Discovery Learning Tingkatkan Keaktifan Siswa
Discovery Learning Tingkatkan Keaktifan Siswa
OLEH :
ALWIA
i
DAFTARISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .............................................................. 1
C. Batasan Masalah.......................................................................... 4
D. Hipotesis ...................................................................................... 14
D. Instrumen Penelitian.................................................................... 17
ii
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. PraSiklus ..................................................................................... 22
B. Deskripsi Penelitian Perbaikan Pembelajaran ............................. 24
C. SiklusI ......................................................................................... 25
D. SiklusII ........................................................................................ 37
E. Pembahasan ................................................................................. 42
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................. 44
B. Saran ............................................................................................ 44
DAFTARPUSTAKA .............................................................................. 45
iii
DAFTAR TABEL
iv
BAB I
PENDAHULUAN
Pada dasarnya pendidikan menjadi salah satu bagian yang tidak bisa
dipisahkan dengan kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan pendidikan memiliki
segmentasi yang cukup krusial dalam kehidupan manusia. Kehadiran pendidikan
saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan yang penting dan tidak bisa dilepaskan
dari masing-masing individu. Oleh karennya, masing-masing individu tersebut
akan berupata semaksimal mungkin untuk dapat memperoleh pendidikan yang
memadai dan sesuai dengan cita-cita serta harapan yang dimilikinya. Menurut
KBBI (2018) pendidikan berasal dari kata “didik” dengan memperoleh imbuhan
awal “pe” dan akhiran “an” yang berarti langkah, sistem atau tindakan yang
mendidik.
1
harus aktif menulis atau meringkas, merancang atau membuat sesuatu dan
menemukan hal-hal yang baru. Efektivitas siswa dapat diukur dengan tugas dan
keterampilan yang dibutuhkan siswa. kegembiraan belajar dapat membuat siswa
berani bertanya dan berani mencoba, berani mengemukakan pendapat dan berani
mempertanyakan gagasan orang lain.
2
Meskipun guru memberikan sesi pertanyaan bagi siswa, tetapi hanya
siswa aktif saja yang memanfaat kesempatan bertanya, sedangkan siswa yang
kurang aktif lebih memilih diam saja atau bicara dengan siswa lain.
3
Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran Pendidikan
Agama Islam di SD Negeri 38 Parepare”
B. Identifikasi Masalah
C. Batasan Masalah
D. Rumusan Masalah
E. Tujuan Penelitian
4
Discovery learning terhadap keaktifan yang dimiliki oleh siswa dan juga hasil belajar
yang dimilikinya.
F. Manfaat Penelitian
a) Bagi Siswa
b) Bagi Guru
1. Guru dapat menciptakan perbaikan pembelajaran sehingga anak
didik termotivasi untuk belajar;
2. Guru lebih percaya diri, karena mampu menganalisis terhadap
kinerjanya di kelas sehingga menemukan kelemahan dan
kekuatannya kemudian mengembangkan alternatif untuk mengatasi
kelemahannya; dan
3. Melalui penelitian ini guru berperan aktif mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan sendiri karena bertindak sebagai
perancang dan pelaku perbaikan tersebut.
c) Bagi Sekolah
5
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. ModelPem belajaran
1. Pengertian Model Pembelajaran
a) Strategi pengorganisasian
b) Strategi penyampaian
6
Rusman(2016:132)mengemukakan bahwa model pembelajaran itu
sendiri biasanya disusun berdasarkan prinsip atau teori pengetahuan [Link]
ahli mengembangkan model pembelajaran berdasarkan prinsip belajar,
psikologis, sosiologis, analisis sistem, atau teori pendukung lainnya.
b. Langkah-langkah
1) Stimulation(Stimulasi)
Pada tahap ini guru akan memberikan waktu kepada siswa untuk
mengidentifikasikan sebanyak mungkin masalah yang berkaitan dengan buku
7
Atau bahan ajar lainnya kemudian hasil dari identifikasi tersebut akan dijadikan
hipotesis atau jawaban sementara.
