi seluruh ukuran-ukuran penting
untuk memfasilitasi pengendalian manajemen yang lebih baik.

Dengan menerapkan balanced scorecard ini diharapkan perusahaan dapat


memantau :
a. Kinerja saat ini dari perspektif keuangan, pelanggan, dan proses internal.
b. Upaya untuk memperbaiki proses, motivasi, dan pendidikan pegawai serta
upaya peningkatan kemampuan pembelajaran dan inovasi.

2. Peta Strategi Korporat


Melalui Brainstroming dalam berbagai aspek strategi, menelaah hasil analisis
SWOT dan profil risiko yang ada serta mengikuti alur proses yang digariskan
dalam pendekatan Balance Scorecard, PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
telah menetapkan peta strategi korporat untuk masa (5) lima tahun kedepan
sebagai berikut :
a. Dalam masa lima tahun mendatang perusahaan mencanangkan untuk meraih
Return on Assets (ROA) atau tingkat Pengembalian Aset sebesar 14% sebagai
tujuan utama akhir (ultimate goal). Ultimate Goal ini dicapai dengan
menetapkan sasaran-sasaran stratejik dari empat perspektif balanced
scorecard yang ada.
b. Perspektif Keuangan, ditandai dengan indikator kinerja kunci berupa
Persentase Peningkatan Pendapatan dan Net Profit Margin, sebagian besar

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 49


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

merupakan kontribusi capaian hasil dari sasaran stratejik perpektif bisnis


internal.
c. Kepuasan Pelanggan merupakan pemicu dari tercapainya peningkatan
pendapatan, akan tercapai jika pelanggan secara umum merasakan puas atas
pelayanan Perusahaan. Kepuasan pelanggan tersebut diukur dengan indeks
kepuasan pelanggan, Rating Google Bisnis dan Jumlah Pengunjung.
d. Perumusan sasaran stratejik, utamanya diletakkan pada perpektif proses
Bisnis Internal. Pengelolaan usaha yang efektif menjadi motor utama
penggerak capaian kinerja pada perspektif tersebut. Secara langsung dampak
dari perspektif ini akan meningkatkan Kepuasan Pelanggan yang berada
dalam perspektif Pelanggan.
e. Perspektif inovasi dan Pembelajaran menjadi pondasi dari rumah strategi ini.
Kesemuanya dapat dihandalkan bila perusahaan mampu memiliki SDM yang
profesional dan kompeten, iklim kerja yang kondusif serta infrastruktur
sistem kerja yang memadai. Oleh karena itu, dalam perpektif ini perusahaan
menetapkan tiga sasaran stratejik tersebut sebagai prasyarat utama dalam
menjalankan keseluruhan strategi.

3. Sasaran Stratejik
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) menetapkan sasaran stratejik sebagai
berikut :
a. Sasaran stratejik perspektif keuangan adalah meningkatnya laba melalui
pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya operasional.
b. Sasaran stratejik perspektif pelanggan yaitu Meningkatnya Kepuasan
Pelanggan sesuai target ditetapkan (Customer Satisfaction Index – CSI ).
c. Sasaran stratejik perspektif bisnis internal terinci sebagai beikut :
1) Meningkatnya Kesejahteraan Satwa;
2) Meningkatnya Pemeliharaan Fasilitas Penunjang Wisata Edukasi;
3) Meningkatnya Tertib Administrasi dan Pelaporan;
4) Meningkatnya Koleksi Satwa;
5) Terpenuhinya Sarana Prasarana Pendukung Konservasi Sesuai Standar
Lembaga Konservasi;
6) Meningkatnya Fasilitas Umum Wisata Edukasi
7) Pengembangan Usaha Lembaga Konservasi dan Wisata Edukasi.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 50


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

d. Sasaran stratejik perspektif inovasi dan pembelajaran terinci sebagai


berikut:
1) Meningkatnya kepuasan pegawai;
2) Meningkatnya kapabilitas pegawai dalam perbaikan proses;
3) Meningkatnya motivasi karyawan dalam mempertahankan etos kerja.

4. Inisiatif Stratejik

Berdasarkan sasaran stratejik tersebut di atas, PT Taman Satwa Semarang telah


menetapkan inisiatif stratejik. Inisiatif Stratejik merupakan pernyataan kualitatif
berupa langkah kerja yang akan dilaksanakan PT Taman Satwa Semarang tahun
2025 – 2029. Langkah kerja yang akan dilaksanakan tersebut adalah sebagai
berikut:

a. Perspektif Keuangan
Sasaran strategi Pertumbuhan Pendapatan dan Penurunan Biaya dicapai
melalui inisiatif stratejik meningkatkan pendapatan dan pengendalian
biaya. Pencapaian sasaran ini merupakan hasil dari capaian sasaran
strategik perspektif bisnis internal.

b. Perspektif Pelanggan
Sasaran Meningkatnya Kepuasan Pelanggan dicapai melalui langkah kerja:
1) Peningkatan pelayanan pelanggan
2) Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
3) Peningkatan Jumlah Pengunjung

c. Perspektif Proses Bisnis Internal


Perspektif proses bisnis internal terbagi menjadi 2 kelompok besar,
meliputi:
1) Kelompok Pengelolaan Usaha yang Efektif
2) Kelompok Pengembangan

d. Perspektif Inovasi dan Pembelajaran


Untuk mewujudkan sasaran strategik meningkatnya kepuasan pegawai,
kapabilitas pegawai dalam perbaikan proses dan meningkatnya motivasi
karyawan dalam mempertahankan etos kerja, maka langkah kerja yang
akan dilakukan adalah :

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 51


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

1) Peningkatan kesejahteraan pegawai;


2) Kepastian jenjang karier melalui Penataan Infrastruktur Kepegawaian
pendidikan dan pelatihan pegawai;
3) Penilaian Kinerja Individu dan korporat sesuai Indikator Kinerja
Kunci/KPI Korporat dan Individu;
4) Memadainya Sistem Kerja;
5) Pelaksanaan pemeriksaan internal.

P. INDIKATOR KINERJA KUNCI (IKK) KORPORAT


Peta strategi korporat diarahkan untuk mencapai tujuan akhir perusahaan
memerlukan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sebagai alat ukur keberhasilan sasaran
dan inisiatif strategi yang ditetapkan. IKK juga dapat dijadikan alat kendali kemajuan
pencapaian dari strategi yang dijalankan. IKK juga berfungsi sebagai alat uji, apakah
keterkaitan suatu strategi dengan strategi lainnya telah relevan, sehingga
mencerminkan hubungan sebab akibat yang ingin diwujudkan, yang pada akhirnya
saling memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan secara
keseluruhan. Indikator Kinerja Kunci (IKK) yang ditetapkan adalah sebagai berikut :

a. Perspektif Keuangan
Indikator kinerja kunci (IKK) perspektif keuangan dan target capaian yang
ditetapkan untuk tahun 2025 – 2029 sebagai berikut :

TARGET
NO IKK Satuan
2025 2026 2027 2028 2029

1 Laba / Rugi
setelah pajak Rp (jt) 1.942 (12.145) 36.338 48.027 52.481

2 Rasio Laba
terhadap
% 14 (363) 51 61 61
Penjualan (net
profit margin)

3 Rasio biaya
pemasaran
dibanding % 3,5 0,0 0,8 0,9 0,9
pendapatan
operasional

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 52


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

TARGET
NO IKK Satuan
2025 2026 2027 2028 2029

4 Peningkatan
Pendapatan % 51 (76) 2042 10 10

5 Jumlah Dana
yang Dihimpun Rp (jt) 300 0 0 0 0
dari Sponsor

b. Perspektif Pelanggan
IKK perspektif pelanggan dan target capaian yang ditetapkan untuk tahun 2025
– 2029 sebagai berikut :

TARGET
NO IKK Satuan
2025 2026 2027 2028 2029

Orang
1 Jumlah 478.000 101.850 1.200.00 1.320.000 1.452.000
Pengunjung
Index Indeks
2 kepuasan 54 54 60 65 70
Pengunjung
Pertumbuhan Follower
3 Follower di 23.263 23.263 25.589 28.148 30.963
Media Sosial

c. Perspektif Proses Bisnis Internal


1) Kelompok Pengelolaan Usaha yang efektif
IKK Kelompok Pengelolaan Usaha yang Efektif pada perspektif pelanggan
dan target capaian yang ditetapkan untuk tahun 2025 – 2029 sebagai
berikut:
TARGET
NO IKK Satuan
2025 2026 2027 2028 2029

Terpenuhinya
% 25 100 100 100 100
1 sarana prasarana
pendukung

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 53


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

TARGET
NO IKK Satuan
2025 2026 2027 2028 2029

Efektifitas
pemeliharaan
2 hewan (jumlah 7 12 8 5 3
Satwa mati/Jumlah %
Satwa)
Efektifitas
Pengobatan Satwa
3 (Jumlah satwa % 79 80 86 87 89
sembuh/Jumlah
Satwa Sakit)
Realisasi jumlah
pasangan baru
satwa/ jumlah
4 satwa yang % 30 90 90 90 90
direncanakan
mendapatkan
pasangan
% Realisasi
Pemenuhan
5 kebutuhan pakan % 100 100 100 100 100
(Realisasi pakan/
perencanaan)
6 % Kandang Satwa % 72 100 100 100 100
dalam kondisi baik
% Sarana
Prasarana
Pendukung
konservasi Lainnya
7 dalam kondisi baik % 70 100 100 100 100
(tempat minum,
tempat makan,
klinik,
karantina,peralatan
lapangan, dsb)
Fasilitas
8 pengelolaan Ada/Tdk Ada Ada Ada Ada Ada
Limbah

