0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan12 halaman

Uji Sifat Fisik Batuan untuk Geoteknik

Laporan praktikum ini membahas uji sifat fisik batuan dalam konteks mekanika batuan dan teknik pertambangan. Tujuan praktikum adalah untuk memahami karakteristik fisik batuan yang penting untuk geoteknik, seperti bobot isi, kadar air, dan kuat tekan. Uji sifat fisik ini diperlukan untuk perancangan dan pengelolaan kegiatan pertambangan yang aman dan efisien.

Diunggah oleh

Viaa Cantik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan12 halaman

Uji Sifat Fisik Batuan untuk Geoteknik

Laporan praktikum ini membahas uji sifat fisik batuan dalam konteks mekanika batuan dan teknik pertambangan. Tujuan praktikum adalah untuk memahami karakteristik fisik batuan yang penting untuk geoteknik, seperti bobot isi, kadar air, dan kuat tekan. Uji sifat fisik ini diperlukan untuk perancangan dan pengelolaan kegiatan pertambangan yang aman dan efisien.

Diunggah oleh

Viaa Cantik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UJI SIFAT FISIK

LAPORAN PRAKTIKUM

M. DANAR SAPUTRA
09320230196
C6

LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN


PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR
2025
PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
HALAMAN PENGESAHAN

M. DANAR SAPUTRA
09320230196

LAPORAN PTAKTIKUM
UJI SIFAT FISIK

diajukan sebagai salah satu syarat kelulusan pada praktikum mekanika batuan
laboratorium mekanikan batuan program studi teknik pertambangan
fakultas teknologi industri universitas muslim Indonesia

Disetujui Oleh;
Asisten

Mesya Nadila
Nim.

Mengetahui
Koordinator Laboratorium Mekanika Batuan
Universitas Muslim Indonesia

Afriansya
Nim.

MESYA NADILA M. DANAR SAPUTRA


09320210069 09320230196
PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka
penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batu bara yang meliputi
penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan,
pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pasca
tambang (Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan
Batubara). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI, 1990), pengertian
menambang adalah menggali (mengambil) barang tambang dari dalam tanah.
Sedangkan menurut Supramono (2012), pertambangan adalah suatu kegiatan yang
dilakukan dengan penggalian ke dalam tanah (bumi) untuk mendapatkan sesuatu
yang berupa hasil tambang. . Dengan meningkatnya jumlah kegiatan usaha
pertambangan baik yang melibatkan investasi asing maupun nasional, menimbulkan
eksploitasi besar-besaran dan mengakibatkan rusaknya lingkungan (Musodiq, 2023).
Mekanika batuan adalah salah satu cabang ilmu mekanika yang mempelajari
mengenai perilaku dari batuan yang menerima gaya atau tekanan tertentu. Ruang
lingkup keilmuan mekanika batuan bersifat teoretis maupun praktis. Mekanika
batuan menjadikan batuan utuh dan massa batuan sebagai objek penyelidikannya.
Dalam mekanika batuan, karakteristik batuan yang informasinya diperlukan meliputi
modulus deformasi, modulus pasca runtuh, elastisitas, kuat tekan, geser dan tarik,
sudut geser dalam, daya dukung, dan kohesi. Mekanika batuan merupakan salah satu
bidang keilmuan yang berkaitan dengan pekerjaan pada teknik pertambangan
terutama pada tambang bawah [Link] utama mekanika batuan adalah batuan
utuh, struktur batuan, tegangan, aliran air, dan rekayasa (Buku Mekanika Batuan,
2022).
Uji sifat fisik adalah pengukuran sifat fisik dari suatu bahan atau produk,
seperti kekerasan, kekuatan, atau tekstur. Uji sifat fisik dapat dilakukan tanpa
melibatkan indera manusia. Tujuan praktikum uji sifat fisik adalah untuk
mendapatkan sifat sifat atau karakteristik fisik dari sebuah batuan dilaboratorium
untuk geoteknik, . Uji sifat fisik batuan adalah pengujian pada batuan untuk

MESYA NADILA M. DANAR SAPUTRA


09320210069 09320230196
PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
diketahui sifat fisik (bobot isi, berat jenis, kadar air, derajat kejenuhan, porositas dan
angka pori) dari batuan tersebut (Kevin Dave Ariyanto, 2020).