5) Verification(pembuktian)
6) Generalization(menarik kesimpulan/generalisasi)
8
3. Guru akan memberikan aturan kerja dalam melakukan proses
penemuan yang akan dicari siswa
4. Guru menyediakan lembar kerja siswa (LKS) sebagai petunjuk
kerja atau bahan ajar yang berkaitan dengan masalah yang akan
dicari
5. Siswa melaporkan hasil temuan
6. Evaluasi
7. Kesimpulan dari hasil pengamatan
d. Kelebihan
9
1) Siswa harus siap mental akan sesuatu yang mungkin saja terjadi dalam
proses pembelajaran.
2) Kelas yang besar akan membuat metode ini kurang berhasil.
3) Guru dan siswa yang terbiasa dengan metode tradisional bisa sangat
kecewa ketika mereka digantikan oleh metode penemuan ini.
4) Terlalu menekankan pada proses pemahaman sedangkan nilai
perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan siswa minim.
5) Metode ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikirkreatif.
B. Keaktifan Siswa
a. Pengertian Keaktifan
10
1) Faktor internal sebagai faktor diri sendiri siswa yang meliputi:
a) Psikologis merupakan pada hakikat belajar ialah suatu proses
psikologis dimana keadaan mental belajar siswa dapat mempengaruhi
minat aktif belajar.
b) Fisiologis merupakan kebutuhan fisik dan ketegangan otot yang
ditandai dengan kemampuan beradaptasi organ tubuh dan persendian,
dan hal ini dapat mempengaruhi semangat siswa untuk mengikuti
kelas.
2) Faktor eksternal, merupakan faktor dari luar diri manusia/diri sendiri,
meliputi:
a) faktor sosial seperti guru, staff sekolah dan teman sebaya atau teman
kelas
b) faktor non sosial seperti lokasi dan tata letak gedung sekolah, letak
rumah peserta didik, kondisi cuaca dan waktu yang digunakan oleh
peserta didik, serta alat belajar yang digunakan.
3) Faktor pendekatan belajar merupakan strategi yang diperlukan oleh peserta
didik untuk mencapai keaktifan belajar dalam materi tertentu.
11
f) Memasukkan aktivitas partisipasi siswa dalam kegiatan
pembelajaran yang berlangsung
g) Menberikan umpan balik
h) Memberikan beberapa teskepada siswa,sehingga kemampuan siswa
dapat selalu terpantau dan terukur
i) Memberikan kesimpulan yang ringkas dikelas setiap akhir pembelajaran.
c. Macam-macam Keaktifan
12
mengungkapkan pendapatnya selama diskusi, d) Guru mengajukan
pertanyaan dan siswa menjawabnya.
3) Listening Activities: a) Siswa mendengarkan penjelasan guru dikelas, b)
Siswa mendengarkan kelompok lain mempresentasikan didepan kelas, c)
Siswa mendengarkan temannya selama diskusi.
4) Writing Activities: a) Siswa mencatat pelajaran, b) Siswa merangkumhasil
diskusi.
5) Drawing Activities:Siswa membuat grafik/gambarmateri pembelajaran.
6) Motor Activities: a) Siswa mengatur kursi, b) Siswa memilih materi dari
buku berdasarkan apa yang sedang dibahas.
7) Mental Activities: a) Siswa menganalisis materi selama diskusi. b) Siswa
terlibat dalam pemecahan masalah selama diskusi.
8) EmotionalActivities:a)Siswa menanggapi materi yang dipelajari,b) Siswa
menerima kritikan dari pendapat siswa lain.
13
Discovery Learning untuk meningkat keaktifan dan hasil belajar pada
siswa pada pembelajaran tematik
D. Hipotesis
Pada dasarnya hipotesis merupakan salah satu bentuk dari prakiraan yang
telah ditentukan oleh peneliti (Arikunto, 2010:68). Dalam penelitian ini hipotesis
yang diangkat adalah bahwasaya model pembelajaran discovery learning
memberikan pengaruh yang positif terhadap peningkatan keaktifan dan hasil
belajar siswa kelas IV pelajaran Pendidikan Agama Islam UPTD SD Negeri 38
Parepare.
