Remik: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer
Volume 7, Nomor 3, Agustus 2023 e-ISSN : 2541-1330
[Link] p-ISSN : 2541-1332
Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Umum Menggunakan
Metode Forward Chaining
Sondang Matondang
Politeknik Unggul LP3M
Medan, Indonesia
dedematondang@[Link]
*Penulis Korespondensi
Diajukan : 18/08/2023
Diterima : 30/08/2023
Dipublikasi : 31/08/2023
ABSTRAK
Diagnosa penyakit secara khusus dilakukan dokter atau tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan
dan pengalaman tentang penyakit dan gejala-gejala penyakit, namun karena kemajuan teknologi
informasi maka dokter atau tenaga kesehatan dapat direpresentaikan melalui sistem pakar. Sistem pakar
merupakan sistem yang mampu mengadopsi pengetahuan dokter atau tenaga kesehatan untuk dapat
diproses di komputer guna membantu menyelesaikan masalah dibidang kesehatan. Penelitian ini
membuat produk teknologi terapan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai media
konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan melalui sistem pakar gun memberikan alteratif diagnosa
awal dan pencegahan penyakit. Penelitian menggunakan data 10 penyakit dan gejala penyakit sebanyak
66 gejala. Perancangan sistem pakar dilakukan melalui aktivitas pengumpulan data, perancangan rule,
perancangan proses berdasarkan tahapan perancangan Rapid Application Development (RAD), sistem
pakar dibangun menggunakan PHP dan basisdata MySQL. Metode inferensi yang digunakan ialah
Forward Chaining, metode ini dipilih untuk mengatasi masalah ketidakpastian dalam proses
penelurusan.
Kata Kunci: forward chaining, gejala, pakar, penyakit, sistem
I. PENDAHULUAN
Salah satu permasalahan dalam kehidupan manusia ialah masalah kesehatan, bila terjadi penyakit di
sistem tubuh manusia akan menghambat aktifitas sehari-hari. Virus, bakteri, atau kelainan jaringan di
tubuh manusia penyebab terjadinya berbagai penyakit Listrianah (2017). Selain virus, bakteri atau
kelainan jaringan di tubuh manusia, penyebab terjadinya penyakit juga disebabkan oleh pola hidup
yang kurang sehat baik untuk penyakit ringan maupun berat (Yanuardi, 2019). Diperlukan pengetahuan
tentang penyakit berserta gejalanya melalui pakar atau ahli secara langsung datang ke tempat pelayanan
kesehatan yaitu PUSKESMAS, klinik, rumah sakit, praktik dokter atau pelayanan kesehatan lainnya.
Berkembangannya ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat manusia menciptakan hal-hal baru
termasuk diagnosis penyakit melalui aplikasi sistem pakar. Sistem pakar merupakan salah satu bagian
dari kecerdasan buatan yang dapat mengolah pengetahuan melalui komputer untuk menyelesaikan
berbagai masalah, selain itu sistem pakar dapat membantu pakar atau pengguna memberikan keputusan.
Bidang kesehatan juga membutuhkan sistem pakar untuk membantu penyelesaian masalah dalam hal
diagnosis awal tentang penyakit-penyakit tertentu.
Sistem pakar membuat interaksi positif antara sistem dan pengguna dalam penyampaian informasi dan
tercapainya kepuasaan pengguna sistem pakar (Turban, 1992). Sistem pakar dapat dirancang
menggunakan metode penelusuran forward chaining (Suparman, 1991). Aplikasi sistem pakar dapat
membantu pengguna untuk diagnosis dini penyakit umum tanpa harus bertanya kepada pakar atau ahli
penyakit. Aplikasi sistem pakar dapat mentransfer keahlian seorang pakar atau ahli ke dalam web
expert system menggunakan metode forward chaining.
This is a Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-N onCommercial 4.0 International License. 1712
Remik: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer
Volume 7, Nomor 3, Agustus 2023 e-ISSN : 2541-1330
[Link] p-ISSN : 2541-1332
Forward chaining dipilih karena metode yang sederhana dan efektif untuk sistem pakar serta menerima
data baru yang dapat memicu inferensi baru, sehingga membuat mesin lebih cocok untuk situasi
dinamis karena kondisi yang cenderung berubah.
