0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan12 halaman

Cerita MyhaLova: Persahabatan dan Rahasia

Dokumen ini adalah bagian dari cerita berjudul 'MyhaLova', yang menggambarkan interaksi antara karakter Myha dan Lova, serta perasaan Myha yang rumit terhadap Lova. Myha mengalami momen emosional ketika dia memeluk Lova, yang menarik perhatian teman-teman mereka di kelas. Cerita ini berlanjut dengan ketegangan ketika Myha mendengar suara tembakan di toilet, yang membuatnya panik karena khawatir akan keselamatan Lova.

Diunggah oleh

Yolanda Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan12 halaman

Cerita MyhaLova: Persahabatan dan Rahasia

Dokumen ini adalah bagian dari cerita berjudul 'MyhaLova', yang menggambarkan interaksi antara karakter Myha dan Lova, serta perasaan Myha yang rumit terhadap Lova. Myha mengalami momen emosional ketika dia memeluk Lova, yang menarik perhatian teman-teman mereka di kelas. Cerita ini berlanjut dengan ketegangan ketika Myha mendengar suara tembakan di toilet, yang membuatnya panik karena khawatir akan keselamatan Lova.

Diunggah oleh

Yolanda Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

8- [Tembakan]

Assalamu'alaikum Teman-Teman semua...

Alhamdulillah hari ini aku udah bisa upload

Part 7 MyhaLova....

Maaf Karena Uploadnya Terlalu Lama

Aku mau ucapin Terima Kasih buat semua orang yang udah

Support ceritaku ini...

Terima Kasih juga buat yang udah sempatin waktunya untuk baca cerita
MyhaLova.... Terima Kasih Banyak...

Aku akan selesaiin cerita MyhaLova ini walaupun uploadnya

Agak lama....

Semoga kalian semua suka dengan cerita pertama ku ini...

Aku akan tetap semangat untuk terus lanjutin ceritaku...

Terima Kasih....

“Dika”

Myha langsung menoleh ke sumber suara, saat dia melihat orang yang
memanggilnya dia amat terkejut, Myha bahkan tak percaya kalau gadis ini ada
disini. Saat Myha akan mendekati gadis itu, tiba-tiba saja Bagas memanggilnya.

“Dik, mau kemana lo?”


Myha tersadar dan menoleh ke belakang melihat Bagas. Myha berpikir sejenak
dan tidak menghiraukan Bagas, saat dia menoleh kembali kea rah gadis itu,
namun saying gadis itu tidak lagi ada di tempat dia berdiri tadi. Bagas pun
menghampiri Myha.

Bagas menepuk bahu Myha, “Woi, napa lo menung aja patung pancoran”.

Myha tetap diam dan tidak bergerak dari tempatnya, dia masih memikirkan gadis
tadi dan mengapa gadis itu cepat sekali menghilang. Bagas pun memukul jidat
Myha hingga Myha merintih kesakitan.

“Berani banget ya lo nepo jidat gue”

“Ya sorry mas bro, salah lo sendiri ngelamun aja dari tadi. Kalau lo kesurupan gue
gam au nolongin lo”

“Ngapain lo ada disini?”

“Ya Allah, sewot banget sih Bambang. Gue tuh tadi ma uke toilet, tapi kebetulan
gue lihat lo disini”

“Oh, yaudah”

“Yaahhh, gitu doang? Emang ya, kalau perlakuan lo sama cewek aja manis
banget, tiba sama gue jutek amat”

Myha tidak memperdulikan omongan Bagas, dia langsung berjalan meninggalkan


Bagas dan menuju kelasnya.

“Yaelah tuh bocah, ga ada sopan santunnya, main nyeleweng aja pergi” Oceh
Bagas sendiri

Sebelum masuk kelas, Myha tiba-tiba saja terpikirkan sesuatu. Kemudian, dia
berlari buru-buru ke bawah. Dia menuju kelas Lova, saat tiba di kelas Lova dia
berhenti sejenak di depan pintu, nafasnya terengah-engah dan tatapannya bertemu
dengan mata Lova, dan akhirnya secara mendadak Myha berlari ke arah Lova dan
memeluk gadis itu erat sangat erat seperti tidak mau lepas, Lova bahkan terkejut
dengan yang dilakukan Myha, dia tidak tau harus apa membalas pelukkan Myha
atau diam saja. Semua yang ada di kelas sangat terkejut dengan kejadian itu,
bahkan Felli sampai berdiri dan membelokkan matanya tidak percaya dengan
kejadian saat ini. Kini Lova dan Myha menjadi pusat perhatian seluruh kelas.
Lova dapat merasakan bahwa Myha sedang tidak baik-baik saja, dia merasa Myha
sedang berada dalam masalah. Lova akhirnya memilih untuk membiarkan saja
Myha memeluknya dan tidak membalas pelukan itu. Myha pun akhirnya bersuara

“Maaf gue lancing, tapi gue juga bingung kenapa gue pengen banget peluk lo,
sorry”

Mendengar itu membuat hati Lova renyuh, dia yakin sekali Myha dalam masalah.
Lova hanya diam tak membalas perkataan Myha. Sampai akhirnya Myha melepas
pelukannya, dan kemudian pergi begitu saja dari kelas Lova. Meninggalkan Lova
tanpa penjelasan apapun. Saat Myha pergi, satu kelas menyoraki dan menggoda
Lova. Lova hanya diam dan langsung duduk. Felli pun ikut duduk dan
memperhatikan raut wajah Lova.

