REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN)
Format dan Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Gabungan Barang dan Jasa
(Berdasarkan Peraturan Menteri Perindutrian RI yang berlaku) *)
Nilai Gabungan Barang/Jasa (Rp) TKDN
Uraian Pekerjaan Total Barang /
DN LN Gabungan
Ribu (Rp) % KDN Jasa
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Barang
I. Material Langsung (Bahan baku) 15,027,694,000.00 - 15,027,694,000.00 74.73 68.00
II. Peralatan (Barang jadi) 5,082,896,500.00 - 5,082,896,500.00 25.27 23.00
A. Sub Total Barang 20,110,590,500.00 - 20,110,590,500.00 100.00 91.00 91.00
Jasa
III. Manajemen Proyek dan Perekayasaan 552,488,750.00 - 552,488,750.00 27.78 2.50
IV. Alat Kerja / Fasilitas Kerja 110,497,750.00 - 110,497,750.00 5.56 0.50
V. Konstruksi dan Fabrikasi 220,995,500.00 - 220,995,500.00 11.11 1.00
VI. Jasa Umum 1,104,977,500.00 - 1,104,977,500.00 55.56 5.00
B. Sub Total Jasa 1,988,959,500.00 - 1,988,959,500.00 100.00 9.00 9.00
C. TOTAL Biaya (A + B) 22,099,550,000.00 22,099,550,000.00 100.00
Capaian nilai TKDN di atas dinyatakan sendiri oleh
Direktur Cabang
Catatan:
1. Nilai Gabungan Barang/Jasa, tidak termasuk keuntungan, overhead perusahaan dan pajak keluaran.
2. Biaya Komponen Dalam Negeri (KDN) adalah biaya material langsung (bahan baku), peralatan (barang jadi), Manajemen Proyek dan Perekayasaan,
Alat Kerja/Fasilitas Kerja, Konstruksi dan Fabrikasi, dan jasa lainnya dari dalam negeri.
3. Biaya Komponen Luar Negeri (KLN) adalah biaya material langsung (bahan baku), peralatan (barang jadi), Manajemen Proyek dan Perekayasaan, Alat
Kerja / Fasilitas Kerja, Konstruksi dan Fabrikasi, dan jasa lainnya dari luar negeri.
4. Formulasi perhitungan
Nilai Barang Total (3C) - Nilai Barang Luar Negeri (3A)
% TKDN (Gabungan Barang dan Jasa) =
Nilai Gabungan Barang dan Jasa (9C)
Nilai Jasa Total (8C) - Nilai Jasa Luar Negeri (8A)
=
Nilai Gabungan Barang dan Jasa (9C)
5. Rincian masing-masing biaya berdasarkan:
- Untuk material langsung (bahan baku) berdasarkan spesifikasi, Negara asal, pemasok, jumlah pemakaian dan harga satuan.
- Untuk peralatan (barang jadi) berdasarkan spesifikasi, Negara asal, pemasok, satuan material, jumlah pemakaian dan harga satuan.
- Untuk manajemen proyek dan perekayasaan berdasarkan jabatan, kualifikasi, kewarganegaraan, jumlah, durasi kerja dan gaji per bulan.
Untuk alat kerja harus berdasarkan sertifikat/bukti kepemilikan, nama mesin, spesifikasi, jumlah mesin, durasi pemakaian, dan nilai
-
depresiasi/biaya sewa.
- Untuk konstruksi/fabrikasi berdasarkan jabatan, kewarganegaraan, jumlah, durasi kerja, dan gaji per bulan.
- Untuk jasa umum berdasarkan pemasok, jumlah, durasi penggunaan, dan biaya pengurusan per bulan.
6. Format ini digunakan untuk :
a. Perhitungan TKDN Gabungan Barang/Jasa dalam proses pengadaan barang/jasa;
b. Perhitungan TKDN barang dalam proses pengadaan barang berupa produk tunggal atau multi produk tanpa mengisi format manajemen proyek
dan perekayasaan, alat kerja/fasilitas kerja, konstruksi/fabrikasi dan jasa umum. Format dan penghitungan TKDN barang untuk multi produk diatur
lebih lanjut dalam peraturan Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian.
*) Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 102/M-IND/10/2009 tanggal 13 Oktober 2009
(Peraturan ini kemungkinan berubah untuk itu agar dikonfirmasikan kepada Kementerian Perindustrian)