Desain Media Pembelajaran Berbasis Web pada Mata
Pelajaran Akhlak Materi Keteladanan Nabi Muhammad
SAW untuk Kelas VIII SMP
Oleh :
Andre Nugroho
202110010311074
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji desain media pembelajaran berbasis web untuk mata
pelajaran Akhlak di SMP, dengan fokus pada materi keteladanan Nabi
Muhammad SAW. Media pembelajaran berbasis web dirancang menggunakan
model ADDIE untuk menganalisis kebutuhan peserta didik dan mengatasi
hambatan metode konvensional. Hasil perancangan media "AkhlakQu"
menunjukkan potensi besar dalam menyajikan materi secara menarik dan
interaktif, dengan fitur-fitur seperti animasi edukatif, kuis, dan refleksi diri.
Media ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan
mempermudah pemahaman materi Akhlak
Keywords ; media pembelajaran, akhlaqu, interaktif,web
[Link]
Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan
dalam dunia pendidikan, termasuk dalam metode pembelajaran. Dalam konteks
PAI perkembangan ini mempunyai peran besar dalam pemahaman peserta didik.
Khususnya dalam mempelajari atau meneladani kisah-kisah dan perilaku Nabi
Muhammad SAW dalam menjalani keseharianya.
Tidak dapat disangkal bahwa perkembangan teknologi memberikan dampak
dan manfaat yang signifikan terutama pada dunia pendidikan, kita bisa
merasakan manfaat perkembangan teknologi dalam kehidupan keseharian kita.
(Rosyad, 2019) perkembangan sains dan teknologi tentunya memberikan
hubungan timbal balik baik secara individual, masyarakat, negara maupun
agama. (Suryana et al., 2021)
Dalam dunia pendidikan, kemajuan teknologi ini memberikan improvisasi
pada aspek metode dan media dalam pembelajaran, namun masih banyak
sekolah-sekolah di Indonesia khususnya dalam pelajaran PAI (pendidikan agama
islam) masih menggunakan metode pembelajaran konvesional. (ceramah) oleh
karena itu tantangan menyampaikan materi secara menarik dan kontekstual
agar peserta didik mendapatkan tujuan dari pembelajaran, yaitu peserta didik
dapat meneladanik akhlak Rosulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Materi ini sangat penting, namun karena mayoritas guru PAI menggunakan
metode konvensional, (ceramah) membuat materi ini menjadi membosankan
dan jenuh, sehingga materi yang diajarkan tidak tersampaikan dengan baik
kepada peserta didik. Oleh karena itu dengan mengandalkan perkembangan
teknologi, salah satunya yaitu pembelajaran berbasis web, guru dapat
menghadirkan materi yang lebih dinamis, interaktif, dan mudah diakses.
Berdasarkan latar belakang di atas, kajian ini akan menjawab tentang : (1)
Bagaimana desain media Pembelajaran berbasis web yang sesuai untuk
pembelajaran akhlak di sekolah menengah? (2) apa kelebihan dan kekurangan
pembelajaran berbasis web dalam pembelajaran akhlak di sekolah menengah?
Studi ini bertujuan untuk (1) merancang media pembelajaran berbasis web
untuk pembelajaran akhlak di sekolah menengah. (2) mengidentifikasi
kelebihan dan kekurangan pembelajaran berbasis web untuk sekolah menengah.
Dalam studi ini, media pembelajaran berbasis web di desain menggunakan
model ADDIE (analysis, design, devolepment, implementation, evaluation)
dengan menganalisis kebutuhan peserta didik pada pelajaran akhlak dan
hambatan yang diperoleh dari metode konvensional.
