0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan46 halaman

Dimensi Pola dalam Seni Rupa

Modul ajar ini berfokus pada pembelajaran menggambar pola dalam seni rupa untuk siswa kelas 2 SD dengan tujuan agar peserta didik memahami pengertian pola, alat yang digunakan, dan berbagai jenis pola. Materi mencakup keseimbangan simetris, asimetris, segitiga, dan terpusat, serta alat menggambar seperti pensil, krayon, dan kertas gambar. Kegiatan pembelajaran meliputi eksplorasi, pembuatan kolase, dan penilaian hasil karya siswa.

Diunggah oleh

idiahafrina01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan46 halaman

Dimensi Pola dalam Seni Rupa

Modul ajar ini berfokus pada pembelajaran menggambar pola dalam seni rupa untuk siswa kelas 2 SD dengan tujuan agar peserta didik memahami pengertian pola, alat yang digunakan, dan berbagai jenis pola. Materi mencakup keseimbangan simetris, asimetris, segitiga, dan terpusat, serta alat menggambar seperti pensil, krayon, dan kertas gambar. Kegiatan pembelajaran meliputi eksplorasi, pembuatan kolase, dan penilaian hasil karya siswa.

Diunggah oleh

idiahafrina01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL

Kurikulum Merdeka

Mata Pelajaran Seni Rupa

Bab Menggambar Pola

Materi Pokok  Pengertian Pola


 Alat untuk membuat pola
 Macam-macam pola

A. Capaian Pembelajaran
 Peserta didik dapat memahami pola
 Peserta didik mengetahui alat untuk membuat pola
 Peserta didik mengetahui macam-macam pola

B. Materi

Salah satu komposisi dalam seni rupa adalah keseimbangan.

Keseimbangan dibagi menjadi beberapa pola.

Pengertian pola dalam seni rupa adalah suatu bentuk yang digunakan untuk
menghasilkan karya seni.

Pola juga diartikan sebagai kumpulan bentuk, warna, atau garis yang dibuat
berulang sehingga tercipta efek visual harmonis.

Jenis-Jenis Pola dalam Seni Rupa

Keseimbangan merupakan kesamaan dari unsur yang saling berlawanan,


namun saling melengkapi dan membentuk satu kesatuan. Untuk menciptakan
keseimbangan, diperlukan beberapa pola sebagai berikut.

1. Pola Keseimbangan Simetris


Pola keseimbangan simetris menggambarkan dua bagian bentuk, ukuran, dan
jarak yang sama pada suatu susunan. Pada pola ini, fokus atau titik
perhatiannya berada di tengah dan unsur-unsur lain diletakkan di bagian kiri
dan kanan bidang atau atas dan bawah bidang.

2. Pola Keseimbangan Asimetris

Pola keseimbangan asimetris menggambarkan kesan dinamis dan tidak formal.


Pola ini memiliki fokus yang berada di tengah dan unsur-unsurnya diletakkan
secara bebas. Meskipun peletakannya bebas, kesan keseimbangan tetap ada.

3. Pola Keseimbangan Segitiga

Pada pola keseimbangan segitiga, keseimbangan tercapai karena terbentuknya


pola atau susunan unsur-unsur rupa yang mengesankan segitiga (segitiga sama
sisi atau segitiga sama kaki).
4. Pola Keseimbangan Terpusat

Pola keseimbangan terpusat bisa menimbulkan fokus yang berada di tengah


dengan cara menyusun unsur rupa secara terpusat. Pada pola ini, kesan yang
ditimbulkan adalah formal dan kaku karena unsur-unsur yang ada cenderung
disusun dengan teratur.

Jadi, pengertian pola dalam seni rupa adalah bentuk yang digunakan
untuk menciptakan karya seni.

1. Pensil

Umumnya, pensil yang kerap digunakan menggambar adalah pensil H dan


B. Kedua jenis pensil ini memiliki fungsi berbeda dalam aktivitas
menggambar. Pensil H bersifat keras sehingga cocok untuk membuat garis
tipis. Sementara itu, pensil B bersifat lunak, berfungsi untuk membuat garis
tebal atau hitam pekat.

2. Pensil Warna
Sebagaimana namanya, pensil warna berfungsi untuk mewarnai gambar dengan
cara gradasi. Lazimnya, pemberian warna dengan pensil ini dari arah gelap,
kemudian berlanjut ke arah lebih terang atau sebaliknya.

3. Krayon

Umumnya, krayon terbagi menjadi dua, yaitu krayon pensil dan krayon
batangan. Selanjutnya, kedua jenis krayon itu ada yang berbahan lunak dan
ada yang keras. Kesan warna yang dihasilkan krayon ada yang lembut dan
ada juga yang cerah.

4. Pulpen

Selain untuk menulis, pulpen juga dapat digunakan menggambar. Goresan


pulpen memiliki karakter kuat dan kerap dijadikan arsiran.

5. Kertas Gambar Aktivitas menggambar membutuhkan kertas gambar.


Biasanya, kertas gambar berwarna netral, yaitu putih, abu-abu, atau
coklat. Syarat kertas menggambar yang baik adalah yang dapat
menyerap bahan pewarna. Contoh-contoh kertas gambar adalah kertas
padalarang, kertas karton, dan sebagainya. Baca juga: Apa Saja Alat dan
Bahan Berkarya dalam Seni Lukis Teknik-Teknik dalam Proses
Menggambar, Alat, dan Medianya

Macam-macam pola
Modul Ajar Kurikulum Merdeka

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

Nama Penyusun : RUSEMI,[Link]


Sekolah : SDN KLURAK
Mata pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A / II (Dua)
Semester : II (Dua)

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA SENI RUPA FASE


SD KELAS 2

INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun : Nurul Izzah,[Link]


Instansi : SD QURAN QAF
Tahun Penyusunan : Tahun 2023
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase A, Kelas / Semester : II (Dua) / I (Ganjil)
Kegiatan 6 : Menggunting dan Menempel Kolase
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2x35 menit)

B. KOMPETENSI AWAL

Capaian Pembelajaran Fase


Di akhir fase A, peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam, merespon dan
mengekspresikan pengalaman kesehariannya secara visual dalam karya 2 atau 3
dimensi dengan menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris yang menunjukkan
konsep bentuk yang jelas.
Fase A Berdasarkan Elemen

Elemen Capaian Pembelajaran

Mengalami Pada akhir fase A, peserta didik mampu


(Experiencing) mengamati elemen-elemen rupa di lingkungan
kesehariannya dan menuangkan pengalaman
kesehariannya secara visual dengan menggunakan
bentuk-bentuk dasar geometris. Peserta didik
mengeksplorasi alat dan bahan dasar dalam
berkarya seperti kertas, alat menggambar,
mewarnai, membentuk, memotong, dan merekat.

Menciptakan Pada akhir fase A, peserta didik mampu


(Making/Creating) menciptakan karya dengan mengeksplorasi dan
menggunakan elemen seni rupa berupa garis,
bentuk dan warna.

Elemen dan sub-elemen capaian


Mengalami
 A.1. Mengalami, merasakan, merespon, dan bereksperimen dengan aneka sumber.
 A.2 Eksplorasi aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Menciptakan
 C.2 Memilih, menggunakan dan/atau menerapkan berbagai media, bahan, alat,
teknologi dan proses yang sesuai dengan tujuan tertentu.

