0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan15 halaman

Pengertian dan Indikator Hasil Belajar

Dokumen ini membahas tentang pengertian belajar dan hasil belajar, serta faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Belajar dianggap sebagai proses perubahan yang melibatkan interaksi antara individu dan lingkungan, dengan hasil belajar mencakup perubahan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Selain itu, juga dijelaskan model pembelajaran seperti circuit learning dan pembelajaran tematik yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa.

Diunggah oleh

Ana Rose
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan15 halaman

Pengertian dan Indikator Hasil Belajar

Dokumen ini membahas tentang pengertian belajar dan hasil belajar, serta faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Belajar dianggap sebagai proses perubahan yang melibatkan interaksi antara individu dan lingkungan, dengan hasil belajar mencakup perubahan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Selain itu, juga dijelaskan model pembelajaran seperti circuit learning dan pembelajaran tematik yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa.

Diunggah oleh

Ana Rose
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Belajar dan Hasil Belajar

Belajar pada hakikatnya merupakan proses perubahan didalamnya

kepribadian yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, dan kepandaian. Perubahan

ini bersifat menetap dan tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan

atau pengalaman. Beberapa para ahli mengemukakan tentang pengertian

pembelajaran diantaranya:

1) Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja

untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu. Pembelajaran

merupakan subjek khusus dari pendidikan.(corey,1986).

2) Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber

belajar pada suatu lingkungan belajar (UU SPN No. 20. 2003).

3) Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh

suatu perubahan prilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari

pemahaman individu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya

( Mohammad surya).

Belajar merupakan proses internal yang komlek. yang terlibat dalam

proses internal tersebut adalah seluruh mental yang meliputi ranah-ranah kognitif,

afektif dan ranah pesikomotorik. proses belajar yang mengaktualisasikan ketiga

ranah tersebut tertuju pada bahan belajar tertentu ( sugandi, 2007, hal. 75 ).

Hamalik ( 2003 ) menejelaskan bahwa belajar adalah memodifikasi atau

memperteguh prilaku melalui pengalaman. menurut pengertian ini belajar merupakan

suatu proses, suatu kegiatan, dan bukan merupakan suatu hasil atau tujuan. Dengan
demikian, belajar itu bukan hannya mengingat dan menghafal saja namun lebih luas

dari itu merupakan mengalami.

Adapun menurut w.s. winkel ( 2002 ) belajar adalah suatu aktivitas mental

yang berlangsung dalam interaksi aktif antara seseorang dengan lingkungan, dan

menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan pengalaman, keterampilan

dan nilai sikap yang relative konstan dan berbekas ( ahmad s, 2016, hal. 3-4 ) Teori

belajar humanistic menganggap bahwa keberhasilan belajar terjadi jika peserta didik

memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. teori belajar ini berusaha memahami

prilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang

pengamatnya. peran pendidik adalah membantu peserta didik untuk mengembangkan

dirinya, membantu masing-masing individu untuk mengenal dirinya sendiri sebagai

manusia yang unik dan membantu mereka dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada

dalam diri mereka. prinsip belajar humanistic adalah sebagai berikut :

1) manusia mempunnyai cara belajar sendiri belajar terjadi secara signifikan jika

materi pelajaran dirasakan mempunnyai relevansi dengan maksud tertentu.

2) belajar menyangkut perubahan dalam persepsi mengenai diri peserta didik.

3) belajar bermakna diperoleh jika peserta didik melakukannnya.

4) belajar akan berjalan lancar jika peserta didik dilibatkan dalam proses belajar.

5) belajar yang melibatkan peserta didik dapat memberi hasil yang mendalam.

6) kepercayaan pada diri peserta didik ditumbuhkan dengan mebiasakan untuk diri.

7) belajar social adalah belajar mengenai proses belajar ( Ridwan Abdullah sani,

2016 hal.24-25 ).

Pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses interaksi antara anak

dengan anak, anak dengan sumber belajar, dan anak dengan pendidik. Kegiatan
pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan

yang nyaman dan memebrikan rasa aman pada anak.

Proses belajar bersifat individual dan kontekstual. Artinya proses belajar terjadi

dalam diri individual sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Proses

belajar tidak sekedar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka, tetapi

merupakan kegiatan menghubungkan konsep- konsep untuk menghasilkan

pemahaman yang utuh sehingga konsep dipelajari akan paham secara baik dan tidak

mudah dilupakan (Abdul majid, 2014, hal.15-16 ).

