0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan16 halaman

Terjebak dalam Cerita MyhaLova

Dokumen ini adalah bagian dari cerita berjudul 'MyhaLova' yang menggambarkan peristiwa di sekolah setelah seorang siswa bunuh diri. Lova, yang terpengaruh oleh kejadian tersebut, mendapatkan dukungan dari teman-temannya, termasuk Myha, yang berusaha menghiburnya. Cerita ini juga menunjukkan interaksi antara Lova dan Myha saat mereka menghabiskan waktu bersama di villa Myha, menciptakan momen-momen yang menghibur di tengah kesedihan.

Diunggah oleh

Yolanda Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan16 halaman

Terjebak dalam Cerita MyhaLova

Dokumen ini adalah bagian dari cerita berjudul 'MyhaLova' yang menggambarkan peristiwa di sekolah setelah seorang siswa bunuh diri. Lova, yang terpengaruh oleh kejadian tersebut, mendapatkan dukungan dari teman-temannya, termasuk Myha, yang berusaha menghiburnya. Cerita ini juga menunjukkan interaksi antara Lova dan Myha saat mereka menghabiskan waktu bersama di villa Myha, menciptakan momen-momen yang menghibur di tengah kesedihan.

Diunggah oleh

Yolanda Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

10- [Terjebak]

Assalamu'alaikum Teman-Teman semua...

Alhamdulillah hari ini aku udah bisa upload

Part 10 MyhaLova....

Maaf Karena Uploadnya Terlalu Lama

Aku mau ucapin Terima Kasih buat semua orang yang udah

Support ceritaku ini...

Terima Kasih juga buat yang udah sempatin waktunya untuk baca cerita
MyhaLova.... Terima Kasih Banyak...

Aku akan selesaiin cerita MyhaLova ini walaupun uploadnya

Agak lama....

Semoga kalian semua suka dengan cerita pertama ku ini...

Aku akan tetap semangat untuk terus lanjutin ceritaku...

Terima Kasih....

Buugghhh…..

Lova yang mendengar itu pun terhenti langkahnya, dan melihat ke sumber suara.
Saat melihat itu

“Aaaaaaaaaaaaaaa”, Lova berteriak sangat kencang


Sseluruh siswa sudah berkumpul dan menyaksikan apa yang terjadi. Seluruh guru
pun keluar melihat apa yang terjadi. Myha yang melihat Lova terduduk lemas di
lantai dan menangis langsung menghampirinya. Myha berlari dan langung
mendekap Lova.

“Va tenang, ada gue disini”

Lova masih terus menangis bahkan badannya sampai menggigil dan berkeringat.
Felli pun yang melihat Lova dan Myha langsung menghampiri mereka.

“Va lo ga apa kan? Ada yang luka? Atau apa gitu?

Lova tetap diam dan menangis di dekapan Myha. Myha pun memberi isyarat
kepada Felli untuk diam. Kini semua terkejut karena ada salah satu siswa dari
Seroja Bangsa bunuh diri dengan meloncat dari gedung atas sekolah. Lova pun
dibawa ke ruang UKS oleh Felli, dan Myha tetap berada disana melihat gadis
yang terletak di tanah, saat melihatnya Myha teringat sesuatu, dia gadis yang di
toilet waktu itu. Gadis itu, dia mengenal gadis itu, tapi kenapa gadis itu bisa
terjatuh dari lantai atas ada masalah apa dia dan lagi Myha terkejut karena gadis
ini ada di sekolah yang sama dengannya. Myha mengepalkan kedua tangannya,
dia muak dan langsung pergi dari sana. Myha lebih memilik ke UKS menemui
Lova.

“Lo tenang ya Va, semuanya bakal baik-baik aja kok”, Ucap Felli berusaha
menenangkan Lova

“Gimana gue mau tenang sih Fel, gue yang ngelihat pertama Fell, Gue takut Fel”,
Jawab Lova gemetaran.