14
BAB III
METODOLOGIPENELITIAN
A. Jenis Penelitian
1) Siklus1
a) Perencanaan (planning)
b) Tindakan(acting)
15
Untuk meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran PendidikanAgama
Islamkelas IV UPTD SD Negeri 38 Parepare.
c) Pengamatan(observing)
d) Refleksi(Reflekting)
2) Siklus2
Berdasarkan hasil siklus 1maka akan dilakukan perencanaan ulang untuk dilaksanakan
siklus2 seperti yang telah dilakukan pada siklus1 ,antaralain:
16
b) Melaksanakan kembali pembelajaran dengan menggunakan model
discovery learning.
c) Melakukan pengerjaan pembelajaran yang lebih efektif sesuai dengan
model pembelajaran discovery learning.
D. Instrumen Penelitian
1) Perangkat Pembelajaran
Pada dasarnya terdapat beberapa elemen atau aspek penting yang harus
dipersiapkan dalam menjalankan sebuah model atau perangkat pembelajaran.
Berikut disajika beberapa perangkat pembelajaran yang harus dipersiapkan
adalah:
a) Silabus
b) Modul pembelajaran
17
c) BukuPaket
d) AlatEvaluasi
Alat evaluasi biasanya berupa tes yang telah dipersiapkan oleh guru
untuk mengukur tingkat pemahaman siswa.
E. Instrumen Penilaian
Dalam sebuah penelitian tindakan kelas salah satu bagian penting adalah
terkait dengan instrument penilaian yang akan digunakan dalam penelitian
tersebut. Seperti yang diketahui bahwasanya kehadiran dari instrument penilainini
dijadikan sebagai bagian yang akan digunakan sebagai pedoman dalam
pelaksnaan tindakan kelas. Dalam penelitian ini, alat instrument penelitian yang
digunakan adalah dengan menggunakan instrument penilain tes dan juga
instrument penilaian non tes. Penggunaan dari kedua penilain tes ini bertujuan
untuk mengukur kemampuan siswa yang bersifat kognitif. Bentuk dari instrumen
tes ini ialah tes tertulis yang terdapat pilihan ganda sesuai dengan kompetensi dan
indikator yang berlaku.
18
F. SumberDataPenelitian
a) Data Primer
Data primer ini merupakan data utama didalam penelitian ini yaitu
keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam UPTD SD Negeri 38 Parepare.
b) Data Sekunder
a) Metode Tes
Metode tes merupakan tes belajar dengan soal materi. metode ini
digunakan untuk mengukur kemampuan siswa yang bersifat kognitif. Tes adalah
terdiri dari beberapa pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur
tinggi rendahnya pengetahuan, keterampilan, serta kemapuan menerapkan hal-hal
yang telah dipelajari oleh siswa. Maka sebelum kita melakukan penelitian
sebaiknya mempersiapkan beberapa butir-butir soal untuk mengukur kemampuan
kognitif siswa. Soal yang dipersiapkan berupa soal B(benar)S(Salah)
b) Observasi
19
Sebelum melakukan sebuah observasi peneliti akan mempersiapkan
indikator-indikator dari perilaku yang diamati dan kemudian peneliti membuat
lembar observasi supaya bisa mempermudah penelitian saat melakukan observasi.
c) Dokumentasi
Untuk mengetahui keaktifan siswa dapat dilihat dari penilaian dari hasil lembar
penilaian observasi. Skor dari pernyataan dijumlah dan dibagi dengan skor
maksimal dari seluruh pernyataan. Untuk memperoleh persentase skor keaktifan
dapat menggunakan rumus berikut:
Untuk mengetahui hasil skor presentase keaktifan siswa setiap siklusnya dengan
cara membandingkan hasil dari rata-rata persentase skor keaktifan-keaktifan
belajar antar siklus. Hal ini digunakan untuk mengetahui apakah aktivititas siswa
20
[Link]-ratapresentasekeaktifansiswa
(P) diketahui dalam bentuk presentase maka perlu dikonversi untuk kriteriatingkat
keaktifan siswa apakah tinggi, cukup atau rendah. Berikut kriteria keberhasilan
dari keaktifan siswa dapat ditentukan sebagai berikut:
Tabel3.1PresentaseKeaktifanSiswa
Tingkatpersentase Kriteria
Angka80%-100% SangatBaik
Angka70%-79% Baik
Angka60%-69% CukupBaik
Angka50%-59% Kurang
Angka0%-49% SangatKurang
Jadi indikator keaktifan siswa ini bisa dikatakan baik apabila mencapai paling
tidak 70%.
