0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan20 halaman

Jenis dan Bentuk Daun Tumbuhan

Dokumen ini menjelaskan tentang daun, termasuk struktur, fungsi, tipe, dan variasi bentuknya. Daun berfungsi sebagai tempat fotosintesis dan menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai obat. Terdapat berbagai jenis daun, seperti daun tunggal dan majemuk, serta variasi dalam bentuk, tepi, dan permukaan daun.

Diunggah oleh

cesialea30
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan20 halaman

Jenis dan Bentuk Daun Tumbuhan

Dokumen ini menjelaskan tentang daun, termasuk struktur, fungsi, tipe, dan variasi bentuknya. Daun berfungsi sebagai tempat fotosintesis dan menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai obat. Terdapat berbagai jenis daun, seperti daun tunggal dan majemuk, serta variasi dalam bentuk, tepi, dan permukaan daun.

Diunggah oleh

cesialea30
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAUN

Apt. Chemayanti Surbakti, [Link]


DAUN
• Daun umumnya berupa lembaran-
lembaran berwarna hijau yang
umumnya melekat pada batang
dan dahan.
• Daun merupakan tempat fotosintesis
yang akan menghasilkan glukosa
serta turunannya dan juga sebagai
reaksi awal pembentukan senyawa
metabolit sekunder. Senyawa
metabolit sekunder inilah yang
berfungsi sebagai obat.
lengkap:
• Upih/pelepah daun (vagina)
• Tangkai daun (petiolus)
• Helaian daun (lamina)

daun

tidak lengkap
Daun memeluk batang pada Sonchus oleraceus (kiri atas), daun duduk pada Calotropis gigantea (kanan atas), Acacia sp
(kiri bawah) dengan A. acacia melanoxylon dengan filodia yang memiliki daun menyirip pada ujungnya dan B. Filodia
pada A. longifolia; daun Mangifera indica (kanan bawah)
Tipe daun
• Daun biasa (foliage leaf) merupakan daun yang
biasanya bewarna hijau dan memiliki fungsi utama
sebagai tempat fotosintesis.
• Daun kotiledon (cotyledonary leaf) merupakan
daun yang berasal dari perkecambahan dan
sebagai cadangan makanan sebelum daun
pertama dibentuk.
• Sisik daun (cataphylls) merupakan daun yang
bisanya memiliki membran yang kering dan bukan
berfungsi untuk fotosintesis.
• Bractea (hypsophyll) merupakan daun yang
terdapat pada sumbu bunga.
• Daun bunga merupakan daun yang bermodifikasi
sebagai Sepals, petals, stamen dan karpel
ditemukan pada bunga.
Bangunan daun (circumscriptio)
Bangun daun tumbuhan berupa : • Memanjang (oblongus)

• Bulat/ bundar (orbicularis). Merupakan daun yang memiliki perbandingan P : L = 2,5 –