II. KAJIAN TEORITIK/KONSEPTUAL
Pengertian Media Pembelajaran
A. Media
Media berasal dari bahasa latin, yaitu “medius” yang berarti ‘tengah’ atau
perantara. Atau dalam bahasa arab yang berarti “wasilah” yang juga berarti
perantara. (Anggreani, 2015) pendapat lain mengatakan media berasal dari kata
“medium” yang berati perantara atau pengantar. (Susilana, 2008)
B. Pembelajaran
Pembelajaran adalah interaksi antara peserta didik dan pendidik yang
keduanya saling bertukar informasi.(Sudirman et al., 2024) (Arsyad, 2017)
Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai seorang guru/pendidik yang
membantu siswa/peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
C. Media pembelajaran
Media npembelajaran adalah alat bantu apa saja yang dapat menyampaikan
pesan agar tercapai tujuan dalam pembelajaran.(Syaiful, 2020) Media
pembelajaran merupakan alat bantu baik di dalam maupun di luar kelas yang
dapat merangsang peserta didik untuk belajar.(Ashar, 2011) dari pengertian
diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan sebuah alat
bantu atau perantara tang membantu peserta didik untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
WEB (World Wide Web) Dalam Sebuah Pembelajaran
Website merupakan salah satu bentuk media yang memuat beragam jenis
informasi. Menurut (Rusman, 2012) dalam (Syaiful et al., 2014), website atau
situs adalah sebuah aplikasi layanan internet yang mencakup berbagai sumber
daya multimedia. Sejalan dengan itu, (Erwin, 2016) menyatakan bahwa website
merupakan kumpulan halaman yang menyajikan berbagai informasi berupa teks,
gambar bergerak, animasi, video, dan sejenisnya, baik bersifat statis maupun
dinamis, yang saling terhubung dalam satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan. Sementara itu, (Hidayat, 2010) dalam (Nurmi, 2017)
mengemukakan bahwa website adalah kumpulan halaman web yang digunakan
untuk menampilkan informasi dalam bentuk teks, suara, gambar, animasi, atau
gabungan dari semuanya. Berdasarkan berbagai pendapat tersebut, dapat
disimpulkan bahwa website adalah sebuah aplikasi yang dapat dimanfaatkan
untuk berbagai keperluan, seperti media pembelajaran, sarana bisnis, promosi
penjualan, dan fungsi informatif lainnya.
Media Pembelajaran Berbasis Web adalah jenis pendekatan di dunia
pendidikan yang menggunakan teknologi internet dan situs web untuk
menyampaikan informasi dan materi pembelajaran. Konsep media pembelajaran
berbasis web didasarkan pada gagasan bahwa internet dapat digunakan sebagai
perangkat yang efektif untuk mendukung proses pembelajaran. Berikut adalah
beberapa konsep terpenting dalam media pembelajaran berbasis web:
Aksesibilitas Global:
Media Pembelajaran Berbasis Web dapat diakses oleh siapa pun di dunia dengan
koneksi internet. Ini membuka pintu untuk akses yang lebih luas ke pendidikan
dan pelajaran jarak jauh.
Multimedia:
Media berbasis web memungkinkan Anda untuk menggunakan berbagai elemen
multimedia, termasuk teks, gambar, audio, video, animasi, dan interaktif. Ini
membantu memperkaya pengalaman belajar dan mempromosikan pemahaman
yang kompleks tentang konsep tersebut.
Interaktivitas:
Salah satu fitur utama dari media pembelajaran berbasis web adalah
kemampuannya untuk memungkinkan interaksi antara pengguna (siswa) dan
materi. Ini bisa berupa kuis online, forum diskusi, atau simulasi interaktif.
Penyesuaian:
Konten Pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu. Siswa dapat
memilih materi sesuai dengan pemahaman mereka, atau guru dapat melakukan
tugas yang dipersonalisasi.
Pembaruan Cahaya:
Media berbasis web membuat pembaruan materi cepat dan mudah. Ini sangat
berguna dalam situasi di mana pengetahuan berubah dengan cepat, seperti
teknologi atau sains.
Pengukuran dan Evaluasi:
Sistem pembelajaran berbasis web sering dilengkapi dengan alat pengukuran
dan evaluasi yang memungkinkan guru untuk mengejar kemajuan siswa secara
real time.
Aksesibilitas:
Media Pembelajaran Berbasis Web harus dirancang dengan akses ke semua
siswa, termasuk siswa dengan tantangan fisik dan perbedaan dalam gaya belajar
mereka.
