UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ BOGOR
Pokjar Cibinong Tugas
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Tutorial 2
(IDIK4012 2023.2)
Nama Mahasiswa : Fitriyah NIM : 857364412 Nilai :
Kelas : 4 (Semester 4)
Evaluasi dari Tutor :
TUGAS 2
Saudara/i mahasiswa, berikut adalah soal Tugas Tutorial 2 yang wajib anda kerjakan. Bacalah
pertanyaan dengan cermat kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Sebutkan tiga belas manfaat koordinasi dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) !
2. Berdasarkan ruang lingkupnya koordinasi dapat diidentifikasikan kedalam koordinasi intern
dan ekstern. Jelaskan maksud koordinasi intern dan ekstern tersebut !
3. Sebutkan bagaimana cara melakukan koordinasi yang efektif!
4. Sebutkan lima prinsip yang harus diperhatikan oleh kepala sekolah dalam komunikasi !
5. Sebutkan kriteria kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dalam Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS) !
TUGAS 2
Nama : Fitriyah
NIM : 857364412
Mata kuliah : Manajemen berbasis sekolah
Kode : IDIK4012
Study : S1 PGSD
1. Sebutkan tiga belas manfaat koordinasi dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) !
1. Menghilangkan dan menghindarkan perasaan terpisahkan satu sama lain antara pengawas,
kepala sekolah, guru, dan para petugas atau personalia disekolah.
2. Menghadirkan perasaan atau pendapat bahwa dirinya atau jabatannya merupakan yang paling
penting.
3. Mengurangi dan menghadirkan kemungkinan timbulnya pertentangan antara sekolah atau
antara pejabat dan pelaksana.
4. Menghadirkan timbulnya rebutan fasilitas.
5. Menghadirkan terjadinya peristiwa menunggu yang memakan waktu lama.
6. Menghadirkan kemungkinan terjadinya kekembaran sesuatu kegiatan oleh sekolah.
7. Menghadirkan kemungkinan terjadinya kekosongan pekerjaan sesuatu program oleh sekolah-
sekolah atau kekosongan pengerjaan tugas oleh para kepada sekolah.
8. Menumbuhkan kesadaran para kepala sekolah untuk saling memberikan bantuan satu sama
lain terutama bagi mereka yang berada dalam wilayah yang sama.
9. Menumbuhkan kesadaran para kepala sekolah untuk saling memberitahu masalah yang
dihadapi bersama dab bekerja sama dalam memecahkannya.
10. Memberikan jaminan tentang kesatuan langka di antara para kepala sekolah atau para guru
11. Menjamin adanya kesatuan langkah dan tindakan di antara kepala sekolah.
12. Menjamin kesatuan sikap di antara kepala sekolah.
13. Menjamin kesatuan kebijaksanaan di antara kepala sekolah dalam wilayah tertentu.
2. Berdasarkan ruang lingkupnya koordinasi dapat diidentifikasikan kedalam koordinasi intern dan
ekstern. Jelaskan maksud koordinasi intern dan ekstern tersebut !
Koordinasi interns adalah koordinasi antara pejabat atau antar unit di dalam suatu lembaga.
Hubungan antar tingkat manajer, departemen, eksekutif, cabang, divisi, dan karyawan dalam suatu
organisasi. Tujuan dari koordinasi intern adalah untuk menyelaraskan tujuan dan kegiatan unit
kerja yang ada di dalam organisasi tersebut
Koordinasi ekstern adalah koordinasi antara pejabat dari berbagai lembaga atau antara lembaga
yang dilakukan oleh suatu organisasi dan karyawan dengan pihak luar seperti konsumen, supplier,
atau masyarakat. Koordinasi ekstern ini penting untuk menjaga hubungan yang baik dengan pihak
yang berada di luar organisasi dan untuk menyelaraskan kegiatan dengan lingkungan eksternal
3. Sebutkan bagaimana cara melakukan koordinasi yang efektif !
Koordinasi dapat dilakukan secara formal dan informal, melalui konferensi lengkap, pertemuan
berkala, pembentukan panitia gabungan, pembentukan koordinasi staff, wawancara dengan
bawahan, memorandum berantai, buku pedoman lembaga dan tata kerja, koordinasi juga dapat
dilakukan dengan cara-cara berikut :
1. Mengadakan informal di antara para pejabat
2. Mengadakan pertemuan formal antara para pejabat (rapat)
3. Membuat edaran berantai kepada para pejabat yang diperlukan
4. Perencanaan sebelum koordinasi : Sebelum melakukan koordinasi, penting untuk membuat
perencanaan yang jelas. Hal ini meliputi waktu, agenda, dan siapa saja yang akan terlibat dalam
koordinasi. Dengan memiliki perencanaan sebelumnya, setiap pihak dapat mempersiapkan diri
dengan baik dan koordinasi dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
5. Pemahaman posisi dan tanggung jawab : Setiap anggota tim perlu memahami posisi dan
tanggung jawab mereka serta hubungannya dengan pihak lain. Dengan memahami konteks
dan situasi, komunikasi dalam koordinasi dapat menjadi lebih efektif.
6. Pemahaman kekuatan dan kelemahan : Penting untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan
anggota tim. Tugaskan mereka di bidang yang sesuai dengan keahlian mereka agar dapat
bekerja dengan efektif. Dengan memanfaatkan kekuatan individu, koordinasi dapat berjalan
lebih lancar.
7. Penghindaran kolaborasi yang tidak efektif : Terlalu banyak koordinasi dapat membebani
produktivitas tim. Hindari pertemuan tanpa tujuan yang jelas, presentasi yang terlalu panjang,
dan ketidakpastian antara kolega. Pastikan kolaborasi yang dilakukan memiliki tujuan yang jelas
dan efektif.
8. Penggunaan teknologi : Manfaatkan teknologi untuk memfasilitasi koordinasi yang efektif.
Gunakan alat komunikasi seperti email, pesan instan, atau platform kolaborasi online untuk
memudahkan komunikasi dan berbagi informasi antar anggota tim.
Dengan menerapkan cara-cara di atas, koordinasi dalam pengembangan organisasi atau kerja tim
dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien.
4. Sebutkan lima prinsip yang harus diperhatikan oleh kepala sekolah dalam komunikasi !
1. Mampu memperbanyak guru-guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik,
lancar, dan produktif.
2. Dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
3. Mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan
mereka secara aktif dalam rangka mewujudkan tujuan sekolah dan pendidikan.
4. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan
pegawai lain disekolah.
5. Bekerja dengan tim manajemen secara efektif.
6. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif sesuai dengan ketentuan yang telah
ditetapkan.
5. Sebutkan kriteria kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dalam Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS) !
1. Bersikap terbuka, tidak memaksakan kehendak, tetapi bertindak sebagai fasilitator yang
mendorong suasana demokratis dan kekeluargaan.
2. Mendorong para guru untuk mau dan mampu mengemukakan pendapat dalam memecahkan
suatu masalah, serta harus dapat mendorong aktivitas dan kreativitas guru.
3. Mengembangkan kebiasaan untuk berdiskusi secara terbuka, dan mendidik guru-guru mau
mendengarkan pendapat orang lain secara objektif (hal demikian dapat dilakukan dengan jalan
menengahi pembicaraan dan menerjemahkan pembicaraan orang lain untuk dapat dipahami).
4. Mendorong para guru dan pegawai lainnya untuk mengambil keputusan yang paling baik dan
menaati keputusan itu.
5. Berlaku sebagai pengarah, pengaturan pembicaraan, perantara, dan pengambil kesimpulan
secara redaksional.