I. Indikator Kinerja
Keaktifan dan hasil belajar siswa harus dilihat dari proses pembelajaran
serta ketuntasan secara klasikal mencapai 70% dari keseluruhan jumlah yang
memperoleh nilai yang ditetapkan dengan KKM 75.
21
BAB IV
HASILPENELITIANDANPEMBAHASAN
A. Pra Siklus
Berdasarkan hasil pengamatan prasiklus yang dilaksanakan pada tanggal
17 September 2024 , didapatkan hasil belajar peserta didik sebagai berikut:
Tabel 4.1
HasilPengamatanPra siklus
No. NamaSiswa Jumlah Jumlah
Indikator Indikator
Muncul Tidak
muncul
1 Responden 1 8 12
2 Responden 2 15 5
3 Responden 3 4 16
4 Responden 4 5 15
5 Responden 5 12 8
6 Responden 6 3 17
7 Responden 7 10 10
8 Responden 8 10 10
9 Responden 9 16 4
10 Responden 10 4 16
11 Responden 11 11 9
12 Responden 12 4 16
22
13 Responden 13 4 16
14 Responden 14 12 8
15 Responden 15 4 16
16 Responden 16 4 16
17 Responden 17 10 10
18 Responden 18 9 11
19 Responden 19 5 15
20 Responden 20 3 17
21 Responden 21 4 16
22 Responden 22 7 13
23 Responden 23 5 15
24 Responden 24 11 9
25 Responden 25 4 16
26 Responden 26 10 10
27 Responden 27 5 15
28 Responden 28 4 16
29 Responden 29 8 12
23
Berdasarkan tabel 4.1 di atas, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata hasil
pengamatan pada prasiklus mencapai 64,18%. nilai tertinggi 16 dan nilai
terendah 3. Persentase peserta didik yang masuk kategori aktif sebanyak 12%
atau terdiri dari 2 orang, sedangkan yang belum aktif sebanyak 88% atau
terdiri dari 27 orang.
24
C. SiklusI
1. TahapPerencanaan
25
2. Tahap Pelaksanaan
Pendahuluan
a) Guru memberi salam dan menyapa peserta didik(menanyakan
kabar,mengecek kehadiran dan lain lain)
b) Guru menyemangati peserta didik dengan tepukan dan menyanyikan lagu
nasional
c) Salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa di lanjutkan dengan
penegasan guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai kegiatan.
d) Guru bertanya melakukan tes kemampuan awal melalui pertanyaan awal.
e) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan menjelaskan kegiatan apa yang di
lakukan.
f) Guru menjelaskan hal-hal apa saja yang di nilai dari peserta didik selama
proses pembelajaran .
Kegiatan Inti
a) Diawali dengan pertanyaan pemantik “Siapa yang bisa menjelaskan
maksud gambar ini?”
b) Peserta didik diminta untuk mengamati materi yang ditampilkan guru
melalui video pembelajaran.
c) Peserta didik mencari informasi yang di temukan dalam video pembelajan
tentang keragaman .
d) Peserta didik menuliskan pada kertas tentang hasil informasi yang di
temukan yang memiliki nilai-nilai yang harus berkembang ke semua
kehidupan dengan menarik.
e) Guru mengajak peserta didik mempertasekan di depan kelas.
f) Umpan balik di berian oleh kelompok lain dan dan guru.
g) Berdasarkan ummapn balik yang di berikan,kelompok menanggapi
pertanyaan kelompok lain.
h) Guru dan peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran.
