LITERASI DAN KETERAMPILAN ABAD KE-21 DI
PENDIDIKAN DASAR
Tugas ini disusun untuk memenuhi mata kuliah
"Komputer Aplikasi"
Di susun oleh :
Rosila Antika (2205010180)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN STKIP ALMAKSUM LANGKAT
2024/2025
BAB I
PENDAHULUAN
Pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam membangun kompetensi
dan karakter peserta didik. Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang berkembang
pesat, kebutuhan akan keterampilan abad ke-21 menjadi semakin krusial. Literasi
tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup
pemahaman terhadap teknologi, informasi, serta kemampuan berpikir kritis dan
kreatif. Oleh karena itu, pendidikan dasar harus mampu memberikan bekal literasi
yang luas kepada siswa agar mereka dapat beradaptasi dengan perkembangan
zaman.
Selain literasi, keterampilan abad ke-21 mencakup berbagai aspek seperti
kolaborasi, komunikasi, pemecahan masalah, dan inovasi. Kemajuan teknologi dan
informasi menuntut peserta didik untuk memiliki kemampuan belajar yang fleksibel
dan adaptif. Tanpa keterampilan ini, lulusan pendidikan dasar akan kesulitan dalam
menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan dinamis. Oleh
sebab itu, sistem pendidikan harus terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan
tuntutan global yang berubah dengan cepat.
Disini saya akan membahas pentingnya literasi dan keterampilan abad ke-
21 dalam pendidikan dasar, serta bagaimana keterampilan ini dapat diintegrasikan
ke dalam sistem pembelajaran. Selain itu, akan dibahas pula tantangan yang
dihadapi dalam implementasi keterampilan ini serta strategi untuk mengatasi
berbagai hambatan yang ada. Dengan pemahaman yang lebih mendalam,
diharapkan sistem pendidikan dapat semakin siap dalam mempersiapkan generasi
penerus yang kompeten dan berdaya saing tinggi.
1
BAB II
KERANGKA TEORITIS
Literasi abad ke-21 merupakan konsep yang lebih luas dari sekadar
kemampuan membaca dan menulis. Literasi dalam konteks ini mencakup berbagai
aspek, seperti literasi digital, literasi sains, dan literasi finansial. Literasi digital
memungkinkan peserta didik memahami dan menggunakan teknologi dengan bijak,
sementara literasi sains dan numerasi membekali mereka dengan pemahaman yang
kuat terhadap konsep ilmiah dan matematika. Selain itu, literasi finansial menjadi
keterampilan esensial dalam membantu siswa memahami pengelolaan keuangan
sejak dini.
Selain literasi, keterampilan abad ke-21 juga mencakup kemampuan
berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Keterampilan berpikir kritis
memungkinkan siswa untuk menganalisis informasi dengan lebih mendalam dan
menemukan solusi atas berbagai masalah. Kreativitas menjadi faktor utama dalam
menciptakan inovasi, yang sangat dibutuhkan di era yang terus berkembang.
Kemampuan komunikasi dan kolaborasi juga menjadi sangat penting karena dunia
kerja dan kehidupan sosial semakin menuntut kerja sama tim dan interaksi yang
efektif.
Dalam penerapannya, pengembangan literasi dan keterampilan abad ke-21
dalam pendidikan dasar harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
Kurikulum perlu disesuaikan agar dapat mengakomodasi berbagai keterampilan
tersebut, baik melalui mata pelajaran yang telah ada maupun melalui pendekatan
pembelajaran berbasis proyek. Pendekatan ini dapat membantu siswa
mengembangkan keterampilan yang relevan dengan dunia nyata, sehingga mereka
lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
Bahwa Literasi menjadi bagian terpenting dalam sebuah proses
pembelajaran, utamanya dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21. Tujuan
Umum adalah menumbuh kembangkan budi pekerti peserta didik melalui
2
pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi
Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat 1.
Lebih lanjut, keterampilan abad ke-21 menuntut pendekatan pembelajaran
yang lebih interaktif dan berbasis pengalaman. Guru perlu berperan sebagai
fasilitator yang membimbing siswa dalam mengeksplorasi dan mengembangkan
potensi mereka. Metode pembelajaran yang inovatif, seperti flipped classroom,
gamifikasi, dan pembelajaran berbasis masalah, dapat menjadi solusi untuk
meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian,
literasi dan keterampilan abad ke-21 dapat lebih optimal diterapkan dalam
pendidikan dasar.