Makna hasil belajar, yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa,

baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan pesikmotor sebagai hasil dari

kegiatan hasil belajar. pengertian hasil belajar seperti mana diuraikan di atas

dipertegas lagi oleh Nawawi dalam [Link] ( 2007 : 39 ) yang menyatakan bahwa

hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari

materi pelajaran disekolah yang dinyatakan dalam sekor yang diperoleh dari hasil tes

mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu.

Secara sederhana, yang dimaksud dengan hasil belajar siswa adalah

kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. karena belajar itu

sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh

suatu bentuk perubahan prilaku yang relative menetap. dalam kegiatan pembelajaran

atau intruksional. Biasanya guru menetapkan tujuan belajar. anak yang berhasil

dalam belajar adalah yang berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan

intruksional untuk mengetahui apakah hasil belajar yang dicapai telah sesuai dengan

dengan tujuan yang dikehendaki dapat diketahui melalui evaluasi ( Ahmad s, 2016,

hal.5).
B. Indikator Hasil Belajar

Pada prinsipnya pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap ranah

pesikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. kunci

pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa adalah mengetahui

garis besar indicator dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak dicapai, dinilai,

atau diukur. Indicator hasil belajar menurut Benjamin S Bloom dengan taxsonomy of

education objectives membagi tujuan pendidikan menjadi tiga ranah yaitu ranah

kognitif yakni semua yang berhubungan dengan otak serta intelektual, ranah afektif

yakni semua yang berhubungan dengan sikap, dan ranah pesikomotor adalah suatu

yang berkaitan dengan gerak ataunucapan baik verbal maupun non verbal.

Tabel.2.1 Jenis, indicator, dan Evaluasi Prestasi


Ranah/ Jenis Prestasi Indikator Cara Evaluasi
A. Ranah cipta ( koknitif )
1. Pengamatan 1. Dapat menunjukkan 1. Tes lisan
2. Dapat membandingkan 2. Tes tertulis
3. Dapat menghubungkan. 3. Observasi

1. Dapat menyebutkan.
B. Ingatan 2. Dapat menunjukkan kembali. 1. Tes lisan
2. Tes tertulis
3. Observasi
1. Dapat menjelaskan
C. Pemahaman 2. Dapat
mengidentifikasi dengan lisan sendiri. 1. Tes lisan
2. Tes tertulis
1. Dapat memberikan contoh.
2. Dapat menggunakan secara
D. Aplikasi/ penerapan tepat. 1. Tes tertulis
2. Pemberian tugas
3. Observasi
1. Dapat menguraikan.
2. Dapat
mengklasifikasikan/ memilah-milah
1. Tes tertulis
E. Analisis 2. Pemberian tugas
(pemeriksaan dan
pemeliharaan secara teliti ) 1. Dapat
mengubungkan materi-materi,
sehingga menjadi kesatuan
baru. 1. Tes tertulis
2. Dapat menyimpulkan 4. Pemberian tugas
4. Dapat m enggeneralisasikan
(membuat prinsip umum)

F. Sintesis 1. Observasi
A. Kecakapan mengkoordinasikan 2. Tes tindakan
1. (membuat panduan
gerak mata, tangan, kaki, dan
baru dan utuh).
anggota tubuh lainya

C. Ranah karsa
(pesikomotor) 1. Tes lisan
1. Keterampilan 2. Observasi
1. Kefasihan melafalkan/menguca
bergerak dan bertindak. Tes tindakan
pkan
2. Kecakapan membuat
2. Kecakapan eskpresi verbal
mimic Dan gerajakan jasmani
dan
non-verbal

(Muhibbin syah, 2019 hal. 217-218).

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

Menurut teori gestalt, belajar merupakan suatu proses perkembangan. Artinya

bahwa secara kodrati jiwa raga anak mengalami perkembangan, perkembangan

sendiri memerlukan suatu baik yang berasal dari diri siswa sendiri ata pengaruh dari

lingkungannya. Bedasarkan teori ini hasil belajar siswa di pengaruhi dua hal, siwa itu

sendiri dan [Link], siswa dalam arti kemampuan berfikir atau

tingksh laku intelektual, motivasi, minat, dan kesiapan siswa, baik jasmani maupun

rohani. kedua, lingkungan yaitu sarana dan prasarana, kompetensi guru, kreativitas

guru, sumber-sumber belajar, metode serta dukungan lingkungan, keluarga ( Ahmad

s, 2016 hal. 12 ).
Hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik merupakan hasil interaksi

anatara berbagai factor yang mempengaruhi, baik factor internal maupun eksterna,

adalah sebagai berikut :

1) Faktor internal

Faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta

didik, yang memengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal ini meliputi :

kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi, belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan

belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan.