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

Mandiri : Regulasi Diri


 Saya mencoba bereksperimen dengan bahan yang berbeda

D. SARANA DAN PRASARANA

Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II.

Alat Bahan :
 Kertas berwarna/ buku gambar sebagai dasar
 Kertas berwarna (kertas lipat berwarna atau kertas majalah/koran bekas)
 Gunting
 Perekat (lem, alternatif: sagu atau nasi).

E. TARGET PESERTA DIDIK

 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.

F. MODEL PEMBELAJARAN

 Model pembelajaran tatap muka.

KOMPONEN INTI

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran


 Siswa mampu mengenali, mengidentifikasi dan menggunakan elemen rupa (garis
dan warna) dalam sebuah karya.
 Siswa mengamati, menganalisis fungsi dan menggunakan aneka alat dan bahan di
sekitar yang sesuai untuk keperluan karyanya.
 Siswa mampu mengenali, mengidentifikasi dan menerapkan prinsip desain (pola)
dalam sebuah karya.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

 Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali, mengidentifikasi dan


menggunakan elemen rupa (garis dan warna) dalam sebuah karya, mengamati,
menganalisis fungsi dan menggunakan aneka alat dan bahan di sekitar yang sesuai

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

untuk keperluan karyanya serta mengenali, mengidentifikasi dan menerapkan


prinsip desain (pola) dalam sebuah karya

C. PERTANYAAN PEMANTIK

 Bagaimana cara membuat kolase?

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Eksplorasi (Sekitar 5 menit)

 Fokus pada gambar contoh yang disediakan. Minta siswa untuk mengamati dan
menyebutkan aneka bentuk dan ukuran yang mereka lihat (contoh : lingkaran
kecil, persegi sedang atau segitiga besar). Siswa juga dapat diminta untuk
menyebutkan nama, ukuran dan bentuknya sekaligus (contoh : segitiga merah
kecil)
 Jelaskan kepada siswa bahwa mereka akan membuat kolase, yaitu membuat
gambar dengan menempelkan potongan atau sobekan kertas pada sebuah dasar.
Ingatkan kembali siswa mengenai prosedur keamanan saat bekerja dengan gunting
dan perekat yang telah dipelajari di kelas 1.
Prosedur tersebut adalah :
o Memastikan bagian bilah tajam gunting dalam keadaan tertutup saat
memberikan pada orang lain. Siswa dapat menggenggam bagian bilah tajam
gunting seperti pada gambar.
o Menggunting ke arah luar/menjauh dari diri kita. Tekuk siku untuk menopang
dengan kuat.
o Taruh perekat secara merata di bagian outline atau garis kerangka kertas,
termasuk bagian tengah bentuk berukuran besar. Jika menggunakan perekat
dalam botol, tekan dengan lembut untuk menghindari tumpah.
o Lap tangan sebelum menekan bentuk agar merekat sempurna.
o Tekan secara merata agar merekat sempurna..

Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pembuka
 Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a
doa bersama.
 Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.

2. Kegiatan Inti
 Jelaskan bahwa siswa akan mulai membuat kolase dan mereka dapat
menambahkan gambar pada kolase mereka pada kegiatan minggu
depan.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Pada kegiatan kali ini mereka akan mulai dengan menggunting atau merobek
kertas dan merekatkannya ke kertas dasar
 Siswa akan mulai dengan menggunting atau merobek selembar kertas
menjadi bentuk geometris yang mereka pilih seperti bujur sangkar,
persegi panjang dan segitiga.
 Siswa memotong bentuk yang diinginkan dalam ukuran kecil, sedang dan
besar. Untuk membantu siswa memotong dengan rapi, mereka dapat
memulai dengan melipat kertas dan memotong atau merobek mengikuti
garis lipatan tersebut. Jika siswa mengikuti garis lipatan tersebut, diharapkan
tidak akan ada sampah sisa potongan kertas.
 Sebelum merekatkan potongan atau sobekan kertas pada kertas dasar, ajak
siswa untuk mencoba berbagai kemungkinan tata letak terlebih dahulu.
Misalnya bentuk berukuran besar diletakkan di tengah kertas, dekat
dengan bagian atas atau bawah kertas. Sementara potongan yang lebih
kecil mungkin diletakkan di atas bagian yang besar atau dipisahkan
tersendiri.
 Ajak siswa untuk merekatkan serapi mungkin. Ingatkan kembali
prosedur perekatan yang telah disampaikan di awal kelas.
 Siswa menuliskan nama dan kelas mereka pada karya dan
membersihkan ruang kerja mereka.

3. Kegiatan Penutup
 Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas
yang disampaikan oleh setiap peserta didik.
 Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan
oleh peserta didik.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menyampaikan kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran
tentang aktivitas.
 Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian
memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa
sebagai tanda berakhirnya pembelajaran.

Kegiatan alternatif dan pengayaan

 Selain menggunakan kertas berwarna/kertas origami, siswa juga dapat


menggunakan kertas majalah/ koran bekas. Mereka dapat menggunting
atau merobek bentuk yang mereka sukai. Untuk perekat, siswa yang tidak
dapat membeli lem dapat menggunakan nasi yang dilembutkan atau sagu.
 Siswa yang dapat menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat, dapat membuat
kolase lain dengan mencoba cara yang berbeda dengan sebelumnya. Misalnya
dengan merobek kertas atau melubangi outline bentuk yang diinginkan dengan
menggunakan pensil..
F. BERPIKIR & BEKERJA ARTISTIK, REFLEKSI

Berpikir & bekerja artistik

Siswa dapat mendisplay hasil kerjanya dan berbagi mengenai inspirasi kolase yang

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

dibuatnya.

Refleksi Guru
 Bagaimana saya memastikan keamanan bekerja para siswa saya?
 Mengapa penting bagi saya untuk mengajarkan prosedur penggunaan
dan penanganan gunting?
 Apakah saya sudah mencoba terlebih dahulu untuk melakukan kegiatan yang
saya ajarkan?

G. KARYA SENI DAN OBJEK YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL

Karya seni dan objek yang dapat dijadikan referensi visual

 Karya kolase Andi Sulistiono: Life Style (2014)

H. ASESMEN / PENILAIAN

Asesmen

Belum Memenuhi Menuju Memenuhi Melampaui


Standard Standard Standard Standard
0-49 50-74 75-94 95-100

Karya tidak Karya belum Karya Karya


menunjukkan bentuk menunjukkan menunjukkan menunjukkan
yang jelas dan variasi bentuk konsisten bentuk yang bentuk yang
bentuk/ ukuran. yang jelas dan jelas dan variasi jelas dan variasi
variasi bentuk/ bentuk/ ukuran. bentuk/ ukuran
ukuran. yang kaya

Siswa masih Siswa belum Siswa konsisten Siswa konsisten


memerlukan bantuan konsisten dalam dalam dalam
untuk menggunting menunjukkan menunjukkan menunjukkan
dan menempel secara keterampilan keterampilan keterampilan
mandiri menggunting dan menggunting dan menggunting dan
menempel secara menempel secara menempel
mandiri. mandiri. dengan secara
mandiri.
Masih ada
beberapa bagian Karya sama
karya yang sekali tidak
merekat ke merekat di kertas
kertas lain. lain.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

I. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Kegiatan Pengayaan :
 Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber.
Di antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan
kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang menggunting dan
menempel kolase.