“Va, lo ga kenapa-napa kan?”

Lova hanya menggeleng saja, dia tidak tau harus merespon apa. Dia sama
syoknya dengan Felli, bahkan tangannya pun masih gemetaran. Lova tidak
mengerti dengan kejadian barusan, dia bingung harus bagaimana saat bertemu
Myha nanti.

*******

Bel pulang telah berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar dari gerbang
sekolah. Lova dan Felli pun berjalan beriringan keluar dari kelasnya, saat hendak
sampai gerbang sekolah Lova melihat Myha dan teman-temannya baru saja keluar
dari parkiran. Lova pun terus berjalan dan memutuskan pulang bersama Felli,
karena badannya letih dan malas kalau harus menunggu jemputan.

“Va lo masih mikirin kejadian yang dikelas tadi ya?”


“Udah Vel ga usah di bahas, gue aja masih bingung tuh cowok kenapa. Habis
meluk ditinggal gitu aja lagi, gak ngasih penjelasan”

“Udah lah Va, anggap aja kalau dia itu suka sama lo”

“Gak bisa Fell, gak segampang itu lah”

Felli pun memilih diam karena, dia merasa mood Lova sedang tidak baik
sekarang.

“Thank’s ya Fel tumpangannya hari ini, salam buat nyokap dan bokap lo”

“Iyyaa Va sama-sama, ntar gue sampaiin. Oh ya, nyokap kangen tuh sama lo,
disuruh main ke rumah”

“Oke, weekend ini gue nginap rumah lo deh. Udah gih pulang sana”

“Ngusir aja lo. Yaudah gue pulang ya, bye. Assalamu’alaikum”

“Wa’alaikumsalam, hati-hati”

Saat hendak masuk ke dalam rumah, tiba-tiba saja Lova ditarik oleh seseorang.

“Hai”

“Lo? Kok Lo bisa ada disini?”

“Sorry gue tadi ngikutin lo waktu pulang sekolah”

“Lo gilak ya, mau jadi penguntit gue?”

“Gue Cuma mau bilan sorry buat kejadian di sekolah tadi, gue tadi….”

“Lova”, Suara Bang Reza menghentikan pembicaraan mereka

“Bang Reza udah pulang dari luar Kota?”

“Udah, baru setengah jam yang lalu. Emmm, ini siapa Va?
“Oh ini Bang….” Sebelum Lova menjawab, sudah dipotong terlebih dahulu oleh
Myha

“Maaf bang, saya temannya Lova, Myhareldika Benz Akara, panggil aja Dika
Bang”

“Saya abangnya Lova, panggil aja Bang Reza”

“Oke Bang. Kalau gitu, V ague pulang dulu ya, see you. Bang saya pulang dulu”

“Iyyaa, makasih udah antar Lova”

“Eh Bang bukan Myha yang antar Lova, tapi Lova pulang sama Felli”

“Iya bang bukan saya, gue pamit Va, Bang Assalamu’alaikum”

“Wa’alaikumsalam”, jawab Lova dan Bang Reza serempak

“Kok tadi kamu panggil dia Myha?”

“Iya bang, jadi cuma Lova yang panggil dia Myha, karena nama Dika itu udah
pasaran”

“Ada-ada aja kamu, ayok masuk”

*******

“Assalamu’alaikum Bun”

“Wa’alaikumsalam, kok baru pulang Sayang?”

“Iya Bun, tadi ada urusan sebentar, biasalah”

“Yaudah sana sekarang kamu mandi, ganti baju terus langsung turun kebawah,
karena bunda mau bicara sesuatu”

“Bicara apa Bun, kayaknya penting banget”


“Nanti bunda kasih tau, sekarang kamubersih-bersih dulu sana”

“Oke siap Bunda ku Sayang”

Myha menuju kamarnya,. Sampainya dikamar dia mengeluarkan ponselnya, dan


mulai mengirimkan pesan pada Lova.

Love (Nama kontak Lova di ponsel Myha

Hai, lo lagi apa? Kangen nih

Menunggu sekitar 15 menit tapi belum juga ada balasan, akhirnya Myha
memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.