“Jangan dipikirin lagi Va, lupain kejadian hari ini ya”

Pintu UKS terbuka dan menampakkan 3 makhluk yang tak bisa dipisahkan.
Myha, Bagas dan Andre masuk. Sebelum ke UKS Myha sempat bertemu dengan
2 sahabatnya ini, lalu mereka memilih untuk ikut dengan Myha ke UKS.

“Va”, Panggil Myha begitu lembut dan menggenggam tangan Lova


“Gue dengar dengan jelas gimana suara dia jatuh, gue lihat dengan jelas darahnya,
semuanya, kecuali wajahnya. Gue takut Myha”, Jawab Lova kembali menangis.

“Tenang ya Va, itu semua kecelakaan. Lo gak boleh mikirin kejadian ini lagi,
nanti lo bisa stress”, Jawab Myha berusaha menenangkan

“Udah ya Lova yang cantik, ntar kalau masih nangis abang Andre bawa pulang
nih”, Sambung Andre membuat semua mata tertuju padanya.

“Mata lo biji duren. Mau ngapain lo bawa anak orang pulang ke rumah lo? Mau lo
jual? Atau lo mau berbuat yang tidak-tidak”, Sahut Bagas melebih-lebihkan.

“Lo berdua ini siapa sih, ribut tau gak?”, Ucap Felli jengkel

“Kenalin nih kita berdua, duo duren, dibelah mantaphhh”, Jawab Bagas dan
Andre serentak

“Anjir… gilak lo berdua, gak waras”

Lova tertawa mendengar itu, mereka semua pun jadi ikut tertawa mendengar tawa
Lova. Lova menghentikan tawanya.

“Lo semua kenapa ketawa?”, Ucap Lova dengan polosnya

Semuanya langsung berhenti tertawa dan memandangi Lova.

“Kalau gue sih ikutan doang”, Jawab Felli

“Kalau gue karena si Andre ketawa”

“Gue karena pengen aja ketawa”

Myha hanya diam tak menjawab.

“Kalau lo kenapa?”, tanya Lova ditujukan ke Myha

“Kalau gue karena ngelihat lo ketawa, jadi pengen ketawa. Karena tawa lo candu
buat gue”
“JIJIKS”, Jawab Felli, Bagas dan Andre serentak.

“Kok kalian bertiga bisa serentak gitu sih, satu Rahim ya”, Kata Lova

Merekapun saling memandang dan mendelik geli. Myha tidak peduli dengan
mereka, tujuan Myha kesini untuk memastikan bahwa gadis ini baik-baik saja.
Tiba terdengar suara mic dari pengeras suara yang ada di setiap ruangan.

“Selamat pagi semuanya. Bapak ada Pengumuman untuk kita semua, untuk
seluruh siswa Seroja Bangsa yang Bapak sayangi dan cintai. Hari ini kalian di
liburkan sementara, karena ada insiden tak terduga di sekolah kita. Untuk itu
semuanya di perbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Ingat rumah masing-
masing bukan rumah mantan. Sekian informasi dari Bapak, Selamat pagi”

Semua siswa bersorak dan senang karena bisa cepat pulang ke rumah dan
bersantai. Myha berinisiatif untuk mengajak Lova ke suatu tempat agar gadis ini
bisa melupakan kejadian yang tadi.

“Va gimana kalau lo ikut gue jalan-jalan dulu.”

Bagas dan Andre langsung mendecih melihat sahabatnya ini sangat pandai
mencari kesempatan.

“Boleh, mau kemana emangnya?”

“Udah lo ikut aja sama gue, aman kok”

“Oke deh, yuks langsung aja”

Felli akhirnya keluar terlebih dahulu dari ruangan itu, dia berniat mencari Devo
dan mengajak kekasihnya itu jalan-jalan juga. Sedangkan Bagas dan Andre
menatap seperti anak kecil ke arah Myha berharap mereka akan di ajak. Namun,
Myha langsung mengajak Lova pergi dari sana dan meninggalkan 2 sahabatnya
yang resek ini.

