3 - [Notes]
Sekarang adalah weekend, dan kini seorang Gadis tengah duduk manis di
sebuah cafe sambil memainkan ponselnya seperti sedang menunggu seseorang.
Gadis ini belum memesan apapun sejak tadi, dia masih sibuk menghubungi
sahabatnya. Lalu pintu cafe terbuka dan masuklah seseorang yang sudah
ditunggunya sejak tadi.
“Va sorry banget ya gue telat, lagian lo mendadak banget sih
kabarinnya”, Kata Felli yang baru saja duduk dihadapan Lova.
“Udah emang dasarnya lelet gak usah pakai alasan deh”, Jawab
Lova sedikit kesal, karena sudah menunggu setengah jam.
“Oke oke gue minta maaf ya Lova cantik adeknya bang Reza yang
super ganteng, gue jadi pingin bawa pelaminan”, Ucap Felli sambil
senyum-senyum sendiri.
“Enak aja lo ngomong, izin dulu nih sama adek satu-satunya. Gue
gak akan pernah setuju abang gue sama lo, masa abang gue dapat kerak
nasi sih”,
Felli mencubit gemas lengan Lova, gemas rasanya dengan Lova
yang tidak pernah mendukung niat baiknya.
“Yaudah yuk pesan minum sekarang, gue haus nih”
“Yaelah Fel, lo itu baru juga datang, lebih haus gue lah yang
nunggu dari tadi disini”
“Yaudah deh besok gue yang nunggu lo, kalau niat udah terkumpul
dan tuhan mengizinkan”
“Serah lo deh, udah cepat lo pesan gih, gue mau Red Velvet Latte”
Kemudian Felli memanggil salah satu waiters disana, dia mulai memesan
yang mereka inginkan.
“Fel menurut lo bando gue gimana ya keadaannya? Dia pasti
kesepian banget gak ada ague dan satu lagi siapa ya kira-kira yang nemuin
bando gue, gue berharap Pangeran yang nemuin bando gue, biar kayak
cerita Cinderella gitu Fel”
“Ngaco lo, ya kali bando bisa tau dia kesepian apa enggak. Gue
rasa lo perlu banyak minum paracetamol deh. Lagian ya di Cinderella itu
yang hilang bukan bando tapi sepatu kaca, gak usah ngaur lo”
“Ya terserah gue sih, kalau cerita gue beda versi. Tapi serius deh
Fel, gue suka banget bando itu, gue harap ada orang baik yang nemuin
bando gue dan kembaliin ke gue”
“Gue bilangin ya, gimana tuh ceritanya orang bisa kembaliin ke lo,
kalau dia sendiri juga pasti bingung itu punya siapa, kecuali kalau lo kasih
nama lo di sana”
“Yaudah kalau gitu bantuin gue buat brosur kehilangan Fel, biar
gue bisa nemuin dengan segera bando gue. Kita bisa buat nanti dirumah
gue, entar kita pajang di mading, terus bagiin deh brosurnya ke anak-anak”
“Gila kali lo, cuma bando yang hilang sampai mau buat brosur, gue
gak ikut-ikutan gue gak mau dicap aneh sama satu sekolah”
“Gak setia kawan banget sih lo Fel, seharusnya sebagai saudara
beda rahim, lo tuh bantuin gue Fel, mendukung gue. Lo taukan itu bando
berharga banget”
“Gue bakal dukung dah bantuin, kalau itu masih masuk akal. Dan
gue sadar itu banda dari almarhum bokap lo, tapi ga gini juga Va. Kalau
tuh bando benar berharga, pasti balik lagi kok, percaya deh”
Lova hanya menghembuskan nafas frustasi, karena tak mendapatkan jalan
keluar tentang bandonya. Lova tak mau kehilangan bando itu, itu sangat berharga
baginya, dia berharap semoga bando itu bisa cepat balik lagi. Akhirnya pesanan
mereka pun tiba, Lova kembali tersenyum riang melihat minuman favoritenya saat
ini. Namun, tiba-tiba saja waiters tersebut memberikan sebuah notes untuk Lova.
“Ini notes apa ya mbak?”, Tanya Lova
“Ini dari cowok mbak, katanya disuruh kasih ke mbaknya”, Jawab
waiters tersebut.
“Oh gitu ya mbak. Cowoknya yang mana ya mbak?”
“Aduh mbak maaf, tadi selesai kasih notes ini, cowoknya langsung
pergi mbak, saya juga gak tau namanya mbak. Wajah nya juga tertutup
masker sama topi mbak”
“Yaudah deh gak apa, makasih banyak ya mbak”. Waiters pun
menanggapinya dengan mengangguk dan senyum, lalu dia kembali ke
tempatnya.