26
Belajar Kelompok.
a) Peserta didik di minta mengerjakan rubrik padaLKPD
b) Pesertadidik mengamati gambar disajikan guru dalamLKPD kemudian
mengikuti instruksinya.
c) Guru memberikan bantuan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan
d) Peserta didik berdiskusi dengan anggota kelompoknya, guru mengarahkan
jalannya diskusi.
e) Salah satu peserta didik dalam kelompk melakukan presentasihasil diskusi
kelompoknya, dan kelompok lain diminta untuk menanggapi.
f) Peserta didik diingatkan untuk melakukan tanya jawab dengan bahasa
sopan dan santun
g) Setiap kelompok diberikan tugas untuk membuat 1 pertanyaan terkait
materi yang ditampilkan dan kelompok lain diminta menjawab pertanyaan
secara bergiliran.
27
3. Hasil Penelitian Siklus I
a. Observasi pelaksanaan Metode pembelajaran Discovery Learning
Tabel 4.2
HasilPelaksanaanModelPembelajaranDiscoveryLearningSiklusI
No. NamaObserver Persentase
1 [Link],[Link] 100%
2 JianYuspiasari,[Link] 100%
Rata-rata 100%
Melihat dari hasil perhitungan yang telah dilakukan diatas maka pada
dasarnya dapat dilihat bahwasanya pengamatan yang dilakukan oleh dua
orang observer mneyatakan bahwasanya hasil dari pelaksanaan proses
pembelajaran dengan menggunakan teknik discovery learning sudah dapat
dilaksanakan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan perolehan presentasi
dari kedua observer mencapai 100%.
28
Peneliti sajikan terkait dengan hasil perolehan observasi yang dilakukan terhadap
tingkat keakfifan yang dimiliki oleh siswa.
Tabel 4.3
Hasil observasi Keaktifan Siswa pada SiklusI
Jumlah Jumlah
No. NamaSiswa Indikator IndikatorTidak
Muncul muncul
1 Responden 1 12 8
2 Responden 2 13 7
3 Responden 3 4 16
4 Responden 4 5 15
5 Responden 5 12 8
6 Responden 6 3 17
7 Responden 7 10 10
8 Responden 8 10 10
9 Responden 9 8 12
10 Responden 10 4 16
11 Responden 11 11 9
12 Responden 12 4 16
13 Responden 13 4 16
14 Responden 14 12 8
15 Responden 15 4 16
16 Responden 16 4 16
17 Responden 17 12 8
18 Responden 18 9 11
19 Responden 19 5 15
20 Responden 20 3 17
21 Responden 21 4 16
29
22 Responden 22 7 13
23 Responden 23 5 15
24 Responden 24 11 9
25 Responden 25 4 16
26 Responden 26 19 1
27 Responden 27 5 15
28 Responden 28 4 16
29 Responden 29 12 8
Melihat perolehan data yang dihasilkan diatas maka pada dasarnya dapat
dilihat terdapat 220 jumlah keseluruhan indikator yang dinyatakan dari jumlah
siswa sebaanyak 29 siswa. Langkah selanjutnya setelah memperoleh hal tersebut
adalah dengan melakukan tahapan perhitungan dalam bentuk presentase yang
dapat dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan sebagai berikut:
Keterangan:
30
4. Refleksi Siklus I
1. Guru harus mampu memotivasi siswa untuk mau terlibat secara langsung
sehingga siswa antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran
2. Guru harus mampu mendorong siswa untuk belajar lebih aktif dan
menciptakan kesadaran mengenai pentingnya pembelajaran.
31
D. Siklus II
1. TahapPerencanaan
Sama seperti pada tahapan siklus sebelumnya yang melakukan sebuah
perencanaan, dalam siklus ini pun perlu dilakukan sebuah perencanaan. Hal ini
tentunya digunakan sebagai salah satu bagian dari pedoman pelaksanaan kegiatan
belajar mengajar. Berikut disasjikan beberapa langkah yang harus dipersiaplan
dalam tahapan perencanaan yaitu:
a. Pembuatan modul pembelajaran
Pembuatan modul bertujuan untuk merencanakan dan
mempersiapkan pembelajaran dikelas dengan menerapkan model
pembelajaran discovery learning. Materi yang dipelajari pada siklus ini
sesuai dengan kompetensi dasar .
b. Persiapan mediapembelajaran
Discovery learning merupakan model pembelajaran yang disajikan
guru dalam bentuk rangsangan kepada siswa menemukan penemuannya
[Link] ini yang akan membuat gambaran dan pola pikir siswa
32
terhadap materi yang akan dipelajari lebih optimal. Oleh sebab itu
diperlukan media pembelajaran yang mendukung proses penemuan. Dalam
hal ini media yang digunakan adalah handphone, spidol, papan tulis, dan
lainnya.
c. TahapPelaksanaan.