Kegiatan Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan
untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang
belum mecapai CP.

LAMPIRAN

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk!
Siswa meninjau kembali prosedur menggunting dan menempel yang aman dan efektif.
Kemudian siswa mengidentifikasi dan mengeksplorasi bentuk dan ukuran potongan
kertas yang mereka buat. Setelah siswa membuat kolase imajinatif dan unik dari
potongan kertas yang dibuat.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Kolase
Kolase berasal dari bahasa Perancis, Coller
yang artinya menempelkan.
Selain di seni rupa, istilah kolase ini juga
digunakan pada seni musik.
Sebuah karya kolase memiliki ciri
memasangkan atau “menempelkan”
beberapa bentuk dan jenis yang berbeda
hingga membentuk sebuah karya yang
sama sekali baru. Kolase diawali oleh
seniman dunia asal Perancis, George
Braque dan seniman dunia dari Spanyol,
Pablo Picasso di awal abad ini. Mereka
menempelkan potongan surat kabar dan
berbagai material lain pada lukisan mereka. Namun demikian, sesungguhnya kolase
sudah ada jauh sebelum abad ini. Seniman-seniman Jepang sudah melakukannya

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

sejak tahun 1100.


Di Indonesia, kita mengenal beberapa seniman yang menggunakan kolase
sebagai media berekspresi. Sebut saja Ika Vantiani, Andi Sulistiono dan Resatio
Adi Putra. Umumnya mereka menggabungkan suatu material dengan material yang
lain dan menggubah bentuknya sehingga menjadi bentuk baru dengan konteks yang
berbeda dari asalnya. Dalam pembuatan kolase, seniman juga seringkali
menghancurkan suatu material menjadi sesuatu yang benar-benar baru dan bentuk
asalnya tidak bisa dikenali kembali. Terkadang, seniman juga membubuhkan
material yang ditemukan di sekitarnya

C. GLOSARIUM

 Kolase: Kolase adalah teknik yang digunakan untuk membuat sebuah karya
seni dengan menempelkan berbagai bahan material dari kertas, kain, plastik
atau bahkan menggunakan benda yang sudah jadi (ready made object).

D. DAFTAR PUSTAKA

Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis


Publication Inc.
Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis
Publication Inc.
Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth.
New York: Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Program for Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA:
Northeast Foundation for Children.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA SENI RUPA FASE


KELAS 2

INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun : RUSEMI,[Link]
Instansi : SDN KLURAK
Tahun Penyusunan : Tahun 2025
Jenjang Sekolah :
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase A, Kelas / Semester : II (Dua) / I (Ganjil)
Kegiatan 7 : Kolase yang Bercerita
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2x35 menit)

B. KOMPETENSI AWAL

Capaian Pembelajaran Fase


Di akhir fase A, peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam, merespon dan
mengekspresikan pengalaman kesehariannya secara visual dalam karya 2 atau 3 dimensi
dengan menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris yang menunjukkan konsep bentuk
yang jelas.
Fase A Berdasarkan Elemen

Elemen Capaian Pembelajaran

Menciptakan Pada akhir fase A, peserta didik mampu menciptakan


(Making/Creating) karya dengan mengeksplorasi dan menggunakan elemen
seni rupa berupa garis, bentuk dan warna.

Berpikir dan Bekerja Pada akhir fase A, peserta didik mampu mengenali dan
Artistik (Thinking and membiasakan diri dengan berbagai prosedur dasar
Working Artistically) sederhana untuk berkarya dengan aneka pilihan media
yang tersedia di sekitar. Peserta didik mengetahui dan
memahami keutamaan faktor keselamatan dalam bekerja

Elemen dan sub-elemen capaian


Menciptakan
 C.3 Memilih, menggunakan dan/atau menggabungkan aneka media, bahan, alat,
teknologi dan proses yang sesuai dengan tujuan karyanya.

Berpikir dan Bekerja Artistik


 BBA.1 Menghasilkan, mengembangkan, menciptakan, mereka ulang/merekonstruksi
dan mengkomunikasikan ide dengan menggunakan dan menghubungkan hasil proses
mengalami, menciptakan, dan merefleksikan.

Seni Rupa Fase A Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

Bernalar Kritis : Memperoleh dan Memproses Informasi dan Gagasan


 Saya belajar tentang seniman yang berbeda dan periode waktu dalam sejarah seni

D. SARANA DAN PRASARANA

Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II.

Alat Bahan :
 Kertas/Buku gambar.
 Kertas berwarna (kertas lipat berwarna atau kertas majalah/koran bekas).
 Gunting.
 Perekat (lem, alternatif: sagu atau nasi)

E. TARGET PESERTA DIDIK

 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.

F. MODEL PEMBELAJARAN

 Model pembelajaran tatap muka.

KOMPONEN INTI

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran


 Siswa mampu mengenal dan mengeksplorasi warna primer dan sekunder.
 Siswa mampu mengenali dan mengeksplorasi elemen rupa dalam sebuah karya.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

 Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenal dan mengeksplorasi warna primer


dan sekunder serta elemen rupa dalam sebuah karya .

C. PERTANYAAN PEMANTIK

 Apakah ada ide/kesan baru yang timbul ketika melihat kolase berada dalam posisi
baru?

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Eksplorasi (Sekitar 5 menit)

 Ajak siswa untuk mengingat kembali kegiatan sebelumnya mengenai menggunting dan

Seni Rupa Fase A Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

menempel kolase. Tekankan pada bagian keselamatan kerja dan tanggung jawab untuk
menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain saat
 bekerja.
 Tunjukkan salah satu contoh kolase yang telah dibuat. Diskusikan dengan kelas, apa
kesan bentuk/gambar yang mereka tangkap saat sekilas melihat kolase tersebut.
Kemudian putarlah kolase tersebut 90° dan 180°. Diskusikan kembali dengan siswa
mengenai kesan bentuk/ gambar yang mereka tangkap ketika kolase tersebut diputar.
Ambil jeda beberapa detik untuk menanyakan apakah ada ide/kesan baru yang timbul
ketika melihat kolase berada dalam posisi baru?
 Perkenalkan siswa pada kata kesan dan imajinasi. Kesan adalah ketika bagi mereka
gambar seolah menyerupai sesuatu dan imajinasi adalah ketika mereka dapat melihat
sesuatu hal dengan cara yang baru dan berbeda dari biasanya.
 Pada kegiatan ini, siswa membuat kolase yang bercerita, yaitu kolase menampakkan
bentuk yang lebih jelas/ figuratif dan bukan sekadar komposisi bentuk acak. Guru juga
dapat menceritakan mengenai seniman Henri Matisse yang terkenal dengan gayanya
untuk menggambar dengan gunting. Ia menggunting bentuk-bentuk secara langsung
tanpa garis bantu terlebih dahulu. Matisse mengembangkan gaya ini karena kondisi
kesehatan yang tidak memungkinkannya bangun dari tempat tidur atau kursi roda (lihat
bagian lampiran bacaan guru halaman 99).

Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pembuka
 Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a doa bersama.
 Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang akan
berlangsung dalam pembelajaran.

2. Kegiatan Inti
 Siswa mulai membuat kolase dengan mulai menggunting atau merobek selembar
kertas menjadi bentuk geometris yang mereka pilih seperti bujur sangkar,
persegi panjang, dan segitiga.
 Siswa memotong bentuk organik yang diinginkan dalam ukuran kecil, sedang dan
besar. Siswa dapat membuat gambar rencana terlebih dahulu. Dengan cara
demikian, diharapkan tidak ada sampah sisa potongan kertas.
 Sebelum merekatkan potongan atau sobekan kertas pada kertas dasar, ajak siswa
untuk mencoba berbagai kemungkinan tata letak terlebih dahulu. Misalnya
bentuk berukuran besar diletakkan di tengah kertas, dekat dengan bagian atas atau
bawah kertas. Sementara potongan yang
 lebih kecil mungkin diletakkan di atas bagian yang besar atau dipisahkan
tersendiri.
 Ajak siswa untuk merekatkan serapi mungkin. Ingatkan kembali
prosedur perekatan yang telah disampaikan di awal kelas.
 Siswa menuliskan nama dan kelas mereka pada karya dan membersihkan
ruang kerja mereka.

3. Kegiatan Penutup
 Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas yang disampaikan

Seni Rupa Fase A Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

oleh setiap peserta didik.


 Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan oleh
peserta didik.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan
kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran tentang aktivitas.
 Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian
memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa
sebagai tanda berakhirnya pembelajaran.
Kegiatan alternatif dan pengayaan

 Selain menggunakan kertas berwarna/kertas origami, siswa juga dapat


menggunakan kertas majalah/ koran bekas. Mereka dapat menggunting atau
merobek bentuk yang mereka sukai. Untuk perekat, siswa yang tidak dapat membeli
lem dapat menggunakan nasi yang dilembutkan atau sagu.
 Siswa yang dapat menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat, dapat membuat kolase
lain dengan mencoba cara yang berbeda dengan sebelumnya. Misalnya dengan
merobek kertas atau melubangi outline bentuk yang diinginkan dengan
menggunakan pensil..

F. BERPIKIR & BEKERJA ARTISTIK, REFLEKSI

Siswa dapat mendisplay hasil kerjanya dan berbagi mengenai inspirasi kolase yang
dibuatnya.
Refleksi Guru
 Apakah siswa saya telah memahami pentingnya keamanan bekerja dengan
benda tajam?
 Mengapa penting bagi saya untuk mengajarkan prosedur penggunaan dan
penanganan gunting?
 Bagaimana saya dapat menghubungkan sikap seniman Henri Matisse dengan
Profil Pelajar Pancasila?

G. KARYA SENI DAN OBJEK YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL

 Karya kolase Henri Matisse:The Horse

H. ASESMEN / PENILAIAN

Asesmen

Belum Memenuhi Memenuhi Melampaui


Menuju Standard
Standard Standard Standard
50-74
0-49 75-94 95-100

Karya tidak menunjukkan Karya belum Karya menunjukkan Karya menunjukkan


bentuk yang jelas dan menunjukkan bentuk yang jelas bentuk yang jelas
variasi bentuk/ ukuran. bentuk konsisten dan variasi bentuk/ dan variasi bentuk/
yang jelas dan ukuran. ukuran yang kaya.
variasi bentuk/
ukuran.

Seni Rupa Fase A Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Siswa masih memerlukan Siswa masih kurang Siswa cukup Siswa konsisten
bantuan untuk konsisten dalam konsisten dalam dalam menunjukkan
menggunting dan menunjukkan menunjukkan keterampilan
menempel secara mandiri. keterampilan keterampilan menggunting dan
menggunting dan menggunting dan menempel dengan
menempel secara menempel secara rapi secara mandiri.
mandiri. mandiri.

I. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Kegiatan Pengayaan :
 Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Di
antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan
kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang kolase yang
bercerita.

Kegiatan Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk
memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang belum
mecapai CP.
LAMPIRAN

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk!
Siswa menggunakan pengetahuan dan keterampilan menggunting dan menempel yang telah
dipelajari sebelumnya untuk berkolaborasi dalam grup kecil untuk membuat kolase yang
bercerita (drawing with scissor).

Seni Rupa Fase A Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Henri Matisse merupakan seniman dunia yang terkenal. Ia berasal dari Perancis. Henri
Matisse lahir pada tahun 1869 dan meninggal dunia pada tahun 1954.
Henri Matisse menciptakan banyak sekali lukisan, patung dan karya cetak. Karyanya
sangat terkenal. Ia dijuluki sebagai Raja Warna.
Pada tahun 1941, ia diketahui mengalami sakit kanker perut. Karena penyakitnya
tersebut, ia tidak dapat bangun dari tempat tidur atau kursi rodanya. Namun Henri
Matisse tetap bersemangat. Ia menciptakan gambar dengan menggunakan gunting. Henri
Matisse menggunting kertas warna menjadi aneka bentuk. Kemudian ia mengatur dan
menempelkan potongan-potongan tersebut menjadi karya yang indah

Seni Rupa Fase A Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

C. GLOSARIUM

 Kolase: Kolase adalah teknik yang digunakan untuk membuat sebuah karya seni
dengan menempelkan berbagai bahan material dari kertas, kain, plastik atau bahkan
menggunakan benda yang sudah jadi (ready made object).
 Warna Primer : Warna dasar yang tidak dapat diperoleh dari warna apapun
(merah, kuning, biru, putih, hitam).
 Warna Sekunder: Warna yang dihasilkan dari percampuran warna primer (Ungu
dari biru dan merah, Jingga dari kuning dan merah, Hijau dari Biru dan kuning).
 Unsur rupa : Elemen dasar yang membentuk karya seni rupa terdiri dari garis,
bentuk, bidang, ruang, warna, tekstur, nilai (value).

Seni Rupa Fase A Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA SENI RUPA FASE


SD KELAS 2

INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun : RUSEMI,[Link]
Instansi : SDN KLURAK
Tahun Penyusunan : Tahun 2025
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase A, Kelas / Semester : II (Dua) / I (Ganjil)
Kegiatan 8 : Melipat dan Membentuk Kertas
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2x35 menit)

B. KOMPETENSI AWAL

Capaian Pembelajaran Fase


Di akhir fase A, peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam, merespon dan
mengekspresikan pengalaman kesehariannya secara visual dalam karya 2 atau 3
dimensi dengan menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris yang menunjukkan
konsep bentuk yang jelas.
Fase A Berdasarkan Elemen

Elemen Capaian Pembelajaran

Mengalami Pada akhir fase A, peserta didik mampu


(Experiencing) mengamati elemen-elemen rupa di lingkungan
kesehariannya dan menuangkan pengalaman
kesehariannya secara visual dengan menggunakan
bentuk-bentuk dasar geometris. Peserta didik
mengeksplorasi alat dan bahan dasar dalam
berkarya seperti kertas, alat menggambar,
mewarnai, membentuk, memotong, dan merekat.

Merefleksikan Pada akhir fase A, peserta didik mampu mengenali


(Reflecting) dan menceritakan fokus dari karya yang diciptakan
atau dilihatnya (dari teman sekelas karya seni dari
orang lain) serta pengalaman dan perasaannya
mengenai karya tersebut.