Lova mulai membuka notes tersebut, ia sangat penasaran dengan tulisan
yang ada di dalamnya, tak hanya Lova, Felli pun sangat antusias ingin melihat apa
isi notes tersebut. Saat dibuka mata Lova terbuka lebar dia sangat terkejut dengan
kalimat yang tertera di notes itu, semakin membuat Felli penasaran dan langsung
menarik notes tersebut, Felli sama terkejutnya dengan Lova, namun dia langsung
tersadar bahwa sahabatnya ini memiliki pengagum rahasia.
“Ya ampun Va, gue gak nyangka lo punya pengagum rahasia, gila
dia sweet banget, gue jadi pengen di kasih ginian juga sama Bang Reza”
“Gue juga baru tau ada yang naksir gue, mungkin karena gue
cantik banget kali ya. Lihat deh kalimatnya sweet banget, gue suka”
“Jangan suka dulu Va, kan lo belum tau siapa orangnya. Kalau
tiba-tiba yang ngasih ini Bapak-Bapak gimana? Lo masih mau?”
“Ih Felliii…. Ya jangan do’ain gitu lah. Gue yakin banget pasti
yang ngasih ini tuh cowok ganteng kayak pangeran. Dia pasti udah lama
suka sama gue. Gue yakin Fel kalau cowok ini pasti masih disini”
“Terus kalau dia masih disini, lo langsung tau gitu orangnya?,lo
lihat dong disini tuh banyak banget cowok, gimana kita bisa tau orangnya
yang mana Va”
“Hmm… gue penasaran banget sama orang yang ngasih notes ini,
apa mungkin satu sekolah sama kita ya Fel?”
Felli hanya mmengedikkan bahu,karena dia juga merasa bingung siapa
orang dibalik notes romantis ini. Sedangkan Lova sedang senyum-senyum sendiri
karena ini pertama kalinya dia memiliki pengagum rahasia. Sedangkan, dari
kejauhan seseorang sedang menatap kearah Lova dan tersenyum puas karena
Lova menyukai notesnya, lalu ia langsung menancap gas meninggalkan café
tersebut.
*******
“Bun Papa kapan pulang sih, emang banyak yang mau di bedah ya
Bun, sampai Papa betah banget di Bali”
“Kamu ini ya ada-ada aja deh, Papa itu bukan cuma ada tugas
operasi aja kesana, tapi juga ada urusan bisnis, lagian kamu tumben
nanyain Papa, biasanya juga gak pernah nanya soal kerjaan Papa”
“Ya ampun Bun,emang benar Dika kayak gitu Bun? Parah banget
dong kalau gitu, kok ayah gak kutuk aja Dika jadi pangeran kodok yang
Bun?”
Bundanya tertawa kecil mendengar ucapan putranya ini, ya
memang beginilah Dika suka berbicara aneh dan ngelantur. “Kamu ini ya
suka banget sih bicara yang gak masuk akal, kalau mau mengutukkan
seharusnya gak gitu sayang. Lagian kamu ada apa nanyain Papa, pasti ada
hal pentingkan?
“Enggak ada kok Bun, Dika cuma kangen aja sama Papa, lagian
udah lama kan Dika gak jogging sama Papa.”
“Yaudah sekarang kamu makan ya, Bunda udah siapin makanan
kesukaan kamu itu, Bunda mau keluar dulu ke rumah tante Farah, kamu
jangan kemana-mana, kalau mau main ajak teman-teman kamu aja kesini”
“Oke Bunda… Bunda hati-hati ya, kalau udah sampai harus
kabarin Dika ya Bun, biar Dika tau Bunda selamat sampai tujuan”
Bundanya tersenyum lebar, dia sangat mengetahui bahwa Myha
sangat menyayangi Bundanya. “Iya sayang, nanti bunda kabarin, kalau
gitu bunda pergi dulu ya, kamu langsung makan jangan ditunda-tunda”
“Siap Bunda, Dika gak akan telat makan kok Bun, cuma gak
makan seminggu aja Bun”, Jawab Myha sambil menyengir tak jelas.
“Terserah kamu lah, yaudah Bunda pergi dulu ya,
Assalamu’alaikum”
Myha mengangguk dan melihat kepergian Bundanya,
“Wa’alaikumsalam, hati-hati Bun”
Myha sudah menghubungi teman-temannya untuk datang ke rumahnya
bermain PS dan lainnya, lagi pula dia tidak akan betah di rumah sendirian,
walaupun dia kurang menyukai keramaian, tetapi dia juga tidak bisa terlalu sepi
kecuali untuk tidur. Tak berselang beberapa menit Andre sudah tiba lebih di
rumah Myha, ya rumah Gean tidak terlalu jauh dari rumah Myha.
“Lama banget dah si Bagas geraknya, udah kayak anak perawan
mau di pingit” Ucap Andre yang telah berbaring santai di kasur Myha.