1
Muliastrini, “NEW LITERACY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU
PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI ABAD 21.”
3
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pentingnya Literasi dalam Pendidikan Dasar
Literasi memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan dasar karena
menjadi dasar bagi pemahaman dan penguasaan semua mata pelajaran.
Kemampuan membaca, menulis, dan memahami teks memungkinkan siswa untuk
menyerap informasi dengan lebih baik. Literasi yang kuat membantu siswa dalam
mengeksplorasi berbagai sumber belajar serta meningkatkan daya pikir kritis
mereka terhadap suatu konsep atau permasalahan.
Selain sebagai dasar pembelajaran, literasi juga berdampak pada
perkembangan akademik dan sosial siswa. Siswa dengan tingkat literasi yang baik
cenderung lebih mudah memahami materi pelajaran dan mampu mengembangkan
keterampilan berpikir kritis serta analitis. Secara sosial, literasi juga membantu
siswa dalam berkomunikasi dengan lebih efektif, memahami perspektif orang lain,
dan berkontribusi dalam diskusi atau kerja sama tim.
Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. Banyak
manfaat yang bisa diperoleh jika seseorang mengenyam pendidikan. Di antara
manfaat pendidikan adalah bisa membedakan mana hal yang baik dan yang tidak
baik bagi dirinya, misalnya dalam perilaku, bertutur, mengambil keputusan, dan
sebagainya. Orang yang memiliki pendidikan tentu akan merasakan manfaatnya
dalam kehidupannya 2.
Oleh karena itu, pendidikan dasar harus menanamkan budaya literasi sejak
dini melalui berbagai strategi seperti membaca bersama, penggunaan teknologi
dalam pembelajaran, serta pendekatan kreatif dalam mengajarkan keterampilan
membaca dan menulis. Dengan demikian, siswa akan memiliki kemampuan literasi
yang kuat untuk mendukung perkembangan akademik dan sosial mereka di masa
depan.
2
Ramadhani Kurniawan and Afi Parnawi, “Manfaat Literasi Untuk Meningkatkan Mutu
Pendidikan.”
4
B. Integrasi Keterampilan Abad ke-21 dalam Kurikulum Pendidikan Dasar
Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang mempersiapkan
generasi yang memiliki keterampilan abad 21(berpikir kritis dan pemecahan
masalah, komunikasi, kolaborasi, 5 kreativitas dan inovasi). Namun, apakah benar
ketrampilan abad 21 merupakan sesuatu yang baru? Sejatinya keterampilan abad
21 bukan hal yang baru dalam dunia pendidikan 3.
Kurikulum pendidikan dasar perlu dirancang sedemikian rupa agar dapat
mengintegrasikan keterampilan abad ke-21 secara efektif. Salah satu strategi yang
dapat diterapkan adalah pembelajaran berbasis proyek, di mana siswa diajak untuk
mengembangkan solusi kreatif terhadap permasalahan nyata yang relevan dengan
kehidupan mereka. Metode ini tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik
tetapi juga mengasah keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi.
Penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga menjadi aspek penting
dalam integrasi keterampilan abad ke-21. Dengan adanya teknologi digital, siswa
dapat mengakses informasi lebih luas, berlatih berpikir kritis, serta meningkatkan
kreativitas melalui berbagai platform pembelajaran daring. Guru juga dapat
memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih
interaktif dan menyenangkan.
Selain itu, metode pembelajaran interaktif seperti diskusi kelompok,
simulasi, dan permainan edukatif juga perlu diterapkan dalam kurikulum. Metode
ini membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama,
serta pemecahan masalah, yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan di
era modern.
3
Mahanal, “PERAN GURU DALAM MELAHIRKAN GENERASI EMAS DENGAN
KETERAMPILAN ABAD 21*).”