*******
“Myha gue lapar, kita makan dulu yuks”, Ajak Lova seperti anak kecil

Myha yang sibuk memasangkan helm Lova, hanya mengangguk saja. Setelah itu,
mereka menuju ke salah satu rumah makan yang ada di sekitar sekolah.

“Ibu saya mau pesan Ayam penyet, cabainya banyakin terus tahunya juga seporsi.
Minumnya teh es. Lo mau apa?”

“Gue sama aja”

Lova hanya mengisyaratkan dengan jempolnya tanda oke. Merekapun duduk


disalah satu meja yang kosong.

“Va gue mau nanya sesuatu sama lo, tapi lo jangan marah atau tersinggung.”

“Iya tanya aja. Emang lo mau nanya apa?”

Myha menarik nafas terlebih dahulu takut nantinya dia salah bicara.

“Gue mau nanya, orangtua lo kemana ya?”

Lova tersenyum manis mendengar pertanyaan itu.

“Ada kok, orangtua gue ada. Tapi bukan disini lagi tempatnya”

“Terus dimana Va? Orangtua lo di luar kota?”

Lova menggenggam tangan Myha, “Orangtua gue udah jauh banget, bahkan udah
gak akan bisa jumpa lagi, mereka udah di tempat yang paling indah disana”

Myha mengerti maksud Lova, dia sedikit menyesal karena sudah melontarkan
pertanyaan bodoh seperti itu. Suasana sempat hening sebentar, sampai akhirnya
makanan merekapun tiba. Lova yang awalnya sedikit muram, tiba-tiba saja
bersemangat lagi melihat makanannya tiba. Myha takjub melihat gadis ini, dia
begitu Tangguh dan tidak mudah merasa sedih, dia mampu mengatasi semuanya,
dan yang paling penting dia selalu terlihat Bahagia, walaupun disana banyak luka
yang dalam.
“Woi ngapain lihat gue. Lo mau makan gue?”, Kata Lova membuyarkan lamunan
Myha.

Myha hanya tersenyum dan ikut menikmati makanan bersama Lova. Baru kali ini
setelah bertahun-tahun lamanya, Myha bisa menikmati makannya tanpa beban.
Lova cukup berpengaruh untuknya. Lova seperti gadis kecil yang waktu itu
menemaninya.

Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan ke tempat yang tadi Myha
maksud. Untuk makanan yang tadi semuanya Lova yang membayar, karena dia
ingin berterima kasih pada Myha yang sudah banyak membantunya.

Mereka akhirnya sampai di tempat yang Myha maksud. Tempat ini adalah tempat
biasa yang Myha kunjungi kalau dia merasa putus asa dengan hidupnya.

“Waw gilak, keren banget. Ini Villa punya lo?”

“Bukab, punya Bokap gue”

“Keren banget sumpah. Pemandangan dari sini bagus banget. Gue sih mau aja
tinggal disni terus?”

“Noh jadi anak bokap gue”

“Ihhhh… Myha gak gitu maksud gue. Mungkin aja lo mau nikahin gue terus kita
tinggal disini, gue gak masalah kalau gak lo nafkahin”

Myha geleng-gelang kepala mendengar ucapan gadis ini

“Besok gue nikahin”, Jawab Myha asal

“Serius? Emang bisa? Kan kita masih sekolah”, balas Lova dengan polosnya

“Udah lah, lo tuh oon tau gak”, Kata Myha dan menarik Lova ke dalam Villa.

Lova takjub dengan Villanya Myha. Didalamnya pun sangat terawatt dan indah.
Lova rasanya ingin tinggal disini saja tidak mau pulang. Saat mereka sedang asik
melihat-lihat rumah, datang Pak Agus penjaga Villa ini. Dia sudah dari awal
menjadi kepercayaan ayah Myha, dia lah yang selalu merawat Villa ini agar tetap
bersih dan layak huni.