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 54


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

2) Kelompok Pengembangan
IKK Kelompok Pengembangan pada perspektif pelanggan dan target capaian
yang ditetapkan untuk tahun 2025 – 2029 sebagai berikut :
TARGET
NO IKK Satuan 2029
2025 2026 2027 2028
Penambahan 5
1 ekor 10 20 5 5
Satwa Baru
Jumlah Species 107
2 species 72 92 97 102
Satwa Baru
% Kecukupan
sarpras
3 pendukung % 25 100 100 100 100
sesuai standar
LK
% Kecukupan
4 Fasilitas Umum % 50 100 100 100 100
Wisata Edukasi

5 Inovasi wahana unit 0 8 10 12 14

6 Jumlah Wahana Unit 8 16 18 20 22

Sosialisasi ke
lembaga jumlah 543
7 390 409 450 494
pendidikan dan lembaga
kelompok

d. Perspektif Inovasi dan Pembelajaran


Indikator kinerja kunci (IKK) perspektif Inovasi dan Pembelajaran serta target
capaian yang ditetapkan untuk tahun 2025 – 2029 sebagai berikut :

TARGET
IKK Satuan
2025 2026 2027 2028 2029

Indeks Kepuasan
Pegawai indeks 68,85 71,85 74,85 77,85 80,85

Terlaksananya
Rp
Kenaikan Gaji dan 4.027 2.174 6.117 7.034 8.090
(jutaa).
Tunjangan pegawai
% aturan
kepegawaian yang % 80 90 100 100 100
dimiliki

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 55


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

TARGET
IKK Satuan
2025 2026 2027 2028 2029

Rasio Kesesuaian
jabatan dengan job % 80 90 100 100 100
requirement
Rasio pegawai yang
ikut pelatihan (Jumlah
Pegawai yang
% 5 0 20 20 20
mengikuti
diklat/jumlah
pegawai)
Penilaian Kinerja
% 60 65 70 75 80
Karyawan
Prosentase jumlah
SOP dimiliki % 80 100 100 100 100
dibanding kebutuhan
Tingkat Adopsi Sistem
Digital (% system
% 75 75 100 100 100
digital dr kebutuhan
system)
kali/ta
Kegiatan HCPSN 1 1 1 1 1
hun
Jumlah pemeriksaan
kali 5 5 5 5 5
internal setiap tahun
% Tindak lanjut atas
% 100 100 100 100 100
temuan audit
Jumlah kerjasama
% 100 100 100 100 100
yang terealisasi
Jumlah Program
Edukasi yang
progra
Dilakukan dan Jumlah 3 5 7 9 11
m
Penelitian yang
Dihasilkan

Q. KETERKAITAN PROGRAM DAN INDIKATOR KINERJA KUNCI (IKK)


Untuk mencapai tujuan strategis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) dalam
lima tahun ke depan (2025-2029), setiap program kerja yang telah disusun harus
diukur secara efektif. Indikator Kinerja Kunci (IKK) berperan sebagai alat ukur
keberhasilan setiap program kerja, memastikan bahwa setiap aktivitas berkontribusi
pada pencapaian visi, misi, dan sasaran strategis perusahaan. Dengan pendekatan

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 56


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

Balanced Scorecard, IKK ini dikelompokkan ke dalam empat perspektif utama:


Keuangan, Pelanggan, Proses Bisnis Internal, dan Inovasi dan Pembelajaran.
Berikut adalah pemetaan antara program kerja utama dan IKK yang telah ditetapkan,
termasuk beberapa IKK tambahan untuk memastikan ketercapaian tujuan secara
holistik.
1. Program Pengembangan Semarang Zoo sebagai Lembaga Konservasi dan
Wisata Edukasi :
1.1 Pembangunan dan Perbaikan Kandang Satwa
IKK terkait: Jumlah Pengunjung (Orang), karena peningkatan fasilitas
dapat meningkatkan kunjungan.

1.2 Pembangunan Fasilitas Pendukung Kesehatan dan Perawatan


Satwa
IKK terkait: Efektivitas Pengobatan Satwa (%), karena peningkatan
fasilitas kesehatan akan mendukung upaya pengobatan dan perawatan
satwa.

1.3 Peningkatan Fasilitas Pelayanan Pengunjung


IKK terkait: Jumlah Pengunjung (Orang) dan Index Kepuasan Pelanggan
(Indeks), untuk mengukur dampak peningkatan fasilitas pada kepuasan
dan jumlah pengunjung.

1.4 Pengelolaan Lingkungan dan Limbah


IKK terkait: Fasilitas Pengelolaan Limbah, untuk memastikan bahwa
pengelolaan limbah dan lingkungan berjalan secara efektif dan
berkelanjutan.

1.5 Program Edukasi dan Penelitian


IKK terkait: Jumlah Program Edukasi yang Dilakukan dan Jumlah
Penelitian yang Dihasilkan, untuk mengukur keberhasilan program
edukasi dan penelitian sebagai bagian dari tujuan konservasi.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 57


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

1.6 Rekreasi dan Apresiasi Alam


IKK terkait: Index Kepuasan Pelanggan (Indeks) dan Jumlah Pengunjung
(Orang), karena kegiatan rekreasi yang menarik dapat meningkatkan
kepuasan dan jumlah kunjungan.

1.7 Perlindungan dan Pelestarian Satwa


IKK terkait: Efektivitas Pemeliharaan Hewan (%) dan Realisasi Jumlah
Pasangan Baru Satwa (%), untuk mengukur upaya pelestarian satwa
melalui program breeding dan pemeliharaan.

2. Program Penguatan Tata Kelola Manajemen dan Pengembangan SDM


Semarang Zoo :
2.1 Restrukturisasi dan Pengembangan SDM
IKK terkait: Indeks Kepuasan Pegawai (Indeks), Rasio Kesesuaian
Jabatan dengan Job Requirement (%), dan Rasio Pegawai yang Mengikuti
Pelatihan (%), untuk mengukur efektivitas peningkatan kompetensi
dan kepuasan pegawai.

2.2 Digitalisasi dan Integrasi Manajemen Operasional


IKK terkait: Tingkat Adopsi Sistem Digital (%), untuk menilai
keberhasilan implementasi sistem digital dalam manajemen
operasional dan efisiensi organisasi.

2.3 Pemberdayaan Masyarakat Sekitar melalui Program CSR


IKK terkait: Tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Program CSR (%)
dan Jumlah UMKM yang Terlibat, untuk menilai dampak dari kegiatan
CSR terhadap masyarakat sekitar dan kontribusi kepada ekonomi lokal.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 58


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab V

3. Program Pengembangan Kemitraan dan Investasi serta Pemasaran


Pariwisata :
3.1 Fund Raising dan Sponsor
IKK terkait: Jumlah Dana yang Dihimpun dari Sponsor (Rp), untuk
mengukur keberhasilan dalam mendapatkan pendanaan dari sponsor
yang mendukung kegiatan konservasi dan operasional.

3.2 Pemasaran melalui Media Online dan Offline


IKK terkait: Pertumbuhan Pengikut di Media Sosial dan Jumlah
Pengunjung (Orang), untuk menilai efektivitas kegiatan pemasaran
dalam meningkatkan popularitas dan jumlah pengunjung.

3.3 Penggalangan Dana melalui Program Adopsi Satwa dan Event


Khusus
IKK terkait: Jumlah Satwa yang Diadopsi per Tahun dan Jumlah Dana
yang Dihimpun dari Sponsor (Rp), untuk menilai keberhasilan program
adopsi satwa dan event khusus dalam mendukung pendanaan.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 59


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VI

BAB VI PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

Pada bab ini akan diuraikan beberapa risiko operasional yang mungkin dihadapi
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) dan dapat terjadi disetiap unit kerja. Risiko
tersebut haruslah dihadapi, dan jika diperlukan, dapat dilakukan tindakan lebih lanjut
untuk mengurangi kemungkinan dan dampak dari risiko yang dimaksud. Upaya dalam
menghadapi risiko merupakan konsekuensi natural dari perusahaan dalam menjaga
eksistensi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) untuk pertumbuhan yang
berkesinambungan.