Elemen dan sub-elemen capaian


Mengalami
 A.1. Mengalami, merasakan, merespon, dan bereksperimen dengan aneka sumber.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

 A.2 Eksplorasi aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses.


Merefleksikan
 R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik.

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

Bernalar Kritis : Memperoleh dan Memproses Informasi dan Gagasan


 Saya mempelajari berbagai keterampilan dan teknik seni.

D. SARANA DAN PRASARANA

Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II.

Alat Bahan :
 Kertas (lebih disukai kertas lipat berwarna).

E. TARGET PESERTA DIDIK

 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.

F. MODEL PEMBELAJARAN

 Model pembelajaran tatap muka.

KOMPONEN INTI

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran


 Siswa mampu mengenali, mengidentifikasi dan menggunakan elemen rupa
(bentuk dan bidang) dalam sebuah karya.
 Siswa mengamati, menganalisis fungsi dan menggunakan aneka alat dan bahan di
sekitar yang sesuai untuk keperluan karyanya.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

 Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali, mengidentifikasi dan


menggunakan elemen rupa (bentuk dan bidang) dalam sebuah karya serta
mengamati, menganalisis fungsi dan menggunakan aneka alat dan bahan di sekitar
yang sesuai untuk keperluan karyanya.

C. PERTANYAAN PEMANTIK

 Apakah ada di antara siswa yang memiliki pengalaman dengan seni melipat
kertas? Beberapa taman kanak-kanak mengajarkan seni melipat kertas sederhana.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Eksplorasi (Sekitar 10 menit)

 Diskusikan secara singkat dengan kelas, apa cita-cita atau harapan siswa yang
sangat ingin mereka wujudkan.
Kemudian, guru akan berbagi mengenai tradisi unik di negara Jepang, dimana
selain berdoa dan berusaha, mereka juga membuat seni melipat kertas menjadi
bentuk bangau sebagai perlambang harapan. Kegiatan ini juga dapat dihubungkan
sekilas dengan pelajaran IPS mengenai letak negara Jepang dan karakteristik
bangsanya yang ulet dan tangguh.
 Guru dapat memetakan kemampuan siswa sebelumnya dengan menanyakan
apakah ada di antara siswa yang memiliki pengalaman dengan seni melipat
kertas? Beberapa taman kanak-kanak mengajarkan seni melipat kertas sederhana.
Guru dapat mengajak siswa yang memiliki pengalaman untuk turut membantu
memperagakan di depan teman-temannya

Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pembuka
 Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a
doa bersama.
 Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.

2. Kegiatan Inti
 Siswa akan melipat kertas lipat berwarna mereka menjadi sebuah bentuk
sederhana seperti ikan atau berudu. Siswa akan mengikuti petunjuk
guru.
 Untuk memudahkan, guru dapat membagi siswa ke dalam kelompok-
kelompok kecil dimana guru akan berotasi untuk memperagakan caranya.
Selain itu, guru juga dapat melampirkan kertas instruksi (terlampir) untuk
setiap kelompok. Guru menerangkan arti garis tebal dan garis putus-
putus pada lembar instruksi.
 Sebagai variasi, guru dapat memberikan kertas instruksi bentuk
yang berbeda untuk tiap kelompok
 Siswa akan menuliskan nama di bagian atas bentuk lipatan kertasnya
dan membersihkan ruang kerjanya.

3. Kegiatan Penutup
 Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas
yang disampaikan oleh setiap peserta didik.
 Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan
oleh peserta didik.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menyampaikan kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran
tentang aktivitas.
Seni Rupa Fase A SD Kelas 2
Modul Ajar Kurikulum Merdeka

 Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian


memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa
sebagai tanda berakhirnya pembelajaran.

Kegiatan alternatif dan pengayaan

 Siswa juga dapat menggunakan kertas koran atau kertas majalah bekas untuk
membuat origami. Untuk memudahkan pengerjaan, sebelumnya bentuk kertas
menjadi bujur sangkar terlebih dahulu. Cara termudah adalah dengan melipat
diagonal salah satu ujung kertas, kemudian menggunting sisanya.
 Siswa yang bekerja cepat dan terampil dapat mencoba untuk membuat origami
3 dimensi berupa kubus kertas.
 Apabila sekolah memiliki akses internet dan memungkinkan, siswa dapat
diajak untuk menonton video mengenai seniman lipat kertas Akira Yoshizawa,
Robert [Link] dan Quentin Trollip.

F. BERPIKIR & BEKERJA ARTISTIK, REFLEKSI

Berpikir & bekerja artistik

Siswa dapat menuliskan cita-cita atau harapan mereka pada kertas lipat berwarna,
kemudian melipatnya menjadi bentuk bangau. Guru kemudian meronce bentuk
bangau karya siswa tersebut dan memajangnya di kelas sebagai kenang-kenangan
atau pengingat mengenai cita-cita mereka bersama.

Refleksi Guru

 Apa saja karya seni yang dapat dibuat dari sebuah benda seperti sehelai kertas?
 Apakah jenis kertas mempengaruhi hasil akhir gambar atau lipatan?
 Bagaimana kegiatan melipat ini dapat membantu siswa saya menguatkan
kemampuan motorik halus, fokus atau logikanya? Apa informasi mengenai
siswa saya yang bisa saya dapatkan melalui kegiatan melipat ini?

G. KARYA SENI DAN OBJEK YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL

Karya seni dan objek yang dapat dijadikan referensi visual

 Karya lipat kertas Akira Yoshizawa.


 Karya lipat kertas Robert [Link].
 Karya lipat kertas Quentin Trollip

H. ASESMEN / PENILAIAN

Asesmen

Belum Memenuhi Menuju Memenuhi Melampaui

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Standard Standard Standard Standard


0-49 50-74 75-94 95-100

Siswa tidak dapat Siswa mulai Siswa dapat Siswa dapat


melipat kertas dapat melipat melipat kertas melipat kertas
menjadi sebuah kertas namun menjadi sebuah menjadi sebuah
bentuk. belum bentuk bentuk. Karya
menampakkan menunjukkan
presisi lipatan
kejelasan bentuk

Siswa konsisten Siswa belum Siswa konsisten Siswa konsisten


memerlukan bantuan konsisten melipat secara melipat secara
untuk melipat melipat secara mandiri mandiri dan
mandiri menunjukkan
presisi.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

I. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Kegiatan Pengayaan :
 Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber.
Di antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan
kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang melipat dan
membentuk kertas.

Kegiatan Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan
untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang
belum

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

mecapai CP.

LAMPIRAN

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk!
Siswa melipat dan membentuk kertas sesuai yang dikehendaki. Mereka diperkenalkan
pada istilah origami (Bahasa Jepang yang berarti seni melipat kertas) dan
menggabungkan origami dengan ilustrasi sederhana.

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

C. GLOSARIUM

 Unsur rupa : Elemen dasar yang membentuk karya seni rupa terdiri dari garis,
bentuk, bidang, ruang, warna, tekstur, nilai (value).