5
C. Tantangan dalam Mengembangkan Literasi dan Keterampilan Abad ke-
21
Salah satu tantangan utama dalam pengembangan literasi dan keterampilan
abad ke-21 adalah kesenjangan akses terhadap teknologi. Tidak semua sekolah,
terutama di daerah terpencil, memiliki fasilitas teknologi yang memadai. Hal ini
menyebabkan kesenjangan dalam pengalaman belajar siswa, di mana mereka yang
tidak memiliki akses teknologi berisiko tertinggal dalam mengembangkan
keterampilan digital.
Selain itu, kesiapan pendidik dalam mengajarkan keterampilan baru juga
menjadi tantangan yang signifikan. Banyak guru masih terbiasa dengan metode
pembelajaran konvensional dan belum sepenuhnya memahami cara
mengintegrasikan keterampilan abad ke-21 ke dalam pengajaran mereka. Oleh
karena itu, diperlukan pelatihan dan pendampingan bagi pendidik agar mereka
mampu menerapkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif.
Berbagai tantangan yang dihadapi dalam Penerapan Literasi dan
Keterampilan Abad ke-21. Berikut adalah beberapa poin pentingnya:
1. Perubahan Mindset Guru
Pergeseran menuju model pembelajaran berbasis keterampilan abad ke-21
(KB21) menuntut perubahan mindset guru yang signifikan. Dari metode tradisional
yang berpusat pada guru, guru kini perlu mengadopsi pendekatan yang lebih
berpusat pada siswa dan berorientasi pada pengembangan KB21.
2. Ketersediaan Infrastruktur dan Sumber Daya
Kurangnya akses terhadap perangkat teknologi, internet, dan materi
pembelajaran digital yang memadai merupakan salah satu hambatan terbesar dalam
implementasi model pembelajaran berbasis keterampilan abad ke-21. Hal ini dapat
menimbulkan kesenjangan dalam kualitas pendidikan dan menghambat pencapaian
tujuan KB21. Dampak negatif dari kurangnya infrastruktur dan sumber daya, siswa
di daerah terpencil dan prasejahtera mungkin tidak memiliki perangkat teknologi
atau koneksi internet yang memadai untuk mengakses platform pembelajaran
digital dan sumber daya online.
6
3. Kurangnya Pemahaman Guru Tentang Pembelajaran Berbasis Keterampilan
Abad ke-21
Kurangnya pemahaman guru tentang pembelajaran berbasis keterampilan
abad ke-21 (KB21) merupakan hambatan selanjutnya dalam implementasi
kurikulum baru di Indonesia.
4. Kurikulum dan Penilaian
Kurikulum yang ada saat ini dianggap belum sepenuhnya mengakomodasi
penerapan pembelajaran berbasis keterampilan abad ke-21 (KB21) secara
menyeluruh. Hal ini dikarenakan KB21 memiliki fokus yang berbeda dengan
kurikulum sebelumnya, yaitu pada pengembangan keterampilan
5. Keterampilan Digital Siswa
Tantangan selanjutnya dalam implementasi penerapan pembelajaran
berbasis keterampilan abad ke-21 adalah kemampuan digital siswa yang beragam
menjadi salah satu tantangan utama yang perlu dipertimbangkan. Indonesia
memiliki populasi pengguna internet terbesar keempat di dunia. Jika melihat data
dari survei nasional literasi digital 2022 oleh Kominfo menunjukkan bahwa indeks
literasi digital nasional Indonesia berada di angka 38,28%, termasuk kategori
"berawalnya terampil". Kemudian penetrasi internet di Indonesia pada Januari 2024
mencapai 185 juta pengguna, dengan mayoritas pengguna berusia 15-49 tahun.
sedangkan kepemilikan smartphone di Indonesia mencapai 87,19% pada tahun
2023. Dan penggunaan internet pada anak usia 10-17 tahun di Indonesia mencapai
93,1% pada tahun 2023 4.
Tantangan lainnya adalah adaptasi kurikulum yang sesuai dengan
kebutuhan masa depan. Kurikulum yang ada sering kali belum sepenuhnya
mencerminkan perkembangan teknologi dan tuntutan global. Oleh sebab itu,
diperlukan kebijakan yang fleksibel dan dinamis untuk memastikan bahwa
pendidikan dasar mampu membekali siswa dengan keterampilan yang relevan.