Penerapan Manajemen Risiko PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) terdiri dari tahap :
1. Identifikasi Risiko
Identifikasi risiko ini merupakan proses untuk mencari, mengetahui,
mendefinisikan dan mencatat risiko-risiko yang mungkin terjadi dan berdampak
pada pencapaian sasaran/tujuan perusahaan baik yang berasal dari faktor internal
maupun eksternal.
Hasil identifikasi risiko PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) sebagai berikut :
Tabel 6.1
Identifikasi Risiko
No Nama Risiko
1 Risiko operasional perusahaan tutup
2 Kebutuhan Modal Kerja untuk biaya operasional
3 Risiko penularan penyakit ke satwa
4 Risiko Perkawinan sedarah (satwa tidak mempunyai pasangan)
5 Risiko Kandang rusak
6 Kurangnya fasilitas /wahana baru yang lebih menarik
7 Risiko Perkelahian satwa (sebaran individu)
8 Risiko satwa stres
9 Risiko kebakaran
10 Risiko keahlian keeper
11 Risiko efektivitas SPI
12 Risiko antrian pengunjung

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 60


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VI

No Nama Risiko
13 Risiko salah saji pengakuan pendapatan dan pengeluaran
14 Risiko serangan satwa terhadap keeper
15 Risiko keterlambatan pasokan pakan satwa
16 Bangunan rusak atau roboh
17 Risiko keamanan transaksi dan kecepatan pelayanan
18 Risiko keeper terlambat datang /tidak datang kerja (membolos)
19 Risiko kualitas dan kuantitas pakan satwa tidak sesuai standart
20 Risiko ketersediaan obat
21 Penanganan keluhan pelanggan belum maksimal
22 Risiko ketertiban PKL
23 Risiko sarana dan prasarana kebersihan yang kurang memadai
24 Risiko kerusakan fasilitas umum
25 Risiko SDM memiliki tupoksi ganda
26 Risiko Dokumen tidak ada /hilang
27 Risiko Salah Pencatatan / Posting dalam Penyusunan Laporan Keuangan
28 kebijakan terkait kerjasama
29 Risiko SDM (SPI) baik jumlah personil dan kompetensi
30 Risiko kecelakaan kerja
Risiko salah penghitungan jumlah rombongan dan penentuan diskon
31
rombongan
32 Risiko terkait perilaku pengunjung yang kurang baik
33 Risiko pembelian tiket tidak sesuai tinggi badan
34 Risiko pembatalan pemesanan
35 Risiko Pelaporan terlambat
36 Resistensi terhadap SPI
37 Risiko jumlah pakan kurang
38 Risiko kompetensi SDM
39 Risiko rendahnya motivasi kerja
40 Risiko keamanan aset termasuk satwa milik negara
41 Risiko kenyamanan pengunjung terkait parkir yang kurang representatif
42 Tidak adanya reward dan punishment

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 61


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VI

No Nama Risiko
43 Pengelolaan kode etik perusahaan
44 Risiko Hasil rapat tidak tersampaikan tepat waktu
45 Risiko tindak lanjut temuan
46 Risiko keterlambatan Penyusunan Laporan Keuangan
47 Risiko banjir
48 Risiko proses pengadaan tidak sesuai dengan pedoman PBJ
49 Risiko pencurian data/arsip/file dokumen penting keuangan
Risiko sulitnya mendeteksi apabila terjadi selisih antara uang fisik dan
50
laporan
51 Risiko tidak memiliki ruang penerimaan tamu

2. Analisis dan Penilaian Profil Risiko


Analisis risiko merupakan proses penilaian terhadap risiko yang telah teridentifikasi
dalam rangka untuk menetapkan peta risiko. Analisis risiko dilakukan dengan
menetapkan level risiko, memilah risiko berdasarkan level, dan menyusun peta
Srisiko.
Penetapan level risiko berdasarkan tingkat kemungkinan dan dampak yang
ditimbulkannya. Level risiko diukur secara kuantitatif dan kualitatif.
Penempatan tingkat kemungkinan risiko mengacu pada kriteria berikut :
Tabel 6.2
Kriteria Kemungkinan Risiko

Skala Tingkat Kemungkinan Kriteria

Kemungkinan terjadinya Risiko sangat


1 Hampir Tidak Terjadi kecil (sebesar 0 - 10% atau 1 kali dalam 1
Tahun

Kemumgkinan terjadinya Risiko


2 Jarang Terjadi rendah/kecil (sebesar 11% - 30% atau 1
s.d. 3 kali dalam 1 Tahun

Kemumgkinan terjadinya Risiko kadang-


3 Kadang Terjadi kadang (sebesar 31% - 50% atau 3 s.d. 5
kali dalam 1 Tahun

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 62


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VI

Kemumgkinan terjadinya Risiko sering


4 Sering Terjadi (sebesar 51-70% atau 5 sd 7 kali dalam 1
Tahun

Kemumgkinan terjadinya Risiko sangat


5 Sangat Sering Terjadi sering (lebih dari 70% atau lebih dari 7
kali dalam 1 Tahun

Penetapan tingkat dampak mengacu pada kriteria sebagai berikut :


Tabel 6.3
Kriteria Dampak Risiko
Skala Dampak Kriteria
Tidak mempengaruhi operasional
perusahaan, tidak menyebabkan kerugian
1 Tidak Signifikan
dan tidak berdampak pada pendapatan
perusahaan.

mempengaruhi operasional Perusahaan,


namun tidak menyebabkan kerugian,dan
2 Minor
tidak berdampak pada pendapatan
perusahaan.

mempengaruhi operasional Perusahaan,


3 Moderat namun menyebabkan kerugian,dan tidak
berdampak pada pendapatan perusahaan.

mempengaruhi operasional Perusahaan,


4 Signifikan menyebabkan kerugian, berdampak pada
pendapatan perusahaan.

Sangat mempengaruhi operasional


Perusahaan, menyebabkan kerugian,
5 Sangat Signifikan
sangat berdampak pada pendapatan
Perusahaan.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 63


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VI

Setelah diukur tingkat kemungkinan dan tingkat dampak yang ditimbulkan dari
risiko-risiko tersebut, maka dapat ditentukan level risiko dari risiko-risiko tersebut. Level
risiko dapat dikelompokan dalam 4 (empat) skala yaitu :
a. Skala risiko rendah (Nilai > 1 s.d. 5) adalah risiko yang dinilai tidak terlalu
berpengaruh terhadap sasaran, dan tidak diperlukan tindakan penanganan
(mitigasi) tertentu, karena pengendalian sudah melekat dalam proses bisnis yang
ada. Namun demikian tetap diperlukan pemantauan;
b. Skala risiko moderat (Nilai > 5 s.d. 10) adalah risiko yang dinilai mempunyai
pengaruh terhadap sasaran, namun mekanisme control yang ada masih dapat
mengendalikannya. Meskipun demikian, apabila risiko tersebut (cenderung) ke
level risiko tinggi, mka dilakukan Langkah penanganan (mitigasi) tertentu;
c. Skala risiko tinggi (Nilai > 10 s.d. 15) adalah risiko yang dinilai menghambat
pencapaian sasaran, dan mekanisme control yang ada belum cukup
mengendalikan risiko tersebut sehingga diperlukan Langkah penanganan
(mitigasi) untuk sekurang-kurangnya menurunkan level ke moderat;
d. Skala risiko ekstrim (Nilai > 15 s.d. 25) adalah risiko yang dinilai berpotensi
menggagalkan pencapaian sasaran. Apabila risiko ini diambil wajib dilakukan
penanganan (mitigasi) dan perhatian khusus serta detail, dikarenakan sudah
berada diatas batas toleransi risiko perusahaan.
Hasil analisis risiko PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) sebagai berikut :
Tabel 6.4
Analisa Risiko

Skor
No Nama Resiko Kemungkinan Dampak
Resiko
Risiko operasional perusahaan
1 5 5 25
tutup
Kebutuhan Modal Kerja untuk
2 5 5 25
biaya operasional
3 Risiko penularan penyakit ke satwa 5 5 25
Risiko Perkawinan sedarah (satwa
4 5 5 25
tidak mempunyai pasangan)
5 Risiko Kandang rusak 5 5 25
Kurangnya fasilitas /wahana baru
6 5 5 25
yang lebih menarik

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 64


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VI

Skor
No Nama Resiko Kemungkinan Dampak
Resiko
Risiko Perkelahian satwa (sebaran
7 4 5 20
individu)
8 Risiko satwa stres 4 5 20

9 Risiko kebakaran 4 5 20

10 Risiko keahlian keeper 4 5 20

11 Risiko efektivitas SPI 4 4 16

12 Risiko antrian pengunjung 4 4 16


Risiko salah saji pengakuan
13 3 5 15
pendapatan dan pengeluaran
Risiko serangan satwa terhadap
14 3 5 15
keeper
Risiko keterlambatan pasokan
15 3 5 15
pakan satwa
16 Bangunan rusak atau roboh 3 5 15
Risiko keamanan transaksi dan
17 3 4 12
kecepatan pelayanan
Risiko keeper terlambat datang
18 3 4 12
/tidak datang kerja (membolos)
Risiko kualitas dan kuantitas pakan
19 3 4 12
satwa tidak sesuai standart
20 Risiko ketersediaan obat 3 4 12
Penanganan keluhan pelanggan
21 3 4 12
belum maksimal
22 Risiko ketertiban PKL 3 4 12
Risiko sarana dan prasarana
23 3 4 12
kebersihan yang kurang memadai
24 Risiko kerusakan fasilitas umum 3 4 12

25 Risiko SDM memiliki tupoksi ganda 3 4 12

26 Risiko Dokumen tidak ada /hilang 3 4 12


Risiko Salah Pencatatan / Posting
27 dalam Penyusunan Laporan 3 4 12
Keuangan
28 kebijakan terkait kerjasama 3 3 9

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 65


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VI

Skor
No Nama Resiko Kemungkinan Dampak
Resiko
Risiko SDM (SPI) baik jumlah
29 3 3 9
personil dan kompetensi
30 Risiko kecelakaan kerja 3 3 9
Risiko salah penghitungan jumlah
31 rombongan dan penentuan diskon 3 3 9
rombongan
Risiko terkait perilaku pengunjung
32 3 3 9
yang kurang baik
Risiko pembelian tiket tidak sesuai
33 3 3 9
tinggi badan
34 Risiko pembatalan pemesanan 3 3 9