MESYA NADILA M. DANAR SAPUTRA


09320210069 09320230196
PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
1.2 Rumusan Masalah

1.3 Maksud dan Tujuan


1.3.1 Maksud
Adapun maksud dan tujuan praktikum mekanika batuan ini agar para
praktikum dapat dan mampu memahami dan juga menjelaskan mengenai uji sifat
fisik itu sendiri secara luas mulai dari definisi, proses, pembentukan dan sebagainya.
1.3.2 Tujuan
Praktikan dapat mendapatkan sifat-sifat atau karakteristik fisik batuan di
laboratorium untuk geoteknik.
1.4 Batasan Masalah

1.5 Manfaat Praktikum

1.6 Alat dan Bahan


1.6.1 Alat
1. Timbangan Digital
2. Oven
3. Pompa Vakum
4. Desikator dan Vaseline
5. Cawan Baja Tahan Karat
6. Tabung
7. Lap kasar
8. Lap halus
9. Talang

MESYA NADILA M. DANAR SAPUTRA


09320210069 09320230196
PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pertambangan
Pertambangan adalah kegiatan yang mencakup seluruh tahapan dalam
penelitian, pengelolaan, dan pengusahaan mineral atau batubara. Kegiatan ini
melibatkan penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi,
penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan, serta kegiatan
pascatambang . Pertambangan di Indonesia meliputi:
A. pertambangan mineral menghasilkan Emas, Tembaga, Nikel, Bauksit,
Timah, Bijih besi, Perak, Aluminium, Fosfat, Platina.
B. Pertambangan batubara menghasilkan batubara
C. Pertambangan minyak bumi dan gas alam menghasilkan miinyak
bumidan gas yang digunakandalam rumah tangga.
D. Pertambangan timah menghasilkan Pertambangan batubara Bijih timah
merupakan hasil dari pelapukan batuan granit.
E. Pertambangan mineral industri menghasilkan Garam, zeolit, dan talkum
tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Dunia pertambangan merupakan pekerjaan dengan resiko yang tinggi. Maka
dari ituv perusahaan harus menerapkan safety first, Safety First dalam dunia
pertambangan merujuk pada prinsip utama yang menekankan pentingnya
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan kerja yang berisiko tinggi.
Konsep ini mencakup berbagai aspek, mulai dari desain dan konstruksi fasilitas
hingga operasi dan penutupan tambang. Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang
tidak bisa diprediksikan dan dikontrol yang lebih disebabkan karena adanya faktor
kesempatan dan ketidakberuntungan atau disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak
diketahui dan tidak dapat diantisipasi (M. Yusuf, 2020).
Pertambangan mineral dan batubara sebagaimana dimaksud dikelompokkan ke
dalam 5 (lima) golongan komoditas tambang:
 Mineral radioaktif meliputi: radium, thorium, uranium, monasit, dan bahan
galian radioaktif lainnya
 Mineral logam meliputi: litium, berilium, magnesium, kalium, kalsium,
emas,tembaga, perak, timbal, seng, timah, nikel, mangaan, platina,
MESYA NADILA M. DANAR SAPUTRA
09320210069 09320230196
PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
bismuth,molibdenum, bauksit, air raksa, wolfram, titanium, barit, vanadium,
kromit,antimoni, kobalt, tantalum, cadmium, galium, indium, yitrium, magnetit,
besi,galena, alumina, niobium, zirkonium, ilmenit, khrom, erbium,
ytterbium,dysprosium, thorium, cesium, lanthanum, niobium,neodymium,
hafnium,scandium, aluminium, palladium, rhodium, osmium, ruthenium,
iridium,selenium, telluride, stronium, germanium, dan zenotin.
 Mineral bukan logam meliputi: intan, korundum, grafit, arsen, pasir
kuarsa,fluorspar, kriolit, yodium, brom, klor, belerang, fosfat, halit, asbes, talk,
mika,magnesit, yarosit, oker, fluorit, ball clay, fire clay, zeolit, kaolin, feldspar,
bentonit,gipsum, dolomit, kalsit, rijang, pirofilit, kuarsit, zirkon, wolastonit,
tawas, batukuarsa, perlit, garam batu, clay, dan batu gamping untuk semen
 Batuan meliputi: pumice, tras, toseki, obsidian, marmer, perlit, tanah
diatome,tanah serap (fullers earth), slate, granit, granodiorit, andesit, gabro,
peridotit,basalt, trakhit, leusit, tanah liat, tanah urug, batu apung, opal, kalsedon,
chert,kristal kuarsa, jasper, krisoprase, kayu terkersikan, gamet, giok, agat, diorit,
topas,batu gunung quarry besar, kerikil galian dari bukit, kerikil sungai, batu
kali, kerikilsungai ayak tanpa pasir, pasir urug, pasir pasang, kerikil berpasir
alami (sirtu),bahan timbunan pilihan (tanah), urukan tanah setempat, tanah merah
(laterit),batu gamping, onik, pasir laut, dan pasir yang tidak mengandung unsur
mineral logam atau unsur mineral bukan logam dalam jumlah yang berarti
ditinjau darisegi ekonomi pertambangan
 Batubara meliputi bitumen padat, batuan aspal, batubara, dan gambut