II. STUDI LITERATUR
Sistem Pakar
Teori sistem pakar terdiri dari pengertian sistem pakar, arsitektur sistem pakar, mekanisme inferensi,
fasilitas penjelasan, perbandingan sistem pakar dengan sistem konvensional, dan teknik inferensi.
Sistem pakar merupakan aplikasi berbasis komputer yang berguna untuk memecahkan masalah seperti
yang dipikirkan pakar. Pakar merupakan orang yang memiliki keahlian khusus untuk memecahkan
masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh orang awam.
Sistem pakar adalah program kecerdasan buatan yang menggabungkan basis pengetahuan (knowledge
base) dengan sistem inferensi. Sistem pakar adalah perangkat lunak khusus tingkat tinggi yang
berupaya menduplikasi fungsi seorang ahli dalam satu bidang keahlian. Aplikasi sistem pakar berperan
sebagai konsultan atau penasehat yang cerdas dalam suatu lingkungan keterampilan tertentu, sebagai
hasil kumpulan pengetahuan yang telah dikumpulkan dari beberapa ahli. Orang awam dapat
memanfaatkan sistem pakar untuk membantu menyelesaikan masalah- masalah yang dihadapinya.
Beberapa penelitian tentang sistem pakar menggunakan forward chaining yaitu Trianasari dan Nanang
(2018) mengembangkan sistem dengan menggunakan forward chaining untuk diganosa penyakit kulit.
Rozi Irnaldi (2019) mengusulkan sebuah sistem pakar yang dapat mendiagnosa penyakit tanaman cabai
dengan menggunakan metode forward chaining. Penelitian yang dilakukan oleh Lesi (2018)
menyajikan implementasi metode forward chaining dalam diagnosis penyakit dan hama tanaman
jagung.
Forward Chaining
Forward Chaining adalah metode top-down yang mengambil fakta-fakta dan berusaha menarik
kesimpulan. Karakteristik forward chaining (1) fakta disimpan dalam memori, (2) aturan kondisi
tindakan adalah tindakan yang harus diambil ketika fakta tertentu terjadi dalam memori, dan (3)
tindakan melibatkan penambahan atau penghapusan fakta dari memori (Sarma, 2010). Dalam penelitian
ini metode Forward Chaining diimplementasikan dalam sebuah sistem pakar untuk diagnosis penyakit
umum. Sistem Pakar berguna untuk mengatasi permasalahan tentang diganosis penyakit umum pada
masyarakat.
III. METODE PENELITIAN
Salah satu cabang Kecerdasan Buatan adalah penggunaan pengetahuan ahli untuk pemecahan masalah
(Arhami, 2005). Sistem pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan dan
lingkungan konsultasi. Lingkungan pengembangan digunakan untuk memasukkan pengetahuan ahli
dalam Sistem Pakar. Pengguna umum menggunakan lingkungan konsultasi untuk mendapatkan
pengetahuan ahli. Komponen Sistem Pakar pada kedua bagian tersebut terdapat pada Gambar 1.
Penelitian ini menggunakan metode forward chaining berguna untuk membuat kesimpulan dari
penalaran pengetahuan. Sistem Pakar yang menggunakan metode forward chaining menggunakan
aturan (rule) yang direpresentasikan dengan aturan IF-THEN, sedangkan data direpresentasikan dalam
kumpulan fakta tentang perstiwa terkini. Mesin inferensi membandingkan setiap aturan yang tersimpan
dalam basis pengetahuan dengan fakta yang terdapat dalam basis data. Jika bagian IF (kondisi) dan
aturan cocok dengan fakta, maka aturan dijalankan dengan bagian THEN (tindakan) dan ditambahkan
kebasisdata untuk fakta baru. Penelitian ini juga menggunakan metode Rapid Application Development
(RAD) sebagai dasar metode perancangan aplikasi sistem pakar diagnosis penyakit umum berbasis
web.
This is a Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-N onCommercial 4.0 International License. 1713
Remik: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer
Volume 7, Nomor 3, Agustus 2023 e-ISSN : 2541-1330
[Link] p-ISSN : 2541-1332
Gambar 1. Arsitektur Sistem Pakar
Jenis sistem yang menggunakan teknik penelurusan forward chaining (Suparman, 1991), memiliki
ketentuan :
1. Sistem diwakili oleh satu atau lebih kondisi.
2. Untuk setiap kondisi, sistem mencari aturan di basis pengetahuan untuk aturan yang sesuai
dengan kondisi di bagian IF.
