SATUAN ACARA PENYULUHAN PENYAKIT TIPES
Dosen pengampuh: Arismansyah,SST,[Link]
DI SUSUN OLEH :
1. RATU WARDA SAHIRAH (P00620223035)
2. ABURIZAL (P00620223001)
PROGRAM STUDI [Link] KEPERAWATAN BIMA
POLITEKNIK KESEHATAN MATARAM
KEMENTRIAN KESEHATAN RI
TAHUN 2025
i
SATUAN ACARA PENYULUHAN
I. IDENTIFIKASI MASALAH
Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit akibat penumpukan glukosa
dalam darah dan terjadi akibat tubuh tidak memproduksi cukup insulin, atau
tidak bisa mempergunakan insulin secara tepat yang ditandai dengan kondisi
hiperglikemia dengan gejala khas yaitu buang air kecil terus menerus (dalam
jumlah banyak) dengan rasa manis (kencing manis) (Rudy dan Richard,
2015). Diabetes diklasifikasikan menjadi Diabetes tipe 1 yang terjadi akibat
penghancuran autoimun dari sel β penghasil insulin; Diabetes tipe 2 akibat
gangguan sekresi insulin yang menyebabkan resistensi insulin; Diabetes
Gestasional yang terjadi pada saat kehamilan; dan Diabetes tipe lain yang
terjadi akibat kelainan genetik maupun infeksi.
Seseorang yang menderita Diabetes Melitus akan terganggu kualitas
hidupnya. Pasien dengan DM tipe 2 umumnya merasa terganggu secara fisik,
psikologis, hubungan sosial, serta lingkungan, dimana hal tersebut merupakan
dimensi dari kualitas hidup. Penderita Diabetes 2 yang sudah terdiagnosa
selama lebih dari 5 tahun akan merasa jenuh dan tertekan karena harus
melakukan pengobatan berulang tetapi kesehatannya tidak segera membaik
(Andri dkk., 2021).
II. TUJUAN
1. Mengetahui dan memahami pengertian diabetes melitus
2. Mengetahui dan memahami penyebab diabetes melitus
3. Mengetahui dan memahami tanda dan gejala diabetes melitus
4. Mengetahui dan memahami penatalaksanaan serta pencegahan diabetes
melitus
III. MATERI
Terlampir
IV. METODE
Metode yang digunakan dalam penyuluhan :
ii
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
V. MEDIA
Media yang digunakan dalam penyuluhan :
1. Lcd
2. Leaflet
3. Ppt
VI. KEGIATAN PEMBELAJARAN
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1 3 menit Pembukaan:
a) Memberi salam Menjawab salam
b) Perkenalan
c) Menjelaskan tujuan Mendengarkan dan
penyuluhan memperhatiakn materi yang
d) Menyebutkan materi / pokok disampaikan
bahasan yang akan
disampaikan
2 15 menit Pelaksanaan / penyampaian
materi: Menyimak dan memperhatikan
a) Pengertian diabetes melitus
b) Penyebab diabetes melitus
c) Tanda dan gejala diabetes
melitus
d) Penatalaksanaan diabetes
melitus
e) Pencegahan diabetes melitus
iii
3 10 menit Evaluasi
a) Memberi kesempatan untuk Peserta bertanya mengenai
bertanya masalah yang belum dipahami
b) Melakukan Tanya jawab Mendengarkan dan
untuk mengetahui memperhatikan
pemahaman
c) Membacakan kesimpulan
hasil penyuluhan
4 2 menit Penutup Peserta menjawab salam
Mengakhiri pertemuan dengan
mengucapkan terimakasih dan
salam
VII. EVALUASI
1. Apa saja penyebab diabetes melitus ?
2. Bagaimana tanda dan gejaladiabetes melitus ?
3. Bagaimana cara mencegahdiabetes melitus ?
iv
MATERI PENYULUHAN
A. Pengertian Penyakit Tipus
Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar
gula darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia.
Akan tetapi, pada penderita diabetes, glukosa tersebut tidak dapat digunakan
oleh tubuh.
Kadar gula (glukosa) dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin
yang diproduksi pankreas. Namun, pada penderita diabetes, pankreas tidak
mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel- sel
tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.
B. Penyebab penyakit tifus
Kadar gula darah normal yaitu kurang dari 100 mg/dL.