1) Guru Membuka pembelajaran dengan membaca Basmallah
dilanjutkan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh salah seorang
peserta didik dengan penuh khidmat do’a mecari ilmu
2) MenyanyikanlaguwajibNasional
3) Memeriksa kehadiran, kerapihan berpakaian, posisi dan tempat
duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
4) Menyapa dengan menanyakan apakabar dan perasaan pesertadidik.
5) Melakukan apersespsi yang dikaitkan dengan penyampaian tujuan
pembelajaran.
9) Stimulasi Guru menginformasikan tentang prinsip pembelajaran
Discovery Learning serta materi yang berhubungan dengan tata cara
keragaman sebagai sunnatullah.
10) Diawali dengan pertanyaan pemantik “Siapa yang bisa memberi
contoh keragaman yang ada di indonesia?”
11) Peserta didik diminta untuk mengamati materi yang ditampilkan
guru melalui media video pembelajaran.
12) Peserta didik mencri info keragaman apa yang di amati di video
pembelajaran
13) Peserta didik memaparkan hasil diskusinya bersama kelompoknya
14) Umpan balik dari kelompok lain dan kelompok menanggapi pertanyaan
dari kelompok lain
15) Peserta didik menyimpulkan prmbelajaran.
16) Guru memberikan bantuan kepada peserta didik yang mengalami
kesulitan
33
17) Peserta didik berdiskusi dengan anggota kelompoknya, guru
mengarahkan jalannya diskusi.
18) Salah satu peserta didik dalam kelompk penyaji melakukan
presentasi hasil diskusi kelompoknya, dan kelompok lain diminta
untuk menanggapi.
19) Peserta didik diingatkan untuk melakukan tanya jawab dengan
bahasa sopan dan santun
20) Setiap kelompok diberikan tugas untuk membuat 1 pertanyaanterkait
materi yang ditampilkan dan kelompok lain diminta menjawab
pertanyaan secara bergiliran.
21) Peserta didik mempraktikan cara berwudhu dihadapan peserta didik
secara bergiliran menurut kelompoknya.
34
Menilik dari data diatas maka dapat disimpulkan bahwasanya kedua
pihak tersebut menilai penerapan model discovery learning menjadi salah satu
metode pembelajaran yang baik unutk diterapkan oleh guru terhadap siswa.
Tabel 4.7
HasilobservasiKeaktifanSiswa pada Siklu 11
No. NamaSiswa Jumlah Jumlah
Indikator Indikator
Muncul Tidak
muncul
1 Responden 1 19 1
2 Responden 2 20 0
3 Responden 3 19 1
4 Responden 4 20 0
5 Responden 5 19 1
6 Responden 6 18 2
7 Responden 7 19 1
8 Responden 8 19 1
9 Responden 9 20 0
35
10 Responden 10 19 1
11 Responden 11 20 0
12 Responden 12 19 1
13 Responden 13 20 0
14 Responden 14 19 1
15 Responden 15 18 2
16 Responden 16 19 1
17 Responden 17 20 0
18 Responden 18 19 1
19 Responden 19 19 1
20 Responden 20 19 1
21 Responden 21 18 2
22 Responden 22 18 2
23 Responden 23 20 0
24 Responden 24 20 0
25 Responden 25 19 1
26 Responden 26 19 1
27 Responden 27 19 1
28 Responden 28 19 1
29 Responden 129 19 1
36
Jumlah 555 25
3. Refleksi Siklus II
Pelaksanaan siklus II ini lebih baik dari siklus I . Siklus ini terlihat sudah
terbiasa dalam pelaksanaan model pembelajaran discoverylearning. Siswa sudah
sangat aktif dalam membantu temannya menemukan jawaban serta memberikan
pendapat dan bertanya saat diskusi berlangsung.