35 Risiko Pelaporan terlambat 3 3 9


36 Resistensi terhadap SPI 2 4 8
37 Risiko jumlah pakan kurang 2 4 8
38 Risiko kompetensi SDM 2 4 8
39 Risiko rendahnya motivasi kerja 2 4 8
Risiko keamanan aset termasuk
40 2 4 8
satwa milik negara
Risiko kenyamanan pengunjung
41 terkait parkir yang kurang 2 3 6
representatif
Tidak adanya reward dan
42 3 2 6
punishment
43 Pengelolaan kode etik perusahaan 2 3 6
Risiko Hasil rapat tidak
44 2 3 6
tersampaikan tepat waktu
45 Risiko tindak lanjut temuan 2 3 6
Risiko keterlambatan Penyusunan
46 1 5 5
Laporan Keuangan
47 Risiko banjir 1 5 5
Risiko proses pengadaan tidak
48 1 5 5
sesuai dengan pedoman PBJ
Risiko pencurian data/arsip/file
49 1 4 4
dokumen penting keuangan
Risiko sulitnya mendeteksi apabila
50 terjadi selisih antara uang fisik dan 1 4 4
laporan
Risiko tidak memiliki ruang
51 1 3 3
penerimaan tamu

3. Pemetaan Risiko

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 66


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VI

Setelah pengukuran level risiko, maka setiap risiko yang telah teridentifikasi dapat
dipetakan dalam matriks risiko sebagaimana digambarkan dibawah ini :
Tabel 6.5
Matrik Risiko

Level Dampak
Matriks Analisis
Tidak Sangat
Risiko Minor Moderat Signifikan
Siginifikan Signifikan
(2) (3) (4)
(1) (5)

Sangat
L Sering 5 10 15 20 25
e Terjadi (5)
v
e
Sering
l 4 8 12 16 20
Terjadi (4)
K
e
Kadang
m 3 6 9 12 15
Terjadi (3)
u
n
g
Jarang
k 2 4 6 8 10
Terjadi (2)
I
n
a Hampir
n Tidak 1 2 3 4 5
Terjadi (1)

4. Kebijakan Manajemen Risiko


Kebijakan manajemen risiko yang diterapkan oleh PT Taman Satwa Semarang
adalah sebagai berikut:
a. Penyusunan pedoman manajemen risiko perusahaan.
b. Keterlibatan Lembaga kompeten dalam pelaksanaan pelatihan manajemen
risiko.
c. Penetapan pegawai yang bertanggungjawab dalam bagian risiko dalam unit
kerja.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 67


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VII

BAB VII ASUMSI YANG DIPAKAI DALAM RENCANA BISNIS

Dalam menyusun proyeksi keuangan dan strategi operasional, asumsi digunakan


sebagai dasar dan pedoman perhitungan yang menggambarkan kondisi internal
maupun eksternal. Asumsi-asumsi ini membantu memastikan bahwa rencana bisnis PT
Taman Satwa Semarang (Perseroda) untuk periode 2025-2029 realistis, terukur, dan
sesuai dengan dinamika lingkungan bisnis.
Asumsi ini terbagi menjadi dua bagian utama yaitu asumsi eksternal dan asumsi
internal. Asumsi Eksternal mencakup faktor ekonomi, sosial, dan tren pasar, sedangkan
asumsi internal melibatkan rencana pengembangan bisnis, proyeksi pendapatan, dan
manajemen operasional. Kedua kelompok asumsi ini menjadi panduan penting untuk
merumuskan langkah-langkah strategis yang mendukung visi dan misi perusahaan.

A. Asumsi Eksternal
1. Pertumbuhan Ekonomi
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) memproyeksikan pertumbuhan
pendapatan sebesar 10% per tahun, dengan dasar data Badan Pusat Statistik
(BPS) Jawa Tengah. Pada Triwulan III-2024, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah
tercatat sebesar 4,93% year-on-year (y-on-y), didukung oleh kenaikan dalam
sektor pariwisata dan konsumsi rumah tangga. Kinerja ekonomi ini diharapkan
berlanjut, dengan kontribusi signifikan dari sektor-sektor seperti penyediaan
akomodasi dan makan minum yang tumbuh hingga 10,47% year-to-date (y-t-d).
Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat yang dapat
mendorong kunjungan ke destinasi wisata. Tren positif ini pada akhirnya
memberikan peluang bagi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) untuk
meningkatkan daya tarik destinasi wisata edukasi berbasis konservasi.

2. Tingkat Inflasi
Inflasi di Kota Semarang tercatat 1,57% yoy, lebih rendah dibandingkan
tingkat inflasi Jawa Tengah yang mencapai 1,84% yoy. Pemerintah dan Bank
Indonesia memproyeksikan inflasi tetap terkendali pada kisaran 2,5±1%

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 68


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VII

hingga tahun 2025, didukung oleh pengendalian harga pangan dan stabilitas
nilai tukar Rupiah.
Untuk PT Taman Satwa Semarang (Perseroda), inflasi ini akan memengaruhi
biaya operasional, terutama harga pakan satwa, konstruksi fasilitas baru, dan
layanan pendukung lainnya. Manajemen mengantisipasi dampak inflasi melalui
efisiensi operasional dan diversifikasi pendapatan.

3. Tingkat Suku Bunga


Tingkat suku bunga acuan BI-Rate dipertahankan di angka 6,00% pada
Oktober 2024, sejalan dengan strategi stabilisasi nilai tukar dan pengendalian
inflasi. PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) mengasumsikan suku bunga ini
sebagai patokan dalam perhitungan pembiayaan proyek ekspansi, terutama
dalam rangka pengembangan infrastruktur dan penguatan Lembaga
Konservasi. Sebagai contoh untuk penambahan fasilitas seperti Tower
Pandang, Hall, Gedung Parkir, Kantor, Restoran, Dome Aves, Zona Afrika dan
lainnya.

4. Asumsi untuk Program Konservasi


Populasi satwa liar di habitat alami terus mengalami penurunan akibat
perusakan lingkungan, urbanisasi, dan perubahan iklim. Lembaga konservasi,
seperti PT Taman Satwa Semarang (Perseroda), memiliki peran penting dalam
menjaga kelestarian spesies melalui pengelolaan populasi eks-situ, program
breeding, dan pelepasliaran satwa ke habitat baru. Namun, tantangan utama
adalah semakin terbatasnya lahan untuk pelepasliaran satwa, sebagaimana
tergambar pada diagram di bawah ini :
Gambar 7.1 Diagram Tantangan Pengelolaan Lembaga Konservasi.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 69


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VII

Sebagai respons, PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) berasumsi bahwa :


a. Peningkatan fasilitas breeding menjadi prioritas utama untuk
mempertahankan populasi spesies langka.
b. Kolaborasi dengan pemerintah dan organisasi internasional diperlukan
untuk memastikan keberlanjutan program pelepasliaran.
c. Biaya konservasi akan meningkat sekitar 15% per tahun, seiring dengan
kebutuhan pakan, perawatan kesehatan satwa, dan pengelolaan habitat.

5. Asumsi Tren Pariwisata


Tren pariwisata di Indonesia dan global terus berkembang, memberikan
peluang bagi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) untuk meningkatkan daya
tariknya sebagai destinasi wisata edukasi dan konservasi. Beberapa tren utama
yang memengaruhi asumsi bisnis adalah sebagai berikut :
a. Pariwisata Berkelanjutan :
Pariwisata berkelanjutan semakin diminati, dengan fokus pada pengelolaan
lingkungan yang ramah dan pelestarian keanekaragaman hayati. Praktik ini
sejalan dengan misi konservasi PT Taman Satwa Semarang (Perseroda),
yang menjadikan aspek edukasi dan kelestarian satwa sebagai nilai utama.

6. Penggunaan Teknologi Digital


Digitalisasi dalam pemasaran pariwisata, termasuk media sosial dan
aplikasi perjalanan, diharapkan meningkatkan visibilitas PT Taman Satwa
Semarang (Perseroda). Targetnya adalah meningkatkan jumlah pengunjung
hingga 10% dalam dua tahun pertama setelah investasi.

7. Pariwisata Budaya dan Kreatif


Pariwisata budaya semakin diminati, seperti festival seni dan promosi
budaya lokal. Program kerja sama dengan komunitas lokal untuk menciptakan
acara budaya dan edukasi dapat meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus
mendukung ekonomi lokal.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 70


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VII

B. Asumsi Internal
1. Rencana Ekspansi Bisnis
Pada tahun 2027, PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) merencanakan
ekspansi bisnis dengan membangun fasilitas baru untuk meningkatkan daya
tarik wisata dan pendapatan operasional. Fasilitas yang akan dibangun meliputi
Tower Pandang untuk memberikan pengalaman pemandangan unik, Dome Aves
sebagai habitat edukatif khusus burung, dan Zona Afrika yang menampilkan
replika ekosistem Afrika dengan satwa seperti zebra dan jerapah. Selain itu, akan
dibuka restoran baru untuk memperkaya pengalaman pengunjung. Kehadiran
fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan dan
mendukung pertumbuhan operasional secara signifikan.