Keamanan dan Privasi:
Perlindungan Data Pribadi dan Keselamatan Situs Web adalah aspek penting dari
desain media pembelajaran berbasis web.
Kombinasi Kegiatan Pembelajaran Tradisional:
Media Pembelajaran Berbasis Web dapat digunakan sebagai suplemen untuk
kegiatan pembelajaran tradisional di kelas fisika atau sebagai bagian dari
pelajaran jarak jauh.
Pengembangan Konten Kualitas:
Pengembangan konten yang sangat baik membutuhkan pemahaman yang lebih
dalam tentang materi pembelajaran, desain pendidikan yang efektif, dan
kemampuan teknis dalam pengembangan web.
Kerjasama:
Media Pembelajaran Berbasis Web juga dapat mendukung kolaborasi antara
siswa, siswa dan guru. Sinkron (real-time) dan asinkron (tidak real-time).
Pemantauan dan Umpan Balik:
Guru dapat menggunakan data yang diterima oleh media pembelajaran berbasis
web untuk memberikan umpan balik yang lebih akurat dan berguna bagi siswa.
Pengukuran Hasil Studi: Evaluasi
Hasil Pembelajaran Siswa dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang
terintegrasi ke dalam platform pembelajaran web.
Landasan teoritis dalam media berbasis web
Pembelajaran media adalah segala sesuatu yang dapat menyediakan pesan
saluran dari sumber yang direncanakan untuk menciptakan lingkungan belajar
yang bermanfaat di mana penerima dapat secara efisien dan efektif
melaksanakan proses pembelajaran mereka.(Rosyada dede, 2018) Gagne dan
Briggs (Arsyad, 2011) mengemukakan bahwa media pembelajaran meliputi alat
yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang
terdiri dari antara lain buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder,
film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer. Dalam
konteks pembelajaran berbasis web untuk pelajaran akhlak maka web bisa
menjadi suatu sarana pembelajaran yang dapat menghadirkan visual yang
bertujuan untuk memberikan contoh atau memantau agar peserta didik dapat
meneladani sikap/perilaku Nabi Muhammad SAW.
Penelitian terdahulu tentang media pembelajaran berbasis web
Beberapa penelitian terdahulu telah menemukan efektivitas dari
pembelajaran berbasis web ini seperti: pertama "Pengembangan Media
Pembelajaran Berbasis Web untuk Mata Pelajaran IPA SMP" Peneliti: Rahmawati,
S. (2021)Tujuan: Mengembangkan media pembelajaran berbasis web untuk
meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil: Media pembelajaran berhasil
dikembangkan dengan teknologi HTML, CSS, dan PHP. Hasil uji validasi
menunjukkan media ini sangat layak digunakan (skor validasi ahli media 89%,
ahli materi 92%). Uji coba pada siswa menunjukkan peningkatan hasil belajar
siswa sebesar 23% dibanding sebelum menggunakan media web.
Kedua Handayani (2019) meneliti efektivitas media pembelajaran berbasis
web dalam mata kuliah Pemrograman Dasar. Hasilnya menunjukkan bahwa
mahasiswa yang menggunakan media web memperoleh nilai rata-rata lebih
tinggi dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan media konvensional.
Media tersebut juga dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar karena
bersifat interaktif dan fleksibel, sehingga mendukung proses belajar mandiri.
Ketiga Handayani (2019) meneliti efektivitas media pembelajaran berbasis
web dalam mata kuliah Pemrograman Dasar. Hasilnya menunjukkan bahwa
mahasiswa yang menggunakan media web memperoleh nilai rata-rata lebih
tinggi dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan media konvensional.
Media tersebut juga dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar karena
bersifat interaktif dan fleksibel, sehingga mendukung proses belajar mandiri.
Dan yang keempat Lestari (2022) mengembangkan e-learning berbasis web
menggunakan Moodle untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Media
yang dikembangkan dilengkapi fitur seperti materi, video, forum diskusi, dan
kuis. Hasil validasi dari ahli media dan ahli materi menunjukkan nilai “sangat
valid” (91%), dan uji coba menunjukkan peningkatan aktivitas serta partisipasi
siswa dalam pembelajaran daring PAI.