“Eh mas Dika, kapan datangnya mas?, kok gak telfon saya dulu kalau mau kesini,
kan bisa saya bersihkan dulu kamarnya”

“Gak apa Pak, Dika Cuma sebentar disini gak nginap”

“Oh gitu mas, saya kira mau nginap. Ini siapa mas?”

“Oh kenalin Pak, ini pacar Dika, namanya Lova”

Lova yang mendengar itu langsung terkejut, dan memberikan tatapan tajam ke
arah Myha. Myha hanya memasang ekspresi datar merasa ucapannya tidak salah.

“Wah pacarnya mas Dika, cantik ya Mas. Saya aja yang udah tua gini masih
sendiri Mas, kayaknya perlu perawatan khusus biar ganteng kayak mas Dika, terus
dapat cewek cantik kayak mbaknya ini”

Myha hanya tersenyum dan menyapa Pak Agus, “ Hallo Pak, kenalin saya Lova.
Senang ketemu sama Bapak. Satu lagi, bapak cakep kok, saya aja mau sama
Bapak”

“Serius mbak? Aduh saya jadi malu sama mbaknya. Kalau gitu saya siapin
minuman spesial buat mbaknya, tunggu sebentar ya”

Myha tersenyum merasa senang karena Pak Agus sangat ramah. Dia menatap
Myha yang sedang memasang wajah tak mengenakkan di depannya.

“Kenapa lo lihatin gue kayak gitu?”

“Lo Sukanya sama Bapak-bapak”, Tanya Myha serius.

Lova tidak menyangka bahwa Myha menganggap serius ucapannya tadi.

“Kalau iya kenapa?”

“Lo bukan pecinta sugar daddykan?”


Lova tertawa puas mendengarnya, “Bukan, gue pecinta bapak-bapak yang kayak
pak Agus gitu”

Myha makin membesarkan matanya, seperti bola matanya hendak keluar dari
sana. Lova yang melihat itu semakin tertawa, Myha yang melihat itu bergedik
ngeri. Dipikirannya Lova bukan cewek normal, setelah mengatakan dia suka
bapak-bapak, lalu dia tertawa sendiri.

“Lo kenapa ketawa? Ada yang lucu?”

“Ada, muka lo tuh lucu”, Jawab Lova masih tertawa

“Gue serius Va, lo beneran suka sama Pak Agus?”

Lova menghentikan tawanya, dan menghirp udara banyak-banyak karena hampir


kehilangan nafas akibat tertawa.

“Ya enggaklah Myhanya akoh, yaudah ya gak usah cemburu gitu dong mukanya.
Pacar kamu mau duduk nich”,Jawab Lova manja, genit sambil menggandeng
tangan Myha.

Myha yang mendengar itu langsung ngeri apa mungkin gadis ini kerasukan.
Myha memilih untuk duduk di di depan tv. Lova mengikuti Myha dan duduk
disampingnya. Myha menghidupkan tv nya dan memilih siaran luar.

“Myha jangan ini dong, gak asik banget deh hidup lo”

“Suka-suka gue, ini kan villa gue”

“Bukan, tadi lo bilangkan ini villa bokap lo”

Myha menarik nafas geram dengan gadis ini. Pak Agus datang dan memberikan
minuman kepada Lova dan Myha, serta menanyakan makanan yang di masak
untuk makan siang mereka.

“Kalau saya pengen mie rebus aja Pak, tapi pakai telur spesial ya Pak”

“Saya seperti biasa aja Pak”


“Baik Mas sama Mbak tunggu disini, nanti Ibu Sri akan siapkan semuanya”

Pak Agus pergi meninggalkan mereka berdua, Lova berpikir siapa lagi itu Ibu Sri.

“Lo pasti mau nanya Bu Sri siapa kan? Sebelum lo tanya biar gue kasih
tau..”,Sebelum Myha selesai bicara, sudah dipotong oleh Lova.

“Bu Sri itu istrinya Pak Aguskan?”

“Kenapa lo mikir gitu?”

“Iya biasanya emang gitu, gue benarkan?”