2.2 Mekanika batuan


Mekanika batuan merupakan bagian dari subyek yang lebih besar yaitu
geomekanika yang berhubungan dengan reaksi dari geo-material: batuan keras,
batuan lunak dan tanah. Dan para enginir geomekanika bertanggung jawab kepada
rancangan, perencanaan dan pelaksanaan operasi tambang bahwa tanah yang pada
prakteknya sangat mempertimbangkan faktor ekonomis dan K3L. Faktor teknik yang
sangat penting untuk pertama kali yang perlu dipertimbangkan adalah geologi batuan
dan perilaku teknik mekanika batuan dari batuan pembentuk material yang akan
ditambang dan sekitamya serta kondisi tegangan yang berlaku pada daerah
dimaksud. Mekanika batuan merupakan ilmu yang mempelajari sifat-sifat mekanik

MESYA NADILA M. DANAR SAPUTRA


09320210069 09320230196
PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
batuan dan massa batuan salah satu sifat mekanik batuan yang dianalisis dalam
penelitian ini yaitu kuat tekan batuan. Mekanika batuan merupakan ilmu
pengetahuan yang mempelajari perilaku (behaviour) batuan baik secara teoritis
maupun secara terapan dan merupakan cabang- cabang dari ilmu mekanika
yangberkenaan dengan sikap batuan terhadap medan- medan gaya pada
lingkungannya (Abraham A. Sengka, 2022)

2.3 Uji Sifat Fisik


Sifat fisik dan kuat tekan uniaksial atau uniaxial compressive strength (UCS)
merupakam salah satu parameter penentu dalam keperluan rekayasa mekanika
batuan. Sifat fisik batuan diperlukan untuk perancangan jenis penggalian,
penanganan batuannya, dan untuk melakukan permodelan serta pengidentifikasian
masalah dalam geohidrologi tambang. Kuat tekan batuan digunakan dalam kegiatan
penambangan berupa pemberaian batuan dan pemilihan metode peledakan maupun
penggunaan alat-alat mekanik. Sifat fisik dan kuat tekan memiliki kaitan yang erat
dengan kestabilan geoteknik lereng tambang terbuka dan lubang galian pada
tambang bawah tanah. Sifat fisik batuan bobot isi asli (natural density), bobot isi
kering (dry density), bobot isi jenuh (saturated density), berat jenis semu (apparent
specific gravity), berat jenis sejati (true specific), kadar air asli (natural water
content), kadar air jenuh (absorption), derajat kejenuhan, porositas (n) dan void ratio
(e).
Uji sifat fisik digunakan untuk mengetahui karakteristik suatu zat atau bahan,
seperti warna, bau, rasa, kerapatan, dan kekerasan. Uji sifat fisik juga dapat
digunakan untuk menggambarkan perubahan suatu sistem fisik batuan. Menurut
Balfas batuan adalah kumpulan atau agregasi alamiah dari satu atau lebih mineral,
fosil, atau material lainnya yang merupakan bagian dari kerak bumi (Agus Winarno,
2023).
Kuat tekan uniaksial digunakan untuk memilih metode pemberaian batuan
pada kegiatan penambangan baik sistem tambang terbuka maupun bawah tanah
apakah menggunakan metode peledakan atau menggunakan alat mekanis. Data bobot
isi batuan diperlukan untuk perancangan jenis. Sedangkan data porositas, kandungan
air, dan derajat kejenuhan diperlukan untuk memodelkan dan mengidentifikasi
permasalahan geohidrologi tambang.