III. HASIL PERANCANGAN MEDIA
Analisis kebutuhan dan permasalahan dalam pembelajaran akhlak
Pembelajaran PAI secara umum menghadapi sebuah tantangan dalam
beberapa permasalahan yang ditemukan dari kajian literatur beberapa masalah
tersebut yakni :
Pertama, pembelajaran yang hanya bersifat teoritis. Banyak materi akhlak
disampaikan dalam bentukceramah dan diskusi, yang kurang menarik bagi
siswa(Arsyad & Fatmawati, 2018) Apalagi dalam konteks akhlak tentunya
praktek adalah sebuah kunci pada materi ini.
Kedua, kurangnya media interaktif dalam pembelajaran akhlak,
pembelajaran hanya fokus pada buku cetak dan ceramah guru, membuat
peserta didik merasa bosan dan jenuh,
Ketiga, peserta didik yang hanya medapatkan media yang terbatas tidak
begitu terlibat dalam pembelajaran. Siswa menjadi kurang antusias jika tidak
terlibat dalam sebuah pembelajaran.(Mayer, 2021)
Keempat, kurang optimal dalam pemanfaatan teknologi dalam
pembelajaran akhlak.
Dari beberapa permasalahan di atas dapat diketahui bahwa pembelajaran
berbasis web pada pelajaran akhlak dapat menjadi solusi yang tepat untuk
meningkatkan proses pembelajaran dengan melibatkan siswa dan dapat
mengamalkan/ meniru perilaku dan gaya hidup Rosulullah SAW.
Nama Dan Jenis Media
AkhlakQu adalah media pembelajaran berbasis web yang dikembangkan
khusus untuk membantu proses pembelajaran mata pelajaran Akhlak, terutama
pada aspek akhlak. Media ini didesain secara interaktif dengan pendekatan
visual berupa animasi edukatif, cerita, dan aktivitas reflektif, sehingga mampu
menarik minat siswa dan mempermudah pemahaman terhadap nilai-nilai akhlak
dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan teknologi web, AkhlakQu
dapat diakses secara fleksibel melalui berbagai perangkat seperti laptop, tablet,
maupun smartphone, sehingga memberikan kemudahan bagi siswa untuk
belajar kapan pun dan di mana pun.
Fitur-fitur utama dari AkhlakQu meliputi cerita animasi bertema akhlak, kuis
interaktif, game edukatif, serta kolom refleksi pribadi siswa yang mendorong
mereka untuk mengevaluasi sikap dan perilaku diri. Selain itu, media ini juga
dilengkapi dengan sistem penghargaan seperti sertifikat digital untuk setiap
topik akhlak yang berhasil diselesaikan siswa, sehingga mampu memotivasi
mereka untuk terus belajar dan memperbaiki akhlaknya. Dengan pendekatan
yang menarik dan menyenangkan, AkhlakQu hadir sebagai solusi pembelajaran
yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga mengarahkan siswa pada
pembentukan karakter yang mulia sesuai ajaran Islam.
Spesifikasi Media
Media pembelajaran AkhlakQu merupakan sebuah platform digital berbasis
web yang dirancang khusus untuk mendukung proses pembelajaran mata
pelajaran Akhlak, khususnya pada tema-tema akhlak. Media ini menyasar siswa
Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VII hingga IX dan dikembangkan dengan
tujuan untuk membantu mereka memahami nilai-nilai akhlak secara
menyenangkan dan interaktif. AkhlakQu dibangun menggunakan teknologi web
seperti HTML5, CSS3, dan JavaScript, dengan tambahan PHP dan MySQL apabila
ingin menerapkan penyimpanan data pengguna. Untuk tampilan antarmuka,
media ini menggunakan desain responsif yang mendukung berbagai perangkat
seperti laptop, tablet, maupun smartphone, serta kompatibel di berbagai browser
seperti Google Chrome dan Mozilla Firefox.