“Salah”, jawab Myha singkat

“Gak mungkin salah, gue pasti benar”

“Lo gak nyimak sebelumnya Pak Agus bilang kalau di aitu masih sendiri”

“Terus siapa dong Bu Sri?”

“Bu Sri itu adeknya nyokap”

“Whhhaaaattt?”, Suara Lova sampai menggema di ruangan itu

“Lo bisa gak, kalau ngomong tuh santai aja”

“Sorry, tapi gue syok banget. Kenapa adek nyokap lo bisa kerja disini?”

“Gak tau gue, bukan urusan gue”

Lova hanya duduk tenang dan tidak habis pikir dengan keluarga Myha.
Bagaimana bisa orang terdekat mereka dijadikan asisten rumah tangga. Selang 15
menit akhirnya makanan mereka pun tiba diantarkan oleh Pak Agus.

“Lo pasti mau nanya lagi, kenapa Pak Agus yang ngantar”

“Enggak kok”
“Karena, gue juga gak tau alasannya. Gue terakhir ketemu sama tante Sri pas gue
umur 12 tahun”

Lova hanya diam dan tidak mau menanggapinya lagi. Dia tidak mau terlalu masuk
ke dalam kehidupan Myha. Mereka menikmati makan sambil menonton film
pilihan Lova, Sailor Moon. Myha hanya mengikuti saja mau gadis ini apa, itung-
itung bisa buat cewek ini lupa kejadian tadi. Lova merasa sangat kenyang dan
mengantuk sekarang. Diapun mulai tertidur, kepalanya mulai bersandar di bahu
Myha, membuat sang empu tidak bisa bergerak, karena ini pertama kalinya ada
cewek lain yang berani bersandar di bahunya. Myha hanya membiarkan saja gadis
ini tidur di bahunya. Sampai akhirnya Myha mengikuti gadis ini tertidur lelap.

*******

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, namun Myha dan Lova belum juga
bangun. Saat waktu menunjukkan pukul 23.30 malam, Lova mulai terusik dan
terbangun dari tidurnya. Saat dia terbangun, dia amat terkejut karena, melihat hari
sudah gelap, dan sadar kalau dia masih berada di Villa nya Myha. Dia melihat
kesekeliling rumah dan tidak melihat Myha. Tiba-tiba Lova mendengar suara dari
arah dapur bunyi dentingan piring. Lova memberanikan diri untuk mengecek ke
dapur, saat sampai di dapur Lova melihat seorang wanita dengan pakaian yang
amat tertutup, saat Lova akan menyapanya, wanita dengan cepat keluar darisana.
Lova berniat ingin mengejar wanita itu, namun tiba-tiba tangannya di Tarik oleh
Myha.

“Lo lapar?”

“Myha, lo bikin kaget aja deh”

“Ngapain disini?”

“Tadi tuh gue bangun, terus pas gue cari lo, lo nya gak ada. Terus gue dengar
suara dari dapur makanya gue kesini buat ngecek, kali aja lo yang ada di dapur”
Myha menarik nafas gusar, “Yaudah, karena sekarang udah malam banget,
gimana kalau kita nginap disini aja?”

“Jadi, maksudnya kita terjebak disini?”

“Bukan terjebak, tapi emang udah terlanjur aja ketiduran sampai larut gini”

“Yeee… sama aja itu namanya kejebak”

Myha kemudian menarik tangan gadis ini untuk pergi dari area dapur. Dia
membawa gadis ini ke kamarnya.

“Iiiihhhh… bisa gak sih lo sehari aja gak narik-narik gue? Sakit tauk, gue
pokoknya besok mau visum”

Myha menyerngitkan keningnya, “Visum apa lo?”

“Visum tangan gue yang udah lo Tarik-tarik, mungkin aja kan ada bekas luka
memar disini”

“Lebay lo”, jawab Myha sambil mengusap wajah Lova.