Di tempat yang berbeda Lova keluar dari kamar mandi, dan melihat poselnya, ada
pesan masuk dari nomor tak dikenal. Saat Lova buka pesan tersebut, Lova
langsung tau siapa pengirim pesan singkat ini, sudah pasti cowok yang sudah
mengisi hidupnya beberapa hari ini. Lova pun membalas pesan tersebut.

082817xxxxxx

Bacot lo

Lova kembali meletakkan ponselnya, dan bersiap diri karena ada janji bersama
Ban Reza untuk makan malam di luar. Sudah selesai merias diri, Lova turun ke
bawah dan melihat ada tamu yang datang, saat Lova turun dan melihat tamu yang
datang ternyata ayah Felli.

“Hai Om, Lova kira siapa tamunya”

“Hallo Lova, apa kabar saying”, sapa om Gunawan hangat dan memeluk Lova

“Alhamdulillah selalu baik Om, tumben Om kesini, ada apa? Kok gak ajak tante
sama Felli Om?”
“Iya Lova, Om baru pulang kerja langsung kesini sengaja buat ngecek keadaan
kalian, gimanapun orangtua kalian sudah mempercayai Om dan tante untuk
menjaga kalian berdua”

“Makasih banyak Om, Reza senang Om bisa kesini lagi. Soal perencanaan yang
tadi bakal Reza pikirin dulu Om dan secepatnya akan Reza kabarin ke Om”

“Oke Za, kamu tenang aja jangan terburu-buru. Om tidak pernah memaksa kamu
untuk melanjutkan usaha papa kamu. Tapi, Om rasa kamu sudah cukup mampu
untuk menjalankan perusahaan itu, ingat Reza asset papa kamu sangat banyak,
dan masih ada satu asset lagi yang harus kamu ambil kembali”

“Maksudnya apa ya Om, kok Lova ga paham”

“Lova gak perlu tau dulu, sekarang Lova fokus aja sekolah biar nanti bisa bantu
Bang Reza ngurus perusahaan Papa kalian”

Lova hanya manggut-manggut saja, dia juga tidak mengerti masalah asset ataupun
perusahaan, dia selama ini hanya menikmati hasilnya saja.

“Om kalau untuk yang satu itu kayaknya Reza gak bisa Om, itu terlalu…”

Om Gunawan memegang Pundak Reza, dan memberikan senyuman. Reza pun


tidak melanjutkan kalimatnya, dia sudah sangat paham maksud senyum dari ayah
Felli.

“Yaudah, Om mau pulang, karena pasti kalian mau pergi jalan-jalan kan. Soalnya
Om lihat Lova udah siap secantik itu”

Lova merasa malu, karena penampilannya ternyata cukup mencolok.

“Yaudah Om, hati-hati ya, salam buat orang dirumah, salam cium buat tante
Farah”

Ayah Felli hanya tersenyum dan mengusap lembut kepala Lova. Dia pun
berpamitan dan pulang. Reza mengantar Ayah Felli sampai ke depan gerbang, dan
memberikan sebuah amplop berwarna cokelat. Reza tidak tau isinya apa, tapi
Ayah Felli mengatakan bahwa amplop itu sebuah petunjuk.

Reza kembali ke dalam dan menyimpan amplop tersebut di tempat yang aman.
Kemudian dia merapikan sedikit pakaiannya, dan keluar mengajak Lova pergi
makan malam sesuai janjinya tadi.

*******

Di waktu yang berbeda Myha membaca pesan dari Lova, cukup kasar balasan dari
Lova, Myha tidak berharap ini dan dia tidak membalasnya lagi. Myha turun ke
bawah dan melihat bundanya sedang menyiapkan makan malam.

“Bun besok Dika pulang agak telat ya, soalnya ada urusan mendadak sama teman-
teman”

“Urusan apa Dika sampai kamu harus pulang terlambat?”

“Ada Bun, urusan anak muda, gak aneh-aneh kok”

Bundanya duduk berhadapan dengan Myha di meja makan. Dia menatap Myha
lekat.

“Dika, Bunda mau ngomong serius sama kamu”

“Dari tadi juga serius Bun”

“Kamu ini, kali ini duarius deh”, Bunda dan Myha tertawa bersama.

“Udah ketawanya. Jadi begini Sayang, Papa kamu tidak mungkin pulang dalam
waktu dekat ini. Mungkin Papa disana akan tambah waktu sekitar 2 bulan lagi.
Jadi, Bunda berencana akan bantu pekerjaan Papa di rumah sakit yang kita kelola
Sayang. Dan pasti bunda bakal sibuk banget, kalau seandainya kita sewa
pembantu, kamu gak keberatan sayang?”

