0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan17 halaman

Dampak dan Penggunaan Atom Timbal (Pb)

Makalah ini membahas tentang atom timbal (Pb), termasuk sifat fisik dan kimia, sejarah penggunaannya, serta dampak lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan. Penggunaan timbal dalam berbagai industri, seperti baterai dan cat, telah menimbulkan perhatian terhadap toksisitasnya dan upaya untuk mencari alternatif yang lebih aman. Penelitian ini juga menyajikan hasil analisis kadar timbal dalam darah pekerja bengkel yang menunjukkan bahwa kadar timbal tidak melebihi ambang batas normal.

Diunggah oleh

Rohansyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan17 halaman

Dampak dan Penggunaan Atom Timbal (Pb)

Makalah ini membahas tentang atom timbal (Pb), termasuk sifat fisik dan kimia, sejarah penggunaannya, serta dampak lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan. Penggunaan timbal dalam berbagai industri, seperti baterai dan cat, telah menimbulkan perhatian terhadap toksisitasnya dan upaya untuk mencari alternatif yang lebih aman. Penelitian ini juga menyajikan hasil analisis kadar timbal dalam darah pekerja bengkel yang menunjukkan bahwa kadar timbal tidak melebihi ambang batas normal.

Diunggah oleh

Rohansyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya
berkat rahmat dan hidayah-Nya lah saya bisa menyelesaikan tugas dari dosen mata
kuliah Penggunaan Komputer Dalam Kimia untuk membuat makalah yang berjudul
“Atom Timbal (Pb)” nomor atom ke 82 dengan lancar dan tepat waktu.

Terima kasih saya ucapkan kepada Dra. Hj. Hermin Budiningarti, [Link]. selaku
dosen pengajar mata kuliah Penggunaan Komputer Dalam Kimia yang selalu
memberikan bimbingan dan arahan kepada saya dalam menyelesaikan makalah ini.
Dan tak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman saya dan pihak-
pihaklain yang turut serta membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi para pembaca.
Dan saya mengharap kepada teman-teman untuk bersedia memberikan kritik dan
sarannya kepada saya menyangkut pembuatan makalah ini, sebagai bahan
pertimbangan saya untuk membuat makalah selanjutnya, karena makalah ini masih
banyak kekurangannya atau masih jauh dari kesempurnaan.

Bandar Lampung, …………….. 2024

Penulis

i
DAFTAR ISI

ii
DAFTAR GAMBAR

iii
DAFTAR TABEL

iv
BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Timbal (Pb), dengan nomor atom 82, merupakan unsur kimia yang berperan
penting dalam sejarah industri manusia. Timbal adalah salah satu unsur terberat
yang terbentuk secara alami dan menunjukkan sifat fisik yang sangat baik seperti
kepadatan tinggi dan titik leleh rendah. Karena sifatnya ini, timbal digunakan
dalam berbagai aplikasi industri, termasuk produksi baterai, cat, kaca, dan bahan
bakar. Penggunaan timah sudah ada sejak zaman kuno ketika logam tersebut
digunakan untuk membuat koin, hookah, dan senjata. Namun, penggunaan timbal
telah mendapat lebih banyak perhatian seiring dengan semakin banyaknya kita
mempelajari dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan, khususnya
toksisitasnya.
Selama abad ke-20, penggunaan timbal semakin meluas dalam industri
modern. Salah satu kegunaan utamanya adalah dalam pembuatan baterai, dimana
timbal digunakan sebagai salah satu komponen baterai timbal-asam, yang banyak
digunakan pada mobil dan sistem penyimpanan energi. Selain itu, timbal juga
digunakan dalam pembuatan cat baik untuk keperluan industri maupun rumah
tangga. Namun, dampak penggunaan timbal terhadap lingkungan dan kesehatan
telah menjadi perhatian utama, karena timbal dapat terakumulasi di tanah dan air
serta memasuki rantai makanan, menyebabkan keracunan pada manusia dan hewan.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya timbal, berbagai upaya
telah dilakukan untuk mengurangi penggunaannya dan mencari alternatif yang
lebih ramah lingkungan. Beberapa negara telah memberlakukan peraturan yang
membatasi penggunaan timbal dalam produk konsumen. Selain itu, penelitian terus
mengembangkan teknologi alternatif yang lebih aman dan efisien, seperti baterai
lithium-ion, yang semakin populer pada kendaraan listrik dan aplikasi penyimpanan

1
energi. Dengan lebih memahami sifat dan dampak penggunaan timbal, masyarakat
dan industri dapat bekerja sama untuk mengembangkan solusi yang lebih
berkelanjutan dan ramah lingkungan terhadap penggunaan unsur kimia ini.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, beberapa rumusan masalah yang muncul
adalah:
1. Apa saja sifat fisik dan kimia atom timbal (Pb) yang memengaruhi
penggunaannya dalam berbagai aplikasi industri?
2. Bagaimana sejarah perkembangan penggunaan atom timbal dalam berbagai
aplikasi industri dan teknologi?
3. Apa saja dampak lingkungan dan kesehatan yang terkait dengan
penggunaan atom timbal, dan bagaimana cara mengurangi risiko tersebut?