2. Pertumbuhan Karyawan
PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) merencanakan pertumbuhan
karyawan secara proporsional seiring dengan ekspansi bisnis dan
pengembangan fasilitas baru. Penambahan tenaga kerja ini akan difokuskan
untuk mendukung operasional fasilitas baru serta untuk memperkuat layanan
pengunjung dan pengelolaan satwa. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan
efisiensi operasional dan memastikan pelayanan berkualitas bagi pengunjung,
sekaligus mendukung keberlanjutan program konservasi dan edukasi yang
menjadi inti dari visi perusahaan.

3. Pertumbuhan Pendapatan dan Beban Operasi


a. Pendapatan Tiket Masuk
1. Harga tiket masuk tahun 2025 masih tetap sebesar Rp20.000,00 untuk
weekday, Rp25.000,00 untuk weekend dan Rp30.000,00 untuk hari
libur nasional. Sampai dengan bulan Juni 2025 masih ada bagi hasil
dengan Plaplay, sebesar 60% untuk PT Taman Satwa Semarang
(Perseroda) dan 40% untuk plaplay.
2. Harga tiket masuk tahun 2026 masih tetap sebesar Rp20.000,00 untuk
weekday, Rp25.000,00 untuk weekend dan Rp30.000,00 untuk hari
libur nasional. Namun, di tahun 2026 terdapat rencana penutupan PT

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 71


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VII

Taman Satwa Semarang (Perseroda) karena proses renovasi kurang


lebih selama 8 bulan.
3. Harga tiket tahun 2027, 2028 dan 2029 menjadi Rp35.000,00 baik
weekday, weekend maupun hari libur nasional dengan asumsi
terdapat kenaikan jumlah pengunjung sebesar 10% untuk tahun 2028
dan 2029.

b. Pendapatan Wahana dan Konservasi


Harga tiket konservasi tahun 2025 masih tetap sebesar Rp 5.000,00,
sedangkan tahun 2027 sudah tidak ada tiket konservasi. Selain tiket
konservasi, tiket wahana dan konservasi yang sudah tidak ada mulai tahun
2027 yaitu kereta mini, animal show, menunggang kuda, menunggang unta
dan paket edukasi. Namun, akan ada wahana baru tower pandang, petting
zoo, Doom, zona afrika, area karnivora, dan area jerapah.

c. Pendapatan Kerjasama Pihak Ketiga dan Pendapatan CSR


1. Pendapatan CSR dari mitra seperti AMDK Tirta Moedal dan Dua
Kelinci diharapkan menyumbang pendapatan.
2. Kerjasama dengan pihak ketiga untuk program konservasi dan
edukasi juga menjadi sumber pendapatan tambahan.

d. Biaya Operasional
1. Biaya pakan satwa diproyeksikan meningkat secara tahunan seiring
bertambahnya koleksi satwa.
2. Pada tahun 2027, biaya tenaga kerja akan naik seiring perekrutan
karyawan baru untuk mendukung operasional pasca-investasi.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 72


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

BAB VIII ANALISA KELAYAKAN KEUANGAN

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) berupaya memberikan pelayanan


terbaik kepada masyarakat sejalan dengan perkembangan dan pembangunan di wilayah
Kota Semarang.

Untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam melakukan pengembangan di tahun


2025 sampai dengan tahun 2029, digunakan suatu proyeksi keuangan dengan
mempertimbangkan program-program yang bisa mendorong adanya peningkatan
pelayanan PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) kepada masyarakat.

Perhitungan keuangan disusun terperinci untuk memudahkan dalam proses evaluasi


dengan menggunakan proyeksi keuangan yang meliputi proyeksi arus kas, neraca, laba
rugi, dan kinerja aspek keuangan selama 5 tahun yang dimulai dari tahun 2025 sampai
dengan tahun 2029.

A. PROYEKSI INVESTASI

Untuk dapat menyerap pertumbuhan pengunjung/wisatawan hingga tahun 2029


dan meningkatkan mutu pelayanan kepada seluruh masyarakat, PT Taman Satwa
Semarang (Perseroda) telah memproyeksikan program-program yang tekait secara
langsung dengan peningkatan pelayanan PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) kepada
masyarakat.

Melalui Program Pengembangan Semarang Zoo sebagai Lembaga Konservasi dan Wisata
Edukasi yang diusulkan dalam rencana bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda),
secara keseluruhan komposisi sumber dana investasi didanai dari dana non perusahaan
dengan tiga alternatif yaitu Penyertaan Modal dari Pemerintah Kota Semarang atau
Pihak Ketiga atau Lembaga Keuangan. Besaran kebutuhan nilai pendanaan uang yang
diestimasikan untuk pelaksanaan investasi sebesar Rp96,86 Milyar atau 55% dari total
estimasi kebutuhan dana dalam rencana bisnis 2025-2029 sebesar Rp176.467,08 Milyar
yang dijabarkan dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 73


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

Tabel 8.1 Rencana Anggaran Investasi (dalam jutaan Rp)

NO KEGIATAN ANGGARAN

1 Pembangunan dan perbaikan kandang satwa yang sesuai 33.610


dengan konsep animal welfare

2 Pembangunan Fasilitas Pendukung Kesehatan dan 13.000


Perawatan Satwa

3 Peningkatan Fasilitas Pelayanan Pengunjung 43.075

4 Pengelolaan Lingkungan dan Limbah 750

5 Pengelolaan koleksi satwa 6.425

Jumlah 96.860

Sumber : Analisis Tim Penyusun, 2024.

Tabel 8.2 Rencana Pelaksanaan Kegiatan Investasi (dalam jutaan Rp)

Tahun Investasi Operasional Jumlah

2025 0 10.103,23 10.103,23

2026 96.860 5.733,70 102.593,7

2027 0 19.180,02 19.180,02

2028 0 20.847,03 20.847,03

2029 0 23.743,08 23.743,08

Jumlah 96.860 79.607,08 176.467,08

Sumber : Analisis Tim Penyusun, 2024

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 74


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

Gambar 8.1 Diagram Rencana Pelaksanaan Kegiatan Investasi

Rencana Pelaksanaan Kegiatan Investasi

120 Sumber : Analisis Tim Penyusun, 2024

100

80

60

40

20

0
2025 2026 2027 2028 2029
Investasi (Jt) Operasional (jt)

Dari diagram menunjukkan bahwa pada tahun 2026 tampak komposisi kegiatan
investasi yang tinggi karena pada tahun tersebut PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
mempunyai rencana pelaksanaan kegiatan investasi pembangunan sarana prasarana
secara menyeluruh dengan mekanisme pemberlakuan penutupan operasional selama
kurang lebih 8 bulan.

B. PROYEKSI KEUANGAN

Tingkat keberhasilan dari rencana bisnis ini dapat diukur dari indikator keuangan
yang dicapai oleh perusahaan untuk 5 tahun kedepan. Rasio operasi diharapkan dapat
mencapai >100% yang menggambarkan bahwa pendapatan yang diperoleh perusahaan
dapat menutupi seluruh biaya operasionalnya yang meliputi biaya operasional satwa,
biaya tenaga kerja, biaya administrasi & umum, biaya pemasaran dan biaya
pemeliharaan, bunga pinjaman, biaya pajak dan biaya penyusutan & amortisasi. Secara
umum indikator keberhasilan perusahaan dari aspek keuangan untuk 5 tahun kedepan
diproyeksikan terhadap proyeksi laba rugi, proyeksi arus kas, proyeksi neraca dan
proyeksi rasio keuangan dengan alternatif pembiayaan investasi dari Penyertaan Modal
Pemerintah Kota Semarang atau Pihak Ketiga atau Lembaga Keuangan seperti tersaji
dalam tabel-tabel dibawah ini.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 75


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

1. PROYEKSI LABA RUGI TAHUN 2025 – 2029

Tabel 8.3 Proyeksi Laba Rugi dengan Penyertaan Modal Tahun 2025-2029

KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029

PENDAPATAN OPERASIONAL

Pendapatan Tiket
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Masuk

Pendapatan Wahana
[Link] 794.750.000 [Link] [Link] [Link]
dan Konservasi

Pendapatan
Kerjasama Pihak 500.000.000 - [Link] [Link] [Link]
Ketiga

Pendapatan CSR 300.000.000 -

PENDAPATAN
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
OPERASIONAL

BIAYA OPERASIONAL

Biaya Operasional
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Satwa

Biaya Tenaga Kerja [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Biaya Administrasi
[Link] 459.000.000 [Link] [Link] [Link]
dan Umum

Biaya Pemasaran 476.800.000 - 596.000.000 685.400.000 788.210.000

Biaya Penyusutan dan


[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Amortisasi

Biaya Pemeliharaan 458.240.000 - 481.152.000 553.324.800 636.323.520

Biaya Pajak [Link] 255.200.000 [Link] [Link] [Link]

Total Biaya
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Operasional

Laba (Rugi)
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Operasional

PENDAPATAN NON
35.000.000 15.000.000 105.000.000 120.750.000 138.862.500
OPERASIONAL

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 76


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029

BIAYA NON
(10.000.000) (7.000.000) (40.000.000) (46.000.000) (52.900.000)
OPERASIONAL

BIAYA KERUGIAN
([Link])
PENGHAPUSAN ASET

Laba (Rugi) Sebelum


[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Pajak

Taksiran Pajak 240.043.048 [Link] [Link] [Link]

Laba (Rugi) Bersih [Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]