Apabila kadar gula darah sudah mencapai 100-125 mg/dL
berarti masuk status prediabetes. Sementara itu, kadar gula
darah yang mencapai 126 mg/dL ke atas sudah tergolong
diabetes.
Kadar gula darah tinggi dikenal sebagai
[Link] dasarnya hiperglikemia adalah kondisi
ketika kadar gula dalam darah meningkat atau berlebihan.
Penyebab gula darah tinggi pada diabetes terjadi akibat
gangguan dalam tubuh yang menghalangi kemampuan tubuh
untuk menggunakan glukosa dengan efektif. Kondisi ini
menyebabkan penumpukan glukosa dalam darah.
Pada diabetes tipe 1, gangguan ini terjadi karena sistem
kekebalan tubuh yang biasanya melawan virus atau
bakteri, malah menyerang dan merusak sel-sel penghasil
insulin di pankreas. Akibatnya, tubuh kekurangan atau
bahkan tidak dapat memproduksi insulin, sehingga gula
yang seharusnya diubah menjadi energi menumpuk
dalam darah.
Sementara itu, pada diabetes tipe 2, tubuh dapat
memproduksi insulin, tetapi sel-sel tubuh tidak merespons
insulin dengan baik, kondisi ini dikenal sebagai resistensi
insulin.
1
C. Tanda dan gejala
Mulut kering
Gatal-gatal pada kulit atau timbulnya prurigo
Disfungsi ereksi atai impotensi
Rasa terbakar, kaku, dan nyeri pada kaki
Hipoglikemia reaktif, yaitu hipoglikemia yang terjadi beberapa jam
setelah makan akibat produksi insulin yang berlebihan
Bercak-bercak hitam di sekitar leher, ketiak dan selangkangan yang
menjadi tanda resistensi insulin.
D. Penatalaksanaan
Penatalaksanaan diabetes melitus (DM) dilakukan dengan
menggabungkan beberapa pilar, yaitu: Edukasi, Pola makan sehat, Aktivitas
fisik, Kontrol gula darah, Terapi obat.
Tujuannya adalah agar penderita DM dapat hidup lebih lama dan memiliki
kualitas hidup yang baik. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk
mengelola DM :
Mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter
Memeriksa gula darah secara rutin
Menjaga berat badan yang sehat
Menghindari rokok dan alkohol
Menjaga asupan cairan harian
Melakukan aktivitas fisik secara teratur
Membatasi konsumsi lemak jenuh dan gula
Mengonsumsi makanan yang tinggi serat dan sayuran
Waspada terhadap luka
2
E. Pencegahan
Untuk mencegah penyakit diabetes melitus, Anda dapat menerapkan pola
makan sehat, berolahraga, dan menjaga berat badan ideal. Anda juga dapat
menghindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.
Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah diabetes
melitus :
Konsumsi makanan sehat: Makan makanan yang bergizi, seperti buah-
buahan dan sayuran yang tinggi serat, vitamin, dan antioksidan. Batasi
konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh.
Berolahraga: Lakukan aktivitas fisik secara teratur, seperti berjalan kaki,
berlari, atau berenang. Aktivitas fisik dapat membantu membuat hormon
pengatur gula darah (insulin) menjadi lebih sensitif.
Jaga berat badan: Pertahankan berat badan yang sehat dan hindari
obesitas.
Hindari merokok dan alkohol: Hindari kebiasaan merokok dan
membatasi konsumsi alkohol.
Kelola stres: Kelola stres Anda.
Tes glukosa darah: Rutin melakukan tes glukosa darah dan kadar HbA1c
ke fasilitas kesehatan terdekat.
Tidur cukup: Tidur yang cukup dan berkualitas*dapat menjaga kesehatan
metabolisme gula darah.
Optimalkan vitamin D: Optimalkan kadar vitamin D dalam tubuh.
Vitamin D dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.
3
DAFTAR PUSTAKA
Wong, L. Donna. 2008. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik, Ed. 6. Jakarta: EGC.
Alimul, Hidayat [Link]. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep
dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Alza, Y., Arsil, Y., Marlina, Y., Novita, L., & Agustin, N. D. (2020). Aktivitas Fisik,
Durasi Penyakit, dan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2.
Jurnal Gizido, 12(1), 18-26.