2.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dari makalah ini adalah:
1. Menyajikan tinjauan menyeluruh tentang sifat fisik, kimia, dan aplikasi
atom timbal dalam berbagai industri.
2. Menelusuri sejarah perkembangan penggunaan atom timbal dalam industri
dan teknologi.
3. Menganalisis dampak lingkungan dan kesehatan yang terkait dengan
penggunaan atom timbal, serta mencari solusi untuk mengurangi risiko
tersebut.

2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Karakteristik dan Sifat Timbal


Beberapa sumber menyebutkan bahwa plumbum (Pb) adalah logam lunak
berwarna abu-abu kebiruan mengkilat, memiliki titik lebur rendah, mudah
dibentuk, memiliki sifat kimia yang aktif, sehingga bisa digunakan untuk melapisi
logam agar tidak timbul perkaratan. Pb dicampur dengan logam lain akan terbentuk
logam campuran yang lebih bagus daripada logam murninya (Fibrianti, 2015).
Logam timbal (Pb) mempunyai sifat-sifat yang khusus seperti berikut :
1. Merupakan logam yang lunak, sehingga dapat dipotong dengan menggunakan
pisau atau dengan tangan dan dapat dibentuk dengan mudah.
2. Merupakan logam yang tahan terhadap peristiwa korosi atau karat, sehingga
logam timbal sering digunakan sebagai bahan coating.
3. Mempunyai titik lebur rendah hanya 327,5°C.
4. Mempunyai kerapatan yang lebih besar dibandingkan dengan logam-logam,
kecuali emas dan merkuri.
5. Merupakan pengantar listrik yang baik. Selain sifat khusus, berikut sifat fisik
dan kimia timbal :

Tabel 1. Sifat Fisik dan Kimia Timba


Sifat Fisika Sifat Kimia
• Fasa pada suhu kamar : padatan • Bilangan oksidasi : 4,2,-4
• Densitas : 11,34 g/cm3 • Elektronegativitas : 2,33 (skala
• Titik leleh : 327,5 0C pauli)
• Titik didih : 17490C • Energi ionisasi 1 : 715,6 kJ/mol
• Panas Fusi : 4,77 kJ/mol • Energi ionisasi 2 : 1450,5 kJ/mol
• Panas Penguapan : 179,5 kJ/mol • Energi ionisasi 3 : 3081,5 kJ/mol

3
• Kalor jenis : 26,650 J/molK • Jari-jari atom : 175 pm
• Radius ikatan kovalen : 146 pm
• Jari-jari Van Der Waals : 202 pm
• Struktur Kristal : kubik berpusat
muka
• Sifat kemagnetan : diamagnetik
• Resistifitas termal : 208 nohm.m
• Konduktifitas termal : 35,3 W/mK

2.2 Sejarah Atom Timbal (Pb)


Sejarah penggunaan timbal mencakup banyak peristiwa penting dalam
perkembangan industri manusia. Penggunaan timah sudah ada sejak zaman kuno
ketika orang Romawi kuno menggunakan timah untuk berbagai tujuan, termasuk
membuat hookah dan perhiasan. Dari Abad Pertengahan hingga Renaisans,
penggunaan timbal terus meningkat, menjadi bahan penting dalam pembuatan kaca
dan pewarna. Pada abad ke-20, penggunaan timbal meluas, terutama di industri
modern seperti manufaktur baterai, cat, dan bahan bakar. Salah satu hal yang
menonjol adalah penggunaan timbal dalam produksi baterai timbal-asam, yang
menjadi standar dalam industri otomotif dan penyimpanan energi.

Gambar 1. Baterai Timbal Asam


(Sumber: Shunlongwei [Link])

2.3 Dampak Kesehatan Lingkungan dan Manusia


Dampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia yang terkait dengan atom
timbal menjadi perhatian serius dari sudut pandang keberlanjutan dan kesejahteraan

4
manusia. Paparan timbal dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan
manusia dan ekosistem. Karena sifatnya yang persisten dan beracun, timbal dapat
mencemari tanah, air, dan udara, sehingga menimbulkan risiko paparan pada
manusia melalusi berbagai cara, termasuk konsumsi air dan makanan yang
terkontaminasi. Anak-anak dianggap sebagai kelompok yang paling terkena
dampak keracunan timbal karena sistem kekebalan tubuh mereka masih
berkembang dan mereka lebih mungkin terpapar timbal melalui berbagai aktivitas,
seperti bermain di tanah yang terkontaminasi (Naria, 2005).