3. Setiap aturan dapat menghasilkan kondisi baru dari kesimpulan yang diminta di bagian
selanjutnya. Kondisi baru ini dapat ditambahkan dengan kondisi lain yang sudah ada.
4. Setiap kondisi yang ditambahkan ke sistem akan diproses. Jika suatu kondisi ditemukan, sistem
akan kembali ke langkah 2 dan mencari aturan di basis pengetahuan lagi. Jika tidak ada kesimpulan
baru, sesi ini berakhir
Gambar 2. Diagram Forward Chaining
Rapid Application Development (RAD)
Secara umum pengembangan aplikasi berbasis komputer berdasarkan pendekatan dikelompokkan
menjadi dua yaitu konvensional dan berorientasi objek (Davis, 1986). Salah satu metode yang termasuk
dalam kategori konvensional adalah Rapid Application Development (RAD) (Pressman, 1997).
Penggunaan metode RAD dapat memperjelas setiap langkah sehingga penggunaan metode RAD dapat
menghemat waktu dalam proses perancangan. Tahapan Rapid Application Development (RAD) pada
This is a Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-N onCommercial 4.0 International License. 1714
Remik: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer
Volume 7, Nomor 3, Agustus 2023 e-ISSN : 2541-1330
[Link] p-ISSN : 2541-1332
Gambar 3.
Gambar 3. Tahapan Rapid Application Development (RAD)
Perencanaan Kebutuhan : Tahapan dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan
pengumpulan data dari pengguna atau stakeholder pengguna bertujuan untuk mengidentifikasi maksud
akhir atau tujuan dari sistem dan kebutuhan informasi. Keterlibatan kedua belah penting untuk
mengidentifikasi kebutuhan pengembangan sistem.
Desain Sistem : Tahap desain sistem dilakukan untuk proses desain dan perbaikan
desain secara kontinyu. Luaran tahap desain sistem ialah spesifikasi perangkat lunak.
Proses Pengembangan : Tahap proses pengembangan ditransformasi ke dalam bentuk
aplikasi versi beta sampai versi final berdasarkan desain sistem dan kesepakatan yang telah disetujui.
Pembuat program secara kontinyu melakukan pengembangan dan integerasi sambil terus
mempertimbangkan masukan dari pengguna atau klien.
Implementasi : Tahapan implementasi pembuat program menerapkan desain
sistem yang telah disetujui. Pembuat program melakukan proses pengujian terhadap program untuk
mendeteksi kesalahan pada sistem.
Berdasarkan analisis, permasalahan adalah bagaimana pemanfaatan teknologi informasi untuk
merancang sistem pakar diagnosis penyakit umum berbasis web tanpa dibatasi oleh jarak, ruang, dan
waktu, serta memudahkan diagnosis penyakit sejak awal sebelum datang ke dokter atau ke tenaga
kesehatan.
Perencanaan Kebutuhan
Pembuatan Sistem Pakar memerlukan data, perangkat keras, dan perangkat lunak. Data yang
dibutuhkan ialah data penyakit dan gejala penyakit bersumber dari website [Link] dan
[Link]. Perangkat keras yang dibutuhkan ialah komputer dengan spesifikasi mininum
prosesor i3 atau setara RAM 4 GB. Perangkat lunak yang dibutuhkan ialah sistem operasi Windows 10,
XAMPP, dan Visual Studio Code. Penyakit yang digunakan untuk membangun sistem pakar diagnosis
penyakit umum, yaitu :
Tabel 1. Daftar Penyakit
Kode Penyakit Nama Penyakit
P01 ISPA
P02 Demam Tifoid
P03 Diare
P04 Anemia
P05 DBD
P06 Hipertensi
P07 Malaria
P08 Asam Lambung
P09 Diabetes
P10 Flu Influenza
Tabel 2 Daftar Gejala Penyakit
This is a Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-N onCommercial 4.0 International License. 1715
Remik: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer
Volume 7, Nomor 3, Agustus 2023 e-ISSN : 2541-1330
[Link] p-ISSN : 2541-1332
Kode Gejala Kode Gejala Kode Gejala
Gejala Gejala Gejala
G001 Ada darah G024 Lelah dan lemas G047 Penurunan massa
dalam urine otot
G002 Aritmia G025 Linglung atau G048 Perasaan tidak
mengigau nyaman secara
umum
G003 BAB berdarah G026 Luka menjadi G049 Pernapasancepat