Sumber : Analisis Tim Penyusun, 2024

Gambar 8.2 Diagram Proyeksi Pendapatan, Biaya dan Laba Rugi (PM)

Proyeksi Pendapatan, Biaya dan Laba Rugi


2025-2029
[Link]

Tabel 8.4 Proyeksi Laba Rugi dengan pendanaan investasi dari Pihak Ketiga
[Link]
Tahun 2025-2029

[Link]

[Link]

[Link]

0
2025 2026 2027 2028 2029

-[Link]

Pendapatan Operasional Biaya Operasional Laba bersih

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 77


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

Tabel 8.4 Proyeksi Laba Rugi dengan pendanaan investasi dari Pihak Ketiga
Tahun 2025-2029

KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029

PENDAPATAN OPERASIONAL
Pendapatan
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Tiket Masuk
Pendapatan
Wahana dan [Link] 794.750.000 [Link] [Link] [Link]
Konservasi
Pendapatan
Kerjasama 500.000.000 - [Link] [Link] [Link]
Pihak Ketiga
Total
Pendapatan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Bruto
([Link] ([Link] ([Link]
Biaya Bagi Hasil - -
) ) )
Pendapatan [Link]
[Link] [Link] [Link] [Link]
Netto 0
Pendapatan
300.000.000 -
CSR
PENDAPATAN [Link]
[Link] [Link] [Link] [Link]
OPERASIONAL 0
BIAYA OPERASIONAL
Biaya
Operasional [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Satwa
Biaya Tenaga
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Kerja
Biaya
Administrasi [Link] 459.000.000 [Link] [Link] [Link]
dan Umum
Biaya
476.800.000 - 596.000.000 685.400.000 788.210.000
Pemasaran
Biaya
Penyusutan dan [Link] [Link] 755.532.046 754.674.046 751.242.046
Amortisasi
Biaya
458.240.000 - 481.152.000 553.324.800 636.323.520
Pemeliharaan
Biaya Pajak [Link] 255.200.000 [Link] [Link] [Link]

Total Biaya [Link]


[Link] [Link] [Link] [Link]
Operasional 4
Laba (Rugi)
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Operasional

PENDAPATAN
NON 35.000.000 15.000.000 105.000.000 120.750.000 138.862.500
OPERASIONAL

BIAYA NON
(10.000.000) (7.000.000) (40.000.000) (46.000.000) (52.900.000)
OPERASIONAL

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 78


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029

BIAYA
KERUGIAN
([Link])
PENGHAPUSA
N ASET
Laba (Rugi)
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Sebelum Pajak
Taksiran
240.043.048 [Link] [Link] [Link]
Pajak
Laba (Rugi)
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Bersih

Gambar 8.3 Diagram Proyeksi Pendapatan, Biaya dan Laba Rugi (Pihak Ketiga)

Proyeksi Pendapatan, Biaya dan Laba Rugi


2025-2029
[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

0
2025 2026 2027 2028 2029

-[Link]

-[Link]

Pendapatan Operasional Biaya Operasional Laba bersih

Sumber : Analisis Tim Penyusun, 2024

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 79


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

Tabel 8.4 Proyeksi Laba Rugi dengan pendanaan investasi dari Lembaga Keuangan
Tahun 2025-2029

KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029

PENDAPATAN OPERASIONAL
Pendapatan Tiket
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Masuk
Pendapatan
Wahana dan [Link] 794.750.000 [Link] [Link] [Link]
Konservasi
Pendapatan
Kerjasama Pihak 500.000.000 - [Link] [Link] [Link]
Ketiga
Pendapatan CSR 300.000.000 -
PENDAPATAN
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
OPERASIONAL
BIAYA OPERASIONAL
Biaya Operasional
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Satwa
Biaya Tenaga
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Kerja
Biaya
Administrasi dan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Umum
Biaya Pemasaran 476.800.000 - 596.000.000 685.400.000 788.210.000
Biaya Penyusutan
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
dan Amortisasi
Biaya
458.240.000 - 481.152.000 553.324.800 636.323.520
Pemeliharaan
Biaya Pajak [Link] 255.200.000 [Link] [Link] [Link]

Total Biaya
[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
Operasional
Laba (Rugi)
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Operasional

PENDAPATAN
NON 35.000.000 15.000.000 105.000.000 120.750.000 138.862.500
OPERASIONAL

BIAYA NON
(10.000.000) (7.000.000) (40.000.000) (46.000.000) (52.900.000)
OPERASIONAL
BIAYA
KERUGIAN
([Link])
PENGHAPUSAN
ASET
Laba (Rugi)
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Sebelum Pajak
Taksiran Pajak 240.043.048 [Link] [Link] [Link]
Laba (Rugi)
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Bersih

Sumber : Analisis Tim Penyusun, 2024

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 80


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

Gambar 8.4 Diagram Proyeksi Pendapatan, Biaya dan Laba Rugi

(Lembaga Keuangan)

Proyeksi Pendapatan, Biaya dan Laba Rugi


2025-2029
[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

0
2025 2026 2027 2028 2029
-[Link]

-[Link]

Pendapatan Operasional Biaya Operasional Laba bersih

Sumber : Analisis Tim Penyusun, 2024

Dari table-tabel dan gambar diagram proyeksi laba rugi di atas, baik
menggunakan dana investasi dari penyertaaan modal, Pihak Ketiga maupun Lembaga
Keuangan menunjukkan bahwa PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) pada 2025
telah memperoleh laba usaha sedangkan tahun 2026 mengalami kerugian karena
adanya rencana penutupan operasional yang ditargetkan dalam waktu kurang lebih 8
bulan untuk melaksanakan kegiatan investasi berupa pembangunan sarana
prasarana/renovasi secara menyeluruh sehingga pendapatan menurun yang
berdampak pada timbulnya kerugian.

Namun mulai tahun 2027 sampai dengan 2029 akan memperoleh kenaikan laba usaha
karena adanya rencana kenaikan pendapatan dengan pemberlakuan tarif tunggal
setelah renovasi yaitu pada weekday, weekend maupun hari libur nasional tarif sebesar
Rp35.000,00. Pada tahun 2028 dan 2029 diproyeksikan kenaikan jumlah pengunjung
sebesar 10%. Adanya wahana baru seperti tower pandang, petting zoo, Doom, zona
afrika, area karnivora, dan area jerapah akan mendorong laju pertumbuhan
pendapatan kotor yang diproyeksikan sebesar 10%.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 81


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

Pertumbuhan biaya operasional setelah investasi yaitu pada tahun 2027, 2028
dan 2029 meningkat terutama pada meningkatnya biaya operasional satwa, biaya
tenaga kerja, administrasi umum, bunga pinjaman dan penyusutan namun estimasi
peningkatan pendapatan masih bisa menutup biaya-biaya tersebut sehingga perusahaan
memperoleh laba.

Investasi dengan Penyertaan Modal :

a. Pertumbuhan pendapatan operasional PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)


setelah investasi adalah Rp68.343.500.000,00 atau 2042% pada tahun 2027,
tahun 2028 sebesar Rp7.169.025.000,00 atau 10%, tahun 2029 sebesar
Rp7.885.927.500,00 atau 10%.
b. Pertumbuhan biaya operasional PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) setelah
investasi adalah sebesar Rp16.557.281.341,00 atau 245% pada tahun 2027, tahun
2028 sebesar Rp2.892.622.704,00 atau 7% dan tahun 2029 sebesar
Rp2.892.622.704,00 atau 12%.

Investasi dengan Investor :

a. Pertumbuhan pendapatan operasional PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)


setelah investasi adalah Rp43.143.500.000,00 atau 1289% pada tahun 2027,
tahun 2028 sebesar Rp4.649.025.000,00 atau 10%, tahun 2029 sebesar
Rp5.113.927.500,00 atau 10%.

b. Pertumbuhan biaya operasional PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) setelah


investasi adalah sebesar Rp10.653.369.206,00 atau 160% pada tahun 2027, tahun
2028 sebesar Rp1.396.537.135,00 atau 8% dan tahun 2029 sebesar
Rp2.595.172.406,00 atau 14%.

Investasi dengan Perbankan :

a. Pertumbuhan pendapatan operasional PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)


setelah investasi adalah Rp68.343.500.000,00 atau 2042% pada tahun 2027,
tahun 2028 sebesar Rp7.169.025.000,00 atau 10%, tahun 2029 sebesar
Rp7.885.927.500,00 atau 10%.

b. Pertumbuhan biaya operasional PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) setelah


investasi adalah sebesar Rp18.802.035.873,00 atau 168% pada tahun 2027,

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 82


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

tahun 2028 sebesar Rp1.648.537.135,00 atau 6% dan tahun 2029 sebesar


Rp2.872.372.406,00 atau 9%.