2.4 Sumber dan Kegunaan Timbal


Timbal secara alamiah terdapat dalam jumlah kecil pada batu-batuan,
penguapan lava, tanah dan tumbuhan. Timbal komersial dihasilkan melalui
penambangan, peleburan, pengilangan dan pengolahan ulang sekunder. Sumber-
sumber lain yang menyebabkan timbal terdapat dalam udara ada bermacam-
macam. Diantara sumber alternatif ini yang tergolong besar adalah pembakaran
batu bara, asap dari pabrik-pabrik yang mengolah senyawa timbal alkil, timbal
oksida, peleburan biji timbal dan transfer bahan bakar kendaraan bermotor, karena
senyawa timbal alkil yang terdapat dalam bahan bakar tersebut dengan sangat
mudah menguap. Kadar timbal dari sumber alamiah sangat rendah dibandingkan
dengan timbal yang berasal dari pembuangan gas kendaraan bermotor (Lange,
2019).
Timbal tidak pernah ditemukan dalam bentuk murninya, selalu bergabung
dengan logam lain. Timbal terdapat dalam 2 bentuk yaitu bentuk anorganik dan
organik. Dalam bentuk anorganik timbal dipakai dalam industri baterai (digunakan
persenyawaan Pb-Bi); untuk kabel telepon digunakan persenyawaan timbal yang
mengandung 1% stibium (Sb); untuk kabel listrik digunakan persenyawan timbal
dengan As, Sn dan Bi: percetakan, gelas, polivinil, plastik dan mainan anak-anak.
Disamping itu bentuk-bentuk lain dari persenyawaan timbal juga banyak digunakan
dalam konstruksi pabrik-pabrik kimia, kontainer dan alat-alat lainnya.
Persenyawaan timbal dengan atom N (nitrogen) digunakan sebagai detonator
(bahan peledak). Selain itu timbal juga digunakan untuk industri cat (PbCrO4),
pengkilap keramik (Pb-Silikat), insektisida (Pb-arsenat), pembangkit tenaga listrik

5
(Pb-telurium). Penggunaan persenyawaan timbal ini karena kemampuannya yang
sangat tinggi untuk tidak mengalami korosi (Lange, 2019).

Gambar 2. Polusi Timbal Pertambangan


(Sumber: Alinea ID)

6
BAB III. METODE

Dalam konteks kadar timbal, terdapat berbagai metode yang digunakan untuk
menentukan konsentrasi timbal dalam berbagai sampel, mulai dari air minum
hingga tanah. Salah satu metode yang umum digunakan adalah spektrometri
serapan atom (Atomic Absorption Spectrometry/AAS) atau spektrometri emisi atom
(Atomic Emission Spectrometry/AES). Metode ini melibatkan penggunaan sumber
cahaya yang memancarkan radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang yang
spesifik yang kemudian dilewatkan melalui sampel yang diuji. Jika sampel
mengandung timbal, maka atom timbal dalam sampel akan menyerap atau
memancarkan cahaya pada panjang gelombang tertentu. Dengan membandingkan
intensitas cahaya yang melewati sampel dengan intensitas cahaya asli, konsentrasi
timbal dalam sampel dapat dihitung secara kuantitatif. Selain itu, teknik lain seperti
spektrometri massa (Mass Spectrometry/MS) juga sering digunakan untuk analisis
unsur, termasuk timbal, dengan sensitivitas dan presisi yang tinggi. Metode lain
termasuk penggunaan analisis fluoresensi sinar-X (X-ray Fluorescence/XRF) dan
metode elektrokimia. Dalam praktiknya, pemilihan metode analisis bergantung
pada jenis sampel, tingkat keakuratan yang diinginkan, serta ketersediaan peralatan
dan sumber daya laboratorium.

7
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Februari 2023 dengan jenis sampel
darah pada pekerja bengkel yang dianalisis menggunakan metode Spektrofotometri
Serapan Atom (SSA), hasil penelitian dapat disajikan dalam bentuk Tabel 4.1 dan
Tabel 4.2.

