-->
By Zenius Untuk Guru on
March 2, 2022
0
Problem Based Learning, Belajar Melalui Masalah –
Zenius untuk Guru
Halo Bapak dan Ibu Guru, bagaimana kegiatan pembelajarannya? Semoga
tetap semangat ya meskipun kondisi cuaca lagi tidak menentu, kadang
panas lalu tiba-tiba hujan.
Ngomong-ngomong soal hujan, pernahkah Bapak dan Ibu Guru bersama
siswa memikirkan bagaimana proses itu terjadi? Dari cuaca panas terik,
tiba-tiba muncul awan gelap yang menutupi sinar matahari. Tidak lama,
muncul petir dan berakhir dengan hujan.
Nah, ketika kita melihat peristiwa itu dan mencoba berpikir serangkaian
penyebabnya, kegiatan itu mewakilkan apa yang disebut dengan Problem
Based Learning (PrBL).
Problem based learning atau pembelajaran berbasis masalah
merupakan salah satu metode pembelajaran yang pelaksanaannya
meliputi deskripsi masalah, motivasi untuk mengetahui lebih lanjut,
dan pengaktifan pengetahuan sebelumnya lewat proses pemikiran
masalah.
Dengan kata lain, masalah yang ada memunculkan keinginan untuk kita
mencari tahu informasi lebih lanjut agar mendapat pengetahuan baru.
Penasaran tentang metode pembelajaran ini? Yuk, kita bahas lebih lanjut.
Daftar Isi
Apa Itu Problem Based Learning?
5 Karakteristik Problem Based Learning
Perbedaan Problem Based Learning dan Project Based
Learning
Langkah-langkah Penerapan Problem Based Learning
Apa Itu Problem Based Learning?
Problem based learning pertama kali dikenalkan pada tahun 1969 di
sekolah kedokteran McMaster University, Hamilton, Kanada. Sejak itu,
banyak universitas dan sekolah di seluruh dunia yang menggunakan
metode pembelajaran ini sampai sekarang.
Dalam Strategi Pembelajaran Problem Based Learning (2020), problem
based learning diartikan sebagai metode pembelajaran yang
mengarahkan siswa untuk mendapatkan ilmu baru dari analisis berbagai
pengetahuan dan pengalaman belajar yang dimiliki, serta
menghubungkannya dengan permasalahan belajar yang diberikan guru.
Siklus dari problem based learning. (Arsip Zenius)
Pembelajaran berbasis masalah dikembangkan untuk memberikan siswa
pengalaman belajar yang mengutamakan kemampuan analisis materi
secara mandiri. Dengan adanya permasalahan yang nyata, mereka bisa
belajar berpikir kritis, mengembangkan keterampilan memecahkan
masalah, dan memperoleh pengetahuannya sendiri.
Baca Juga: Pembelajaran Kontekstual, Keterkaitan Materi dengan
Kehidupan Nyata
5 Karakteristik Problem Based Learning
Seperti halnya metode pembelajaran yang lain, pembelajaran berbasis
masalah mempunyai ciri-ciri khusus seperti yang tertera di gambar.
Karakteristik problem based learning. (Arsip Zenius)
Dari kelima karakteristik di atas, fokus utama pembelajaran berbasis
masalah bukanlah untuk menghafal materi melainkan pada kegiatan
siswa dalam menemukan pengetahuan barunya melalui proses berpikir,
berkomunikasi, mengolah data, dan menyimpulkan solusi.
Tapi, problem based learning memiliki karakteristik yang mirip dengan
metode project based learning (pembelajaran berbasis proyek) di mana
siswa diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan. Terus, apa yang
membedakan keduanya?
Baca Juga: Mengenal Ragam Strategi Pembelajaran di Masa PTM
Perbedaan Problem Based Learning dan Project Based Learning
Meskipun sebelumnya sudah mengetahui karakteristik problem based
learning, kita mungkin masih bingung tentang perbedaannya dengan
metode project based learning. Mari kita cek bersama, di mana letak
perbedaannya?
Pembelajaran berbasis masalah melihat masalah dunia nyata dan siswa
mengeksplorasi solusi melalui pendekatan berbasis inkuiri. Nah,
pembelajaran berbasis proyek melakukan hal yang sama tetapi
menambahkan unsur keterlibatan langsung siswa untuk mengaplikasikan
solusinya.
Perbedaan problem based learning dengan project based learning. (Arsip Zenius)
Sebuah metode pembelajaran akan lebih mudah dipahami saat kita sudah
mengetahui langkah-langkah untuk menerapkannya. Maka dari itu,
langsung saja kita bahas, bagaimana cara menerapkan problem based
learning dalam kelas?
Baca Juga: Metode Mengajar yang Efektif Sesuai Kebutuhan Siswa
Langkah-langkah Penerapan Problem Based Learning
Dalam penerapannya, ada beberapa langkah yang harus dilakukan.
Langkah-langkah ini biasanya disebut dengan sintaks problem based
learning.
Ada 6 langkah yang perlu kita lakukan untuk menerapkan model
pembelajaran berbasis masalah, di antaranya:
1. Menyampaikan tujuan dan mengenalkan masalah.
2. Mengorganisasikan siswa untuk belajar, baik dalam kelompok atau
individu.
3. Memfasilitasi kegiatan siswa dalam mengidentifikasi masalah dan
menyusun berbagai rencana penyelesaiannya.
4. Melakukan pendampingan terhadap siswa untuk mengumpulkan
informasi dan juga data yang berhubungan dengan rencana.
5. Memberikan kesempatan bagi siswa untuk menyajikan hasil
pembelajarannya.
6. Mengarahkan siswa untuk memeriksa dan mengevaluasi berbagai
kegiatan yang sudah dilakukan.
Sementara itu, Trianto dalam Problem-Based Learning di Masa
Pandemi (2021) membagi sintaks model pembelajaran berbasis masalah
ke dalam 5 tahap yang secara detail bisa dilihat melalui gambar di bawah
ini.
Sintaks problem based learning. (Arsip Zenius)
Lewat problem based learning, siswa belajar untuk menganalisis dan
memecahkan masalah yang relevan dengan tujuan pembelajaran,
memperoleh pengetahuan baru, serta mengembangkan keterampilan
mengarahkan diri yang diperlukan untuk pembelajaran seterusnya.
Mengambil kutipan terkenal dari Albert Einstein, “If I had an hour to solve
a problem, I’d spend 55 minutes thinking about the problem and 5
minutes thinking about solutions,” belajar dari sebuah masalah
mengarahkan siswa untuk mendapatkan petunjuk tentang solusi
permasalahan itu sendiri.
Bagaimana, apakah tertarik untuk mencoba problem based learning di
kelas? Coba tuliskan pendapat Bapak dan Ibu Guru tentang metode
pembelajaran ini di kolom komentar ya!
Oh iya, dalam kegiatan pembelajaran, Bapak dan Ibu Guru bisa
memanfaatkan Zenius untuk Guru (ZenRu), lho. Ada kelas virtual di mana
kita bisa membagikan video materi pembelajaran dan soal-soal ke siswa.
Tersedia juga fitur penilaian yang memudahkan proses penugasan serta
laporannya bisa dilihat langsung. Jadi, jangan lupa untuk gunakan fitur-
fitur ZenRu dalam pembelajaran ya!