2) Faktor eksternal

Faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang mempengaruhi hasil

belajar yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Keadaan keluarga berpengaruh

terhadap hasil belajar siswa. keluarga yang morat marit, keadaan ekonominya,

pertengkaran suami istri, perhatian yang kurang terhadap anaknya, serta kebiasaan

sehari-hari yang kurang baik dari orang tua dalam kehidupan sehari-hari berpengaruh

dalam hasil belajar peserta didik.

Sekolah merupakan salah satu factor yang ikut menetukan hasil belajar

siswa. semakin tinggi kemampuan belajar siswa dan kualitas pengajaran di sekolah,

maka semakin tinggi pula hasil belajar siswa (wasliman, 2007, hal.158 ).

D. Model pembelajaran circuit learning

1. Pengertian circuit learning

Model pembelajaran circuit learning adalah memaksimalkan dan

mengupayakan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan

mengulang. Model ini berfokus pada penekanan belajar dalam kelompok yang
terbentuk secara hiterogen. Setiap anggota bekerja sama dan saling membantu

menyelesaikan masalah sehingga diperoleh keberhasilan individu dan kelompok

(Aris shoimin, 2014 hal.33 ). Menurut huda ( 2013 : 331 ) model pembelajaran

circuit learning ( belajar memutar) merupakan model pembelajaran yang

memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola menambah dan

mengulang. Circuit learning dapat menambah kreatif siswa dan mengaktifkan

siswa karena membuat pengetahuan siswa yang didapat dalam pembelajaran

dapat diulangi sendiri oleh siswa sehingga menjadi bermakna dan sulit

dilupakan.

De porter ( 2012 : 230 ) mengemukakan tujuan model pembelajaran circuit

learning yaitu mengajarkan keadaan prima dalam belajar sehingga mencegah rasa

takut, jenuh, pikiran negative, bosan dan tidak percaya diri dalam belajar. Circuit

learning juga disebut dengan belajar memutar karena siswa benar-benar

menempuh informasi dalam pola yang sama setiap hari. Belajar memutar dimulai

dengan keadaan pikiran yang sukses dan percaya diri. Kebanyakan siswa

mempunyai asosiasi negative dengan ujian. Mereka takut dan rasa takut menjadi

mereka tertutup bahkan murid yang paling tekun sekalipun takut menghadapi tes.

Circuit learning dikembangakan oleh Teller dalam De porter ( 1999 : 180 )

seorang konsultan pendidikan, model pembelajaran ini memuat tiga langkah

berurutan :

1) Keadaan tenang pada saat belajar

Guru mengkondisikan pada saat belajar.

2) Peta pikiran

Siswa mencatat apa yang di tulis guru di papan tulis dengan kretifitasnya masing-

masing tetapi tetap memperhatikan symbol- simbol.


3) Menambah dan mengulangm Setelah siswa memperoleh materi yang telah

diberikan guru melalui metode dan Tanya jawab mengingat kembali hal-hal yang

penting dari materi pada setaip kali pertemuan.

Adapun menurut suyanto penerapan penerapan model pembelajaran circuit

learning di terapkan empat langkah :

1) Pendidik melakukan sesi Tanya jawab seputar materi yang akan disampaikan.

2) Pendidik memasang peta konsep yang berkaitan dengan materi.

3) Pendidikan menjelaskan peta konsep yang telah dipasang sebelumnya.

4) Pendidik membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Adapun langkah-

langkah kegiatanya adalah sebagai berikut :