Tabel 4.1. Hasil Analisis Kadar Timbal


Variabel Kategori Frekuensi Presentasi%
Tidak melewati 7 100
Kadar Timbal ambang batas
(Pb) Melewati ambang 0 0
batas
Total 7 100

Tabel 4.2 Hasil Analisis Kadar Limbah


Kode Sampel Kode Timbal Ambang Batas Keterangan
(ppm) (ppm)
1 0,11 0,1-0,25 Tidak melewati
ambang batas
2 O,01 0,1-0,25 Tidak melewati
ambang batas
3 0,05 0,1-0,25 Tidak melewati
ambang batas
4 0,10 0,1-0,25 Tidak melewati
ambang batas
5 0,15 0,1-0,25 Tidak melewati
ambang batas
6 0,07 0,1-0,25 Tidak melewati
ambang batas

8
Gambar 3. Pengaruh waktu flotasi dan massa deterjen terhadap persentase timbal
yang diekstraksi dari galena
(Sumber: Idiawati et al.,2013)

4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar timbal (Pb) dalam darah pekerja bengkel
di Banjar Blungbang, Badung menunjukan bahwa responden yang berjumlah 7
orang terdapat kandungan timbal yang tidak melebihi ambang batas normal.
Batasan normal kandungan timbal dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI No
1406/MENKES/SK/2002 pada sampel darah adalah 0,1-0,25 ppm.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang bertujuan
untuk mengetahui kadar timbal (Pb) dalam sampel darah pekerja bengkel di Banjar
Blumbang, Badung. Penelitian ini dilakukan di Banjar Blungbang Desa penarungan
dengan jumlah responden 7 orang. Pertama-tama responden diberikan penjelasan
mengenai penelitian yang akan dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan pengisian
kuisioner dan informed consent. Setelah itu dilakukan pengambilan sampel darah
yang ditampung menggunakan tabung EDTA kemudian diberi label sesuai dengan
identitas responden. Tujuannya agar sampel yang satu tidak tertukar dengan sampel
yang lainnya karena jika sampel tertukar dapat mempengaruhi hasil dan data
responden. Setelah itu sampel diletakkan dalam kotak kemudian dibawa ke
laboratorium Analitik Udayana untuk dianalisis.
Berdasarkan hasil analisis kadar timbal (Pb) dalam sampel darah pekerja
bengkel di Banjar Blungbang Desa Penarungan yang dapat dilihat dari Tabel 4.1
dan Table 4.2 menujukkan bahwa kadar timbal (Pb) dari ketujuh sampel yaitu
sampel 1 sebesar 0,11 ppm, sampel 2 sebesar 0,01 ppm, sampel 3 sebesar 0,05 ppm,

9
sampel 4 sebesar 0,10 ppm, sampel 5 sebesar 0,15 ppm, sampel 6 sebesar 0,07 ppm,
dan sampel 7 sebesar 0,09 ppm. Berdasarkan standar dalam Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1406/MENKES/SK/IX/2002 dimana nilai
ambang batas normal kadar timbal (Pb) dalam darah yaitu 0,1-0,25 ppm.

10
BAB V. KESIMPULAN

Timbal (Pb) memiliki sifat yang berguna dalam industri, namun juga
menyebabkan risiko kesehatan dan lingkungan yang serius. Meskipun penggunaan
timbal telah meluas sepanjang sejarah, kesadaran akan toksisitasnya telah
meningkat, mendorong upaya untuk mengurangi penggunaannya dan mencari
alternatif yang lebih aman. Langkah-langkah regulasi yang lebih ketat dan
pengembangan teknologi baru menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini.
Oleh karena itu, kesimpulan ini menekankan pentingnya kerjasama antara berbagai
pihak untuk menjaga kesehatan manusia dan lingkungan dengan bijaksana
mengelola penggunaan timbal dan mencari solusi yang lebih berkelanjutan.

11
DAFTAR PUSTAKA

Fibrianti, L. D., & Azizah, R. (2015). Karakteristik, Kadar Timbal (Pb) Dalam
Darah, Dan Hipertensi Pekerja Home Industry Aki Bekas Di Desa Talun
Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan. Jurnal Kesehatan
Lingkungan, 8(1), 92-102.
Idiawati, N., Triantie, A., & Wahyuni, N. (2013). Pemisahan timbal (Pb) dalam
galena dengan metode flotasi menggunakan deterjen. Positron, 3(1).
Lange, G. T. (2019). Analisis Kadar Timbal Dalam Darah Kondektur Angkutan
Umum Di Jalur Bemo Kupang–Noelbaki Kota Kupang (Doctoral
dissertation, Poltekkes Kemenkes Kupang).
Naria, E. (2005). Mewaspadai dampak bahan pencemar timbal (Pb) di lingkungan
terhadap kesehatan. Jurnal komunikasi penelitian, 17(4), 66-72.
Sugiani, N. N. (2023). ANALISIS KADAR TIMBAL (PB) DALAM SPESIMEN
DARAH PEKERJA BENGKEL MOTOR DI BANJAR BLUNGBANG
BADUNG TAHUN 2023 (Doctoral dissertation, SEKOLAH TINGGI ILMU
KESEHATAN WIRA MEDIKA).

Anda mungkin juga menyukai