D. DAFTAR PUSTAKA

Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis


Publication Inc.
Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis
Publication Inc.
Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth.
New York: Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Program for Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA:
Northeast Foundation for Children.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA SENI RUPA FASE


SD KELAS 2

INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun : RUSEMI,[Link]
Instansi : SDN KLURAK
Tahun Penyusunan : Tahun 2025
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase A, Kelas / Semester : II (Dua) / I (Ganjil)
Kegiatan 9 : Eksplorasi Bentuk 3 Dimensi
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2x35 menit)

B. KOMPETENSI AWAL

Capaian Pembelajaran Fase


Di akhir fase A, peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam, merespon dan
mengekspresikan pengalaman kesehariannya secara visual dalam karya 2 atau 3
dimensi dengan menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris yang menunjukkan
konsep bentuk yang jelas.
Fase A Berdasarkan Elemen

Elemen Capaian Pembelajaran

Mengalami Pada akhir fase A, peserta didik mampu


(Experiencing) mengamati elemen-elemen rupa di lingkungan
kesehariannya dan menuangkan pengalaman
kesehariannya secara visual dengan menggunakan
bentuk-bentuk dasar geometris. Peserta didik
mengeksplorasi alat dan bahan dasar dalam
berkarya seperti kertas, alat menggambar,
mewarnai, membentuk, memotong, dan merekat.

Menciptakan Pada akhir fase A, peserta didik mampu


(Making/Creating) menciptakan karya dengan mengeksplorasi dan
menggunakan elemen seni rupa berupa garis,
bentuk dan warna.

Elemen dan sub-elemen capaian


Mengalami
 A.1. Mengalami, merasakan, merespon, dan bereksperimen dengan aneka sumber
 A.2 Eksplorasi aneka media, bahan, alat, teknologi dan proses

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Menciptakan
 C.1 Mempelajari bagaimana menggunakan berbagai media.

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

Bernalar Kritis : Refleksi pemikiran dan proses berpikir


 Saya memikirkan strategi agar cara saya belajar dan berkarya bisa lebih baik.
 Saya mencoba untuk selalu lebih baik setiap kali saya membuat karya seni baru

D. SARANA DAN PRASARANA

Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II.

Alat Bahan :
 Bahan yang mudah dibentuk seperti tanah liat (direkomendasikan), plastisin,
kertas, adonan tepung dll
 Lidi atau tusuk gigi jika diperlukan
 Karton kardus bekas (potong ukuran 10x10 cm atau 20x20 cm) untuk alas
 Celemek atau kaos usang untuk menutup seragam/ pakaian.

E. TARGET PESERTA DIDIK

 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.

F. MODEL PEMBELAJARAN

 Model pembelajaran tatap muka.

KOMPONEN INTI

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran


 Siswa mampu mengenali, mengidentifikasi dan menggunakan elemen rupa
(bidang dan bentuk) dalam sebuah karya.
 Siswa mengamati, menganalisis fungsi dan menggunakan aneka alat dan bahan di
sekitar yang sesuai untuk keperluan karyanya.
 Siswa mampu mengenali, mengidentifikasi dan menerapkan prinsip desain
(keseimbangan) dalam sebuah karya.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

 Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali, mengidentifikasi dan


menggunakan elemen rupa (bidang dan bentuk) dalam sebuah karya, mengamati,

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

menganalisis fungsi dan menggunakan aneka alat dan bahan di sekitar yang sesuai
untuk keperluan karyanya serta mengenali, mengidentifikasi dan menerapkan
prinsip desain (keseimbangan) dalam sebuah karya.

C. PERTANYAAN PEMANTIK

 Apakah ada ide/kesan baru yang timbul ketika melihat kolase berada dalam posisi
baru?

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Eksplorasi (Sekitar 5 menit)

 Jelaskan pada siswa bahwa kegiatan kali ini adalah membuat patung tanah liat
sederhana. Tanah liat merupakan jenis tanah yang biasa digunakan untuk
membuat patung atau gerabah seperti gentong, pot atau kendi minum. Tanah liat
telah digunakan sejak zaman kuno.
 Peragakan bagaimana tanah liat biasanya digunakan. Untuk memotong tanah liat
yang masih berupa gumpalan besar, guru dapat menggunakan kawat atau benang.
 Berikan kesempatan siswa untuk merasakan tekstur tanah liat yang dingin, lembek
dan mudah dibentuk. Ajak mereka mengamati bagaimana sentuhan mereka juga
mempengaruhi kelembaban tanah liat. Tunjukkan contoh patung yang terdapat di
sekitar sekolah atau gambar pada buku ini.
 Peragakan bagaimana membuat bola atau telur, gilingan panjang atau kubus/kotak
dari tanah liat. Kemudian sambungkan bentuk-bentuk ini menjadi sebuah kesatuan
dengan menggunakan lidi atau tusuk gigi untuk menopang berat tanah liat.
Berikan detail dengan cara mencubit, menggiling, memilin atau menyatukan antar
sambungan dengan usapan.
 Untuk kegiatan ini, guru disarankan mempersiapkan ruang untuk menyimpan
karya di dalam kelas. Disarankan untuk menyimpan di tempat yang hangat atau
terkena sinar matahari langsung.

Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pembuka
 Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a
doa bersama.
 Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.

2. Kegiatan Inti
 Bagikan tanah liat dan kardus alas pada siswa dan mintalah mereka untuk
memilih salah satu hewan yang mereka sukai. Mereka dapat membuat hewan
peliharaan, hewan liar, hewan kebun binatang ataupun hewan imajinatif hasil
kreasi mereka sendiri.
 Ajak siswa untuk mulai membentuk tanah liat mereka masing-masing.
Siswa dipersilahkan untuk mengeksplorasi cara yang dapat menghasilkan
bentuk

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

yang solid dan stabil. Minta siswa untuk membentuk patung mereka di atas
kardus alas yang telah disediakan.
 Ketika patung karya siswa hampir selesai, ajak siswa untuk meninjau
karya mereka dari berbagai sudut dan menghaluskan bagian yang tidak rata
atau tidak seimbang.
 Siswa menuliskan nama mereka pada kardus alas dan membersihkan
tempat kerja mereka.

3. Kegiatan Penutup
 Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas
yang disampaikan oleh setiap peserta didik.
 Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan
oleh peserta didik.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menyampaikan kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran
tentang aktivitas.
 Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian
memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa
sebagai tanda berakhirnya pembelajaran.

Kegiatan alternatif dan pengayaan

 Bagi siswa yang kesulitan untuk membuat karyanya berdiri stabil, mereka
dapat membuat hewan tak berkaki seperti ikan atau reptil.
 Bagi siswa yang bekerja lebih cepat, sangat dianjurkan agar
mereka mengeksplorasi detail, dan menerapkan tekstur pada
karyanya.
F. BERPIKIR & BEKERJA ARTISTIK, REFLEKSI

Berpikir & bekerja artistik

Ajak siswa untuk memastikan kebersihan diri, kelas dan peralatan setelah selesai
bekerja. Siswa harus mencuci tangan dengan air dan sabun karena sisa minyak atau
warna dari tanah liat dapat menodai kertas dan buku. Satukan tanah liat yang tidak
terpakai dan simpan dalam kantong plastik yang kedap udara untuk menghindari
kering dan pecah.
 Periksa lantai agar bebas dari tanah liat dan kumpulkan sampah pada kertas
koran bekas yang dilipat rapi.
 Ajak siswa untuk meninjau hasil karya mereka 5 menit sebelum waktu
bekerja berakhir agar bisa memperbaiki bagian yang memerlukannya.