Lova mengecek ponselnya dan sudah ada 50 lebih panggilan dari Bang Reza.
Sudah dipastikan Bang Reza pasti khawatir dengan dirinya. Lova mengirimkan
pesan ke Bang Reza dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Lova melihat seisi
kamar Myha, hanya polos tidak ada yang menarik kecuali, mata Lova terarah ke
satu album foto, saat Lova akan membukanya, Myha keluar dari kamar mandi dan
mengurungkan niatnya membuka album foto itu. Myha melemparkan handuknya
ke Lova.

“Mandi gih atau bersih-bersih aja, nih bajunya”

“Gue pakai baju ini, besar banget baju kaos lo. Gak cocok lah di badan gue”

“Pakai aja, atau lo mau pakai baju sekolah terus?”


Lova hanya mengdikkan bahunya, dan masuk ke kamar mandi untuk
membersihkan diri. Myha melihat album foto itu dan menyimpannya hingga tak
terlihat. Kemudian, Myha pergi ke balkok dan menghubugi seseorang.

“Cari tau penyebab cewek yang bunuh diri di sekolah gue”, Myha pun langsung
mematikan telfonnya saat mendengar pintu toilet terbuka.

“Lo ngapain di sana?”

“Gak ada, cuma lagi lihat langit malam aja”

“Lo suka lihat langit malam?”

“Enggak juga, tapi kalau lagi ngerasa suntuk, suka aja ngelihat langit malam”

“Sama dong, gue kalau lagi kangen sama nyokap bokap bakal lihat ke langit,
berharap kalau hari itu cuma mimpi”

Myha melihat ke samping, dia berpikir setidaknya dia masih mempunyai orangtua
yang lenngkap walaupun mereka sibuk tapi setidaknya Myha masih bisa melihat
kedua orangtuanya. Namun, gadis ini tidak bisa lagi, Myha kagum Lova tetap bisa
bertahan sejauh ini.

“Oik, lo mikirin apa? Mesum lo ya?”

“Gilak lo, otak lo tuh kotor”

“Eh, buktinya lo yang bawa gue kesini, terus jebak gue disini sampai larut malam
gini biar gak bisa pulang”

“Asli ya, otak lo gak benar tuh. Negatif “

Lova menarik nafas kesal, dia kemudian menarik rambut Myha dan bertiak di
telinganya…

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”, Lova berteriak sekencang mungkin di telinga Lova


sambil menjambak rambut Myha.
Kini mereka berdua sama-sama duduk termenung di lantai kamar Myha. Mereka
duduk saling membelakangi. Myha kesal dengan Lova dan menahan sakit di
telinga serta kepalanya, sedangkan Lova menahan malu dan gengsi untuk minta
maaf ke Myha. Dia pikir bagaimanapun Myha yang membuatnya emosi.

“Va, gak ngantuk?”, Myha akhirnya memulai percakapan

“Ngantuk banget”

“Yaudah tidur gih”

“Gimana mau tidur, kalau lo aja….”

“Gak usah pikirin gue, ini gak sakit banget kok”

Lova mengubah posisi duduknya jadi menghadap ke Myha, dan menundukkan


kepalanya.

“Myha, gue mau minta maaf”

Myha membalikkan posisi duduknya dan sudah melihat Lova dengan kepala
menunduk serta menangis. Myha menyesal tadi bersikap seperti itu ke Lova,
seharusnya dia tidak marah kepada Lova. Myha membawa Lova kedalam
pelukannya, mengusap air mata Lova.

“Udah Va jangan nangis dan jangan merasa bersalah. Gue gak kenapa-napa kok”

Sambil sesegukan Lova menjawab, “Tapi pasti sakit kan, gue tadi gak sengaja
kayak gitu, gue kasar ya Myha”

“Enggak kok, justru kalau lo kayak gini gue gak suka lihatnya. Gue lebih suka
lihat lo kayak tadi, barbar takut gue”

Lova memukul dada bidang Myha, kemudian mengerucutkan bibirnya.