3,0 : 1,0. Seperti pada tanaman sirsak (Annona muricata),
Daun seperti merupakan daun dengan perbandingan panjang: dan srikaya (Annona squamosa), pisang (Musa paradisiaca).
leber atau P : L = 1,0 : 1,0. Sebagai cnth pada tanaman teratai
(Nelumbium nelumbo).
• Lanset (lanceolatus)
• Perisai (peltatus).
Merupakan daun yang memiliki perbandingan P : L = 3,0 –
Daun yang biasanya bentuknya bulat, namum memiliki tangkai 5,0 : 1,0. Seperti pada tanaman kamboja (Plumeria
yang tidak tertanaman pada pangkal daun. Seperti pada teratai acuminata), dan oleander (Nerium oleander).
besar dan jarak.
Helaian daun yang meruncing pada bagian ujung sedang
• Jorong (ovalis / ellipticus) bagian tengahnya melebar misalnya pada bambu (Bambusa
sp.) dan Nerium oleander.
Merupakan daun yang memiliki perbandingan panjang : lebar
atau P : L = 1,5 – 2,0 : 1,0. Daun ini dimiliki oleh tumbuhan nangka • Acicular : helaian daun panjang seperti jarum seperti
(Artocarpus heterophylla), nyamplung (Callophyllum inophyllum). terdapat pada Pinus merkussii. Linear helaian daun
pada tipe ini bagian tengah dari helaian lebar dan makin panjang dan sempit seperti terdapat pada rumput
menyempit ke arah ujung seperti jambu biji atau guava (Pisidium (Graminae).
guajava).
Bentuk daun:
A. acicular, B. Linear, C. lanceolata, D. Elliptical, E. Ovate, F. Oblong, G. Rotund, H. Cordata, [Link], J.
Oblique, K. Spathulate.
• Ovate merupakan pada tipe ini lamina daun berbentuk bulat telu,
bagian basal melebar dan bagian ujung menyempit. Misalnya terdapat
pada kemangi (Ocimum), Mawar (Rosa sp.).
• Cordate merupakan memiliki bentuk seperti hati seperti pada sirih (Piper
nigrum).
• Sagittate merupakan helaian daun berbentuk segitiga seperti Sagittaria
• Spathulate merupakan helaian lebar berbentuk seperti sendok seperti
pada Calendula
• Oblique pada tipe ini tulang daun membagi dua helaian daun menjadi
bentuk yang tidak sama seperti ditemukan pada Bignonia, Neem (Nimba)
Margo folii (tepi daun)
tepi daun dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu: integer (rata) dan divisus
(bertoreh/berlekuk).
Toreh daun disebut dengan sinus dan untuk tepi daun yang menonjol keluar disebut dengan
angulus.
Daun bertoreh bisa dibagi menjadi beberapa macam sebagai berikut;
• Serratus (bergerigi), jika sinus dan angulus sama lancipnya;
• Dentatus (bergigi), sinus tumpul dan angulus lancip, contohnya Pluchea indica (beluntas) ;
• Sinuatus (berlekuk menyirip);
• Pinnatipartus (berbagi menyirip);
• Serrulatus (bergerigi halus);
• Biserratus (bergerigi ganda atau rangkap), angulus cukup besar, dan tepinya bergerigi
lagi;
• Crenatus (beringgit), sinus tajam angulus tumpul, contohnya Kalanchoe pinnata (cocor
bebek);
• Undulatus (berombak), jika sinus dan angulusnya sama-sama tumpul;
(a) daun integer (b) daun serratus (c) daun dentatus (d)
• Ciliatus (berambut).
daun sinuatus (e) pinnatipartus (f) daun serrulatus (g)
daun crenatus (h) daun undulatus (i) daun ciliatus.
Apex folii (ujung daun)
Ujung daun bisa bermacam-macam, diantaranya sebagai
berikut.
a) Runcing (acutus); kedua tepi kanan dan kiri ibu tulang daun
bertemu dengan membentuk sudut lancip. Contoh: daun
Lavandula officinalis (Lavender).
b) Meruncing (acuminatus); seperti pada ujung runcing tetapi titik
pertemuan lebih ke depan lagi. Contoh: daun Uncaria gambir
(gambir).
c) Tumpul (obtusus). Contoh: daun Digitalis purpurea.
d) Membulat (rotundatus).Contoh: N. nelumbo.
e) Rompang (truncatus); ujung daun membentuk garis rata.
Contoh: daun Anacardium occidentale (jambu monyet).
f) Terbelah (retusus); ujung daun membentuk [Link]:
Ginkgo biloba.
g) Berduri (mucronatus); ujung daun merupakan suatu duri.
Contoh: daun nanas Ananas comusus (nanas) (a) Daun acutus, (b) daun acuminatus, (c)
daun mucronatus, (d) daun truncates,
dan (e) daun obtusus
Basis folii
Seperti halnya ujung daun, pangkal daun (basis) bisa
berbentuk bermacam-macam seperti;
a. Runcing (acutus); biasanya terdapat pada daun
memanjang, lanset, dan lain-lain.
b. Meruncing (acuminatus); biasanya pada daun bulat
telur sungsang atau bentuk sudip.
c. Tumpul (obtusus); biasanya pada daun bentuk bulat
telur atau jorong.
d. Membulat (rotundatus); biasanya terdapat pada daun
bangun bulat telur,jorong, atau daun bundar
e. Rompang (truncatus); biasanya terdapat pada daun
bangun segitiga, delta, dan tombak.