lebih sulit sembuh
G004 Batuk G027 Menggigil dan G050 Pilek
berkeringat
G005 Batuk kering G028 Mengi G051 Rasa terbakar,
kaku, dan nyeri
pada kaki
G006 Bau mulut G029 Merasa cemas G052 Ruam kemerahan
di
kulit
G007 Berat badan G030 Mimisan G053 Sakit kepala
menurun dan pusing
G008 Bercak-bercak G031 Mual dan/atau G054 Sakit mata
hitam di sekitar muntah
leher, ketiak,
dan selangkangan
G009 Bersin G032 Mudah kenyang G055 Sakit perut
G010 Demam G033 Infeksi di gusi, kulit, G056 Sakit tenggorokan
vagina, atau saluran
kemih
G011 Detak jantung G034 Mulut kering G057 Sembelit
tidak teratur
G012 Diare G035 Muntah G058 Sering bersendawa
dansuara menjadi
serak
G013 Dingin di tangan G036 Napas pendek G059 Sering buang air
dan kaki kecil pada malam
hari
G014 Disfungsi ereksi G037 Nyeri dada G060 Sering mengantuk
atau impotensi setelah makan
G015 Gatal-gatal di G038 Nyeri di bagian G061 Sering merasahaus
kulit atau timbul belakang mata atau
prurigo sangat lapar
G016 Halusinasi G039 Nyeri menelan G062 Sesak napas
G017 Hidung meler G040 Nyeri otot atausendi G063 Suhu Badan
atau tersumbat 39–40°C
G018 Hilang nafsu G041 Otot sakit G064 Sulit
makan berkonsentrasi
G019 Kebingungan G042 Panas dingin G065 Telinga
berdengung
G020 Kelelahan dan G043 Pembengkakan di G066 Urine
kelemahan perut mengandung
keton
G021 Keringat berlebih G044 Pembesaran kelenjar
getah
bening
G022 Kulit terasa G045 Penglihatan kabur
kering
G023 Kulit terlihat G046 Penurunan berat
pucat atau badan
kekuningan
This is a Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-N onCommercial 4.0 International License. 1716
Remik: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer
Volume 7, Nomor 3, Agustus 2023 e-ISSN : 2541-1330
[Link] p-ISSN : 2541-1332
Langkah selanjutnya ialah menggabungkan tabel penyakit dan tabel gejala penyakit sehingga
membentuk tabel baru yaitu tabel rule atau tabel keputusan.
Tabel 3 Tabel Rule/Keputusan
Kode
P01 P02 P03 P04 P05 P06 P07 P08 P09 P10
Gejala
G001
G002
G003
G004
G005
G006
G007
G008
G009
G010
G011
G012
G013
G014
G015
G016
G017
G018
G019
G020
G021
G022
G023
G024
G025
G026
G027
G028
G029
G030
G031
G032
G033
G034
G035
G036
G037
G038
G039
G040
G041
G042
G043
G044
G045
This is a Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-N onCommercial 4.0 International License. 1717
Remik: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer
Volume 7, Nomor 3, Agustus 2023 e-ISSN : 2541-1330
[Link] p-ISSN : 2541-1332
G046
G047
G048
G049
G050
G051
G052
G053
G054
G055
G056
G057
G058
G059
G060
G061
G062
G063
G064
G065
G066
Desain Sistem
Sistem di desain menggunakan dua jenis level akses yaitu administrator dan pasien. Pemodelan sistem
pakar menggunakan UML berjenis Use Case Diagram, Class Diagram, dan Activity Dagram. Berikut
desain use case administratrator dan use case pasien:
Gambar 3 Use Case Administrator
This is a Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-N onCommercial 4.0 International License. 1718
Remik: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer
Volume 7, Nomor 3, Agustus 2023 e-ISSN : 2541-1330
[Link] p-ISSN : 2541-1332
Gambar 4 Use Case Pasien
Gambar 4 Use Case Pasien
Gambar 5 Class Diagram
This is a Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-N onCommercial 4.0 International License. 1719
Remik: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer
Volume 7, Nomor 3, Agustus 2023 e-ISSN : 2541-1330
[Link] p-ISSN : 2541-1332
Gambar 5. Activity Diagram Diagnosa
Proses Pengembangan
Peneliti menggunakan PHP, Adminlte, dan MySQL untuk melakukan proses pengembangansistem
pakar penyakit umum berbasis web.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Implementasi merupakan tahap pengoperasian sistem untuk mengetahui sistem dapat berjalan