“Udah Va ngambeknya, gak cantik banget”

“Iiihhh Myha. Udah ah, gue ngantuk banget. Tidur dimana nih?”
Myha menunjuk bahunya sebagai kode untuk Lova tidur disana. Lova yang
melihat itu langsung ngeri, takut jika Myha berbuat yang aneh-aneh. Myha
langsung tertawa lepas melihat ekspresi Lova, lucu dan menggemaskan.

“Itu tidur di kasur gue, biar gue yang tidur di sofa”

“Serius gak apa?”

“Iya gak apa. Gue gak mungkin biarin lo tidur di sofa kan. Cewek tempatnya
harus spesial”

Lova tersenyum malu-malu mendengar ucapan Myha. Myha yang melihat itu
mengambil kesempatan dan menggendong Lova ke atas ranjangnya. Lova
memberontak minta diturunkan, namun Myha langsung menghempaskan Lova
disana, dan tersenyum penuh kemenangan. Kemudia dia berjalan ke arah sofa dan
berbaring disana. Lova yang melihat itupun ikut berbaring dan tidur dengan
nyenyak.

*******

“Makasih banyak ya Pak, udah mau bantu Lova disinI. Pak sampaiin terima kasih
Lova juga yak ke Ibu Sri. Masakannya enak banget”

“Iya mbak sama-sama nanti bapak sampaikan”

“Yaudah Pak saya pulang dulu”

“Iya mas hati-hati ya. Semoga mas sama mbak cantik selamat sampai di rumah”

“Iya Pak, makasih”

“Oke Pak, tenang aja, Lova pasti selamat sampai rumah kok. Kalau gak selamat
bapak salahin aja nih sih Myha”
Pak Agus hanya tertawa. Mereka pun berpamitan dengan Pak Agus, setelah itu
Myha melajukan motornya untuk pulang ke rumah. Myha membawa motor cukup
laju, saat hendak menghentikan motornya, tiba-tiba saja Myha merasa ada yang
salah dengan motornya. Rem motor Myha blong, sedangkan kecepatan saat ini
cukup tinggi. Myha berusaha untuk tetap tenang, agar Lova tidak panik. Lova
merasa ada yang aneh dengan kecepatan motor Myha.

“Myha, lo apa-apaan sih, kok bawa motornya laju banget. Gue takut”

“Tenang Va, peluk gue erat-erat Va”

Lova pun mendengarkan intruksi dari Myha, dia memeluk Myha dengan sangat
kuat. Lova sangat taku sekarang, seperti ada sesuatu yang tidak beres sedang
terjadi. Saat yang bersamaan tiba-tiba ada yang mengikuti mereka dari samping.

“Va tutup mata lo, tidur aja. Tenang kita bakal selamat kok”

“Gue gak bisa Myha, gue takut. Gue mau pulang”

“Kita pasti pulang dengan selamat kok, sekarang lo tutup mata lo ya. Tidur aja”

Lova berusaha untuk mendengarkan perkataan Myha. Dia tidur berusaha


menetraslisir rasa takutnya. Tiba-tiba saja…

Doooorrrrr….. Dooooorrrr….. Doooorrrrr….

Motor itu pun tumbang dan langsung terseret hingga menabrak pembatas jalan.

“Myha”

*******
Bagaimana dengan Part 10 nya?

Boleh tinggalkan komentar kalian disini ya... dan jangan lupa untuk vote
cerita ini agar aku tambah semangat lagi buat nulis ceritanya.....

Semoga kalian suka sama cerita aku ya..... Penasaran nggak dengan part
selanjutnya? Maka dari itu terus pantengin MyhaLova supaya kalian gak
ketinggalan cerita serunya...

Terima kasih untuk supportnya dan udah baca cerita ini, jangan bosan-
bosan ya....

Jangan lupa juga buat share dan ajakin teman-teman,saudara-saudara,


seluruh anggota keluarga dan semua kenalan kalian untuk baca cerita
MYHALOVA.

Anda mungkin juga menyukai