Table 2.2 langkah- langkah kegiatan pembelajaran circuit learnin

Kegiatan Aktifitas guru dalam pembelajaran


a) Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam,
Awal berdoa dan absensi.
b) Guru melakukan apersepsi
c) Memberikan tujuan pembelajaran yang harus dicapai
siswa dalam pembalajaran hari ini
d) Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian
pembelajaran
a) Guru melakukan Tanya jawab bersama siswa tentang
Inti materi pembelajaran Tema cuaca sub tema 3
b) Guru bersama dengan siswa menempelkan gambar
cuaca dan menjelaskan tentang peta konsep yang telah
ditempel
c) Membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan
memberikan lembar kerja kepada setiap kelompok
d) Guru membimbing siswa berdiskusi untuk mengisi
lembar siswadan mengisi bagian dari peta konsep sesuai
dengan bahasa mereka sendiri
e) Guru membimbing siswa mempersentasikan bagian peta
konsep yang telah dikerjakan
f) Memberi penguatan berupa pujian atau hadiah atas hasil
persentasi yang bagus serta memberikan semangat
kepada yang belum mendapatkan pujian untuk berusaha
lebih giat
g) Menjelaskan kembali hasil diskusi siswa tersebut agar
wawasan siswa menjadi lebih luas
membimbing siswa menyimpulkan materi
a) Guru melakukan evaluasi dan tindak lanjut
Penutup b) Guru bersama-sama siswa mengulas kembali
kegiatan yang dilakukan hari ini.
c) Guru memberikan nasehat-nasehat kepada
siswa,Memberitahu rencana pembelajaran berikutnya
dan mengakhiri pelajaran dengan berdoa bersama.

2. Kekurangan dan kelebihan model pembelajaran circuit learning

Adapun kekurangan dan kelebihan model pembelajaran circuit learning

sebagi yaitu berikut :

a) Kekurangan

1. Memerlukan waktu yang sangat lama

2. Tidak semua pokok bahasan disajikan dalam peta konsep

b) Kelebihan

1. Kreativitas siswa dalam merangkai kata dengan bahsa sendiri lebih

terasa.

2. Konsentrasi yang terbangun membuat siswa fokus dalam belajar.

E. Pembelajaran Tematik

1. Pengertian pembelajaran tematik

Istilah pembelajaran tematik sering juga disebut dengan pembelajaran

terpadu dan dipersamakan dengan integrated teaching and learning. Menurut

Rakarjoni ( 1996 ) dalam trianto ( 2007 ), pembelajaran terpadu merupakan

suatu system pembelajaran yang memungkinkan siswa-siswi secara individual

mau klompok aktif mencari, menggali, dan menemukan, konsep serta prinsip

keilmuan secara holistic, bermakna, dan otentik.

Sedangkan menurut subroto ( 2000 ) dalam trianto ( 2007 ), pembelajaran


terpadu adalah pembelajaran yang diawali dengan suatu bahasan atau tema

tertentu yang dkaitkan dengan pokok bahasan lain, konsep tertentu dikaitkan

dengan konsep lain, yang dilakukan secara spontan atau direncanakan, baik

dalam satu bidang studi atau lebih, dan dengan beragam pengalaman belajar

siswa-siswi, maka pembelajaran menjadi bermakna.

Pembelajaran tematik menawarkan model-model pembelajaran yang

menjadikan aktivitas pembelajaran itu relevan dan penuh makna bagi siswa-

siswi, baik aktivitas formal maupun informal melalui pembelajaran secara aktif (

sugiar dkk, 2009,hal.1-6 ). Bermakna bahwa pada pembelajaran tematik peserta

didik akan dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui

pengalaman langsung dan nyata yang menghubungkan antara konsep dalam intra

maupun antar mata pelajaran.

3. Konsep dasar pembelajaran tematik

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan

tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan

pengalaman bermakna kepada murid. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan

pokok yang menjadi pokok pembicaraan. Job ( 1989 ) menjelaskan bahwa

tumbuh kembangnya minat dan kebutuhan atas kurikulum terpadu ( integrated

curriculum ) dipicu oleh jumlah hal berikut ini :

a) Pengembangan pengetahuan

b) Fermegtasi jadwal pelajaran.

c) Relavansi kurikulum.

d) Respons masyarakat terhadap fegmentasi pembelajaran.

Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat dikatakan sebagai


pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi untuk

memberikan beberapa pengalaman bermakna kepada anak ( Abdul majid, 2014,

hal. 80-84 ).

4. Landasan pembelajaran tematik

Landasan pembelajaran tematik mencakup :

a) Landasan filosofi.

Dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filfat

yaitu : progresivisme, konstruktivisme, humanisme.

b) Landasan pesikologi.

Pesikologi belajar memberikan konstribusi dalam hal bagaimana isi/

materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan

bagaimana pula siswa harus mempelajari

c) Landasan yuridis.

UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan

bahwa setiap satuan pendidikan berhak mendapat pelayanan pendidikan

sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya (Abdul majid,2014 hal.87-88)

F. Pengertian model pembelajaran

Kata pembelajaran merupakan perpaduan dari dua aktivitas belajar dan

mengajar. Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata mengajar berasal dari kata

dasar ajar , yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui.

Joyce & weil ( Rusman, 2012 hal. 113 ) berpendapat bahwa model

pembelajaran merupakan suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk

membentuk kurikulum ( rencana pembelajaran jangka panjang ), merancang bahan-

bahan pembelajaran dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang [Link]


pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai

pedoman dalam merancang pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial

(Trianto, 2010 hal. 51 ).

G. Kerangka Berpikir Dan Hipotesis Tindakan

1. Kerangka Berpikir

Pembelajaran merupakan inti dari proses peningkatan kualitas pendidikan

diantaranya adalah pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik dapat

dilaksanakan dengan baik apabila siswa lebih termotivasi dalam belajar untuk

memahami suatu materi pelajaran. Rendahnya sikap positif terhadap pembelajaran

tematik, rasa percaya diri dan keingin tahuan siswa berdampak pada hasil belajar

siswa yang masih rendah. Hal tersebut antara lain karena pembelajaran cenderung

berpusat pada guru sehingga membuat siswa kurang aktif dalam pembelajaran dan

kurang memberikan peluang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuanya.

Salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan proses pembelajaran

adalah model pembelajaran yang digunakan oleh seorang guru dalam kegiatan

pembelajaran di kelas. Dalam pembelajaran tematik tidak hanya sebatas

mengembangkan ranah kognitif akan tetapi ranah afektif dan pesikomotor juga

perlu diperhatikan. Adapun dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan

menciptakan pembelajaran tematik yang inovatif. Agar dapat meningkatkan hasil

belajar siswa guru dapat merancang proses pembelajaran yang melibatkan siswa

secara langsung dalam pembelajaran. Alternative solusi yang dapat digunakan

untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tematiksiswa yaitu

dengan diterapkanya model pembelajaran circuit learning.

Dalam proses pembelajaran tema cuaca subtema 3 guru terkesan belum


memusatkan siswa sebagai subjek belajar, dimana guru terlihat lebih aktif dan

siswa pasif saat proses pembelajaran. Penggunaan Model pembelajaran circuit

learning pada siswa menekankan siswa untuk berkelompok, berdiskusi, dan setiap

siswa tampil persentasi didepan kelas untuk menyampaikan hasil diskusinya

dengan materi yang berbeda. Dalam model pembelajaran circuit learning adanya

diskusi dan persentasi bertujuan agar pengetahuan siswa yang didapat dalam

pembelajaran dialami sendiri oleh siswa sehingga menjadi bermakna dan dapat

meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tema cuaca pada siswa kelas

III SDN Hatungun 1 Kecamatan Hatungun Kabupaten tapin..

Hasil belajar yang diamati meliputi tiga ranah yaitu, afektif (sikap), kognitif

(pengetahuan), dan pesikomotor (keterampilan). Tiga ranah tersebut yang akan

dirata-ratakan dan diperoleh hasil belajar siswa. Hasil belajar akhir merupakan

proses penilaian keseluruhan suatu kegiatan pembelajaran. Seluruh penjelasan

mengenai kerangka pemikiran penulis terapkan secara ringkas dalam gambar 1.2

berikut ini
Pembelajaran tematik

Penerapan model Circuit Learning

Hasil belajar siswa

Aspek yang akan diukur :

1. Afektif (sikap)
2. Kognitif (pengetahuan)
3. Pesikomotor (keterampilan)

Gambar 2.1 Alur kerangka pemikiran

2. Hipotesis Tindakan
Hipotesis dalam suatu penelitian adalah sebagian dari suatu jawaban

yang bersifat sementara terhadap suatu masalah penelitian, sampai terbukti

melalui data yang terkumpul. Hipotesis diartikan sebagai anggapan sementara

yang menjadi landasan kegiatan yang telah dilakukan. Berdasarkan kerangka

berpikir pada penelitian ini, maka hipotesis tindakan penelitian ini dirumuskan

sebagai berikut :

“jika diterapkan pembelajaran menggunakan model pembelajaran

Circuit Learning maka hasil belajar dan aktifitas siswa kelas III SDN Hatungun

1 Kecamatan Hatungun Kabupaten Tapin pada tema cuaca subtema 3 akan

meningkat”

Anda mungkin juga menyukai