Refleksi Guru

 Apakah di daerah saya memungkinkan untuk mendapatkan tanah liat?


 Alternatif apa yang bisa saya gunakan sekiranya saya tidak memiliki akses
pada tanah liat?

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

G. KARYA SENI DAN OBJEK YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL

Karya seni dan objek yang dapat dijadikan referensi visual

 Gerabah dan patung-patung terakota terutama dari Cina, Plered - Jawa


Barat, Bayat - Jawa Tengah.
 Karya keramik F. Widayanto

H. ASESMEN / PENILAIAN

Asesmen

Belum Memenuhi Menuju Memenuhi Melampaui


Standard Standard Standard Standard
0-49 50-74 75-94 95-100

Karya tidak Karya Karya Karya


menunjukkan bentuk menunjukkan menunjukkan menunjukkan
yang jelas dan tidak bentuk jelas pada bentuk yang bentuk yang
dapat berdiri stabil beberapa bagian jelas dan dapat jelas, detail dan
atau mulai dapat berdiri stabil stabil.
berdiri stabil.

Siswa konsisten Siswa masih Siswa umumnya Siswa konsisten


memerlukan bantuan kurang konsisten membentuk membentuk
untuk membentuk membentuk secara mandiri. dengan rapi
secara mandiri. secara mandiri. secara mandiri.

I. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Kegiatan Pengayaan :
 Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber.
Di antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang eksplorasi bentuk


3 dimensi.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Kegiatan Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan
untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang
belum mecapai CP.

LAMPIRAN

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk!
Siswa mengeksplorasi aneka bentuk 3 dimensi sesuai pengamatan mereka. Mereka

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

kemudian akan membuat patung sederhana dari ketersediaan bahan yang ada (contoh:
tanah liat, plastisin, kertas, adonan tepung dll.) dengan mencoba menerapkan apa yang
diketahuinya tentang bentuk, tekstur atau pola.

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

Tembikar
Tembikar atau Gerabah merupakan benda sintetik pertama yang diciptakan oleh
manusia.
Tembikar merupakan tanah liat yang dibentuk menjadi sebuah benda dengan cara
dikeringkan atau dibakar agar bentuknya tetap. Umumnya tembikar memiliki daya
tahan yang tinggi dan tahan lama. Tembikar sangat umum ditemukan pada semua
penggalian di situs-situs arkeologis, menunjukkan bahwa tembikar merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari sejarah kebudayaan dunia. Diketahui bahwa
tembikar tertua berasal dari Hunan, China. Dari uji usia dengan menggunakan
radiokarbon, diperkirakan temuan tembikar tersebut berusia sekitar 15400 hingga
18300 tahun.
Penggunaan tanah liat sebagai tembikar umum ditemukan di berbagai
kebudayaan dunia. Ini dikarenakan tanah liat merupakan material yang sangat

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

berlimpah, mudah ditemui dan diolah. Bahkan diketahui sekitar 30000 tahun lalu di
Dolni Vestonice, Republik Czech, manusia sudah menggunakan campuran tanah
liat dan tulang mamut (mammoth) untuk membuat patung mini. Sementara itu, di
situs arkeologi Odai Yamamoto, Jepang, ditemukan bukti adanya pabrik tembikar
tertua di dunia
Di Indonesia, tembikar tertua ditemukan di situs arkeologi Melolo, Sumba
Timur, Nusa Tenggara Timur. Sebagian tembikar tersebut menunjukkan dekorasi
sederhana berupa titik, garis, belah ketupat, lingkaran dan bahkan wajah manusia.
Tembikar tersebut digunakan sebagai bekal kubur. Selain itu, tembikar juga
ditemukan di situs-situs arkeologi di Kadenglebu, Banyuwangi (Jawa Timur),
Kalapadua, Bogor (Jawa Barat), Serpong, Tangerang (Banten), Kalumpang
(Sulawesi Barat). Minanga Sepakka (Sulawesi Utara) , dan Poso (Sulawesi
Tengah). Selain untuk perabot sehari-hari, tembikar juga digunakan untuk
pembuatan patung dan benda dekoratif.

C. GLOSARIUM

 Paper Sculpture: Istilah untuk karya 3D (bisa diraba dilihat dari segala arah
dan memiliki volume) dari kertas

D. DAFTAR PUSTAKA

Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis


Publication Inc.
Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis
Publication Inc.
Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth.
New York: Macmillan.
Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Program for Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA:
Northeast Foundation for Children.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA SENI RUPA FASE


SD KELAS 2

INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun : RUSEMI,[Link]
Instansi : SDN KLURAK
Tahun Penyusunan : Tahun 2025
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase A, Kelas / Semester : II (Dua) / I (Ganjil)
Kegiatan 10 : Review dan Berkarya
Alokasi Waktu : 1 Pertemuan (2x35 menit)

B. KOMPETENSI AWAL

Capaian Pembelajaran Fase


Di akhir fase A, peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam, merespon dan
mengekspresikan pengalaman kesehariannya secara visual dalam karya 2 atau 3
dimensi dengan menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris yang menunjukkan
konsep bentuk yang jelas.
Fase A Berdasarkan Elemen

Elemen Capaian Pembelajaran

Merefleksikan Pada akhir fase A, peserta didik mampu mengenali


(Reflecting) dan menceritakan fokus dari karya yang diciptakan
atau dilihatnya (dari teman sekelas karya seni dari
orang lain) serta pengalaman dan perasaannya
mengenai karya tersebut.

Berpikir dan Bekerja Pada akhir fase A, peserta didik mampu mengenali
Artistik (Thinking and dan membiasakan diri dengan berbagai prosedur
Working Artistically) dasar sederhana untuk berkarya dengan aneka
pilihan media yang tersedia di sekitar. Peserta
didik mengetahui dan memahami keutamaan faktor
keselamatan dalam bekerja

Berdampak Pada akhir fase A, peserta didik mampu


(Impacting) menciptakan karya sendiri yang sesuai dengan
perasaan atau minatnya.

Elemen dan sub-elemen capaian


Merefleksikan

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

 R.1 Menghargai pengalaman dan pembelajaran artistik.


 R.2 Mengamati, memberikan penilaian dan membuat hubungan antara karya
pribadi dan orang lain
Berpikir dan Bekerja Artistik
 BBA.4 Meninjau dan memperbarui karya pribadi.
Berdampak
 D.1 Memilih, menganalisa dan menghasilkan karya yang berdampak pada
pembentukan karakter dan kepribadian diri sendiri maupun orang lain.

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

Kreatif : Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal


 Saya merencanakan, membuat sketsa, dan memikirkan tentang apa yang akan
saya lakukan sebelum saya mulai membuat karya seni baru.

D. SARANA DAN PRASARANA

Sumber Belajar :
 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia,
2021 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II.

Alat Bahan :
 Bebas sesuai pilihan.

E. TARGET PESERTA DIDIK

 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.

F. MODEL PEMBELAJARAN

 Model pembelajaran tatap muka.