Fitur utama yang disediakan AkhlakQu mencakup materi pembelajaran
akhlak yang disusun berdasarkan kompetensi dasar kurikulum, cerita animasi
yang mengangkat kisah-kisah teladan, kuis interaktif sebagai alat evaluasi, game
edukatif berbasis penguatan karakter, serta kolom refleksi diri bagi siswa untuk
menulis pengalaman atau perenungan akhlaknya. Menariknya, siswa juga akan
mendapatkan sertifikat digital setelah menyelesaikan satu topik pembelajaran
secara utuh, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi belajar. Dengan desain yang
ramah anak, tampilan yang menarik, serta navigasi yang mudah digunakan,
AkhlakQu menjadi media pembelajaran yang relevan dan adaptif di era digital,
sekaligus menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter mulia siswa melalui
pemanfaatan teknologi.
Cara Penggunaan Media
Penggunaan media ini terbilang sangat mudah dan fleksibel untuk diakses
oleh murid maupun guru, Pengguna hanya perlu untuk membuka chrome atau
mozila firefox melalui perangkat seperti laptop,pc, atau smartphone. Setelah itu
pengguna mengakes “akhlaqu” di laman pencarian, kemudian jika sudah di
akses pengguna akan disajikan materi-materi keteladanan Nabi Muhammad
yang materi tersebut diberikan melalui video tutorial, teks, ataupun contoh-
contoh yang dipraktikkan. Peserta didik bebas memilih bentuk sajian materi yang
sudah diberikasn.
Setelah melakukan sesi materi, peserta didik akan langsung menuju sesi
kuis dan penugasan interaktif untuk mengukur keedalaman pemahaman materi
yang sudah dipelajari Di akhir sesi, siswa diarahkan untuk mengisi refleksi
diri, yaitu kolom isian yang mengajak mereka menuliskan pengalaman atau niat
untuk memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Dengan alur yang
sederhana dan interaktif, penggunaan AkhlakQu tidak hanya memudahkan siswa
dalam memahami materi, tetapi juga membiasakan mereka menginternalisasi
nilai-nilai akhlak secara aktif dan menyenangkan.
Aspek Inovatif
Media pembelajaran AkhlakQu memiliki sejumlah aspek inovatif yang
membedakannya dari media pembelajaran konvensional, khususnya dalam
menyampaikan materi akhlak kepada siswa. Salah satu aspek paling menonjol
adalah penggunaan cerita animasi edukatif sebagai media utama dalam
menyampaikan pesan-pesan moral dan nilai-nilai akhlak. Pendekatan visual ini
membuat siswa lebih mudah memahami dan mengingat materi karena disajikan
secara kontekstual dan menarik. Selain itu, AkhlakQu menggabungkan unsur
pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotorik melalui fitur-fitur seperti kuis
interaktif, game edukatif, dan refleksi diri, yang semuanya dirancang untuk
mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar.
Selain itu, media ini bersifat responsif dan multi-platform, yang berarti
dapat diakses kapan saja dan di mana saja menggunakan berbagai perangkat,
menyesuaikan dengan gaya belajar digital generasi saat ini. Keseluruhan fitur
tersebut menjadikan AkhlakQu sebagai media pembelajaran berbasis web yang
tidak hanya informatif dan edukatif, tetapi juga inovatif dalam menanamkan
nilai-nilai akhlak secara efektif dan menyenangkan.
IV. PEMBAHASAN
Setelah merancang dan mengevaluasi media pembelajaran berbasis web:
akhlaqu dalam pelajaran akhlak dapat ditemukan keunggulan dan kelemahan
dari media ini seperti :
Salah satu kelebihan media ini adalah dapat mempermudah guru dalam
menyampaikan materi pembelajaran serta mempermudah siswa dalam
menerima dan memahami materi yang disampaikan. Hal ini sejalan dengan hasil
penelitian yang dilakukan oleh T. Heru, yang menunjukkan bahwa penggunaan e-
learning mampu mendukung kemudahan dalam pelaksanaan kegiatan
pembelajaran secara keseluruhan.(Imam, n.d.) Anak-anak cenderung lebih
tertarik dengan video pembelajaran yang menggunakan animasi, karena animasi
dapat menyajikan materi secara lebih menarik dan mudah dipahami. Media
pembelajaran dapat memotivasi siswa untuk lebih semangat belajar,
menyediakan keanekaragaman sumber belajar, serta memungkinkan siswa
mengakses sumber belajar dengan mudah kapan saja dan di mana saja.