Myha diam sejenak, semua orang terlalu sibuk. Rumah ini benar-benar sepi.
Sudah diisi berdua dengan bundanya pun masih terasa sepi. Apalagi kalau
bundanya sibuk tidak ada masakan khas bundanya, banyak hal yang akan berubah,
tapi Myha tidak egois, dia sangat menerti keadaannya.

“Boleh Bun, Dika sama sekali gak keberatan kalau kita punya asisten rumah
tangga”, Jawab Myha dengan ekspresi yang sulit diartikan.

“Kamu sedih ya nak?”

“Enggak kok Bun, Dika udah terbiasa dengan suasana rumah kayak gini”

“Maafin Bunda sama Papa ya, belum bisa jadi orangtua yang baik untuk kamu.
Kami belum bisa sepenuhnya memberikan kasih sayang dan perhatian kami ke
kamu”, Bunda pun mulai menangis, dia merasa apa yang di alami Myha selama
ini merupakan kesalahan dirinya dan suaminya atas perbuatan mereka di masa
lalu.

Myha bangkit dari kursinya, dan memeluk bundanya.

“Bun jangan nangis, Dika gak akan kenapa-napa. Dika percaya yang papa dan
bunda lakuin semuanya untuk kebaikan Dika. Jadi, bunda jangan merasa bersalah
terus, Dika gak suka lihat bunda nangis”

Bunda mengeratkan pelukannya, dia benar-benar takut suatu saat terjadi sesuatu
pada Myha. Bagaimanapun Myha belum tau apa-apa tentang masa lalu Papa dan
Bundanya.

“Yaudah yuk, bunda gak akan nangis lagi demi kamu. Kita sekarang makan ya”
Myha tersenyum lalu mencium puncak kepala bundanya lalu kembali ke tempat
semula. Mereka menikmati hidangan makan mala mini dengan berbincang ringan
mengurangi sedikit beban yang ada.

*******

“Waahhh… kayaknya ada yang lagi senang nih”

“Apaan sih Fel, baru datang udah ngeselin aja”

“Ulu ulu, ngapain lo senyum-senyum sendiri?”

“Ga kenapa-napa Fel, cuma lagi pengen senyum aja”

“Maca ciihhhhh, gak biasanya lo senyum-senyum sendiri”, Felli mulai menggoda


Lova

“Gue lagi senang karena Bang Reza udah pulang, terus salah kalau gue senyum-
senyum sendiri?”

“Oh my god Va, Lo benar Bang Reza udah pulanh. Ya ampun My Darling”

Lova menoyor kepala Felli, “My Darling My Darling, usus lo yang my darling”

“Astaga Va, kasar banget sih sama calon kakak ipar”

“Nyebur lo sana ke sumur. Gak usah mimpi ini masih pagi. Dan lagi lagi gue
harus ingatin lo, kalau lo udah punya Devo. Jadi jangan gatal sama abang gue,
paham”
Felli menampilkan ekspresi cemberut, dia memang suka lupa kalau sudah punya
Devo, tapi apa salahnya berusaha sekali lagi ke Bang Reza, dia pikir dirinya dan
Devokan belum tentu berjodoh.

“Fel gue ke kamar mandi sebentar ya, pengen pipis nih”

“Mau gue temenin gak?”

“Gak usah, gue bisa sendiri kok, lagian Cuma sebentar”

Felli setuju dengan itu dan membiarkan Lova pergi sendiri. Lova menuju toilet
dan saat sampai disana ternyata toiletnya sedang di perbaiki. Akhirnya Lova
memutuskan untuk menuju toilet atas. Saat yang bersamaan Myha melihat Lova,
dan mengikuti gadis itu, Myha menunggu Lova di luar toilet, namun tiba-tiba sja
terdengar suara…

Doorrrr….Dooorrrr….Doorrrr

Myha terkesiap, dia mendengar suara tembakan dari dalam sana, bahkan seluruh
siswa juga keluar dari dalam kelas dan bergerombolan menuju arah toilet. Myha
teringat bahwa di dalam sana ada Lova, langsung dia membuka pintu toilet
tersebut, dan betapa terkejutnya Myha…

“Lovaaaa”, Teriak Myha

*******

Bagaimana dengan Part 8 nya?

Boleh tinggalkan komentar kalian disini ya... dan jangan lupa untuk vote
cerita ini agar aku tambah semangat lagi buat nulis ceritanya.....
Semoga kalian suka sama cerita aku ya..... Penasaran nggak dengan part
selanjutnya? Maka dari itu terus pantengin MyhaLova supaya kalian gak
ketinggalan cerita serunya...

Terima kasih untuk supportnya dan udah baca cerita ini, jangan bosan-
bosan ya....

Jangan lupa juga buat share dan ajakin teman-teman,saudara-saudara,


seluruh anggota keluarga dan semua kenalan kalian untuk baca cerita
MYHALOVA.

Anda mungkin juga menyukai