KOMPONEN INTI

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran


 Siswa mampu mengenali, mengidentifikasi dan menggunakan elemen rupa (garis,
warna, bidang dan bentuk) dalam sebuah karya.
 Siswa mengamati, menganalisis fungsi dan menggunakan aneka alat dan bahan di
sekitar yang sesuai untuk keperluan Siswa mampu mengenali, mengidentifikasi
dan menerapkan prinsip desain (keseimbangan dan pola) dalam sebuah karya.
 Siswa mampu menggunakan garis pijak (baseline) dalam karya 2 dimensi.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

 Meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali, mengidentifikasi dan


menggunakan elemen rupa (garis, warna, bidang dan bentuk) dalam sebuah karya,
mengamati, menganalisis fungsi dan menggunakan aneka alat dan bahan di sekitar
yang sesuai untuk keperluan Siswa mampu mengenali, mengidentifikasi dan
menerapkan prinsip desain (keseimbangan dan pola) dalam sebuah karya serta
menggunakan garis pijak (baseline) dalam karya 2 dimensi.

C. PERTANYAAN PEMANTIK

 Apakah ada ide/kesan baru yang timbul ketika melihat kolase berada dalam posisi
baru?

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Eksplorasi

 Siswa meninjau kembali semua yang telah dipelajari di semester ini atau di tahun
ajaran ini. Mereka diminta untuk menyebutkan kegiatan yang paling mereka sukai
dan apa alasannya dan kegiatan yang tidak mereka sukai dan apa alasannya. Siswa
juga diminta untuk berbagi mengenai keahlian baru mereka di mata pelajaran seni
rupa kelas 2.
 Siswa diminta untuk merencanakan dan membuat sebuah karya dengan
menggunakan alat atau teknik yang paling mereka sukai atau kuasai

Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pembuka
 Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam dilanjutkan do’a
doa bersama.
 Guru mengkondisikan peserta didik siap mengikuti pembelajaran.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang
akan berlangsung dalam pembelajaran.

2. Kegiatan Inti
 Siswa membuat perencanaan secara tertulis maupun lisan mengenai
karya yang akan dibuatnya.
 Siswa membuat karya dengan menggunakan alat atau teknik yang
paling mereka sukai atau kuasai.

3. Kegiatan Penutup
 Guru mengapresiasi seluruh pemaparan pengalaman aktivitas
yang disampaikan oleh setiap peserta didik.
 Guru memberikan klarifikasi atas seluruh pendapat yang disampaikan
oleh peserta didik.
 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menyampaikan kesimpulan yang didapat dari proses pembelajaran
tentang aktivitas.
 Setelah pembelajaran selesai, guru menutup pelajaran dan secara bergantian

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk memimpin doa


sebagai tanda berakhirnya pembelajaran.

Kegiatan alternatif dan pengayaan

 Kegiatan ini dapat dilakukan sebelum liburan dan siswa diminta untuk
membuat buku harian bergambar atau enikki selama liburan mereka.

F. BERPIKIR & BEKERJA ARTISTIK, REFLEKSI

Berpikir & bekerja artistik

Siswa dapat mendisplay karya mereka dan saling berbagi mengenai ide karya
mereka.

Refleksi Guru

 Apa kegiatan tahun ini yang paling saya sukai/tidak sukai?


 Apa yang paling saya sukai/tidak sukai dari kegiatan tersebut?
 Apakah kegiatan tersebut mudah atau menantang untuk ?
 Bagaimana saya menilai kesuksesan saya menjalankan kegiatan tersebut?
 Apa keahlian baru yang saya dapatkan pada mata pelajaran seni rupa tahun ini?
 Bagaimana kemampuan mengajar saya saat ini dibandingkan pada awal
tahun ajaran?

G. KARYA SENI DAN OBJEK YANG DAPAT DIJADIKAN REFERENSI VISUAL

Karya seni dan objek yang dapat dijadikan referensi visual

 Gerabah dan patung-patung terakota terutama dari Cina, Plered - Jawa


Barat, Bayat - Jawa Tengah.
 Karya keramik F. Widayanto

H. ASESMEN / PENILAIAN

Asesmen

Belum Memenuhi Menuju Memenuhi Melampaui


Standard Standard Standard Standard
0-49 50-74 75-94 95-100

Karya tidak Karya Karya Karya


menunjukkan bentuk menunjukkan menunjukkan menunjukkan
yang jelas dan tidak bentuk jelas pada bentuk yang bentuk yang
dapat berdiri stabil beberapa bagian jelas dan dapat jelas, detail dan
atau mulai dapat berdiri stabil stabil.
berdiri stabil.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Siswa konsisten Siswa masih Siswa umumnya Siswa konsisten


memerlukan bantuan kurang konsisten membentuk membentuk
untuk membentuk membentuk secara mandiri. dengan rapi
secara mandiri. secara mandiri. secara mandiri.

I. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Kegiatan Pengayaan :
 Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat
menginformasikan kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber.
Di antaranya informasi berbagai media atau website resmi dibawa nauangan
kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tentang review dan
berkarya.

Kegiatan Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan
untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang kepada siswa yang
belum mecapai CP.

LAMPIRAN

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)


Nama : ………………………………..
Kelas : ………………………………..
Petunjuk!
Siswa meninjau kembali apa yang sudah mereka pelajari di seni rupa selama setahun
ini. Mereka kemudian mendemonstrasikan kompetensi mereka secara independen
dengan membuat karya dalam 2 Dimensi maupun 3 Dimensi.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SD Kelas II

C. GLOSARIUM

 Unsur rupa : Elemen dasar yang membentuk karya seni rupa terdiri dari garis,
bentuk, bidang, ruang, warna, tekstur, nilai (value).
 Warna Primer : Warna dasar yang tidak dapat diperoleh dari warna apapun
(merah, kuning, biru, putih, hitam).
 Warna Sekunder: Warna yang dihasilkan dari percampuran warna primer (Ungu
dari biru dan merah, Jingga dari kuning dan merah, Hijau dari Biru dan kuning).
 Bentuk Geometris: Bentuk yang terukur dan dapat didefinisikan (lingkaran,
persegi, persegi panjang, laying-layang, segitiga).
 Garis Horizontal : garis mendatar
 Garis Vertikal : garis tegak
 Garis Diagonal : garis miring
 Paper Sculpture: Istilah untuk karya 3D (bisa diraba dilihat dari segala arah dan
memiliki volume) dari kertas

D. DAFTAR PUSTAKA

Chapman, Laura H. 1985. Discover Art 2/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis


Publication Inc.
Chapman, Laura H. 1987. Discover Art 1/Teacher’s Edition. Massachusetts: Davis
Publication Inc.
Lowenfeld, Viktor dan W. Lambert Brittain. 1987. Creative and Mental Growth.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2


Modul Ajar Kurikulum Merdeka

New York: Macmillan.


Wachowiak, Frank dan Robert D. Clements. 2001. Emphasis Art: A Qualitative Art
Program for Elementary and Middle Schools. Michigan: Longman.
Wood, Chip. 1997. Yardsticks: Children in the Classroom Ages 4-14. USA:
Northeast Foundation for Children.

Seni Rupa Fase A SD Kelas 2

Anda mungkin juga menyukai