MESYA NADILA M. DANAR SAPUTRA


09320210069 09320230196
PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
Yilmaz (2009) menyebutkan kekuatan batuan merupakan kriteria penting
dalam klasifikasi batuan untuk mengoptimalkan penggunaan konstruksi dan desain
stuktur permukaan atau bawah permukaan. Kuat tekan uniaksial (UCS) sebagai
parameter yang paling banyak digunakan untuk mengevaluasi batuan kekuatan,
membutuhkan pengujian yang mahal dan memakan waktu dengan persiapan sampel
yang cermat. Secara umum baik kekuatan, deformabilitas dan kekakuan batuan ini
menunjukkan ketergantungan pada porositas.
2.3.1 Densitas
Densitas (massa jenis) adalah properti fisikyang berubah secara signifikan
antara berbagaijenis batuan karena perbedaan mineralogi danporositas. Densitas (ρ)
didefenisikan sebagai hasil (Muris, 2020).
Densitas (ρ) didefenisikan sebagai hasil bagi dari massa (m) dan volume (v)
dari sebuah material bersangkutan yang dituliskan:
𝜌 =𝑚/𝑣
Dengan:
Ρ= massa jenis (gr/cm3)
m =massa (gram),
v= volume (m)
Karakteristik Densitas:
A. Hubungan Massa dan Volume: Densitas menunjukkan seberapa banyak
massa terkandung dalam suatu volume tertentu. Benda dengan densitas
tinggi memiliki massa besar dalam volume kecil, sedangkan benda dengan
densitas rendah memiliki massa kecil dalam volume besar.
B. Variasi Berdasarkan Material: Setiap jenis material memiliki densitas yang
berbeda. Misalnya, padatan seperti logam umumnya memiliki densitas yang
lebih tinggi dibandingkan dengan bahan seperti kayu atau udara. Densitas
padatan bisa berkisar antara 2 hingga 19 g/cm³
C. Pengaruh pada Sifat Fisik: Densitas mempengaruhi banyak sifat fisik bahan,
termasuk kekuatan dan daya tahan. Dalam konteks pertambangan, densitas
material seperti batuan atau mineral dapat mempengaruhi proses pengolahan
dan pemisahan bahan tambang.
Aplikasi Densitas:

MESYA NADILA M. DANAR SAPUTRA


09320210069 09320230196
PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
A. Industri Pertambangan: Densitas digunakan untuk menghitung cadangan
mineral dan merencanakan operasi penambangan. Misalnya, dalam studi
densitas material loose saprolit, densitas dihitung untuk menentukan
kelayakan ekonomi dari bahan tambang nikel.
B. Ilmu Material: Dalam ilmu material, densitas membantu dalam
pemilihan bahan untuk aplikasi tertentu berdasarkan kebutuhan kekuatan
dan berat.
2.3.2 Porositas
Porositas adalah kemampuan untuk menyerap fluida pada batuan atau formasi
atau ruang-ruang yang terisi oleh suatu fluida diantara zat- zat padat atau mineral
yang ada pada suatu batuan (Muris, 2020).
Porositas dapat dibentuk oleh rongga, antara butiran atau mineral, dengan
ukuran dan bentuk yang berbeda, dengan distribusi ukuran tertentu dan dapat saling
berhubungan atau terputus. Secara teoritis porositas tidak bisa lebih besar dari 47,6
persen. Porositas maximum yang didapatkan adalah dalam susunan kubus dan secara
teoritis nilai yang didapatkan adalah sebagai berikut. Jelaslah, bahwa dalam hal ini
porositas tidak tergantung daripada besar butir. Jika kita subtitusikan r untuk angka
berapa saja maka kita akan tetap mendapatkan angka 47,6 tersebut. Besarnya
porositas itu ditentukan dengan berbagai cara, yaitu;
1. Di laboratorium, dengan porosimeter yang didasarkan pada hokum Boyle: gas
digunakan sebagai pengganti cairan untuk menentukan volum pori tersebut.
2. Dari log listrik, log sonic, dan log radioaktif
3. Dari log kecepatan pemboran.
4. Dari pemeriksaan dan perkiraan secara mikroskopik.
5. Dari hilangnya inti pemboran.
Tipe Porositas:
A. Porositas Absolut: Merupakan perbandingan seluruh volume pori, baik yang
saling berhubungan maupun tidak, terhadap volume total batuan.
B. Porositas Efektif: Mengukur volume pori yang saling berhubungan dengan
volume total batuan, penting untuk aliran fluida.
C. Porositas Residual: Volume pori yang tidak saling berhubungan dibandingkan
dengan volume total batuan.

MESYA NADILA M. DANAR SAPUTRA


09320210069 09320230196
PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
D. Porositas Primer dan Sekunder: Porositas primer terbentuk saat batuan
terbentuk, sedangkan porositas sekunder muncul setelah pembentukan, sering
kali akibat rekahan atau pelapukan
Faktor yang Mempengaruhi:
A. Jenis dan ukuran bahan
B. Distribusi pori
C. Riwayat diagenetik dan komposisi material
D. Umur dan kedalaman bebatuan; umumnya, porositas berkurang seiring
bertambahnya kedalaman dan usia
Aplikasi Porositas:
A. Geologi dan Hidrologi: Porositas sangat penting dalam menentukan kapasitas
penyimpanan air tanah dalam akuifer. Batuan dengan porositas tinggi dapat
menyimpan lebih banyak air, berperan penting dalam ketersediaan sumber
daya air.
B. Industri Pertambangan: Dalam konteks pertambangan, mengetahui porositas
batuan dapat membantu dalam evaluasi reservoir minyak dan gas, serta dalam
perencanaan eksploitasi sumber daya mineral
Nilai porositas pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan
persamaan:
volume pori pori
Ф= x 100 %
volume keseluru h an batuan

MESYA NADILA M. DANAR SAPUTRA


09320210069 09320230196
PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
DAFTAR PUSTAKA
Buku Mekanika Batuan, 2022
Kevin Dave Ariyanto ,2020. Analisis Pengaruh Porositas Terhadap Uji Kuat Tekan
Unikasial Pada Batu Gamping.`
M. Yusuf, 2020. Gap Analysis Pemenuhan Elemen Pada Sistem Manajemen
Keselamatan Pertambangan Berdasarkan Peraturan Menteri Esdm Nomor 38
Tahun 2014 Di Pt Bukit Asam Tbk Unit Penambangan Tanjung Enim
Abraham A. Sengka, 2022. Pengujian Sifat Fisik Gabro Dan Serpentinit Disaoka
Kota Sorong Provinsi Papua Barat
Agus Winarno, 2023. Karakteristik Korelasi Sifat Fisik Terhadap Kuat Tekan Batu
Pasir, Batu Lemppung, Dan Batu Lanau Formasi Balikpapan Dan Pulau
Balang
Muris, 2020. Analisis Sifat Fisis Dan Sifat Mekanik Batuan Karst Maros Analysis Of
Physical And Mechanical Properties Maros Karst Rock

MESYA NADILA M. DANAR SAPUTRA


09320210069 09320230196

Anda mungkin juga menyukai