4
Arkanudin, Beko Ahmad, and Asmuni, “TANTANGAN DAN PELUANG
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KETERAMPILAN ABAD
KE-21 PADA MATA PELAJARAN FIQH.”
7
D. Strategi Implementasi di Sekolah Dasar
Untuk mengatasi tantangan tersebut, sekolah perlu memberikan pelatihan
kepada guru dalam pemanfaatan teknologi. Guru harus diberikan akses ke pelatihan
dan sumber daya yang memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan
mengajar berbasis teknologi. Dengan demikian, mereka dapat menciptakan
pengalaman belajar yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Selain itu, penerapan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology,
Engineering, Mathematics) dapat menjadi solusi untuk meningkatkan keterampilan
abad ke-21. Melalui pendekatan ini, siswa diajak untuk berpikir analitis,
memecahkan masalah, serta mengembangkan kreativitas dalam berbagai aspek
pembelajaran.
Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat juga menjadi faktor
kunci dalam keberhasilan implementasi literasi dan keterampilan abad ke-21.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, siswa akan mendapatkan pengalaman
belajar yang lebih luas dan dapat lebih siap menghadapi dunia yang terus
berkembang.
Strategi diartikan sebagai rancangan yang memuat rangkaian kegiatan yang
didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi implementasi
kurikulum berarti rancangan kegiatan untuk melaksanakan kurikulum secara efektif
dan efisien. Implementasi kurikulum berarti penerapan kurikulum dalam proses
pembelajaran yang dapat memberi pengaruh terhadap perubahan perilaku peserta
didik 5.
5
Sudirman, “STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM.”
8
BAB IV
SIMPULAN
Literasi dan keterampilan abad ke-21 merupakan aspek krusial dalam
pendidikan dasar yang harus dikembangkan secara optimal. Literasi tidak hanya
sebatas membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi digital, finansial, dan
sains yang penting bagi kesiapan siswa menghadapi era modern. Dengan penguatan
literasi sejak dini, siswa akan lebih siap dalam memahami berbagai informasi yang
semakin kompleks.
Integrasi keterampilan abad ke-21 dalam kurikulum pendidikan dasar
menjadi langkah penting untuk menyesuaikan sistem pembelajaran dengan tuntutan
zaman. Pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan teknologi digital, serta metode
pembelajaran interaktif menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan
keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi siswa.
Meskipun demikian, implementasi literasi dan keterampilan abad ke-21
masih menghadapi berbagai tantangan. Faktor seperti kesenjangan akses terhadap
teknologi, kesiapan pendidik, serta kurangnya dukungan kebijakan dapat menjadi
hambatan. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan
masyarakat dalam mengatasi berbagai kendala ini.
Keberhasilan penerapan keterampilan abad ke-21 dalam pendidikan dasar
sangat bergantung pada sinergi antara berbagai pihak, termasuk guru, orang tua,
dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan dukungan yang memadai serta inovasi
dalam metode pembelajaran, pendidikan dasar dapat menjadi wadah yang optimal
dalam membentuk generasi yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi
tantangan masa depan.
9
DAFTAR PUSTAKA
Arkanudin, Ari, Hendro Beko Ahmad, and Asmuni Asmuni. “TANTANGAN DAN
PELUANG IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN
BERBASIS KETERAMPILAN ABAD KE-21 PADA MATA
PELAJARAN FIQH.” Al-Bustan: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 2
(September 20, 2024): 188–214. [Link]
Mahanal, Susriyati. “PERAN GURU DALAM MELAHIRKAN GENERASI
EMAS DENGAN KETERAMPILAN ABAD 21*),” n.d.
Muliastrini, N K E. “NEW LITERACY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN
MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI ABAD 21” 4, no. 1
(2020).
Ramadhani Kurniawan and Afi Parnawi. “Manfaat Literasi Untuk Meningkatkan
Mutu Pendidikan.” Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya 2, no. 1
(February 21, 2023): 184–95. [Link]
Sudirman, H. Sudirman. “STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM: SUATU
KAJIAN PERSPEKTIF TEORI DI SEKOLAH DASAR.” Adaara:
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 9, no. 2 (August 1, 2019): 936–
51. [Link]
10