“Gila aja lo, mungkin lagi di jalan kali. Sabar aja lah dulu, rumah
lo juga dekat makanya sampai duluan, rajin sih lo”
“Ya habis gue pikir kalau datang duluan bisa dapat pahala, gue kan
mau ngumpulin pahala biar masuk surga, gue emang di dunia main sama
kalian, tapi untuk akhirat sorry bro, gue menolak ikut kalian ke neraka”
“Lo meninggal sekarang deh, terus lo kabarin gue lo lagi dimana”
“Buset dah, kasihan Bunda sama Papa lo punya anak kayak lo, gak
berakhlaq, do’ain sahabatnya dead”
“Aamiin Ya Allah”
Ingin rasanya Andre mengumpat, namun dia menahan semuanya karena
dia tau Myha akan membalasnya lebih-lebih lagi darinya, sangat kejam. Setengah
jam berlalu Bagas baru saja tiba dan langsung merusuh.
“Eiittss… anak komplek udah ada aja nih disini, gak sabar lo buat
kalah?”, Ucap Bagas seenaknya.
“Udah gak usah bacot lo, mending langsung kita buktiin aja
sekarang siapa yang benar-benar laki disini”, Balas Andre tak terima
diremehkan begitu.
“Kalau kalian mau makan atau yang lainnya ambil dibawah sendiri
jangan nyusahin gue”, Ucap Myha sambil menyiapkan PS nya.
“Tenang aja Dik, asset rumah lo kalau bisa kita-kita ambil juga
nanti”, Sambung Bagas dengan santainya
“Kayak berani aja dah kita, kalau gue mah gak mau asetnya, gue
cukup diangkat jadi anak angkat aja dikeluarga ini”, Sahut Andre
“Gue gak akan mau punya saudara kayak lo, gue juga milih-milih
kalau mau punya saudara angkat, gak kayak lo”
“Mampus lo, ditolak mentah-mentah. Lagi pula ini keluarga
wajahnya surgawi semua, nah lo tampang-tampang penuh dosa dan
banyak utang”
“Gak usah ngina lo Gas, gue tabok pindah tuh pipi ke paha”,
Terdengar tawa puas Bagas dan Myha, bergema di seluruh ruangan.
Mereka bermain tak kenal waktu, dari jam 2 siang mereka bermain dan
sekarang sudah pukul 8 malam, Myha bahkan sudah 5 kali tidur. Sekarang mereka
memilih untuk istirahat dah benar saja Bagas langsung tertidur pulas, sedangkan
Myha dan Andre masih terjaga, mereka masih belum puas bermain. Sebelum tidur
tiba-tiba saja Myha teringat sesuatu, dia mengambilnya dan menatap benda itu
penuh arti, rasanya dia ingin sekali kembali ke masa itu. Masa yang tak
terlupakan, dimana saat itu dia merasa ada orang yang benar-benar
menyayanginya dengan tulus.
*******
“Va lo kok belum tidur sih, lo mikirin apa sih Va?”
“Gak ada Fel, gue cuma masih penasaran sama notes tadi, siapa sih
yang kasih gue notes itu, dia gak tau apa kalau rasanya itu jantung gue
berdetak kencang, kayak detakan jantung nyamuk Fel”
“Emang nyamuk ada jantung ya Va?”
Lova melongo mendengar pertanyaan Felli yang terdengar polos
namun menyebalkan, bagaimana bisa anak IPA bertanya seperti itu,
namun Lova tetap menjawab, “Coba deh lo tanyain Dora yang lagi
tiktokan”
Felli hanya manggut-manggut saja seperti mengiyakan ide dari Lova
tersebut. Lova memang aneh dan cukup gila, namun Lova tak selemot Felli. Felli
dan Lova sudah mengambil posisi untuk tidur, namun sebelumnya Lova
membuka suatu barang, dia teringat barang tersebut pemberian Mamanya dulu,
dia sangat merindukan Mamanya, tak terasa air mata pun mengalir membasahi
pipinya. Selain itu Lova juga memperhatikan satu barang,yang dia lupa siapa
pemberinya.
“Gue ga tau siapa yang ngasih ini ke gue, tapi gue harap suatu saat gue
bisa ketemu sama yang ngasih barang ini ke gue. Gd night”, Gumam Lova
sebelum akhirnya tertidur pulas
*******
Bagaimana dengan Part 3 nya?
Boleh tinggalkan komentar kalian disini ya…
dan jangan lupa untuk vote cerita ini agar aku tambah semangat lagi buat
nulis cerita ini…..
Semoga kalian suka sama cerita aku ya…..
Penasaran nggak dengan part selanjutnya? Maka dari itu terus pantengin
MyhaLova supaya kalian gak ketinggalan cerita serunya…
Terima kasih untuk supportnya dan udah baca cerita ini,
jangan bosan-bosan ya….
Jangan lupa juga buat share dan ajakin teman-teman,saudara-saudara,
seluruh anggota keluarga dan semua kenalan kalian untuk baca cerita
MYHALOVA.