Adappun kekurangan atau keterbatasan dari penggunaan media berbasis
web ini adalah adanya potensi error atau gangguan teknis, terutama jika koneksi
internet tidak stabil. Namun, dalam penerapannya, guru tidak mengalami
kesulitan yang berarti saat menggunakan media e-learning. Hal serupa juga
berlaku pada penggunaan media pembelajaran berbasis web seperti AkhlakQu,
yang dapat mempermudah penyampaian materi akhlak kepada siswa. AkhlakQu,
meskipun berbasis web, tetap memerlukan kestabilan internet untuk mengakses
berbagai fitur interaktifnya. Selain itu, berdasarkan wawancara dengan wali
murid, penggunaan e-learning sering kali melibatkan pendampingan orang tua,
mengingat beberapa peserta didik terkadang masih belum sepenuhnya
memahami materi yang diajarkan. Ini juga relevan dengan penggunaan
AkhlakQu, di mana orang tua turut mendampingi siswa dalam menyelesaikan
materi yang berupa animasi dan kuis interaktif. Jika anak kurang memahami
materi, orang tua berperan aktif dalam menjelaskan maksud dari pembelajaran
yang disampaikan melalui media seperti AkhlakQu, yang dilengkapi dengan fitur
refleksi diri dan penguatan nilai akhlak. Dengan adanya kerjasama yang baik
antara orang tua dan guru, proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Hal ini
berbeda dengan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa kontrol
pembelajaran hanya dilakukan oleh guru.(Susanto et al., 2021)
V. SIMPULAN
Media pembelajaran berbasis web, seperti "AkhlakQu", menawarkan solusi
inovatif untuk pembelajaran Akhlak dengan menyajikan materi secara interaktif
dan menarik. Pengembangan media ini didasarkan pada analisis kebutuhan
siswa dan tantangan pembelajaran konvensional, serta memanfaatkan teknologi
web untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif. Meskipun terdapat
keterbatasan seperti kebutuhan akan koneksi internet yang stabil dan perlunya
pendampingan orang tua, media pembelajaran berbasis web memiliki potensi
besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Akhlak dan menanamkan
nilai-nilai akhlak mulia pada siswa.
VI. DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, M. N., & Fatmawati, F. (2018). Penerapan Media Pembelajaran Berbasis
Multimedia Interaktif Terhadap Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang. Agastya:
Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 8(2), 188.
[Link]
imam. (n.d.).
Nurmi, N. (2017). Membangun Website Sistem Informasi Dinas Pariwisata. Edik
Informatika, 1(2), 1–6. [Link]
Rosyad, A. M. (2019). Urgensi Inovasi Pembelajaran Islam Dalam PA. Al-Afkar,
Journal for Islamic Studies, 2(1), 64–86. [Link]
Sudirman, Burhanudin, & Fitriani. (2024). Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. In
Kahar, R. Nurhayati, & Muyassarah (Eds.), Pena Persada Kerta Utama (1st
ed.). Pena Persada Kereta Utama.
[Link]
[Link]?sequence=12&isAllowed=y%0A[Link]
[Link].2008.06.005%0A[Link]
305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
Suryana, S., Akil, & Acep, N. (2021). Hubungan Pendidikan Agama Islam. 4(2),
439–449.
Susanto, E., Deapalupi, A. P., Muzfirah, S., Saufi, A., & Hadisi, A. (2021). Media E-
Learning sebagai Solusi Pengembangan Materi Wawancara dalam
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Tingkat Sekolah Dasar di Masa Pandemi
Covid-19. Jurnal Pendidikan: Riset & Konseptual, 5(1), 204–210.
[Link]
Syaiful, R., Wahid, M., & Ega, T. B. (2014). PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN
BERBASIS WEBSITE PADA PROSES PEMBELAJARAN PRODUKTIF DI SMK.
Journal of Mechanical Engineering Education, 1(1), 137–145.