f. Berlekuk (emarginatus); biasanya terdapat pada daun
bangun jantung, ginjal, dan anak panah. (a) daun acutus, (b) daun rotundatus, (c)
g. Terbelah (retusus): apabila pangkal daun tidak simetris daun emarginatus, (d) daun truncates,
bertemu pada pangkalnya. dan (e) daun retusus.
Nervatio/ Venatio
Berdasarkan susunan tulangnya, daun dapat dibedakan
atas:
a. Daun bertulang menyirip (penninervis), umum
terdapat pada golongan dicotyledonae.
b. Daun menyirip kadang juga bisa melengkung dan
bertemu di satu titik diujung daun (arcuatus).
c. Daun bertulang menjari (palminervis). Contoh: daun
Carica papaya (pepaya) dan Ricinus communis (jarak) L.),
d. Daun bertulang melengkung (cervinervis),umumnya
terdapat pada tumbuhan golongan monocotyledoneae.
Contoh: Limnocharis flava (genjer), Plantago major (daun
sendok), dan Dioscorea hispida (gadung).
e. Daun bertulang sejajar atau lurus (rectinervis), umumnya
terdapat pada golongan rumput (Gramineae) seperti
Oryza sativa (padi).
f. Daun bertulang menyerupai kisi-kisi (reticulatus). (a) daun arcuatus, (b) daun palminervis, (c)
daun rectinervis, (d) daun cervinervis, (e)
daun penninervis, dan (f) daun reticulatus.
Permukaan daun bisa bermacam-macam,
diantaranya sebagai berikut.
a) Licin (laevis), permukaan daun dapat terlihat
mengkilat (nitidus), seperti pada sisi atasdaun
Coffea robusta (kopi) dan Ficus benjamina
(beringin), atau memiliki permukaan suram
(opacus) seperti pada Ipomoea batatas (ketela
Permukaan Daun rambat) atau berselapu lilin (pruinosus) seperti
pada sisi bawah daun Musa paradisiaca (pisang).
b) Kasap (scaber), seperti pada Elepanthopus
scaber (tapak liman).
c) Berbulu (pilosus), seperti pada Melisa officinalis.
d) Bersisik (lepidus), seperti pada sisi bawah daun
Durio zibethinus (durian).
Tapak liman
Daun Majemuk
Berdasarkan jumlah anak daun:
daun tumbuhan dibedakan
menjadi daun majemuk (folium
compositum) dan daun tunggal
(folium simplex).
• Daun tunggal merupakan daun
yang pada tangkai daun hanya
terdapt satu helaian daun.
• Daun majemuk merupakan daun
yang dalam satu tangkai daun
terdapat lebih dari satu helaian
daun.
Bagian- bagian daun majemuk:
• Ibu tangkai daun (petiolus communis)
Merupakan tempat melekatnya anak
daun.
• Tangkai anak daun (petiololus): Cabang-
cabang ibu tangkai daun yang
mendukung anak daun.
• Anak daun (foliolum) merupakan helaian
daun sesungguhnya.
• Upih daun bagian dibawah ibu tangkai
daun biasanya memeluk batang, spt
pada pinang
Daun majemuk menurut susunan anak daun pada ibu tangkainya dibedakan
menjadi empat golongan sebagai berikut;
a. Daun Majemuk Menyirip (pinnatus), yaitu daun majemuk yang anak daunnya
terdapat di kanan kiri ibu tangkai daun, seperti sirip ikan.
b. Daun Majemuk Menjari (palmatus), yaitu daun majemuk yang semua anak
daunnya tersusun memencar pada ujung ibu tangkai seperti letaknya jari-jari
pada tangan.
c. Daun Majemuk Bangun Kaki (pedatus), yaitu adalah daun majemuk yang
mempunyai susunan daun seperti daun majemuk menjari. 2 anak daun paling
pinggir tidak duduk pada ibu tangkai, tetapi duduk pada tangkai anak daun
yang disampingnya, seperti pada Araceae (Arisaema filiforme).
d. Daun Majemuk Campuran (digitato pinnatus), daun majemuk ganda yang
mempunyai cabang ibu tangkai memencar seperti jari dan terdapat pada
ujung ibu tangkai daun, tetapi pada cabang-cabang ibu tangkai terdapat
anak-anak daun yang tersusun menyirip. seperti pada daun Puteri Malu
(Mimosa pudica).
Gambar atas: Daun tunggal (simple) atau majemuk: tunggal menjari (palmately compound),
menjari dengan 3 helai daun (palmately trifoliolate/ternate), menyirip dengan 3 helai daun
(pinnately trifoliolate), dan majemuk ganda (biternate).
Gambar bawah: Daun majemuk menyirip ganjil (odd-pinnate), majemuk menyirip genap
(even-pinnate), majemuk menirip ganda 2 (bipinnate), dan majemuk menyirip ganda 3
(tripinnate)
Sifat sifat daun lain yang perlu diperhatikan
Warna daun: umumnya berwarna hijau, tetapi ada yang
berwarna merah, hijau kekuningan
• Merah seperti daun bunga buntut kucing
• Hijau bercampur merah seperti daun puring (Puring
variegata)
• Hijau tua seperti daun nyamplung
• Hijau kekuningan seperti daun guni
Pada jenis tanaman tertentu warna daun juga ditentukan oleh
kandungan unsur hara, air dan sinar matahari.
selesai

20

Anda mungkin juga menyukai