2. PROYEKSI ARUS KAS TAHUN 2025-2029

Proyeksi kenaikan dan penurunan kas tahun 2025 sampai dengan 2029 dengan 3
alternatif pendanaan investasi sebagai berikut :

Tabel 8.5 Kenaikan (Penurunan) Kas Tahun 2025-2029

Uraian 2025 2026 2027 2028 2029

Dana Investasi dengan PM


Kas dan setara
kas pada awal 2,019,752,490 4,194,012,564 8,361,790,657 48,839,095,715 92,101,753,566
tahun
A Kas dan setara
kas pada akhir 4,194,012,564 8,361,790,657 48,839,095,715 92,101,753,566 117,524,360,395
tahun
Kenaikan
(Penurunan) 2,174,260,074 4,167,778,093 40,477,305,058 43,262,657,851 25,422,606,829
Arus Kas
Dana Investasi dengan Pihak Ketiga
Kas dan setara
kas pada awal 2,019,752,490 4,194,012,564 1,463,871,557 24,177,071,391 51,713,543,617
tahun
B Kas dan setara
kas pada akhir 4,194,012,564 1,463,871,557 24,177,071,391 51,713,543,617 67,412,340,123
tahun
Kenaikan
(Penurunan) 2,174,260,074 (2,730,141,007) 22,713,199,834 27,536,472,226 15,698,796,506
Arus Kas
Dana Investasi dengan Lembaga Keuangan
Kas dan setara
kas pada awal [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
tahun
C Kas dan setara
kas pada akhir [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
tahun
Kenaikan
(Penurunan) [Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
Arus Kas

Dari table proyeksi kenaikan dan penurunan kas menunjukan bahwa pada tahun
2025-2026 saldo kas mengalami kenaikan jika menggunakan alternatif sumber dana
investasi dari Penyertaan Modal (PM) Pemerintah Kota Semarang, sedangkan jika
menggunakan alternatif pendanaan investasi dari Pihak Ketiga atau Lembaga Keuangan,
saldo kas 2025-2026 mengalami penurunan yang signifikan karena adanya skema bagi
hasil, pembayaran bunga pinjaman dan pengembalian pinjaman.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 83


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

Dari ketiga alternatif sumber dana investasi menunjukkan mulai tahun 2027
sampai dengan tahun 2029 saldo kas mengalami kenaikan yang cukup signifikan, hal ini
disebabkan adanya penambahan kas dari sumber dana internal (pendapatan
operasional) PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) setelah investasi. Mulai tahun
2027 direncanakan adanya pengenaan tarif tunggal atas penjualan tiket sebesar Rp
35.000,00 dan peningkatan jumlah pengunjung sebesar 10% per tahunnya.

Rincian lebih lanjut mengenai proyeksi arus kas tahun 2025-2029 dengan 3 alternatif
pendanaan investasi disajikan dalam Lampiran VIII.

3. PROYEKSI NERACA 2025-2029

Mencakup proyeksi aset, liabilitas, dan ekuitas yang diharapkan dapat tercapai
selama 5 tahun.

Tabel 8.6 Proyeksi Neraca Tahun 2025-2029 dengan Penyertaan Modal

TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029

ASET

Aset Lancar

Kas dan Bank [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Piutang Usaha 8.700.000 - 138.500.000 152.350.000 167.585.000

Persediaan 2.650.000 - 245.000.000 269.500.000 296.450.000

Jumlah Aset Lancar [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Aset Tetap dan Inventaris

Harga Perolehan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Akm Penyusutan dan


([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link])
Penurunan Nilai

Nilai Buku [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Aset Tidak Terwujud

Harga Perolehan 34.320.000 34.320.000 34.320.000 34.320.000 34.320.000

Akm Penyusutan dan


(22.308.000) (26.598.000) (30.888.000) (34.320.000) (34.320.000)
Penurunan Nilai

Nilai Buku 12.012.000 7.722.000 3.432.000 - -

Aset Lainnya

Harga Perolehan 818.468.802 818.468.802 818.468.802 818.468.802 818.468.802

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 84


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029

Amortisasi (190.976.054) (272.822.934) (354.669.814) (436.516.694) (518.363.575)

Nilai Buku 627.492.748 545.645.868 463.798.988 381.952.108 300.105.227

Aset Biologis 126.516.500 [Link] [Link] [Link] [Link]

JUMLAH ASET [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Kewajiban

Utang Usaha 187.000.000 205.700.000 236.555.000 272.038.250 312.843.988

Pendapatan yang akan


200.000.000 - - - -
diterima

Utang Pajak 43.380.000 - 367.500.000 404.250.000 444.675.000

Utang Lainnya 45.721.279 - - - -

Jumlah Kewajiban 476.101.279 205.700.000 604.055.000 676.288.250 757.518.988

Ekuitas

Modal dasar [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Modal belum disetor ([Link]) - - - -

Modal disetor [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Cadangan Umum 960.495.265 [Link] [Link] [Link] [Link]

Cadangan Tujuan 560.236.141 851.561.113 851.561.113 [Link] [Link]

Saldo Laba (Rugi):

Laba (Rugi) Tahun


([Link]) ([Link]) ([Link]) - -
Lalu
Laba (Rugi) Tahun
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
berjalan

Jumlah Ekuitas [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

JUMLAH KEWAJIBAN DAN


[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
EKUITAS

Proyeksi aset lancar tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami kenaikan
sebesar Rp115.829.334.201,00 atau 5367% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan
adanya penambahan kas karena laba yang meningkat.
Proyeksi aset tetap tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 bertambah sebesar
Rp75.044.112.524,00 atau 37% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan penambahan
aset tetap dari program kegiatan investasi.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 85


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

Proyeksi modal dan ekuitas tahun 2025 sampai dengan 2029 mengalami kenaikan
sebesar Rp181.574.102.592,00 atau 90% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan
adanya penyertaan modal pemerintah daerah Kota Semarang.
Tabel 8.7 Proyeksi Neraca Tahun 2025-2029 dari investasi Pihak Ketiga

TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029

ASET

Aset Lancar

Kas dan Bank [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Piutang Usaha 8.700.000 - 138.500.000 152.350.000 167.585.000

Persediaan 2.650.000 - 245.000.000 269.500.000 296.450.000

Jumlah Aset Lancar [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Aset Tetap dan Inventaris

Harga Perolehan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Akm Penyusutan dan


([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link])
Penurunan Nilai

Nilai Buku [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Aset Tidak Terwujud

Harga Perolehan 34.320.000 34.320.000 34.320.000 34.320.000 34.320.000

Akm Penyusutan dan


(22.308.000) (26.598.000) (30.888.000) (34.320.000) (34.320.000)
Penurunan Nilai

Nilai Buku 12.012.000 7.722.000 3.432.000 - -

Aset Lainnya

Harga Perolehan 818.468.802 818.468.802 818.468.802 818.468.802 818.468.802

Amortisasi (190.976.054) (272.822.934) (354.669.814) (436.516.694) (518.363.575)

Nilai Buku 627.492.748 545.645.868 463.798.988 381.952.108 300.105.227

Aset Biologis 126.516.500 126.516.500 126.516.500 126.516.500 126.516.500

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 86


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

JUMLAH ASET [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Kewajiban

Utang Usaha 187.000.000 205.700.000 236.555.000 272.038.250 312.843.988

Pendapatan yang akan


200.000.000 - - - -
diterima

Utang Pajak 43.380.000 - 367.500.000 404.250.000 444.675.000

Utang Lainnya 45.721.279 - - - -

Jumlah Kewajiban 476.101.279 205.700.000 604.055.000 676.288.250 757.518.988

Ekuitas

Modal dasar [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Modal belum disetor ([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link])

Modal disetor [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Cadangan Umum 960.495.265 [Link] [Link] [Link] [Link]

Cadangan Tujuan 560.236.141 851.561.113 851.561.113 [Link] [Link]

Saldo Laba (Rugi):

Laba (Rugi) Tahun


([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link]) -
Lalu

Laba Ditahan - - - - -

Laba (Rugi) Tahun


[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
berjalan

Jumlah Ekuitas [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

JUMLAH KEWAJIBAN DAN


[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
EKUITAS

Proyeksi aset lancar tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami kenaikan
sebesar Rp65.554.099.100,00 atau 3036% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan
adanya penambahan kas karena laba yang meningkat.
Proyeksi aset tetap tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami penurunan
sebesar Rp8.390.887.476,00 atau minus 4% dari target RKAP Tahun 2024, hal ini

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 87


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

disebabkan karena adanya penghapusan aset dan hasil kerjasama dengan skema Build
Operate Transfer (BOT) asetnya belum diserahterimakan.
Proyeksi modal dan ekuitas tahun 2025 sampai dengan 2029 mengalami kenaikan
sebesar Rp51.707.882.321,00 atau 26% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan
adanya kenaikan laba.