E. Pembahasan
Menurut Sudjana (2005:49) metode discovery learning adalah metode
mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh
pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui
pemberitahuan tetapi sebagian atau ditemukan sendiri. Dengan kata lain, metode
discovery merupakan metode pembelajaran yang penyampaian materi tidak
37
Disajikan langsun goleh guru, tetapi siswa dituntut aktif dalam menemukan materi
pembelajaran.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa model pembelajaran discovery
learning di kelas IV SD Negeri 38 Parepare mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam pada keaktifan belajar siswa dilaksanakan 2 siklus. Hasil observasi
pelaksanaan model pembelajaran discovery learning pada siklus I, dan II telah
mencapai 100%. Kemudian hasil dari observasi keaktifan siswa pada siklus I
sebanyak 37,93%, dan siklus II 95,68%. Aktivitas ini mengalami peningkatan.
Kelemahan dari peneliti yang menyebabkan rendahnya keaktifan dalam
pencapaian indikator keberhasilan adalah peneliti kurang mampu membangkitkan
siswa untuk tertarik dan aktif mengikuti pembelajaran berlangsung. Siswa lebih
cenderung diam,mendengarkan hasil sertamengikuti hasilyang disampaikan oleh
teman didepan kelas.
Penelitian ini sesuai dengan yang dilakukan oleh Kharisma Sabekti
(2017) yang mengungkapkan Metode Discovery Learning dapat Meningkatkan
Keaktifan Belajar Siswa. Selain itu penelitian ini juga senada dengan Doni
Setiawan Pramono (2018) menyatakan Metode Discovery Learning dapat
Meningkatkan Keaktifan dan Kompetensi Siswa serta Iin Puji Rahayu, Agustina
Tyas Asri Hardini (2019) yang menyatakan Model Discovery Learning untuk
Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar.
38
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Implikasi
39
DAFTARPUSTAKA
40
Martinis Yamin. 2007. Kiat membelajarkan siswa. Jakarta: Gaung Persada
Pers. Purwanto, M.N. 2013. Prinsip-prinsip dan teknik Evaluasi
Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rahayu, Hardini. 2019. Penerapan model discovery learning untuk
meningkatkan keaktifan dan hasil belajar tematik. Journal of
education action research. Vol.3 No.3
Rusman. 2016. Model-model pembelajaran mengembangkan
profesionalisme guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Salma, Puji Eka. 2015. ”Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif “tipe
numbered head togehter (NHT)” untuk meningkatkan hasil belajar
siswa kelas X jurusan akuntansi SMK Teknologi Riau”. Skripsi.
[Link] Islam Riau.
Sani, [Link] 2013.
Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Sanjaya, [Link]:Prenada Media Group.
Septiyani, T., Tampubolon, B, & Rosnita . 2018. Peningkatan hasil belajar
siswa menggunakan media konkrit pada pembelajaran tematik kelas
[Link],7(1),1-10.
SudhamantariIniPT.,[Link],[Link].2013. Pengaruh
strategi pengorganisasian pembelajaran model elaborasi berbantuan
mediagrafisterhadaphasil belajarIPSkelasIVsekolah dasar.
[Link]
9/1240
Slameto, 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.
Bandung:RemajaRosdakarya.
Sudjana,[Link].
Jakarta:SinarBaruAlgensindo.
Sudjana, Nana. 2010. Proses dan hasil belajar [Link]: PT.
Remaja Rosdakarya.
Suharsimi, dkk. 2015. Dasar-dasar Evaluasi Pendidkan. Jakarta: Bumi
Aksara Supriyanto, B. 2014. Penerapan untuk meningkatkan hasil
belajarsiswakelasVIBmatapelajaranmatematikapokok bahasan
keliling dan luas lingkaran di SDN Tanggul Wetan 02 Kecamatan
Tanggul Kabupaten Jember. Pancaran. Vol 3, No.2 Hal 165-174
Syah, Muhabbin.2012. Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Widyastuti. ( 2015). Penerapan model pembelajaran discovery
learningpada materi ilmu ekonomi. 33-40.
41
42