sesuai rancangan berdasarkan tujuan untuk membantu diagnosis penyakit umum. Sistem pakar
diagnosis penyakit umum dirancang menggunakan PHP, Adminlte, dan MySQL. Sistem pakar
menyediakan gejala-gejala yang dapat dipilih, kemudian dilakukan penelusuran forward chaining dan
membandingkan gejala yang dipilih dengan rule yang telah ditentukan, bila ada kesamaan maka akan
memberikan informasi jenis penyakit. Berikut tampilan halaman awal sistem pakar, yaitu:
This is a Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-N onCommercial 4.0 International License. 1720
Remik: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer
Volume 7, Nomor 3, Agustus 2023 e-ISSN : 2541-1330
[Link] p-ISSN : 2541-1332
Gambar 6 Tampilan Awal Sistem
Gambar 7. Tampilan Data Gejala
This is a Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-N onCommercial 4.0 International License. 1721
Remik: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer
Volume 7, Nomor 3, Agustus 2023 e-ISSN : 2541-1330
[Link] p-ISSN : 2541-1332
Gambar 8 Tampilan Membuat Rule
Gambar 8 Tampilan Halaman Diagnosa
V. KESIMPULAN
Berdasarkan pengembangan dilakukan selama proses perancangan hingga implementasi sistem pakar
diagnosa penyakit umum berbasis web dapat disimpulkan, yaitu:
1. Sistem pakar ini memudahkan pengguna untuk konsultasi. Perancangan sistem pakar untuk
mendiagnosa penyakit umum mampu menghasilkan jawaban yang dibutuhkan oleh pengguna.
2. Sistem pakar diagnosa penyakit umum dapat berjalan dengan cepat, tepat, hemat waktu,dan
biaya.
This is a Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-N onCommercial 4.0 International License. 1722
Remik: Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer
Volume 7, Nomor 3, Agustus 2023 e-ISSN : 2541-1330
[Link] p-ISSN : 2541-1332
VI. UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih disampaikan kepada semua rekan dosen dan staff di Politeknik Unggul LP3M yang sudah
memberikan motivasi dan terima kepada rekan dosen di Politeknik Ganesha atas kontribusinya dalam
penerbitan artikel.
VII. REFERENSI
A. Al-Ajlan. (2015). The Comparison between Forward and Backward Chaining, Int. J. Mach.
Learn. Comput., vol. 5, no. 2, pp. 106–113.
A. Altinors. (2015). A New Expert Toolbox System Based C # For Diagnosis Of Brain Diseases, vol. 2,
no. 6, pp. 1383–1388.
Abraham, Ajith. (2005). Rule-Based expert systems. Handbook of measuring system design. Arhami,
Muhammad. (2005). Konsep Dasar Sistem Pakar. Yogyakarta: Andi.
Davis G B. (1986). Management Information System. London: Prentice Hall.
F. Turban, (1992). Expert Systems and Applied Artificial Intelligence, Prentice Hall Professional
Technical Reference
[Link] and G. Riley. (2005) Expert Systems : Principles and Programming, Boston: PWS
Publishing Company.
M. S. R. (2011). The Development of web based expert system for diagnose diabetes diseaseusing
forward chaining method, in Seminar on Electrical, informatics and its education, pp. 20–
29.
M. Sanchez-Marre, K. Gibert, and B. Sevilla. (2010). Evolving GESCONDA to an Intelligent Decision
Support Tool, Model. Environ. Sake, pp. 2015–2024.
Pressman R S. (1997). Software Engineering. Mc Graw Hill International.
S. Suparman. (1991). Mengenal Artificial Intelligence, Yogyakarta: Andi Offset.
Sarma, Shikhar Kr, Kh Robindro Singh, and Abhijeet Singh. (2010). An Expert System for diagnosis of
diseases in Rice Plant. International Journal of Artificial Intelligence 1.1: 26-31.
Yanuardi. (2019). Rancang Bangun Aplikasi Diagnosa Penyakit Umum Berbasis Android Pada Klinik
Citra Raya Medika. Jurnal Teknik Informatika (JIKA) Universitas Muhammadiyah
Tangerang Februari 2019 ISSN : 2549-0710
This is a Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons
Attribution-N onCommercial 4.0 International License. 1723