Tabel 8.8 Proyeksi Neraca Tahun 2025-2029 dari Lembaga Keuangan

TAHUN 2025 TAHUN 2026 TAHUN 2027 TAHUN 2028 TAHUN 2029

ASET

Aset Lancar

Kas dan Bank [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Piutang Usaha 8.700.000 - 138.500.000 152.350.000 167.585.000

Persediaan 2.650.000 - 245.000.000 269.500.000 296.450.000

Jumlah Aset Lancar [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Aset Tetap dan Inventaris

Harga Perolehan [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Akm Penyusutan dan


([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link])
Penurunan Nilai

Nilai Buku [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Aset Tidak Terwujud

Harga Perolehan 34.320.000 34.320.000 34.320.000 34.320.000 34.320.000

Akm Penyusutan dan


(22.308.000) (26.598.000) (30.888.000) (34.320.000) (34.320.000)
Penurunan Nilai

Nilai Buku 12.012.000 7.722.000 3.432.000 - -

Aset Lainnya

Harga Perolehan 818.468.802 818.468.802 818.468.802 818.468.802 818.468.802

Amortisasi (190.976.054) (272.822.934) (354.669.814) (436.516.694) (518.363.575)

Nilai Buku 627.492.748 545.645.868 463.798.988 381.952.108 300.105.227

Aset Biologis 126.516.500 [Link] [Link] [Link] [Link]

JUMLAH ASET [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Kewajiban

Kewajiban Lancar

Utang Usaha 187.000.000 [Link] 236.555.000 272.038.250 312.843.988

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 88


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

Pendapatan yang akan


200.000.000 - - - -
diterima

Utang Pajak 43.380.000 - 367.500.000 404.250.000 444.675.000

Utang Lainnya 45.721.279 - - - -

Jumlah Kewajiban Lancar 476.101.279 [Link] 604.055.000 676.288.250 757.518.988

Kewajiban Jangka Panjang

Utang Bank [Link] [Link] [Link] [Link]

Jumlah Kewajiban Jangka


- [Link] [Link] [Link] [Link]
Panjang

Jumlah Kewajiban 476.101.279 [Link] [Link] [Link] [Link]

Ekuitas

Modal dasar [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Modal belum disetor ([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link])

Modal disetor [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

Cadangan Umum 960.495.265 [Link] [Link] [Link] [Link]

Cadangan Tujuan 560.236.141 851.561.113 851.561.113 [Link] [Link]

Saldo Laba (Rugi):

Laba (Rugi) Tahun


([Link]) ([Link]) ([Link]) ([Link]) -
Lalu
Laba (Rugi) Tahun
[Link] ([Link]) [Link] [Link] [Link]
berjalan

Jumlah Ekuitas [Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

JUMLAH KEWAJIBAN DAN


[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]
EKUITAS

Proyeksi aset lancar tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami kenaikan
sebesar Rp68.435.616.568,00 atau 3170% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan
adanya penambahan kas karena laba yang meningkat.
Proyeksi aset tetap tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 bertambah sebesar
Rp77.044.112.524,00 atau 37% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan penambahan
aset tetap dari program kegiatan investasi.
Proyeksi modal dan ekuitas tahun 2025 sampai dengan 2029 mengalami kenaikan
sebesar Rp137.101.118.775,00 atau 68% dari target RKAP Tahun 2024 disebabkan
adanya kenaikan laba.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 89


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

1. PROYEKSI RASIO KEUANGAN TAHUN 2025-2029

Tabel 8.9 Proyeksi Rasio Keuangan Tahun 2025-2029


dengan Penyertaan Modal

NO KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029

Likuiditas

1
a. Current Ratio (%) 883,3% 4065,0% 8148,7% 13681,1% 15575,6%

b. Cash Ratio (%) 880,9% 4065,0% 8085,2% 13618,7% 15514,4%

Rentabilitas

2 a. Gross Profit Ratio (%) 15,8% -101,6% 67,5% 68,3% 67,9%

b. Operating Ratio (%) 84,2% 201,6% 32,5% 31,7% 32,1%

c. Return on Asset (%) 1,0% -4,2% 11,2% 13,2% 13,6%

Solvabilitas

3
a. Total Aktiva dengan Total
42734,2% 139868,0% 53711,2% 53767,4% 50819,6%
Hutang (%)

b. Debt to equity Ratio (%) 0,2% 0,1% 0,2% 0,2% 0,2%

Rasio biaya Pemasaran dibanding


4 3,5% 0,0% 0,8% 0,9% 0,9%
pendapatan operasional; (%)

Sumber : Analisis Tim Penyusun, 2024

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 90


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

Dari tabel di atas menunjukkan :

Rasio Likuiditas PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) menunjukkan perkembangan


kecendrungan yang positif selama periode rencana bisnis. Sampai dengan tahun 2029
Current Ratio sebesar 15575,6% dan Cash Rasio sebesar 15514.4%.

Rasio rentabilitas menunjukkan perkembangan yang positif selama periode rencana


bisnis. Sampai dengan tahun 2029 Gross Profit Rasio sebesar 67,9%, Operating Ratio
sebesar 32.1% dan Return on Aset sebesar 13.6%.

Rasio solvabilitas PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) menunjukkan perkembangan


kecendrungan yang positif selama periode rencana bisnis. Sampai dengan tahun 2029
rasio Total Aktiva terhadap total hutang sebesar 50819,6% dan Debt to equity Ratio
sebesar 0,2%.

Sampai dengan tahun 2029 Rasio biaya pemasaran terhadap pendapatan operasional
sebesar 0,9%.

Tabel 8.10 Proyeksi Rasio Keuangan Tahun 2025-2029 dengan Pihak Ketiga

NO KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029

Likuiditas

1 a. Current Ratio (%) 883,3% 711,7% 4065,9% 7709,0% 8960,4%

b. Cash Ratio (%) 880,9% 711,7% 4002,5% 7646,7% 8899,1%

Rentabilitas

a. Gross Profit Ratio (%) 15,8% -98,5% 62,8% 63,4% 62,2%


2
b. Operating Ratio (%) 84,2% 198,5% 37,2% 36,6% 37,8%

c. Return on Asset (%) 1,0% -6,3% 10,3% 12,1% 12,2%

Solvabilitas
a. Total Aktiva dengan Total
3 42734,2% 92829,6% 35310,0% 35504,4% 33675,9%
Hutang (%)
b. Debt to equity Ratio (%) 0,2% 0,1% 0,3% 0,3% 0,3%
Rasio biaya Pemasaran
4 dibanding pendapatan 3,5% 0,0% 1,3% 1,3% 1,4%
operasional; (%)

Sumber : Analisis Tim Penyusun, 2024

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 91


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

Dari table di atas menunjukkan :

Rasio Likuiditas PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) menunjukkan


perkembangan kecendrungan yang positif selama periode rencana bisnis. Sampai
dengan tahun 2029 Current Ratio sebesar 8960,4% dan Cash Rasio sebesar 8899,1%.

Rasio Rentabilitas menunjukkan perkembangan yang positif selama periode rencana


bisnis. Sampai dengan tahun 2029 Gross Profit Rasio sebesar 62,2%, Operating Ratio
sebesar 37,8% dan Return on Aset sebesar 12,2%.

Rasio Solvabilitas PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) menunjukkan perkembangan


kecendrungan yang positif selama periode rencana bisnis. Sampai dengan tahun 2029
rasio Total Aktiva terhadap total hutang sebesar 33675,9% dan Debt to equity Ratio
sebesar 0,3% .

Sampai dengan tahun 2029 Rasio biaya pemasaran terhadap pendapatan operasional
sebesar 1,4%.

Tabel 8.10 Proyeksi Rasio Keuangan Tahun 2025-2029

dengan Lembaga Keuangan

NO KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029

Likuiditas
1
a. Current Ratio (%) 883,3% 18,7% 3586,4% 8155,2% 9340,7%
b. Cash Ratio (%) 880,9% 18,7% 3523,0% 8092,9% 9279,5%
Rentabilitas
2 a. Gross Profit Ratio (%) 15,8% -233,6% 58,2% 59,9% 60,2%
b. Operating Ratio (%) 84,2% 333,6% 41,8% 40,1% 39,8%
c. Return on Asset (%) 1,0% -5,9% 10,5% 12,8% 13,7%
Solvabilitas
a. Total Aktiva dengan Total
3
Hutang (%) 42734,2% 293,6% 367,5% 457,8% 547,1%
b. Debt to equity Ratio (%) 0,2% 51,7% 37,4% 28,0% 22,4%
Rasio biaya Pemasaran
4 dibanding pendapatan 3,5% 0,0% 0,8% 0,9% 0,9%
operasional; (%)

Sumber : Analisis Tim Penyusun, 2024

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 92


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab VIII

Dari table di atas menunjukkan :

Rasio Likuiditas PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) menunjukkan


perkembangan kecendrungan yang positif selama periode rencana bisnis. Sampai
dengan tahun 2029 Current Ratio sebesar 9340,7% dan Cash Rasio sebesar 9279,5%.

Rasio rentabilitas menunjukkan perkembangan yang positif selama periode rencana


bisnis. Sampai dengan tahun 2029 Gross Profit Rasio sebesar 60,2%, Operating Ratio
sebesar 39,8% dan Return on Aset sebesar 13,7%.

Rasio solvabilitas PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) menunjukkan perkembangan


kecendrungan yang positif selama periode rencana bisnis. Sampai dengan tahun 2029
rasio Total Aktiva terhadap total hutang sebesar 547,1% dan Debt to equity Ratio
sebesar 22,4%.

Sampai dengan tahun 2029 Rasio biaya pemasaran terhadap pendapatan operasional
sebesar 0,9%.

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 93


Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun 2025 - 2029 Bab IX

BAB IX PENUTUP

Dalam Penyusunan Rencana Bisnis PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Tahun


Periode 2025-2029, dapat digunakan sebagai acuan dalam hal perencanaan,
pelaksanaan dan pengendalian operasional PT Taman Satwa Semarang (Perseroda)
Tahun 2025-2029.

Semarang, 29 November 2024

PT TAMAN SATWA SEMARANG (PERSERODA)


DIREKTUR

Bimo Wahyu Widodo Dasir.S., S.P., [Link]. CPM

Menyetujui:
DEWAN KOMISARIS

Drs. Satrio Imam Poetranto., [Link]

Mengesahkan:
WALIKOTA SEMARANG

Dr. Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, [Link].

PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) 94

Anda mungkin juga menyukai